OLEH : TOMI DWICAHYO NRP : 4301.100.036
LATAR BELAKANG Kondisi Kab. Blitar merupakan lahan yang kurang subur, hal ini disebabkan daerah tersebut merupakan daerah pegunungan berbatu. Sebagian Kab. Blitar terletak di pesisir Samudra Indonesia memiliki beberapa pantai berpasir putih yang berpotensi besar khususnya dalam bidang pariwisata. Pengembangan potensi kawasan pantai diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan dapat memberdayakan masyarakat Blitar sendiri.
PERUMUSAN MASALAH & TUJUAN Bagaimana kebijakan pengelolaan potensi wisata pantai di Kabupaten Blitar berbasis budaya lokal masyarakat? Bagaimana analisa sensitivitas perubahan nilai vektor prioritas?
MANFAAT Mengetahui analisa kebijakan pengelolaan potensi wisata pantai di kabupaten Blitar berbasis budaya lokal masyarakat. Mengetahui analisa sensitivitas perubahan nilai vektor prioritas.
RUANG LINGKUP PENELITIAN Penelitian hanya dikakukan di pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Data primer didapat dari hasil survey ke masyarakat wilayah pesisir, sedangkan data sekunder didapat dari instansiinstansi terkait. Metode yang dipakai adalah AHP (Analytic Hierarchy Proces).
METODOLOGI PENELITIAN Mulai Survei dan studi literatur Diagram alir dalam pengerjaan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut: Data Primer (wawancara, quisioner) Identifikasi permasalahan Pengumpulan Data Data Sekunder (instansi terkait) Pengolahan data dan pembobotan (metode AHP dengan expert choice) Analisa masalah dan penentuan prioritas pengelolaan pesisir Pembahasan hasil analisa Kesimpulan Selesai
Tahapan pengerjaan : Urutan pengerjaan Tugas Akhir sebagai berikut: Tahap Identifikasi Permasalahan Pada tahap ini, yang dilakukan adalah mendefinisikan permasalahan dan tujuan yang akan dibahas. Untuk dapat mendefinisikan permasalahan tersebut, maka dilakukan survei dan studi literatur. Pengumpulan Data Data yang diperlukan dalam pengerjaan Tugas Akhir ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui studi ke lapangan dan wawancara dengan masyarakat sekitar kawasan pantai menggunakan kuisioner. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui instansi-instansi yang terkait. Pengolahan Data Data yang diperoleh, selanjutnya diolah menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan Expert Choice Professional software version 9.0. Pada tahapan ini, juga dilakukan pembobotan terhadap model hirarki.
Analytic Hierarchy Process (AHP) Proses : 1) Penyusunan Hirarki Ada 2 proses yang dilakukan dalam tahapan ini, yaitu mengidentifikasi permasalahan dan pembuatan model hirarki yang direncanakan. 2) Evaluasi Hirarki Pada tahapan ini, proses yang dilakukan adalah pengisian matrik perbandingan berpasangan, dan selanjutnya dicari bobot prioritas setiap elemen dalam matrik. Kemudian dihitung indeks konsistensi dan rasio konsistensi (CR). 3) Analisa Sensitivitas Analisa tersebut digunakan untuk memprediksi keadaan apabila terjadi suatu perubahan yang besar dari bobot prioritas ataupun urutan prioritas. 4)Analisa dan Pembahasan Pada tahapan ini, data yang telah diolah akan dianalisa dan dibahas.
Lokasi Studi Kondisi Umum Wilayah Kabupaten Blitar 111 40-112 10 Bujur Timur dan 07 58-08 9 Lintang Selatan.
Lokasi Studi Peta Kabupaten Blitar Kec. Wonotirto
Tahapan pengerjaan : Model Hirarki
Tahapan pengerjaan : Untuk responden sebanyak n, maka sebelum membuat matrik perlu dicari nilai rata-rata geometrik dari tiap pasangan komponen : n a1xa2xa3x... xan = aw dengan : a = skor penilaian responden n = jumlah responden aw = nilai rata-rata geometrik Nilai rata-rata geometrik dari tiap pasangan komponen itulah yang kemudian dimasukkan ke dalam matrik perbandingan berpasangan.
Tahapan pengerjaan : Pengolahan data : Data yang diperoleh 100 kuisioner 10% 10% 80% masyarakat pemda investor
Tahapan pengerjaan : Level Pertama (Pelaku) Vektor Prioritas dan Consistency Ratio berdasarkan pelaku Vektor Prioritas Pelaku Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 0,450 0,400 0,350 0,300 0,250 0,200 0,150 0,100 0,050 0,000 MASYARAKAT PEMDA INVESTOR PELAKU
Tahapan pengerjaan : Level kedua (Bidang) Vektor Prioritas dan Consistency Ratio Berdasarkan Bidang Vektor Prioritas Bidang Pengelolaan Wisata Pantai 0,500 VEKTOR PRIORITAS 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 EKONOMI SOSIAL BUDAYA LINGKUNGAN HUKUM Masyarakat Pemda Investor BIDANG
Tahapan pengerjaan : Level Ketiga (Aspek) Vektor Prioritas dan Consistency Ratio Berdasarkan Bidang Ekonomi Vektor Prioritas Bidang Ekonomi Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 1,000 0,800 0,600 0,400 0,200 0,000 Peluang Investasi Aspek Kesejahteraan Masyarakat Pemda Masyarakat Investor
Tahapan pengerjaan : Lanjutan Vektor Prioritas dan Consistency Ratio Berdasarkan Bidang Sosial Vektor Prioritas Bidang Sosial Pengelolaan Wisata Pantai 1,000 Vektor Prioritas 0,800 0,600 0,400 0,200 0,000 Perilaku Masyarakat Pendidikan Pemda Mas yarakat Investor Aspek
Tahapan pengerjaan : Lanjutan Vektor Prioritas dan Consistency Ratio Berdasarkan Bidang Budaya Vektor Prioritas Bidang Budaya Pengelolaan Wisata Pantai 1,000 Vektor Prioritas 0,800 0,600 0,400 0,200 0,000 Kelestarian Budaya Aspek Pengembangan Budaya Pemda Masyarakat Investor
Tahapan pengerjaan : Lanjutan Vektor Prioritas dan Consistency Ratio Berdasarkan Bidang Lingkungan Vektor Prioritas Bidang Lingkungan Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 1,000 0,800 0,600 0,400 0,200 0,000 Kerusakan Lingkungan Aspek Ketersediaan Lahan Pemda Masyarakat Investor
Tahapan pengerjaan : Lanjutan Vektor Prioritas dan Consistency Ratio Berdasarkan Bidang Hukum Vektor Prioritas Bidang Hukum Pengelolaan Wisata Pantai 1,000 Vektor Prioritas 0,800 0,600 0,400 0,200 Pemda Masyarakat Investor 0,000 Penegakan Hukum Aspek Kebijakan Pemerintah
Tahapan pengerjaan Level keempat(alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai) Aspek Peluang Investasi Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai masyarakat pemda investor Alternatif Kebijakan
Tahapan pengerjaan Aspek Kesejahteraan Masyarakat Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 0,500 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 masyarakat pemda investor Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai Alternatif Kebijakan
Tahapan pengerjaan Aspek Perilaku Masyarakat Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 0,500 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 masyarakat pemda investor Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai Alternatif Kebijakan
Tahapan pengerjaan Aspek Pendidikan Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 0,500 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai masyarakat pemda investor Alternatif Kebijakan
Tahapan pengerjaan Aspek Kelestarian Budaya Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 0,500 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai masyarakat pemda investor Alternatif Kebijakan
Tahapan pengerjaan Aspek Pengembangan Budaya Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai masyarakat pemda investor Alternatif Kebijakan
Tahapan pengerjaan Aspek Kerusakan Lingkungan Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 0,500 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai masyarakat pemda investor Alternatif Kebijakan
Tahapan pengerjaan Aspek Ketersediaan Lahan Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai Vektor Prioritas 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai masyarakat pemda investor Alternatif Kebijakan
Tahapan pengerjaan Aspek Penegakan Hukum Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai 0,500 Vektor Prioritas 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 masyarakat pemda investor Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai Alternatif Kebijakan
Tahapan pengerjaan Aspek Kebijakan Pemerintah Vektor Prioritas Alternatif Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai 0,500 Vektor Prioritas 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 Pengelolaan Pariw isata yang terarah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembinaan dan Kerjasama Masyarakat Rehabilitasi dan Konservasi Pantai masyarakat pemda investor Alternatif Kebijakan
Input
Hasil Pengerjaan Nilai Vektor Prioritas dan Rasio Konsisitensi
Analisis Sensitivitas Pengelolaan Potensi Wisata Pantai di Kabupaten Blitar Penambahan 5% 10% 20%