BERITA RESMI STATISTIK

dokumen-dokumen yang mirip
BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENURUT SUB SEKTOR BULAN OKTOBER 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA JULI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MARET 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN FEBRUARI 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA APRIL 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA OKTOBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA NOVEMBER 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU APRIL 2015

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2016 SEBESAR 102,57

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JULI 2016 SEBESAR 104,57

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MARET 2017

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU OKTOBER 2015 SEBESAR 94,11 ATAU NAIK 1,13 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JANUARI 2017 SEBESAR 102,22

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU NOVEMBER 2016 SEBESAR 100,62 ATAU NAIK 0,97 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU APRIL 2017 SEBESAR 103,10 ATAU TURUN 0,38 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN MEI 2012

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN OKTOBER 2016 SEBESAR 105,26

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN APRIL 2016 SEBESAR 102,90

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU MEI 2015 SEBESAR 95,24 ATAU TURUN 1,24 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2017 SEBESAR 101,32

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN APRIL 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN MEI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI 2015

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JUNI 2015 SEBESAR 96,24 ATAU NAIK 1,05 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN APRIL 2016

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN AGUSTUS 2017 SEBESAR

2. Indeks Harga Dibayar Petani (Ib)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN FEBRUARI 2013

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN FEBRUARI 2017 NAIK 0,60 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN AGUSTUS 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JULI 2017

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JANUARI 2017 SEBESAR 102,94 ATAU NAIK 0,69 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN OKTOBER 2016 TURUN -0,27 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JULI 2015 SEBESAR 94,74 ATAU TURUN 1,56 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN NOVEMBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN MEI 2017 TURUN -0,26 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2016.

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN JUNI 2014

Transkripsi:

BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014 Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat Menurut Sub Sektor Bulan Desember 2013 Penghitungan Nilai Tukar Petani Bulan Desember 2013 telah menggunakan tahun dasar baru (2012=100) dimana sebelumnya menggunakan tahun dasar (2007=100). Pergantian tahun dasar (2007=100) menjadi (2012=100) disebabkan karena paket komoditas dan diagram timbang NTP tahun dasar (2007=100) diperkirakan sudah tidak sesuai lagi untuk menggambarkan keadaan sekarang ini secara tepat yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan teknologi, iklim/cuaca, pendapatan petani dan perubahan permintaan komoditas serta perubahan sikap masyarakat atas komoditas yang dihasilkan petani yang berdampak terhadap pola tanam dan konsumsi petani Berdasarkan hasil penghitungan NTP dengan tahun dasar (2012=100), pada bulan Desember 2013, Nilai Tukar Petani Padi & Palawija (NTPP) tercatat sebesar 97,81, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 100,82, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 95,00, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPPT) 107,37 dan Nilai Tukar Petani Nelayan (NTN) 97,61. Untuk Nilai Tukar Petani Nelayan (NTN) dirinci untuk NTP Perikanan Budidaya tercatat 97,13 dan Nilai Tukar Perikanan Tangkap tercatat 97.92 Secara gabungan, Nilai Tukar Petani Provinsi NTB sebesar 100,18. Ini berarti mengalami penurunan 0,44 persen bila dibandingkan dengan bulan Nopember 2013 dengan Nilai Tukar Petani sebesar 100,62. Nilai Tukar Usaha Pertanian Provinsi NTB yang diperoleh dari hasil bagi antara indeks yang diterima petani dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM), untuk bulan Desember 2013 tercatat 101,82 yang berarti mengalami penurunan 0,01 persen dibandingkan bulan Nopember 2013 dengan Nilai Tukar Usaha Pertanian 101,82. Nilai Tukar Petani (NTP) Tanpa Ikan Provinsi NTB pada bulan Desember 2013 tercatat 97,86 (turun 0,19 persen) dibandingkan NTP Tanpa Ikan bulan Nopember 2013 sebesar 98.05. Sedangkan Nilai Tukar Usaha Pertanian Tanpa Ikan Provinsi NTB bulan Desember 2013 tercatat 101,66 (meningkat 0,28 persen) dibandingkan bulan Nopember 2013 yakni sebesar 101,38. Dari 33 Provinsi yang dilaporkan pada bulan Desember 2013, sebanyak 23 Provinsi mengalami peningkatan NTP dan 10 Provinsi mengalami penurunan NTP. Peningkatan tertinggi NTP bulan Desember 2013 terjadi di Jambi yaitu sebesar 1,85 persen, karena indeks yang diterima naik hingga 1,97 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Kepri yaitu sebesar 0,74 persen, karena indeks yang diterima petani turun sampai dengan 0,44 persen. Pada bulan Desember 2013, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 0,69 persen. Inflasi terjadi karena peningkatan pada enam kelompok indeks konsumsi rumah tangga yaitu: bahan makanan (1,29 %), kesehatan (0,55 %), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,34 %), perumahan (0,20 %), transportasi dan komunikasi (0,20 %) dan penddidikan, rekreasi & olahraga (0,03 %). Sedangkan satu kelompok indeks mengalami penurunan yakni sandang (-0,42 %). Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014 1

201312 201311 201311 201310 201309 201308 201307 201306 201305 201304 201303 201302 201301 201212 201211 201210 201209 201208 201207 201206 201205 201204 201203 201202 201201 201112 201111 201110 201109 201108 201107 201106 201105 201104 201103 201102 201101 Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 8 Kabupaten di Provinsi NTB, NTP berfluktuasi setiap bulannya selama periode April 2008 Nopember 2013 dengan tahun dasar (2007=100). NTP Provinsi NTB pada bulan Desember 2013 dengan tahun dasar (2012=100) berada diatas 100 (tercatat 100,18) yang berarti petani mengalami peningkatan daya belinya, karena kenaikan harga produksi relatif lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. Grafik 1 NTP Provinsi NTB Januari 2011 Nopember 2013 (2007=100) dan Nopember Desember 2013 (2012=100) NTP NTP NOP (2012=100), 100.62 NTP DES (2012=100), 100.18 98.00 96.66 96.5 96.64 96.83 96.32 96.4 96.32 95.9 95.53 96.13 95.83 95.45 95.60 95.53 95.65 94.78 95.22 94.84 95.09 94.92 94.62 94.38 94.22 93.11 93.00 94.09 93.88 Tahun Bulan NTP pada bulan Desember 2013 dengan tahun dasar (2012=100) mengalami penurunan sebesar 0,44 persen bila dibandingkan dengan NTP Nopember 2013 dengan tahun dasar (2012=100) yaitu dari 100,62 turun menjadi 100,18. Hal ini disebabkan karena tingkat peningkatan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,09 % lebih rendah dibandingkan dengan tingkat peningkatan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,52 %. Indeks konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan sebesar 0,69 %, sedangkan indeks BPPBM mengalami peningkatan sebesar 0,09 %. Dari Tabel 1 nampak bahwa selama bulan Nopember Desember 2013, kemampuan daya beli petani horikultura dan petani ternak di Provinsi NTB di atas 100 (cukup baik). Sedangkan kemampuan daya beli petani yang paling rendah pada bulan Desember 2013 di provinsi NTB adalah pada sub sektor perkebunan rakyat dengan NTP sebesar 95,00. 2 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014

Tabel 1 Nilai Tukar Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat Per Subsektor Desember 2013 (2012=100) 1. Tanaman Pangan Bulan Subsektor Persentase Perubahan Nopember 2013 Desember 2013 (1) (2) (3) (4) a. Indeks yang Diterima (It) 105,43 105,60 0,16 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 107,41 107,96 0,51 c. Nilai Tukar Petani (NTPP) 98,16 97,81-0,35 2. Hortikultura a. Indeks yang Diterima (It) 107,92 109,18 1,17 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 107,65 108,30 0,60 c. Nilai Tukar Petani (NTPH) 100,25 100,82 0,57 3. Tanaman Perkebunan Rakyat a. Indeks yang Diterima (It) 104,07 103,14-0,90 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 107,91 108,57 0,61 c. Nilai Tukar Petani (NTPR) 96,45 95,00-1,50 4. Peternakan a. Indeks yang Diterima (It) 114,59 114,57-0,02 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 106,21 106,71 0,47 c. Nilai Tukar Petani (NTPT) 107,89 107,37-0,48 5. Perikanan a. Indeks yang Diterima (It) 103,68 103,98 0,28 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 106,11 106,52 0,39 c. Nilai Tukar Petani (NTN) 97,72 97,61-0,11 Gabungan a. Indeks yang Diterima (It) 107,84 107,93 0,09 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 107,17 107,73 0,52 -Konsumsi Rumah Tangga 107,71 108,46 0,69 -BPPBM 105,90 106,00 0,09 c. Nilai Tukar Petani (NTP) 100,62 100,18-0,44 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014 3

201312 201311 1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Desember 2013 dengan tahun dasar (2012=100), Provinsi NTB secara gabungan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami peningkatan sebesar 0,09 persen dibandingkan dengan It Nopember 2013, yaitu dari 107,84 menjadi 107,93, dimana indeks yang diterima subsektor Hortikultura, Tanaman Pangan dan Perikanan mengalami peningkatan It masing-masing sebesar 1,17 persen, 0,16 pesen dan 0,28 persen. 2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada bulan Desember 2013 dengan tahun dasar (2012=100), di Provinsi NTB indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,52 persen bila dibandingkan Nopember 2013, dimana indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) meningkat sebesar 0,09 persen dan indeks konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan sebesar 0,69 persen. Grafik 2 Indeks Diterima dan Indeks Dibayar Petani Provinsi NTB Nopember-Desember 2013 (2012=100) BPPBM; 106,00 KRT; 108,46 Indeks Dibayar; 107,73 Indeks Diterima; 107,93 BPPBM; 105,90 KRT; 107,71 Indeks Dibayar; 107,17 Indeks Diterima; 107,84 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Indeks Diterima Indeks Dibayar KRT BPPBM 4 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014

3. NTP Subsektor a. Subsektor Tanaman Pangan / Padi & Palawija (NTPP) Pada bulan Desember 2013 NTPP terjadi penurunan sebesar 0,35 persen, hal ini disebabkan karena tingkat peningkatan indeks yang diterima petani sebesar 0,16 persen lebih rendah dibandingkan tingkat peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,51 persen. Indeks harga yang diterima petani padi untuk bulan Desember 2013 mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen sedangkan palawija mengalami peningkatan sebesar 0,41 persen. Peningkatan indeks yang diterima petani palawija disebabkan antara lain oleh peningkatan harga jagung, kedelaidan kacang tanah. Peningkatan indeks yang dibayar (Ib) disebabkan oleh peningkatan indeks Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,66 persen dan peningkatan indeks BPPBM sebesar 0,13 persen. Peningkatan indeks sub kelompok BPPBM disebabkan antara lain oleh peningkatan harga bibit kacang tanah, pupuk daun, pupuk urea, herbisida, rodentisida, kawat, sewa traktor tangan, sewa penyemprotan hama, biaya servis motor, ongkos angkutbensin eceran, oli, ban luar motor,cangkul, arit/sabit, pompa/mesin penyedot air, upah pengeringan, upah mencangkuldan upah menyiangi. b. Subsektor Hortikultura (NTPH) Pada bulan Desember 2013, Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Hortikultura (NTPH) dilaporkan terjadi peningkatan sebesar 0,57, hal ini disebabkan karena tingkat peningkatanindeks yang diterima petani sebesar 1,17 persen lebih tinggi dibandingkan tingkat peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,60 persen. Indeks yang diterima (It) sub kelompok sayur-sayuran mengalami peningkatan sebesar 2,09 persen yang disebabkan antara lain oleh peningkatan harga bawang daun, bawang merah, buncis, cabe rawit, kacang panjang, kangkung, kentang, melinjo, sawi, terung, tomat dan wortel. Indeks yang diterima (It) sub kelompok buah-buahan mengalami peningkatan sebesar 0,09 persen yang antara lain disebabkan oleh peningkatan harga alpukat, langsat, jeruk siam/keprok, pepaya, rambutan, sawo, manggisdan jeruk besar. Peningkatan indeks yang dibayar (Ib) disebabkan oleh peningkatan indeks Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,68 persen dan peningkatan indeks subkelompok BPPBM sebesar 0,25 persen yang dipengaruhi antara lain oleh peningkatan harga bibit cabai, bibit nanas, pupuk perangsang buah, pupuk kandang, obat perekat/lem, pupuk daun,pupuk urea, fungisida, herbisida, kayu balok, sewa traktor tangan, pompa/mesin penyedot air, terpal, upah mencangkul, upah menanam dan upah menyiangi. c. Subsektor Perkebunan Rakyat (NTPR) Pada bulan Desember 2013 NTPR terjadi penurunan sebesar 1,50 persen, hal ini disebabkan karena terjadi penurunan indeks yang diterima petani sebesar 0,90 persen dan dilain sisi terjadi peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,61 persen. Penurunan indeks yang diterima petani disebabkan antara lain karena penurunan harga kopi, cengkeh, tembakau, biji mete, kemiri dan jarak. Peningkatan indeks yang dibayar petani disebabkan karena peningkatan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,74 persen sedangkan indeks BPPBM tidak mengalami perubahan. Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014 5

d. Subsektor Peternakan (NTPT) Pada bulan Desember 2013, NTPT mengalami penurunan sebesar 0,48 persen, hal ini disebabkan karena terjadi penurunan indeks yang diterima petani sebesar 0,02 persen dan dilain sisi terjadi peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,47 persen. Penurunan yang terjadi pada indeks yang diterima petani disebabkan karena penurunan harga ayam buras. Peningkatan yang terjadi pada Indeks yang dibayar petani disebabkan peningkatan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,72 persen dan peningkatan indeks BPPBM sebesar 0,02 persen yang antara lain disebabkan oleh peningkatan harga ampas tahu, konsentrat, vitamin, mineral, broiler starter, antibiotik, broiler finisher, vaksin unggas, dedak, rumput segar, jerami dan minyak tanah eceran. e. Subsektor Perikanan (NTN) Pada bulan Desember 2013, NTN mengalami penurunan sebesar 0,11 persen, hal ini disebabkan karena tingkat peningkatan indeks yang diterima petani sebesar 0,28 persen lebih rendah dibandingkan dengan tingkat peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,39 persen. Peningkatan yang terjadi pada indeks yang diterima petani antara lain disebabkan karena peningkatan harga ikan kerapu, rumput laut, udang, bawal, belanak, kapasan, kuniran, peperek, tembang, tongkol, ikan tuna, rajungan dan cumi-cumi. Peningkatan indeks yang dibayar petani disebabkan oleh peningkatan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,64 persen dan peningkatan indeks BPPBM sebesar 0,04 persen, yang antara lain dipengaruhi oleh peningkatan harga batu bateray dan oli/pelumas. 6 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014

1. Tanaman Pangan Bulan Subsektor Persentase Perubahan Nopember 2013 Desember 2013 (1) (2) (3) (4) a. Indeks Diterima Petani 105,43 105,60 0,16 - Padi 104,63 104,68 0,05 - Palawija 107,34 107,79 0,41 b. Indeks Dibayar Petani 107,41 107,96 0,51 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 107,60 108,31 0,66 - Indeks BPPBM 106,95 107,09 0,13 2. Hortikultura a. Indeks Diterima Petani 107,92 109,18 1,17 - Sayur-sayuran 111,20 113,52 2,09 - Buah-buahan 104,20 104,30 0,09 - Tanaman Obat 116,50 116,50 0,00 b. Indeks Dibayar Petani 107,65 108,30 0,60 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 107,78 108,51 0,68 - Indeks BPPBM 107,08 107,34 0,25 3. Tanaman Perkebunan Rakyat a. Indeks Diterima Petani 104,07 103,14-0,90 - Tanaman Perkebunan Rakyat 104,07 103,14-0,90 b. Indeks Dibayar Petani 107,91 108,57 0,61 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 108,43 109,24 0,74 - Indeks BPPBM 105,49 105,49 0,00 4. Peternakan a. Indeks Diterima Petani 114,59 114,57-0,02 - Ternak Besar 115,50 115,50 0,00 - Ternak Kecil 115,15 115,15 0,00 - Unggas 109,48 109,23-0,22 - Hasil Ternak 105,74 105,74 0,00 b. Indeks Dibayar Petani 106,21 106,71 0,47 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 107,43 108,20 0,72 - Indeks BPPBM 104,07 104,09 0,02 5. Perikanan a. Indeks Diterima Petani 103,68 103,98 0,28 - Penangkapan 105,52 105,59 0,06 - Budidaya 100,87 101,52 0,64 b. Indeks Dibayar Petani 106,11 106,52 0,39 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 107,75 108,45 0,64 - Indeks BPPBM 104,10 104,15 0,04 Gabungan Tabel 2 Indeks yang Diterima dan Indeks Yang Dibayar Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat Per Sub Sektor Desember 2013 (2012=100) a. Indeks Diterima Petani 107,84 107,93 0,09 b. Indeks Dibayar Petani 107,17 107,73 0,52 - Konsumsi Rumah Tangga 107,71 108,46 0,69 - BPPBM 105,90 106,00 0,09 \ Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014 7

4. Perbandingan antar Provinsi Dari 33 Provinsi yang dilaporkan, sebanyak 23 Provinsi mengalami peningkatan NTP dan 10 Provinsi mengalami penurunan NTP. Peningkatan tertinggi NTP bulan Desember 2013 terjadi di Jambi yaitu sebesar 1,85 persen, disusul Riau 1,71 persen dan Babel 1,66 persen. Sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Kepri yaitu sebesar 0,74 persen,disusul Yogyakarta 0,57 persen dan NTB 0, 44 persen. 8 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014

Tabel 3 Nilai Tukar Petani Provinsi dan Persentase Perubahannya Desember 2013 (2012=100) Kode Indeks % Perb Indeks % Perb Indeks % Perb (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 11 NAD 105,16 0,86 107,26 0,22 98,04 0,63 12 SUMUT 109,35 1,61 109,78 0,60 99,61 1,00 13 SUMBAR 108,69 0,58 108,51 0,03 100,17 0,55 14 RIAU 106,10 1,97 109,23 0,25 97,14 1,71 15 JAMBI 107,26 1,97 110,33 0,12 97,21 1,85 16 SUMSEL 108,91 0,92 107,98-0,06 100,86 0,98 17 BENGKULU 107,40 1,26 109,50-0,09 98,08 1,35 18 LAMPUNG 110,64 1,01 108,51 0,08 101,97 0,93 19 BABEL 109,14 1,82 108,07 0,16 100,99 1,66 21 KEPRI 107,18-0,44 105,58 0,30 101,52-0,74 31 DKI 109,46 0,34 108,58 0,50 100,81-0,16 32 JABAR 113,23 0,03 108,84 0,27 104,04-0,23 33 JATENG 110,29 0,23 108,48 0,24 101,66-0,01 34 YOGYAKARTA 112,20-0,06 108,78 0,52 103,15-0,57 35 JATIM 113,91 0,20 108,63 0,50 104,85-0,31 36 BANTEN 113,24-0,17 108,01 0,27 104,84-0,43 51 BALI 111,48 0,40 107,84 0,28 103,37 0,13 52 NTB 107,93 0,09 107,73 0,52 100,18-0,44 53 NTT 106,52 0,34 108,78 0,52 97,92-0,18 61 KALBAR 103,99 0,42 108,02 0,30 96,26 0,11 62 KALTENG 110,42 1,41 107,83 0,40 102,41 1,00 63 KALSEL 106,19 1,11 105,72 0,36 100,44 0,75 64 KALTIM 107,03 0,50 108,62 0,20 98,54 0,29 71 SULUT 107,24 0,73 109,20 0,51 98,21 0,22 72 SULTENG 110,26 0,60 107,80 0,39 102,29 0,20 73 SULSEL 112,62 0,56 107,31 0,16 104,95 0,40 74 SULTRA 109,10 0,79 107,08 0,12 101,89 0,67 75 GORONTALO 110,44 0,81 109,27 0,24 101,07 0,56 76 SULBAR 109,43 0,73 106,81 0,25 102,45 0,48 81 MALUKU UTARA 110,58 1,01 109,95 0,61 100,57 0,39 82 MALUKU 108,21 1,30 107,58 0,68 100,59 0,61 91 PAPUA BARAT 108,79 0,49 109,52 0,26 99,33 0,23 94 PAPUA 104,78 0,42 106,30 0,62 98,57-0,19 Nasional Provinsi IT IB NTP 110,55 0,47 108,43 0,33 104,86 0,28 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014 9

5. Indeks Harga Konsumen Perdesaan Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi di wilayah perdesaan. Dari penghitungan indeks konsumsi rumah tangga yang dilaporkan pada bulan Desember 2013 di Provinsi NTB terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,69 persen. Inflasi terjadi karena peningkatan pada enam kelompok indeks konsumsi rumah tangga yaitu: bahan makanan (1,29 %), kesehatan (0,55 %), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,34 %), perumahan (0,20 %), transportasi dan komunikasi (0,20 %) dan penddidikan, rekreasi & olahraga (0,03 %). Sedangkan satu kelompok indeks mengalami penurunan yakni sandang (-0,42 %). Persentase Perubahan Indeks Harga Konsumen Pedesaan Provinsi NTB Desember 2013 (2012=100) Sub Kelompok Nopember 2013 Desember 2013 Perubahan (1) (2) (3) (4) Konsumsi Rumah tangga 107,71 108,46 0,69 - Bahan makanan 109,32 110,74 1,29 - Makanan jadi 103,51 103,85 0,34 - Perumahan 106,41 106,62 0,20 - Sandang 105,26 104,81-0,42 - Kesehatan 105,25 105,82 0,55 - Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga 104,53 104,57 0,03 - Transportasi dan Komunikasi 113,99 114,21 0,20 Pada bulan Desember 2013 dengan tahun dasar (2012=100) terjadi inflasi perdesaan di Provinsi NTB sebesar 0,69 persen yang disebabkan antara lain oleh peningkatan harga beras, jagung ontongan tua, mie instan, daging sapi, ikan ekor kuning, ikan tongkol, udang laut, kakap merah, udang tambak, ikan asin selar, ikan asin sepat, telur itik/bebek, kangkung, kubis/kol, kacang panjang, ketimun, sawi hijau, tauge/kecambah, wortel, jeruk, semangka, kacang tanah, cabai rawit, bawang merah, asam, minyak kelapa, kelapa tua, gado-gado,rokok kretek filter,tembakau, korek api/geretan, ember plastik,karpet, kulkas, rak piring, sapu ijuk, seterika listrik, kipas angin, BH katun, celana dalam,sabun mandi, parfum, shampoo dan buku tulis bergaris. 10 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BARAT Jl. Gunung Rinjani No. 2 Mataram 83125 Tlp. (0370) 621385 Fax. (0370) 623801 E-mail :bps5200@bps.go.id Homepage : http://ntb.bps.go.id Contact person : Kadek Adi Madri, SE Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi NTB Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 04/01/52/Th.VII, 2 Januari 2014 11