PENGUNGKAPAN : MANTRA UNTUKKU

dokumen-dokumen yang mirip
PEMANFAATAN KONSEP INFLATABLE UNTUK POS PELAYANAN TERPADU SEBAGAI UPAYA REBRANDING SUNGAI, STUDI KASUS: KAMPUNG PASUNDAN, KOTA BANDUNG

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Adi Khadafi, 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penciptaan Karya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan

BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik

BAB I PENDAHULUAN. kebudayaan, maupun lingkungan kehidupan masyarakat. Alam dapat dikatakan. terpisahkan antara manusia dengan lingkungan alam.

BAB III METODE PENCIPTAAN

BAB I PENDAHULUAN. Kelebihan yang utama adalah memiliki akal budi. psikis. Perbedaan yang paling terlihat antara perempuan dan laki-laki terutama

I. PENDAHULUAN. pengalaman dan pengamatan penulis dalam melihat peristiwa yang terjadi

BAB III GAGASAN BERKARYA

BAB I PENDAHULUAN. Masa mengandung dan bersalin adalah masa yang penting bagi seorang wanita.

III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik

BAB I PENDAHULUAN. Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. Sebutan ibu mungkin

BAB I PENDAHULUAN. Tema yang diangkat ini sebenarnya terinspirasi dari buku karangan Lewwis

BAB I PENDAHULUAN A. PENGERTIAN JUDUL

Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis

TEORI TEORI BELAJAR. Oleh : Jumari Ismanto, M.Ag 1 BAB I PENDAHULUAN

DESAIN INSTALASI PUBLIK INTERAKTIF DENGAN PENDEKATAN MUSIK UNTUK TAMAN MUSIK CENTRUM BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. datang dari dalam maupun luar individu itu sendiri. Sebagai contoh, ketika

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Suryabrata (2006), variabel diartikan sebagai segala sesuatu

BAB I PENDAHULUAN. Berekspresi adalah ungkapan perasaan berdasarkan pada imijinasi,

BAB III STRATEGI KOMUNIKASI DAN KONSEP VISUAL

TINJAUAN MATA KULIAH...

STUDI MEMORI: IDENTITAS DIRI. 1. Pendahuluan. Kata Kunci: Bermain, Kreativitas, Proses Kreasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Penyesuaian Diri. dalam dirinya, ketegangan-ketegangan, konflik-konflik, dan

BATUAN AGATE SEBAGAI INSPIRASI PADA PERHIASAN KERAMIK MENGGUNAKAN KOMBINASI MATERIAL LOGAM DENGAN TEKNIK AGATEWARE

PENGEMBANGAN DESAIN KERETA RESTORASI PADA KERETA API JARAK JAUH

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penciptaan Karya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kecemasan Menghadapi Kematian Pada Lansia Pengertian kecemasan Menghadapi Kematian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Berkarya

BAB I PENDAHULUAN. Membentuk sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis adalah impian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sekolah merupakan salah satu institusi yang bertugas mendidik

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Nelson Mandela 1960 Sumber:

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan kemampuan untuk berbuat dan belajar pada masa-masa berikutnya. Rentangan

BAB I PENDAHULUAN. akan terasa sepi dan hampa. Sebab, musik mampu mencairkan suasana,

MEMBENTUK BUAH HATI MENJADI PRIBADI TANGGUH DAN PERCAYA DIRI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III PROSES PENCIPTAAN KARYA. memberikan ingatan segar kembali akan pengalaman-pengalaman kita dimasa

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa

BAB I PENDAHULUAN. penampilan serta identitas. Wajah merupakan salah satu bagian terpenting pada

A. LATAR BELAKANG PENCIPTAAN

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Di era sekarang perceraian seolah-olah menjadi. langsung oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 PENDAHULUAN Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah 228 per

PENCIPTAAN SERAGAM BATIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dengan kesempatan untuk pertumbuhan fisik, kognitif, dan psikososial tetapi juga

BAB IV PENUTUP. Berdasarkan proses analisis makna yang dilakukan, keempat sajak puisi

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra dapat dikatakan bahwa wujud dari perkembangan peradaban

BAB I PENDAHULUAN. dari tahun ke tahun.sementara target Rencana Pembangunan Jangka Menengah

BAB I PENDAHULUAN. karya dihasilkan dari imajinasi dan temporer seniman. Batasan dari cetak tradisional,

II. KAJIAN PUSTAKA. A. Sumber Pustaka. sangat cemerlang dan sangat indah. Untuk menjadi kupu-kupu yang. Kupu-kupu memiliki banyak jenis dan memiliki

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN PERENCANAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan hasil kreasi manusia yang indah, di dalamnya

BAB I PENDAHULUAN. Stres senantiasa ada dalam kehidupan manusia yang terkadang menjadi

BAB I PENDAHULUAN. Larasita Puji Daniar, 2014 Legenda Ciung Wanara Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.

BAB I PENDAHULUAN. akan mengalami perubahan dalam dirinya baik fisik maupun psikologis. Dua

BAB III. METODE PENCIPTAAN

BAB III METODE PENCIPTAAN

OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK PADA PELAYANAN PANTI ASUHAN DENGAN STUDI KASUS RUANG INTERIOR

Bab 1. Pendahuluan. Negara Jepang telah lama mengenal gaya serta ritual penghancuran diri yang lebih

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN. kebenaran, hal ini terkait sekali dengan realitas.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

GORESAN ANAK-ANAK SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

TOKOH LEGENDA ENDANG DHARMA AYU SEBAGAI GAGASAN BERKARYA DRAWING

BAB I PENDAHULUAN. yang paling sempurna. Manusia bisa berpikir dan mempunyai kemampuan

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Soemardjo dan Saini K.M (1991:2) sastra merupakan karya fiktif

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGARUH MELUKIS TERHADAP KREATIVITAS SENI ANAK USIA DINI DI TK 02 BURAN TASIKMADU KARANGANYAR TAHUN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI

BAB II INFORMASI MITOS SAAT KEHAMILAN

BAB I PENDAHULUAN. orang disepanjang hidup mereka pasti mempunyai tujuan untuk. harmonis mengarah pada kesatuan yang stabil (Hall, Lindzey dan

BAB I PENDAHULUAN. Seni grafis sudah jarang diminati, terutama yang masih menggunakan

BAB I PENDAHULUAN. referensial (Jabrohim 2001:10-11), dalam kaitannya dengan sastra pada

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Elwin Adlian Raharja, 2015

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses, di mana pendidikan

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

BAB I PENDAHULUAN. kelangsungannya dengan upaya stimulasi yang dapat dilakukan, sekalipun anak

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Banyak hal penting dalam menjalankan sebuah kehidupan yaitu satu

BAB I PENDAHULUAN. Menurut WHO masa remaja merupakan masa peralihan dari masa. anak-anak ke masa dewasa. Masa remaja adalah masa perkembangan yang

IV. ANALISIS KARYA. di kota Surakarta. Penulis tertarik memvisualisasikan tradisi upacara minum teh

BAB V PENUTUP. yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Kesimpulan tersebut meliputi

B. Jumlah Peserta Pameran Guru yang diikutkan dalam kegiatan pameran secara keseluruhan akan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak adalah individu unik yang mempunyai kebutuhan sesuai dengan

BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik

Transkripsi:

Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain PENGUNGKAPAN : MANTRA UNTUKKU Edrike Joosencia Widjojo Dikdik Sayahadikumullah, M. Sn. Program Studi Sarjana Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB Email: joosenciaedrike@gmail.com Kata Kunci : drawing, trauma, seni terapi. Abstrak Trauma merupakan keadaan atau situasi psikologis seseorang yang luka akibat kejadian dan peristiwa berat yang telah dialaminya. Trauma psikis ini akan muncul apabila seseorang memiliki luka batin di masa lalunya. Masa kanak kanak yang seharusnya menjadi masa paling bahagia dalam kehidupan seseorang tetapi kadang justru terjadi hal yang mengakibatkan luka batin. Luka batin menyebabkan kesedihan dan menyesalan atas hal yang terjadi di masa lalu. Perasaan batin yang terluka tidak bisa menerima keadaan saat ini, selalu menolak keadaan sekarang. Penulis ingin menvisualisasikan perasaan yang ditimbun selama ini ke dalam sebuah karya seni drawing. Karya ini merupakan sebuah proses seni terapi yang berfungsi sebagai sarana katarsis penulis sendiri sekaligus menjadi penyadaran sosial akan efek negatif luka batin kepada para apresiator. Abstract Pendahuluan Trauma merupakan reaksi fisik dan psikis yang bersifat stres buruk akibat suatu peristiwa, kejadian atau pengalaman spontanitas / secara mendadak (tiba- tiba), yang membuat individu kaget atau mengalami shock yang tidak hilang begitu saja dalam ingatan manusia. James Drever (1987) mengatakan trauma adalah setiap luka, kesakitan, atau shock yang terjadi pada fisik dan mental individu, yang berakibat timbulnya gangguan serius. Sarwono (1996), melihat trauma sebagai pengalaman yang tiba-tiba, mengejutkan dan meninggalkan bekas (kesan) yang mendalam pada jiwa seseorang yang mengalaminya. Dari dua pendapat tersebut dapat dianalisii bahwa trauma merupakan suatu kondisi yang tidak menyenangkan atau buruk yang datang secara spontanitas dan merusak seluruh sendi / fungsi pertahanan kejiwaan individu, sehingga membuat individu tidak berdaya dalam mengendalikan dirinya. Berangkat dari ingatan masa kanak-kanak penulis yang mengalami perundungan oleh lingkungan sepantaran. Penulis merasakan akibat dari pengalamannya ini hingga saat ini. Rasa tidak nyaman dengan diri sendiri yang diakibatkan oleh hinaan ataupun ejekan yang melekat di ingatan penulis. Penulis sering kali merasakan perasaan dendam.perundungan kerap kali terjadi pada setiap anak dan hal ini didukung dengan kurangnya atensi berupa komunikasi dari orang tua. Penulis merasa apa yang telah dialami amat berdampak besar hingga saat ini terutama dalam hal penyaluran rasa amarah yang terkadang di luar batas. Penyembuhan melalui seni sebagai terapi diterapkan penulis dalam karya ini. Seni sebagai terapi menuntun penulis untuk melalui proses yang akhirnya menuju pada suatu bentuk pengungkapan. Penyalurkan amarah akibat pengalaman masa kanak-kanaknya melalui gagasan-gagasan visual yang dirasa oleh penulis dapat mewakili apa yang selama ini dirasakan. Karma menjadi gagasan utama penulis sebagai penyelesaian terhadap dampak-dampak psikologis yang dialami. Proses Studi Kreatif Proses penciptaan karya Tugas Akhir ini dapat dikatakan sulit bagi penulis. Hal ini dikarenakan banyaknya perenungan untuk menguak pengalaman- pengalaman pahit yang dialami selama masa kanak-kanak maka dari itu penggagasan ide, konsep visual, hingga akhirnya pembuatan karya memiliki benang merahnya sendiri. Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain No.1 1

Pemanfaatan Konsep Inflatable untuk Pos Pelayanan Terpadu sebagai Upaya Rebranding Sungai, Studi Kasus: Kampung Pasundan, Kota Bandung Benang merah ini didapat setelah penulis menyadari beberapa karya yang selama ini dibuat. Gagasan ide serta konsep visual tidak terlepas dari jejak kekaryaan penulis di tahun- tahun sebelumnya. Akhirnya dari banyaknya proses tersebut, bagian demi bagian membentuk sebuah karya yang penulis susun menjadi karya Tugas Akhir. Jejak Berkarya Karya berjudul Pengungkapan : Mantra Untukku memiliki tema yang diangkat berdasarkan kesadaran akan beberapa karya penulis sebelumnya. Karya ini dibuat berdasarkan kematangan konsep dan juga banyaknya karya-karya yang dibuat secara intuitif. Penulis pun memiliki kebiasaan selalu menggambar di setiap kesempatan. Penulis menyadari bahwa benang merahnya adalah banyaknya karya yang selama ini dibuat merujuk pada sisi feminin. Objek- objek pada karyanya selalu mewakilkan diri penulis dalam bentuk simbolis. Suasana dalam karya yang cenderung suram yang secara intuitif diwakilkan dengan warna-warna kelam dalam karya penulis. Penulis semakin menyadari bahwa kisah di dalam karya- karya tersebut sebenarnya terinspirasi berdasarkan pengalaman penulis sendiri. Gambar 1. Terbunuh. Karya penulis saat tingkat dua. Sumber Karya surrealis berjudul Terbunuh ini merupakan karya penulis berupa karya lukis pada saat menjejaki tingkat kedua perkuliahan. Karya ini merupakan karya lukis yang menggunakan medium kanvas dan cat minyak dengan dimensi 90x70 centimeter. Latar belakang dari karya ini yang sebenarnya cukup unik karena pada proses pembuatan karya tersebut penulis mengandalkan kegelisahan dirinya untuk membuat suatu karya. Penulis merasakan banyaknya ikatan yang terbentuk antara dirinya dengan karya yang dibuat karena pada prosesnya melibatkan 2 Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain No.1

Luthfi Ahmad Fikri banyak kepekaan. Karya ini sarat akan perasaan yang penuh kecemasan dan banyaknya perasaan seakan-akan sudah mati. Kesakitan, ketakutan, kegelisahan, kebencian terhadap diri sendiri, rasa tidak percaya diri selalu menjadi momok yang berkaitan dengan tema- tema karya penulis. Karya ini menjadi suatu penyadaran bagi penulis bahwa adanya rasa nyaman ketika membuat karya yang menyiratkan banyak kisah pribadinya. Penulis cenderung banyak memendam dan merasa tertekan bila harus menceritakan secara verbal akan tetaapi penulis mendapatkan kenyamanan pada saat menceritakannya melalui sebuah karya. Gambar 2. Karya hatching penulis. Dokumentasi pribadi Beberapa karya drawing penulis yang secara intuitif selalu menggunakan objek perempuan, tengkorak, dan warnawarna yang membawa suasana suram. Karya- karya penulis banyak mengandung emosi- emosi yang pada tahap penyadaran dicoba untuk dikeluarkan. Maka dari itu kesan dari karya penulis cenderung suram dan menimbulkan banyak persepsi dari audiens. Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain No.1 3

Pemanfaatan Konsep Inflatable untuk Pos Pelayanan Terpadu sebagai Upaya Rebranding Sungai, Studi Kasus: Kampung Pasundan, Kota Bandung Gambar 3. Karya pra tugas akhir. Sumber : dokumentasi pribadi Hasil Studi dan Pembahasan Penutup Penelitian ini menjawab permasalahan yang telah diutarakan sebelumnya, yaitu mewadahi kegiatan rutin kampung pasundan, melalui sarana apung yang mengangkat konsep inflatable sebagai faktor perancangan desainnya. Berdasarkan karakter masyarakat sekitar sungai cikapundung yang sosialis, sadar kesehatan lingkungan dan berwawasan kreatif, desain produk berorientasi pada bentuk yang menyerupai kubah untuk mempermudah interaksi warga satu sama lain, dengan Gambar 5. Skenario Penggunaan Produk (Tampak dari sempadan Sungai Cikapundung dan Desain Final Tampak Depan) Gambar 6. Skenario Penggunaan Produk (Pos I: Penimbangan & Pencatatan pada KSM, Pos II: Konsultasi & Pelayanan Kesehatan dan Pos III: Pemberian Makanan Sehat & Vitamin. Sumber: penulis 4 Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain No.1

Luthfi Ahmad Fikri pendekatan warna putih yang menyimbolkan bersih dan kegunaan produk sebagai sarana posyandu yang merupakan kegiatan yang mengedepankan unsur kesehatan. Selain itu produk ini juga dapat menjadi ikon atau simbol Kampung Pasundan sebagai kampung kreatif dan percontohan bagi kampung-kampung lainnya, terutama integrasi produk ini dengan Riverdeck Cikapundung. Manfaat dari penelitian ini agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kampung Pasundan, dalam hal ini sebagai warga yang memiliki keterdekatan sangat tinggi dengan Sungai Cikapundung, terhadap kelestarian sungai sebagai komponen lingkungan hidup yang penting bagi mereka dan keseluruhan lapisan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan dalam bentuk sarana apung yang dapat menjadi sebuah pilihan ruang serbaguna temporer yang dapat digunakan sewaktuwaktu dan dapat disimpan dengan volume penyimpanan yang efisien, sebagai alternatif pengadaan ruang untuk tempat melakukan kegiatan-kegiatan masyarakat. Selain itu kedepannya produk ini dapat mengembalikan lagi hubungan antara warga dengan instansi pemerintahan Kota Bandung yang harmonis, melalui keberlangsungan proyek yang berorientasi pada kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat kota sekitar sungai. Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain No.1 5

Pemanfaatan Konsep Inflatable untuk Pos Pelayanan Terpadu sebagai Upaya Rebranding Sungai, Studi Kasus: Kampung Pasundan, Kota Bandung Pembimbing Artikel ini merupakan laporan perancangan Tugas Akhir Program Studi Sarjana Desain Produk FSRD ITB. Pengerjaan tugas akhir ini disupervisi oleh pembimbing Bismo Djelantik, M. Ds. Daftar Pustaka Danisworo, dkk. 2013. Proyek Riverdeck Sungai Cikapundung Kota Bandung. Pusat Studi Urban Desain: Bandung Neufert, Ernst & Peter. 1936. Neufert Architect' Data. Wiley-Blackwell: Jerman Agoes, Azwar & Jacob. 1996. Antropologi Kesehatan Indonesia, Jilid I. EGC: Jakarta Kobayashi, Shigenobu. 1992. Color Image Scale. Kodansha USA Mollerup, Per. 2001. A Design Album of Space-Saving Design. Thames & Hudson: London. Ajzen, I. 1985. From Intentions to Action: A Theory of Planned Behavior. In J. Kuhl & J. Beckman (Eds.) Action- Control: From Cognition to Behavior. Heidelberg: Springer. Depkes RI. 2000. Gerakan Partipasif Penyelamatan Ibu Hamil, Menyusui dan Bayi. Depkes RI: Jakarta Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta: Jakarta 6 Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain No.1