METAKOGNISI Wahyu Rahardjo
Sejarah Diperkenalkan oleh John Flavell di awal tahun 1970an Berasal dari kata metamemori
Definisi John Flavell dalam Georghiades (2004) Metakognisi adalah pengetahuan individu tentang kognisinya Brown (1987), serta Gardner & Alexander (1989) Metakognisi adalah sesuatu yang berkaitan dengan pengetahuan, kesadaran, dan kendali proses berpikir yang dipelajari individu.
Georghiades (2004): Metakognisi adalah berpikir tentang pikiran sendiri. Dunlosky & Hertzog (2000) Metakognisi adalah kognisi tentang kognisi.
Metakognisi layer atas dari kognisi pengetahuan tentang pengetahuan kesadaran seseorang tentang proses kognisi mereka sendiri dan bagaimana proses tersebut bekerja
Metakognisi apa yang kita tahu dan apa yang kita tidak tahu mengatur apa yang kita lakukan dalam belajar
Tobias & Everson (2002) percaya bahwa metakognisi adalah suatu konstruk harus didefinisikan dalam model yang sifatnya hierarkis: Lower order : sebagai proses yang dipelajari Higher order : penguasaan materi Oleh karenanya penting artinya untuk mempelajari dan kemudian menguasai tingkatan yang rendah sebagai landasan untuk memahami tingkatan yang lebih tinggi.
Flavell (1976) mempersepsikan metakognisi sebagai interaksi dari beberapa faktor, yaitu: Metacognitive knowledge Pengetahuan tentang diri individu, tugas yang harus dilakukan dan strategi yang mengiringinya LTM ditarik berdasarkan kondisi tugas tertentu
Metacognitive experiences Meliputi kognisi dan perasaan yang diikuti oleh proses intelektual biasa muncul dalam situasi mendesak yang baru ditemui (novel condition) Tujuan dari aktivitas Strategi yang dilakukan
Studi Donovan & Bransford (2005) tentang metakognisi metakognisi memberikan kesempatan bagi individu untuk mempelajari pengetahuan terbaru. Ide-ide tentang pembelajaran tersebut adalah: Metakognisi harus berkaitan erat dengan pemahaman pengetahuan utama
Munculnya pemahaman pengetahuan baru Terjadinya interaksi antar pengetahuan yang dipahami Munculnya pemahaman utama bahwa individu merasa dirinya memainkan peranan penting untuk memperoleh pengetahuan terkini dan sudut pandang konseptual dalam memahami interaksi antar pengetahuan
Donovan & Bransford (2005) menyatakan bahwa metakognisi membuat siswa / individu yang belajar menjadi: 1. Berkaitan dengan pengetahuan terkini yang ditempatkan dalam sudut pandang konseptual
2. Konsep yang dimengerti akan memberikan berbagai bentuk pemahaman yang kaya akan detail faktual, dan 3. Konsep juga memberikan pengayaan terhadap aplikasi dari pengetahuan tersebut
Konstruk dari Metakognisi Knowledge of cognition Regulation of cognition
Knowledge of Cognition Pengetahuan deklaratif Pengetahuan tentang apa yang dikerjakan Pengetahuan prosedural Pengetahuan tentang bagaimana menggunakan strategi Pengetahuan kondisional Pengetahuan tentang kapan dan mengapa melakukan prosedur dan strategi tersebut
Regulation of Cognition 1. Kendali (control) a. Developing a plan of action Membangun suatu rencana bertindak
b. Maintaining / Monitoring the plan Mempertahankan dan mengawasi rencana tersebut - Bagaimana keadaan saya? - Apakah sudah menghasilkan sesuatu seperti yang saya harapkan? - Bagaimana saya seharusnya memroses?
2. Evaluating the plan Evaluasi penilaian & koreksi diri a. Seberapa baik pekerjaan telah dilakukan b. Apakah sudah menghasilkan sesuatu seperti yang saya harapkan? c. Hal berbeda apa yang telah saya lakukan?
Studi-Studi mengenai Metakognisi Berkorelasi positif dengan: 1. Belajar yang efisien (Veenman, Kok, & Blote, 2005). 2. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) (Howard dkk., 2000, Rozencwajg, 2003).
3. Pemahaman dan kinerja penyelesaian tugas mata pelajaran matematika (Veenman dkk., 2005). 4. Prestasi akademis di bidang matematika (Cooper, 2008). 5. Beberapa kualitas belajar siswa yang terangkum dalam scoring rubric (Pucheu, 2008).
6. Kemampuan menjawab soal-soal pilihan berganda (Vuk, 2008). 7. Interaksi sosial (Sandi-Urena, 2008).