BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Sugiarto Kurnia
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 24 BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum 1. Sejarah perkembangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta Pengelolaan air minum di Surakarta, dibangun pada tahun 1929 oleh Pakubuwono X sejak ditemukan serta ditetapkanya sumber air Cokrotulung pada tahun Sumber air Cokrotulung ini terpilih dari beberapa alternatif sumber air seperti umbul, nila, bunder, doyo, pelem dan nganten. Pelaksanaan pembangunanya diserahkan kepada NV Hoogdurk Water Leiding Hoofplaats Surakarta en Omstreken dengan mengambil debit 150 1/detik dari total kapasitas sebesar /detik. Pada masa kependudukan jepang, pengelolaan air minum secara tidak langsung diambil alih dan diubah nama menjadi SOLO SUIDO SYO. Namun dalam masa pemerintahan Jepang, pengelolaan air minum tidak berkembang dengan baik karena tidak adanya perhatian, pemeliharaan dan perluasan dari pemerintah, sehingga mengakibatkan kerusakan pada jaringan pipa. Sejak bangsa indonesia memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, maka pemerintah RI segera mengambil alih pengelolaan air minum dari pemerintah Jepang, nama SOLOSUIDO SYO diganti commit menjadi to user "Kantor Air Minum" dan 24
2 25 pengelolaanya diserahkan kepada Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Republik Indonesia. Pada tanggal 9 April 1960 pengelolaan air minum dialihkan kepada Dinas Penghasilan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta. Namun pengelolaan air minum ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan tambahan modal karena terbatasnya keuangan daerah. Maka dari itu, berdasar Surat Mendagri No.Ekbang/ B/ 3/ 11 tanggal 31 juli 1973 dan Surat Mendagri No. Ekbang/ B/ 2/ 43 tanggal 11 juli 1974 dikeluarkan Surat Keputusan Walikotamadya KDH TK II Surakarta tentang pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Surakarta Pada tanggal 16 Juli 1976 Perusahaan Daerah Air Minum Surakarta secara resmi berdiri. Selanjutnya, Pemerintah Daerah Kodya Dati II Surakarta menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 1977 tanggal 21 Mei 1977, status dari Seksi Air Minum pada Dinas Pendapatan Daerah ditingkatkan menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Dati II Surakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Dati II Surakarta Nomor 002 Tahun 1988 tanggal 26 Juni 1998 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta memberi tugas kepada perusahaan untuk mengelola air bersih dan limbah. Pada tanggal 16 Januari 2004 telah ditetapkan Peraturan Daerah Kota Surakarta No. 1
3 26 tahun 2004 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 1977 yang memperkuat status PDAM Kota Surakarta sampai sekarang. 2. Lokasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta berpusat di Jl. LU Adisucipto No. 143 Telp. (0271) Fax (0271) Surakarta Visi dan Misi PDAM Kota Surakarta a. Visi perusahaan Menjadikan salah satu Perusahaan Daerah Air Minum yang terbaik di bidang pelayanan air minum dan air limbah melalui pengelolaan yang berwawasan lingkungan. b. Misi perusahaan 1) Memberikan layanan air minum dan air limbah kepada masyarakat secara berkesinambungan dengan mengutamakan kepuasan pelanggan. 2) Meningkatkan kontribusi perusahaan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). 3) Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Manusia. 4) Melestarikan Sumber Air. Bagan Struktur Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta dapat dilihat pada halaman berikut :
4 27 Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan commit Daerah to Air user Minum (PDAM) Kota Surakarta
5 28 4. Struktur Organisasi PDAM Kota Surakarta Struktur organisasi suatu perusahaan merupakan suatu hal yang penting karena mengatur mekanisme kerja dan tanggung jawab dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Struktur organisasi pada PDAM Kota Surakarta meliputi : 1. Unsur-unsur organisasi Susunan organisasi perusahaan daerah terdiri dari : a. Badan Pengawas 1) Melakukan pengawasan terhadap direksi dan penyusunan sesuai ketentuan yang berlaku dari kebijakan Badan Pengawas. 2) Menetapkan kebijakan perusahaan secara terarah sesuai dengan kebijakan dalam perusahaan. 2. Direksi terdiri dari : a. Direktur Utama 1) Direktur utama mempunyai tugas sebagai berikut: a) Menyelesaikan pekerjaan operasional, b) Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Badan Pengawas, c) Menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang, d) Mengusulkan perubahan tarif kepada Badan Pengawas, e) Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan perusahaan.
6 29 2) Unit-unit yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama adalah sebagai berikut: a) Unit pengawasan intern membawahi sub unit pengawasan intern bidang administrasi dan keuangan, serta sub unit pengawasan intern bidang teknik. b) Unit penelitian dan pengembangan membawahi sub unit litbang bidang humas, hukum dan kelembagaan, sub unit litbang bidang administrasi dan keuangan, serta sub unit litbang bidang teknik. c) Unit kolam renang Tirtomoyo Manahan dan sub unit kolam renang Tirtomoyo Jebres. d) Unit air kotor membawahi sub unit administrasi air kotor, sub unit perencanaan air kotor dan sub unit instalasi pengelolaan air kotor. e) Kantor cabang wilayah utara membawahi seksi umum dan seksi teknik. b. Direktur Umum 1) Direktur umum mempunyai tugas sebagai berikut: a) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan dibidang administrasi, keuangan, kepegawaian dan kesekretariatan, b) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan pengelolaan barang,
7 30 c) Mengendalikan pendapatan hasil penagihan rekening penggunaan air minum dari pelanggan, d) Merencanakan dan mengendalikan sumber pendapatan dan pembelanjaan perusahaan. 2) Bagian-bagian yang bertangggung jawab langsung kepada Direktur Umum adalah sebagai berikut: a) Bagian umum, bertugas menyelenggarakan kegiatan umum perusahaan seperti surat menyurat, pembelian barang dan administrasi. Bagian umum membawahi sub bagian administrasi, sub bagian rumah tangga dan sub bagian kepegawaian. b) Bagian keuangan, bertugas membuat dan menyusun laporan keuangan. Bagian keuangan membawahi sub bagian anggaran, sub bagian pembukuan dan sub bagian kas. c) Bagian langganan, bertugas melayani permintaan maupun keluhan dari pelanggan seperti sambungan baru, pengaduan kualitas air, ganti meter baru, dan perbaikan. Bagian langganan membawahi sub bagian hubungan langganan, sub bagian pembacaan meter dan sub bagian rekening air.
8 31 3) Direktur Umum membawahi : Bidang Langganan terjadi dari : a) Seksi Hubungan Langganan Seksi Hubungan Langganan mempunyai tugas sebagai berikut : 1) melaksanakan administrasi Seksi Hubungan Langganan 2) menyusun program dan rencana kerja Seksi Hubungan Langganan 3) melaksanakan kegiatan informasi dan komunikasi pelanggan 4) melaksanakan kegiatan pelayanan pelanggan 5) melaksanakan kegiatan penertiban pelanggan b) Seksi Data Langganan Seksi Data Langganan mempunyai tugas sebagai berikut 1) melaksanakan administrasi Seksi Data Langganan 2) menyusun program dan rencana kerja seksi Data Langganan 3) melaksanakan administrasi data langganan 4) mengkoordinasikan pembacaan meter air beserta hasilnya 5) menerima dan mengolah data hasil pembacaan meter air sebelum dibuatkan rekening langganan
9 32 6) melaksanakan perubahan dan penyesuaian data langganan 7) melaksanakan pemantauan dan pengecekan data langganan 8) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain. c) Seksi Rekening Langganan Seksi Rekening Langganan mempunyai tugas sebagai berikut : 1) melaksanakan administrasi Seksi Rekening Langganan 2) menyusun program dan rencana kerja Seksi Rekening Langganan 3) melaksanakan administrasi rekening langganan 4) menerima dan mengolah data hasil pembacaan meter air sebagai bahan pembuatan rekening langganan 5) membuat, mencetak, mengelola dan mengatur rekening langganan 6) melakukan koreksi dan perubahan terhadap kesalahan pencetakan rekening langganan 7) melaksanakan pemantauan dan pengecekan rekening langganan 8) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain.
10 33 Bidang Keuangan yang terdiri dari : a) Seksi anggaran Seksi Anggaran mempunyai tugas sebagai berikut : 1) melaksanakan administrasi Seksi Anggaran 2) menyusun program dan rencana kerja Seksi Anggaran 3) melaksanakan penyusunan anggaran 4) melaksanakan pengelolaan anggaran yang dimulai dan penggunaan, perubahan dan pengendalian 5) melaksanakan evaluasi dan analisa anggaran 6) melaksanakan pemantauan dan pengecekan anggaran 7) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain. b) Seksi Pembukuan Seksi Pembukuan mempunyai tugas sebagai berikut : 1) melaksanakan administrasi Seksi Pembukuan 2) menyusun program dan rencana kerja Seksi Pembukuan 3) melaksanakan kegiatan pelaporan keuangan 4) melaksanakan kegiatan verifikasi keuangan c) Seksi Kas seksi kas mempunyai tugas sebagai berikut : 1) melaksanakan administrasi Seksi kas
11 34 2) menyusun program dan rencana kerja Seksi Kas 3) menerima dan meneliti kebenaran dokumentasi pembayaran dan pengeluaran keuangan lainya 4) melaksanakan pembayaran gaji pegawai dan operasional perusahaan 5) menerima pembayaran biaya sambungan baru langganan, rekening langganan, pelanggaran beserta dendanya dan pembayaran pelanggan lainya 6) membuat dan menyusun laporan penerimaan dan pengeluaran 7) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain. c. Direktur Teknik 1) Direktur Teknik mempunyai tugas sebagai berikut: a) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan di bidang perencanaan, pengembangan, teknik, produksi, distribusi, meter air dan air limbah, b) Mengkoordinasikan dan mengendalikan pemeliharaan instalasi produksi dan sumber mata air, c) Mengkoordinasikan kegiatan pengujian teknik dan bahan kimia. 2) Bagian-bagian yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Teknik adalah sebagai berikut:
12 35 a) Bagian perencanaan membawahi sub bagian perencanaan air minum dan sub bagian gudang. b) Bagian produksi membawahi sub bagian instalasi pengelolaan air, sub bagian air baku dan sub laboratorium. c) Bagian distribusi membawahi sub bagian instalasi distribusi dan sub bagian perawatan. d) Bagian pengendalian kehilangan air membawahi sub bagian meter air dan sub bagian kebocoran. 3) Direktur Teknik membawahi : Bidang Distribusi yang terdiri dari : a) Seksi Perencanaan Distribusi Seksi Perencanaan Distribusi mempunyai tugas sebagai berikut : 1) melaksanakan administrasi Seksi Perencanaan Distribusi 2) menyusun program dan rencana kerja Seksi Perencanaan Distribusi 3) mengumpulkan dan mengolah data sebagai bahan perencanaan distribusi 4) melaksanakan survey dan pengukuran dalam rangka perencanaan distribusi 5) menyusun anggaran biaya dan jadwal
13 36 pelaksanaan dalam rangka perencanaan distribusi 6) menentukan penggunanaan peralatan yang paling sesuai ditinjau dari segi kualitas standard dan harga dalam rangka perencanaan b) Seksi Instalasi Distribusi Seksi Instalasi Distribusi mempunyai tugas sebagai berikut 1) melaksanakan administrasi Seksi Instalasi Distribusi 2) menyusun program dan rencana kerja Seksi Instalasi Distribusi 3) melaksanakan penyambungan dan pemutusan instalasi distribusi 4) melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan kerusakan/gangguan instalasi distribusi 5) melaksanakan pengoprasian serta menjamin kelancaran dan berfungsinya operasional instalasi distribusi 6) melaksanakan pemantauan dan pengecekan instalasi distribusi 7) melaksanakan pembuatan, penggantian, penambahan dan perluasan instalasi distribusi 8) melaksanakan pengendalian kebocoran air pada
14 37 instalasi distribusi 9) melaksanakan pengelolaan perlengkapan dan peralatan teknik distribusi 10) melaksanakan pemasangan sambungan baru air minum 11) menjamin kualitas, kuantitas dan kontinuitas distribusi air minum 12) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain 5. Sekertariat Perusahaan terdiri dari : a. Sub Bagian Administrasi Bertugas membuat, menyusun dan menghimpun laporan bulanan dan tahunan serta melaksanakan pemantauan dan pengecekan administrasi perusahaan b. Sub Bagian Rumah Tangga Bertugas melaksanakan pembelian kebutuhan kerumahtanggaan perusahaan dan juga melaksanakan pemantauan dan pengecekan kebutuhan rumah tangga perusahaan c. Sub Bagian Kepegawaian Bertugas melaksanakan pembinaan, bimbingan dan penyuluhan pegawai, proses mutasi pegawai, pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai yang berprestasi dan pension serta menyusun, mengevaluasi dan menganalisa daftar penilaian
15 38 6. Organisasi Teknis Perusahaan terdiri dari : a. Inspektorat Perusahaan yang terdiri dari : 1) Inspektorat Perusahaan Bidang Administrasi dan Keuangan Bertugas melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan tata kerja, prosedur, operasional dan hasil kerja bidang administrasi dan keuangan dan memberikan pertimbangan, pandangan, pendapat, masukan dan saran hasil pengawasan dan pemeriksaan bidang administrasi dan keuangan 2) Inspektorat Perusahaan Bidang Teknik Bertugas melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan tata kerja, prosedur, operasional dan hasil kerja bidang administrasi dan keuangan dan memberikan pertimbangan, pandangan, pendapat, masukan dan saran hasil pengawasan dan pemeriksaan bidang administrasi dan keuangan b. Penelitian dan Pengembangan Perusahaan yang terdiri dari : 1) Penelitian dan Pengembangan Perusahaan Bidang Administrasi dan Keuangan, bertugas melaksanakan analisa, evaluasi dan kajian bidang administrasi dan keuangan 2) Penelitian dan Pengembangan Perusahaan Bidang Teknik, bertugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang teknik dan melaksanakan analisa, evaluasi dan kajian bidang teknik
16 39 c. Unit yang terdiri dari : 1) Unit Hukum, Kelembagaan dan Kerjasama Bertugas merancang, membuat dan menyusun aturan hukum perusahaan serta mengubah dan mengganti dalam rangka menyempurnakan aturan hukum perusahaan 2) Unit Teknologi Sistem Informasi Bertugas melaksanakan pembaharuan teknologi sistem informasi dan melaksanakan pemantauan dan pengecekan teknologi sistem informasi 3) Unit Laboratorium Bertugas melaksanakan pemeriksaan pencemaran air minum dan limbah cair dan melaksanakan analisa terhadap air minum dan limbah cair 7. Staf Ahli Perusahaan terdiri dari : a) Staf Ahli Perusahaan Bidang Administrasi dan Keuangan Bertugas melaksanakan analisa, evaiuasi, kajian dan telaah bidang administrasi dan keuangan perusahaan b) Staf Ahli Perusahaan Bidang Teknik Bertugas melaksanakan analisa, evaiuasi, kajian dan telaah bidang teknik perusahaan
17 40 B. Pembahasan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang merupakan salah satu perpanjangan tangan Pemerintah Daerah yang bergerak dalam bidang penyediaan air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat. Penjualan air bersih kepada para pelanggan dilakukan secara kredit, yang mana pelanggan dapat memanfaatkan pemakaian air pada bulan ini akan dibayar pada bulan berikutnya. Akibat penjualan secara kredit kepada para pelanggan tersebut timbul suatu tagihan piutang usaha yang berupa piutang rekening air. Pada tahun 2011 di PDAM piutang tak tertagih sebesar 3% dan pada tahun 2013 sebesar 5%. Peningkatan jumlah piutang tak tertagih ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah meter air pelanggan yang tidak berfungsi dengan baik, hal ini menyebabkan pembacaan meter air menjadi kurang optimal. Jika proses pembacaan meter air kurang optimal akan berdampak kerugian bagi pelanggan PDAM Kota Surakarta. Selain itu tagihan rekening air pelanggan yang jauh lebih besar dari pemakaian yang sebenarnya bahkan ada yang mencapai angka jutaan rupiah perbulannya. Jika tagihan rekening pelanggan semakin tinggi dan pelanggan tidak mampu menyelesaikan tagihan itu maka akan menyebabkan munculnya piutang tak tertagih. Dengan demikian, piutang yang tak tertagih tersebut dapat menghambat operasional perusahaan. Namun PDAM Kota Surakarta tetap memberikan kelonggaran bagi
18 41 pelanggan yang memiliki tagihan rekening besar untuk mengangsurnya sehingga tidak terlalu memberatkan. 1. Kebijakan Penilaian Piutang Piutang harus disajikan dalam laporan keuangan dengan nilai tunai yang dapat direalisasi. Khusus untuk piutang usaha ketentuan ini menghendaki agar piutang-piutang yang mempunyai kemungkinan tak tertagih hendaknya dibuatkan penyisihan dalam jumlah yang layak. Untuk menentukan besarnya penyisihan pada tiap akhir tahun pengelompokan piutang menurut umurnya (aging schedule) harus dibuat terlebih dahulu sebagai dasar perhitungan. Besarnya penyisihan piutang pada tiap akhir tahun ditentukan sebagai dasar perhitungan. Besarnya penyisihan piutang pada tiap akhir tahun ditentukan sebagai berikut : Tabel II.2 Penyisihan Piutang Pelanggan Di atas 3 bulan s.d 6 bulan 30% Di atas 6 bulan s.d 12 bulan 50% Di atas 1 tahun s.d 2 tahun 75%, diajukan ke Badan Pengawas untuk dihapus Di atas 2 tahun 100%, dan dikeluarkan dari Pembukuan, tetapi masih tercatat secara extra comptabel. Berdasarkan Tabel II.2 penyisihan piutang pelanggan yang dibentuk sebesar 30% berasal dari jumlah piutang tak tertagih dengan penggolongan piutang pelanggan yang berumur diatas 3 s.d 6 bulan, maka
19 42 akan dicadangkan sebesar 30% dari jumlah piutang tak tertagih pada kelompok tersebut. Penyisihan piutang tersebut di atas dikecualikan bagi tagihan kepada seluruh instansi pemerintah. Dalam hal kejadian - kejadian khusus, misalnya adanya pembongkaran daerah pemukiman tertentu untuk tujuan pembangunan, tagihan-tagihan tersebut sudah dapat diusulkan penghapusanya walaupun belum memenuhi ketentuan di atas. Jika terdapat pembayaran atas piutang-piutang yang telah dihapus, pembayaran tersebut dibukukan sebagai pendapatan lain-lain tahun berjalan. Piutang yang telah berumur diatas 1 (satu) tahun s.d 2 (dua) tahun diklasifikasikan sebagai piutang ragu - ragu, sedangkan yang berumur diatas 2 (dua) tahun diklasifikasikan sebagai piutang tak tertagih dan sudah dapat diusulkan kepada Badan Pengawas untuk dihapus serta dikeluarkan dari pembukuan, tetapi dicatat secara extra comptable dan tetap diusahakan penagihannya. Hal - hal yang tidak sesuai dari ketentuan penghapusan piutang tersebut diatas ditetapkan melalui keputusan Direksi dengan persetujuan Badan Pengawas. 2. Sistem Penagihan Piutang Pelanggan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta a. Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi Penagihan Piutang Pelanggan pada PDAM Kota Surakarta adalah sebagai berikut :
20 43 1) Fungsi Baca Meter Fungsi ini dijalankan oleh Seksi Data Langganan, yang bertugas menyiapkan data ID pelanggan yang harus dibaca oleh pembaca meter dan mengirim data tersebut ke server HP pembaca meter, melakukan verifikasi hasil baca meter, mencetak Daftar Rekening Air yang Ditagihkan (DRD-A). 2) Fungsi Akuntansi Fungsi ini dijalankan oleh Seksi Pembukuan, yang bertugas mencatat piutang rekening air ke dalam Jurnal Rekening Air berdasarkan Daftar Rekening Air yang Ditagihkan (DRD-A) yang diterima dari Seksi Data Langganan. 3) Fungsi Penagihan Fungsi ini dijalankan oleh Urusan Penertiban, yang bertugas : a. Merekap Daftar Saldo Piutang Langganan (DSPL) 3 bulan b. Membuat surat panggilan kepada pelanggan yang sudah menunggak pembayaran rekening air selama 3 bulan c. Melakukan penagihan secara langsung ke lapangan kepada pelanggan yang sudah menunggak pembayaran rekening air lebih dari 3 bulan d. Membuat surat pernyataan kesanggupan membayar untuk pelanggan yang menunggak dan surat perintah kerja yang diserahkan ke Seksi Meter Air sebagai dasar untuk melakukan penutupan meter air.
21 44 4) Fungsi Penutupan Meter Air Fungsi ini dijalankan oleh Seksi Meter Air yang bertugas melakukan penutupan meter air bagi pelanggan yang menunggak pembayaran lebih dari 3 bulan dan membuat berita acara penutupan. Selain itu juga melakukan pengambilan meter air kepada pelanggan yang telah menunggak pembayaran lebih dari 3 bulan. b. Dokumen yang terkait dalam sistem akuntansi penagihan piutang pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta 1) Daftar Rekening Air yang ditagihkan (DRD-A) Dokumen ini dibuat oleh Seksi Data Langganan yang berupa daftar jumlah pemakaian air oleh pelanggan selama 1 bulan berdasarkan hasil pembacaan meter yang dilakukan oleh petugas pembaca meter. 2) Daftar Saldo Piutang Langganan (DSPL) Dokumen ini dibuat oleh Seksi Data Langganan yang berupa daftar saldo piutang para pelanggan berdasarkan jumlah pemakaian air yang belum terbayarkan. 3) Surat Panggilan (SP) Dokumen ini dibuat oleh Urusan Penertiban yang berisi pemberitahuan kepada pelanggan untuk segera melunasi tunggakanya yang sudah mencapai 3 bulan. Dokumen ini ditandatangani oleh Direktur Umum PDAM Kota Surakarta.
22 45 4) Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar (SKPM) Dokumen ini dibuat oleh Urusan Penertiban yang berisi pernyataan kesanggupan membayar yang dibuat untuk pelanggan, sebagai konsekuensi dikarenakan pelanggan tidak melunasi tunggakanya selama lebih dari 3 bulan. Dokumen ini ditandatangani oleh Petugas Penertiban. 5) Surat Perintah Kerja (SPK) Dokumen ini dibuat oleh urusan penertiban yang ditujukan untuk Seksi Meter Air sebagai dasar untuk melakukan penutupan meter air pelanggan. 6) Berita Acara Penutupan Dokumen ini dibuat oleh Seksi Meter Air sebagai dasar bukti atas telah dilakukanya penutupan meter air pelanggan. c. Catatan akuntansi yang terkait dalam sistem akuntansi penagihan piutang pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penagihan piutang pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta adalah Jurnal Rekening air, Jurnal Penerimaan Kas/Bank, Jurnal Umum. d. Jaringan Prosedur yang terkait dalam sistem akuntansi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta 1) Prosedur Baca Meter Air Dalam prosedur ini Seksi Data Langganan menyiapkan data
23 46 ID yang harus dibaca oleh pembaca meter dan mengirim data tersebut ke server HP Android pembaca meter. Seksi Data Langganan menerima kiriman hasil baca meter dan menginput hasil baca meter kedalam SIPDAM Sistem Rekening, kemudian melakukan verifikasi, jika verifikasi lolos maka Seksi Data Langganan mencetak Daftar Rekening air yang ditagihkan (DRD-A) sebanyak dua rangkap, Rangkap pertama diserahkan ke seksi pembukuan dan rangkap kedua diarsipkan menurut tanggal. Jika verifikasi hasil baca meter tidak lolos maka dilakukan pembacaan meter ulang 2) Prosedur Pembukuan Pada prosedur ini Seksi Pembukuan menerima Daftar Rekening Air yang Ditagihkan (DRD-A) dari Seksi Data Langganan dan mengakui piutang air dengan mencatat piutang air kedalam jurnal rekening air berdasarkan Daftar Rekening Air yang Ditagihkan (DRD-A) tersebut menggunakan software SIPDAM SIA dan Microsoft Excel. 3) Prosedur Penagihan a) Pada prosedur ini Urusan Penertiban melakukan rekap Daftar Saldo Piutang Langganan (DSPL) 3 bulanan dan membuat Surat Panggilan (SP) kepada pelanggan yang sudah menunggak selama 3 bulan sebanyak dua rangkap. Rangkap pertama diserahkan ke pelanggan, rangkap kedua diarsipkan menurut
24 47 tanggal. b) Jika lebih dari 3 hari pelanggan tidak datang untuk membayar, maka Urusan Penertiban melakukan penagihan secara langsung ke lapangan. Jika pada saat penagihan secara langsung pelanggan tidak membayar, maka Urusan Penertiban melakukan penagihan secara langsung ke lapangan. Jika pada saat penagihan secara langsung pelanggan tidak membayar, maka Urusan Penertiban membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar (SKPM) sebanyak dua rangkap dan Surat Perintah Kerja (SPK). c) SPKM rangkap pertama diserahkan ke Seksi Meter Air untuk diserahkan ke pelanggan dan rangkap kedua diarsip sesuai tanggal, Surat Perintah Kerja diserahkan ke Seksi Meter Air sebagai dasar untuk melakukan penutupan meter air pelanggan dengan membawa SPKM rangkap pertama untuk pelanggan. Jika dalam kurun waktu 10 hari setelah dilakukan penutupan meter air pelanggan tidak datang untuk membayar, maka Seksi Meter Air melakukan Pengambilan Meter Air. Bagan alir dari sistem akuntansi penagihan piutang pelanggan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta dapat dilihat pada gambar berikut :
25 48 PROSEDUR BACA METER AIR PELANGGAN Seksi Data Langganan Mulai Menyiapkan data ID Pelanggan yang harus dibaca dan mengirim data bacaan ke server HP HP Android Melakukan pembacaan meter air Input hasil baca meter air ke SIPDAM sistem rekening Melakukan Verifikasi Verifikasi lolos Tidak baca meter ulang SIPDAM Sistem Rekening Ya Keterangan : DRD A : Daftar Rekening Air yang Ditagihkan Mencetak DRD A DRD A 2 T 1 Gambar 3.2 Prosedur PROSEDUR Pembacaan commit to PEMBUKUAN Meter user Air Pelanggan PDAM Kota Surakarta
26 49 PROSEDUR PEMBUKUAN Seksi Pembukuan 1 DRD A 1 T SIPDAM SIA & Ms. Excel Membukukan DRD-A dan mencatat piutang Jurnal Rek. Air Selesai Keterangan: SIPDAM DRD-A : Sistem Informasi PDAM : Daftar Rekening Air yang Ditagihkan Gambar 3.3 Prosedur Pembukuan Piutang rekening Air PDAM commit Kota to Surakarta user
27 50 PROSEDUR PENAGIHAN Urusan Penertiban Mulai Pelanggan SIPDAM Sistem Rekening SIPDAM Sistem Hub. Langganan Merekap DSPL 3 bulanan dan membuat surat panggilan datang < 3 hari Ya Prosedur penerimaan kas SP 1 2 ke Pelanggan T Melakukan penagihan secara langsung Pelanggan membayar Ya Prosedur penerimaan kas Keterangan : SIPDAM SP SPK SPKM : Sistem Informasi PDAM : Surat Panggilan : Surat Perintah Kerja : Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar Tidak SIPDAM Sistem Pengaduan Membuat SPK dan membuat surat SPKM SPKM 1 SPK 2 T 1 Gambar 3.4 Prosedur Penagihan Piutang Rekening Air PDAM commit Kota to Surakarta user
28 51 PROSEDUR PENAGIHAN (LANJUTAN) Seksi Meter Air 1 Pelanggan SPKM 1 SPK Pelanggan datang < 10 hari Ya Prosedur penerimaan kas Tidak Melakukan penutupan meter air Melakukan pengambilan meter air SIPDAM Sistem Pengaduan Membuat berita acara penutupan Selesai BAP T Keterangan : SIPDAM : Sistem Informasi PDAM SPK : Surat Perintah Kerja SPKM : Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar BAP : Berita Acara Penutupan Gambar 3.4 (Lanjutan) Prosedur Penagihan Piutang Rekening Air PDAM Kota Surakarta
29 52 3. Evaluasi Sistem Penagihan Piutang Pelanggan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta a. Fungsi yang Terkait Mulyadi (2010) berpendapat bahwa fungsi yang terkait dalam sistem penagihan piutang yaitu fungsi sekretariat, fungsi penagihan, fungsi kas, fungsi akuntansi dan fungsi pemeriksa intern. Fungsi kas bertanggung jawab atas penerimaan cek dari fungsi sekretariat dan fungsi penagihan. Fungsi kas juga bertanggung jawab untuk menyetorkan kas yang diterima dari berbagai fungsi tersebut segera ke bank dalam jumlah penuh. Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta fungsi kas bergabung dalam unit pengelolaan kas yang terdapat didalam fungsi penagihan. Hal ini dikarenakan kepala unit pengelolaan kas yang akan bertanggung jawab langsung meneliti jumlah piutang yang tertagih dan menyetorkannya langsung ke bank. Menurut Mulyadi (2010) fungsi akuntansi bertanggung jawab dalam pencatatan penerimaan kas dari piutang ke dalam jurnal penerimaan kas dan membuat daftar piutang yang akan ditagihkan. Sedangkan fungsi penagihan di PDAM, dijalankan oleh Urusan Penertiban. Selain bertanggung jawab melakukan penagihan piutang kepada pelanggan, membuat surat panggilan pelanggan yang menunggak, membuat surat pernyataan kesanggupan membayar juga bertugas merekap daftar saldo piutang pelanggan (DSPL) selama 3 bulan. Padahal tugas Urusan Penertiban hanya dilakukan oleh 1 orang, kemungkinan terjadinya
30 53 kesalahan atau ketidaktelitian cukup besar. Fungsi penagihan seharusnya hanya menerima laporan DSPL yang harus ditagih dari fungsi akuntansi dan melakukan penagihan berdasar DSPL tersebut, sehingga pemisahan fungsi bisa jelas dan tegas. Menurut Hall (2006) pemisahaan tugas atau fungsi memastikan tidak ada satu orang atau departemen yang memproses transaksi sendiri secara keseluruhan. Apabila perumusan tanggung jawab tidak jelas dan terjadi suatu kesalahan, maka akan sulit mencari siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Namun, apabila perumusan tanggung jawab jelas akan lebih mudah mencari siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. b. Dokumen yang Digunakan Mulyadi (2010) dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penagihan piutang yaitu surat pemberitahuan, daftar surat pemberitahuan, bukti setor bank, kuitansi. Pada Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta adalah dokumen yang digunakan adalah Daftar Rekening Air yang ditagihkan (DRD-A), Daftar Saldo Piutang Langganan (DSPL), Surat Panggilan (SP), Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar (SPKM), Surat Perintah Kerja (SPK), Berita Acara Penutupan. Dokumen yang digunakan dalam Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta sudah bernomor urut tercetak dan dibuat secara rangkap sehingga memudahkan untuk cross check data. Selain itu, setiap dokumen telah diotorisasi oleh fungsi yang berwenang yaitu direktur umum. Karena sistem pengarsipan
31 54 dokumen baik, maka jika ada kekeliruan bisa langsung dicocokkan dengan dokumen yang sudah ada. Hal ini sesuai dengan pendapat Mulyadi (2010) bahwa unsur pengendalian intern meliputi praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi, salah satunya dengan penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakaianya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang. c. Catatan Akuntansi yang Digunakan Menurut Mulyadi (2010) catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penagihan piutang ada 5 yaitu jurnal penjualan, jurnal retur penjualan, jurnal umum, jurnal penerimaan kas, kartu piutang. Catatan akuntansi dalam sistem piutang merupakan hal yang paling utama untuk menghindari penyelewengan dan penggelapan. Sedangkan catatan akuntansi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta sebagai salah satu unsur sistem akuntansi pokok yang berupa Jurnal rekening air, jurnal Penerimaan Kas/Bank, jurnal umum. Pada Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surakarta menggunakan kartu piutang yang tergabung kedalam SIPDAM. Jadi pencatatan mutasi piutang kepada setiap debiturnya secara computerized. Hal ini ditujukan untuk lebih memudahkan pelanggan, apabila ingin segera mengetahui jumlah saldo piutangnya. Jusup (2011) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi memproses data keuangan dengan media komputer (computerized) dapat mempercepat pendistribusian informasi dan perlindungan keamanan data
32 55 dan informasi lebih terjamin. Jadi penyampaian informasi terkait data yang dibutuhkan pelanggan jauh lebih cepat dan akurat. d. Jaringan Prosedur yang Terkait Prosedur dalam sistem akuntansi penagihan piutang pelanggan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta tidak hanya melibatkan satu bagian saja dalam satu jaringan prosedur. Dalam prosedur Baca Meter Air, Seksi Data Langganan menyiapkan data ID yang harus dibaca oleh pembaca meter dan mengirim data tersebut ke server HP Android pembaca meter. Dalam prosedur Pembukuan, Seksi Pembukuan menerima Daftar Rekening Air yang ditagihkan (DRD-A) dari Seksi Data Langganan. Dalam prosedur penagihan, Urusan penertiban yang bertugas melakukan penagihan secara langsung ke pelanggan dibantu Seksi Meter Air untuk melakukan penutupan meter air pelanggan yang tidak dapat menyelesaikan tunggakan piutangnya lebih dari 3 bulan. Hal ini berarti telah terdapat pemisahan fungsi yang jelas sehingga masing-masing bagian dan struktur organisasi mempunyai tanggung jawab yang jelas dalam menyusun dan melaksanakan sistem akuntansi penagihan piutang. Jadi dapat menghindarkan dari adanya penyelewengan dan penggelapan. Menurut mulyadi (2010) Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahap suatu transaksi, harus ada tanggung jawab pemisahan fungsional secara tegas.
33 56 C. TEMUAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan penagihan piutang pelanggan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta, maka dapat ditemukan beberapa kelebihan dan kelemahan antara lain : 1. Kelebihan g. Terdapat pemisahan fungsi dari setiap prosedur sistem akuntansi penagihan piutang pelanggan, mulai dari pembacaan rekening sampai penagihan piutang rekening air kepada pelanggan. Namun, pada prosedur penagihan masih ditemui rangkap jabatan terkait tugas Urusan Penertiban. Namun secara garis besar sistem yang digunakan oleh PDAM Kota Surakarta sudah cukup baik. h. Adanya dokumen saldo piutang langganan sehingga mempermudah untuk mengetahui informasi mengenai saldo piutang rekening air masing-masing pelanggan dan digunakan sebagai dasar untuk penagihan piutang rekening air pelanggan. i. Formulir bernomor urut tercetak dan dibuat rangkap, sehingga setiap bagian memiliki arsip yang digunakan untuk cross check data. Selain itu bisa meminimalisir kecurangan yang mungkin dilakukan oleh karyawan yang tidak bertanggung jawab. j. Dokumen-dokumen yang digunakan diotorisasi oleh fungsi yang berwenang yaitu direktur umum, sehingga jika terjadi kesalahan dapat diketahui siapa yang harus bertanggung jawab.
34 57 k. Jaringan prosedur yang membentuk sistem penagihan pelanggan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta telah diselenggarakan dengan baik. Sebab tidak hanya melibatkan satu bagian saja dalam satu jaringan prosedur, tetapi melibatkan beberapa bagian sehingga masing-masing bagian dan struktur organisasi mempunyai tanggung jawab yang jelas dalam menyusun dan melaksanakan sistem akuntansi penagihan piutang dan dapat mengindarkan dari adanya penyelewengan dan penggelapan. 2. Kelemahan h. Dalam prosedur pembacaan meter air, terkadang dijumpai meter air yang kurang berfungsi sebagaimana mestinya ataupun mengalami kerusakan. Kerusakan yang disebabkan oleh kecurangan pelanggan maupun kerusakan yang alamiah. Hal ini menyebabkan volume pemakaian air yang tercatat terkadang tidak sesuai dengan pemakaian sebenarnya, dan menyebabkan prosedur pembacaan meter air menjadi kurang optimal. i. Masih ditemukannya rangkap bagian dalam pengelolaan Daftar Saldo Piutang Langganan (DSPL). Dalam prosedur penagihan, Urusan Penertiban melakukan 2 tugas sekaligus, yaitu merekap Daftar Saldo Piutang Langganan (DSPL) dan melakukan penagihan atas dasar DSPL tersebut.
BAB III PROFIL INSTITUSI MITRA. saat thedakan pada tahun Pelaksanaan pembangunan diserahkan kepada NV
BAB III PROFIL INSTITUSI MITRA A. Sejarah PDAM Kota Surakarta Air minum Surakarta terbangun tahun 1929 oleh Paku Buwono X pada saat thedakan pada tahun 1925. Pelaksanaan pembangunan diserahkan kepada NV
BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. salah satu peusahaan BUMD yang bergerak di bidang pelayanan air bersih.
55 BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. PEMBAHASAN MASALAH Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Surakarta merupakan salah satu peusahaan BUMD yang bergerak di bidang pelayanan air bersih. Air bersih
BAB IV PEMBAHASAN. A. Sistem Penerimaan Kas dari Pemasangan Sambungan Baru
BAB IV PEMBAHASAN A. Sistem Penerimaan Kas dari Pemasangan Sambungan Baru Penerimaan kas dari PDAM Tirta Satria Cabang Purwokerto 2 terbagi menjadi 2 yaitu penerimaan kas air dan non air. Penerimaan kas
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 21 TAHUN 2006 TENTANG
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 21 TAHUN 2006 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM "DELTA TIRTA" KABUPATEN SIDOARJO BUPATI SIDOARJO, Menimbang : a. bahwa
BAB III PROFIL PERUSAHAAN. 1. Sejarah Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kebumen. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kebumen merupakan
BAB III PROFIL PERUSAHAAN 3.1. Tinjauan Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kebumen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kebumen merupakan Perusahaan Milik Pemerintah
BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL
BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 70 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa
BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 21 TAHUN 2014
SALINAN BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BULUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN
. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur dalam Sistem Penjualan Kredit. 1. Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang
43. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Prosedur dalam Sistem Penjualan Kredit. 1. Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang Jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit pada PT.Triteguh
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan wajib di bidang pekerjaan. 3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan
BAB II LANDASAN TEORI. Definisi piutang menurut Standar Akuntansi Keuangan No.9 (revisi 2009)
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Piutang 2.1.1 Definisi Piutang Definisi piutang menurut Standar Akuntansi Keuangan No.9 (revisi 2009) adalah: Menurut sumber terjadinya, piutang digolongkan dalam dua kategori
BUKTI PENERIMAAN KAS BUKTI SETORAN KAS
L1 BUKTI PENERIMAAN KAS BUKTI SETORAN KAS L2 BUKTI TIMBANG SURAT JALAN L3 SURAT JALAN BATAL NOTA DEBIT NOTA KREDIT L4 FAKTUR PENJUALAN L5 L6 PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA INTERNAL CONTROL QUESTIONNARIES
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan yang telah
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan yang telah dikemukakan pada bab. 1, maka peneliti menyimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi
BAB II LANDASAN TEORI. berhubungan dan berfungsi dengan tujuan yang sama. saling berintegritas satu sama lain.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Pengertian Sistem menurut Hall (2009:6), Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan dan berfungsi dengan tujuan
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BENER MERIAH
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BENER MERIAH QANUN KABUPATEN BENER MERIAH NOMOR : 21 TAHUN 2006 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA BENGI KABUPATEN BENER MERIAH DENGAN
PERATURAN BUPATI KUNINGAN. Nomor 45 Tahun 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM BUPATI KUNINGAN
PERATURAN BUPATI KUNINGAN Nomor 45 Tahun 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM BUPATI KUNINGAN Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pasal 5 Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Daerah Air Minum Kota Semarang PDAM Kota Semarang sebagai lembaga milik daerah mempunyai fungsi menyelenggarakan pelayanan air bersih bagi masyarakat
PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 84 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERIJINAN KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL,
PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 84 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERIJINAN KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL, Menimbang : Mengingat : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan
I. Alamat Kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. 1. Kantor Utama : Jalan Sulawesi No. 18 Kota Madiun
I. Alamat Kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun 1. Kantor Utama : Jalan Sulawesi No. 18 Kota Madiun 2. Kantor Instalasi Produksi : Jalan Manggis Kota Madiun Instalasi Produksi PDAM II. Struktur Organisasi
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 36 TAHUN 2003 SERI D NOMOR 29
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 36 TAHUN 2003 SERI D NOMOR 29 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 11 TAHUN 2003 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
61 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT.Modern Putra Indonesia. Berikut ini sistem penjualan perusahaan yang akan dibahas oleh penulis adalah mengenai
BAB I PENDAHULUAN. keharusan dan menyangkut hajat hidup orang banyak, maka. diperlukan suatu badan atau organisasi yang professional yang dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari kebutuhan yang sangat penting bagi manusia adalah kebutuhan atas air bersih, baik untuk konsumsi atau untuk kebutuhan sehari-hari
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada
Bab V Simpulan dan Saran 116 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan terhadap pengendalian intern siklus penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan
BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN KUDUS
1 BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
26 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penyajian dan Analisis Data 1. Unsur-Unsur Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang a. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian internal pada PT.
BAB III METODOLOGI ANALISIS
59 BAB III METODOLOGI ANALISIS 3.1 Kerangka Pemikiran Pembahasan tesis ini, didasarkan pada langkah-langkah pemikiran sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi objek pajak perusahaan dan menganalisis proses
BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 36 TAHUN 2006 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BADUNG
1 BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 36 TAHUN 2006 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BADUNG BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa dalam rangka usaha
BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA
BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA Audit operasional adalah audit yang dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektivitas,
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. produk. Ada dua jenis produk yang didistribusikan, yaitu cat dan aneka furniture.
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan PT. Tirtakencana Tatawarna adalah perusahaan yang bergerak dalam distribusi produk. Ada dua jenis produk yang didistribusikan, yaitu
BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN
BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 3 Ayat (3) disebutkan bahwa Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung
BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan. merupakan salah satu dari unsur pengendalian internal. Struktur organisasi
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas merupakan salah satu dari unsur pengendalian internal. Struktur
PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR
PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR : 14 TAHUN 2004 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA BERBAK KABUPATEN
BAB II LANDASAN TEORI. mencapai tujuan tertentu (Wing Wahyu Winarno; 1994: 8).
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Sistem dan Prosedur Sistem adalah kumpulan elemen yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu (Wing Wahyu Winarno; 1994: 8). Sistem dapat didefinisikan
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT DI LINGKUNGAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Singkat PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Pada tahun 1976 Pemerintah memberikan bantuan sarana dan prasarana penyediaan air bersih untuk kota Cimahi dan Lembang.
LAMPIRAN. Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan :
L1 LAMPIRAN Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan : 1. Ya, artinya sistem dan prosedur telah diterapkan serta dilaksanakan dengan baik sebagaimana
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian (Sistem Akuntansi Persediaan Barang pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu)
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian (Sistem Akuntansi Persediaan Barang pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu) a. Metode Pencatatan Persediaan Metode pencatatan yang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Laporan Keuangan Pengertian Laporan Keuangan menurut Kasmir (2012:7), laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.
LAMPIRAN Daftar Wawancara
LAMPIRAN Daftar Wawancara : Bagian misi : 1. Untuk mewujudkan entitas bisnisnya : Sudah menerapkan manajemen kualitas atau belum? Sudah. Sudah menerapkan/mencapai kualitas ISO atau belum? Sudah. 2. Nilai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sistem Akuntansi 2.1.1 Pengertian Sistem Akuntansi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam suatu perusahaan, sistem akuntansi memegang peranan penting dalam mengatur arus pengelolaan data akuntansi untuk menghasilkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Menurut Mulyadi (2001 : 5), Prosedur adalah suatu urutan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Prosedur Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Prosedur adalah suatu tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Menurut Mulyadi
BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. 1. Evaluasi Pajak Pengambilan dan Pemanfataan Air Permukaan
BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Pembahasan Masalah 1. Evaluasi Pajak Pengambilan dan Pemanfataan Air Permukaan a. Langkah-langkah dalam perhitungan Pajak Air Permukaan di PDAM Kota Surakarta 1)
- 1 - PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG
- 1 - SALINAN PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA SEGAH KABUPATEN BERAU Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT Menimbang PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT KURNIA MULIA CITRA LESTARI IV. 1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AUDIT
BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT KURNIA MULIA CITRA LESTARI IV. 1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AUDIT Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Profil PT. Indo Tekhnoplus PT.Indo Tekhnoplus adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan alat-alat kesehatan
ANALISIS PROSEDUR PENJUALAN PADA CV. DELI MITRA LESTARI CABANG TEBING TINGGI. Eka Mayastika Sinaga, SE, M.Si STIE Bina Karya Tebing Tinggi ABSTRAK
ANALISIS PROSEDUR PENJUALAN PADA CV. DELI MITRA LESTARI CABANG TEBING TINGGI Eka Mayastika Sinaga, SE, M.Si STIE Bina Karya Tebing Tinggi ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis
BAB II LANDASAN TEORI. sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman operasional. perusahaan dan mencegah terjadinya penyalahgunaan sistem.
BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Sistem Pengendalian Internal Secara umum, pengendalian internal merupakan bagian dari masingmasing sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal
36 BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Landasan Teori Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal hal atau teori teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SUMBAWA
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SUMBAWA BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan
PROSEDUR PENERIMAAN KAS PADA PT. BEKASI ENVIROMENTAL SERVICE. : Karina Eka Putri NPM : : Dr. HENNY MEDYAWATI, SKom,MM
PROSEDUR PENERIMAAN KAS PADA PT. BEKASI ENVIROMENTAL SERVICE Nama : Karina Eka Putri NPM : 44213767 Pembimbing : Dr. HENNY MEDYAWATI, SKom,MM LAPORAN KERJA PRAKTIK DIII Latar Belakang Materi Laporan Kerja
Daftar Pertanyaan Sistem Pengawasan Keuangan Perusahaan
Daftar Pertanyaan Sistem Pengawasan Keuangan Perusahaan Pertanyaan Ya Tidak Keterangan 1. Umum a. Apakah perusahaan berjalan dengan baik? b. Apakah perusahaan melaporkan keuntungan lima tahun terakhir
Proses. Lampiran 1: Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Pematangsiantar. Tahap Awal Dokumentasi Monitoring dan Pembinaan Permohonan
Lampiran 1: Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Pematangsiantar Proses Tahap Awal Dokumentasi Monitoring dan Pembinaan Permohonan Penilaian Sebelum Penendatanganan Monitoring Atas Pembiayaan Persetujuan
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 30 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Akuntansi Sebagaimana kita ketahui pihak manajemen di dalam suatu perusahaan pasti menginginkan keuntungan yang optimal di dalam operasi perusahaan. Keuntungan
PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN LANDAK
PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN LANDAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK, Menimbang Mengingat :
WALIKOTA TASIKMALAYA
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 39 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KELAS B DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,
BAB IV ANALISIS 4.1 Metode Pencatatan Persediaan pada PT Bio Farma (Persero) 1. Kegiatan pengadaan bahan baku Bon Permintaan Barang
BAB IV ANALISIS 4.1 Metode Pencatatan Persediaan pada PT Bio Farma (Persero) PT Bio Farma (Persero) merupakan satu-satunya perusahaan BUMN yang bergerak di bidang memproduksi vaksin dan antisera. Untuk
BAB III PEMBAHASAN Tinjauan Teori Pengertian Sistem dan Prosedur
BAB III PEMBAHASAN 3.1. Tinjauan Teori 3.1.1. Pengertian Sistem dan Prosedur Menurut Mulyadi (2001:5), sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan
BAB III SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL KAS PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) PROVINSI SUMATERA UTARA
22 BAB III SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL KAS PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) PROVINSI SUMATERA UTARA A. Pengertian Sistem Pengendalian Internal Kas Pengertian Kas Dalam bahasa sehari-hari
BAB II LANDASAN TEORI. kegiatan, baik kegiatan dalam usaha maupun dalam pendidikan. Setiap
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Evaluasi Evaluasi merupakan salah satu sarana yang penting dalam melakukan kegiatan, baik kegiatan dalam usaha maupun dalam pendidikan. Setiap berjalannya kegiatan biasanya
BAB III PEMBAHASAN Prosedur Pernyataan Piutang
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Landasan Teori 3.1.1 Pengertian Prosedur Penagihan Piutang Prosedur adalah suatu kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu department atau lebih, yang dibuat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Ada beberapa pengertian sistem menurut para ahli melalui bukunya, yaitu disebutkan dibawah ini. Sistem menurut Krismiaji (2010:1) Sistem merupakan rangkaian komponen
BAB I PENDAHULUAN. manajemen dengan mengolah informasi-informasi yang diperoleh dan. dibutuhkan oleh perusahaan untuk pengambilan keputusan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap organisasi, entitas atau perusahaan harus dikelola dengan baik agar tujuan dapat tercapai. Pengelolaan perusahaan dilakukan oleh manajemen dengan mengolah informasi-informasi
Struktur Organisasi PDAM Grobogan BUPATI BADAN PENGAWAS DIREKTUR. Kabag Hub. Pelanggan. Ka Sub bag. Kacab Timur. Ka Sub Bag Hummas
6 Struktur Organisasi PDAM Grobogan BUPATI BADAN PENGAWAS DIREKTUR Kabag Umum & Kabag Hub. Pelanggan Kabag Teknik Ka Sub Bag Pembukuan Ka Sub Bag Umum Kacab Baratt Kacab Timur Ka Sub bag Distribusi Produksi
BAB II LANDASAN TEORI. dengan cara. Istilah sistem dari bahasa Yunani yaitu Systema yang berarti
BAB II LANDASAN TEORI 2. 1 Sistem Dalam kehidupan sehari-hari orang sering menyamankan makna istilah sistem dengan cara. Istilah sistem dari bahasa Yunani yaitu Systema yang berarti penempatan atau mengatur.
LAMPIRAN 1. Internal Control Questioner. Penjualan. No Pernyataan Y = Ya
LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Internal Control Questioner Penjualan No Pernyataan Y = Ya Otorisasi atas transaksi dan kegiatan Setiap transaksi penjualan telah diotorisasi pejabat 1 yang berwenang. Dalam pemberian
PDF created with pdffactory Pro trial version
Daftar Lampiran : (terlampir) Lampiran 1 : Struktur organisasi dan Job-Description Lampiran 2 : Siklus Penjualan Lampiran 3 : Siklus Pembelian Lampiran 4 : Siklus Sumber Daya Manusia Lampiran 5 : Siklus
BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG
SALINAN BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENGELOLA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BELITUNG DENGAN
Evaluasi penerimaan pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah kab. Wonogiri (Tahun Anggaran 1999/2000, 2000/2001, dan 2002)
Evaluasi penerimaan pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah kab. Wonogiri (Tahun Anggaran 1999/2000, 2000/2001, dan 2002) Oleh: A. Bervian Sonny W F3400001 BAB I GAMBARAN UMUM DIPENDA
MEMUTUSKAN : PERATURAN BUPATI TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA. BAB I KETENTUAN UMUM
BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH Menimbang KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Konsep Penjualan Penjualan merupakan aktivitas yang penting dalam suatu perusahaan. Kegagalan dalam aktivitas penjualan akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kontinuitas
BUPATI MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN BUPATI MUARA ENIM NOMOR 41 TAHUN 2017 TENTANG
BUPATI MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN BUPATI MUARA ENIM NOMOR 41 TAHUN 2017 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUARA ENIM, Menimbang : a. b. Mengingat
BAB 4 PEMBAHASAN. Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional
BAB 4 PEMBAHASAN Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional pada PT. Valindo Global. Pembahasan tersebut dibatasi pada penerimaan dan pengeluaran kas. Dalam melaksanakan audit
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
41 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit 1. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT. Anugrah. Sistem penjualan yang dilakukan oleh PT. Anugrah
BAB II LANDASAN TEORI. penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Prosedur Prosedur merupakan suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang dibuat untuk
Checklist mengenai lingkungan sistem pengendalian. No Pertanyaan Ya Tidak Keterangan
L1 Checklist mengenai lingkungan sistem pengendalian Penjualan 1 Apakah perusahaan menggunakan daftar harga? 2 apakah penyimpangan dari daftar harga harus disetujui oleh pejabat perusahaan yang berwenang?
BAB 3 GAMBARAN SISTEM YANG BERJALAN. bermotor. Produk-produk yang dihasilkan dipasarkan
BAB 3 GAMBARAN SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Sejarah Singkat Perusahaan Perusahaan perorangan Speed Power Racing adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan spare parts (perlengkapan) kendaraan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Sistem Akuntansi Sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya dengan unsur yang lain yang berfungsi bersama-sama untuk mecapai tujuan tertentu. Sistem diciptakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.1 Sistem Akuntansi.1.1 Pengertian Sistem Suatu perusahaan, dalam sistem akuntansi memegang peranan penting dalam mengatur arus pengolahan data akuntansi untuk menghasilkan informasi
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN
69 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan UD. Sri Rejeki adalah usaha dagang yang bergerak dalam bidang ceramics houseware. Berawal dari keinginan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Sistem Pengendalian Intern Penerimaan Kas. Pengertian Penendalian Intern
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Pengendalian Intern Penerimaan Kas 2.1.1 Pengertian Sistem Pengendalian Intern Sistem pengendalian inter adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berkaitan
BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Purworejo, berdiri pada tanggal 25 Mei 1960 di desa Cangkrep Kabupaten
36 BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan KPRI Guyub Rukun Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, berdiri pada tanggal 25 Mei 1960 di desa Cangkrep Kabupaten
BAB IV PELAKSANAAN AUDIT OPERASIONAL UNTUK MENILAI KINERJA BAGIAN PENJUALAN PADA PT. OPTIMA INFOCITRA UNIVERSAL
BAB IV PELAKSANAAN AUDIT OPERASIONAL UNTUK MENILAI KINERJA BAGIAN PENJUALAN PADA PT. OPTIMA INFOCITRA UNIVERSAL IV.1. Survei Pendahuluan (Preliminary Survey) Sesuai dengan ruang lingkup pembahasan audit
BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR
SALINAN BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LUMAJANG NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 84 TAHUN 2008 TENTANG FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PAJAK DAERAH DAN PENGELOLAAN KEUANGAN KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA,
BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Pengendalian Internal Pada Prosedur Penjualan Kredit
BAB IV PEMBAHASAN IV. Evaluasi Pengendalian Internal Pada Prosedur Penjualan Kredit Dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya, perusahaan harus memiliki pengendalian internal yang memadai, terutama yang
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENERIMAAN KAS PADA PDAM DELTA TIRTA KABUPATEN SIDOARJO RANGKUMAN TUGAS AKHIR
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENERIMAAN KAS PADA PDAM DELTA TIRTA KABUPATEN SIDOARJO RANGKUMAN TUGAS AKHIR Oleh: FIRDA YUNIARTIWI NIM: 2012410923 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Sejarah Singkat PDAM Sejarah pendirian PDAM Kota Bandung dimulai sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Pembentukan PDAM Kota Bandung sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Manoppo (2013) dalam analisis sistem pengendalian internal atas pengeluaran kas pada PT. Sinar Galesong Prima cabang Manado masih belum efektif,
MEMUTUSKAN : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 89 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2015
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN, KEDUDUKAN, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT PELAKSANA TEKNIS RUMAH SAKIT PRATAMA
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. LEIDING BEDRIJF yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda, dengan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah singkat perusahaan Pada tahun 1926 Perusahaan air minum dikenal dengan nama WATER LEIDING BEDRIJF yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda, dengan cakupan
