BAB II PERENCANAAN KINERJA 2015

dokumen-dokumen yang mirip
PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH ACEH TAHUN Pergub menjaga keberlanjutan perdamaian. 1.3 Persentase pembinaan terhadap LSM, Ormas dan OKP.

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

PENETAPAN KINERJA PEMERINTAH ACEH TAHUN Jumlah Qanun Aceh 1.4 Jumlah Peraturan Gubernur. Pemerintah Aceh *

BUPATI ACEH TENGAH بوفاتي ا چیھ تثھ PERATURAN BUPATI ACEH TENGAH NOMOR 04 TAHUN 2016

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT,

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2015

Tabel 9.1 Penetapan Indikator Kinerja Daerah terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Kota Surakarta 2021 A. 1

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB II PERENCANAAN KINERJA

RPJMD Kabupaten Agam tahun IX - 1

Visi : Ponorogo Lebih Maju, Berbudaya dan Religius

BUPATI PARIGI MOUTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 14 TAHUN 2013 SERI E.10 PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG

Jalan Pangeran Antasari No. 1 Telepon (0517) 21076/21526 Kandangan 71211

PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH KABUPATEN LABUHANBATU LABUHANBATU

PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN TAHUN 2016

KABUPATEN ACEH TENGAH PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

Tabel 9.1 Penetapan Indikator Kinerja Daerah Terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1 RENCANA STRATEGIS VISI dan MISI

Lampiran Meningkatnya cakupan

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Tabel Capaian Kinerja dan Anggaran Tahun 2016

BAB 2 PERENCANAAN DAN INDIKATOR KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA

PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

Lampiran Rekapitulasi Capaian Kinerja Tahun 2016

LAMPIRAN 1 PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2013 IKHTISAR EKSEKUTIF

PENGUKURAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU Tahun 2015

NO INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET TAHUN Misi 1 : Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dengan berbasis pada hak-hak dasar masyarakat

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

LAMPIRAN Capaian Kinerja Sasaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2015

PROVINSI BANTEN TABEL PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH TERHADAP CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN

Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi

PAPUA BANGKIT, MANDIRI & SEJAHTERA

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN TAHUN 2016

DAFTAR TABEL. Tabel 2.1 Wilayah Sungai Tamiang Langsa II-7. Jumlah Curah Hujan Rata-rata Bulanan (mm) Arah dan Kecepatan Angin Rata-rata (knots)

PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1 EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN... 9

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Kata Pengantar Bupati Nagan Raya

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

PERUBAHAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

Halaman DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN

BUPATI ACEH BARAT PENETAPAN KINERJA TAHUN 2013

BUPATI ACEH BARAT PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014

Lampiran 1. Perjanjian Kinerja Tahun 2016

Lampiran Perjanjian Kinerja Tahun 2014 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GOWA

BAB I PENDAHULUAN... I-1

BAB VII Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

RPJMD KABUPATEN LINGGA DAFTAR ISI. Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar

FORMULIR PENETAPAN KINERJA TINGKAT KABUPATEN

DAFTAR TABEL. Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan dan Desa/Kelurahan... 17

TABEL 9-1 Indikator Kinerja Kabupaten Nagan Raya Tahun

Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2014 DAFTAR ISI

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017 PEMERINTAH KOTA MALANG

Lampiran Perjanjian Kinerja Tahun 2015 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GOWA

INDIKATOR KINERJA UTAMA PROVINSI GORONTALO. Tujuan 1 : Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN ROTE NDAO TAHUN 2016

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

IKU Pemerintah Provinsi Jambi

PERJANJIAN KINERJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2017

Jumlah Siswa pada jenjang TK/RA/Penitipan Anak = x 100 % Jumlah anak usia 4-6 tahun =

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB VII P E N U T U P

Tabel 9.1 Penetapan Indikator Kinerja Daerah terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Kabupaten Kuningan

Tahun Penduduk menurut Kecamatan dan Agama Kabupaten Jeneponto

GUBERNUR GORONTALO, KEPUTUSAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 277 / 02/ VII / 2013

BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH DAN ISU STRATEGIS... II-1

Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Lingga Tahun 2013 BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BUPATI BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BAB 5. PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

BUPATI SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT

REVISI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

PERNYATAAN PENETAPAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA PALU DT - TAHUN

PERUBAHAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) 2012

PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN ROTE NDAO TAHUN 2017

Transkripsi:

14 BAB II PERENCANAAN KINERJA Penyusunan Laporan Kinerja Kabupaten Aceh Barat tahun mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan. Dalam rencana kinerja ditetapkan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan. Perjanjian kinerja ini menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD)/unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penyusunan perjanjian kinerja Kabupaten Aceh Barat Tahun mengacu pada Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2012 2017, Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 11 Tahun 2014 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun dan Dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafond Anggaran Sementara (KUA -PPAS) Tahun, serta Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 8 Tahun tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Barat Tahun.

15 Perjanjian kinerja tahun disusun berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menetapkan Perjanjian Kinerja Tahun dengan uraian pada Tabel 2.1 dibawah ini:

16 Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja Kabupaten Aceh Barat Tahun 1. Meningkatnya efektivitas birokrasi 1.1 Perolehan opini hasil pemeriksaan BPK WTP Proses Audit BPK yang akuntabel; 1.2 Perolehan nilai sistem akuntabilitas Kinerja B CC Pemerintah Kabupaten Aceh Barat 1.3 Peringkat LPPD pemerintah kabupaten Tinggi Tinggi 2. Meningkatnya Pertumbuhan perekenomian Masyarakat; 3. Tersedianya sarana dan prasarana daerah yang memadai 1.4 Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat pada Unit pelayanan publik : a. RSUD 77,00% 63,03% b. DISDUKCAPIL 77,00% 76,11% c. KPPT 87,00% 75,24% 1.5 Peningkatan persentasepenyelesaian tindak lanjut temuan BPK dan APIP lainnya 2% 2% 1.6 Peningkatan Persentase temuan Inspektorat yang ditindaklanjuti 4% 4% 1.7 Meningkatnya jumlah Program RPJMD yang dijabarkan ke dalam RKPD 80% 99,76% 2.1 Meningkatnya pertumbuhan PDRB 5,74% 5,69% 2.2 Meningkatnya Pendapatan Regional Perkapita 8,58 juta 8,22 juta 3.1 Peningkatan proporsi jaringan jalan dalam 0,56% 0,56% kondisi baik 3.2 Persentase peningkatan arus penumpang 94,398 orang 83,508 orang angkutan umum pertahun 3.3 Peningkatan proporsi jembatan dalam 48% 48% kondisi baik 3.4 Persentase rumah tinggal bersanitasi 65% 65% 3.5 Jumlah sarana sosial (panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi) 3.6 Meningkatnya kepemilikan KIR angkutan umum 5 panti 5 panti 5,32% 4,07%

17 3.7 Rasio izin trayek 0.00065% 0.00036% 4. Meningkatnya prodoktivitas dan nilai tambah pertanian, perkebunan peternakan, perikanan, dan kehutanan 5. Meningkatnya kapasitas adaptasi dan mitigasi bencana masyarakat terhadap bencana dan pengelolaan lingkungan yang berkualitas 6. Meningkatnya Kualitas dan Produktifitas tenaga kerja 7. Meningkatnya Mutu pelayanan kesehatan masyarakat; 4.1 Produksi Padi atau Bahan Pangan Lokal Lainnya Pertahun (Ton) 154.600 147.462 4.2 Peningkatan Produksi komoditi unggulan daerah: a. Karet Kering (Ton) 16.884,48 16.995 b. Kelapa Sawit (Ton) 59.615,31 33.195 c. Kakao (Ton) 230 214,5 4.3 Jumlah produksi perikanan (Ton) 85,12 83,34 5.1 Persentase penanganan sampah 50% 62% 5.2 Pemantauan pencemaran status mutu air 25% 25% 5.3 Rehabilitasi hutan dan lahan kritis 11,89% 4,35% 5.4 Cakupan pengawasan terhadap 65,5% 71% pelaksanaan amdal 5.5 Cakupan pelayanan bencana kebakaran di 75% 100% kabupaten/kota 5.6 Tingkat waktu tanggap (Response Time Rate) 73% 85% 6.1 Rasio penduduk yang bekerja 0,97% 0,97% 6.2 Besaran pencari kerja yang terdaftar yang 100 250 ditempatkan (orang) 6.3 Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi (orang) 208 208 7.1 Peningkatan angka usia harapan hidup 70,3% 70,3% 7.2 Meningkatnya rasio dokter per satuan 0,39% 0,15% penduduk 7.3 Menurunnya angka kematian bayi (orang) 16 21 7.4 Rasio rumah sakit per satuan penduduk 0,03% 0,02%

18 7.5 Menurunkan persentase balita gizi buruk 0,064% 0,17% 7.6 Meningkatkan rasio tenaga para medis per 6,2% 2,27% satuan penduduk 8. Meningkatnya Mutu Pendidikan 8.1 Peningkatan angka melek huruf 96,63% 98,62% 8.2 Angka rata-rata lama sekolah 9,00% 8,52% 8.3 Angka partisipasi kasar (%): a. Angka partispasi kasar (APK) SD/MI 112,24 111,02 b. Angka Partispasi Kasar (APK) SMP/MTs 99,51 105,11 c. Angka Partispasi Kasar (APK) SMA/SMK/MA 8.4 Angka Partisipasi Murni (%): a. Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A b. Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B c. Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/ SMK/ MA/ Paket C 8.5 Angka Putus Sekolah (%): 96,27 94,10 97,90 92,02 79.25 71.72 79.83 62.58 a. Angka Putus Sekolah SD/MI 0.053 0.02 b. Angka Putus Sekolah SMP/MTs 0.037 0.03 c. Angka Putus Sekolah SMA/SMK/MA 0.31 0.15 8.6 Angka pendidikan yang ditamatkan (%) a. Tamat SD dan SLTP 100 67 b. Tamat SLTA keatas 88.95 36

19 9. Terciptanya keamanan dan 9.1 Cakupan penegakan Dinul Islam 21% 25% ketertiban masyarakat sebagai 9.2 Persentase tingkat penyelesaian amanat MOU Helsinki pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, 55% 55% keindahan) di Kabupaten Aceh Barat 9.3 Cakupan pembedayaan sarana dan 40% 35% prasarana keagamaan 9.4 Tersalurnya zakat infaq dan shadaqah (ZIS) 16,351 orang 16,351 orang 10. Meningkatkanya peran serta pemuda dan perempuan dalam pembangunan 11. Meningkatnya pemberdayaan perempuan dan gender 9.5 Cakupan pembinaan tenaga keagamaan 40% 40% 10.1 Jumlah grup kesenian/kebudayaan 2% 1,32% 10.2 Jumlah organisasi/ormas 55 ormas 11 ormas 10.3 Persentase partisipasi perempuan di 15,3% 70,18% lembaga pemerintah 10.4 Partisipasi perempuan di lembaga swasta 30% 29,82% 11.1 Partisipasi angkatan kerja perempuan 43,24% 43,29 Jumlah Anggaran Tahun sebesar Rp. 1.251.480.209.153,87 (Satu triliyun dua ratus lima puluh satu milyar empat ratus delapan puluh juta dua ratus sembilan ribu seratus lima puluh tiga koma delapan puluh tujuh rupiah).