7-6. sumber : hal. 276

dokumen-dokumen yang mirip
PERBEDAAN ANTARA AUDITING DAN AKUNTANSI

Daftar Pertanyaan. Daftar pertanyaan berikut ini terdiri dari tipe isian, isilah pada tempat jawaban

2.4 KODE ETIK AKUNTAN INDONESIA

Tugas Individu Kasus 10

DAFTAR PERTANYAAN MENGENAI PENGARUH AUDIT INTERN (VARIABEL INDEPENDEN) NO PERTANYAAN Y N T Independensi

BAB IV HASIL PENELITIAN. IV.1 Penetapan Kebijakan Dan Prosedur Pengendalian Mutu

Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang

PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS FUNGSI AUDIT INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. sedangkan pengauditan biasanya tidak menghasilkan data akuntansi, melainkan

LAMPIRAN. Berikut ini adalah pernyataan-pernyataan yang dirancang sedemikian rupa sesuai

STANDAR UMUM DAFTAR I SI. 201 Sifat Standar Umum Tanggal Berlaku Efektif 02

Modul ke: AUDIT INTERNAL. Standar Audit Internal. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Akuntansi

KOMUNIKASI ANTARA AUDITOR PENDAHULU DENGAN AUDITOR PENGGANTI

Standar Audit SA 620. Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor

Standar Auditing & Kode Etik

Gambar 2.1 Hirarki Standar Auditing Sumber: SPAP Per 1 Januari 2001 (IAI, 2001: )

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER)

AUDIT LAPORAN KEUANGAN. Pertemuan 3

BAB II KUALITAS AUDIT, BATASAN WAKTU AUDIT DAN DUE PROFESSIONAL CARE. dikatakan berkualitas, jika memenuhi ketentuan atau standar

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Setelah penulis meneliti, memahami, dan menganalisis mengenai usaha

DAFTAR ISI CHARTER KOMITE AUDIT. I Pendahuluan 1. II Tujuan Pembentukan Komite Audit 1. III Kedudukan 2. IV Keanggotaan 2. V Hak dan Kewenangan 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KUESIONER PENELITIAN

KOMUNIKASI DENGAN MANAJEMEN

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan kantor akuntan publik (KAP) dari waktu ke waktu semakin

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KARAKTERISTIK RESPONDEN. Pendidikan Terakhir : D3 S1 S2 S3 Lainnya. Jabatan di KAP : Senior Auditor Manajer Supervisor Partner.

PIAGAM KOMITE AUDIT. PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk. DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH

PIAGAM KOMITE AUDIT. (Audit Committee Charter) PENDAHULUAN

DAN KODE ETIK AKUNTAN PUBLIK by Ely Suhayati SE MSi Ak Ari Bramasto SE Msi Ak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PT. MALINDO FEEDMILL, Tbk. No. Dokumen = 067/CS/XI/13 PIAGAM KOMITE AUDIT. Halaman = 1 dari 10. PIAGAM Komite Audit. PT Malindo Feedmill Tbk.

Penerimaan Penugasan & Perencanaan Audit

2. Pertanyaan Mengenai Persepsi terhadap Kode Etik Akuntan

DAFTAR ISI CHARTER KOMITE AUDIT PT INDOFARMA (Persero) Tbk

Pedoman Kerja Komite Audit

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. berarti adanya kebebasan perdagangan dan persaingan dagang di antara negaranegara

SISTEM PENGENDALIAN MUTU. KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA) Dr. SURYO PRATOLO & REKAN

PEMAHAMAN ATAS BISNIS KLIEN

STANDAR AUDITING. SA Seksi 200 : Standar Umum. SA Seksi 300 : Standar Pekerjaan Lapangan. SA Seksi 400 : Standar Pelaporan Pertama, Kedua, & Ketiga

BAB II LANDASAN TEORI. II.1 Pemahaman Akan Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik

PANDUAN SISTEM PENGENDALIAN MUTU KANTOR JASA AKUNTANSI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang bersih dan bebas KKN menghendaki adanya. mendukung terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance),

BAB I PENDAHULUAN. Suatu organisasi di dalam mempertanggungjawabkan segala aktivitas finansial

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

BAB I PENDAHULUAN. Institusi keuangan telah menjadi financial supermarket dengan jaringan

KOMUNIKASI ANTARA AUDITOR PENDAHULU DENGAN AUDITOR PENGGANTI

IKATAN AKUNTANSI INDONESIA

SA Seksi 504 PENGAITAN NAMA AUDITOR DENGAN LAPORAN KEUANGAN. Sumber: PSA No. 52 PENDAHULUAN. 01 Standar pelaporan keempat berbunyai sebagai berikut:

PIAGAM KOMITE AUDIT PT PP LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

AUDIT I. The Audit Standars Setting Proces. Afly Yessie, SE, Msi, Ak, CA. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi AKUNTANSI

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL. Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Tujuan

Standar Jasa Akuntansi dan Review memberikan panduan yang berkaitan dengan laporan keuangan entitas nonpublik yang tidak diaudit.

BATASAN, STANDAR, DAN KODE ETIK AUDIT INTERNAL

PIAGAM KOMITE AUDIT DAN RISIKO USAHA (BUSINESS RISK AND AUDIT COMMITTEES CHARTER) PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. BAGIAN I

BAB I PENDAHULUAN. kode etik akuntan. Kode etik akuntan, yaitu norma perilaku yang mengatur

SISTEM PENGENDALIAN MUTU

PT INDO KORDSA Tbk. PIAGAM AUDIT INTERNAL

BAB I PENDAHULUAN. Kasus audit yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir membuat. kepercayaan masyarakat terhadap kualitas audit menurun.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERENCANAAN DAN SUPERVISI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Setiap perusahaan baik milik negara maupun swasta sebagai suatu pelaku

PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk. PIAGAM UNIT INTERNAL AUDIT

BAB I PENDAHULUAN. dalam melaksanakan pemeriksaan akuntan, memperoleh kepercayaan dari klien

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: a. Keandalan pelaporan keuangan

BAB I PENDAHULUAN. Keuangan yang telah diatur oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). laporan keuangan tersebut, jasa audit yang dimaksud adalah dengan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

ETIKA PROFESI FAKLULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS GUNADARMA. Disusun Oleh : : Eko Aprianto Nugroho NPM :

BAB I PENDAHULUAN. kode etik profesi. Snoeyenbos et al. (1983) telah menggambarkan ini sebagai

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Profesi akuntan publik merupakan salah satu profesi yang dianggap sangat

VISI, MISI, TUJUAN, KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB.

BAB 3 LAPORAN AUDIT Laporan Audit Bentuk Baku Judul Laporan Alamat Laporan Audit Paragraf Pendahuluan Paragraf Scope Paragraf Pendapat Nama KAP

KOMITE AUDIT CHARTER PT INDOFARMA (PERSERO) TBK

1. Sejarah Fungsi Audit Pengauditan telah dimulai sejak abad kelima belas. Tahun kelahiran pengauditan laporan keuangan secara pasti tidak diketahui,

BAB I PENDAHULUAN. keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik kewajarannya lebih dapat

SPJ 4400: PERIKATAN UNTUK MELAKUKAN PROSEDUR YANG DISEPAKATI ATAS INFORMASI KEUANGAN SPJ 4410: PERIKATAN KOMPILASI

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Konsep kinerja auditor dapat dijelaskan dengan menggunakan agency theory.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. harus memegang prinsip-prinsip profesi. Menurut Simamora (2002) ada 8 prinsip. dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SINAR MAS AGRO RESOURCES & TECHNOLOGY Tbk.

PERTEMUAN 2: CAKUPAN AUDIT

Kompetensi Auditor Independensi Pemeriksan Dan Organisasi Auditor Pelaksanaan Kemahiran Profesional secara Cermat Dan Seksama Pengendalian Mutu

Kuesioner Penelitian SKRIPSI FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah.

KUESIONER PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa terjadinya krisis ekonomi di

Transkripsi:

7-6 a. Mengapa penting bagi auditor untuk menentukan apakah mereka memiliki kompetensi untuk menyelesaikan suatu perikatan sebelum menerima perikatan tersebut? Penting bagi auditor untuk menetukan apakah mereka memiliki kompetensi untuk menyelesaikan suatu perikatan sebelum menerima perikatan tersebut karena sebagaimana yang tercantum dalam standar umum pertama dari GAAS yang menyatakan: Audit dilaksanakan oleh seseorang atau orang-orang yang memiliki pelatihan teknis dan kecakapan yang memadai sebagai seorang auditor Oleh karena itu sebelum menerima suatu perikatan audit, auditor harus menentukan apakah mereka memiliki kompetensi profesional untuk menyelesaikan perikatan sesuai dengan GAAS. sumber : hal. 276 b. Apa yang terlibat dalam proses penentuan ini? Hal yang terlibat dalam proses penentuan kompetensi ini adalah: Jasa yang diinginkan, kebanyakan klien yang memerlukan suatu audit juga Sumber : hal 276-278 memerlukan jasa tambahan. Klien dapat meminta rekomendasi auditor mengenai sistem pengukuran kinerja atau peningkatan pengendalian internal. Oleh karena itu akuntan harus mempertimbangkan apakah ia memiliki kompetensi untuk melaksanakan semua jasa yang diperlukan oleh klien dalam suatu perikatan audit. Mengidentifikasi tim audit, bertujuan untuk memastikan bahwa pengetahuan, keahlian dan kemampuan tim audit sesuai dengan dengan kebutuhan staf profesional perikatan. Mempertimbangkan kebutuhan untuk konsultasi dan menggunakan spesialis. Elemen pengendalian mutu menyatakan bahwa perusahaan seharusnya mengadopsi kebijakan dan prosedur untuk menyediakan keyakinan yang memadai bahwa personel akan mencari bantuan, hingga sejauh yang diperlukan dari tingkat pengetahuan kompetensi, pertimbangan, dan otoritas yang sesuai. 7-7

a. Apakah komposisi dari tim audit pada umumnya? Komposisi dari tim audit pada umumnya terdiri dari: Seorang partner, yang memiliki baik tanggung jawab keseluruhan maupun Sumber : hal. 277 tanggung jawab akhir untuk suatu perikatan. Satu atau lebih manajer, yang biasanya memiliki keahlian signifikan dalam industri dan yang mengkoordinasikan serta mengawasi pelaksanaan program audit Satu atau lebih senior, yang mungkin memiliki tanggung jawab untuk merencanakan audit, melakukan bagian dari program audit dan mengawasi serta me-review pekerjaan asisten staf Asisten staf, yang melakukan berbagai prosedur audit yang diperlukan b. Apakah tepat untuk menerima suatu perikatan di mana para anggota dari tim audit yang diusulkan tidak memiliki semua keahlian yang diperlukan untuk menyelesaikan audit? Jelaskan! Tidak tepat, karena dalam menerima suatu perikatan, seorang auditor memiliki tanggung Sumber : hal. 272 jawab profesional terhadap masyarakat, klien, dan anggota profesi akuntan publik lainnya. Auditor harus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan dengan memepertahankan independensi, integritas, dan objektivitas. Kepentingan klien harus dipenuhi dengan kompetensi dan perhatian profesional. Pentingnya keputusan ini terlihat dengan memasukkan keputusan untuk menerima dan mempertahankan klien sebagai satu elemen pengendalian mutu bagai kantor akuntan publik. Pertimbangan yang berhubungan dengan kepeututsan penenerimaan juga berhubungan dengan kepeutusan penerimaan juga persyaratan khusus dalam GAAS dan kode perilaku profesional untuk memastikan kantor akuntan publik hanya menerima perikatan audit yang dapat diselesaikan sesuai dengan standar profesional yang dapat diaplikasikan. 7-8 a. Sebutkan empat contoh situasi di mana seorang auditor mungkin ingin menggunakan jasa seorang speisalis di luar kantor auditor!

Empat contoh situasi dimana seorang auditor ingin menggunakan jasa seorang spesialis di luar kantor auditor disebabkan karena seorang auditor tidak memiliki keahlian dari seorang yang terlatih untuk melaksanakan, praktik profesi atau pekerjaan lain. SAS 73, using the work of a specialist (AU 336), mengakui bahwa auditor dapat menggunakan pekerjaan spesialis untuk memperoleh bahan bukti yang kompeten, contohnya Penggunaan penaksir untuk menyediakan bukti tentang penilaian aktiva seperti benda seni Insinyur untuk menentukan kuantitas cadangan mineral yang ada Aktuaris untuk menetukan jumlah yang digunakan dalam akuntansi program pensiun Pengacara untuk menilai kemungkinan hasil dari perkara hukum yang tertunda. b. Apa yang harus dilakukan oleh seorang auditor sebelum bergantung pada pekerjaan seorang spesialis? Sebelum menggunakan spesialis, auditor diharapkan memenuhi kualifikasi profesional, reputasi dan objektifitas spesialis. Sebagai contoh, auditor harus mempertimbangkan: Apakah spesialis telah memiliki sertifikasi profesional lisensi atau pengakuan lainnya yang sesuai dengan bidang spesialis Hasil dari mengajukan pertanyaan terhadap sejawat spesialis dan pihak lainna yang mengenali reputasi dan keberadaan profesional tersebut Apakah spesialis memiliki hubungan dengan klien yang mungkin akan mengaburkan objektivitasnya. c. Apakah tepat untuk menggunakan seorang spesialis yang memiliki hubungan dengan klien? Jelaskan! Seorang spesialis yang memiliki hubungan dengan klien harus dipertimbangkan terlebih 7-9 dahulu karena ketika spesialis memiliki hubungan dengan klien dapat mengaburkan objektivitasnya dalam menilai. a. Mengapa penting bagi seorang auditor untuk mengevaluasi independensi dalam memutuskan untuk menerima klien baru?

Standar umum kedua dari GAAS menyatakan: Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental perlu dipertahankan oleh para auditor. Independensi dalam perikatan audit diwajibkan oleh Peraturan 101 dari Kode Etik Perilaku Profesional AICPA dan merupakan salah satu elemen pengendalian mutu. Jika klien diwajibkan menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit kepada SEC, auditor harus mematuhi persyaratan Komisi berkenaan dengan independensi. Oleh karena itu, penting bagi auditor untuk mengevaluasi apakah terdapat kondisi yang akan mempengaruhi independensi dengan calon klien. b. Apa yang harus dilakukan oleh seorang auditor jika ia menyimpulkan bahwa persyaratan independensi tidak dapat dipenuhi? Jika disimpulkan bahwa persyaratan independensi tidak dapat dipenuhi, maka perikatan Sumber : hal. 279 7-10 harus ditolak atau calon klien harus diberitahu bahwa kantor akuntan akan menolak menyatakan pendapat (disclaimer) atas laporan keuangan. a. Sebutkan dua faktor kritis dalam menentukan kemampuan untuk menggunakan kecakapan dalam menyelesaikan suatu audit. Kemamuan utnuk menggunakan kecakapan dalam menyelesaikan suatu audit berhubungan dengan pengendalian mutu kantor akuntan publik yang berkisar pada: Prosedur intern yang membuat hal tersebut muncul ke permukaan Memungkinkan kantor akuntan publik untuk membuat keputusan yang tepat Sumber : hal. 279 mengenai apakah akan menerima atau melanjutkan klien b. Mengapa disarankan untuk menerima suatu perikatan audit yang baru di awal tahun fiskal klien? Auditor disarakan menerima suatu perikatan audit yang baru di awal tahun fiskal klien karena terdapat batasan ekonomi dalam suatu audit laporan keuangan yang dilakukan sesuai GAAS, salah satunya ialah jumlah waktu yang memadai (reasonable length of time). Biasanya laporan auditor atas demikian banyak perusahaan akan terbit dalam waktu tiga sampai lima minggu setelah tanggal neraca. Hambatan waktu ini dapat

mempengaruhi jumlah bukti yang diperoleh tentang peristiwa dan transaksi setelah tanggal neraca yang berdampak pada laporan keuangan. Terlebih lagi, hanya tersedia waktu yang demikian singkat untuk memisahkan ketidakpastian yang ada pada tanggal laporan keuangan. Sumber : hal. 56