BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Setiap manusia pada dasarnya dilahirkan kedunia membawa berbagai

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu aspek yang menentukan dalam pembinaan manusia Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. daya tarik sangat mengagumkan. Keadaan alam, flora, fauna, peninggalan

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya, perkawinan merupakan kehidupan yang berpijak pada rasa

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

I. PENDAHULUAN. kelak akan menjadi penerus pembangunan bangsa. Peranan pendidikan. membangun ditentukan oleh maju tidaknya pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan

1. BAB III 2. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Pelaksanaannya (Bandung: Citra Umbara, 2010), h. 6.

BAB I PENDAHULUAN. Simbol manifestasi negara demokrasi adalah gagasan demokrasi dari

BAB I PENDAHULUAN. oleh orang tuanya tentang moral-moral dalam kehidupan diri anak misalnya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. bersifat fisik maupun rohani (Ahid, 2010: 99). Beberapa orang juga

BAB III METODE PENELITIAN. yang merupakan seperangkat pengetahuan tentang langkah langkah

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor

BAB I PENDAHULUAN. dari kehidupan seseorang, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. nasional yaitu membangun kualitas manusia yang beriman dan bertaqwa

BAB I PENDAHULUAN. pada masa ini adalah masa pembentukkan fondasi dan dasar pembentukkan kepribadian

BAB I PENDAHULUAN. dan mendidik anaknya terutama dalam pendidikan agamanya. Pendidikan. pondasi atau landasan dalam diri seseorang.

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan dan pembinaan merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Keluarga merupakan unit terkecil dalam suatu masyarakat yang terdiri atas

BAB I PENDAHULUAN. cukup dinamis. Pendidikan yang berkembang dengan pesat secara otomatis akan

BAB I PENDAHULUAN. dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dengan melaksanakan shalat,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian merupakan tempat dan keadaan dimana peneliti diharapkan

BAB I PENDAHULUAN. kesiapan dalam memasuki pendidikan yang lebih tinggi. yang di selenggarakan di lingkungan keluarga.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat luas. Tidak dipungkiri banyak kasus kekerasan yang terjadi di

BAB III METODE PENELITIAN. daninformasi dengan bantuan bermacam - macam materi yang terdapat dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Oleh karena itu sesuai dengan judul di atas, penulis menggunakan metode

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. maju mundurnya suatu bangsa terletak pada baik tidaknya karakter dan akhlak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Thomy Sastra Atmaja, 2013

BAB II PROSEDUR PENELITIAN. A. Jenis dan Ruang Lingkup dan Pendekatan Penelitian

BAB V PENUTUP. sebagai abdun dan khalifah Allah fi al-ardh yang berimplikasi kepada

BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG

BAB III METODE PENELITIAN. kepustakaan (buku) atau jenis penelitian kualitatif, yaitu suatu penelitian yang

BAB I PENDAHULUAN. keluargalah semua aktifitas dimulai, keluarga merupakan suatu kesatuan social

BAB I PENDAHULUAN. yang juga memiliki kedudukan yang sangat penting. Akhlak merupakan buah

BAB I PENDAHULUAN. adalah salah satu unsur sosial yang paling awal mendapat dampak dari setiap

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode dapat diartikan sebagai teknik atau cara kerja untuk mencapai suatu

BAB I PENDAHULUAN. Remaja dipandang sebagai periode perubahan baik dalam hal fisik, minat,

BAB III METODE PENELITIAN. pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang dibebankan kepada suatu organisasi.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 48 Jadi metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. kata kunci yang perlu diperhatian yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pada dasarnya setiap manusia mempunya i sifat ingin tahu, untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam

BAB I PENDAHULUAN. dilandasi nilai-nilai agama, moral, dan budaya luhur bangsa.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, yang isinya disebutkan bahwa

2016 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEDISIPLINAN SISWA DALAM MEMATUHI NORMA TATA TERTIB SEKOLAH

I. PENDAHULUAN. karakter bangsa (National and Character Building). Konsekuensinya dalam

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang berperan penting bagi pembangunan suatu bangsa, untuk itu diperlukan suatu

BAB I PENDAHULUAN. Taqwa, (Yogyakarta: Teras, 2012), hlm. 1. Nasional, (Jakarta: Sinar Grafika, 2011), hlm. 7.

BAB III METODE PENELITIAN. kredibilitas peneliti menjadi amat penting. Analisis isi memerlukan peneliti

PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

BAB I PENDAHULUAN. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka

BAB I PENDAHULUAN. minat, bakat dan potensi yang dimiliki oleh siswa. Melalui kegiatan olahraga

BAB III METODE PENELITIAN. Penentuan tempat penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. berbudi pekerti luhur yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

PERILAKU MODELING PADA ANAK USIA 6 TAHUN TERHADAP SEORANG GURU DI SEKOLAH AGUNG SETYONO PA05

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Pada bagian ini dapatlah disimpulkan bahwa penalaran dan kontekstualisasi ibadah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penulis meninjau langsung ke lapangan atau lokasi kampus Universitas Lambung

perbuatan buruk disebut akhlak tercela sesuai dengan pembinaannya masyarakat dan bangsa. Sebab jatuh dan bangunnya, sejahtera dan rusaknya

BAB I PENDAHULUAN. adalah bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu dan teknologi saat ini sangat mempengaruhi

BAB I PENDAHULUAN. sampai mencapai kedewasaan masing-masing adalah pendidikan. Pengalaman

BAB I PENDAHULUAN. (Jakarta : Rineka Cipta, 2000), hlm Jalaluddin Rakhmat, Islam Aktual; Refleksi Sosial Seorang Cendekiawan Muslim,

BAB III METODE PENELITIAN. Sehingga yang menjadi tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah ingin. berlaku dengan menggunakkan metode diskriptif.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

III. METODOLOGI PENELITIAN. langkah-langkah pengkajian dengan menggunakan metode penelitian agar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam suatu suku bangsa mempunyai berbagai macam kebudayaan, tiap

BAB I PENDAHULUAN. bisa menjadi bisa seperti yang terkandung dalam Undang-Undang Sistem. Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 1 yaitu:

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menganggap bahwa penanaman nilai-nilai budi pekerti pada anak hanyalah tanggung

BAB I PENDAHULUAN. Sudah jadi kodrat alam bahwa manusia sejak dilahirkan ke dunia selalu

BAB I PENDAHULUAN. membentuk perilaku sosial anak menjadi lebih baik dan berakhlak.

BAB I PENDAHULUAN. sesuatu yang ada pada dirinya. Tuhan telah memberikan kekurangan dan

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi.

BAB III METODE PENELITIAN. Dorongan utama untuk mengadakan penelitian ialah instink ingin tahu yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. kearah suatu tujuan yang dicita-citakan dan diharapkan perubahan tersebut

UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH MUHAMMADIYAH

BAB III METODE PENELITIAN. Oleh karena itu sesuai dengan judul diatas, penulis menggunakan metode

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah bahkan sekolah dewasa ini di bangun oleh pemerintah agar anak-anak

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dengan adanya fitrah yang suci. Sebagaimana pendapat Chotib (2000: 9.2) bahwa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Penelitian dan Penegasan Judul

BAB I PENDAHULUAN. Pembinaan akhlak mulia adalah amanat dari Undang-Undang Nomor 20

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap manusia pada dasarnya dilahirkan kedunia membawa berbagai potensi. Salah satunya adalah aspek moralitas. Baik buruknya potensi tersebut tergantung dari sifat manusia tersebut, serta faktor bimbingan orang tuanya dan lingkungan dimana manusia itu dibesarkan. Moralitas manusia dapat dibentuk apabila pembentukan itu dilakukan sejak dari kecil. Pendidikan dalam keluarga yang ditanamkan oleh orang tua merupakan factor yang sangat mendukung dalam upaya mengembangkan moral anak sebagai generasi muda. Peranan orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama bagi seorang anak merupakan kunci dan modal awal dalam memberikan pendidikan moral dalam keluarga. Serta menjadi kunci pendidikan secara keseluruhan. Sebagaimana sabda Nabi SAW di atas. Sebuah Hadis riwayat Baihaki yang berbuyi sebagai berikut : Setiap anak yang di lahirkan itu telah membawa fitrah beragama ( perasaan percaya kepada Allah SWT ) maka kedua orang tuanya yang menjadikan anak tersebut beragama Yahudi, Nasrani, maupun Majusi. Berdasarkan hadis Nabi tersebut di atas, bahwa dalam diri seorang anak sebagai generasi muda merupakan hal yang sangat mendasar, baik jasmani maupun rohani. Untuk mengembangkan hal tersebut dibutuhkan pendidikan baik pendidikan yang di berikan di sekolah ( formal ) maupun pendidikan yang di berikan di rumah ( informal ).

2 Anak sebagai titipan dari Allah SWT yang di berikan kepada kita selaku orang tua dan anak pun membutuhkan pendidikan yang baik dari orang tua. Apabila pendidikan yang di berikan baik maka akan baik pula tingkah laku anak itu, sebaliknya apabila pendidikan yang di berikan kurang baik terhadap anak maka tingkah laku anak itu akan kurang baik pula. Hal ini sesuai dengan yang di kemukakan oleh Ahmad Tafsir ( 1992 ; 155 ) sebagai berikut : Sehubungan dengan tugas serta tanggung jawab itu maka ada baiknya orang tua mengetahui sedikit mengenai apa dan bagaimana pendidikan dalam rumah tangga, pengetahuan itu sekurang-kurangnya dapat menjadi sebuah panutan bagi orang tua dalam menjalankan tugasnya. Peranan orang tua dalam mendidik anak harus benar-benar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya agar anak tersebut kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan dapat menjadi warga negara yang baik maka hal tersebut sesuai dengan harapan nusa, bangsa dan agama. Oleh karena itu peranan orang tua sebagai pendidik di rumah ( informal ), guru sebagai pendidik di sekolah ( formal ) sangat penting, karena keluarga merupakan lingkungan yang pertama bagi setiap anak. Fungsi pendidikan di atas mempunyai hubungan yang erat dengan masalah tanggung jawab orang tua sebagai pendidik di rumah ( informal ). Berdasarkan hal yang di jelaskan di atas, hal tersebut juga dapat di jelaskan oleh Muslim Nurdin Cs ( 2012:264 ) bahwa : Mendidik anak dalam keluarga merupakan sesuatu yang mutlak harus di lakukan orang tua, karena di sinilah anak mulai bersosialisasi dan mulai menstranfer segala informasi, kata kata dan perbuatan, serta menginternalisasikannya kedalam dirinya dan di jadikannya rujukan utama bagi perjalanan hidupnya.

3 Pendidikan dalam keluarga lebih di tekankan ke arah pendidikan anak, agar kelak mereka dapat melaksanakannya sebagai manusia dewasa, karena peranan orang tua dalam mendidik anak-anaknya sangat dominan sekali, meskipun anak tersebut telah mendapatkan pendidikan dari sekolah, akan tetapi Waktu Luang yang di gunakan banyak tersedia di rumah, maka dengan itu para orang tua harus memberikan pendidikan nilai moral atau ahlak secara maksimal terhadap anaknya. Hal ini sesuai dengan yang di kemukakan oleh Zakiah Darazat ( 1971;9 ) bahwa : Memang moral adalah sangat penting bagi suatu masyarakat dan bangsa kalau moral rusak, ketentraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Maka untuk memelihara kelangsungan hidup secara terhormat, Indonesia perlu sekali memperhatikan pendidikan moral bagi generasi yang akan datang. Pendidikan moral yang di terapkan oleh orang tua sangat baik, karena melihat kondisi permasalahan sekarang mengenai banyaknya anak-anak yang kurang dalam beretika dan adanya kenakalan remaja yang salah satunya diakibatkan kurangnya perhatian serta bimbingan dari orang tua, maka antara pertimbangan moral dengan prilaku moral merupakan kunci awal bagi perbuatan tersebut. Karena perbuatan moral merupakan aktifitas-aktifitas yang tampak dalam segala aspek kehidupan, yang bermangfaat bagi kemaslahatan umum dan di dasari dengan tanggung jawab untuk melakukannya. Melihat kenyataannya bahwa pendidikan telah di berikan di lingkungan persekolahan, tetapi peran orang tua dalam memberikan pendidikan lebih utama. Pendidikan moral yang di berikan terhadap anak berkaitan dengan baik buruknya tingkah laku seseorang. Sehingga orang tualah yang paling utama mengawas dan

4 memberikan tugas mengenai pendidikan moral kepada anak dalam membentuk kepribadian dan prilaku anak secara wajar sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pengawasan yang di lakukan dapat berupa cara-cara tanpa kekerasan ( persuasive ) seperti nasihat, bimbingan dan cara paksaan ( coersive ) seperti hukuman atau sanksi. Bambang Mulyono ( 1998 : 18 ) menjelaskan bahwa lingkungan keluarga secara potensial dapat membentuk pribadi anak atau seseorang untuk hidup secara lebih bertanggung jawab. Tetapi apabila pendidikan yang di berikan kepada anak gagal maka cenderung anak akan melakukan tindakan yang tidak kita inginkan dalam masyarakat atau menjurus kepada tindakan kriminal. Oleh karena itu peranan orang tua dalam mendidik anak dalam keluarga harus benar-benar membentuk prilaku moral. Pada kenyataannya kadang-kadang orang tua di sibukan oleh kegiatan mencari nafkah. Seperti halnya orang tua yang sibuk berjualan, sehingga dalam mendidik anak untuk menjadikan anak yang baik dan bermoral mendapat masalah dalam pengaturan waktunya. Mereka sehari-hari berjualan di pasar, dan tidak ada waktu dalam hal memperhatikan tingkah laku anak-anaknya, sehingga peran orang tua dalam hal mendidik anak didalam keluarga tidak dilaksanankan dengan baik karena kesibukan mereka dalam hal mencari nafkah. Maka dengan kepedulian yang kurang atas peranannya sebagai pendidik, maka sangat wajar jika orang tua tidak dapat menjalankan fungsi tersebut, dan kalaupun ada besar kemungkinan bahwa kebanyakan orang tua menjalankan fungsi ini tanpa rencana atau tanpa dasar pemikiran yang cukup rasional ( Sudardja Adiwikarta : 1998 : 71 ).

5 Sesuai dengan uraian diatas maka penulis sangat tertarik untuk mengangkat masalah tersebut dalam bentuk penelitian, untuk itu penulis memilih para pedagang yang berjualan di pasar sederhana Bandung sebagai sumber penelitian. Penulis memilih para pedagang di pasar sederhana Bandung dengan alasan bahwa menurut tetangga yang berjualan di pasar sederhana, kebanyakan anak-anaknya kurang memperoleh didikan dari orang tua, sehingga mengakibatkan prilaku anak tersebut bisa dikatakan kurang mempunyai moral dan etika yang baik. Melihat latar belakang tersebut di atas maka perlu untuk meneliti keadaan orang tua yang berdagang di pasar sederhana yang bertempat di jalan sederhana kecamatan sukajadi kota Bandung. Karena mereka sehari-hari adalah orang-orang yang sibuk berdagang di pasar. Sedangkan para orang tua itu mempunyai kewajiban untuk memberikan pendidikan moral terhadap anak-anaknya sejak masih kecil. Berdasarkarkan latar belakang tersebut di atas maka peneliti mencoba menuangkan dalam bentuk penelitian penyesuaian sesuai dengan judul : Peranan Orang Tua Dalam Mengembangkan Moral Anak Sebagai Generasi Muda Dalam Upaya Pembentukan Warga Negara Yang Baik. ( Penelitian terhadap keluarga pedagang di pasar sederhana Bandung ). B. Perumusan dan Pembatasan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perenan orang tua dalam mengembangkan moral anak sebagai generasi muda dalam upaya

6 pendidikan informal bagi warga Negara Indonesia yang baik Supaya pembahasan tidak keluar dari pokok permasalahan, maka penulis membatasi masalah dalam sub-sub masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana upaya yang dilakukan orang tua dalam menanamkan pendidikan moral terhadap anaknya sebagai generasi muda ditengah kesibukannya dalam mencari nafkah? 2. Kesulitan apa yang dihadapi orang tua dalam menjalankan perannya sebagai pendidik dalam keluarga untuk membentuk moralitas anak? 3. Materi apakah yang diberikan oleh orang tua dalam rangka penerapan konsepkonsep pendidikan moral kepada anak? 4. Bagaimanakah Waktu Luang yang disediakan oleh orang tua dalam memberikan pendidikan moral terhadap anak? C. Tujuan penelitian dan kegunaan penelitian 1. Tujuan Penelitian Secara umum tujuan penelitian ini yakni untuk memperoleh gambaran tentang keadaan yang sebenarnya yang dilakukan oleh orang tua anak yang berdagang di pasar sederhana Bandung dalam mengembangkan pendidikan moral anak untuk membentuk kepribadian warga negara yang baik. Sedangkan secara khusus tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. untuk mengetahui Bagaimana upaya yang dilakukan orang tua dalam menanamkan pendidikan moral terhadap anaknya dalam membentuk kepribadian warga negara yang baik.

7 2. untuk mengetahui Kesulitan apa yang di hadapi orang tua dalam menjalankan perannya sebagai pendidik dalam keluarga untuk membentuk moralitas yang baik. 3. untuk mengetahui Materi apakah yang di berikan oleh orang tua dalam rangka penerapan konsep-konsep pendidikan moral kepada anak 4. Untuk mendapatkan gambaran bagaimana Waktu Luang yang di sediakan oleh orang tua dalam memberikan pendidikan moral terhadap anak. 2. kegunaan penelitian Adapun kegunaan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan peran serta orang tua dalam bekerja sama guna mencapai tujuan yang telah dicanangkan, yakni mengembangkan moral anak sebagai generasi muda. a. kegunaan secara praktis Sebagai masukan terhadap orang tua sebagai pendidik serta menganai tingkah laku yang di perlihatkan oleh anak, serta orang tua menerapkan pola didikan yang lebih baik untuk menunjang perkembangan anak secara optimal dan memberikan manfaat dalam pembinaan pendidikan moral terhadap anak sebagai generasi muda dalam upaya pendidikan informal bagi warga negara Indonesia yang baik. b. Kegunaan secara teoritis 1. Memberikan manfaat dan sumbangan terhadap ilmu pendidikan, khususnya dalam pembinaan moral anak sebagai generasi muda dalam upaya pendidikan informal bagi warga negara Indonesia yang baik.

8 2. Memberikan wawasan kepada penulis sebagai calon pendidik tentang cara-cara pembinaan pendidikan moral terhadap anak sebagai generasi muda. 3. Memberikan masukan terhadap orang tua tentang pentingnya moral anak sebagai generasi muda dalam upaya pendidikan informal bagi warga negara yang baik. D. Fokus Penelitian dan Definisi Operasional 1. Fokus Penelitian a. Peranan orang tua dalam memberikan pendidikan moral terhadap anak, dengan indikator-indikator sebagai berikut : 1. Strategi yang di gunakan oleh orang tua dalam memberikan pendidikan moral 2. Kesulitan yang di hadapi orang tua dalam menjalankan peranannya dalam mendidik 3. Usaha apa yang di lakukan orang tua dalam menghadapi kesulitannya dalam menjalankan peranannya 4. Materi yang di gunakan oleh orang tua dalam memberikan pendidikan moral 5. Waktu Luang yang di sediakan oleh orang tua dalam memberikan pendidikan moral bagi anak sebagai generasi muda

9 b. Warga negara yang baik, yaitu warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya serta bertanggung jawab dengan indikator indikator sebagai berikut : 1. Warganegara sebagai insan sosial. 2. Warganegara sebagai insan agamis. 2. Definisi Operasional a. Peranan orang tua adalah usaha-usaha dan cara-cara orang tua dalam memberikan pendidikan moral. Usaha-usaha dan cara-cara terwujud dalam strategi, kesulitan yang di hadapi orang tua, usaha yang di lakukan orang tua, materi yang di gunakan, dan Waktu Luang yang di sediakan. Peranan adalah bagian yang di mainkan seorang pemain ( Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang di terbitkan oleh balai pustaka, 1990 : 607 ). Peranan ( role ) merupakan aspek di namis, hal ini erat kaitannya dengan pelaksanaan hak dan kewajiban ( Soerjono Soekanto, 1983 : 53 ). b. Pendidikan Moral adalah Suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk, antara yang terpuji dan yang tercela. c. Luang waktu adalah ketersediannya waktu yang di gunakan oleh orang tua dalam memberikan pendidikan moral terhadap anak

10 d. Materi adalah bahan ajar yang di gunakan oleh orang tua dalam memberikan pendidikan moral terhadap anak. e. Warga negara yang baik adalah terdiri dari kata warga, negara, baik. Di dalam kamus bahasa Indonesia kata negara berarti anggota ( perserikatan, keluarga dan sebagainya ) sedangkan negara berarti : 1). Persekutuan bangsa di suatu daerah yang tentu batas-batasnya yang di perintah dan di urus oleh badan pemerintahan yang teratur. 2). Berguna. f. Warga negara sebagai insan social adalah warga negara yang sadar akan dirinya sebagai mahluk individu dan mahluk social. g. Warga negara sebagai insan agamis adalah warga negara yang taat menjalankan ibadah dan kepercayaan masing-masing. E. Pertanyaan Penelitian Penulis dalam melakukan suatu penelitian merumuskan beberapa pertanyaan yang akan di lontarkan kepada responden serta di jadikan patokan dalam penelitian tersebut yaitu di antaranya : 1. Upaya apa yang di lakukan orang tua dalam memberikan nasehat kepada anak sebagai generasi muda. a. Apakah orang tua setiap hari memberikan nasehat terhadap anak b. Berapa lama waktu yang disediakan oleh orang tua dalam memberikan nasehat terhadap anaknya

11 2. Kesulitan apa yang di hadapi orang tua dalam menjalankan perannya sebagai pendidik dalam keluarga untuk membentuk moralitas anak? a. apakah anak menerima pendidikan moral yang diberikan oleh orang tuanya b. sejauh mana anak mengaplikasikan pendidikan moral dalam kehidupan bermasyarakat yang diberikan oleh orang tuanya. 1. Materi apakah yang di berikan oleh orang tua dalam rangka penerapan konsep-konsep pendidikan moral kepada anak a. apakah orang tua mengambil bahan ajar yang berasal dari bukubuku. b. Apakah orang tua mengambil bahan ajar dari pengetahuan orang tua sendiri. 4. Bagaimanakah Luang waktu yang di sediakan oleh orang tua dalam memberikan pendidikan moral terhadap anak a. apakah orang tua mencoba memberikan metode hukuman jika anak melalaikan pendidikan moral yang diberikan oleh orang tua b. apakah orang tua selalu meluangkan waktu untuk mengawasi tingkah laku anak mereka.

12 F. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penggunaan pendekatan kualitatif melalui studi kasus ini di tujukan untuk mengungkapkan kenyataan yangterjadi di lapangan sebagai mana mestinya. Mengenai penelitian kualitatif yang di maksud dalam penelitian ini peneliti merujuk pada pendapat Kirk dan Miller ( Lexy. J. Moleong, 2003 : 3 ) yang mengemukakan sebagai berikut : Penelitian kualitatif adalah tradisi dalam ilmu pengetahuan social yang secara fundamental bergantung pada pengalaman manusia dan kawasannya sendiri serta berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Lebih lanjut Lexy Moleong ( 1998 : 5 ) menjelaskan bahwa : Metode kualitatif ini di gunakan karena beberapa pertimbangan. Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda; kedua metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang di hadapi. 2. Teknik Penelitian Sesuai dengan metode yang di gunakan dalam metode ini, maka penelitian ini menggunakan teknik penelitian sebagai berikut : a. Observasi Secara luas, observasi atau pengamatan berarti setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran. Akan tetapi observasi atau pengamatan di sini di

13 artikan lebih sempit, yaitu pengamatan dengn menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan ( Irawan Soehartono. 1995;69 ). Tujuan dari observasi tersebut adalah untuk mengerti ciri- ciri dan luasnya signifikasi dari intelerasi elemenelemen tingkah laku manusia pada fenomena social serba kompleks, dalam pola-pola cultural tertentu. Adapun keunggulan dari teknik observasi ini antara lain : 1. Merupakan alat yang murah, mudah dan langsung ( direct ) guna mengadakan penelitian terhadap macam-macam gejala. 2. Para observee yang sangat sibuk pada umumnya tidak merasa keberatan jika ia diamati. Ia akan keberatan jika di suruh mengisi daftar pertanyaan-pertanyaan angket; oleh kesibukannya. Dengan teknik koesioner dan interview bias di amati dengan observasi langsung. b. Wawancara Yaitu suatu metode dengan cara bertanya kepada responden secara langsung guna memperoleh data yang di inginkan. Yaitu sebuah dialog yang di lakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara ( Suharsimi Arikunto, 1990 : 128 ), seperti yang di ungkapkan oleh irawan Soehartono ( 1995 : 69 ), mengemukakan bahwa wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara ( pengumpul data ) kepada responden. Juga seperti yang di ungkapkan oleh ( Lexy Moleong, 1988 : 135 ) bahwa

14 wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, percakapan itu dilakukan dengan dua pihak yaitu pewawancara ( interviewer ) yang mengajukan pertanyaan, sedangkan yang di wawancarai ( interviewer ) yang memberikan jawaban atas pertanyaan yang di ajukan. c. Studi Dokumentasi Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung di tujukan kepada subjek penelitian ( Irawan Soehartono, 1995 : 70 ). G. Lokasi Penelitian dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Berdasarkan latar belakang dan studi pendahuluan yang telah peneliti lakukan maka yang menjadi lokasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang sibuk berdagang di pasar sederhana Bandung. 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian yang peneliti lakukan tidak terlepas dari jenis data yang di kumpulkan yakni data primer yang dapat di definisikan sebagai semua informasi dalam bentuk lisan yang langsung di peroleh penelitian aslinya, dan data sekunder yang diartikan sebagai data yang peneliti peroleh secara tertulis mencangkup orang, benda serta peristiwa. Subjek penelitian adalah pihak orang tua yang berdagang di pasar sederhana Bandung. Dengan mengambil sunjek peneliti lima orang yang terdiri dari penjual yang berdagang kebutuhan sehari-hari. Orang tua yang berdagang di

15 pasar sederhana Bandung di jadikan subjek penelitian, Karena mereka adalah orang-orang yang sibuk setiap harinya dalam berdagang untuk mencari nafkah, sehingga menarik untuk di teliti, yaitu bagaimana peranan orang tua dalam mengembangkan moral anak sebagai generasi muda dalam upaya pendidikan informal bagi warga negara Indonesia