25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Waktu dan tempat penelitian Guna memperoleh data-data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini yang berjudul Pengaruh Kompensasi dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Mowilex, maka penulis mengadakan langsung penelitian ke kantor PT. Mowilex yang beralamat di JL. Daan Mogot Raya No. 10 Jakarta Barat. Pada proses ini waktu penelitian dimulai sejak bulan November sampai dengan selesai. 3.2 Desain Penelitian Desain penelitian ini yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah desain kausal. Menurut Purhantara (2010), desain kausal bermanfaat untuk menganalisis hubungan antara suatu pokok permasalahan dengan pokok permasalahan lainnya dalam suatu fenomena bisnis tertentu atau bagaimana suatu pokok permasalahan mempengaruhi pokok permasalahan lainnya. Jadi di dalam penelitian tersebut terdapat variabel independen (Kompensasi dan Fasilitas Kerja) dan variabel dependen (Kinerja Karyawan).
26 3.3 Definisi Variabel dan Operasional Variabel Berdasarkan judul skripsi yang diambil penulis yaitu Pengaruh Kompensasi dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan, maka penulis mendefinisikan masing-masing variabel dan membuat operasional variabel. 3.3.1 Definisi Variabel dan Skala Pengukurannya 3.3.1.1 Variabel Menurut Sugiyono (2009), variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentag hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Pada penelitian ini menggunakan dua variabel yang digunakan sebagai berikut : 1. Variabel Independen (variabel bebas) Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah Kompensasi dan Fasilitas Kerja. 2. Variabel Dependen ( variabel terikat) Merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah Kinerja Karyawan. 3.3.1.2 Skala Pengukuran Pada penelitian ini diukur dengan menggunakan skala ordinal yang menyatakan sesuatu atau lebih dari yang lain. Skala ordinal memberikan nilai
27 peringkat terhadap dimensi konstruk atau variabel yang diukur sehingga menunjukkan suatu urutan penilaian atau tingkat preferensi (Sanusi, 2011). Dengan metode skala likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2009). Tabel 3.1 Instrumen Skala Likert Jawaban Skor Sangat Setuju 5 Setuju 4 Netral 3 Tidak Setuju 2 Sangat Tidak Setuju 1 Sumber : Sugiyono (2009) 3.3.2 Operasional Variabel Dalam penelitian ini ada tiga variabel yang diteliti, yaitu Kompensasi (X 1 ), Fasilitas Kerja (X 2 ), dan Kinerja Karyawan (Y) dimana terdapat indikator yang akan diukur dengan skala ordinal. Berikut ini operasional variabel di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
28 Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel Kompensasi (X 1 ) Variabel Dimensi Indikator Skala Kompensasi (X 1 ) 1. Gaji a. Gaji sesuai pekerjaan dan tanggung jawab b. Gaji standar minimum pemerintah 2. Upah a. Upah lembur sesuai dengan peraturan perusahaan b. Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahun 3. Insentif a. Pemberian insentif sesuai dengan kemampuan perusahaan b. Besarnya insentif sesuai dengan kinerja 4. Kompensasi tidak langsung a. Asuransi kesehatan b. Jaminan hari tua dan jaminan kecelakaan c. Fasilitas beribadah bagi karyawan d. Lingkungan kerja yang aman dan nyaman Sumber : Panggabean (2002) Pengukurannya Ordinal Tabel 3.3 Definisi Operasional Variabel Fasilitas Kerja (X 2 ) Variabel Indikator Skala Fasilitas Kerja (Y) a. Kondisi gedung atau kantor baik b. Peralatan dan perlengkapan kantor selalu tersedia c. Alat komunikasi lengkap Sumber : Purnomo (2004) Pengukurannya Ordinal
29 Tabel 3.4 Definisi Operasional Variabel Kinerja Karyawan (Y) Variabel Dimensi Indikator Skala Kinerja Karyawan (Y) 1. Kualitas Kerja a. Ketepatan hasil kerja b. Ketelitian hasil kerja 2. Kuantitas Kerja a. Hasil kerja 3. Kedisiplinan a. Kehadiran b. Peraturan perusahaan 4. Ketepatan Waktu a. Kecepatan waktu kerja 5. Dampak Interpersonal a. Bekerja sama b. Komunikasi c. Peran serta Sumber : Mangkunegara (2005) Pengukurannya Ordinal 3.4 Populasi dan Sampel Penelitian 3.4.1 Populasi Menurut Sugiyono (2009), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada bagian administrasi PT. Mowilex Jakarta Barat. Jumlah populasi yang dalam objek penelitian ini adalah 105 karyawan. 3.4.2 Sampel Menurut Sugiyono (2009), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini, sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin, yaitu :
30 n = ( )( ) Dimana : n N d = ukuran sampel = ukuran populasi = toleransi kesalahan Dengan asumsi tingkat keandalan 95% karena menggunakan α = 0,05 dan toleransi kesalahan sebesar 5%. n = ( )(, ) n = 83,17 dibulatkan menjadi 83 Jadi berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus slovin tersebut, sampel yang diambil dari total populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 83 karyawan. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian metode yang digunakan Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah pengambilan sampel yang sering digunakan secara sengaja. Jenis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang merupakan suatu data yang diperoleh langsung dari sumber penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009).
31 3.6 Metode Analisis Data Metode analisis data adalah alat yang digunakan dalam menganalisis dan menguji hipotesis yang dikemukakan untuk mempermudah penelitian terhadap data yang terkumpul. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 3.6.1 Uji Validitas Menurut Sugiyono (2009), instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya yang diukur. Untuk mengetahui setiap butir dalam instrumen itu valid atau tidak, dapat diketahui dengan cara mengkolerasikan antara skor butir dengan skor total (Y). Bila nilai korelasi dibawah 0,30 maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebtu tidak valid sehingga harus diperbaiki atau dibuang. r = ( )( {( ) ( ) }{ ( ) } Dimana : r n X Y = koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat = jumlah responden = jumlah skor item = jumlah skor total
32 3.6.2 Uji Reliabilitas Menurut Sugiyono (2009), reliabilitas adalah tingkat kepercayaan hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi, yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya (reliable). Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70. 3.7 Uji Asumsi Klasik 3.7.1 Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, kedua variabel (bebas maupun terikat) mempunyai distribusi normal atau setidaknya mendekati normal (Ghozali, 2011). Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histrogram dari residualnya. 3.7.2 Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika varians berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2011).
33 3.7.3 Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Apabila terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas (Ghozali, 2011). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya, dan Variance Inflation Factor (VIF). Nilai cut off yang umum dipakai menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10. Apabila di dalam model regresi tidak ditemukan asumsi deteksi seperti diatas, maka model regresi yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari multikolinearitas dan demikian pula sebaliknya. 3.8 Analisis Regresi Linear Berganda Digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Adapun persamaan yang digunakan sebagai berikut : Dimana : Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 Y a = variabel terikat (Kinerja Karyawan) = bilangan konstanta b 1, b 2 = koefisien regresi X 1 X 2 = variabel bebas (Kompensasi) = variabel bebas (Fasilitas Kerja)
34 3.9 Uji Hipotesis 3.9.1 Uji t (pengujian secara parsial) Uji t digunakan untuk menguji signifikasi hubungan antara variabel X dan variabel Y. t hitung = ( ) Dimana : t r n = t hitung yang selanjutnya dikonsultasikan dengan t tabel = koefisien korelasi = jumlah responden Dasar pengambilan keputusannya adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikasi, yaitu : 1. Apabila probabilitas signifikasi > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak 2. Apabila probabilitas signifikasi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima 3.9.2 Uji F (pengujian secara simultan) Dalam penelitian ini, ujji f digunakan untuk mengetahui tingkat signifikasi pengaruh variabel-variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Dasar pengambilan keputusannya adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikasi, yaitu : 1. Apabila angka probabilitas signifikasi > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak 2. Apabila angka probabilitas signifikasi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima