KONSEP PENGUNGKUNGAN INERSIAL ELEKTROSTATIK PULSA

dokumen-dokumen yang mirip
UJICOBA SISTEM ELEKTRODE SUMBER ELEKTRON BERBASIS KATODE PLASMA

ANALISIS SIMULASI LINTASAN BERKAS ELEKTRON PADA IRADIATOR ELEKTRON PULSA (IEP) DENGAN VARASI GEOMETRI ELEKTRODA PEMFOKUS MENGGUNAKAN SOFTWARE

MAKALAH APLIKASI NUKLIR DI INDUSTRI

PERHITUNGAN KERAPATAN ION NITROGEN PADA PEMBENTUKAN FeN DALAM PROSES NITRIDASI PLASMA

RANCANGAN SISTEM CATU DAYA SUMBER ELEKTON BERBASIS KATODA PLASMA

Fisika EBTANAS Tahun 1994

REAKSI INTI. HAMDANI, S.Pd

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PLASMA TOKAMAK SEBAGAI PEMBANGKIT ENERGI MASA DEPAN : KAJIAN GEOMETRI MENGGUNAKAN MCNP

PELATIHAN OSN JAKARTA 2016 LISTRIK MAGNET (BAGIAN 1)

Ionisasi Gas Butana pada Metode Pelepasan Listrik Tegangan Searah dengan Ketidakmurnian Udara Tekanan Tinggi, Plasma Termal

PERHITUNGAN PARAMETER FISIS SISTEM EKSTRAKTOR SIKLOTRON 13 MeV UNTUK PET

RANCANG BANGUN SPARK GAP SAKLAR SUMBER ELEKTRON BERBASIS PLASMA DAN METODE PENENTUAN BESAR ARUS BERKAS PULSANYA

ANALISIS PROBLEM ELEKTROSTATIK PADA SUMBER ION MULTICUSP MENGGUNAKAN PROGRAM SUPERFISH 7

Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2003

LATIHAN UJIAN NASIONAL

D. 6,25 x 10 5 J E. 4,00 x 10 6 J

ARSIP SOAL UJIAN NASIONAL FISIKA (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1996

LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS

PENBUKURAN PARAMETER PLASMA DENGAN PROBE BENTUK BOLA. Agus Pur wadi, Suryadi, W. Usada Pusat Penelitian Nuklir Yogyakarta ABSTRAK

BAB I Jenis Radiasi dan Interaksinya dengan Materi

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS

SOAL LATIHAN PEMBINAAN JARAK JAUH IPhO 2017 PEKAN VIII

EKSPERIMEN UJI PADA DAYA TINGGI DARI HEAD SUMBER ION UNTUK SIKLOTRON

RADIOKIMIA Tipe peluruhan inti

C20 FISIKA SMA/MA IPA. 1. Hasil pengukuran diameter suatu benda menggunakan jangka sorong ditunjukkan oleh gambar berikut.

ANALISIS GEOMETRI ANODA DALAM OPTIMASI DESAIN SUMBER ION PENNING UNTUK SIKLOTRON

SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1984

SIMAK UI 2013 Fisika. Kode Soal 01.

RANCANGAN SISTEM CATU DAYA DC 2 kv/2 A UNTUK KATODA SUMBER ION SIKLOTRON 13 MeV BERBASIS TRANSFORMATOR

Pusat Sains dan Teknologi Akselerator Badan Tenaga Nuklir Nasional (PSTA-BATAN) Yogyakarta sebagai lembaga pemerintah non departemen memiliki tugas

RANCANG BANGUN SISTEM RF UNTUK SUMBER ION GENERATOR NEUTRON SAMES J-25

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 01 )

REAKSI NUKLIR NANIK DWI NURHAYATI,S.SI, M.SI

Inti Atom dan Penyusunnya. Sulistyani, M.Si.

Copyright all right reserved

UJI FUNGSI SISTEM ELEKTRODA IGNITOR DAN PENENTUAN MASSA TEREROSI MATERIAL KATODA IGNITOR

4. Sebuah sistem benda terdiri atas balok A dan B seperti gambar. Pilihlah jawaban yang benar!

UM UGM 2017 Fisika. Soal

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

Perancangan dan Realisasi Pembangkit Korona dengan Sumber DC dari Baterai 12 Volt DC Menggunakan Flyback Converter

ARSIP SOAL UJIAN NASIONAL FISIKA (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1994

1. Diameter suatu benda diukur dengan jangka sorong seperti gambar berikut ini.

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII. Medan Magnet

Pertanyaan Final (rebutan)

Jumlah Proton = Z Jumlah Neutron = A Z Jumlah elektron = Z ( untuk atom netral)

Fisika EBTANAS Tahun 1996

MATERI II TINGKAT TENAGA DAN PITA TENAGA

Theory Indonesian (Indonesia) Sebelum kalian mengerjakan soal ini, bacalah terlebih dahulu Instruksi Umum yang ada pada amplop terpisah.

OSILASI ELEKTROMAGNETIK & ARUS BOLAK-BALIK

Simulasi Sel Surya Model Dioda dengan Hambatan Seri dan Hambatan Shunt Berdasarkan Variasi Intensitas Radiasi, Temperatur, dan Susunan Modul

UN SMA IPA 2013 Fisika

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Dapat menambah informasi dan referensi mengenai interaksi nukleon-nukleon

D. 2 N E. 1 N. D. (1), (2) dan (3) E. semuanya benar

INFORMASI PENTING Massa electron NAMA:.. ID PESERTA:.. m e = 9, kg Besar muatan electron. e = 1, C Bilangan Avogadro

Mata Pelajaran : FISIKA

Radio Aktivitas dan Reaksi Inti

Xpedia Fisika. Soal Fismod 2

1. Hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh alat ukur dibawah ini adalah.

OPERASI MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) PTAPB BATAN TIPE BA 350 kev / 10 ma

SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 4 Tanggal Berlaku : 04 September 2015

RANCANGAN SISTEM CATU DAYA PLASMA IRADIATOR ELEKTON PULSA

Rancang Bangun Sistem Pembangkit Plasma Lucutan Pijar Korona dengan Sistem Pengapian Mobil Termodifikasi untuk Pereduksian CO X.

PENGGUNAAN IGNITION BOOSTER

PERHITUNGAN ORBIT AWAL BERKAS PROTON PADA CENTRAL REGION SIKLOTRON

K 1. h = 0,75 H. y x. O d K 2

C17 FISIKA SMA/MA IPA

Elektron Bebas. 1. Teori Drude Tentang Elektron Dalam Logam

Fisika EBTANAS Tahun 1998

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07)

1. (25 poin) Sebuah bola kecil bermassa m ditembakkan dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H (jari-jari bola R jauh lebih kecil dibandingkan

INFORMASI PENTING. m e = 9, kg Besar muatan electron. Massa electron. e = 1, C Bilangan Avogadro

C21 FISIKA SMA/MA IPA. 1. Seorang siswa mengukur panjang dan lebar suatu plat logam menggunakan mistar dan jangka sorong sebagai berikut.

Induktansi. Kuliah Fisika Dasar II Jurusan TIP, FTP, UGM 2009

PENDAHULUAN. Atom berasal dari bahasa Yunani atomos yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi.

SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1996

Pembahasan Soal SNMPTN 2012 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS.

D. I, U, X E. X, I, U. D. 5,59 x J E. 6,21 x J

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional

2. Sebuah partikel bergerak lurus ke timur sejauh 3 cm kemudian belok ke utara dengan sudut 37 o dari arah timur sejauh 5 cm. Jika sin 37 o = 3 5

FISIKA ATOM & RADIASI

SBMPTN 2014 Fisika. Kode Soal

Fisika Umum (MA 301) Topik hari ini. Kelistrikan

Fisika EBTANAS Tahun 1986

BAB I INTI ATOM 1. STRUKTUR ATOM

PERALATAN GELOMBANG MIKRO

ARSIP SOAL UJIAN NASIONAL FISIKA (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1995

Dioda Semikonduktor dan Rangkaiannya

SOAL PEMBINAAN JARAK JAUH IPhO 2017 Pekan V Dosen Penguji : Dr. Rinto Anugraha

Fisika EBTANAS Tahun 1991

BAB I TEORI RANGKAIAN LISTRIK DASAR

PENDAHULUAN RADIOAKTIVITAS TUJUAN

SIMULASI LINTASAN BERKAS PROTON SIKLOTRON 13 MeV MENGGUNAKAN PROGRAM PWHEEL

Fisika EBTANAS Tahun 1997

BAB 1 PERKEMBANGAN TEORI ATOM

Materi Pembinaan. Terdapat dua jenis muatan listrik: muatan positif dan muatan negatif. Besar gaya antara dua muatan diberikan oleh hukum Coulomb:

Transkripsi:

Volume 1, Oktober 28 SSN 1411-1349 KONSEP PENGUNGKUNGAN NERSA EEKTROSTATK PUSA Widdi Usada, Agus Purwadi Bidang Akselerator dan Fisika Nuklir, PTAPB-BATAN, e-mail : w_usada@yahoo.com ABSTRAK KONSEP PENGUNGKUNGAN NERSA EEKTROSTATK PUSA. Makalah ini menjelaskan dasar pembentukan plasma serta penarikan ion ke arah radial ke dalam oleh elektroda grid yang bertegangan pulsa negatif. Karena elektrode dalam tersebut berongga maka terjadi tumbukan antar ion di pusat elektrode bagian dalam tersebut. Bila ion-ion tersebut merupakan unsur bahan bakar untuk fusi seperti deuterium, proton, tritium dan lain sebagainya maka tumbukan ion tersebut dapat menghasilkan reaksi fusi dengan memberikan produk fusi dengan perolehan energi yang cukup besar. Tumbukan ion dapat terjadi pada suatu sistem rangkaian listrik yang terdiri dari sumber tegangan tinggi, tahanan pembatas arus pengisi kapasitor, kapasitor, spark-gap, diode, dan bejana vakum baik dalam geometri grid silinder koaksial maupun geometri bola konsentrik. Agar ada penarikan ion oleh elektrode bagian dalam, maka elektrode bagian dalam dikenakan tegangan negatif, sedangkan elektrode bagian luarnya dihubungkan dengan tanah. Dengan sistem tersebut, dapat dibuat rangkaian ekivalennya. Dengan memvariasi parameter-parameter rangkaian seperti tahanan dioda dan tahanan plasmanya dapat diketahui besaran seperti arus, tegangan, waktu pembangkitan dan waktu peluruhan arus plasmanya. Kata kunci : plasma, pengungkungan, elektrostatik, fusi, pulsa. ABSTRAT ONEPT OF PUSED NERTA EETROSTAT ONFNEMENT. This paper describes the basis of plasma formation and radial ion attraction by pulsed negative potential of grid electrode. Because of this inner grid electrode, there are ions collisions in grid electrode. f the ion is an element of fusion fuel like deuterium, proton, tritium and so on, the ion collision could produce fusion reaction with high energy achievement. on collisions could be occurred in a electrical circuit system which consists of a high voltage source, a current limit power resistor, a capacitor bank, a spark-gap, a diode, and a vacuum grid coaxial cylindrical geometry or a vacuum grid concentric spherical geometry chambers. n order there are ions attraction, the inner electrode is potentially negative, mean while its outer electrode is connected with ground system. By such system, it could be built its equivalent circuit. By varying some parameters, like, diode and plasma resistances, it could be known current, voltage, rise time, time decay of plasma current and so on. Keywords : plasma, confinement, electrostatic, fusion, pulsed. PENDAHUUAN P engungkungan plasma adalah usaha untuk mempertahankan kerapatan (n) dan suhu (kt) plasma tetap dalam rentang waktu tertentu (τ), atau dapat diartikan usaha untuk meminimalisasi lolosnya plasma dan meminimalisasi plasma untuk tidak berinteraksi dengan partikel lain yang bukan plasma. Plasma pada suhu dan kerapatan tertentu akan mampu saling berinteraksi dan mampu melampaui gaya tolak oulomb, akibatnya inti-inti mereka akan bereaksi memadu menjadi inti baru. Pemaduan inti menjadi inti baru disebut reaksi fusi. Maka tujuan pengungkungan plasma pada umumnya diharapkan untuk berlangsungnya reaksi fusi inti. Pada umumnya reaksi fusi melibatkan intiinti ringan seperti, inti hidrogen dengan berbagai isotopnya, boron, dan helium. Hasil reaksi fusi inti adalah diperolehnya energi. awson mencoba membuat kriteria atau syarat sehingga energi yang diperoleh lebih besar atau sama dengan energi yang diperlukan untuk terjadinya reaksi fusi. Hasil runutannya dirumuskan yang dikenal dengan kriteria awson (yang untuk reaksi fusi D-T) sebagai berikut nt τ 1 21 kevdetik/m 3 n adalah kerapatan (dalam cacah/m 3 ), T suhu dalan satuan ev dan τ dalam satuan detik. Plasma adalah kumpulan ion dan elektron, oleh karena itu plasma dapat dikendalikan oleh medan listrik dan medan Prosiding Pertemuan dan Presentasi lmiah Teknologi Vol. 1, Oktober 28 : 3-36 3

Volume 1, Oktober 28 SSN 1411-1349 magnet. Karena massa elektron jauh lebih kecil daripada massa ion yaitu sekitar 1/18 massa proton (inti hidrogen atau ion hidrogen) maka geraknya jauh lebih lincah daripada proton, sehingga ada kecenderungan elektron untuk lolos lebih besar daripada ion atau inti, akibatnya sangat sulit untuk mempertahankan kondisinya tetap stabil. Seperti dikemukakan di atas bahwa partikel bermuatan dapat dipengaruhi baik oleh medan listrik maupun medan magnet, dengan demikian bila medan magnet dikenakan terhadap plasma, plasma diubah arah geraknya untuk berotasi mengitari garis gaya medan magnetnya dengan jari-jari putaran yang disebut dengan jari-jari armor. Usaha untuk mencegah lolosnya plasma atau mempertahankan kestabilan plasma oleh medan magnet disebut pengungkungan magnetik. Disamping itu bila massa pemuat plasma sedemikian besar sehingga gaya gravitasinya mampu mempertahankan plasma dalam keadaan stabil, maka pengungkungan sedemikian itu disebut sebagai pengungkungan gravitasi, dan kondisi semacam itu terjadi di matahari maupun bintang di ruang angkasa. Demikian pula, bila plasma dikenai medan listrik dan diarahkan ke suatu titik tertentu maka pengungkungan oleh medan listrik tersebut disebut pengungkungan elektrostatik atau yang biasa dikenal sebagai pengungkungan inersial elektrostatik (PE). [1] Sistem PE ini memanfaatkan dua elektrode grid (elektrode yang berlobang) yang tersusun atas konsentrik untuk sistem elektrode berbentuk bola dan koaksial untuk sistem berbentuk silinder. Sistem PE sebagai pereaksi fusi sangat mudah baik prinsip maupun pembuatannya, namun kekurangannya adalah kerusakan grid bagian dalam karena tumbukan iion berenergi tinggi dengan bahan gridnya. Perkembangan terbaru dalam konsep PE ini adalah tidak lagi digunakannya grid, tetapi dengan menggunakan beberapa elektromagnet yang disusun secara polihedral. Dengan susunan elektromagnet tersebut diharapkan sedemikian besar elektron yang dikungkung sehingga ia berlaku sebagai potensial negatif. Karena berpotensial negatif maka bila ion dimasukkan ke dalam sistem tersebut maka ion-ion tersebut akan ditarik oleh potensial negatif dari kumpulan elektron yang dikungkung medan magnet tersebut. Konsep baru ini yang dikenal dengan Polywell, namun tidak dibahas dalam makalah ini. [2] TEOR DASAR Berdasar definisi bahwa plasma terdiri dari ion dan elektron, maka secara prinsip, ion dari plasmanya dapat ditarik oleh elektrode yang bertegangan negatif, dan seandainya elektrode tersebut dibuat berlobang, maka ion-ion akan mampu menembus elektrode tersebut. Gambar 1 memperlihatkan ekstraksi ion dari plasmanya. Gambar 1. Ekstraksi ion dari plasma oleh grid berpotensial negatif. Dari Gambar 1, terlihat bahwa plasma yang terbentuk oleh sumber tegangan pembentuk plasma, maka oleh elektrode berlobang yang selanjutnya disebut elektrode grid yang bertegangan negatif, maka ion-ion dari plasma akan ditarik olehnya dan menembus elektroda grid tersebut. [3] Berdasar prinsip dasar tersebut, maka seandainya ada suatu sistem metal silinder koaksial yaitu dua silinder yang disusun sehingga mempunyai sumbu yang berimpit, dan kedua silinder baik bagian dalam maupun bagian luar berlubang, maka bila masing-masing silinder tersebut diberi beda tegangan V, silinder bagian dalam bertegangan negatif, sedangkan silinder bagian luar dihubungkan dengan tanah, maka karena ada beda potensial yang cukup untuk melucutkan gas yang ada di dalam silinder tersebut sehingga terbentuk plasma, dan karena silinder bagian dalam bertegangan negatif, maka ion-ion dari plasma akan ditarik oleh silinder bagian dalam yang berlobang yang mempunyai tegangan negatif tersebut. Gambar 2. melukiskan proses penarikan ion dari plasma oleh silinder bagian dalam yang berlobang. Dengan prinsip dasar sederhana tersebut dapatlah disusun suatu rangkaian sistem eksperimen lucutan plasma pada silinder koaksial seperti ditunjukkan Gambar 3. KONSEP PENGUNGKUNGAN NERSA EEKTRO- STATK PUSA Widdi Usada, dkk. 31

Volume 1, Oktober 28 SSN 1411-1349 adalah kapasitor, o adalah induktansi bagian luar yang menggambarkan induktansi saluran transmisi dari kapasitor ke sistem silinder koaksial, dioda D yang mempunyai tahanan intrinsik R D, Rp tahanan plasma di dalam silinder koaksial, dan p adalah induktansi plasma dalam silinder koaksial. Gambar 2. Ekstraksi ion dari plasma oleh elektroda silinder berlobang yang bermuatan negatif. Gambar 4. Rangkaian ekivalen sistem lucutan plasma pada sistem silinder koaksial. Persamaan rangkaiannya adalah Gambar 3. Skema rangkaian lucutan plasma pada sistem silinder koaksial. R adalah tahanan pengisi kapasitor, adalah kapasitor, Spark-gap adalah sistem pemindah energi listrik dari kapasitor ke sistem silinder koaksial, D adalah dioda. Kapasitor diisi muatan oleh sumber daya tegangan tinggi negatif melalui tahanan R, dan kemudian tenaga listrik kapasitor dilimpahkan ke sistem silinder koaksial melalui spark-gap. Dalam sistem silinder koaksial terjadi lucutan plasma karena ada beda tegangan antara silinder koaksial bagian luar dengan silinder koaksial bagian dalam. on-ion dalam plasma akan segera ditarik oleh silinder koaksial bagian dalam yang bertegangan negatif, sedangkan elektron akan ditarik oleh silinder koaksial bagian luar yang dihubungkan dengan sistem pentanahan. ANASS RANGKAAN [3] Rangkaian yang diperlihatkan Gambar 3, dapat disederhanakan dalam bentuk rangkaian ekivalen seperti diperlihatkan Gambar 4., dengan d dt d V + R p + RD + + p (1) dt dt Untuk periode osilasinya adalah T, impedansi dan arus maksimum yang relasinya ditunjukkan oleh persamaan (2), T 2π V (2) Seandainya persamaan (1) disusun dalam persamaan normaliasi dengan faktor normalisasinya ι τ t t,, t V, α R, β Maka persamaan (1) menjadi dι p RD, α D (3) t d ι τ dι β t dτ ια ιαd tdτ Prosiding Pertemuan dan Presentasi lmiah Teknologi Vol. 1, Oktober 28 : 3-36 32

Volume 1, Oktober 28 SSN 1411-1349 atau dι 1 (1 + β ) ι ( α + α D ) d ι τ (4) dτ Nilai -1 muncul karena tegangan awalnya negatif. Persamaan terakhir ini merupakan persamaan osilasi teredam dan dapat diselesaikan secara numerik dengan sembarang perangkat lunak, dan syarat batasnya adalah dι 1 dτ (1 + β ) τ, ι,, d ι τ HAS DAN PEMBAHASAN (5) Dengan menggunakan perangkat lunak Watfor77, persamaan (4) dapat diselesaikan secara numerik, dan sejumlah hasil diperlihatkan pada Gambar 5 (a), (b), (c) and (d), dengan R D divariasi, sedangkan Rp tetap. Pada umumnya, R p lebih kecil daripada, sedangkan lebih kecil daripada R D. Seperti tampak pada Gambar 5., untuk nilai R D yang semakin besar, waktu bangkit arus plasma semakin cepat, sedangkan waktu peluruhannya semakin lambat, namun arus plasmanya juga semakin mengecil. Data yang diperoleh ini sangat penting, karena untuk memperoleh kerapatan ion yang tinggi diperlukan juga arus yang besar. Dari data yang diperoleh, tampaknya R D sekitar 3-5 kali lebih besar daripada impedansi karakteristik. Sedangkan untuk R D yang besar, tampaknya sistem tidak efisien, karena arus plasmanya terlalu rendah. Dengan memilih R D tetap, sedangkan R P divariasi untuk.1,.5,.2 dan.5, maka penampilannya diperlihatkan menurut Gambar 6 (a), (b), (c) and (d). (a) (b) (c) (d) Gambar 5. Arus plasma sebagai fungsi waktu untuk variasi R D 1, 5, 1, 2 masingmasing untuk (a), (b), (c) dan (d). KONSEP PENGUNGKUNGAN NERSA EEKTRO- STATK PUSA Widdi Usada, dkk. 33

Volume 1, Oktober 28 SSN 1411-1349 (a) (b) (c) (d) Gambar 6. Arus plasma sebagai fungsi waktu untuk R P.1,.5,.2,.5. Seperti halnya untuk R D yang semakin besar, tampaknya dengan semakin besarnya R P, arus plasma semakin menurun, waktu peluruhan semakin lambat, dan waktu bangkit semakin cepat. Maka, disimpulkan bakwa semakin rendahnya R P, semakin besar pula arus plasmanya. Untuk lebih memahami karakteristik suatu sistem, dapat diambil contoh data sebagai berikut ini, V 5 kv, 5µF, 5 nh pada suatu sistem dengan Rp.2 seperti diperlihatkan Gambar 6(c). Dengan kondisi seperti di atas maka dari persamaan (2) akan diperoleh data berikut ini, 4 V 5 kv 5 1 V 5. 1 8 5nH 1 5µ F 6 1 8 6 7 t 5 1 1 5.1 det ik, 5 A. 1Ω Dari Gambar 6(c), maka diperoleh arus plasma plasma.18 9kA, dan tegangan dibejana plasmanya hanya V R plasma p plasma.1.2 9 ka. 9 kv. Dengan demikian bila elektrode grid bagian dalam dikenai tumbukan partikel yang hanya mengalami percepatan.9 kv, maka grid kemungkinan besar tidak akan mengalami kerusakan berarti, namun demikian bila dengan merubah parameter lain seperti menaikkan tegangan sehingga tegangan pemercepat plasmanya misalnya sampai 9 kv, maka grid akan mengalami proses seperti sputtering, sehingga kemungkinan besar grid akan cepat rusak. Pada hal untuk mencapai yield produk fusi yang tinggi diperlukan tegangan operasi yang tinggi,sehingga partikel akan Prosiding Pertemuan dan Presentasi lmiah Teknologi Vol. 1, Oktober 28 : 3-36 34

Volume 1, Oktober 28 SSN 1411-1349 mengalami tegangan percepatan yang tinggi pula, sehingga konsep PE dengan sistem elektrode grid akan mengalami hambatan, karenanya diperlukan konsep baru yang bebas pemakaian grid, dan konsep baru yang dikenal dengan Polywell kemungkinan besar akan menggusur konsep PE berbasis grid. Hasil perhitungan di atas belum mencerminkan piranti sesungguhnya, namun demikian hasil tersebut sangat bermanfaat sebagai pemahaman dasar dalam perancangan sistem PE. [4] KESMPUAN Telah ditunjukkan prinsip dasar pengungkungan inersial eletrostatik pulsa berdasarkan pada lucutan lasma. Dengan menggunakan persamaan sederhana, dapat diperlihatkan karakteristik arus plasma. Arus plasma yang semakin tinggi dapat diharapkan untuk memperoleh kerapatan ion terkungkung yang cukup besar. Dengan semakin besarnya kerapatan ion yang dikungkung secara elektrostatik ini maka bila ion tersebut merupakan elemen bahan bakar fusi, diharapkan terjadi reaksi fusi dengan yield produk fusi yang cukup tinggi. Namun demikian untuk mendapatkan yield produk fusi yang tinggi diperlukan pula tegangan operasi yang juga tinggi, dan berakibat pada kemungkinan mempercepat kerusakan grid. Oleh karena itu perlu dimunculkan konsep PE baru yang tidak berbasis grid,dan konsep PE baru ini dikenal dengan Polywell. UAPAN TERMA KASH Salah satu penulis (W.U) mengucapkan banyak terima kasih kepada Ka. PTAPB-BATAN atas pemberian gagasan konsep PE serta pemberian banyak makalah referensi. Diucapkan terima kasih kepada Prof. Darsono yang sering memberikan pemikiran kritisnya, demikian pula kepada Ka. BTAFN. Kepada Prof. Anggraita yang memberikan bahan referensi tentang aneutronic fusion yang bagi salah satu penulis (W.U) mengilhami masuknya gagasan baru untuk mempelajari aplikasi konsep polywell untuk aneutronic fusion. REFERENS 1. WDD USADA, Pengungkungan nersial Elektrostatik (PE), diterbitkan dalam majalah Buletin araka Nuklida, 28. 2. Polywell, in Wikipedia, free encyclopedia. http://en.wikipedia.org/wiki/polywell,26. 3. WDD USADA, ET A, oncept of Electron Source Based on Pulsed Plasma Discharge, presented in nternational Workshop on Plasma Focus, 14-15 July, 28 at Kuala umpur, Malaysia. 4. S. EE, Basic Methods Of Plasma Technology, in Proceedings of 1984 Tropical ollege on Applied Physics, aser and Plasma Technology, edited by S. ee, et al, World Scientific Publish o. Pte, td, 1985. 5. W. USADA DKK., Prinsip Dasar Rancangan Sumber Elektron Berbasis Plasma Pulsa Tipe Dioda, submitted for presentation in Scientific Meeting on Nuclear Technology, July, 28. TANYA JAWAB Budi Santosa MT Bagaimana perbedaanya dengan sistem Plasma Fokus dalam menghasilkan neutron? Mengapa tabung pengungkungan plasma dimodelkan dengan dan R. Widdi Usada Pada plasma Fokus, sebelum pemfokusan, plasma telah mempunyai energi kinetik tertentu karena didorong oleh Gaya orentz ke arah aksial pada fase run-down, sehingga pada saat fase pemfokusan tumbukan partikel akan sangat kuat sehingga kebolehjadian reaksi fusi besar, namun karena waktunya sangat pendek dalam orde nano detik, jumlah neutron totalnya kecil meskipun neutron burst-nya (semburan neutron) dalam waktu yang sangat singkat tersebut sangat besar. ain halnya dengan konsep pengungkungan inersial elektrostatik, konsep ini dapat dioperasikan baik pulsa maupun kontinyu, dan ini merupakan kelebihannya, namun karena kecepatan tumbukan tidak begitu besar, kebolehjadian reaksi fusi kecil. Untuk mendapatkan kebolehjadian reaksi fusi besar maka ada 2 cara yaitu dengan menaikkan tegangan elektrosatik atau sebelumnya ion-ion plasma sudah mempunyai energi awal dari sumber ionnya. Pada umumnya demikian, karena dalam plasma yang dioperasikan dalam mode pulsa, saat terjadi break-down, bentuk pulsa arusnya berubah, misalkan peluruhannya lebih lambat berarti ada tambahan tahanan dari plasma, maka plasma memberikan sumbangan tahanan R p, demikian juga periode osilasinya akan mengalami penambahan, yang berarti plasma menyumbang KONSEP PENGUNGKUNGAN NERSA EEKTRO- STATK PUSA Widdi Usada, dkk. 35

Volume 1, Oktober 28 SSN 1411-1349 induktansinya sehingga plasma tersebut mempunyai induktansi plasma p tertentu. Anwar lmar. R. Bagimana cara kerja konsep pengungkungan plasma tersebut? Perbedaan konsep pengungkungan plasma ini dengan pengungkungan plasma yang lain misalkan tokamak? Widdi Usada Sesuai dengan definisi pengungkungan plasma yaitu usaha untuk mendapatkan plasma dengan kerapatan (n) dan suhu (T) tertentu dalam rentang waktu tertentu (t), maka dalam konsep pengungkungan plasma elektrosatik ini, yang mengungkung adalah medan elektrostatik atau potensial listriknya, melalui proses percepatan akibat gaya tarik elektrostatik. Dalam plasma usaha untuk mengungkungan plasma ada 4 yaitu pengungkungan magnetik seperti pada tokamak, stelerator, cermin, pinch, pengungkungan gravitasi seperti pada matahari, bintang, pengungkungan inersial seperti dengan laser atau berkas ion, dan pengungkungan elektrosatik yang disampaikan dalam makalah ini. Khusus untuk tokamak pengungkungan plasma sangat rumit, yaitu diantaranya dengan medan toroidal dan medan poloidal, dengan cara ini plasma yang dikungkung dapat dalam volume yang sangat besar, oleh karena itu tokamak diarahkan dalam konsep PTN Fusi. Prosiding Pertemuan dan Presentasi lmiah Teknologi Vol. 1, Oktober 28 : 3-36 36