LAMPIRAN Daftar Wawancara : Bagian misi : 1. Untuk mewujudkan entitas bisnisnya : Sudah menerapkan manajemen kualitas atau belum? Sudah. Sudah menerapkan/mencapai kualitas ISO atau belum? Sudah. 2. Nilai bagi pemilik, karyawan dan masyarakat : Siapa yang termasuk kedalam pemilik dan karyawan? Yang termasuk kedalam pemilik ada 2 pemerintahan, yaitu Kabupaten dan Kota Bekasi, Bupati dan Walikota Bekasi. Yang termasuk karyawan adalah semua karyawan di PDAM, dari karyawan koperasi, officeboy, dan direksi. 3. Kepuasan stakeholder : Siapa saja yang termasuk kedalam stakeholder? Pemilik, Lembaga Swadaya Masyarakat yang sering memantau kegiatan, Pemda Kabupaten dan Pemda Kota baik yang di bagian maupun yang di Bapeda. Masalah apa yang terkait dengan stakeholder? Terkait dengan kepuasan konsumen seperti air yang keruh, air yang tidak keluar, sehingga dapat masukan dari stakeholder bahwa itu katanya untuk memperbaiki kinerja PDAM. Dalam investasi : 1. Apa kebutuhannya untuk Pemda? Untuk mencapai PAD (Pendapatan Asli Daerah). PDAM menargetkan untuk menyetor PAD pertahun. Kaitannya untuk investasi adalah untuk mencapai PAD tersebut. Misalkan PAD 2013ditargetkan 5 milyar, 5 milyar itu diambil dari hasil usaha PDAM. Oleh sebab itu perusahaan dipacu untuk berinvestasi. Biasanya investasi dibantu oleh dana segar dari Pemda berupa penyertaan modal. Jadi setiap tahun Pemda Kota dan Kabupaten memberi dana penyertaan modal ke PDAM. PDAM berusaha mencari profit sehingga bisa menyetor ke PAD. 2. Kenapa masih perlu investor? Apakah kekurangan modal? Iya masih kekurangan modal. Misalnya dari cashflow diberikan budget 100 milyar pertahun untuk investasi, namun dana yang dibutuhkan lebih dari itu, L1
katakanlah 200 milyar. Sehingga PDAM bekerja sama dengan pihak swastauntuk berinvestasi. 100 milyar dibayar dicicil 5 tahun atau bekerja sama dengan BOT (Built Operatin & Transfer) suatu instalasi yang diberikan kepada swasta untuk dikelola, PDAM beri air selama 25 tahun. Investor membangun lokasi yang sudah dimiliki PDAM, dioperasikan selama 25 tahun, dikasihkan dan ditransfer ke PDAM. Hal ini sudah direalisasikan di Cikarang. Proses bisnis bagian Hubungan Pelanggan bagaimana? Calon pelanggan yang ingin berlangganan air bersih akan mendatangi Bagian Hubungan Pelanggan dan mengajukan pendaftaran untuk menjadi pelanggan PDAM. Bagian Hubungan Pelanggan kemudian akan memberikan Persyaratan dan Formulir Pendaftaran kepada calon pelanggan dan menanyakan alamat rumahnya untuk mengetahui apakah daerah tersebut telah terpasang pipa jaringan pipa PDAM atau belum. Berdasarkan Formulir Pendaftaran tersebut, Bagian Teknik akan melakukan survei ke lokasi yang bersangkutan untuk melihat apakah wilayah tersebut dapat dipasang pipa jaringan atau tidak. Setelahnya, Bagian Teknik akan memberikan rekomendasi pemasangan pipa jaringan ke Kepala Cabang untuk dievaluasi dan disetujui. Setelah Kepala Cabang menyetujui rekomendasi pemasangan pipa jaringan, Bagian Hubungan Pelanggan akan memberikan informasi pemasangan beserta rincian pembayaran kepada pelanggan dan pelanggan tersebut akan melakukan pembayaran ke Bagian Keuangan. Bagian Keuangan akan membuat kwitansi untuk diberikan ke pelanggan dan ke Bagian Hubungan Pelanggan untuk kemudian memasukkan data calon pelanggan ke dalam sistem. Bagian Direksi kemudian akan membuat SPK (Surat Perintah Kerja) dan Berita Acara Pemasangan (BA) yang akan diberikan ke Kepala Cabang untuk kemudian diserahkan ke Bagian Teknik. Berdasarkan SPK dan BA tersebut, Bagian Teknik akan membuat Bukti Permintaan Pengeluaran Barang (BPP) yang akan diserahkan ke Kepala Cabang untuk disetujui. Setelah BPP tersebut disetujui, Bagian Umum akan memeriksa kelengkapan dokumen BPP yang kemudian diberikan ke Bagian Aset dan Gudang untuk mengeluarkan barang sesuai yang tertera pada BPP dan membuat Laporan Pengeluaran Barang. Kepala Cabang akan menerima barang dan menyerahkan ke Bagian Teknik untuk menyiapkan dan melakukan L2
pemasangan pipa jaringan. Setelah instalasi selesai dipasang, Berita Acara Pemasangan yang telah ditandatangani oleh pelanggan, Bagian Teknik, dan Kepala Cabang akan diberikan ke Bagian Umum untuk memasukkan data sambungan baru pelanggan ke dalam sistem. Setelahnya Bagian Hubungan Pelanggan akan melakukan evaluasi dari pemasangan pipa jaringan tersebut. Proses bisnis bagian Keuangan dan Akuntansi bagaimana? Masing-masing bagian dari Direktorat Teknik, Direktorat Umum, Direktorat Usaha, ULP (Unit Layanan Pengadaan), dan Kepala Cabang akan membuat membuat dan mengajukan Rencana Anggaran tahunan untuk diajukan ke Direktur Umum. Rencana Anggaran tersebut kemudian akan dikumpulkan oleh Bagian Keuangan dan Akuntansi untuk membuat Rencana Anggaran Investasi dan Operasi (Proyek) secara keseluruhan, lalu diajukan ke Direktur Umum untuk dievaluasi dan dikoreksi. Setelah Rencana Anggaran dievaluasi dan dikoreksi, Rencana Anggaran tersebut akan dikembalikan ke Bagian Keuangan dan Akuntansi untuk dibuatkan Laporan Rencana Anggaran Final dan diajukan kembali ke Direktur Umum. Dari Direktur Umum kemudian akan memberikan laporan tersebut ke Direktur Utama untuk ditandatangani, dan diteruskan ke Bupati dan Walikota untuk dimintai persetujuan. Usulan dari Direktur Utama tadi akan menjadi bagian dari Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) untuk diajukan ke DPRD Kota dan Kabupaten. Setelah RAPBD disetujui oleh DPRD, maka Bupati dan Walikota akan mencairkan dana tersebut. Bagian Perhitungan Rekening : 1. Apa yang mnyebabkan efisiensi penagihan masih belum stabil? Efisiensi penagihan dipengaruhi oleh karakter dan kebiasaan konsumenyang terbentuk karena : Pelayanan petugas penagihan. Langgarnya system pencabutan pada konsumen yang menunggak. Cuaca alam yang mempengaruhi kerajinan pelanggan dalam membayar rekening. Pembacaan meter air. Waktu anak masuk sekolah dan hari ibur. 2. Sistem/proses penagihan yang dilakukan saat ini seperti apa? L3
Sebagian besar sistem online (bisa dibayarkan disemua loket pembayaran air). Via Bank Via Tektaya Namun masih ada sebagian yang masih manual yaitu membayar di loket Kedung Waringin dan Setu 3. Upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi ketidakstabilan penagihan? Sistem pencabutan yang diperketat, surat pemberitahuan tunggakan pada konsumen, sistem pelayanan prima ditingkatkan. L4
DAFTAR RIWAYAT HIDUP L5
DAFTAR RIWAYAT HIDUP L6
DAFTAR RIWAYAT HIDUP L7
SURAT SURVEY L8