ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.1 April 2016 Page 764

dokumen-dokumen yang mirip
Elisabeth Patricia Chandra 1, Astri Novianty 2, Agung Nugroho Jati 3. Abstrak

IMPLEMENTASI FACE IDENTIFICATION DAN FACE RECOGNITION PADA KAMERA PENGAWAS SEBAGAI PENDETEKSI BAHAYA

PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING SEBAGAI SISTEM STARTER SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 Oleh : Margito Hermawan

APLIKASI PENGENALAN WAJAH UNTUK VALIDASI PESERTA UJIAN ONLINE MENGGUNAKAN METODE HAAR CASCADE DAN EIGEN FACE VECTOR

BAB I PENDAHULUAN. telinga, wajah, infrared, gaya berjalan, geometri tangan, telapak tangan, retina,

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan

APLIKASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE DENGAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

BAB I PENDAHULUAN. dengan memanfaatkan ciri wajah yang telah tersimpan pada database atau wajah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Pengujian Pengenalan Wajah Menggunakan Raspberry Pi

Penerapan Face Recognition dengan Metode Eigenface pada Intelligent Car Security

ESTIMASI FUNGSI SPASIAL PADA IDENTIFIKASI FITUR WAJAH

PENGENALAN WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN NLDA (NULL-SPACE LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS)

PERANCANGAN PENDETEKSI WAJAH DENGAN ALGORITMA LBP (LOCAL BINARY PATTERN) BERBASIS RASPBERRY PI

PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA EIGENFACE DAN EUCLIDEAN DISTANCE

SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN WEBCAM UNTUK ABSENSI DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

PENGAMAN RUMAH DENGAN SISTEM FACE RECOGNITION SECARA REAL TIME MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS

SISTEM PENDETEKSI WAJAH MANUSIA PADA CITRA DIGITAL (PROPOSAL SKRIPSI) diajukan oleh. NamaMhs NIM: XX.YY.ZZZ. Kepada

Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini

PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

REALISASI SISTEM PENJEJAKAN WAJAH DENGAN ALGORITMA FISHERFACE BERBASIS RASPBERRY PI ABSTRAK

BAB II LANDASAN TEORI. Kamera web (singkatan dari web dan camera) merupakan sebuah media

PENERAPAN ALGORITMA EIGENFACE PADA SISTEM ABSENSI KARYAWAN BERBASIS WEBCAM SKRIPSI MAULINA SARI

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS SISTEM PENGENALAN WAJAH DALAM RUANGAN PADA VIDEO MENGGUNAKAN METODE LNMF DAN NMFsc

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KEAMANAN PINTU BERBASIS PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE EIGENFACE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan PCA, kemudian penelitian yang menggunakan algoritma Fuzzy C-

M.Bagas Gigih Yuda Prasetyo 1, Astri Novianty 2, Agung Nugroho Jati 3. Abstrak

FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN METODE TWO- DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS (2DPCA) ABSTRAK

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih locker

PERANCANGAN PERGERAKAN WEBCAM BERDASARKAN PERUBAHAN POSISI WAJAH MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE BERBASIS RASPBERRY PI

PENGENALAN CITRA WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET DISKRIT DAN JARINGAN SARAF TIRUAN BACK-PROPAGATION

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PERANCANGAN dan REALISASI FACETRACKER WEBCAM MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE BERBASIS RASPBERRY PI 2

BAB I PENDAHULUAN. individu dapat dibedakan dengan individu yang lain.

SISTEM PENGENALAN BUAH MENGGUNAKAN METODE DISCRETE COSINE TRANSFORM dan EUCLIDEAN DISTANCE

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN Latar Belakang... 1

IMPLEMENTASI PERHITUNGAN KECEPATAN OBJEK BERGERAK BERBASIS WEBCAM DAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

PENERAPAN METODE HISTOGRAM OF ORIENTED GRADIENT (HOG) PADA OBJECT COUNTING BERBASIS RASBERRY PI

Hasil Ekstraksi Algoritma Principal Component Analysis (PCA) untuk Pengenalan Wajah dengan Bahasa Pemograman Java Eclipse IDE

SISTEM PINTU OTOMATIS BERDASARKAN PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE NEAREST FEATURE LINE

Rancang Bangun Prototipe Aplikasi Pengenalan Wajah untuk Sistem Absensi Alternatif dengan Metode Haar Like Feature dan Eigenface

Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Principal Component Analysis

DETEKSI DAN REPRESENTASI FITUR MATA PADA SEBUAH CITRA WAJAH MENGGUNAKAN HAAR CASCADE DAN CHAIN CODE

PROTOTYPE PENGENALAN WAJAH MELALUI WEBCAM DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA PRICIPAL COMPONENT ALAYSIS (PCA) DAN LINIER DISCRIMINANT ANALYSIS (LDA)

Prototype Pendeteksi Jumlah Orang Dalam Ruangan

Sistem Pengenalan Wajah Pada Mesin Absensi Mahasiswa Menggunakan Metode PCA Dan DTW

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Sistem Pengenal Wajah Manusia untuk Personalisasi Perintah pada Robot

DETEKSI MARKA JALAN DAN ESTIMASI POSISI MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION HOUGH TRANSFORM

Face Identification For Presence Applications Using Violajones and Eigenface Algorithm

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D

SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN SCAN KONTUR MATA STUDI KASUS PEGAWAI/KARYAWAN UPN VETERAN JATIM

SISTEM IDENTIFIKASI KODE TANGAN MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS DAN BACKPROPAGATION

SISTEM PENGENALAN INDIVIDU MELALUI IDENTIFIKASI TELAPAK TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS DISKRIMINATOR SEMINAR HASIL TUGAS AKHIR

PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE FISHERFACE UNTUK MENDUKUNG SISTEM AKADEMIK

PENGENALAN WAJAH DENGAN CITRA MASUKAN BERUPA CITRA SKETSA WAJAH SEBAGAI HASIL SINTESIS DENGAN TEKNIK MULTISCALE MARKOV RANDOM FIELD (MRF)

IDENTIFIKASI WAJAH PADA SISTEM KEAMANAN BRANKAS MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS

Pengenalan Bahasa Isyarat Tangan Menggunakan Metode PCA dan Haar-Like Feature

IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS)

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 7 (2011) RANCANG BANGUN SISTEM PENGENALAN POLA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE MINUTIAE

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PENGOLAHAN KATA MENGGUNAKAN ALGORITMA HIDDEN MARKOV MODEL DENGAN POCKETSPHINX

PENGEMBANGAN SISTEM PENCATAT PEMAKAIAN KOMPUTER LAB DENGAN BIOMETRIKA PENGENAL WAJAH EIGENFACE. Oleh

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem Pakar (Expert System), Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Network), Visi

PENGENALAN WAJAH DENGAN MENERAPKAN ALGORITMA ADAPTIF K MEANS

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KLASIFIKASI BUNGA EUPHORBIA BERDASARKAN KELOPAK DENGAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA)

DETEKSI KEBAKARAN BERBASIS WEBCAM SECARA REALTIME DENGAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI KAMERA DETEKSI KEMACETAN JALAN RAYA DENGAN CITRA PANORAMA

PENGENALAN SESEORANG MENGGUNAKAN CITRA GARIS TANGAN

PENGENALAN WAJAH MANUSIA DENGAN METODE PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS (PCA)

Pengenalan Image Wajah Dengan Menggunakan Metode Template Matching. Abstraksi

IMPLEMENTASI PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE EIGENFACE PADA SISTEM ABSENSI

PENERAPAN GRABBER PADA OPTICAL FLOW UNTUK MENGGERAKKAN CURSOR MOUSE MENGGUNAKAN BOLPOIN

IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA SILUET ORANG BERJALAN MENGGUNAKAN SUDUT SETENGAH KAKI

ANALISA DETEKSI KELOMPOK USIA DAN GENDER BERDASARKAN KONTUR WAJAH DENGAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

Seminar Nasional Inovasi Dan Aplikasi Teknologi Di Industri 2017 ISSN ITN Malang, 4 Pebruari 2017

BAB I PENDAHULUAN. mampu mengubah manusia, dari cara pandang seseorang atas sesuatu hingga cara

Pengembangan Perangkat Lunak untuk Pengenalan Wajah dengan Filter Gabor Menggunakan Algoritma Linear Discriminant Analysis (LDA)

SISTEM PEMBACA LJK BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SCANNER LJK READER SYSTEM BASED DIGITAL IMAGE PROCESSING USING SCANNER

BAB I PERSYARATAN PRODUK

MENENTUKAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN BERBASIS VIDEO PROCESSING

Implementasi Pengenalan Citra Wajah dengan Algoritma Eigenface pada Metode Principal Component Analysis (PCA)

SISTEM PENGAMANAN HANDPHONE MENGGUNAKAN FACE RECOGNITION BERBASIS ANDROID

LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA. Sistem Identifikasi Teroris Dengan Pelacakan Dan Pengenalan Wajah

APLIKASI IDENTIFIKASI ISYARAT TANGAN SEBAGAI PENGOPERASIAN E-KIOSK

APLIKASI PENGENALAN DAUN UBI JALAR UNTUK JENIS UBI JALAR UNGU, MERAH, PUTIH DAN KUNING MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS

Transkripsi:

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.1 April 2016 Page 764 IMPLEMENTASI EIGENFACE UNTUK PENGENALAN WAJAH PADA BUILDING SECURITY SYSTEM BERBASIS EMBEDDED IMPLEMENTATION OF EIGENFACE FOR FACE RECOGNITION ON BUILDING SECURITY SYSTEM BASED ON EMBEDDED Bagas Wara Rachmat Ramadhan 1, Agung Nugroho Jati, ST., MT 2, Umar Ali Ahmad, ST., MT 3 1,3 Prodi S1 Sistem Komputer, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom bagasramadhan@students.telkomuniversity.ac.id 2 agungnj@telkomuniversity.ac.id, 3 uaa@ypt.or.id Abstrak Kemajuan zaman serta rasa ingin tahu pada suatu kondisi hal juga menjadi salah satu hal bagi manusia untuk terus mengembangkan system keamanan pada gedung. Untuk itu diperlukan suatu system yang dapat menjadi solusi keamanan tersebut. System dapat mendeteksi objek berupa wajah sebagai citra masukan. System memerlukan masukan citra dari sebuah kamera. Setelah objek terdeteksi oleh kamera, system akan melakukan pencocokan wajah dengan gambar wajah yang terdapat pada database system. Setelah data diolah, system akan menghasilkan logic yang digunakan untuk proses selanjutnya dalam system secara keseluruhan. System merupakan penerapann Computer Vision dalam system keamanan. System akan mengambil citra menggunakan camera yang terdapat di pintu. Citra akan diproses dengan menggunakan metode Haar Cascade untuk mendeteksi objek wajah yang terdapat pada citra. Kemudian menggunakan metode Eigenface untuk proses mencocokkan objek wajah yang terdeteksi dengan wajah yang terdapat pada database. Dari hasil pengujian, posisi optimal dari kamera agar dapat hasil yang baik adalah dengan jarak 1 meter dengan akurasi 95 % serta dengan sudut kemiringan antara kamera dengan objek yaitu 0 o. Kata Kunci : Eigenface, Raspberry Pi, Keamanan gedung Abstract The progress of time and curiosity also one cause for human beings to continue to develop a security system for the building. It required a system that could be the security solution. System can detect objects in the form of the face as the input image. System requires the input image from a camera. Once the object is detected by the camera, the system will perform face matching with the facial image contained in the database system. Once the data is processed, the system will produce a logic that is used for further processing in the system as a whole.this system is an application of Computer Vision for security system. The system will take imagery using a camera located at the door. The image will be processed using Haar Cascade method for detecting objects faces contained in the image. Then using the Eigenface method to match the object faces detected by the face contained in the database. From the test results, the optimal position of the camera in order to get a good result is to a distance of 1 meter with an accuracy of 95 % and with a slope angle between the camera and the object is 0 o. Keywords : Eigenface, Raspberry Pi, Building security 1. Pendahuluan System keamanan pada suatu gedung lebih banyak menggunakan system manual sebagai bentuk pengawasannya, seperti dengan menggunakan kunci manual. System keamanan seperti ini masih belum efektif karena selama ini banyak orang yang tidak berkepentingan bisa masuk ke dalam ruangan tersebut, sehingga informasi - informasi penting dapat dicuri dengna mudah. Oleh karena itu diperlukan teknologi untuk mengamankan informasi penting tersebut, seperti penggunaan pengenalan wajah atau face recognition sebagai media pengamannnya. Face recognition adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi wajah seseorang melalui gambar digital. Teknologi ini adalah perkembangan dari teknologi image

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.1 April 2016 Page 765 processing [1]. Face recognition berfungsi juga untuk mengenali wajah seseorang untuk dikenali. Dalam face recognition terdapat dua aktivitas yang harus dilakukan yaitu mencari data training serta data testing, untuk pengujian gambar yang akan diuji. Face recognition memiliki banyak jenis algoritma yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengenali wajah seseorang. Salah satu algoritma dalam pengenalan wajah adalah algoritma eigeneface. Konsep dari eigenface adalah serangkaian eigenvector yang digunakan untuk mengenali wajah manusia dalam suatu computer vision [2]. Algoritma ini mempunyai keakuratan yang cukup baik dibanding metode face recognition yang lain. Metode eigenface merupakan pengenalan wajah berdasarkan Principle Component Analysis, pada eigenface gambar dicapture dan disimpan pada database untuk menjadi data training yang kemudian akan dibandingkan pada data sample. Pada tugas akhir ini memanfaatkan karakterisitik wajah seseorang untuk dijadikan hak akses membuka kunci pintu, menggantikan kunci fisik manual. 2. Tinjauan Pustaka 2.1 Computer Vision Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana computer dapat mengenlai obyek yang diamati. Arti lain dari Computer Vision sendiri adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengestrak informasi pada suatu gambar yang diperlukan untuk untuk penelitian tugas tertentu. Sebagai disiplin teknologi, Computer Vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan system [3]. Pada Computer Vision terdapat beberapa proses yang bertujuan untuk menjadikan computer berlaku seperti penglihatan manusia, sehingga mendekati kemampuan manusia dalam menangkap informasi dalam hal ini informasi visual. Proses pada Computer Vision itu sendiri ada empat tahapan yaitu : 1. Image Acquisition, yaitu proses penangkapan informasi visual dan proses pengubahan sinyal analog menjadi data digital, yang siap untuk diproses oleh computer. 2. Image Processing, yaitu proses pengolahan informasi citra digital. 3. Image Analysis, yaitu proses analisa terhadap citra visual yang telah diproses sebelumnya. 4. Image Understanding, yaitu menerapkan konsep kecerdasan buatan untuk memahami data visual yang telah ditangkap. Pada Computer Vision, terdapat pengolahan citra dan pengenalan pola. Preprocessing merupakan proses awal pada pengolahan citra, sedangkan pengenalan pola merupakan proses untuk mengintrepretasi citra [4]. 2.2 Face Recognition Face Recognition atau pengenalan wajah merupakan teknik biometric yang banyak diterapkan dalam berbagai system. Saat ini, pengenalan wajah melalui aplikasi computer dibutuhkan untuk mengatasi beberapa masalah sebagai contoh yaitu, dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan, system kemanan rumah ataupun gedung serta interaksi manusia dengan computer. Selain pengenalan wajah ada beberapa teknik biometric lainnya sebagai contoh pengenalan retina, pengenalan pada suara, pengenalan sidik jari dan lain lain. Dalam interkasi social, wajah merupakan bagian dari tubuh manusia yang menjadi focus perhatian. Dalam hal ini dapat dikatakan wajah memainkan peran penting dalam menunjukkan identitas seseorang. Kita dapa mengenlai ribuan wajah karena frekuensi interaksi yang sangat sering ataupun hanya sekilas bahkan dalam rentang waktu yang sangat lama. Oleh karena itu wajah digunakan sebagai organ pada bagian tubuh manusia yang dapat dijadikan indikasi pengenalan atau face recognition. 2.3 Eigenface Konsep dari Eigenface adalah informasi wajah diproyeksikan dalam ruang multidimensional vector orthogonal yang disebut ruang wajah (face space). Face space representasi

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.1 April 2016 Page 766 dari kumpulan vector orthogonal, yang dimana merupakan eigenvector dari matriks kovarian citra wajah pada tranining set Gambar 2 1 Representasi Ruang Wajah Berdasarkan gambar diatas, citra wajah pada training set harus berada di dekat ruang wajah. Citra dari individu yang diketahui terletak dekat dengan class wajah pada face space [9]. 2.4 Perancangan Pada perancangan system menjelaskan mengenai alur dari proses yang dikerjakan pada tugas akhir ini. System ini dibuat untuk keamanan pada suatu ruangan yang dimana ruangan tersebut menyimpan barang/asset penting. Menggunakan pengenalan wajah untuk mendeteksi wajah orang tertentu menggunakan kamera sehingga dapat diproses bahwa orang tersebut dapat dikenali dan masuk ke ruangan. 2.5 Gambaran Umum Sistem Pada perancangan system menjelaskan alur dari proses yang dikerjakan pada tugas akhir ini. Gambar 2. 1 Gambaran umum sistem System ini dibuat untuk keamanan pada suatu ruangan yang dimana ruangan tersebut menyimpan barang/asset penting. Menggunakan pengenalan wajah untuk mendeteksi wajah orang tertentu menggunakan kamera sehingga dapat diproses bahwa orang tersebut dapat dikenali dan masuk keruangan tersebut. Selain itu, setelah gambar tercapture maka gambar itu akan dikirim ke cloud computing sebagai data penyimpanan yang dimana bisa dilihat siapa orang yang masuk sehingga dapat terkontrol dan bisa diawasi. Media untuk mengawasinya pun juga dapat diakses menggunakan android yang sudah terintegrasi dengan kamera dan database. Untuk pengenalan wajah, apabila wajah orang tertentu dikenali, maka solenoid akan terbuka sendirinya sehingga orang tersebut dapat masuk keruangan tersebut. Sedangkan sebaliknya, jika orang tidak dikenali maka solenoid pada pintu tidak akan terbuka.

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.1 April 2016 Page 767 2.6 Diagram Alir Sistem Diagram alir gambaran umum system sebagai berikut. start Deteksi area wajah Capture wajah Pemrosesan a wal, menggunakan eigenface Wa ja cocok dengan data training Solenoid akan tetap tertutu Solenoid akan terbuka selesa i Gambar 2 2 Diagram Alir Perancangan Sistem Input dimulai dengan memasukan foto dari raspy cam yang terpasang di depan pintu. Setelah melakukan input foto, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah proses normaslisasi foto. Proses normalisasi ini sendiri yaitu meliputi perubahan format gambar dari RGB ke grayscale, kemudian dari grayscale tersebut diubah lagi menjadi bentuk matriks. Setelah proses normalisasi foto, selanjutnya adalah proses perhitungan eigenface, dimana perhitungan eigenface itu sendiri meliputi, meyiapkan data dengan membuat suatu himpunan matriks yang ada di database, kemudian ambil nilai tengah atau mean, cari selisih antara training image dengan nilai tengah, hitung nilai matriks kovarian, menghitung eigenvalue dan eigenvector untuk menentukan nilai eigenface dan yang terakhir adalah identifikasi. Setelah didapat nilai dari perhitungan maka langkah selanjutnya adalah pencocokan nilai eigenface input dengan eigenface di database, jika tidak cocok maka kembali ke proses foto dari raspy cam. Sedangkan jika cocok akan berlanjut. 3. Pembahasan System pengenalan wajah menggunakan raspberry pi cam. dilakukan untuk mendapatkan akurasi dari metode eigenface dalam mengenlai wajah. terhadap system seperti pengenalan wajah pada tingkat jarak yang berbeda, dan sudut kamera terhadap wajah. 3.1 berdasarkan jarak Jarak yang digunakan adalah objek terhadap kamera. Penambahan jarak hanya merubah jarak antara objek dengan kamera tidak dengan sudut kemiringan kamera terhadap objek. Untuk pengujian ini sudut tetap 0 o Tabel 3. 1 Hasil pengujian berdasarkan jarak No. Jarak (meter) Jumlah Akurasi (%) yang benar 1. 0,5 20 19 95

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.1 April 2016 Page 768 2. 1 20 19 95 3. 1,5 20 18 90 4. 2 20 0 0 Berdasarkan dari hasil pengujian yang sudah dilakukan, system dapat mengenali dengan optimal pada jarak 0,5 meter dan 1 meter dengan hasil akurasi 90%. Sedangkan untuk jarak diatas 1 meter sudah mengalami kesalahan pengenalan dan sulit untuk mendeteksi wajah pada jarak 2 meter, sehingga system tidak bisa menlanjutkan proses pengenalan. Jadi jarak optimal antara wajah objek dan raspberry pi cam tidak lebih dari 1 meter agar wajah tetap bisa dideteksi serta dikenali dengan baik. 3.2 Berdasarkan Sudut Sudut yang digunakan adalah sudut wajah dari kamera. Penambahan jumlah sudut berarti dengan menggeser posisi kamera terhadap objek dimana objek tetap diam pada posisi tertentu. dilakukan terhadap beberapa objek dengan sudut yang berbeda namun pada jarak yang sama yaitu 1 meter dan 1,5 meter. Tabel 3. 2 Hasil pengujian berdasarkan sudut pada jarak 1 meter. No. Sudut ( o ) Jumlah Jarak (meter) yang benar Akurasi (%) 1. 0 o 20 1 19 95 2. 15 o 20 1 17 85 3. 30 o 20 1 14 70 4. 45 o 20 1 0 0 5. 60 o 20 1 0 0 Tabel 3. 3 Hasil pengujian berdasarkan sudut pada jarak 1,5 meter. No. Sudut ( o ) Jumlah Jarak (meter) yang benar Akurasi (%) 1. 0 o 20 1,5 19 95 2. 15 o 20 1,5 16 80 3. 30 o 20 1,5 12 60 4. 45 o 20 1,5 0 0 5. 60 20 1,5 0 0 Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan berbagai sudut yang yang telah ditentukan, dapat dilihat hasil paling baik yaitu pada sudut 0 o dengan hasil akurasi sebesar 90% dan masih dapat mengenali hingga sudur 30 o. Sedangkan pada sudut 45 o dan 60 o sudah sulit bahkan tidak dapat mendetelsi adanya wajah. Dapat diambil kesimpulan bahwa sudut sangat bepengaruh pada jalannya system. Sehingga posisi dan peletakkan kamera akan berpengaruh pada proses identifikasi dan

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.1 April 2016 Page 769 deteksi wajah. Yang perlu diperhatikan yaitu mencari sudut yang tepat antara kamera dengan posisi wajah agar bisa didapatkan tingkat akurasi yang cukup baik. 3.3 dengan threshold yang berbeda dilakukan dengan menggunakan nilai threshold yang berbeda beda untuk setiap wajah. Setiap threshold diuji sebanyak 5 kali untuk setiap wajah. dilakukan di dalam ruangan. Berikut adalah table hasil dari pengujiannya. Tabel 3. 4 Hasil pengujian berdasarkan treshold. No Treshold Jumlah Akurasi yang terdeteksi yang benar (%) 1. 2000 10 9 5 50 2. 1000 10 9 6 60 3. 500 10 7 8 80 4. 200 10 0 0 0 Berdasarkan hasil pengujian sistem didapatkan bahwa sistem dapat mengenali wajah pengguna pada threshold 2000, 1000 dan 500. Sistem ini dapat mengenali hasil pengenalan jika nilainya dibawah threshold. Pada trehsold 2.000 semua masukan dapat dikenali karena nilai masukan semakin luas dalam mengambil cakupan citra. Namun semakin kecil threshold, maka sistem akan menyeleksi nilai citra, semakin kecil threshold maka sistem akan meminta data input sesuai dengan data training, dimana pada sistem ini nilai threshold yang bagus yaitu pada 500. 4. Kesimpulan dan Saran 4.1 Kesimpulan Dari hasil pengujian dan analisis yang telah dilakkan pada system, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Jarak optimal antara wajah dengan perangkat tidak lebih dari 1 meter, untuk mendapatkan hasil yang baik. 2. Pada pengujian sudut kemampuan mengenali wajah optimal pada 0 o dan masih dapat mengenali meski tidak optimal pada sudut 30 o. Sedangkan pada sudut 40 o system sudah tidak dapat mengenali wajah objek karena tidak mendeteksi akan adanya wajah. 4.2 Saran Setelah aplikasi ini berhasil dibangun, masih diperlukan pengembangan kea rah yang lebih baik agar lebih bermanfaat untuk penelitian selanjutnya. 1. Perlu dilakukan analisis selanjutnya menggunakan metode identifikasi wajah lain pada proyek Building Secirity agar didapatkan performansi yang lebih baik. 2. Saat melakukan pengenalan wajah sebaiknya dilakukan pada ruangan dengan kondisi cahaya yang konsisten 3. Jika pengenalan dilakukan dengan jarak yang lebih jauh maka perlu meningkatkan jenis kamera yang digunakan untuk pengenalan Daftar Pustaka :

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.1 April 2016 Page 770 [1] Iqbal, Mohammad. Sistem Keamanan Pintu Berbasis Wajah Menggunakn Metoe Eigenface dan Template Matching. Bandung : Proyek Akhir Telkom University [2] Bayu, Setya. Penerapan Face Recognation dengan Metode Eigenface dalam Intelligent Home Security. Surabaya : ITS [3] Abderrahim, E. 2008. Image and Signal Processing. Departmen of Mathematis nd Applied Mathematics University of Pretoria. [4] Putra Darma. 2010. Pengolahan Citra Digital. Indonesia : Andi Publisher [5] Nasution, N. M. 2010. Desain Dan Implementasi Sistem Penerjemah Bahasa Isyarat Berbasis Webcam Dengan Metode Linear Discriminant Analysis. Bandung: Institut Teknologi Telkom. [6] Munir, Rinaldi, Pengolahan Citra Digital dengan Pendekatan Algoritmik. Informatika Bandung 2004. [7] Muntasa, A., & Purnomo M.H. 2010. Konsep Pengolahan Citra Digital dan Ekstraksi Fitur.Yogyakarta: Graha Ilmu [8] Gonzales, R.C. dan R.E. Woods, Digital Image Processing, Addison-Wesley Publishing Compan, 1992 [9] Kania Dara Pradini. 111080217. 2012. Pengenalan Wajah Manusia dengan Metode Spectral Eigenface pada Citra Hyper Spectral untuk Verifikasi Identitas Pribadi. IT Telkom [10] Arief Trifianto Nurichsan. 1101100100. 2014. Analisis dan Perancangan Sistem Pengenalan Iris Mata Manusia Berbasis Java. Telkom University [11] Pritish Sachdeva, Schrutik Katchii, Paper Review on Raspberry Pi B+, Fakultas Elektro dan Komunikasi, Institut Teknologi Xavier, Mumbai, India. [12] Whithame D. Reeve, 2013. LWA TV on Raspberry Pi [13] K.S. Shilpashree, Lokesha H., Hadimani Shivkumar, Implementation Of Image Processing In Raspberry Pi,Kalpataru Institute Of Technology, India [14] Chandra, Elisabeth Patricia, 2015. Implementasi Algoritma Principal Component Analysis Pada Sistem Keamanan Parkir Berbasis Raspberry Pi. Bandung : Telkom Univeristy