PERAN PRODUSER DALAM PRODUKSI PROGRAM FEATURE TELEVISI MUSIKATALK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 5 EVALUASI. Gambar 5.1 Offline Editing 1

BAB 5 EVALUASI. Gambar 5.1 Editing imovie

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 3 PRA PRODUKSI 3.1 Ide Dan Pengembangan Konsep

BAB V EVALUASI. Gambar 5.1 Final Cut Pro

SEGMEN VIDEO SCREENSHOOT EFFECTS AUDIO

BAB 3 PRA PRODUKSI 3.1 Ide dan Pengembangan Konsep

BAB 5 EVALUASI. SEGMEN VIDEO SCREENSHOOT EFFECTS AUDIO OBB VT OBB Musika. Powerfull Bella Osmond Premiere & Adobe After Effect (template)

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

BAB V PASCA PRODUKSI

BAB V EVALUASI. 5.1 Editing dan Mixing

BAB V EVALUASI. 5.1 Editing dan Mixing

BAB V PASCA PRODUKSI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB 5 PASCA PRODUKSI

BAB V IMPLEMENTASI KARYA. terencana pada bab sebelumnya. berikut ini proses pasca produksi dan rundown

BAB 5 EVALUASI. 5.1 Evaluasi Camera Person Evaluasi Audio

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan siaran-siaran televisi maupun program-program acara yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 5 EVALUASI. 5.1 Camera Person

BAB IV TAHAPAN PRODUKSI DAN PASCA PRODUKSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

STRATEGI BINUS TV DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SIARAN JURNAL 19

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Media massa adalah jembatan informasi bagi masyarakat, dengan

BAB I PENDAHULUAN. makhluk sosial sangatlah penting untuk bisa berkomunikasi secara global

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA

BAB I PENDAHULUAN. membuat setiap orang melakukan berbagai bentuk komunikasi, seperti

BAB IV TAHAP PRODUKSI DAN PASCA PRODUKSI PROGRAM

Gambar 5.1 Logo INDO COMMUNITIES

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV DESKRIPTIF PROSES DAN HASIL PRODUKSI. Profil Tayangan Feature Dibalik Wanita adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. seseorang. Komunikasi tidak saja dilakukan antar personal, tetapi dapat pula

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini, sudah tak asing lagi kita mendengar kata televisi.

BAB III KONSEP PERANCANGAN. Tujuan peneliti dalam film dokumenter Creation Of Daniel s ini, peneliti

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Kekuatan audio dan visual yang diberikan televisi mampu

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia saat ini, keberadaan televisi dengan fungsi dan karakteristiknya

PROSES PRODUKSI PROGRAM HOT SPOT DI GLOBAL TV DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROGRAM

Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore Pro TV sebagai Penulis Naskah (Script Writer)

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB I PENDAHULUAN. jenis dan ragamnya, dari mulai drama, musik, olahraga, realita bahkan Fashion.

BAB 5 EVALUASI. Backsound : SEGMEN. Cut Pro. Font : Helvetica Software : Final Cut Pro. Font : Helvetica Software : Final Cut Pro

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN. kabar, menonton berita, mendengarkan radio, mengakses berita melalui internet.

BAB I PENDAHULUAN. Televisi merupakan sarana hiburan free-to-air yang tidak sedikit masyarakat

BAB 5 EVALUASI. 5.1 Editing & Mixing

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 5 EVALUASI. Tabel 5.1 Editing Schedule SEGMEN VIDEO SCREENSHOOT EFFECTS AUDIO OBB VT OBB JALALAN- JALAN HITS

BAB 5 EVALUASI 5.1 Editing dan Mixing

BAB I PENDAHULUAN. informasi, televisi juga merupakan sebuah sarana hiburan bagi masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. vindonesia ke-17 pada tanggal 17 Agustus Siaran langsung itu masih

1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat dibutuhkan manusia, dan manusia tidak bisa hidup tanpa

BAB I PENDAHULUAN. Stasiun televisi ini berkembang karena masyarakat luas haus akan hiburan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan media massa saat ini, khususnya media elektronik televisi telah

BAB I PENDAHULUAN. majalah, radio, televise dan film. Komunikasi massa merupakan produksi dan

EDITOR ORANG YANG TERLATIH DAN TERDIDIK UNTUK MENGEDIT FILM DAN REKAMAN VIDEO

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK. Dalam hal ini, praktikan bekerja pada Divisi Creative Production untuk program

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV TEKNIS PERANCANGAN DAN MEDIA. produksi yaitu media utama yang berupa motion graphic video.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kunci dari sukses tidaknya informasi dapat sampai ke masyarakat. Kehidupan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. terdahulu, perubahan dalam berkomunikasi terus berkembang dari waktu ke

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Tugas karya akhir atau program sebelumnya. 1. Wisata Malam *Traveling ke tempat tempat yang eksotis

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat indonesia yang semakin berkembang dan kritis, perkembangan

#" Karlinah dalam Karlinah, dkk.(1999) mengemukakan fungsi komunikasi secara umum adalah. 1 A. Fungsi Informasi, Media massa adalah penyebar informasi

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. telah terencana pada pra-produksi yang tertulis pada bab sebelumnya. Berikut ini

ABSTRAK. kawasan/tempat, kuliner, dan tradisi yang ada di kota Semarang dan sekitarnya.

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB III LANDASAN TEORI

Modul ke: Divisi Produksi. Fakultas FIKOM. Andi Fachrudin, M.Si. Program Studi Broadcasting.

II. METODOLOGI. Budaya Lokal Betawi. Ondel-ondel. Bentuk Ondel-ondel. Data. Video, Artikel, Buku dan lain-lain. Macam-macam aplikasi ondel-ondel

BAB I PENDAHULUAN. tiap individu di dunia. Musik menemani kegiatan sehari-hari dan menjadi

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. dan pasca produksi seperti penjelasan dari rancangan pra produksi pada bab

BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang dalam

BAB 4 PRODUKSI KARYA TUGAS AKHIR

BAB IV TAHAPAN PRA PRODUKSI, PRODUKSI DAN PASCA PRODUKSI

BAB I PENDAHULUAN. tertentu, yang akhirnya semakin meningkat kebutuhan-kebutuhan hidup. meningkat seiring perkembangan zaman.

BAB I PENDAHULUAN. yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi merupakan kegiatan yang dibutuhkan dalam kehidupan

BAB 1 PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan hal penting untuk dapat berinteraksi dengan orang lain maupun

BAB I PENDAHULUAN. gaya hidup sehat untuk kehidupan sehari-hari. Di dalam komunikasi ada beberapa unsur yakni sumber pesan (source),

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. produksi. Proses tersebut akan digambarkan pada gambar 4.1. lokasi akan ditata seperti yang digambarkan pada storyboard.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi merupakan hal paling mendasar dalam setiap tindakan

BAB III KONSEP PERANCANGAN. Tujuan peneliti dalam film dokumenter SENJANG ini, peneliti ingin

Transkripsi:

PERAN PRODUSER DALAM PRODUKSI PROGRAM FEATURE TELEVISI MUSIKATALK Maria Fransiska Mulyadi Universitas Bina Nusantara, Jalan Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat, 11480 Telp. (021) 5345830 Fax. (021) 5300244 Maria Fransiska Mulyadi, Dr. Dra. Ulani Yunus, MM Abstract The role of mass media can't be separated from human being because of its ability to connect one to another. The mass media also very helpful for the society in communicating with each other and to obtain various information. Mass media is divided into; television, radio, newspaper and magazine. Television is an excellent mass media tool because of relying on the power of audiovisual. The important roles of television are to entertain, educate and provide various information. The development of television industry itself has created intense competition among the television stations and due to that circumstances, each of them must increase their content quality and awareness to maintain their audience. However, education content is still minimal due to lack of interest from the audience so there are only few channels who produce the educational content, while they actually could incorporate entertainment element in it. The development of music is inseparable with the society, and parallel with it, many shows cover up the newly orbited bands. Most of the shows only provide entertainment content without any educational content, so the writer will make a music show with educational content inserted without eliminate the entertainment element in it. Keywords : Mass Media, Television, Program, Music, MusikaTalk. Abstrak Peran media massa tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia karena media massa dapat menghubungkan satu sama lain, Kehadiran media massa juga sangat membantu masyarakat dalam berkomunikasi satu dengan yang lainnya dan masyarakat bisa memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan. Media massa pun dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya ada : Televisi, Radio, Koran, dan Majalah. Televisi merupakan media massa yang paling sempurna karena televisi mengandalkan kekuatan audio dan video. Peran penting televisi adalah untuk menghibur, mendidik, dan memberikan informasi. Semakin berkembangnya industri pertelevisian membuat persaingan antara media massa televisi tersebut semakin ketat. Tingginya persaingan antara media massa televisi tersebut membuat setiap stasiun televisi tersebut harus meningkatkan kualitas dan eksistensinya demi mempertahankan penontonnya. Namun, Program yang mengutamakan unsur edukasi sangatlah sedikit, hal tersebut disebabkan karena kurangnya minat masyarakat dalam menonton program tersebut, sehingga tidak 1

banyak stasiun televisi yang memproduksi program tersebut. Padahal program yang memiliki unsur edukasi dapat dibuat dengan menyisipkan unsur-unsur hiburan di dalamnya. Keberadaan musik saat ini sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat, dan seiring dengan perkembangan musik saat ini banyak program televisi yang mengangkat popularitas band-band baru. Beberapa program musik hanya mengutamakan unsur hiburan dan tidak memiliki unsur edukasi. Maka, penulis membuat sebuah program talkshow musik yang memberikan unsur edukasi namun tetap tidak menghilangkan unsur hiburannya Kata Kunci : Media Massa, Televisi, Program, Musik, MusikaTalk PENDAHULUAN Perkembangan program musik saat ini terus mengalami peningkatan pesat hal ini di buktikan menurut pendapat dari Mari Elke Pangestu selaku KEMENPAREKRAF (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Dimana pada tahun 2010 kontribusi musik terhadap PDB nominal sebesar Rp 3,9 triliun, naik menjadi Rp 5,2 triliun pada 2013 atau meningkat rata-rata 11% per tahun. Hal ini membuktikan bahwa memang kuantitas program acara musik di Indonesia terus mengalami peningkatan dan secara tidak langsung akan meningkatkan persaingan antar industri televisi, terutama yang bergerak pada industri musik. Tingginya persaingan antara media massa televisi tersebut membuat setiap stasiun televisi tersebut harus meningkatkan kualitas dan eksistensinya agar dapat mempertahankan bahkan mendapatkan audience baru. Sehingga, beberapa stasiun televisi saling bersaing dalam menyajikan program-program yang bertujuan untuk menghibur dan mendidik untuk menarik perhatian audience. Namun, beberapa program edukatif yang bertujuan untuk mendidik, terkadang kurang mendapat respon yang baik dibandingkan program televisi yang bertujuan hanya untuk menghibur. Pada dasarnya, keberadaan musik saat ini sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat, dan seiring dengan perkembangan musik saat ini banyak program televisi yang mengangkat popularitas band-band baru. Dan beberapa program musik yang ada hanya mengutamakan unsur hiburan namun tidak memiliki unsur edukasi. Banyak remaja yang hanya melihat sisi positif saat orang lain menikmati kesuksesannya dalam bermain musik. Namun, tidak melihat bagaimana proses seseorang dalam mencapai kesuksesan tersebut. Sehingga, banyak tertanam dalam benak masyarakat bahwa dalam mempelajari sebuah alat musik merupakan hal yang sangat sulit. Padahal apabila memiliki rasa ingin tahu dan rasa ingin belajar yang sangat tinggi, memainkan alat musik tidaklah sesulit seperti apa yang selama ini ada di benak masyarakat. Karena, pada kodratnya manusia dilahirkan sudah diberikan pengetahuan, bakat dan kemampuan masing-masing dalam pengapresiasikan seni dalam kehidupannya. Setiap manusia memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengeluarkan dan mengembangkan atau mengapresiasikan seni di dalam kehidupan mereka, terutama seni musik yang berkembang dan berevolusi tanpa ada batasnya. Di dunia ini tidak terhitung jumlah musik yang ada karena perkembangan musik tanpa mengenal waktu dan tempat. Dimana ada manusia maka disitu aka nada seni musik yang akan berkembang. Bahkan Indonesia memiliki berbagai macam seni musik baik dari musik tradisional, atau modern. Seni juga tidak terlepas dari kebudayaan masing-masing daerah. Sehingga setiap daerah memiliki nuansa seni musik yang berbeda-beda. Namun, banyak juga budaya yang masih belum mengerti mengenai musik. Banyak tayangan mengenai musik namun hanya menyajikan chart musik yang sedang hits seperti MTV Ampuh yang tayang di Global TV. MTV Ampuh hanya menyediakan chart-chart urutan musik yang sedang hits. Program lainnya yaitu breakout, program ini dibawakan oleh dua orang host dimana program ini pada setiap episode nya akan mengangkat sebuah tema dan didalam satu episode ini akan mendalami mengenai tema yang diangkatnya itu. Alasan dari pemilihan objek dalam pembuatan program televisi adalah karena televisi merupakan media massa yang paling sempurna karena televisi mengandalkan kekuatan audio dan video sehingga televisi menjadi sarana komunikasi yang paling praktis dan juga lengkap. Televisi dapat dengan mudah memberikan informasi kepada audience dan audience dapat dengan mudah menerima pesan yang ingin disampaikan oleh televisi karena pesan yang disampaikan berupa audio visual sehingga audience dapat melihat dan mendengar bagaimana kejadian yang sebenarnya dari satu berita sehingga membuat audience seakan merasakan informasi yang sedang disampaikan. 2

Melalui program-program musik yang ada di beberapa stasiun televisi maka, selanjutnya tugas askhir ini akan difokuskan untuk membuat sebuah program yang memberikan informasi seputar musik dan alat-alatnya atau tutorial pembelajaran alat musik kepada masyarakat yang akan dikemas semenarik mungkin. Dari sudut pandang sebagai produser, produser mencoba membuat konsep MusikaTalk ini berbeda dengan program musik lainnya. Produser akan membuat program ini dengan konsep lebih kepada tutorial pembelajaran dasar alat musik. Dalam mengundang narasumber, Produser akan mengundang narasumber yang memang ahli didalam satu bidang alat musik. MusikaTalk akan dibawakan oleh seorang Host dan Program yang berdurasi 30 menit ini akan dibagi menjadi 3 segmen, pada segmen pertama narasumber akan mempersembahkan aksi panggung dalam bermain musik, pada sekmen ke dua akan ada sedikit biografi narasumber dan bincang-bincang mengenai awal mula narasumber dapat menyukai alat musik tersebut dan bagaimana perjalanan hidupnya mulai dari awal ia merintis karirnya, dan pada segmen ketiga akan ada tutorial pembelajaran alat musik yang sang narasumber kuasai. Dan pada setiap episode akan menampilkan alat musik yang berbeda-beda sehingga masyarakat bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan lebih luas mengenai alat musik. TEORI UMUM DAN TEORI KHUSUS 1. Teori Umum 1.1. Teori Komunikasi Massa Pada dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa yaitu media cetak dan elektronik. Komunikasi massa berasal dari pengembangan kata media of mass communication. Media massa atau saluran yang dihasilkan oleh teknologi modern. Hal ini perlu ditekankan sebab ada media yang bukan media massa. 1.2. Uses and Effect Teori uses and effect pertama kali dikemukakan oleh Sven Windahl, 1979, yang merupakan sintesis antara pendekatan uses and gratification dan teori tradisional mengenai efek. Konsep use (penggunaan) merupakan bagian yang sangat penting atau pokok dari pemikiran ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media yang menyebabkannya, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan pemikiran tentang hasil dari suatu proses komunikasi massa. Penggunaan media massa bisa memiliki banyak arti. Dalam konteks lain, pengertian tersebut dapat menjadi suatu proses yang lebih kompleks, dimana isi terkait harapan-harapan tertentu untuk dapat dipenuhi. 1.3. Teori Pembelajaran Sosial Menurut Albert Bandura, teori ini menjelaskan bahwa pemirsa meniru apa yang mereka lihat di televisi. Pembelajaran sosial bahwa audience melakukan observasi terhadap apa yang disampaikan oleh media. Dalam proses pembelajaran sosial Albert Bandura menggagas bahwa media massa merupakan agen sosialisasi utama selain orang tua, keluarga, guru, sekolah, sahabat, dan seterusnya. Bandura membagi prosesnya ke dalam empat tahapan, yaitu : a) Proses Perhatian (Attention) Pada tahapan ini seorang anak mengamati peristiwa seecara langsung atau tidak langsung.peristiwa atau kejadian dapat saja berupa tindakan tertentu.peristiwa yang menarik perhatian mereka adalah kejadian yang mudah diingat, sederhana, menarik, dan terjadi berulang-ulang. b) Proses Mengingat (Retention) Dari tahapan perhatian terhadap peristiwa, seorang anak akan menyimpan peristiwanya ke dalam memorinya dalam bentuk imajinasi atau lambang secara verbal sehingga menjadi ingatan yang sewatu-waktu dapat dipanggil kembali. c) Proses Reproduksi Motoris Atau Peniruan Pada tahapan ini, anak menyatakan kembali pengalaman-pengalaman yang sebelumnya. Hasil ingatan tadi akan meningkat menjadi bentuk prilaku. d) Proses Motivasional Suatu motivasi sangat tergantung kepada peneguhan yang mendorong perilaku seorang anak kea rah pemenuhan tujuan tertentu. Perilaku akan terwujud apabila ada nilai peneguhan. 3

Albert Bandura, kerap menghubungkan pembelajaran melalui pemerhatian dan peniruan. Dari proses pembelajaran, prlajar sering kali meniru perbuatan orang lain yang menarik perhatian mereka. Maka meniru adalah suatu cara seseorang dapat belajar. 2. Teori Khusus 2.1. Proses Produksi Televisi Bagaimana pun jika anda bagian dari nonteknis atau teknik personil dan juga tim produksi yang besar atau bekerja sendiri pastinya anda akan terlibat dalam satu dari tiga tahapan produksi yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi. a) Praproduksi merupakan persiapan dan aktivitas sebelum anda benar-benar masuk ke studio atau lapangan di hari pertama dari kegiatan produksi. b) Produksi, setelah anda membuka pintu studio untuk rehearsal atau sesi video recording, atau memuat sebuah camcorder ke dalam sebuah mobil untuk pengambilan gambar di lapangan. Anda sudah melakukan proses produksi. Kecuali untuk latihan, produksi melibatkan peralatan dan biasanya crew atau orang yang mengoperasikan peralatan. Ini mencakup semua aktivitas dimana sebuah peristiwa yang direkam video atau ditayangkan di televisi. c) Pasca Produksi, aktivitas utama dari pasca produksi terdiri dari video dan audio editing. Dan juga terdiri dari pembenaran warna di video clip (misalkan, warna merah baju yang digunakan oleh aktor akan terlihat sama dari satu shootke shoot yang lain), pemilihan dari background musik, dan pembuatan dari efek audio khusus. Saat menggunakan single camera maka adegan direkam dengan satu demi satu adegan. Tahapan pasca produksi akan membutuhkan waktu lebih lama dari produksi lainnya. 2.2. Pengertian features Pembuat karya akan membuat sebuah program features. Features dapat diartikan sebagai softnews karena, cara pembuatan features sama seperti berita televisi dan features informasinya tidak harus dengan cepat disajikan atau disampaikan kepada masyarakat hanya karena takut informasinya akan basi. Maka dalam pembuatan features sangat fleksibel sesuai dengan kebutuhannya. 2.3. Musik Musik adalah produk kebudayaan manusia. Keterkaitan antara musik dan manusia selalu menjadi focus kajian karena kebudayaan musik adalah produk konseptual (cognitive) dan perilaku (behavior) masyarakat. Musik adalah bahasa universal, tidak ada etnik di dunia yang tidak bermusik. PRA PRODUKSI Program yang akan dibuat oleh produser, pertama kali berasal dari Kharis Gustriviandi karena kegemarannya terhadap alat musik dan terinspirasi dari tutorial-tutorial dasar-dasar permainan alat musik di media internet salah satunya adalah youtube. Setelah berdiskusi mengenai hal tersebut maka mulai muncul ide untuk membuat tutorial tersebut menjadi sebuah program televisi. Membuat sebuah program feature how to do it yang tidak hanya ada bincangbincang dengan narasumber melainkan pada satu segmen akan menyediakan tutorial-tutorial dasar penggunaan alat musik untuk mengajarkan dan menunjukan kepada pemirsa bahwa untuk bisa bermain alat musik tidak sesulit yang dibayangkan. Maka telah disepakati untuk membuat program features how to do it yang diberinama MusikaTalk. Pada tahapan pra produksi produser mempersiapkan mulai dai perencanaan administrasi, persiapan teknis, rundown, dan naskah, 1. Tahapan Produser Menurut M. Bayu Widagdo dan Winastwan Gora.S, Produser adalah orang yang bertugas menjadi fasilitator dan menyiapkan segala kebutuhan produksi dari tahap awal hingga tahap akhir, termasuk didalamnya menyiapkan segala formulir dan catatan produksi untuk kelancaran shooting. Menurut Tino Saroenggalo, produser adalah orang yang bertanggung jawab jalannya sebuah produksi film mulai dari persiapan hingga film selesai disunting. Menurut Heru Effendy, produser adalah orang yang mengepalai departemen produksi yang bisa jadi penggerak awal sebuah produksi film 4

PRODUKSI 1. Instal Alat Produksi yang produser lakukan adalah selama 2 (dua) harishooting dan 1 (satu) hari survey dengan lokasi studio yang berbeda, shooting hari pertama pada hari Minggu, 20 April 2014 pukul 21.00 sampai 02.00 WIB. Shooting berjalan malam hari karena sang narasumber memiliki keperluan gereja sehingga shooting berjalan larut malam. Sesuai dengan yang direncanakan produser menggunakan 3 kamera single cam, beberapa shoot yang diambil disesuaikan dengan alat musik yang di mainkan oleh narasumber. Berhubung narasumbernya adalah seorang drummer maka untuk mengambil detail sang narasumber agar lebih detailcameramen mengambil shoot ketukan tangan dan kaki dan beberapa angle yang berbeda. Dalam program feature how to do it MusikaTalk, peoduser berkoordinasi dengan tim produksi. Pada kegiatan shooting hari pertama produser membantu melakukan instal alat mulai dari mempersiapkan tripod yang akan digunakan, memberikan arahan atau briefing kepada host dan narasumber mengenai apa ayang akan dilakukan pada saat shooting berlangsung. Setelah mempersiapkan tripod dan melakukan briefing dengan host dan narasumber crew juga mempersiapkan beberapa peralatan lainnya seperti baterai kamera, dan lighting. Pada segmen pertama sang host akan membuka acara dengan memperkenalkan dirinya kemudian shoot saat narasumber performance menunjukan keahliannya kemudian sang host in frame untuk berbincang sedikit dengan narasumber. Setelah commercialbreak mulai mengambil shoottalkshow dan masing-masing kamera mengambil angle yang berbeda untuk lebih fokus pada narasumber dan host dan kamera master mengambil shoot sang host dan narasumber bersamaan. Pada segmen berikutnya mengambil shoot saat sang narasumber memberikan tutorial dasar permainan drum dan 3 kamera mengambil angle yang berbeda-beda. Pada segmen terakhir mengambil shoot sang host menutup acara. Shooting hari ke dua pada hari Senin, 05 Mei 2014 yang bertempatkan di Flame studio jl.majapahit no 34/2 Jakarta Pusat (Ruko PT. Sweetroom Furniture & Interior Design 2 nd Floor, sebelah minang restaurant), Pukul 17.00 sampai 21.00 WIB.shooting hari ke dua lebih berbeda dengan hari pertama karena stock shoot mengambil beberapa angle yang berbeda dan apabila pada shooting hari pertama kamera master hanya diam mengambil shoot dari angle depan maka pada shooting hari ke dua adanya movement-movement pada kamera master, penerangan dan lokasi studio saja yang berbeda. Namun, sebagian besar konsep pada segmen-segmen tidak terlalu banyak perubahan mulai dari adanya opening sang host, talkshow, tutorial sampai pada closing sang host. Pada shooting hari kedua produser juga turut membantu dalam mempersiapkan alat untuk kegiatan shooting seperti tripod dan menginstal salah satu kamera yang akan digunakan, produser juga membantu mempersiapkan mulai dari kostum yang akan digunakan host, make up, dan menata rambut sang host. 2. Shooting Kegiatan shooting berjalan dengan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan oleh produser, namun ada beberapa kendala yang dialami saat kegiatan shooting hari pertama dan kedua berlangsung. Hari pertama shooting Minggu, 20 April 2014, produser menyewa dua clip on namun saat shooting berlangsung clip on yang berfungsi dengan bagus hanya satu sehingga produser bersama tim menggunakan iphone untuk back up suara selama shooting berlangsung, kemudian saat berada di lokasi shooting terjadinya kerusakan pada salah satu memory sehingga satu kamera tidak berfungsi dengan maximal dan hanya mengandalkan dua kamera saja, karena studio sedikit lebih gelap maka hasil shooting lebih gelap, namun saat produser dan team melihat hasil setelah dipindahkan di laptop hasilnya lebih gelap dari hasil review di kamera. Waktu produksi shooting yang terlalu malam sehingga kinerja crew tidak semaksimal biasanya. Selain melakukan evaluasi dengan crew, produser juga melakukan evaluasi dengan dosen pembimbing yaitu bapak Rahmat Edi Irawan pada hari senin, 28 April 2014 dan hasil evaluasi dengan bapak Rahmat Edi Irawan bahwa hasil shooting yang terlalu gelap, apabila saat editing video lebih diterangkan resiko nya adalah objek yang sejak awal sudah terang akan lebih terang, dan pakaian sang host yang gelap juga mempengaruhi host kelihatan lebih tertutup, dan pengambilan beberapa angle yang terkesan terlalu formal sehingga sedikit membosankan.sehingga, produser dan dosen pembimbing mengambil keputusan untuk melakukan shooting kembali sekali lagi. Shooting hari kedua berlangsung pada hari Senin, 5 Mei 2014 tidak terlepas dari beberapa kendala. Karena terdesak oleh waktu maka kegiatan shooting harus berlangsung hari senin sedangkan cameramen yang membantu saat shooting hari pertama berhalangan tidak dapat hadir sehingga meminta bantuan dari teman lain namun karena belum menjadi seorang cameramen yang professional maka cameramen kurang menguasai teknik focus dalam pengambilan gambar. Shooting hari kedua 5

produser membantu memberikan arahan kepada cameramen karena salah satu teman yang dimintai bantuan untuk menjadi cameramen kurang menguasai teknik pengambilan gambar dan angle-angle sesuai dengan yang diinginkan oleh produser dan tim. Dalam pengambilan gambar camera 1 produser ingin angle yang diambil berfokus pada sisi kiri dari narasumber dan memberikan variasi-variasi dalam pengambilan gambarnya, dan karena lampu studio yang terlalu kuning sehingga lighting yang dibawa oleh crew kalah dengan lampu studio, dan tidak mendapatkan clip on sehingga hanya menggunakan satu, dan karena menggunakan lensa yang berbeda satu sama lain sehingga adanya perbedaan tone gambar. 3. Dismantle Proses shooting MusikaTalk dilakukan selama 2 hari. Pada hari pertama produser beserta tim melakukan shooting di studio teman yang bertempatkan di daerah ciputat mulai dari pukul 20.00 sampai 02.00 pagi. Tidak ada kerusakan pada peralatan yang disewa setelah shooting berlangsung kecuali clipon yang rusak dari tempat penyewaannya. Pada hari kedua produser dan crew melakukan shooting di Flame studio yang bertempatkan di jl. Majapahit no 34/2 Jakarta Pusat (Ruko PT. Sweetroom Furniture & Interior Design 2 nd Floor, sebelah minang restaurant.) mulai dari pukul 17.00 sampai 21.00.Tidak ada kerusakan ataupun kehilangan baik pada peralatan yang disewa, pribadi, ataupun peralatan pinjaman dari teman. Setelah melakukan shooting hari pertama dan kedua sebagai seorang produser harus tetap mendampingi editor dalam tahap pasca produksi untuk memilih stock shoot dan variasi-variasi yang akan digunakan agar hasil produksi tidak terlihat membosankan. Produser beserta crew juga memeriksa apakah ada kerusakan dan memisahkan kembali peralatan yang disewa dengan peralatan milik pribadi dan setelah diperiksa tidak ada sedikit pun kerusakan pada alat-alat tersebut terkecuali clip on yang tidak berfungsi dengan baik karena kesalahan pada tempat penyewaan. 4. Hasil Karya MusikaTalk merupakan sebuah program feauture how to do it sebuah program musik yang mengandung unsur edukasi namun tetap tidak menghilangkan unsur hiburannya. MusikaTalk akan dibawakan oleh seorang Host dan Program yang berdurasi 30 menit ini akan dibagi menjadi 3 segmen, pada segmen pertama narasumber akan mempersembahkan aksi panggung dalam bermain musik, pada sekmen ke dua akan ada sedikit biografi narasumber dan bincang-bincang mengenai awal mula narasumber dapat menyukai alat musik tersebut dan bagaimana perjalanan hidupnya mulai dari awal ia merintis karirnya, dan pada segmen ketiga akan ada tutorial pembelajaran alat musik yang sang narasumber kuasai. Dan pada setiap episode akan menampilkan alat musik yang berbeda-beda sehingga masyarakat bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan lebih luas mengenai alat musik. Kelebihan dariprogram televisi MusikaTalk adalah dimana program yang dibuat ini memiliki unsur edukasi namun tetap tidak menghilangkan unsur hiburannya.konsep dari program MusikaTalk adalah sebuah program musik yang tidak hanya mendidik namun tetap menghibur yaitu adanya tutorial pembelajaran dasar alat musik. Dalam mengundang narasumber, Produser akan mengundang narasumber yang memang ahli didalam satu bidang alat musik. Namun ada pula sisi negatif dari program acara Musika Talk. Program ini merupakan sebuah feature how to do it maka ada beberapa adegan yang terulang-ulang sehingga program akan terkesan membosankan. PASCA PRODUKSI 1. Editing Setelah melalui tahapan pra produksi dan produksi, tahap selanjutnya adalah pasca produksi. Dalam tahapan ini hasil shooting dan kumpulan hasil stock shoot dipilih dan ditentukan kemudian dikumpulkan kedalam satu folder sesuai dengan segmen. Setelah semua sudah tersusun sesuai dengan segmen masing-masing, Editor mulai membuat editing offline dari program MusikaTalk. Editing dilakukan dengan cara cut to cut. Dalam proses ini, produser dan editor mencari gambar yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Cut to cut dibuat menggunakan software adobe premiere pro CS6. Setelah gambar dan suara sudah dicocokan, editor mulai membuat variasi cut to cut sesuai dengan script yang sudah dibuat dan memasukan backsound pada tiap segmennya agar tidak terdengar membosankan saat ditayangkan. Selain itu, editor juga mengatur dan menyamakan suara antara host dengan narasumber. Karena tidak menggunakan clip on, suara yang terdengar menjadi naik turun. Pada saat narasumber memberikan 6

tutorial, suara narasumber sedikit tertutupi oleh suara alat musik drum, oleh karena itu editor harus menatur audio dengan lebih detail agar suara drum tersebut tidak menutupi suara dari narasumber. Setelah gambar sudah disambung sesuai naskah dan mempunyai alur dari cerita yang akan dibangun, terbentuklah bagian dari segmen 1, segmen 2 dan segmen 3. Selama editor membuat cut to cut dari program ini, produser juga meminta bantuan dari grapich designer untuk membuat grafis dan OBB (Opening Bumper Break) karena kemampuan editor belum bisa membuat grafis dan animasi. Saat pembuatan grafis dan OBB (Opening Bumper Break) tersebut, produser memberikan arahan kepada grapich designer seperti apa OBB (Opening Bumper Break) yang ingin produser dan editor realisasikan, mulai dari framing OBB (Opening Bumper Break) dan musiknya. Sampai akirnya grapich designer yang produser arahkan, menyelesaikan OBB (Opening Bumper Break) dan grafis selama sehari. Sempat terjadi revisi karena musik yang digunakan pada OBB (Opening Bumper Break) sebelumnya kurang memberikan semangat, sampai akirnya OBB (Opening Bumper Break) tersebut menggunakan musik dari potongan lagu Linkin park yang berjudul faint. Sedangkan pada saat host dan narasumber berbincang-bincang, editor menggunakan backsond dari Julie McKnight how soon is now. Editor menggunakan musik tersebut agar lebih memacu adrenalin dan semangat dari penonton untuk melihat tayangan ini. Setelah OBB (Opening Bumper Break) dan grafis terselesaikan, editor mengambil tamplate dari OBB (Opening Bumper Break) yang sudah jadi untuk dibuat chargen untuk nama dari host dan narasumber. Setelah itu baru editor melakukan rendering pertama untuk menyatukan semua file yang sudah digabungkan di Adobe Premiere pro CS6 menjadi sebuah video. Kemudian editor menggunakan software berikutnya yaitu adobe after effect CS6. Pada tahapan ini, Produser dan editor melakukan penyelarasan warna agar pada saat ditayangkan gambar tersebut terlihat enak dimata penonton. Setelah warna sudah diselaraskan dari setiap segmen dan perpindahan angle nya, editor mulai melakukan variasi dari tiap gambar dengan menggunakan effect dan beberapa tools lain yaitu, colour correction, levels, hue and saturation, dissolve to black dan beberapa tools lain seperti path, masking, duplicate layer, motion, scale, dan position. Hal itu dilakukan untuk membuat program ini memiliki variasi gambar yang tidak membosankan. Pemilihan background warna diambil dari beberapa warna asli pada saat shooting di studio agar tetap terlihat padu saat ditayangkan. 2. Evaluasi Program Dimulai pada proses pra produksi program MusikaTalk, produser merasa terlalu banyak waktu yang terbuang karena proses pencarian tempat atau studio yang akan digunakan untuk proses shooting dan sulitnya menemukan waktu yang cocok untuk narasumber agar dapat hadir dalam program MusikaTalk. Pada tahapan produksi, kurangnya antisipasi dengan audio yang akan digunakan, terlebih lagi pada proses produksi atau shooting dilakukan, suara narasumber yang sangat kecil terkadang mengakibatkan suara narasumber tertutup dengan suara drum. Semua itu diakibatkan karena shooting dilakukan hanya menggunakan speaker dari kamera dan handphone akibat dari kerusakan kabel clip on saat proses shooting. Beberapa bagian yang tidak focus terhadap objek yang diambil karena cameramen masih kurang menguasai teknik pengambilan gambar dan pengaturan fokus. Banyak shaking pada saat pengambilan gambar yang mengakibatkan angle jadi kurang sempurna. Pada saat melakukan shooting segmen 3, cameramen terlalu banyak memfokuskan dalam mengambil gambar dari narasumber yang mengakibatkan kurangnya stock shoot pada bagian-bagian drum yang seharusnya diambil dengan lebih detail. Pengaturan warna saat shooting juga menjadi salah satu kendala yang didapatoleh editor. Karena proses shooting dilakukan dengan lensa yang berbeda, sehingga warna pada program tersebut harus disamakan pada saat tahapan pasca produksi yaitu editing. SIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Program feature how to do it MusikaTalk tidaklah sempurna dalam tahap pembuatannya dan masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam proses produksi MusikaTalk mulai dari proses pra produksi, produksi sampai pada tahap pasca produksi. Pada tahap pra produksi tim masih mengalami beberapa kendala yang dihadapi yaitu pada saat melakukan survey pencarian lokasi studio yang akan dilakukan untuk tahap produksi, banyaknya waktu yang terbuang karena sulit menemukan studio yang benar-benar cocok untuk proses shooting, sulitnya menemukan waktu 7

yang pas dengan sang narasumber karena melihat kesibukan sang narasumber sehingga sulit mendapatkan waktu yang sesuai. Namun hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi produser dan tim. Dan beberapa kendala terjadi pada saat proses dua hari shooting berlangsung. Pada hari pertama shooting terjadi kerusakan yang tak terduga dengan memory yang akan digunakan, pada hal malam sebelum kegiatan shooting berlangsung memory tersebut masih berfungsi dengan baik sehingga hanya tiga memory yang berfungsi dengan baik. Dan beberapa kendala teknis pun terjadi pada saat shooting hari kedua. Namun hal tersebut memberikan pelajaran bahwa saat ingin melakukan proses shooting tim produksi harus benar-benar memastikan apakah peralatan dapat digunakan dengan baik atau tidak. Produser, cameramen, dan editor memberikan masukan scene demi scene yang akan dipergunakan untuk menciptakan program yang tidak membosankan. 2. Saran Akhir kata produser mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu sehingga dapat terciptanya tugas karya akhir program MusikaTalk. Semoga laporan tugas karya akhir ini dapat membantu mahasiswa jurusan Marketing Communication Broadcasting yang nantinya akan membuat karya akhir selanjutnya. Tugas karya akhir ini yang masih memiliki banyak kekurangan. Mahasiswa/I harus lebih banyak belajar mengenai dunia penyiaran (Broadcasting) agar dapat membuat konsep yang lebih kreatif, imajinatif, dan inovatif untuk dijadikan program televisi yang berbobot dan tetap menghibur namun tetap tidak menghilangkan unsur edukasi didalamnya. Produser berharap agar banyak program televisi yang mengandung unsur edukasi namun tetap tidak menghilangkan unsur hiburannya agar wawasan masyarakat Indonesia bisa lebih luas lagi. REFERENSI Buku Ardianto, E., Komala, L., & Karlinah, S. (2004). Komunikasi Massa. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Bungin, B. (2006). Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Prenada Media Group. Don, Y. (2006). Psikologi Sosial Dalam Pendidikan. Kuala Lumpur: PTS Proffesional Publishing. Fachruddin, A. (2012). Dasar-Dasar Produksi Televisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. J Santoso,Ensadi. 2013. Bikin Video dengan Kamera DSLR, Jakarta: MediaKita. Masduki. (2004). Menjadi Broadcaster Profesional. Pustaka Populer LKiS Yogyakarta. Mabruri, A. (2013). Manajemen Produksi. Jakarta: Grasindo. Nurudin. (2007). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Surbaki, E. (2008). Awas Tayangan Televisi, Tayangan Misteri dan Kekerasan Mengancam Anak. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo. West, R., & Turner. H, L. (2009). Pengantar Teori Komunikasi analisis dan aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika. zettl, H. (2011). Television Production Handbook. USA: Cengage Learning. 09 Maret 2014, 18:50 WIB. http://m.bisnis.com/showbiz/read/20140309/225/209203/mari-elkapangestu-ikuti-tren-musik-dunia RIWAYAT PENULIS Maria Fransiska Mulyadi lahir di kota Rangkasbitung pada tanggal 08 April 1993. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara jurusan Marketing Communication dengan peminatan Broadcasting pada tahun 2014. 8