01.Pendahuluan Petrologi Batuan Karbonat

dokumen-dokumen yang mirip
KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HALU OLEO FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI

PETROGRAFI BATUAN KARBONAT

BAB IV FASIES BATUGAMPING GUNUNG SEKERAT

BAB. I PENDAHULUAN. I.1. Latar belakang

BAB IV DISTRIBUSI FASIES BATUGAMPING

BAB V FASIES BATUGAMPING DAERAH PENELITIAN

BAB IV FASIES BATUGAMPING FORMASI TENDEH HANTU

BAB IV FASIES BATUGAMPING DAERAH PENELITIAN

Foto 32. Singkapan batugamping fasies foraminifera packestone yang berlapis.

LABORATORIUM GEOLOGI OPTIK DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

Batuan Karbonat adalah batuan yang tersusun dari mineral karbonat, yang terutama batugamping dan dolomit yang berpotensi sebagai reservoar.

BAB IV DIAGENESIS BATUGAMPING

BAB V FASIES BATUGAMPING DAERAH GUNUNG KROMONG

// - Nikol X - Nikol 1mm

BAB IV TEORI DASAR DIAGENESIS KARBONAT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III DASAR TEORI. silika dan pasir besi serta gipsum. Karena porsi batu kapur adalah yang paling

ACARA IX MINERALOGI OPTIK ASOSIASI MINERAL DALAM BATUAN

BAB V DIAGENESIS BATUGAMPING FORMASI CIMAPAG

4.4.1 Proses dan Produk Diagenesa Proses Mikritisasi Mikrobial

Studi Model Reservoir Karbonat Menggunakan Analisa Tipe Batuan

HUBUNGAN ANTARA EVOLUSI POROSITAS DENGAN KARAKTERISTIK DIAGENESIS FORMASI WONOSARI DI KECAMATAN PONJONG, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI DIY

BAB 4 Fasies Batugamping Formasi Citarate

Mikrofasies dan Diagenesa Batugamping Formasi Klapanunggal Daerah Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Dinamika Sedimentasi Formasi Prupuh dan Paciran daerah Solokuro dan Paciran, Lamongan, Jawa Timur

II TINJAUAN PUSTAKA. Buton Sulawesi Tenggara skala 1: keadaan umum daerah penelitian

Geologi dan Studi Fasies Karbonat Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

A. Pembentukan Batu Gamping

Besar butir adalah ukuran (diameter dari fragmen batuan). Skala pembatasan yang dipakai adalah skala Wentworth

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Adanya cangkang-cangkang mikro moluska laut yang ditemukan pada sampel dari lokasi SD9 dan NG11, menunjukkan lingkungan dangkal dekat pantai.

Gambar 1. Chert dalam Ukuran Hand Spicemen. Gambar 2. Chert yang terlipat. Gambar 3. Bedded Chert dan Sayatan Radiolarian Chert

BAB III GEOLOGI DAERAH LEPAS PANTAI UTARA MADURA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Geologi dan Studi Fasies Karbonat Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V BATUAN SEDIMEN KARBONAT

BAB IV FASIES BATUGAMPING FORMASI CIMAPAG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Karakterisasi Reservoar Batuan Karbonat Formasi Kujung II, Sumur FEP, Lapangan Camar, Cekungan Jawa Timur Utara 1

BAB III Perolehan dan Analisis Data

ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUGAMPING BERDASARKAN DISTRIBUSI UNSUR KIMIA DI DAERAH CIDORA, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH

BAB IV ASOSIASI FASIES DAN PEMBAHASAN

BAB IV STUDI SEDIMENTASI PADA FORMASI TAPAK BAGIAN ATAS

BAB IV KONDISI GEOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. Menggambarkan diagenesa batuan sedimen. Memberikan nama batuan sedimen berdasarkan klasifikasi After Dott (1964).

PENELITIAN PENDAHULUAN BATUAN KARBONAT DI DAERAH BOGOR

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KARAKTERISTIK RESERVOAR KARBONAT. 1. Lingkungan Pengendapan 2. Proses Diagenesa

FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUGAMPING FORMASI PARIGI DI DAERAH PANGKALAN, KARAWANG, JAWA BARAT

BAB IV STUDI PASIR NGRAYONG

BAB IV DIAGENESIS BATUGAMPING FORMASI BULU

Nama : Peridotit Boy Sule Torry NIM : Plug : 1

LABORATORIUM GEOLOGI OPTIK DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

BAB IV STUDI BATUPASIR NGRAYONG

Gambar 1. Kolom Stratigrafi Cekungan Jawa Barat Utara (Arpandi dan Padmosukismo, 1975)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Sigit Maryanto Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Jl. Diponegoro No. 57 Bandung 40122, ABSTRACT

: Batugamping Kalsilutit-Batulempung : Mudstone (Dunham, 1962)/Batugamping Kalsilutit

Lingkungan Pengendapan Laut

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN... SURAT PERNYATAAN... HALAMAN PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... SARI... ABSTRACT... viii DAFTAR ISI...

Oleh : Sigit Maryanto. Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Jl. Diponegoro No. 57 Bandung,

Fasies dan Lingkungan Pengendapan Formasi Campurdarat di Daerah Trenggalek-Tulungagung, Jawa Timur

DAFTAR PUSTAKA. Bemmelen, R.W., van, 1949, The Geology of Indonesia, Vol. I-A, Gov. Printed

// - Nikol X - Nikol 1mm

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUAN KARBONAT FORMASI PARIGI DI DAERAH PALIMANAN, CIREBON

I.1 Latar Belakang I.2 Maksud dan Tujuan

BAB I PENDAHULUAN. dan sejarahnya (termasuk perkembangan kehidupan), serta proses-proses yang telah

PETROLOGI 1. PENDAHULUAN

FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUAN KARBONAT FORMASI PARIGI DI DAERAH PALIMANAN, CIREBON

KARAKTERISTIK LUMPUR SIDOARJO

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan

PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-8 Academia-Industry Linkage OKTOBER 2015; GRHA SABHA PRAMANA

GEOLOGI DAN FASIES BATUGAMPING FORMASI CIMAPAG, DAERAH PASIR SALAM DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CILOGRANG, KABUPATEN LEBAK, BANTEN

BAB I PENDAHULUAN. Disebutkan oleh Surono, dkk (1992), penyusun Formasi Wonosari-Punung berupa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB II GEOLOGI REGIONAL. pergerakan lempeng tektonik. Tahap awal pembentukan cekungan tersebut

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.2. Perumusan Masalah

POLA PERTUMBUHAN BATUAN KARBONAT LAPANGAN KANCIL INTERVAL MID MAIN CARBONATE FORMASI CIBULAKAN ATAS, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA

ANALISIS PETROGRAFI DALAM PENENTUAN JENIS BATUGAMPING FORMASI WAPULAKA, DAERAH PASARWAJO, DESA DONGKALA, KABUPATEN BUTON, PROPINSI SULAWESI TENGGARA

TANAH / PEDOSFER. OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Optimalisasi Metode Pendiskripsian Batugamping untuk Karakterisasi Reservoar Hidrokarbon dalam Pemodelan Geologi

BAB I PENDAHULUAN. The petroleum geologist. Geologi fisika Geologi sejarah Geologi struktur Paleontologi Stratigrafi

Geologi dan Potensi Sumberdaya Batubara, Daerah Dambung Raya, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, Propinsi Kalimantan Selatan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-7 Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Oktober 2014

Ciri Litologi

MIKROFASIES BATUGAMPING FORMASI BULU DAN KUALITAS BAHAN BAKU SEMEN, PADA LAPANGAN GUNUNG PAYUNG, KECAMATAN BOGOREJO, KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH

LATIHAN DAN TES JARAK JAUH (LTJJ) Persiapan OSK Bidang : Kebumian. Solusi. Latihan 1. Bahan : Geologi -1

Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti, M.Sc. Teknik Geologi

GEOLOGI DAN STUDI FASIES BATUGAMPING DAERAH KALIORANG BARAT, KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR

III.1 Morfologi Daerah Penelitian

BAB III ANALISIS FASIES PENGENDAPAN FORMASI TALANG AKAR

Transkripsi:

http://disbudparkbb.id/images/potensi/citatah2.jpg 01.Pendahuluan Petrologi Batuan Karbonat

Kerangka Materi Pengertian Batuan Karbonat Manfaat dan Hubungan dengan ilmu geologi yang lain Klasifikasi batuan Karbonat

Pengertian Batuan Karbonat

Pengertian Batuan Karbonat Batuan karbonat adalah batuan sedimen yang memiliki komponen karbonat lebih besar daripada komponen non karbonat (Pettijohn, 1975). Tersusun dari mineral karbonat. Dua jenis utama batuan: Batugamping (limestone) Dolomite (dolostone) Batuan karbonat dibedakan berdasarkan karakteristik fabrik dan tekstur daripada komposisi mineralnya.

Komposisi Batuan Karbonat Aragonit CaCO 3 (ortorombik) : hasil presipitasi langsung dari air laut secara kimiawi atau berasal dari proses biogenic (ganggang hijau), bentuk serabut, dan tidak stabil. Kalsit CaCO 3 (heksagonal) : mineral lebih stabil, berbentuk hablur yang baik/spar, kalsit bila diberi alizarin red menjadi merah High-Mg Calcite : kandungan MgCO 3 4%, terbentuk pada daerah yang hangat Low-Mg Calcite : kandungan MgCO 3 <4%, terbentuk pada daerah yang dingin Dolomit CaMg(CO 3 ) 2 (heksagonal) : berbentuk belah ketupat, tidak bereaksi dengan alizarin red, kebanyakan hasil dolomitisasi dari kalsit Magnesit MgCO 3 (heksagonal) : biasanya berasosiasi dengan evaporit Siderit FeCO 3 (heksagonal) Ankerite Ca(Fe,Mg)(CO 3 ) 2 (heksagonal)

Komposisi Batuan Karbonat Boggs, 2006

Karakteristik Batuan Karbonat Membentuk setidaknya hingga 30% litologi dalam kolom stratigrafi. Penyebaran batuan karbonat yang luas mengindikasikan keadaan tektonik spesial: tectonic quiscence. Batuan karbonat juga mengindikasikan lingkungan pengendapan khusus: laut yang dangkal, hangat, dan bersih.

Hubungan batuan karbonat dengan batuan silisiklastik

Hubungan batuan gamping dengan napal

Sedimentasi Karbonat Sedimentasi karbonat dikontrol oleh persamaan kesetimbangan kimia berikut: H + + HCO 3 + Ca 2+ CaCO 3 + H 2 O + CO 2

Kontrol kimia terhadap sedimentasi Karbonat Pengendapan dan pelarutan dikontrol oleh: Konsentrasi Ca++ Konsentrasi CO 3 - Saturasi Ca++ dikontrol oleh: Evaporasi Temperatur Saturasi CO 3 - dikontrol oleh: Tekanan parsial Temperatur Atmosfer Aktivitas biogenik/ terutama fotosintesis

Inorganik Presipitasi CaCO3 organik

Inorganik Boggs, 2006

Organik Boggs, 2006

Lingkungan kimia pengendapan batuan karbonat Karbonat biasa diendapkan pada kondisi: Lingkungan asin (saline) dengan Ph tinggi. Lingkungan laut Dapat diendapkan juga di lingkungan lakustrin yang asin

Lingkungan Pengendapan Karbonat Karbonat adalah sedimen air hangat. Secara umum terbentuk sebagai sedimen air dangkal; karbonat air dalam terbatas pada batugamping pelagik. Diendapkan pada kondisi air laut yang bersih, bebas dari gangguan sedimen klastik halus.

The Carbonate Factory ORGANIC PRODUCTIVITY Reef communities Shells Algae Most lime mud INORGANIC PRODUCTIVITY Ooids Aggregates Cements Some lime mud IN GENERAL ORGANIC > INORGANIC PRODUCTIVITY SHELF CARBONATES PRODUCTION & PELAGIC CARBONATE PRODUCTION ARE LARGELY MUTUALLY EXCLUSIVE

THE MODERN REEF GROWTH WINDOW ( after James and Bourque, 1992 with modification)

Kontrol terhadap akumulasi batuan karbonat Eustacy Subsidence Produktivitas karbonat Temperatur Cahaya matahari Oxygenation Input klastik Pemangsa/penyakit Suplai nutrisi

Kenampakan lingkungan pembentukan karbonat modern di laut dangkal, hangat, dan air yang jernih.

Distribusi sedimentasi karbonat di seluruh dunia

Distribusi daerah dengan iklim tropis basah yang memiliki input silisiklastik melimpah

Zona ACD dan CCD Di lautan, semakin dalam lingkungan, semakin tinggi tekanan parsial CO2 dan temperatur semakin rendah. solubilitas mineral karbonat (aragonit dan kalsit) semakin bertambah seiring dengan meningkatnya kedalaman. dikenal istilah zona ACD dan CCD. Zona ACD (Aragonite Compensation Depth) zona batas kedalaman diendapkan mineral aragonit. Zona CCD (Calcite Compensation Depth) zona batas kedalaman diendapkan mineral kalsit. Di bawah zona ACD, mineral aragonit akan melarut. Sedangkan di bawah zona CCD, mineral kalsit akan melarut.

Zona ACD dan CCD

Komponen pembentuk batuan karbonat Butiran Karbonat (Carbonate grain) Matriks Semen Porositas

Butiran Karbonat Skeletal grain Nonskeletal Ooid Pisoid Peloid/Pellet Aggregat/lump/grapestone Litoklas

Butiran Karbonat Skeletal grain

Butiran Karbonat Non-skeletal grain Ooid Pisoid Peloid/Pellet Aggregat/lump/grapestone Litoklas

Manfaat dan Hubungan dengan ilmu geologi yang lain

Manfaat mempelajari petrologi batuan karbonat Bidang Industri Migas Tambang Bidang Keilmuan?

Ilmu-ilmu geologi yang berkaitan dengan Petrobakar Sedimentologi dan Stratigrafi Paleontologi Mikropaleontologi Petrologi Petrografi Tektonik

Klasifikasi Batuan Karbonat

Jenis klasifikasi Batuan Karbonat Terdapat beberapa jenis klasifikasi batuan karbonat yang dikenal: Klasifikasi Grabau (1904) Klasifikasi Folk (1962) Klasifikasi Dunham (1962) Klasifikasi Embry & Klovan (1971) Klasifikasi Wright (1992)

Klasifikasi Grabau (1904) Grabau (1904) mengklasifikasikan batugamping berdasarkan ukuran butirnya menjadi 5, yaitu: Calcirudite: batugamping yang ukuran butirnya lebih besar dari pasir (>2 mm). Calcarenite: batugamping yang ukuran butirnya sama dengan pasir (1/16-2 mm). Calcilutite: batugamping yang ukuran butirnya lebih kecil dari pasir (<1/16 mm). Calcipulverite: batugamping hasil presipitasi kimiawi seperti batugamping kristalin. Batugamping organik: batugamping hasil pertumbuhan organisme secara insitu seperti batugamping terumbu dan stromatolite.

Klasifikasi Folk (1962) Folk (1962) mendasarkan klasifikasi batuan karbonat berdasarkan perbandingan relatif antara allochem, micrite, dan sparite. Serta jenis allochem yang dominan. Dalam hal ini ada empat jenis batugamping: Tipe 1: Allochemical Rocks - Sparry Calcite Cement Tipe 2: Allochemical Rocks - Microcrystalline Calcite Matrix Tipe 3: Orthochemical Rocks Tipe 4: Autochthonous Reef Rocks

Klasifikasi Folk (1962)

Klasifikasi Folk (1962)

Klasifikasi Dunham (1962) Dunham mengklasifikasikan batugamping berdasarkan tekstur pengendapan (derajat perubahan tekstur pengendapan, keterikatan komponen asli selama pengendapan, tingkat kelimpahan butir dan lumpur karbonat). Berdasarkan tekstur pengendapan ini dapat diinterpretasikan lingkungan pengendapan: Mudstone Wackestone Packstone Grainstone Boundstone Crystalline

Klasifikasi Dunham (1962)

Klasifikasi Embry & Klovan (1971) Klasifikasi Embry & Klovan (1971) sebenarnya adalah pengembangan dari klasifikasi Dunham (1962). Klasifikasi ini mendasarkan pada tekstur pengembangan. Klasifikasi Embry & Klovan (1971) sangat baik untuk digunakan dalam menginterpretasi fasies terumbu dan tingkat energi pengendapan. Mudstone Wackestone Packstone Grainstone Floatstone Rudstone Crystalline Bafflestone Bindstone framestone

Klasifikasi Embry & Klovan (1971)

Klasifikasi Wright (1992) Merupakan klasifikasi yang paling mutakhir hasil pengembangan klasifikasi Dunham (1962) dan Embry & Klovan (1971). Klasifikasi dilakukan berdasarkan jenis proses dominan yang mempengaruhi tekstur batugamping: Depositional (Pengendapan) Biological (Biologi) Diagenetic (Diagenesa)

Klasifikasi Wright (1992)

Rangkuman Klasifikasi Klasifikasi Grabau (1904) Ukuran butir Klasifikasi Folk (1962) Persentase relatif komponen Klasifikasi Dunham (1962) Tekstur pengendapan (energi selama pengendapan) Klasifikasi Embry & Klovan (1971) Tekstur pengendapan (pengembangan Klasifikasi Dunham) Klasifikasi Wright (1992) Jenis proses dominan yang mempengaruhi tekstur batugamping

Golongan batuan sedimen utama serta proses-proses pembentukannya (Koesoemadinata, 1985).

Folk : poorly-sorted intrasparite Dunham : lithoclast grainstone

Folk : rounded oosparite Dunham : oolitic grainstone

Folk : unsorted biosparite Dunham : mixed-fossil grainstone

Folk : sorted pelsparite Dunham : pelletal grainstone

Folk : packed intramicrite Dunham : lithoclastic wackestone Embry-Klovan : lithoclastic floatstone atau rudstone

Folk : packed oomicrite Dunham : oolith lime packstone atau oolith lime wackestone

Folk : packed biomicrite Dunham : mixed-fossil lime wackestone

Folk : unsorted bryozoan biosparite Dunham : bryozoan grainstone Embry-Klovan : bryozoan bafflestone Wright : bryozoan cementstone

Folk : micrite Dunham : lime mudstone

Folk : red algal biolithite Dunham (dan Wright) : red algal boundstone Embry-Klovan : red algal bindstone

Folk : oolitic dismicrite Dunham : oolitic wackestone

Folk : coarsely crystalline dolomite Dunham : crystalline dolomite Wright : dolomitic sparstone

Terima Kasih... Ada Pertanyaan? Minggu Depan: Komponen Penyusun Batuan Karbonat (Biolith)