Food Science and Culinary Education Journal

dokumen-dokumen yang mirip
Food Science and Culinary Education Journal

Food Science and Culinary Education Journal

UJI DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN GIZI NASI DENGAN PENAMBAHAN LABU KUNING DAN JAGUNG MANIS

Food Science and Culinary Education Journal

Food Science and Culinary Education Journal

Food Science and Culinary Education Journal

Food Science and Culinary Education Journal

Food Science and Culinary Education Journal

Food Science and Culinary Education Journal

Food Science and Culinary Education Journal

PENULISAN DAN SEMINAR ILMIAH OLEH : JULIANA SARI MOELYONO NRP

PENGARUH KONSENTRASI STABILIZED CALCIUM CARBONATE 140 TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SUSU BERAS MERAH-KEDELAI SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI KALSIUM KARBONAT TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SUSU BERAS MERAH-KEDELAI PROPOSAL SKRIPSI

PEMANFAATAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinaceae L.) DALAM PEMBUATAN BUBUR INSTAN DENGAN PENCAMPURAN TEPUNG TEMPE SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. beragam. Penyediaan bahan pangan sesuai potensi daerah masingmasing

Food Science and Culinary Education Journal

PENGARUH PENGGUNAAN GUMPALAN PROTEIN SUSU (CURD) TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN GIZI STICK CURD

PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG KULIT ARI BIJI KEDELAI SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI TERHADAP KUALIITAS CHOUX PASTRY KERING

PEMBUATAN CAKE TANPA GLUTEN DAN TELUR DARI TEPUNG KOMPOSIT BERAS KETAN, UBI KAYU, PATI KENTANG, DAN KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN HIDROKOLOID


Automotive Science and Education Journal

Edu Elektrika Journal

Food Science and Culinary Education Journal

EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN SENSORI ROTI DARI TEPUNG KOMPOSIT BERAS, UBI KAYU, KENTANG DAN KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN XANTHAN GUM

Food Science and Culinary Education Journal

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .

KADAR PROTEIN, SIFAT FISIK DAN DAYA TERIMA KULIT BAKPIA YANG DISUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG NASKAH PUBLIKASI

SIFAT ORGANOLEPTIK ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN JUS WORTEL (Daucus carotal.)

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jagung merupakan palawija sumber karbohidrat yang memegang peranan penting kedua setelah beras.

Food Science and Culinary Education Journal

KARAKTERISASI SIFAT FISIKO-KIMIA DAN SENSORI COOKIES DARI TEPUNG KOMPOSIT (BERAS MERAH, KACANG MERAH DAN MOCAF)

Food Science and Culinary Education Journal

SNACK BAR RENDAH FOSFOR DAN PROTEIN BERBASIS PRODUK OLAHAN BERAS

Food Science and Culinary Education Journal

BAB I PENDAHULUAN. Mie merupakan jenis makanan hasil olahan tepung yang sudah. dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mie juga merupakan

SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pangan. Oleh : SISKA SANITA

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2016

Food Science and Culinary Education Journal

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

DAYA TERIMA DAN MUTU GIZI COOKIES BEKATUL ACCEPTABILITY AND NUTRITIONAL QUALITY OF RICE BRAN COOKIES

PENGARUH PENAMBAHAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas Var. Ayamurasaki) TERHADAP KARAKTERISTIK SUMPING S K R I P S I

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

TINJAUAN PUSTAKA. berat kering beras adalah pati. Pati beras terbentuk oleh dua komponen yang

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG

PEMBUATAN SPONGE CAKE BEBAS GLUTEN DARI TEPUNG KOMPOSIT BERAS KETAN, UBI KAYU, PATI KENTANG, DAN KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN HIDROKOLOID

PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DAN UJI ORGANOLEPTIK PRODUK OLAHAN MAKANAN DENGAN BAHAN DASAR KENTANG DAN UBI JALAR

1 I PENDAHULUAN. yang cukup baik terutama kandungan karbohidrat yang tinggi.

BAB I PENDAHULUAN. antara lain serealia, palmae, umbi-umbian yang tumbuh subur di hampir

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SUKUN (Artocarpus altilis) DALAM PEMBUATAN MIE BASAH TERHADAP KOMPOSISI PROKSIMAT, ELASTISITAS DAN DAYA TERIMA

Perubahan Nilai Gizi Tempe Berbahan Baku Kedelai (Glycine max L. Merr) var. Grobogan dengan Penambahan Tepung Belut dan Variasi Konsentrasi Usar

I. PENDAHULUAN. Pangan fungsional adalah pangan yang kandungan komponen aktifnya dapat

Automotive Science and Education Journal

1 I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Waktu dan Tempat Penelitian.

KARAKTERISTIK SNACK BARS BERBAHAN DASAR TEPUNG KACANG HIJAU DAN PISANG LOKAL SKRIPSI. Oleh MUHAMMAD DHANY ISMAIL

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG (Zea mays L.) DALAM PEMBUATAN COOKIES. ABSTRACT

PENGARUH PENGGUNAAN SARI JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia) SEBAGAI KOAGULAN DALAM PEMBUATAN TAHU BIJI SAGA (Adenanthera Pavonina Linn)

SIFAT KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN PERMEN KERAS (Hard Candy) SARI BUAH PALA (Myristica fragrans houtt famili myristicaseae)

BAB I PENDAHULUAN. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap konsumsi tepung. terigu cukup tinggi. Berbagai produk pangan yang diolah menggunakan

PENGARUH KONSENTRASI CARBOXY METHYL CELLULOSE DAN KONSENTRASI GULA TERHADAP MUTU SELAI JAGUNG

Disusun Oleh. Devie Triyanaa J FAKULTAS

UJI DAYA TERIMA ROTI TAWAR DENGAN MODIFIKASI TEPUNG JAGUNG DAN KENTANG DAN KONTRIBUSINYA DALAM PEMENUHAN KECUKUPAN ENERGI PADA ANAK SD

PENGARUH PENGGUNAAN BUBUR BUAH LABU KUNING KUKUS SEBAGAI FAT REPLACER TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK REDUCED FAT COOKIES JAGUNG

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SUJU DRINK SUSU JAGUNG SEBAGAI SUSU ALTERNATIF BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS BIDANG KEGIATAN :

PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG TINGGI SERAT DARI AMPAS BENGKUANG DAN AMPAS JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KUE KERING

FORMULASI COOKIES DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG MERAH DAN TEPUNG KEDELAI : EVALUASI SIFAT SENSORIS, FISIK, DAN KIMIA SKRIPSI

COOKIES DIET APRANATA SEMARANG SKRIPSI. Oleh :

PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG KOMPOSIT PROTEIN TINGGI DARI JAGUNG

BAB I PENDAHULUAN. Menurut WHO Tahun 2013, diperkirakan 347 juta orang di dunia menderita

Fashion and Fashion Education Journal

Food Science and Culinary Education Journal

3.1. Produk Biskuit Brokoli dan Jambu Biji Fresh dan Bubuk B1 B2 B3 B4

ABSTRAK. Kata kunci : puree labu kuning, tapioka, bika ambon.

PENGARUH PROPORSI TERIGU DAN TAPIOKA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK BANDENG SKRIPSI

ANALISIS SIFAT FISIKO- KIMIA PENGOLAHAN BMC INSTANT DALAM RANGKA PENANGGULANGAN GIZI BURUK DI PEDESAAN. Oleh : Nataliningsih

EVALUASI SIFAT KIMIA DAN SENSORI MENIR JAGUNG INSTAN TINGGI PROTEIN SELAMA PENYIMPANAN

Effect of Substitution Soy Flour and Flour Anchovy towards Protein and Calcium Crackers

PENGARUH LAMA PENGERINGAN KENTANG DAN PERBANDINGAN TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KENTANG TERHADAP MUTU COOKIES KENTANG

Journal of Mechanical Engineering Learning

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Adhita Dwi Septiani, 2014

I PENDAHULUAN. selain sebagai sumber karbohidrat jagung juga merupakan sumber protein yang

Pengaruh Ekstrak Rosella Terhadap Kualitas Es Krim Susu Kedelai

PENDAHULUAN. (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran,

PENGARUH SUBSTITUSI PARSIAL TELUR DENGAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI DAN KONSENTRASI EMULSIFIER TERHADAP KARAKTERISTIK CAKE BERAS SKRIPSI

PEMANFAATAN BEKATUL DAN TEPUNG JAGUNG SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN KUE KERING (COOKIES) MAKALAH KOMPREHENSIF

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG

PENGENALAN DKBM (TKPI) & UKURAN RUMAH TANGGA (URT) Rizqie Auliana, M.Kes

OLEH : GLADYS AMANDA WIJAYA

SUSU SAGA (Adenanthera pavonina) INSTAN BERPROTEIN BERDASARKAN SUHU PENGOVENAN

I. PENDAHULUAN. nasional. Pembangunan pertanian memberikan sumbangsih yang cukup besar

PENGARUH PROPORSI EKSTRAK ROSELA DAN STRAWBERRY TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SIRUP ROSELA-STRAWBERRY SKRIPSI OLEH: ELVANA_

SUBSTITUSI TERIGU DENGAN TEPUNG LABU KUNING TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK MUFFIN

Penelitian akan dilaksanakan di R.S.U Dr. Pirngadi Medan pada bulan Januari 2014 Juli 2015.

Automotive Science and Education Journal

STUDI PENGARUH TEPUNG KOMPOSIT BIJI-BIJIAN DAN KONSENTRASI PENSTABIL TERHADAP MUTU MAKANAN PENDAMPING ASI-BISKUIT SKRIPSI. Oleh :

PEMANFAATAN WORTEL (Daucus carota) DALAM PEMBUATAN MIE BASAH SERTA ANALISA MUTU FISIK DAN MUTU GIZINYA

Transkripsi:

FSCEJ 2 (1) (2013) Food Science and Culinary Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/fsce NASI JAGUNG INSTAN BERPROTEIN SEBAGAI MAKANAN POKOK ALTERNATIF UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS Mikha Riandani Jurusan Teknik Jasa Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima Agustus 2013 Disetujui September 2013 Dipublikasikan Oktober 2013 Keywords: corn instant rice, corn, and soybeans Abstrak Nasi jagung instan berprotein sebagai makanan pokok alternative untuk penderita diabetes mellitus merupakan nasi jagung yang dibuat denganpenambahankedelaisebagaisumber protein, jagung merupakan sumber makanan pokok yang memiliki kandungyan karbohidrat lebih rendah di bandingkan beras, sehingga tidak beresiko menaikan kadar gula darah. Peneliti membuat Nasi jagung instan berprotein dengan penambahan kedelai untuk menambah protein di dalamnya dan kedelai juga berfungsi untuk meningkatkan variasi rasa pada nasi jagung instan tersebut. Penelitian pembuatan Nasi jagung instan berprotein bertujuan untuk mengetahui kualitas inderawi Nasi jagung instan berprotein eksperimen ditinjau dari aspek warna, rasa, aroma, dan tekstur. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis varian klasivikasi tunggal. Variabel bebas yang digunakan adalah Nasi jagung instan berprotein 5%, 15% dan 25%.. Hasil penelitian uji inderawi menunjukkan adanya perbedaan nyata terhadap aspek warna, rasa, tekstur, danaspek aroma pada ketiga sampel. Nasi jagung instan berprotein yang memiliki kualitas terbaik adalah Nasi jagung instan berprotein dengan penambahan kedelai 5%. Saran dari peneliti adalah perlu adanya pempublikasian Nasi jagung instan berprotein sebagai makanan pokok alternative untuk penderita diabetes mellitus dengan penambahan kedelai. Perlu adanya pengembangan makanan dari jagung serta kedelai untuk makanan bagi penderita diabetes mellitus, dengan mengolah menjadi berbagai macam makanan lainnya, dengan mengolah menjadi berbagai produk makanan lainnya Abstract Instant rice protein maize as a staple food for people with diabetes mellitus alternative is corn rice made with the addition of soy protein as sumbe. Rice researchers make instant corn with the addition of soy protein to add soy protein in it and also serves to increase the variety of flavors on the instant corn rice. Research making instant rice protein maize aims to determine the se nsory quality of instant rice protein maize experimental results in terms of the aspects of color, taste, aroma, and texture. Data analysis techniques in use are single klasivikasi variance analysis. The independent variables used were corn instant rice protein 5%, 15% and 25%.. The results of sensory test showed significant differences on aspects of color, taste, texture, and aroma aspect in all three samples. Rice instant corn flour that has the best quality breadfruit is instant corn rice soy protein with the addition of 5%. Advice from researchers is the need for publication of instant rice protein maize as a staple food for people with diabetes mellitus alternative with the addition kedelai.perlu the development of corn and soybean meal for food for people with diabetes mellitus, by processing a variety of other foods, by processing a variety of other food products. 2013 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung E10 Lantai 2 FT Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: journal.tjp@gmail.com ISSN 2252-6587 10

PENDAHULUAN Jagung merupakan tanaman palawija yang berumur pendek, sehingga cepat mendatangkan hasil (Sugeng, 2001: 42). Dibandingkan dengan beras, kadar berbagai zat gizi di dalam jagung pada umumnya sedikit lebih tinggi, namun demikian pengolahan dan lebih sulit daripada beras (Achmad, 2009: 99). Tanaman jagung mempunyai nama botani Zea mays L. Kandungan gizi yang terdapat didalam jagung juga cukup tinggi yaitu sebagai mana di jelaskan pada table di bawah ini Tabel 1. Kandungan Komponen gizi dalam 100 g Jagung Kuning o 0 1 N Komponen adar K 1 Air (g) 2 4 2 Kalori (kal) 3 07 3 Protein (g) 7,9 4 Lemak (g) 3,4 5 Karbohidrat 6 (g) 3,6 6 Ca (mg) 9 7 P (mg) 1 48 8 Fe (mg) 2,1 9 Vitamin A 4 (SI) 40 1 Vitamin B1 0 (mg),33 1 (mg) Vitamin C 0 ( Retno Arianingrum, 2008: 7) Dengan demikian jagung dapat dijadikan sebagai sumber sumber makanan pokok pengganti beras. Namun, pembuatan nasi jagung memerlukan proses yang lama, karena pembuatan nasi jagung bertahap, tentunya menjadi faktor Nasi jagung baik dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Karena penderita diabetes mellitus tidak diperkenankan mengkonsumsi nasi yang berasal dari beras dalam jumlah banyak disebabkan nasi yang berasal dari beras penghambat utama sehingga malas untuk memasak nasi jagung. Karena hal tersebut, timbulah pemikiran untuk memformulasikan nasi jagung yang cepat masak dengan tujuan untuk mempercepat waktu pemasakan mengandung indeks glikemik yang tinggi yang dapat mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Maka dari itu di perlukan sumber makanan pokok pengganti nasi, salah satunya adalah nasi jagung, karena nasi jagung mengandung 11

indeks glikemik yang rendah daripada nasi dari beras. Untuk meningkatkan variasi dari olahan nasi jagung instan tersebut diperlukan penambahan sumber protein dan penderita diabetes mellitus harus mencapai asupan protein yang memenuhi, tapi tidak melebihi (Joni J. Pagenkemper: 2012), sumber potein tersebut salah satunya adalah kedelai, kedelai adalah bahan makanan yang memiliki kandungan komposisi proksimat kedalai per 100 gram adalah air 8,5 gram, energi 416 Kkal, protein 35,5 gram, Lemak (lipid total) 19,9 gram, karbohidrat 30,2 mg, serat 9,3 gram, abu 4,9 gram (Deddy Muchtadi, 2010: 66). Penambahan kedelai pada nasi jagung instan berprotein bertujuan untuk meningkatkan kandungan METODE PENELITIAN Objek penelitian dalam penelitian ini adalah nasi jagung instan berprotein dengan penambahan kedelai 5%, 15% dan 25%. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasarkan pada ciri-ciri tertentu yang diperkirakan dapat memperoleh hasil yang sesuai atau mendekati kriteria yaitu dalam pembuatan nasi jagung instan berprotein. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling yaitu teknik penentuan yang dalam pengambilan sampelnya dilakukan secara acak. dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah, Nasi jagung instan dengan penambahan kedelai putih 5%, 15% dan 25%. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah : 1) Mutu atau kualitas inderawi dari nasi jagung instant berprotein hasil eksperimen meliputi indikator warna, protein dan serat di dalamnya dan memberikan variasi rasa dari nasi jagung instan tersebut, dengan prosentase 5%, 15%, dan 25%. Berdasarkan pemikiran di atas, maka peneliti tertarik untuk mengangkatnya kedalam penelitian dengan judul penelitian Nasi Jagung instant berprotein sebagai makanan pokok alternatif untuk penderita Diabetes Melitus Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui kualitas nasi jagung instan berprotein dengan penambahan kedelai 5%, 15%, dan 25%, Untuk mengetahui profil kesukaan masyarakat terhadap nasi jagung instan berprotein hasil eksperimen, Untuk mengetahui kadar protein dan serat pada nasi jagung hasil eksperimen terbaik aroma, rasa, dan tekstur. 2) Mutu organoleptik dari nasi jagung instant berprotein hasil eksperimen dengan indikator berupa tingkat kesukaan. 3) Kadar Protein dan serat dari nasi jagung instant berprotein. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah penambahan bahanbahan yang digunakan, pengendalian peralatan yang digunakan, penimbangan bahan, proses pembuatan, ukuran, jumlah air serta suhu dan lama pengukusan dimana semua variabel dikondisikan sama. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah one-shot case study. desain ini sangat sederhana. Peneliti hanya mengadakan treatment satu kali yang diperkirakan sudah mempunyai pengaruh. Metode penilaian yang digunakan ada 2, yaitu penilaian subyektif dan penilaian obyektif. Penilaian subyektif dilakukan dengan uji inderawi menggunakan panelis agak terlatih yang berjumlah 16 orang, dan uji kesukaan menggunakan panelis tidak terlatih dengan jumlah 80 orang penderita 12

diabetes mellitus yang merupakan pasien rawat jalan Puskesmas 1 Purwonegoro. Penilaian obyektif yaitu dengan penilaian kandungan gizi yang meliputi kandungan protein dan serat. Untuk hasil uji inderawi data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Analisis Klasifikasi Tunggal, sedangkan untuk uji kesukaan menggunakan analisis deskriptif prosentase. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Inderawi Uji inderawi dilakukan oleh 16 orang panelis agak terlatih untuk menilai ketiga nasi jagung instan hasil eksperimen berdasarkan aspek warna, rasa, aroma, dan tekstur. Adapun deskripsi data per aspek berdasarkan penilaian dari masingmasing panelis agak terlatih (dalam bentuk skor bulat) dipaparkan sebagai berikut: Warna, hasil uji inderawi berdasarkan indikator warna menunjukkan bahwa selisih rerata skor antara sampel 137 dengan sampel adalah 0,1, selisih rerata skor antara sampel 137 dengan sampel adalah 1,06, dan selisih rerata skor antara sampel dengan sampel adalah 0,63. Untuk mempermudah dan memperjelas dapat dilihat pada grafik digram batang rerata skor seperti pada gambar berikut ini : Rasa, hasil uji inderawi berdasarkan indikator rasa menunjukan bahwa selisih rerata skor lebih besar dibandingkan nilai pembandingnya yaitu 0,77. Pada sampel 137 dengan sampel dan sampel dan menunjukkan tidak berbeda nyata. Pada sampel 137 dengan sampel menujukkan adanya berbeda nyata. Untuk mempermudah dan memperjelas dapat dilihat pada grafik digram batang rerata skor seperti pada gambar berikut ini: Aroma, hasil uji inderawi berdasarkan indikator aroma menunjukan bahwa selisih rerata skor lebih besar dibandingkan nilai pembandingnya yaitu 0,71. Pada sampel 137 dengan sampel 13

menunjukkan berbeda nyata. Sedangkan pada sampel 137 dengan sampel berbeda nyata. Sampel dengan sampel diperoleh selisih rerata lebih kecil dibandingkan nilai pembanding sehingga menunjukkan bahwa sampel tersebut tidak berbeda nyata Untuk mempermudah dan memperjelas dapat dilihat pada grafik digram batang rerata skor seperti pada gambar berikut ini: Tekstur, hasil uji inderawi berdasarkan indikator tekstur menunjukan bahwa selisih rerata skor lebih besar dibandingkan nilai pembandingnya yaitu 0,74. Pada sampel 137 dengan sampel menunjukkan tidak berbeda nyata. Sedangkan pada sampel 137 dengan sampel menunjukan berbeda nyata. Dan dengan sampel diperoleh selisih rerata lebih kecil dibandingkan nilai pembanding sehingga menunjukkan bahwa sampel tersebut tidak beda nyata. Untuk mempermudah dan memperjelas dapat dilihat pada grafik digram batang rerata skor seperti pada gambar berikut ini: Hasil uji Kesukaan Hasil uji kesukaan masyarakat berdasarkan hasil analisis deskriptif prosentase terhadap nasi jagung instan berprotein hasil eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut ini: 14

Tabel 2. Hasil Uji Kesukaan Aspek Sampel Skor Warna 137 311 245 135 Kriteria kesukaan Suka Kurang suka Rasa 137 307 213 167 Suka Kurang suka Aroma 137 Tekstur 137 Hasil analisis deskripsi presentase uji kesukaan dapat disimpulkan bahwa nasi jagung instan berprotein yang paling di sukai masayarakat pada khususnya penderita diabetes pasien rawat jalan Puskesmas 1 Purwonegoro adalah nasi jagung instan berprotein dengan penambahan kedelai sebanyak 5% dengan kode sampel 137. Dari segi warna, nasi jagung instan dengan penambahan 5% dengan kode sampel 137 berwarna kuning, sedangkan nasi jagung instan berprotein dengan penambahan kedelai 15% dengan kode sampel dan nasi jagung instan berprotein dengan penambahan kedelai 25% berwarna kuning agak kecoklatan itu disebabkan semakin banyak penambahan kedelai maka nasi jagung instan yang dihasilkan akan lebih tampak kecoklatan, begitupun aroma, rasa dan tekstur semakin banyak penambahan kedelai maka aromanya akan semakin langu, rasa manis khas jagung semakin tidak nyata, dan teksturnya akan semakin tidak pulen karena kandungan amilosa pada nasi jagung akan semakin berkurang di sebabkan penambahan kedelai tersebut sehingga teksturnya tidak pulen, sehingga tidak disukai oleh masayarakat. Hasil Uji kandungan Gizi Berdasarkan hasil pengujian laboratorium nasi jagung instan berprotein hasil terbaik yaitu nasi jagung instan dengan 304 212 186 302 192 153 Suka Kurang suka suka kurang suka menggunakan penambahan kedelai sebanyak 5% dengan kode sampel 137. Nasi jagung instan berprotein tersebut mengandung protein 7,41% dan mengandung serat sebanyak 0,84%, sedangkan yang tidak ditambahkan kedelai atau penambahan kedelai 0% mengandung protein sebanyak 7,02% dan serat sebanyak 0,68%, dengan Metode uji yang digunakan adalah SNI. 01-2891-1992, Btr. 11. SIMPULAN Nasi jagung instan berprotein ada perbedaan kualitas nasi jagung instan berprotein dengan penambahan kedelai sebanyak 5% (kode sampel 137), 15% (kode sampel ) dan 25% (kode sampel ) Nasi jagung instan dengan penambahan kedelai dilihat dari aspek inderawi yaitu rasa, warna, aroma dan tekstur hasil eksperimen. Nasi jagung hasil eksperimen yang paling disukai oleh masyarkat pada khususnya penderita diabetes mellitus pasien rawat jalan Puskesmas 1 Purwonegoro adalah nasi jagung instan berprotein dengan penambahan kedelai sebanyak 5% dengan kode sampel 137. Nasi jagung instan berprotein hasil eksperimen dengan penambahan kedelai sebanyak 5% (kode sampel 137) mengandung protein sebanyak 7,41% dan serat sebanyak 0,84%. 15

UCAPAN TERIMA KASIH 1. Dosen beserta staf akademisi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang telah membantu yang telah membantu dalam penyelesaian penelitian ini. 2. Panelis atas partisipasinya dalam penelitian ini DAFTAR PUSTAKA Achmad. 2009. Ilmu Gizi 2. Jakarta: PT. Dian Rakyat Deddy. 2010. Kedelai komponen untuk kesehatan. Bandung: Cv. Alfa Beta Sugeng. 2009. Bercocok Tanam Palawija. Semarang: CV. Aneka Ilmu..2013. Panduan implementasi publikasi karya ilmiah. Semarang: Unnes press Joni J. 2012. Diabetes Mellitus. http://link.springer.com/chapter/10.10 07/978-1-59745-032-4_6 (Diunduh Juli 2013) Liang Yu. 2012. Twin-screw Extrusion of Corn Flour and Soy Protein Isolate (SPI) Blends: A Response Surface Analysis. http://link.springer.com/article/10.100 7/s11947-009-0294-8. (Diunduh Juli 2013) 16