DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Desain Interior Angkringan Banyu Anget Sebagai Temu Budaya Di Surabaya dengan Konsep Modern Natural

Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS STRATEGI BISNIS KELUARGA PADA KEDAI KOPI MASSA KOK TONG DI PEMATANGSIANTAR DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS

BAB I PENDAHULUAN. Setiap hari penduduk yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, usia anak

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Gambar 1.1 Suasana Little White Cafe

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi

BAB I PENDAHULUAN. dimiliki kota ini, kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, kota pariwisata dan

BAB I PENDAHULUAN. (untuk selanjutnya bisa disingkat dengan HIK) atau bisa disebut pula dengan

BAB II TINJAUAN UMUM KULINER

BAB 2 DATA & ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan usaha restoran di kota Bandung berjalan sangat pesat. Restoran-restoran ini

BAB III DATA PROYEK. : Restoran Tradisional Jawa Timur. : Jl. LawangSewu Golf 2-18 Araya,

diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. makan berdiri. Rumah makan intan didirikan oleh ibu Etik Latifah, rumah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kuisioner untuk konsumen pesaing ( Konsumen Restoran Super Gepeng Pekalongan )

GASKY CAFE 7 P DALAM PELAKSANAAN BISNIS MELIPUTI :

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian Profil Perusahaan Sejarah Perusahaan 1.2 Latar Belakang

BAB II PROMOSI RUMAH MAKAN DAPUR KERATON Sejarah Rumah Makan Dapur Keraton

BAB pagi 2 dini hari Kegiatan. Makan, minum, bersantai, bertemu teman. Menengah ke atas Fasilitas

BAB I PENDAHULUAN. Selain bertujuan bisnis atau mencari keuntungan, Restoran dan Kafe juga

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk memulai bisnis nasi kuning.

A. PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang masalah

Jogja s Best Panoramic View

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Gambaran Umum Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Kebanyakan kalangan muda Kota Padang senang berkumpul, berinteraksi dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Observasi Profil Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. ekspedisi, dan masih banyak lagi. Semakin ketatnya persaingan bisnis jasa, maka

Daftar Isi. Judul Kata Pengantar. Daftar Foto

PERAN SALES PROMOTION CAFE TIGA TJERET SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Legend Coffee adalah sebuah perusahaan kuliner yang berdiri sejak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.

NASI GORENG SEHAT ENAK TENAAANN...

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dikerjakan oleh

BAB IV ANALISIS DATA. data yang diperoleh. Analisis data ini sudah dilakukan sejak awal penelitian

BAB I PENDAHULUAN. dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Melihat kondisi

BAB I PENDAHULUAN. Wikipedia merupakan istilah umum untuk menyebut usaha yang menyajikan

Desain Interior Cafe Maggie Pancake Surabaya dengan Langgam Shabby Chic

Executive Summary B U S I N E S S P L A N. Dawet Café Kang Bhagus

Eksotisme & GALLERY. Vol. 13 No. 05 Mei 2012

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada bidang penjualan makanan yang memiliki usaha berupa Warung Angkringan

MAKANAN HIDANGAN ISTIMEWA KAMPUNG (HIK) SEBAGAI INSPIRASI PERANCANGAN MOTIF BATIK MALAM DINGIN

BAB I PENDAHULUAN. GAMBAR 1.1 Ganesha Mocktail Cafe Bandung Sumber: Dokumen Ganesha Mocktail Cafe, 2017.

BAB I PENDAHULUAN. Kepuasan konsumen diduga muncul dikarenakan harga dan store atmosphere

KONSEP TUGAS AKHIR REDESAIN RESTORAN ITALIA PRONTO DENGAN KONSEP ITALIA KONTEMPORER

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA. Kucingan Sushi. (Kuliner Jepang Pas di Kantong) BIDANG KEGIATAN : PKM KEWIRAUSAHAAN.

BAB II METODE PERANCANGAN

DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. Instrumen Penelitian. 1.1 Observasi. 1.2 Angket. 1.3 Wawancara. 1.4 Dokumentasi. 1.5 Tes

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tempat wisata merupakan salah satu tempat yang biasa dimanfaatkan

The Profile. True Indonesian Icon. TRIHITA CATERING pt callisto trihita karana

BAB III IDENTIFIKASI DATA

BAB IV LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. Amir dalam bukunya yang berjudul Sukses Memiliki Restoran Tanpa Modal

BAB I PENDAHULUAN. salah satunya adalah cafe and resto.saat ini sudah banyak produsen cafe and

PERANCANGAN INTERIOR PLAYGROUND CAFÉ & CREATIVE CORNER YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. malam hari. Kecenderungan orang melakukan berbagai macam aktifitasnya di

Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM NASI GORENG MAGMA

Kewirausahaan II. Menjalankan Usaha ( Bagian 4 ) Disain / Renovasi / Eksterior / Interior Studi Kasus : Restoran. Rizal, S.ST., MM.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada saat ini bisnis kuliner khususnya restoran, menjadi bisnis yang

BAB V PENUTUP. Dari tinjauan dan analisa pada bab sebelumnya, maka diperoleh beberapa

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGENALAN MAKANAN BAYI DAN BALITA. Oleh: CICA YULIA S.Pd, M.Si

BAB III KAJIAN LAPANGAN

DAFTAR PUSTAKA. Agustaman. (2007). Franchise Guide Series 3: Restaurant. Jakarta: Dian Rakyat.


PROPOSAL USAHA PEMBUATAN CAFE

TUGAS AKHIR LINGKUNGAN BISNIS

V. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II OBJEK PENELITIAN. A. Perkembangan Industri Kuliner di Yogyakarta. dibanding tahun sebelumnya (Hermawan,2013).

BAB 1 PENDAHULUAN. tradisi dan sopan serta memiliki berbagai kelebihan. Hal ini menimbulkan kesan

Strategi Pemasaran Pada Usaha Kuliner Warung Pasta Margonda Raya Depok Dengan Analisis SWOT NPM :

METODE DESAIN. 3.1 Metode Pengumpulan Data

8 Macam Nuansa Warna Interior Minimalis

UKDW BAB LATAR BELAKANG MASALAH

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS ANGKRINGAN

BAB II PROFIL MUSIC COFFEE. (Consultan) dan Robin Simatupang (owner). Tengku Zainal menawarkan kerja

Lampiran 1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas. Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items,938,941 24

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Nasution No.1. Rumah makan ini memiliki lokasi yang sangat strategis. Selain

V GAMBARAN USAHA 5.1 Profil Rumah Makan Soto Banjar Waroeng Bumi Khatulistiwa 5.2 Sejarah Rumah Makan Soto Banjar Waroeng Bumi Khatulistiwa

BAB I PENDAHULUAN. makanan dan minuman yang dimulai dari skala kecil seperti warung-warung

BAB IV ANALISIS DATA. data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola,

Bab 5. Jual Beli. Peta Konsep. Kata Kunci. Jual Beli Penjual Pembeli. Jual Beli. Pasar. Meliputi. Memahami Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN RESPONDEN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi Profil Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Membicarakan komunikasi dalam pemasaran berarti membicarakan. bagaimana pengaruh komunikasi dalam pemasaran dan bagaimana

semua kalangan usia. Tetapi biasanya pelanggan terbesarnya adalah para anak anak muda. Kota Bogor memiliki banyak potensi untuk dijadikan tempat

Food. bever ages. and P I N 2 7 C 3 6 F F B

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bisnis di Indonesia sudah semakin berkembang. Perkembangan bisnis tersebut

IV. KONSEP PERANCANGAN. A. Tataran Lingkungan

Transkripsi:

36 BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN A. SEJARAH SINGKAT CAFÉ TIGA TJERET Café Tiga Tjeret merupakan sebuah wedangan yang bernuansa café, dengan mengusung konsep urban style,. Tempat ini bernuansa café tetapi suasana kerakyatan masih dapat dirasakan di café ini. Ide awal dibukanya Café Tiga Tjeret bermula ketika 14 alumni SMA Pangudi Luhur Santo Yoseph angkatan 1986, suka menyambangi wedangan-wedangan ketika sedang ada di Solo, kemudian mereka berpikir untuk membuka wedangan sendiri tentunya yang lain daripada yang lain. Pemilik Café Tiga Tjeret ini mulanya ada 14 orang tetapi kini tinggal 7 orang. Nama Tiga Tjeret sendiri terinspirasi dari gerobak-gerobak wedangan yang selalu menaruh tiga ceret di atas anglo. Tanggal 30 Desember 2012 lalu, Café Tiga Tjeret resmi dibuka dan diresmikan tanggal 31 Desember 2012. Café Tiga Tjeret didesain untuk meraup atmosfer sekitarnya, bangunannya dibuat setengah terbuka dengan interior berkonsep minimalis urban. Lampu-lampunya membuat suasana benderang sekaligus terlihat indah terbuat dari gelas-gelas plastik. Kerangka kaki sebagian besar meja juga dibuat dengan daur ulang mesin jahit bekas bagaikan perabot antik restoran berkelas. Pengunjung juga dapat memilih duduk di bangkubangku bermeja besar dengan santai, dan bagi yang ingin lesehan dapat memilih tempat di loteng dapur Tiga Tjeret, semua kemerdekaan

37 wedangan terwariskan di Cafe Tiga Tjeret (sumber: www.cafetigatjeret.com). B. PROFIL CAFÉ TIGA TJERET Cafe Tiga Tjeret sekilas memang serupa dengan restoran modern pada umumnya. Desain interior minimalis, beberapa aksen retro di beberapa sisi, serta penggunaan material unik pada dindingnya, tetapi, café dengan model interior hi-end ini ternyata menyuguhkan menu yang paling dekat dengan lidah orang Solo, yaitu menu angkringan atau wedangan. Menu khas wedangan yang bisa dinikmati di Café Tiga Tjeret, yaitu nasi bandeng, nasi oseng, nasi terik, hingga nasi teri, dan aneka lauk seperti botok telur asin yang satu-satunya di Solo, ceker ayam, perkedel, sate ayam, sate kikil, telur dadar, tempe mendoan, hingga pepes ayam dan ikan. Menu wedang di Café Tiga Tjeret adalah Wedang Tiga Tjeret, dengan kombinasi jahe, gula merah, kencur, hingga jeruk menjadi ramuan special untuk minuman ini, selain Wedang Tiga Tjeret, deretan wedang lainnya antara lain seperti Wedang Jahe Ketjik, Wedang Bandreque, Wedang Cokelat Jahe, Wedang Beras Kencur, hingga Wedang Jeruk Tape. Cafe Tiga Tjeret berkapasitas 100 orang dengan fasilitas Wifi, musik akustik serta menyediakan tempat lesehan di rooftop. Café ini buka dari jam 10 pagi dan menyediakan menu masakan Jawa dan kremesan untuk menu siang, sedangkan mulai dari jam 5 sore hingga jam 1 malam, pengunjung disajikan menu wedangan yang khas. Harga yang ditawarkan

38 juga tidak mahal, semua menu berada di bawah harga Rp 10.000,00, untuk nasi bandeng dan nasi teri hanya Rp. 2500,00 (sumber : www.cafetigatjeret.com). C. LOGO DAN NAMA Gambar 1.1 logo Café Tiga Tjeret Logo dari Café Tiga Tjeret ini mempunyai arti filosofi sendiri, biasanya wedangan atau angkringan mempunyai 3 tjeret di atas anglo mereka yang satu berisi air panas yang mendidih, satu berisi air jahe, satu lagi berisi air putih yang belum mendidih, jika air yang mendidih habis akan diisi dengan air yang akan mendidih, dan air jahe yang habis akan diisi dengan air yang mendidih yang artinya di dalam pekerjaan mereka akan saling mengisi dengan kata lain saling membantu, sedangkan nama dari Café Tiga Tjeret terinspirasi dari gerobak-gerobak wedangan yang selalu menaruh tiga ceret di atas anglo yang sekaligus juga menjadi logo mereka (sumber : www.cafetigatjeret.com).

39 D. TUJUAN CAFÉ TIGA TJERET Tujuan dibukanya Café Tiga Tjeret untuk mengangkat derajat wedangan yang selama ini dilakukan di pinggir jalan. Menikmati wedangan Solo yang dulunya dilakukan di pinggir jalan kini dapat dilakukan di tempat yang lebih nyaman dan modern (sumber : www.cafetigatjeret.com). E. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi dari Cafe Tiga Tjeret, masih dalam proses penyempurnaan, maka struktur organisasi yang diperoleh langsung dari Bapak Bambang Wijanarto selaku owner Cafe Tiga Tjeret, kepemilikan dari Cafe Tiga Tjeret ini dimiliki 7 orang yang terdiri dari : 1) Andhang Apri Hardhanto 2) Toni 3) Yusi 4) Cahyo 5) Tessa 6) Bambang Wijanarto 7) Rizal Satyagraha General Manager dari Café Tiga Tjeret : Hari Chef dari Café Tiga Tjeret : Haryo Pramoe

40 F. EVENT-EVENT CAFÉ TIGA TJERET 1. Café Tiga Tjeret Charity Night : Pray For Kelud Event ini diadakan bertujuan sebagai malam amal dan menghimpun bantuan untuk korban letusan Gunung Kelud pada tanggal 2 Maret 2014. Terbuka untuk umum dengan panggung hiburan seperti Ketroprak Wiswokarman, Musikalisasi puisi oleh seniman Solo, dan Bengawan Symphony Orchestra. Di event ini pula hadir bapak walikota Solo, FX Rudyatmo. Gambar 1.2 event Pray For Kelud (sumber : leuserantara.com) Gambar 1.3 perundingan event Pray For Kelud (sumber : soloevent.co.id) 2. IsyarArt Event ini berupa pameran karya seni dari seorang tuna rungu yang juga akan di meriahkan dengan penampilan akustik.

41 Gambar 1.4 event IsyarArt (sumber: twitter Café Tiga Tjeret). Gambar 1.5 pameran event IsyarArt (Foto pada tanggal 30 Mei 2014) 3. Live Music Event ini merupakan bagian event kecil dan paling sering dilakukan oleh Café Tiga Tjeret. Event ini biasanya diselenggarakan dengan menjalin kerja sama dengan para musisi muda (mahasiswa) maupun musisi senior untuk tampil di Café Tiga Tjeret, atau bandband indie di kota Solo, untuk tampil di café tersebut, sebagai penambah hiburan bagi para pengunjung. Event tersebut juga termasuk dalam event sosial di Café Tiga Tjeret, karena digunakan sebagai

42 penggalangan dana dengan menempatkan kotak-kotak uang di dekat panggung. Gambar 1.6 event live music (Foto yang diambil pada 20 Juni 2014)