CELEBRITY ENDORSEMENT KUKU BIMA ENER-G (Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Konsumen Terhadap Celebrity Endorsement Kuku Bima Ener-G Pada Karyawan Pabrik Ambassador Garmindo) NASKAH PUBLIKASI ILMIAH MAULANA EKA PRASETYA L100070012 PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012
1 A. Judul CELEBRITY ENDORSEMENT KUKU BIMA ENER-G (Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Konsumen Terhadap Celebrity Endorsement Kuku Bima Ener-G Pada Karyawan Pabrik Ambassador Garmindo) B. Nama & NIM Maulana Eka Prasetya L100070012 rangerorange3@gmail.com C. Fakultas Fakultas Komunikasi dan Informatika Program Studi Ilmu Komunikasi D. Abstraksi MAULANA EKA PRASETYA, L100070012. CELEBRITY ENDORSEMENT KUKU BIMA ENER-G (Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Konsumen Terhadap Celebrity Endorsement Kuku Bima Ener-G Pada Karyawan Pabrik Ambassador Garmindo). Skripsi. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta 2012. Pada dasarnya tujuan periklanan adalah mengubah atau mempengaruhi sikap-sikap khalayak, dalam hal ini tentunya adalah sikap-sikap konsumen. Periklanan melayani banyak tujuan dan banyak pula pemakainya, mulai dari perorangan yang memasang iklan mini di surat kabar daerah hingga perusahaan besar yang memanfaatkan jaringan televisi untuk memperdagangkan merekmerek populer kepada jutaan pemirsa. Iklan televisi bisa ditayangkan hingga beberapa kali dalam sehari sampai dipandang cukup bermanfaat yang memungkinkan sejumlah masyarakat untuk menyaksikannya. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap celebrity endorsement Kuku Bima Ener-G pada Karyawan Pabrik Ambassador Garmindo. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang telah menyaksikan penayangan iklan Kuku Bima Ener-G. Responden dalam penelitian ini adalah para karyawan PT. Ambassador Garmindo, sebanyak 97 orang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan metode deskriptif yakni penelitian yang mengembangkan konsep dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesa. Pada penelitian ini peneliti menggunakan 3 indikator untuk mengukur persepsi yaitu Daya Tarik, Kecocokan dan Kredibilitas. E. Kata Kunci Persepsi, Celebrity Endorser, Konsumen
F. Lembar Pengesahan 2
3 G. Pendahuluan 1. Latar Belakang Permasalahan Periklanan adalah bagian dari kehidupan industri modern, dan hanya bisa ditemukan di negara-negara maju atau negara yang tengah mengalami perkembangan ekonomi secara pesat. Periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada para calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurahmurahnya (Jefkins, 2006: 5). Pada dasarnya tujuan periklanan adalah mengubah atau mempengaruhi sikap-sikap khalayak, dalam hal ini tentunya adalah sikap-sikap konsumen. Periklanan melayani banyak tujuan dan banyak pula pemakainya, mulai dari perorangan yang memasang iklan mini di surat kabar daerah hingga perusahaan besar yang memanfaatkan jaringan televisi untuk memperdagangkan merek-merek populer kepada jutaan pemirsa. Iklan televisi bisa ditayangkan hingga beberapa kali dalam sehari sampai dipandang cukup bermanfaat yang memungkinkan sejumlah masyarakat untuk menyaksikannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pemasar dalam meningkatkan efektivitas periklanan adalah dengan menciptakan daya tarik iklan melalui para figur masyarakat dan selebritis. Figur masyarakat antara lain adalah tokoh, atlet atau ilmuwan. Sedangkan selebritis adalah seorang pribadi yang berasal dari kalangan tokoh, aktor, aktris, entertainer maupun atlet yang dikenal masyarakat untuk mendukung suatu produk. Penggunaan figur masyarakat maupun selebritis sebagai brand endorser tersebut diharapkan mampu mempengaruhi keputusan konsumen dalam pemilihan produk. Sebagian besar pemasar menghabiskan uangnya dalam setahun untuk mengontrak selebriti dengan didasarkan bahwa selebriti mampu meyakinkan produk atau merek yang dibicarakan. Saat ini celebrity endorsement dipandang sebagai industri miliaran dolar. Berbagai perusahaan yang menandatangani kesepakatan dengan selebriti diharapkan mampu mendongkrak positioning yang unik dan relevan dalam benak Konsumen. Hal ini diketahui bahwa celebrity endorsement memainkan peran penting, bahkan dapat memberikan sentuhan glamor (Mustafa, 2005). 2. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah penulis jelaskan, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap celebrity endorsement Kuku Bima Ener-G pada Karyawan Pabrik Ambassador Garmindo.
4 H. Tinjauan Pustaka 1. Komunikasi Massa Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin communication, dari kata communis yang berarti sama. Sama disini maksudnya adalah sama makna. Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain (Effendy, 2001:10). 2. Periklanan Periklanan adalah komunikasi komersil dan non-personal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail, reklame luar ruang, atau kendaraan umum (Lee dan Johnson, 2007: 3). Iklan adalah segala bentuk presentasi non-pribadi dan promosi gagasan barang atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar (Kotler 2005:277). Iklan merupakan salah satu bagian dari komunikasi pemasaran, dan iklan adalah salah satu bentuk komunikasi massa yang dibiayai oleh sponsor, dalam hal ini perusahaan produsen barang dan jasa yang di dalamnya menyediakan informasi mengenai produk atau jasa yang dihasilkan. Bersifat persuasif sehingga membangkitkan minat beli dari target audience. 3. Celebrity Endorserment Keberhasilan sebuah iklan tidak terlepas dari peran bintang iklan dalam mempromosikan sebuah merek produk, terutama bila iklan tersebut di tayangkan dalam media televisi. Penggunaan bintang iklan dalam sebuah media televisi merupakan alternatif strategi yang tepat untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Selebriti yaitu pribadi (bintang film, penghibur, atau atlet) yang dikenal oleh masyarakat karena kemampuannya dalam bidang tertentu yang dapat mendukung produk yang diiklankan. Selebriti memiliki kekuatan untuk menghentikan (stopping power) mereka dapat menarik perhatian atas pesan iklan di tengah banyaknya iklan lain (Belch dan Belch. 2004:12). Selebriti dapat digunakan sebagai alat yang cepat untuk mewakili segmen pasar yang dibidik (Royan. 2005:12).
5 Menurut urutan tingkat kepentingannya, pertimbangannya terdapat Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih selebriti pendukung merek produk yaitu: a. Kredibilitas selebriti b. Kecocokan selebriti dengan khalayak dan merek c. Daya tarik selebriti I. Metode Penelitian Metodologi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana peneliti dalam menjelaskan tata cara pengumpulan data yang diperlukan, serta bagaimana menganalisis data. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan metode deskriptif yakni penelitian yang mengembangkan konsep dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesa (Arikunto, 2003:43). Penelitian deskriptif hanya menguraikan dan memberikan paparan mengenai situasi atau peristiwa penelitian, tidak mencari atau menjelaskan mengenai hubungan, tidak ada hipotesis dan tidak ada pengujian mengenai itu, serta tidak membuat suatu prediksi, karena peneliti hanya bertindak sebagai pengamat (Jalaludin, 2004: 54). Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian survei dimana informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. (Arikunto, 2003:53). J. Hasil Penelitian Secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden setuju tentang celebrity endorser Kuku Bima Ener-G dengan iklan yang dibintanginya. Sehingga iklan Kuku Bima Ener-G mampu ditransformasikan dari daya tarik, kredibilitas dan kecocokan seorang selebriti. Adanya matching antara selebriti dengan iklan yang diperankannya, akan mampu memainkan peranan yang penting dalam meningkatkan kesadaran merek dan menciptakan asosiasi merek yang lebih kuat. Selebriti digunakan untuk menarik perhatian khalayak dan meningkatkan awareness produk. Pemasar mengharapkan persepsi konsumen terhadap produk tersebut akan berubah. Penggunaan selebriti menimbulkan kesan bahwa konsumen selektif dalam memilih dan meningkatkan status dengan memiliki apa yang digunakan oleh selebriti.
6 1. Daya Tarik Berdasarkan hasil penelitian tentang persepsi responden mengenai celebrity endorser dalam mengingat produk sebesar 73,20% setuju bahwa celebrity endorser iklan Kuku Bima Ener-G mampu ditransformasikan oleh konsumen dalam mengingat produk. Persepsi konsumen mengenai popularitas celebrity endorser sebesar 67,01% menjawab setuju yang artinya celebrity endorser iklan Kuku Bima Ener-G mudah dikenali oleh konsumen. Sedangkan persepsi konsumen mengenai ketertarikan mengenal celebrity endorser sebesar 71,13% menjawab setuju untuk mengenal lebih jauh tentang karakter celebrity endorser iklan Kuku Bima Ener-G. Dengan demikian hasil penelitian secara keseluruhan responden setuju akan daya tarik selebriti yang mengiklankan Kuku Bima Ener-G yang meliputi popularitas, mengenal produk melalui selebriti, dan ketertarikan mengenal selebriti melalui iklannya. 2. Kredibilitas Berdasarkan hasil penelitian tentang persepsi konsumen mengenai kepercayaan akan kemampuan celebrity endorser sebesar 80,41% menjawab setuju, hal tersebut dikarenakan kemampuan celebrity endorser yang melekat mampu ditransformasikan informasi yang dapat dipercaya oleh konsumen, persepsi konsumen mengenai kesamaan karakter sebesar 63,92% menjawab setuju yang berarti perasaan atau karakter yang dimiliki oleh celebrity endorser pada iklan mampu mewakili nilai dari iklan Kuku Bima Ener-G. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan responden setuju akan kredibilitas selebriti yang mengiklankan Kuku Bima Ener-G yang meliputi kepercayaan akan kemampuan selebriti, kesamaan karakter, keahlian selebriti. Hal ini sesuai dengan observasi peneliti, bahwa pemasang iklan Kuku Bima Ener-G menggunakan celebrity endorser dalam hal ini mempertimbangkan banyak hal diantaranya : a. Source Credibility, Menggambarkan persepsi konsumen terhadap keahlian, pengetahuan. dan pengalaman yang relevan yang dimiliki endorser mengenai merek produk yang diiklankan serta kepercayaan konsumen terhadap endorser untuk memberikan informasi yang tidak biasa dan objektif. Kredibilitas memiliki dua sifat penting, yaitu: (a). Expertise, merupakan pengetahuan, keahlian dan pengalaman yang dimiliki endorser berkaitan dengan produk yang diiklankan.
7 (b). Trustworthiness, mengacu kepada kejujuran, integritas, dapat dipercayainya seorang sumber. b. Source Attractiveness, Endorser dengan tampilan fisik yang baik dan/atau karakter non-fisik yang menarik dapat menunjang iklan dan dapat menimbulkan minat audiens untuk menyimak iklan. daya tarik endorser mencakup: (a). Similarity, merupakan persepsi khalayak berkenaan dengan kesamaan yang dimiliki dengan endorser, kemiripan ini dapat berupa karakteristik demografis, gaya hidup, kepribadian, masalah yang dihadapi sebagaimana yang ditampilkan pada iklan, dan sebagainya. (b). Familiarity, adalah pengenalan terhadap narasumber melalui exposure. sebagai contoh, penggunaan celebrity endorser dinilai berdasarkan tingkat keseringan tampil di publik, (c). Likability, adalah kesukaan audiens terhadap narasumber karena penampilan fisik yang menarik, perilaku yang baik, atau karakter personal lainnya. Kredibilitas seorang selebriti dapat menyangkut 2 hal, yaitu Expertise (keahlian selebriti dalam mengkomunikasikan produk) dan Trustworthiness (objektivitas selebriti dalam memberi keyakinan atau percaya diri pada konsumen suatu produk). Teori tersebut sesuai dengan penelitian ini yang menyatakan bahwa hampir seluruh responden setuju bahwa celebrity endorser yang digunakan dalam iklan Kuku Bima Ener-G memiliki keahlian dan kepercayaan yang mewakili iklan tersebut. 3. Kecocokan Hasil penelitian menunjukkan persepsi konsumen mengenai kecocokan celebrity endorser pria pada iklan sebesar 71,13% menjawab setuju, hal itu dikarenakan celebrity endorser pria lebih cocok dengan menggambarkan stamina yang kuat. Persepsi konsumen mengenai celebrity endorser wanita menjawab setuju sebesar 48,45% yang berarti responden masih menganggap bahwa iklan dengan celebrity endorser wanita tersebut kurang pas dalam menggambarkan stamina yang kuat. Kecocokan celebrity endorser dengan batasan umum sebesar 70,10% menjawab setuju yang menggambarkan batasan umur yang diperankan oleh celebrity endorser sangat cocok pada targeting dan positioning. Sedangkan persepsi konsumen mengenai kecocokan tokoh iklan sebesar 30,93% menjawab setuju dengan Mbah Maridjan, hal tersebut dikarenakan Mbah Maridjan memiliki karakter berani menghadapi tantangan dan kuat sebagai misi terselubung iklan tersebut.
8 Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan responden setuju akan kecocokan selebriti yang mengiklankan Kuku Bima Ener-G, sehingga kecocokan selebriti mampu merubah persepsi konsumen. Seorang selebriti yang sedang membintangi iklan produk tertentu sepertinya dianggap sosok yang terpercaya yang mempunyai kesamaan karakter dengan para penonton dalam hal gender, umur, etnis dan kelas sosial. Para eksekutif menuntut agar citra selebriti, nilai, dan perilakunya sesuai dengan kesan yang diinginkan untuk merek yang diiklankan. Seorang pendukung yang menarik tidak akan memberikan manfaat bagi suatu produk bila kecocokannya (match up) kurang antara pendukung dan produk. K. Kesimpulan dan Saran 1. Kesimpulan Dari data yang didapatkan dan analisis yang dilakukan oleh peneliti maka kesimpulannya adalah: Secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden setuju tentang celebrity endorser Kuku Bima Ener-G dengan iklan yang dibintanginya. Sehingga iklan Kuku Bima Ener-G mampu ditransformasikan dari daya tarik, kredibilitas dan kecocokan seorang selebriti. Adanya matching antara selebriti dengan iklan yang diperankannya, akan mampu memainkan peranan yang penting dalam meningkatkan kesadaran merek dan menciptakan asosiasi merek yang lebih kuat. a. Daya Tarik Berdasarkan hasil penelitian tentang persepsi responden mengenai celebrity endorser dalam mengingat produk sebesar 73,20% setuju bahwa celebrity endorser iklan Kuku Bima Ener-G mampu ditransformasikan oleh konsumen dalam mengingat produk. Persepsi konsumen mengenai popularitas celebrity endorser sebesar 67,01% menjawab setuju yang artinya celebrity endorser iklan Kuku Bima Ener-G mudah dikenali oleh konsumen. Sedangkan persepsi konsumen mengenai ketertarikan mengenal celebrity endorser sebesar 71,13% menjawab setuju untuk mengenal lebih jauh tentang karakter celebrity endorser iklan Kuku Bima Ener-G. b. Kredibilitas Berdasarkan hasil penelitian tentang persepsi konsumen mengenai kepercayaan akan kemampuan celebrity endorser sebesar 80,41% menjawab setuju, hal tersebut dikarenakan kemampuan celebrity endorser yang melekat
9 mampu ditransformasikan informasi yang dapat dipercaya oleh konsumen, persepsi konsumen mengenai kesamaan karakter sebesar 63,92% menjawab setuju yang berarti perasaan atau karakter yang dimiliki oleh celebrity endorser pada iklan mampu mewakili nilai dari iklan Kuku Bima Ener-G. c. Kecocokan Hasil penelitian menunjukkan persepsi konsumen mengenai kecocokan celebrity endorser pria pada iklan sebesar 71,13% menjawab setuju, hal itu dikarenakan celebrity endorser pria lebih cocok dengan menggambarkan stamina yang kuat. Persepsi konsumen mengenai celebrity endorser wanita menjawab setuju sebesar 48,45% yang berarti responden masih menganggap bahwa iklan dengan celebrity endorser wanita tersebut kurang pas dalam menggambarkan stamina yang kuat. Kecocokan celebrity endorser dengan batasan umum sebesar 70,10% menjawab setuju yang menggambarkan batasan umur yang diperankan oleh celebrity endorser sangat cocok pada targeting dan positioning. Sedangkan persepsi konsumen mengenai kecocokan tokoh iklan sebesar 30,93% menjawab setuju dengan Mbah Maridjan, hal tersebut dikarenakan Mbah Maridjan memiliki karakter berani menghadapi tantangan dan kuat sebagai misi terselubung iklan tersebut. 2. Saran Dari hasil penelitian di atas, maka saran yang dapat diajukan bagi pihak terkait maupun pengembangan penelitian lebih lanjut adalah sebagai berikut: a. Bagi perusahaan, dapat disarankan untuk lebih meningkatkan frekuensi tayangan iklan Kuku Bima Ener-G dan Popularitas selebriti. Selain itu, diharapkan untuk lebih mengembangkan tema dalam cerita iklan untuk menjadikan tayangan iklan yang menarik dan unik, serta tetap mengedepankan aspek kreativitas dan inovatif. b. Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk lebih mengeksplor faktor-faktor yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen selain celebrity endorser antara lain : - Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi - Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. - Psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku
10 Buku : L. Daftar Pustaka Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur Penelitian, Suatu Praktek. Jakarta: Bina Aksara. Azwar, S. 2001. Reliabilitas dan validitas SPSS. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Belch, G.E & Belch, M.A. 2004. Advertising and Promotion : An Integrated. Marketing Communication Perspective, New York: Mc.GrawHill. Bulaeng, Andi. 2004. Metode Penelitian Komunikasi Kontemporer. Yogyakarta : Penerbit Andi. Bungin, Burhan, 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif Komunikasi, Ekonomi,dan Kebijakan Publik serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Jakarta: Prenada Media. Effendy, Onong Uchjana. 2001. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. --------------------------------. 2004. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Hasan, Iqbal. 2006. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara Hudori, 2010. Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Endorser Iklan di Televisi dan Hubungannya dengan Keputusan Pembelian. Skripsi Fakultas Ekonomi. Institut Pertanian Bogor. Skripsi tidak dipublikasikan. Iqbal, Muhammad. 2009. Minuman Energi Kuku Bima, Merangkak Menuju Leader Market. Jalaludin Rahmat. 2000. Metode Penelitian Komunikasi. Jakarta : Erlangga. Jefkins, Frank. 2006. Periklanan. Jakarta: Erlangga Kassali, Rhenald. 1992. Manajemen Periklanan: Arti Media Cetak. Jakarta: Grafiti. Kotler, Philip. 2005. Manajamen Pemasaran, Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia. Lee, Monle & Carla Johnson. Prinsip-prinsip Pokok Periklanan dalam Perspektif Global. 2007. Jakarta. Kencana Prenada Media Grup. Mowen and Michael Minor, 2001. Perilaku konsumen. Jakarta : Erlangga. Shimp Terence. 2003, Periklanan Promosi, Jakarta : Erlangga.
11 Sudjana, 2001. Metode Statistika, Edisi Revisi, Cet. 6, Bandung: Tarsito. Sumarwan, Ujang. 2002. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya Dalam Pemasaran. Jakarta: Ghalia Indonesia. Jurnal : Amos, Clinton, Gary Holmes and David Strutton. 2008. Exploring the relationship between celebrity endorser effects and advertising effectiveness. Journal of Advertising, Vol. 27 No. 2, hal. 209 234. Mustafa, Nermeen 2005, The Role of Celebrities in Marketing, A background paper for class Creatives: Stars in our eyes, City University, London. Handoko. RS 2006. Analisis Pengaruh Kredibilitas Endorser dan Kreatifitas Iklan Universitas Diponegoro Semarang. Website : (http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7511: kuku-bima-energi-raih-indonesia-original-brands- 2011&catid=5:ekbis&Itemid=77). diakses tanggal 2 Februari 2012.