BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Latar Deskripsi Penelitian 3.1.1 Sumber Data a. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber data pertama atau tangan pertama di lapangan. Sumber data ini bisa responden atau subjek riset, dari hasil pengisian kuesioner, wawancara, observasi. (Kriyantono, 2010: 41-42) Penulis mendapatkan data primer dengan melakukan wawancara kepada key informant serta melakukan observasi selama proses penyelenggaraan rangkaian acara special event Earth Hour 2013. Tidak hanya itu, penulis mendapatkan data primer berupa dokumentasi yang didapat pada saat special event Earth Hour 2013 berlangsung. b. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder. Data ini juga dapat diperoleh dari data primer penelitian terdahulu yang telah diolah lebih lanjut menjadi bentukbentuk seperti tabel, grafik, diagram, gambar, dan sebagainya sehingga menjadi informatif bagi pihak lain. (Kriyantono, 2010: 42) Penulis mendapat data sekunder berupa data dokumentasi dari The Body Shop Indonesia, sebagai bahan acuan penelitian. Data dokumentasi yang didapat adalah: 1. Earth Hour 2013 Plan 29
2. Hasil evaluasi special event Earth Hour 2012 3. Company Profile yang berisi sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan, serta visi dan misi perusahaan (Didapat dari dokumentasi HR The Body Shop Indonesia) 4. ValuesReport 5. Hasil evaluasi acara CEO Challenge Selain itu, data sekunder juga didapat dari literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. 3.1.2 Satuan Kajian Sehubungan dengan The Body Shop Indonesia sedang mengadakan Green Month yang diawali dengan event Earth Hour 2013 sebagai pembukanya, penulis memusatkan penelitian pada rangkaian acara special event Earth Hour 2013 yaitu dari saat pemadaman lampu selama satu jam sampai bersih-bersih di Jalan Thamrin Sudirman sebagai bentuk komitmen Ini Aksiku Mana Aksimu The Body Shop Indonesia. Yang diteliti dari rangkaian acara ini adalah bagaimana proses manajemen dari sebelum event berlangsung sampai evaluasi sehingga dapat menjadi strategi brand positioning. Event yang diteliti dimulai dari tanggal 23 Maret 2013 21 April 2013. 30
3.2 Tahapan Penelitian Tahapan penelitian yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah: 31
3.3 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan kedalaman suatu fenomena melalui pengumpulan data yang sedalam-dalamnya. Penelitian kualitatif mempersoalkan kualitas data dibandingkan kuantitas data (Kriyantono, 2010: 56) Penelitian ini memusatkan perhatian pada special event Earth Hour 2013 yang menitik beratkan pada proses manajemen dari sebelum pelaksanaan special event sampai evaluasi sebagai strategi brand positioning perusahaan. 3.4 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penyusunan penelitian ini adalah metode studi kasus dengan tipe deskriptif. Studi kasus merupakan metode penelitian yang menggabungkan berbagai sumber data yang bisa digunakan untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan berbagai aspek secara komprehensif dan sistematis (Kriyantono, 2010: 65). Sementara tipe penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat objek tertentu. Penelitian ini untuk menggambarkan realitas yang sedang terjadi (Kriyantono, 2010:69). Penulis menggunakan berbagai sumber data, dari mulai hasil wawancara, dokumentasi data dan foto-foto, buku-buku rujukan, kliping, sampai hasil pengamatan selama di lapangan. Setelah itu penulis mendeskripsikan hasil temuannya agar dapat menjawab rumusan masalah. 32
3.5 Penentuan Key Informant Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif salah satunya dapat dilihat dalam penentuan key informant. Penelitian kualitatif tidak menitikberatkan berapa banyak key informant yang dibutuhkan, tetapi bagaimana seseorang mengetahui suatu informasi secara mendalam. Penelitian ini menggunakan teknik nonprobabilitas. Teknik nonprobabilitas adalah pemilihan narasumber atau informan tidak melalui teknik acak. Teknik nonprobabilitas yang digunakan adalah purposif. Teknik ini menyeleksi orang-orang dengan suatu kriteria tertentu yang disusun oleh peneliti berdasarkan tujuan penelitian (Kriyantono, 2010: 158). Teknik ini digunakan penulis untuk memilih narasumber yang dianggap dapat menjawab dan membantu penelitian yang dilakukan penulis. Narasumber ini merupakan orang-orang yang menjadi kunci pelaksanaan special event Earth Hour 2013 di bidangnya masing-masing. Mereka adalah: a. Group Head Corporate Communication, RA. b. Public Relations and Values Manager, RO. c. Values Executive, ELK. 3.6 Pengumpulan Data Data-data yang mendukung untuk mencapai tujuan penelitian ini didapatkan dengan beberapa metode pengumpulan data. Metode-metode itu adalah: 1. Wawancara Wawancara yang digunakan dalam metode pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara semistruktur. Wawancara semistruktur adalah wawancara yang memungkinkan pewawancara untuk menanyakan 33
pertanyaan di luar daftar pertanyaan yang sudah disiapkan secara bebas, namun masih terkait dengan inti permasalahan (Kriyantono, 2010: 101). Wawancara dilakukan kepada tiga narasumber yang telah ditentukan oleh penulis sesuai dengan data yang dibutuhkan. 2. Observasi Observasi merupakan metode di mana peneliti mengamati objek secara langsung. Terdapat dua jenis observasi yaitu observasi partisipan dan nonpartisipan (Kriyantono, 2010: 64). Observasi dilakukan dengan penulis turun langsung ke lapangan dengan ikut terlibat selama proses penyelenggaraan rangkaian kegiatan special event Earth Hour 2013. Observasi dilakukan selama 3 (tiga) bulan yaitu terhitung dari tanggal 20 Februari 2013 sampai dengan 16 Mei 2013. 3. Studi Pustaka Studi pustaka adalah pengumpulan data yang diperoleh dari bukubuku, literatur-literatur, kamus, surat kabar, internet dan sumber lainya seperti booklet ataupun leaflet. Penulis menggunakan beberapa buku yang berhubungan dengan penelitian, yaitu seputar event management. Selain itu, penulis juga menggunakan leaflet dari The Body Shop Indonesia yang memuat informasi yang mendukung dan relevan untuk digunakan dalam penelitian. 34
3.7 Validitas Data Dalam penelitian ini, penulis memeriksa kesahihan data dengan dua cara, yaitu trustworthiness dan analisis Triangulasi. Trustworthiness adalah menguji kebenaran dan kejujuran subjek atau narasumber dalam menyatakan realitas menurut apa yang ia alami, rasakan, dan bayangkan (Kriyantono, 2010:71). Selain itu, penulis juga menggunakan analisis Triangulasi. Pada penelitian ini, penulis menggunakan triangulasi metode. Triangulasi metode merupakan cara yang digunakan untuk mengecek keabsahan data atau temuan penelitian. Triangulasi metode dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data (Kriyantono, 2010:73). Penulis menggunakan triangulasi metode karena dalam prakteknya, penulis menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. 3.8 Analisis dan Penafsiran Data 3.8.1 Analisis Data Analisis data kualitatif dilakukan dengan proses deskripsi, dengan memaparkan secara sistematis dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat objek tertentu. Prosedur analisis data kualitatif dibagi dalam tiga langkah (Ardianto. 2010: 223): a. Reduksi Reduksi data adalah menganalisis data dengan memilih, memfokuskan, membuang, dan menyusun data. Reduksi data fokus 35
kepada informasi-informasi yang dibutuhkan sehingga menjadi suatu rangkungan dan menjadi sebuah tema. b. Model Data (Display Data) Model data merupakan kumpulan informasi atau rangkuman yang telah disusun untuk diambil kesimpulan. c. Penarikan Kesimpulan Memaknai informasi atau rangkuman dari hasil pengumpulan data untuk dijelaskan secara teratur dan beralur. Alur analisis dilakukan dengan memfokuskan pada apa saja yang dilakukan The Body Shop selama penyelenggaraan special event Earth Hour 2013 sebagai strategi positioning perusahaan, dari mulai perencanaan sampai evaluasi. Data akan disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis agar mudah dipahami. 3.8.2 Penafsiran Data Penafisran data disebut juga interpretasi data. Penafsiran atau interpretasi data merupakan pemberian arti yang signifikan kepada hasil analisis, menjelaskan pola uraian, dan menghubungkannya di antara dimensi-dimensi uraian (Kriyantono, 2010: 167). Dalam penelitian ini, penulis mengelompokan dan mengurutkan data agar menjadi sebuah kategori sehingga dapat dirampungkan menjadi sebuah tema dan dapat menjawab rumusan masalah penelitian ini. 36