LAMPIRAN Daftar Wawancara

dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN KUDUS

BAB 3 ARSITEKTUR PERUSAHAAN SAAT INI

BAB IV PEMBAHASAN. A. Sistem Penerimaan Kas dari Pemasangan Sambungan Baru

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

1 of 5 18/12/ :41

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 21 TAHUN 2006 TENTANG

BUPATI NGANJUK NGANJUK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR 02 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN LANDAK

PERATURAN DIREKSI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA SATRIA KABUPATEN BANYUMAS. NOMOR : 3 Tahun 2016 TENTANG

BAB III PROFIL INSTITUSI MITRA. saat thedakan pada tahun Pelaksanaan pembangunan diserahkan kepada NV

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON TAHUN 2014 SERI BUPATI CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG

2016, No c. bahwa dalam rangka perbaikan kondisi keuangan Perusahaan Daerah Air Minum sebagaimana dimaksud dalam huruf b, perlu meningkatkan e

Lampiran1. Formulir Work Sampling. Bagian : Tanggal : Tempat : Kegiatan yang dilakukan pegawai Tidak Produktif. Waktu. Produktif

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Gambar 4.1: Gedung Operasional PDAM Tirta Indragiri

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN. Penyediaan Air Minum. Prosedur.

BAB III PROFIL PERUSAHAAN. 1. Sejarah Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kebumen. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kebumen merupakan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG

2017, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuang

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN

BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 21 TAHUN 2014

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN. Alur Pengajuan Tambah Daya Listrik

LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI

BUPATI PAKPAK BHARAT

VERIFIKASI HIBAH AIR MINUM APBN TAHUN 2015 DIREKTORAT PENGAWASAN BUMD

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. LEIDING BEDRIJF yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda, dengan

BUPATI PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Perusahaan

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR: 22 TAHUN 2013 TENTANG TARIF AIR MINUM PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN PURWAKARTA BUPATI PURWAKARTA,

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BENER MERIAH

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 259/PMK.05/2014 TENTANG

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA MALANG P E R A T U R A N DIREKSI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA MALANG NOMOR : 06 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH LAUT NOMOR 7 TAHUN 2009

PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN TARIF PELAYANAN AIR MINUM PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA BANGKA

BUPATI PROBOLINGGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG

Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang

MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG

BAB II SEJARAH PERUSAHAAN

PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 10 TAHUN 2010 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT,

BAB IV ANALISIS SISTEM. Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai suatu proses penguraian dari

BUPATI ENREKANG PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN ENREKANG NOMOR 10 TAHUN 2016

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2010 NOMOR 6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG

I. Alamat Kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. 1. Kantor Utama : Jalan Sulawesi No. 18 Kota Madiun

BERITA DAERAH KOTA BOGOR. Nomor 50 Tahun 2017 Seri E Nomor 41 PERATURAN WALI KOTA BOGOR NOMOR 50 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG

KETENTUAN UMUM PELANGGAN KECIL PASAL 1 DEFINISI

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA. Tata Kelola Program Hibah Air Minum Perkotaan APBN Murni TA 2016

BUPATI BARITO UTARA PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 28 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

2017, No untuk pembangunan bendungan serta sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.06/2017 tentang Tata Cara Pendanaan Pengadaan

SISTEM DAN PROSEDUR PEMASANGAN KEMBALI SALURAN AIR DI PDAM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA RANGKUMAN TUGAS AKHIR

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 32 SERI E

PERATURAN DAERAH KOTA SOLOK NOMOR : 3 TAHUN 2004 TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA SOLOK

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 56 TAHUN 2015 TENTANG

BAB IV ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. organisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Cianjur.

2017, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Dana Jaminan Penugasan Pembiayaan Infrastruktur Dae

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA TARAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA. Layanan. Pos Universal. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum da

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 47 TAHUN 2017 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN. PNBP. Pemeriksaan. Wajib Bayar. Pedoman.

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG ALOKASI DANA DESA DI KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS,

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 21 TAHUN 2006 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

-1- OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2013 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Singkat PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung

Transkripsi:

LAMPIRAN Daftar Wawancara : Bagian misi : 1. Untuk mewujudkan entitas bisnisnya : Sudah menerapkan manajemen kualitas atau belum? Sudah. Sudah menerapkan/mencapai kualitas ISO atau belum? Sudah. 2. Nilai bagi pemilik, karyawan dan masyarakat : Siapa yang termasuk kedalam pemilik dan karyawan? Yang termasuk kedalam pemilik ada 2 pemerintahan, yaitu Kabupaten dan Kota Bekasi, Bupati dan Walikota Bekasi. Yang termasuk karyawan adalah semua karyawan di PDAM, dari karyawan koperasi, officeboy, dan direksi. 3. Kepuasan stakeholder : Siapa saja yang termasuk kedalam stakeholder? Pemilik, Lembaga Swadaya Masyarakat yang sering memantau kegiatan, Pemda Kabupaten dan Pemda Kota baik yang di bagian maupun yang di Bapeda. Masalah apa yang terkait dengan stakeholder? Terkait dengan kepuasan konsumen seperti air yang keruh, air yang tidak keluar, sehingga dapat masukan dari stakeholder bahwa itu katanya untuk memperbaiki kinerja PDAM. Dalam investasi : 1. Apa kebutuhannya untuk Pemda? Untuk mencapai PAD (Pendapatan Asli Daerah). PDAM menargetkan untuk menyetor PAD pertahun. Kaitannya untuk investasi adalah untuk mencapai PAD tersebut. Misalkan PAD 2013ditargetkan 5 milyar, 5 milyar itu diambil dari hasil usaha PDAM. Oleh sebab itu perusahaan dipacu untuk berinvestasi. Biasanya investasi dibantu oleh dana segar dari Pemda berupa penyertaan modal. Jadi setiap tahun Pemda Kota dan Kabupaten memberi dana penyertaan modal ke PDAM. PDAM berusaha mencari profit sehingga bisa menyetor ke PAD. 2. Kenapa masih perlu investor? Apakah kekurangan modal? Iya masih kekurangan modal. Misalnya dari cashflow diberikan budget 100 milyar pertahun untuk investasi, namun dana yang dibutuhkan lebih dari itu, L1

katakanlah 200 milyar. Sehingga PDAM bekerja sama dengan pihak swastauntuk berinvestasi. 100 milyar dibayar dicicil 5 tahun atau bekerja sama dengan BOT (Built Operatin & Transfer) suatu instalasi yang diberikan kepada swasta untuk dikelola, PDAM beri air selama 25 tahun. Investor membangun lokasi yang sudah dimiliki PDAM, dioperasikan selama 25 tahun, dikasihkan dan ditransfer ke PDAM. Hal ini sudah direalisasikan di Cikarang. Proses bisnis bagian Hubungan Pelanggan bagaimana? Calon pelanggan yang ingin berlangganan air bersih akan mendatangi Bagian Hubungan Pelanggan dan mengajukan pendaftaran untuk menjadi pelanggan PDAM. Bagian Hubungan Pelanggan kemudian akan memberikan Persyaratan dan Formulir Pendaftaran kepada calon pelanggan dan menanyakan alamat rumahnya untuk mengetahui apakah daerah tersebut telah terpasang pipa jaringan pipa PDAM atau belum. Berdasarkan Formulir Pendaftaran tersebut, Bagian Teknik akan melakukan survei ke lokasi yang bersangkutan untuk melihat apakah wilayah tersebut dapat dipasang pipa jaringan atau tidak. Setelahnya, Bagian Teknik akan memberikan rekomendasi pemasangan pipa jaringan ke Kepala Cabang untuk dievaluasi dan disetujui. Setelah Kepala Cabang menyetujui rekomendasi pemasangan pipa jaringan, Bagian Hubungan Pelanggan akan memberikan informasi pemasangan beserta rincian pembayaran kepada pelanggan dan pelanggan tersebut akan melakukan pembayaran ke Bagian Keuangan. Bagian Keuangan akan membuat kwitansi untuk diberikan ke pelanggan dan ke Bagian Hubungan Pelanggan untuk kemudian memasukkan data calon pelanggan ke dalam sistem. Bagian Direksi kemudian akan membuat SPK (Surat Perintah Kerja) dan Berita Acara Pemasangan (BA) yang akan diberikan ke Kepala Cabang untuk kemudian diserahkan ke Bagian Teknik. Berdasarkan SPK dan BA tersebut, Bagian Teknik akan membuat Bukti Permintaan Pengeluaran Barang (BPP) yang akan diserahkan ke Kepala Cabang untuk disetujui. Setelah BPP tersebut disetujui, Bagian Umum akan memeriksa kelengkapan dokumen BPP yang kemudian diberikan ke Bagian Aset dan Gudang untuk mengeluarkan barang sesuai yang tertera pada BPP dan membuat Laporan Pengeluaran Barang. Kepala Cabang akan menerima barang dan menyerahkan ke Bagian Teknik untuk menyiapkan dan melakukan L2

pemasangan pipa jaringan. Setelah instalasi selesai dipasang, Berita Acara Pemasangan yang telah ditandatangani oleh pelanggan, Bagian Teknik, dan Kepala Cabang akan diberikan ke Bagian Umum untuk memasukkan data sambungan baru pelanggan ke dalam sistem. Setelahnya Bagian Hubungan Pelanggan akan melakukan evaluasi dari pemasangan pipa jaringan tersebut. Proses bisnis bagian Keuangan dan Akuntansi bagaimana? Masing-masing bagian dari Direktorat Teknik, Direktorat Umum, Direktorat Usaha, ULP (Unit Layanan Pengadaan), dan Kepala Cabang akan membuat membuat dan mengajukan Rencana Anggaran tahunan untuk diajukan ke Direktur Umum. Rencana Anggaran tersebut kemudian akan dikumpulkan oleh Bagian Keuangan dan Akuntansi untuk membuat Rencana Anggaran Investasi dan Operasi (Proyek) secara keseluruhan, lalu diajukan ke Direktur Umum untuk dievaluasi dan dikoreksi. Setelah Rencana Anggaran dievaluasi dan dikoreksi, Rencana Anggaran tersebut akan dikembalikan ke Bagian Keuangan dan Akuntansi untuk dibuatkan Laporan Rencana Anggaran Final dan diajukan kembali ke Direktur Umum. Dari Direktur Umum kemudian akan memberikan laporan tersebut ke Direktur Utama untuk ditandatangani, dan diteruskan ke Bupati dan Walikota untuk dimintai persetujuan. Usulan dari Direktur Utama tadi akan menjadi bagian dari Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) untuk diajukan ke DPRD Kota dan Kabupaten. Setelah RAPBD disetujui oleh DPRD, maka Bupati dan Walikota akan mencairkan dana tersebut. Bagian Perhitungan Rekening : 1. Apa yang mnyebabkan efisiensi penagihan masih belum stabil? Efisiensi penagihan dipengaruhi oleh karakter dan kebiasaan konsumenyang terbentuk karena : Pelayanan petugas penagihan. Langgarnya system pencabutan pada konsumen yang menunggak. Cuaca alam yang mempengaruhi kerajinan pelanggan dalam membayar rekening. Pembacaan meter air. Waktu anak masuk sekolah dan hari ibur. 2. Sistem/proses penagihan yang dilakukan saat ini seperti apa? L3

Sebagian besar sistem online (bisa dibayarkan disemua loket pembayaran air). Via Bank Via Tektaya Namun masih ada sebagian yang masih manual yaitu membayar di loket Kedung Waringin dan Setu 3. Upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi ketidakstabilan penagihan? Sistem pencabutan yang diperketat, surat pemberitahuan tunggakan pada konsumen, sistem pelayanan prima ditingkatkan. L4

DAFTAR RIWAYAT HIDUP L5

DAFTAR RIWAYAT HIDUP L6

DAFTAR RIWAYAT HIDUP L7

SURAT SURVEY L8