1. Pengembangan Usaha Hulu

dokumen-dokumen yang mirip
PERMEN ESDM NO. 08 TAHUN 2017 KONTRAK BAGI HASIL GROSS SPLIT BAGIAN HUKUM DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

2017, No Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4435) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No

BAB I - Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

ERA BARU MIGAS INDONESIA:

STUDI KELAYAKAN KEEKONOMIAN PADA PENGEMBANGAN LAPANGAN GX, GY, DAN GZ DENGAN SISTEM PSC DAN GROSS SPLIT

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136

BAB I PENDAHULUAN. Pasal 33 ayat (3) bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh

Bab III Pengolahan Data dan Perhitungan

Bab IV Pembahasan dan Analisa

KEBIJAKAN ALOKASI GAS BUMI UNTUK DALAM NEGERI

2017, No Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4435) sebagaimana telah beberapa kal

KOMERSIALITAS. hasil ini, managemennya seluruhnya dipegang oleh BP migas, sedangkan

KEASLIAN KARYA ILMIAH...

LAPORAN KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VII DPR RI KE PROVINSI KALIMANTAN TIMUR MASA PERSIDANGAN III TAHUN SIDANG

BAB IV ANALISIS DAN PENILAIAN

ANALISIS ASUMSI HARGA MINYAK DAN LIFTING MINYAK APBN 2012

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. dinilai cukup berhasil dari segi administrasi publik, namun dari sisi keuangan

DAFTAR INFORMASI YANG DIKECUALIKAN PADA BUMD NON KEUANGAN MILIK PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iv. KATA PENGANTAR...

Sosialisasi: Peraturan Menteri ESDM No. 48/2017 tentang Pengawasan Pengusahaan di Sektor ESDM (Revisi atas Permen ESDM No.

PERAN KEMENTERIAN ESDM DALAM PENCEGAHAN KORUPSI DI SEKTOR USAHA HULU MIGAS

ANALISIS TANTANGAN MIGAS INDONESIA ; PENGUATAN BUMN MIGAS

V E R S I P U B L I K

PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR

FULL DEVELOPMENT OF PIPELINE NETWORKING AT X FIELD

9 Fenomena Hulu Migas Indonesia, Peluang Memperbaiki Iklim Investasi dengan Kontrak Migas Gross Split

BAB I PENDAHULUAN. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Simposium Nasional IATMI 2009 Bandung, 2-5 Desember Makalah Profesional IATMI

BAB I PENDAHULUAN. belakang di Indonesia yang terbukti mampu menghasilkan hidrokarbon (minyak

Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 14/KPPU/PDPT/V/2014 TENTANG

Kebijakan Perpajakan Terkait Importasi Barang Migas KKKS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi mencakup kegiatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Oleh Jum'at, 22 September :21 - Update Terakhir Jum'at, 22 September :34

KINERJA SEKTOR HULU MIGAS YTD SEPTEMBER 2017 (Q3) Jakarta, 27 Oktober 2017

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN BERSAMA SUMBER DAYA ALAM MINYAK DAN GAS BUMI DI ACEH

Bab III Kajian Kontrak Pengusahaan dan Harga Gas Metana-B

... Hubungi Kami : Studi Prospek dan Peluang Pasar MINYAK DAN GAS BUMI di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms)

Bab IV Hasil dan Diskusi

2016, No Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahu

BAB IV KAJIAN KEEKONOMIAN GAS METANA-B

bahwa untuk memberikan kepastian hukum terhadap

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Minyak Bumi dan Gas Alam mengandung asas-asas dari prinsip-prinsip

MENJAWAB KERAGUAN TERHADAP GROSS SPLIT Tanggapan atas Opini Dr Madjedi Hasan Potensi Permasalahan dalam Gross Split

CAPAIAN SUB SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI SEMESTER I/2017

BAB III METODE PENELITIAN

% Alokasi Biaya tidak langsung Kantor Pusat. Alokasi Biaya tidak langsung Kantor Pusat. Total Pengeluaran. Tahun

TINJAUAN EKONOMI KEIKUTSERTAAN BUMD BLORA DALAM PROGRAM PARTICIPATING INTEREST (PI) BLOK CEPU TESIS

ANALISA KEEKONOMIAN PENGEMBANGAN SHALE HIDROKARBON DI INDONESIA

RENCANA AKSI KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA

BERITA NEGARA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian Indonesia saat ini. Namun dengan kondisi sumur minyak dan gas

SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (SKK MIGAS) PEDOMAN TATA KERJA. Nomor: PTK-038/SKKO0000/2015/S0.

2017, No Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang

1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

UU Nomor 22 Tahun 2001 dan Peran BP Migas dalam Regulasi Industri Migas di Indonesia Oleh Morentalisa. Eksplorasi: Plan of Development (POD)

Banyu Urip dari Indonesia, untuk Indonesia

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: ANALISA KELAYAKAN PERPANJANGAN KONTRAK BLOK XO DENGAN SISTEM PRODUCTION SHARING CONTRACT (PSC)

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional Eksplorasi dan

Bab II Tinjauan Pustaka

Peran KESDM Dalam Transparansi Lifting Migas

LAPOARAN KUNJUNGAN SPESIFIK KOMISI VII DPR RI DALAM RANGKA PROGRAM LEGISLASI PENYUSUNAN RUU MIGAS

ANALISA PENGARUH EKSPLORASI GAS BUMI TERHADAP PEREKONOMIAN JAWA TIMUR MELALUI PENDEKATAN INPUT OUTPUT

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

PERUBAHAN PROFIT SHARING MENJADI PRODUCTION SHARING PADA CONTRACT PSC GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI, DAYA TARIK INVESTOR DAN DEBIROKRATISASI OPERASI

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Sejarah eksplorasi menunjukan bahwa area North Bali III merupakan bagian selatan dari Blok Kangean yang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

PRINSIP-PRINSIP KONTRAK PRODUCTION SHARING. Oleh: KUSWO WAHYONO

Sertifikasi Cadangan Migas Wahyu Djatmiko PPPTMGB LEMIGAS

ReforMiner Quarterly Energy Notes April 2017

BAB I PENDAHULUAN. ataupun tidak, komunikasi telah menjadi bagian dan kebutuhan hidup manusia.

Hasil Studi Dan Analisis

COST & FEE Model Alternatif Kontrak Kerja Sama Migas

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

SISTEM GAS LIFT SIKLUS TERTUTUP SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI MIGAS: STUDI KASUS LAPANGAN GNK

BAB I PENDAHULUAN. sektor minyak dan gas bumi. Pengusahaan kekayaan alam ini secara konstitusional

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Industri hulu migas khususnya di KUH saat ini yang mempengaruhi kondisi bisnis

2015, No Sumber Daya Mineral tentang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Serta Harga Gas Bumi; Mengingat : 1. Undang-Und

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. #Energi Berkeadilan. Disampaikan pada Pekan Pertambangan. Jakarta, 26 September 2017

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

BAB I PENDAHULUAN KE-2, KE-5, KE-6, KE-30, KE-23, KE-40, KE-32, KE-38A, PHE-38B, PHE-54,

Hutang Pajak Perusahaan Migas Menunggu Keberanian DJP dan KPK. Indonesia Corruption Watch ICW Jakarta, 18 Juli 2011

PTK Placed Into Ser vice (Rev - 1) Hotel Novotel, Balikpapan September 2012

Inception Report. Pelaporan EITI Indonesia KAP Heliantono & Rekan

Analisis Pembiayaan Proyek Hulu Migas dengan pendekatan Probabilistik

Transkripsi:

1. Pengembangan Usaha Hulu Lapangan Kedung Keris mengandung hidrokarbon dalam sistem single karbonat reservoir berusia Oligo Miosen. Reservoir adalah a steep-flanked buil up structure dengan ketebalan sekitar 4.600 ft dari relief base carbonate. Batuan karbonat build-up yang utama memiliki panjang sekitar 4 km dan lebar 1 km. Berdasarkan sumur discovery terukur gas kolom setebal 562 ft berumur Late Oligocene- Early Miocene dengan kontak Oil-Air diperkirakan dikedalaman 6.465 ft / 1970 m TVDSS. Gambar : Seismis, Peta dan Log Kedung Keris Hidrokarbon dengan API 39 derajat, minyak dengan kandungan 0.3% H2S, 21 % CO2 dan solusi GOR pada ~ 500 Scf/Bbl pada temperature kedalaman sampel. Reservoir tidak memiliki gas cap berdasarkan pada log dan bubble point yang diukur dari sampel sampel MDT. Tabel : Cadangan dan Produksi Puncak Kedung Keris Kedung Sesuai POD Lapangan Kedung Keris memiliki cadangan minyak sebesar 9,08 MMSTB, dimana pengembangannya adalah fluida produksi dari sumur KK-1 akan dialirkan melalui pipa full well stream dan tie-in ke production and test pipe headers yang sudah ada di Well Pad C Lapangan Banyu Urip untuk dialirkan dan diproses lebih lanjut di CPF Banyu Urip. Target produksi Kedung Keris pada Agustus 2019, dimana Banyu Urip sudah mengalami penurunan produksi.

Gambar : Diagram alir Kedung Keris Skematik Well Pad dan Pipa Kedung Keris Tabel Jadwal Proyek Kedung Keris

Gambar : Profil Produksi Kedung Keris Berdasarakan data, tekanan dan 3D interpretasi seismik menunjukkan bahwa Jambaran - Tiung Biru adalah reservoir yang memiliki pressure terkomunikasi. Reservoir hidrokarbon karbonat memiliki gas cap dengan estimasi GOC diperkirakan dikedalaman 1.995 m (6.546 f) TVDSS. Reservoir karbonat memiliki OWC diperkirakan dikedalaman 2.040 m (6.692 ft) TVDSS. Maksimum gas kolom setebal 442 m (1.450 ft) di Jambaran 1ST1. The Tiung Biru 1ST1 juga berbagi kontak minyak dan gas dengan Jambaran 1ST1 dan menegaskan pelamparan lateral kolom gas di reservoir. Gambar : Seismik dan Map JTB. Minyak JTB mempunyai derajat API 31 dengan initial gas-oil-ratio sekitar 490 SCF/STB. Fokus untuk ren (base case carbonate build-up) dari reservoir JTB Unitisasi untuk produksi gas.

Tabel: Cadangan yang Bisa Diambil JTB. RRevisi POD Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru telah mendapatkan persetujuan dari SKK Migas tanggal 17 Agustus 2015. Reservoir akan dikembangkan dengan 6 sumur produksi. Breakwon sumur JTB terdiri dari 6 sumur pengembangan terdiri dari : 4 sumur baru di Jambaran (2 sumur di Central Well Pad dan 2 Sumur di East Well Pad). 2 sumur re-entry dan completion di Jambaran East Well Pad. Gambar : Skematik Well Pad dan Pipa JTB Gambar : Profil Produksi Gas JTB

Gambar : Profil Produksi Kondesat JTB Gambar : Progress Civil Work JTB Dalam pengembangan usaha kedepan, selain telah memiliki PI existing, yaitu Blok Cepu dan Blok Madura Offshore, juga masih diupayakan untuk memperoleh PI-PI yang lain yang beroperasi di wilayah kerja Jawa Timur, diantaranya Blok Petronas Ketapang Carigali, Blok Husky Madura Offshore dimana saat ini masih dalam tahap proses negoisasi. Selain untuk dapat memperoleh hak PI juga diusahakan untuk dapat masuk dalam proyek Non PI untuk wilayah kerja Blok Kangean Energi, Blok Kodeco West Madura Offshore serta Blok Tuban.

Di Provinsi Jawa Timur, saat ini sudah ada 39 WKP yang sedang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan status 15 Blok Produksi, 3 Blok Development, dan 21 Blok Eksplorasi. Pada bulan Juni 2014 produksi minyak dan kondensat di Jawa Timur sekitar 466 BOPD dan Gas 637 MMSCFD. Participating Interest adalah hak priviledge (istimewa) yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah melalui BUMD di Wilayah Kerja Perminyakan (WKP) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sesuai dengan peraturan yang berlaku yakni: 1. UUD 1945, pasal 33 ayat 3 2. UU No. 22 Tahun 2001, pasal 21 ayat 1 3. PP No. 35 Tahun 2004 4. Permen ESDM No. 15 Tahun 2015 5. Permen ESDM No. 37 Tahun 2016 Perseroan berusaha memperjuangkan untuk mendapatkan PI 10% di 5 (lima) WKP Migas meliputi : 1. PI 10% Blok Kangean dengan operator Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI) 2. PI 10% Blok Tuban dengan operator JOB Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) 3. PI 10% Blok Ketapang dengan operator Petronas Ketapang Carigali (PC Ketapang) 4. PI 10% Blok West Madura Offshore (WMO) dengan operator Pertamina Hulu Energi WMO 5. PI 10% Blok Madura Strait dengan operator Husky CNOOC Madura Ltd (HCML) Sebagaimana yang telah diamanahkan di dalam peraturan Menteri ESDM No. 37 Tahun 2016 bahwa BUMD diberikan PI 10% dimana peraturan ini mengatur bahwa semua biaya operasi ditanggung oleh kontraktor dan dikembalikan oleh BUMD kepada kontraktor dari hasil produksi minyak dan gas sesuai kontrak kerjasama dengan tanpa dikenakan bunga dengan tetap memberikan profit kepada BUMD/Daerah, dan sesuai arahan Permen ESDM tersebut bahwa BUMD penerima PI 10% adalah sahamnya dimiliki 99% oleh daerah dan 1% terafiliasi dengan daerah, maka PT.PJU dalam hal ini tengah mempersiapkan anak perusahaan PT.PJU (BUMD) yang akan ditunjuk untuk mengelola PI 10% tersebut. Beberapa anak perusahaan yang dipersiapkan untuk mengelola PI 10%, sebagian sedang tahap proses pemurnian menjadi keseluruhan sahamnya dimiliki oleh BUMD / daerah dan sebagian lagi dalam tahap pengkajian oleh konsultan independen untuk pembagian saham antar daerah penghasil.

Blok Ketapang merupakan Wilayah Kerja Perminyakan (WKP) yang ada di Lepas Pantai Laut Jawa Bagian Timur tepatnya di utara Pulau Madura berjarak sekitar 100 km dari kawasan industri Surabaya, dengan operator saat ini adalah Petronas Carigali Ketapang (PC Ketapang). Pada awalnya Production Sharing Contract (PSC) Blok Ketapang diberikan kepada Gulf pada 11 Juni 1998 untuk 30 tahun kontrak. Luas awal Blok Ketapang sekitar 4.433 km 2 dan saat ini hanya tersisa sekitar 887 km 2 setelah 3 kali relinquisment. PI 10% Blok Ketapang Petronas Carigali meliputi 2 (dua) wilayah kerja BUMD, yaitu : PJU (BUMD Propinsi Jawa Timur), PT. Geliat Sampang Mandiri (BUMD Pemkab Sampang) dan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam rangka mengelola PI 10% di Blok KKKS Petronas Carigali pada tanggal 16 September 2011 dan diperkuat dengan Perjanjian No.120.2/02/119/2013 No.500/66.A/434.021/2013 tanggal 15 Maret 2013 yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Timur dan Bupati Sampang dengan komposisi working interest dan bagi hasil adalah 50% Propinsi Jawa Timur : 50% Kabupaten Sampang. Saat ini kepemilikan WKP Blok Ketapang yaitu : Sebelum PI 10% Setelah PI 10% Petronas Caligali (PC) Ketapang 80% 72% PT. Saka Ketapang Perdana 20% 18% PT.PJU (BUMD Jawa Timur) 5% PT.GSM (BUMD Sampang) 5% Mulai tahun 2007 Gubernur Jawa Timur telah mengirimkan surat kepada Menteri ESDM mengenai PI 10% dan terakhir Gubernur Provinsi Jawa Timur mengirim surat ke Menteri ESDM perihal 10% Blok Ketapang Petronas Carigali tanggal 10 Oktober 2011. Estimasi Keekonomian pada PI 5% : Estimate Sunk Cost : US$ 4,625,000 Estimate Past Cost : US$ 37,386,731 Estimate Cash Call2017-2021 : US$ 54,931,058 Entree Fee : US$ 48,038,338 IRR : 29% NPV : US$ 18,559,284 NCF : US$ 46,035,602 POT : 4.14 tahun Estimasi Bagian BUMD dari tahun 2016-2029 : NPV DF10% : US$ 8,853,027 NCF : US$ 17,211,014

Blok Madura Strait merupakan Wilayah Kerja Perminyakan (WKP) yang ada di Selat Madura dengan operator saat ini adalah Husky Oil (Madura) Ltd HCML. Tujuh lapangan minyak dan gas telah ditemukan di blok Madura Strait. Terbesar adalah lapangan BD dengan status sebagai lapangan komersil dan telah mendapatkan persetujuan pengembangan POD oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1997. Revisi POD oleh Husky disetujui pada tahun 2011 oleh Pemerintah Indonesia. PI 10% Blok Husky Madura Strait meliputi 3 (tiga) wilayah kerja BUMD, yaitu: PJU (BUMD Propinsi Jawa Timur), PT. Geliat Sampang Mandiri (BUMD Pemkab Sampang), dan PT Wira Usaha Sumekar (BUMD Pemkab Sumenep) dan telah menandatangani MoU pada tanggal 28 Mei 2009 dengan komposisi working interest dan bagi hasil adalah 1/3 PJU : 1/3 GSM : 1/3 WUS. Rencana komposisi kepemilikan WKP Blok Husky Madura Strait: Sebelum PI 10% Setelah PI 10% Husky Oil Madura Ltd 40% 36% CNOOC 40% 36% PT. Samudra Energy 20% 18% PT.PJU (BUMD Provinsi Jawa Timur) 3,33% PT.GSM (BUMDPemkab Sampang) 3,33% PT.WUS (BUMD Pemkab Sumenep 3,33% Bilamana PI diterima tahun 2017, Estimasi (forecast)keekonomian pada PI 3.33% : Harga Gas: BD($4,2), MDA&MBH ($6,0), MAX ($6,18), MDK ($6,37), MBJ ($6,37) dan MAC ($6,56) Harga Condensate : BD($48,08) Entree Fee (2017) : US$ 33,884,009 Estimate Past Cost (Jan 2015 Des 2016) : US$ 27,435,018 Estimate Cash Call (2017) : US$ 6,448,991 IRR : 20,04% - NPV : US$ 23,554,398 NCF : US$62,831,548 - POT : 4,43 tahun Estimasi Bagian BUMD (PT.PJU) dari tahun 2017 2031: NPV DF10% : US$ 12,116,931 NCF : US$ 26,493,650

Blok West Madura Offshore merupakan Wilayah Kerja Perminyakan (WKP) yang ada di Selat Madura dan Laut Jawa Bagian Timur, dengan operator saat ini adalah PT.Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PT.PHE WMO). PI 10% Blok West Madura Offshore (WMO) meliputi 2 (dua) wilayah kerja BUMD yaitu BUMD Propinsi Jawa Timur dan BUMD Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan analisa distribusi cadangan yang dihitung oleh Lemigas, komposisi working interest dan bagi hasil adalah 53% PJU : 47% BHE. Kontrak KKKS Blok West Madura Offshore telah diperpanjang untuk 20 tahun kedepan hingga Mei 2031. Sejak Desember 2013, terjadi peralihan kepemilikan dari Kodeco ke PT.Mandiri Madura Barat. Rencana kepemilikan working interest saat ini, yaitu: Sebelum 10% PI Setelah 10% Pertamina Hulu Energi 80% 72% WMO PT.Mandiri Madura Barat 20% 18% PT.PJU (BUMD Jawa Timur) PT.BHE Bangkalan) (BUMD 5,3% 4,7% PI Bilamana PI diterima tahun 2017: Estimasi Keekonomian pada PI 5.3% (dengan mengacu standar kontrak PSC sebelum dilakukan perpanjangan kontrak: Oil price : US$ 90 Gas price : US$ 5,73 Investasi : Estimate Past Cost (2011 Juni 2017) : US$ 268,989,518 Estimate Cash Call (Juli - Des 2017) : US$ 26,789,979 IRR : 75.57% NPV DF10% : US$ 38,742,065 NCF : US$ 72,622,204 POT : 2.65 tahun Estimasi Bagian BUMD (PT.PJU) dari Juli 2017 2030 NPV DF10% : US$ 21,503,770 NCF : US$ 31,324,866

Blok Kangean merupakan Wilayah Kerja Perminyakan (WKP) yang ada di sisi timur Pulau Madura, dengan operator saat ini adalah PT.Kangean Energi Indonesia Ltd (KEI). Kontrak Blok Kangean telah berakhir pada 11 November 2010 dan telah memperoleh perpanjangan kontrak selama 20 tahun. Blok Kangean saat ini memiliki lapangan yang aktif berproduksi yaitu Lapangan Terang-Sirasun. PI 10% Blok Kangean PSC Extension meliputi 2 (dua) wilayah kerja BUMD, yaitu PT.PJU (BUMD Propinsi Jawa Timur) dan PT. SAP (BUMD Pemkab Sumenep).Blok Kangean Kontraknya telah berakhir pada 11 November 2010, dan telah memperoleh perpanjangan kontrak sampai 20 tahun. Rencana kepemilikan WKP Blok Kangean yaitu : Sebelum PI 10% Setelah PI 10% Kangean Energy Indonesia Ltd 50% 45% PT. Energi Mega Persada 50% 45% PT.PJU (BUMD Jawa Timur) 4% PT.SAP (BUMD Sumenep) 6% Estimasi Keekonomian pada PI 4% : Harga gas : US$ 6,00 Investasi : Estimate Past Cost (2010 Jun 2015) : US$ 62,400,000 Estimate Cash Call (Jul Dec 2015) : US$ 8,000,000 IRR : 35% NPV DF10% : US$ 5,222,904 NCF : US$ 10,606,572 POT : 3.12 tahun Estimasi Bagian BUMD (PJU) dari Juli 2017 2030 NPV DF10% : US$ 5,930,906 NCF : US$ 8,866,218

Partisipasi Interest (PI) 10% di Blok Tuban terdapat setidaknya 5 daerah yang berada didalam blok yakni Propinsi Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan. Saat ini di blok Tuban terdapat 2 lapangan yang aktif berproduksi minyak dan gas bumi yakni lapangan Sukowati dan lapangan Mudi. 1 Lapangan penemuan yaitu lapangan Sumber belum dikembangkan. Pada tanggal 13 Januari 2017 telah terbit Peraturan Menteri ESDM No. 08 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split dimana untuk Blok Migas yang habis kontrak dan akan diperpanjang diwajibkan untuk menggunakan skema bagi hasil gross split ini. Pada tanggal 31 Oktober 2016 telah diadakan penandatanganan MoU antara Provinsi dan 4 daerah Kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik yang dihadiri oleh kepala daerah masing-masing untuk menyepakati kerjasama untuk mendapatkan dan pengelolaan PI Blok Tuban. Kemudian juga diadakan penandatanganan kesepakatan tentang penunjukan konsultan PI 10% WK Tuban antara 5 BUMD (Jatim, Bojonegoro, Tuban, Gresik dan Lamongan). Untuk meningkatkan produksi migas di Blok Tuban, direncanakan menggunakan teknologi EOR yaitu surfaktan. Untuk membahas teknologi EOR menggunakan surfaktan diadakan meeting dengan Pak Edwin dan Wisnu Nugroho (Presdir PT. Patra Makmur Sejahtera-Penemu Surfactant Semar). Pak Wisnu Nugroho tertarik dengan rencana ambil alih Blok Tuban, mengingat produk surfactant Semar nya pernah di test dilapangan Sukowati dan terbukti terjadi kenaikan rate produksi 200%.