PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

dokumen-dokumen yang mirip
HASIL DAN PEMBAHASAN

KEADAAN UMUM Sejarah Perusahaan, Letak Geografis, dan Keadaan Iklim

METODE MAGANG Tempat dan Waktu Magang Metode Pelaksanaan

PEMBAHASAN. Proses Produksi

KEADAAN UMUM PERUSAHAAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2014 di Laboratorium

PEMBAHASAN. Budidaya Bayam Secara Hidroponik

BUDIDAYA SELADA KERITING, SELADA LOLLO ROSSA, DAN SELADA ROMAINE SECARA AEROPONIK DI AMAZING FARM, LEMBANG, BANDUNG KOSMAS SUGARA A

PENDAHULUAN ROMMY ANDHIKA LAKSONO

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2015 di Laboratorium

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2014 di Greenhouse

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

PENANGANAN PASCA PANEN

III. METODE KEGIATAN TUGAS AKHIR (TA) A. Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan Tugas Akhir (TA) dilaksanakan di Dusun Selongisor RT 03 RW 15, Desa Batur,

MANAJEMEN TANAMAN PAPRIKA

BAB IV. PRAKTEK PEMBIBITAN DAN TRANSPLANTING

Cara Menanam Cabe di Polybag

III. TATA LAKSANA KEGIATAN TUGAS AKHIR

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2015 di

III. TATA CARA PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan laboratoriun lapangan terpadu

INSTRUKSI KERJA PENANGANAN PASCAPANEN MANGGA GEDONG GINCU

Pengelolaan Aspek Produksi dan Pasca Panen Sayuran Daun Secara Aeroponik dan Hidroponik : Studi Kasus Lembang, Bandung

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2015 di

BUDIDAYA GREEN BUTTERHEAD (Lactuca sativa var. capitata L.) SECARA HIDROPONIK SISTEM NFT DENGAN MEDIA TANAM ROCKWOOL

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten

MATERI DAN METODE. dilaksanakan di lahan percobaan dan Laboratorium. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih pakcoy (deskripsi

TUGAS AKHIR KULIAH LINGKUNGAN BISNIS BISNIS TANAMAN ORGANIK. Disusun oleh : Petrus Wisnu Kurniawan NIM : S1TI2C

BUDIDAYA DAN PEMELIHARAAN TANAMAN STROBERI

BAB III TATALAKSANA TUGAS AKHIR

I. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari - Maret Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

BUDI DAYA. Kelas VII SMP/MTs. Semester I

Cara Sukses Menanam dan Budidaya Cabe Dalam Polybag

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Januari sampai Maret B. Penyiapan Bahan Bio-slurry

3. METODE DAN PELAKSANAAN

BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1

I. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat Dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2016 Agustus 2016 yang

TEKNIK PENYEMAIAN CABAI DALAM KOKER DAUN PISANG Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP Widyaiswara Muda Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Alat dan Bahan Peneltian

III. METODE PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN METODE. Medan Area yang berlokasi di Jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan

METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu penelitian

Penanganan bibit Acacia mangium (mangium) dengan perbanyakan generatif (biji)

III. METODE PENELITIAN. Medan Area yang berlokasi di jalan kolam No.1 Medan Estate, Kecamatan Percut

III. METODOLOGI. A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan. B. Bahan dan Peralatan. C. Metodologi

Baiklah sekarang saya lanjut mengenai cara menanam secara hidroponik.

TATA CARA PENELITIAN. A. Rencana Waktu dan Tempat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni - Juli 2017 bertempat di

HIDROPONIK SUBSTRAT TOMAT DENGAN BERAGAM UKURAN DAN KOMPOSISI SERAT BATANG AREN. Dwi Harjoko Retno Bandriyati Arniputri Warry Dian Santika

PENANGANAN PASCAPANEN

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lengkap (RAL) yang terdiri atas kontrol positif dan lima perlakuan variasi

III. TATA LAKSANA TUGAS AKHIR

I. TATA CARA PENELITIAN. Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten

METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian. C. Rancangan Penelitian dan Analisis Data

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. aquades, larutan hara hidroponik standart AB Mix (KNO 3, Ca(NO 3 ) 2,K 2 SO 4,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan

III. METODE PENELITIAN

Oleh Administrator Kamis, 07 November :05 - Terakhir Diupdate Kamis, 07 November :09

PENGUJIAN BEBERAPA NUTRISI HIDROPONIK PADA SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN TEKNOLOGI HIDROPONIK SISTEM TERAPUNG (THST) TERMODIFIKASI

III. BAHAN DAN METODE

Peluang Usaha Budidaya Cabai?

BAB III METODE. kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, masing-masing perlakuan

BUDIDAYA BROKOLI ORGANIK DI DATARAN RENDAH. Oleh : Team PENDAHULUAN

III. BAHAN DAN METODE. Tuan dengan ketinggian 25 mdpl, topografi datar dan jenis tanah alluvial.

Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang di PT JORO, Bandung Barat, Jawa Barat

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

PELAKSANAAN PENELITIAN. dan produksi kacang hijau, dan kedua produksi kecambah kacang hijau.

PENGEMBANGAN PEPAYA SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN DAERAH INSTITUT PERTANIAN BOGOR

III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan mulai 3 Juni Juli 2016 di Green House

III. METODOLOGI TUGAS AKHIR (TA)

MATERI DAN METODE. Jl. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada

BAB III TATA PELAKSANAAN TUGAS AKHIR A. Tempat Pelaksanaan Tugas akhir Pelaksanaan Tugas Akhir dilaksanakan pada lahan yang bertempat pada Di Dusun

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2015 Juni 2015 di Laboratorium

Cara Menanam Tomat Dalam Polybag

Bercocok Tanam Tomat dalam Pot/Polybag Oleh: Muhamad Ichsanudin (Produk Spesialis Terong dan Tomat PT EWINDO)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas

BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan STIPER Dharma Wacana Metro,

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate,

III. METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian. Bahan dan Alat

BUDIDAYA CABAI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

III. BAHAN DAN METODE. laut, dengan topografi datar. Penelitian dilakukan mulai bulan Mei 2015 sampai

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini akan dilakukan bulan Juli sampai Agustus 2015 di Green House dan

III. METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PASCAPANEN BUNCIS

Teknik Budidaya Kubis Dataran Rendah. Untuk membudidayakan tanaman kubis diperlukan suatu tinjauan syarat

HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kondisi Umum Penelitian

: Cicilia Epriliana W. : H Kelompok. : Titis Wulandari V. PERSEMAIAN

III. BAHAN DAN METODE

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan waktu penelitian. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Dusun Tegalrejo, Taman Tirto,

III. MATERI DAN METODE. Agronomi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan

Penerapan Teknologi Berkebun Sayur secara Vertikultur pada Siswa Sekolah Dasar di Purwokerto, Jawa Tengah

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan September November 2016.

Persyaratan Lahan. Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan yang diberakan. Lahan dapat bekas tanaman padi tetapi varietas yang

Transkripsi:

20 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Kegiatan teknis yang dilakukan pada saat magang meliputi kegiatan budidaya sayuran aeroponik dan DFT serta kegiatan pemasaran. Kegiatan budidaya tanaman sayuran aeroponik dan DFT yang dilakukan di kebun Cikahuripan 1 Amazing Farm, meliputi kegiatan penyemaian, persiapan tanam, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pascapanen. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan setiap hari, kecuali hari Minggu. Penulis melaksanakan aspek teknis ini selama satu bulan pada bulan pertama setiap hari Senin sampai Jumat. Kegiatan budidaya yang diikuti mencakup seluruh komoditas sayuran yang ada di kebun Cikahuripan 1, baik secara aeroponik maupun DFT. Namun penulis memfokuskan pada budidaya selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine aeroponik. Kegiatan Budidaya Kegiatan budidaya yang pertama kali diikuti oleh penulis yaitu penyemaian. Alur proses penyemaian benih dimulai dari kegiatan penyemaian benih di ruang semai, penyimpanan semaian benih di ruang gelap sampai benih berkecambah (biasanya dua hari), dan pemindahan kecambah-kecambah ke green house nursery. Benih-benih (kecuali benih kangkung) disemai pada rockwool yang telah disusun rapi pada tray semai. Tray semai yang dimaksud di sini yaitu sebuah wadah berbahan plastik yang berbentuk persegi panjang seperti nampan dengan ukuran 30 cm x 24 cm. Setelah tray semai terisi penuh, tray semai dibasahi dengan air dengan cara dicelupkan ke bak air dan disimpan di ruang gelap pada rak kayu dan disusun berdasarkan kelompok komoditasnya. Setelah berkecambah, bibit dipindahkan ke green house nursery. Di green house nursery ini, bibit diapungkan di atas styrofoam pada bak tanam DFT dan mulai diberi larutan hara dengan kisaran EC (electrical conductivity) 1-1.5 ms/cm. Bibit-bibit yang telah berumur 14 hari atau telah muncul daun dua helai dipindahtanamkan pada bak tanam aeroponik dan DFT. Penanaman dilakukan dua kali sehari yaitu sekitar pukul 09.00 (setelah bak tanam dibersihkan) dan pukul 13.30 (setelah waktu istirahat). Bibit ditanam pada lubang tanam di styrofoam

21 bersama rockwoolnya. Bibit ditanam satu bibit/lubang. Namun terkadang ditanam lebih dari satu bibit/lubang dikarenakan bibit yang tumbuh di rockwool bergerombol (berdekatan) sehingga sulit dipisahkan saat rockwoolnya dirobek. Sebelum bibit dipindahtanamkan ke bak tanam aeroponik dan DFT, bakbak tanam tersebut dibersihkan dari sisa panen dan kotoran lainnya. Bak tanam yang tanamannya telah dipanen dibersihkan, dikuras (jika terdapat genangan larutan hara), nozzlenya dibersihkan dengan jarum supaya tidak tersumbat, dan styrofoamnya disikat dan dicuci dengan detergen sampai bersih dari lumut dan ganggang. Styrofoam yang telah bersih dipasang kembali pada bak tanam. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman), penyulaman, fertigasi, dan pengontrolan EC. Pengendalian OPT dilakukan secara manual dengan cara mengambil satu per satu ulat dengan tangan. Tanaman yang terserang penyakit seperti black spot daun (istilah yang digunakan di kebun Cikahuripan 1) atau dikenal dengan bacterial leaf spot tidak disemprot dengan bakterisida karena penggunaan pestisida di Amazing Farm dilarang. Jika serangannya sangat parah (hampir satu bak terserang), tanaman tersebut dimusnahkan. Penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau kering dan dilakukan pada umur tanaman 7 HST (hari setelah tanam). Fertigasi dilakukan secara otomatis dengan menggunakan panel listrik yang telah diatur ritme pengabutannya dengan timer. Pengontrolan EC dilakukan dengan mengukur EC larutan hara di setiap tangki dengan ECmeter dan menambahkan larutan hara AB mix sehingga EC larutan hara dalam tangki sesuai dengan yang diinginkan. Pengontrolan EC ini dilakukan tiga kali/hari setiap pagi, siang, dan sore. Tanaman yang telah berumur 30 HST sudah dapat dipanen. Namun, penentuan panen tidak hanya berdasarkan umur tanaman saja melainkan juga berdasarkan tinggi tanaman dan kondisi kesehatan tanaman. Tanaman dipanen dengan cara dicabut atau dipotong. Tanaman yang dipanen cabut ditujukan untuk produk aeroponik yang dikemas sedangkan tanaman yang dipanen potong ditujukan untuk produk curah (istilah yang digunakan di kebun Cikahuripan 1) yang dijual kepada restoran secara langsung. Tanaman yang telah dicabut kemudian dimasukkan dan disusun rapi dalam kontainer berukuran 60 x 40 x 40 cm 3 (p x l x t). Tanaman disusun dengan cara dua silang dengan posisi akar saling

22 berhadapan ke arah dalam kontainer. Kemudian hasil panen diangkut ke packing house dengan menggunakan troli besar. Tata cara panen ini diuraikan lebih jelas dalam SOP (standard operational procedure) panen pada Lampiran 3. Sedangkan tanaman yang dipanen potong biasanya dikumpulkan dengan menggunakan kantong plastik besar. Kegiatan pascapanen yang dilakukan yaitu penyortiran, perompesan (trimming), dan pengemasan. Penyortiran dilakukan pada tanaman yang tidak masuk standar produk (Lampiran 4). Perompesan dilakukan pada daun tua, rusak, atau daun yang terserang OPT. Setelah dirompes, tanaman (produk) ditimbang dan dikemas. Pengemasan dilakukan dengan cara membungkus tanaman dengan plastik. Produk dikemas beserta rockwool dan akarnya sebagai ciri atau bukti bahwa produk tersebut adalah sayuran aeroponik. Produk dikemas 250 g/pak untuk produk Aeroponik dan 200 g/pak untuk produk Mr. Vegie dan Disney. Terdapat dua tipe kemasan yang digunakan Amazing Farm yaitu kemasan plastik bucket dan kemasan plastik seal. Kemasan plastik bucket digunakan untuk komoditas selada keriting, selada lollo rossa, dan selada batavia. Kemasan plastik seal digunakan untuk komoditas selain ketiga komoditas tersebut. Kegiatan Distribusi dan Pemasaran Produk dipasarkan di wilayah Bandung, Jakarta, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darusalam. Produk untuk pasar Jakarta dan ekspor dikirim dari Kebun Cikahuripan 1 ke kantor pusat di Tanggerang dengan menggunakan mobil box besar. Pengiriman tersebut dilakukan pada sore hari sekitar pukul 18.00. Sedangkan produk untuk pasar Bandung dikirim dari Kebun Cikahuripan 1 langsung ke supermarket-supermarket yang bekerjasama dengan Amazing Farm, diantaranya seperti Griya Setia Budi, Papaya, Total, dan Yogya Riau Junction. Pengiriman tersebut dilakukan pada pagi hari sekitar pukul setengah enam dengan menggunakan mobil box kecil.

23 Aspek Manajerial Supervisor Produksi Supervisor produksi memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan mengawasi kegiatan produksi kebun agar dapat memenuhi target produksi, serta dapat memberikan masukan dan pertimbangan kepada manajer produksi. Supervisor produksi juga bertugas membuat pola tanam harian, membuat taksasi produksi, serta mengelola sarana produksi seperti green house dan irigasi. Supervisor produksi di Kebun Cikahuripan 1 dijabat oleh satu orang. Selama kegiatan magang, penulis menjadi asisten supervisor produksi pada bulan kedua. Kegiatan sebagai asisten supervisor produksi ini dilaksanakan selama satu bulan. Selama menjadi asisten supervisor produksi, penulis membantu dalam melakukan pengontrolan dan pencatatan EC serta suhu harian di seluruh green house, mempelajari penentuan pola tanam harian, mempelajari pembuatan taksasi produksi yang dilaksanakan setiap minggu, serta membantu kegiatan produksi. Laporan taksasi produksi merupakan bahan dalam penentuan pola panen. Supervisor Panen Supervisor panen memiliki tanggung jawab dalam mengamankan proses panen sampai dengan pascapanen, mempersiapkan barang yang akan dikirim sesuai dengan permintaan, serta mengatur pemasaran dan pendistribusian produk ke pasar atau konsumen. Supervisor panen juga bertugas membuat laporan monitoring panen, menentukan pola panen, dan menginventarisasi kemasan. Supervisor panen dijabat oleh satu orang. Panen dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Panen pagi merupakan panen perkiraan karena jumlah permintaan yang sebenarnya atau real order dari konsumen biasanya pada sore hari. Jadi, panen sore dilakukan untuk memenuhi jumlah permintaan yang belum terpenuhi pada panen pagi. Produk yang sudah dikemas langsung didistribusikan ke Jakarta pada sore hari dan didistribusikan ke Bandung pada pagi hari besoknya. Supervisor panen harus menentukan berapa bak untuk masing-masing komoditas yang akan dipanen di pagi hari. Penentuan jumlah yang akan dipanen tersebut berpedoman pada taksasi

24 produksi mingguan yang dibuat oleh supervisor produksi. Tanaman yang dipanen ditentukan berdasarkan umur tanaman, tinggi tanaman, dan kondisi fisik tanaman. Kemudian hasil panen dan pengemasan dilaporkan dalam laporan monitoring panen yang diisi oleh tenaga kerja bagian panen dan diserahkan kepada supervisor panen. Selama kegiatan magang, penulis menjadi asisten supervisor panen pada bulan ketiga. Kegiatan sebagai asisten supervisor panen ini dilaksanakan selama satu bulan. Selama menjadi asisten supervisor panen, penulis membantu mengawasi kegiatan panen dan pascapanen, membantu mengisi laporan monitoring panen, membantu menginventarisasi kemasan, mempelajari penentuan pola panen harian, serta membantu kegiatan panen dan pascapanen. Penulis juga mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan distribusi ke konsumen yang berada di Bandung yaitu Griya Setia Budi, Papaya, Total, dan Yogya Riau Junction. Manajer Kebun Manajer kebun meiliki tanggung jawab untuk mengontrol kegiatan produksi sehari-hari dan bertanggung jawab terhadap produktivitas kebun. Manajer kebun ini membawahi Supervisor Produksi dan Supervisor Panen (Gambar 6). Manajer kebun dijabat oleh satu orang. Selama kegiatan magang, penulis menjadi asisten manajer kebun pada bulan terakhir yaitu bulan keempat. Kegiatan sebagai asisten manajer kebun ini dilaksanakan selama satu bulan. Kegiatan sebagai asisten manajer kebun ini lebih banyak dilakukan dalam bentuk kegiatan diskusi mengenai permasalahan produksi yang ada di kebun serta bagaimana solusi tepatnya. Selain itu juga, selama menjadi asisten manajer kebun, penulis membantu kegiatan produksi serta kegiatan panen dan pascapanen.