BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Analisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan pada PT. Rosalia Express. Oleh : Niken Pusporini NIM F BAB I PENDAHULUAN

gerak yang ada, keselamatan, kenyamanan, dan lain-lain.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu dengan cara survei untuk

BAB I PENDAHULUAN. Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia belakangan ini tentunya

BAB III METODE PENELITIAN. Sanjiwani yang berlokasi di Jalan Ciung Wanara Nomor 2, Kabupaten

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. membuat prediksi atau pun mencari implikasi.

BAB 3 METODOLOGI Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan

III. METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode

III. METODOLOGI PENELITIAN

Makalah Kreatif Fundamental Inovasi PT KAI

III. METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

PERSEPSI DAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA JASA KERETA API PRAMEKS

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. 2006) hasil penelitian ini dapat disimpulkan seperti berikut:

METODE PENELITIAN. hal ini adalah produk makanan dan minuman. Kepuasan merupakan suatu respon positif seseorang dimana hasil kinerja

BAB III METODE PENELITIAN. Martadinata No. 81, Malang. Adapun dasar dari pemilihan Bank Rakyat Indonesia

BAB 3 METODE PENELITIAN

PERSEPSI PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN JASA PADA RUMAH SAKIT ISLAM YARSI PONTIANAK Nurmalasari 1, Latifah 2

BAB III METODE PENELITIAN. menurut keadaan yang ditemukan di lapangan (facts finding) (Nawawi, 1998:73).

ANALISIS DESKRIPTIF KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN JASA ANGKUTAN KRL COMMUTER LINE JABODETABEK (STUDI DILAKUKAN PADA STASIUN BEKASI)

ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP MUTU PELAYANAN LAPANGAN FUTSAL F 212 KARAWANG

KAJIAN KINERJA PELAYANAN DAN TARIF KERETA API EKSEKUTIF JURUSAN MALANG JAKARTA (Studi Kasus Kereta Api Eksekutif Bima)

III. METODE PENELITIAN

PERSEPSI PENUMPANG KERETA API TERHADAP TINGKAT PELAYANAN STASIUN TUGU YOGYAKARTA

BAB III METODE PENELITIAN

PERSEPSI PENUMPANG KERETA API TERHADAP TINGKAT PELAYANAN STASIUN TUGU YOGYAKARTA

ANALISA TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA KERETA KOMUTER YOGYAKARTA KUTOARJO

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. PT. Logistic One Solution beralamat di jalan Palem Lestari A 11. No. 27 Cengkareng Jakarta Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data

BAB IV. METODE PENELITIAN

GAMBARAN UMUM PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) organisasi, dan tugas dalam hal ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III LANDASAN TEORI. dengan harapan penumpang. Kepuasan merupakan respon dari penumpang

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III GAMBARAN UMUM PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAOP IV SEMARANG. 3.1 Sejarah Berdirinya PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. di mana analisis diuraikan secara kualitatif ditambah sedikit perhitungan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di wilayah Malang Raya. Waktu dilaksanakan

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III LANDASAN TEORI. dirasakan dengan kinerja yang diharapkan. Kepuasan penumpang atau konsumen

BAB III METODE PENELITIAN. survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. sebagaimana adanya yang ditemui di lapangan.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

III. METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI A. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PERSEPSI NASABAH TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA PT. BPD ACEH CABANG SUMATERA UTARA TUGAS SARJANA. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan sebagai

Analisa Kepuasan Penumpang Angkutan Kota terhadap Sistem Pelayanan Angkutan Kota di Kota Sidoarjo ABSTRAK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PROSEDUR SISTEM MUTU Tanggal Revisi : PENGUKURAN KEPUASAN Tanggal Berlaku : 05 Oktober 2009 STAKEHOLDER Kode Dokumen : PM-UII-.04

BAB III METODE PENELITIAN. sehingga dapat memenuhi tujuan yang akan dicapai.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PELAKSANAAN BATAS USIA PENSIUN PEGAWAI EKS DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DI PT.KAI. A. Profil Singkat PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Sebuah perusahaan kereta api merupakan suatu organisasi yang

III. METODE KAJIAN. B. Pengolahan dan Analisis Data

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang dapat menghasilkan barang atau jasa berkualitas yang mampu

KAJIAN KINERJA KERETA API KALIGUNG MAS DALAM MELAYANI PENUMPANG JURUSAN TEGAL SEMARANG

III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

KAJIAN TARIF KERETA API PENATARAN JURUSAN BLITAR-SURABAYA

ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA JASA TERHADAP KINERJA PT.KERETA API INDONESIA (PERSERO) (KRL COMMUTER LINE JAKARTA KOTA BOGOR)

ANALISIS KEPUASAN PELAYANAN KONSUMEN TERHADAP BUS PO. PAHALA KENCANA DIDIK YUNANTO DOSEN PEMBIMBING : SEPTI MARIANI,SE.MM

BAB III METODE PENELITIAN

TUGAS AKHIR KAJIAN PELAYANAN KERETA API RUTE SEMARANG-JAKARTA ( STUDI KASUS : KERETA API MENOREH )

BAB III METODE ANALISIS

Bab 3 METODE PENELITIAN

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR DI KECAMATAN BOGOR TIMUR

BAB III METODOLODI PENELITIAN. mendalam pertanyaan terfokus pada apa sebenarnya, objek penelitian ini? Irawan

EVALUASI KINERJA STASIUN PASAR TURI SURABAYA

EVALUASI KINERJA STASIUN KERETA API MALANG KOTA BARU BERDASARKAN SPM K.A. DAN IPA

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN III - 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Sejarah Singkat Perusahaan Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agutus 1945, karyawan perusahaan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari Jepang. Pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya menegaskan bahwa mulai hari itu kekuasaan perkeretaapian barada di tangan bangsa Indonesia sehingga Jepang sudah tidak berpihak untuk mencampuri urusan perkeretaapian di Indonesia, inilah yang melandasi ditetapkannya tanggal 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api serta dibentuknya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI). Nama DKARI kemudian diubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Nama diubah lagi menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) dan pada tanggal 1 Juni 1999 diubah menjadi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sampai sekarang.

BAB III METODE PENELITIAN III - 2 Visi dan Misi Perusahaan Visi Perusahaan : Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi stakeholders. Misi Perusahaan : Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 (empat) pilar utama : keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan keamanan Daerah Operasi (DAOP) I Jakarta merupakan jalur operasi kereta api yang menghubungkan antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya dalam batasan daerah operasi. Daerah Operasi (DAOP) I Jakarta merupakan satu dari sembilan daerah operasi yang berada di pulau jawa yang wilayah operasinya berada di provinsi Jawa Barat yang memilik batas daerah, yaitu : 1. Berbatasan dengan DAOP II Bandung dan DAOP III Cirebon di Stasiun Cikampek di lintas Jakarta Cirebon. 2. Berbatasan dengan DAOP II Bandung di stasiun Sukabumi lintas Bogor - Sukabumi.

BAB III METODE PENELITIAN III - 3 3. Stasiun Nambo lintas Citayam Nambo. 4. Stasiun Merak lintas Duri Tanah Abang - Merak 5. Stasiun Tangerang lintas Duri Tangerang 3.2. Kerangka Pemikiran Penelitian Setiap perusahaan memiliki visi dan misi sebagai pedoman dan landasan dalam melaksanakan semua kegiatan perusahaan termasuk PT KAI (Persero) yang memiliki visi dan misi yang digunakan sebagai landasan untuk mencapai tujuan perusahaan. Visi dari PT KAI (Persero) adalah menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders. PT. KAI (Persero) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa, mencapai kepuasan pelanggannya dengan menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjang, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi pelanggannya dengan mengutamakan kualitas pelayanan yang diberikan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggannya. PT KAI, memahami bahwa persepsi kualitas layanan yang baik adalah menurut sudut pandang pelanggannya. Pelayanan PT KAI kepada pelanggannya didasarkan pada suatu pedoman layanan yang berisi atribut-atribut kualitas

BAB III METODE PENELITIAN III - 4 pelayanan yang harus dipenuhi untuk tercapainya kualitas pelayanan yang dapat memuaskan pelanggannya. Pelanggan Kereta Api Lokal Cikampek Pasarsenen akan menilai kualitas pelayanan yang dilakukan oleh PT. KAI (Persero) dengan membandingkan antara tingkat kepentingan (harapan) pelanggan dengan tingkat kerja (kepuasan). Tingkat kepentingan adalah harapan pelanggan terhadap kinerja PT. KAI Daop I Jakarta, sedangkan tingkat kinerja (kepuasan) merupakan kenyataan yang diterima oleh pelanggan atas pelaksanaan atribut kualitas pelayanan PT. KAI Daop I Jakarta. Pengukuran kepuasan pelanggan Kereta Api Lokal Cikampek - Pasarsenen terhadap kualitas pelayanan PT. KAI Daop I Jakarta dapat dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif kuantitatif. Untuk menjawab perumusan masalah mengenai sampai sejauh mana tingkat kepuasan pelanggan/penumpang terhadap kinerja PT.KAI (Persero), maka dipergunakan Importance-Performance Analysis (John A. Martial and John C. James,1997: 77-79) atau Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Kepuasan Pelanggan.

BAB III METODE PENELITIAN III - 5 Bagan dari kerangka pemikiran tersebut dapat dilihat pada Gambar III. 1 PT.KAI Daop I Jakarta VISI dan MISI Pelayanan yang dilaksanakan oleh PT KAI Daop I Jakarta pada Kereta Api Ekonomi Lokal Cikampek - Pasarsenen Peningkatan Pelayanan Kualitas pelayanan pada Kereta Api Ekonomi Lokal Cikampek Pasarsenen terhadap Penumpang Tanggapan penumpang terhadap Kualitas Pelayanan PT KAI Penumpang KA Ekonomi Lokal Cikampek - Pasarsenen Tingkat Kepentingan Tingkat Kinerja Analisis Kepuasan pelanggan terhadap Kualitas Pelayanan yang dilaksanakan oleh PT KAI Daop I Jakarta pada Kereta Api Ekonomi Lokal Cikampek - Pasarsenen Saran Kepada PT.KAI Daop I Jakarta Gambar III. 1. Kerangka pemikiran

BAB III METODE PENELITIAN III - 6 3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada jadwal Pemberangkatan di Stasiun dan diatas Kereta Api Ekonomi Lokal Cikampek - Pasarsenen pada jam orang berangkat kerja selama tiga bulan, yaitu mulai bulan Agustus s/d Oktober 2012 3.4. Jenis dan Sumber Data Dalam penulisan Skripsi ini penulis menggunakan beberapa jenis dan sumber data sebagai berikut : a. Data Sekunder Pengumpulan data sekunder dilaksanakan dengan cara mengambil data yang berkaitan dengan instansi terkait seperti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) khususnya Daerah Operasi I Jakarta. b. Data Primer Untuk memperoleh data mengenai kondisi di lapangan maka perlu dilakukan pengamatan dan penelitian secara langsung ke lapangan. Dalam pengumpulan data primer, kegiatan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN III - 7 1) Pengamatan visual terhadap objek studi. 2) Survei wawancara penumpang Kereta Api lokal rute Cikampek Pasarsenen untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh PT. KAI (Persero). 3.5. Metode Pengumpulan Data Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner untuk mendapatkan data primer, (kuisioner pada Lampiran 1), sedangkan untuk mendapatkan data sekunder berasal dari studi pustaka. Metode pemilihan sampel yang digunakan yaitu teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Responden tersebut adalah pelanggan atau penumpang KA Ekonomi Lokal Cikampek Pasarsenen yang akan melakukan perjalanan dengan menggunakan KA Ekonomi Lokal dan bersedia menjadi responden. Pemilihan tersebut dilakukan setiap hari selama penelitian pada jam Operasi KA Ekonomi Lokal Cikampek Pasarsenen. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Slovin dengan margin error 10% (Sevilla, 1994 dalam Husein Umar, 2001:141). Rumus Slovin adalah sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN III - 8 n = N 1 + N (e) 2 Dimana : n = besarnya jumlah populasi N = besarnya jumlah sampel e = Standard error yaitu standard kesalahan dari kemampuan sampel dalam mewakili populasi (batas kesalahan pada penelitian ini ditentukan 10%). Diketahui jumlah pelanggan KA Ekonomi Lokal Cikampek Pasarsenen pada Tahun 2012 (data dari bulan Januari Oktober) sebesar 162.221 Penumpang sehingga diperoleh sampel sejumlah : n = 162.221 1 + 162.221 (0.1) 2 n = 99,94 Menurut Guilford (1987: 125), dimana semakin besar sampel (makin besar nilai n = banyaknya elemen sampel) akan memberikan hasil yang akurat. Karena itu dalam penelitian ini akan diambil lebih besar dari 100 orang.

BAB III METODE PENELITIAN III - 9 3.6. Metode Analis Data Dalam menganalisis data penelitian ini dipergunakan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif. Untuk menjawab perumusan masalah mengenai sampai sejauh mana tingkat kepuasan pelanggan/penumpang terhadap kinerja PT.KAI (Persero), maka dipergunakan Importance-Performance Analysis (John A. Martial and John C. James,1997: 77-79) atau Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Kepuasan Pelanggan. Dalam hal ini, digunakan skala 5 tingkat (likert) yang terdiri dari sangat penting, penting, cukup penting, kurang penting dan tidak penting. Kelima penilaian tersebut diberi bobot yang dapat dilihat pada tabel I.1 berikut ini Tabel III.1. Penilaian Tingkat Kepentingan Pengguna Jasa Berdasarkan Skala likert Kualitas pelayanan Kategori penilaian Bobot Kepentingan Sangat Penting (SP) Penting (P) Cukup Penting (CP) Kurang Penting (KP) Tidak Penting (TP) 5 4 3 2 1 Sumber : J.Supranto, Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, hal 240 Untuk kinerja/pelayanan diberikan lima penilaian dengan bobot yang dapat dilihat pada tabel I.2 dibawah ini :

BAB III METODE PENELITIAN III - 10 Tabel III.2. Penilaian Tingkat Kinerja/Pelayanan Berdasarkan Skala Likert Kualitas pelayanan Kategori penilaian Bobot Kinerja Sangat Baik (SB) Baik (B) Cukup Baik (CK) Kurang Baik (KB) Tidak Baik (TB) 5 4 3 2 1 Sumber : J.Supranto, Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, hal 240 Berdasarkan hasil penilaian tingkat kinerja dan tingkat kepentingan, maka akan dihasilkan suatu perhitungan mengenai tingkat kesesuaian antara kepentingan pengguna Kereta Api Lokal dan tingkat pelaksanaannya/kinerja oleh PT KAI (Persero). Dimana tingkat kesesuaian adalah hasil perbandingan skor kinerja pelayanan yang diberikan PT. KAI (Persero) dengan skor kepentingan pengguna Kereta Api Lokal rute Cikampek Pasarsenen. Tingkat kesesuaian ini yang nantinya akan menentukan urutan prioritas peningkatan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna Kereta Api Lokal. Dalam penelitian ini terdapat 2 (dua) variabel, yaitu variabel X dan variabel Y. Variabel X merupakan tingkat kinerja PT KAI (Persero) yang dapat memberikan kepuasan para pengguna jasa Kereta Api Lokal, sedangkan

BAB III METODE PENELITIAN III - 11 variabel Y merupakan tingkat kepentingan pengguna Kereta Api Lokal rute Cikampek - Pasarsenen. Rumus yang digunakan adalah : IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS TK i X Y Sumber : J.Supranto, Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, hal 241 Dimana : Tk i = Tingkat Kesesuaian Responden i i 100 % X i Y i = Skor penilaian kinerja PT KAI = Skor penilaian kepentingan pengguna Kereta Api Lokal Rute Cikampek - Pasarsenen. Selanjutnya sumbu mendatar (x) akan diisi oleh skor pelaksanaan/kinerja PT KAI (Persero), sedangkan sumbu tegak (y) akan diisi oleh skor kepentingan pengguna Kereta Api Lokal rute Cikampek Pasarsenen. Dengan penyederhanaan rumus, maka setiap faktor mempengaruhi kepuasan pengguna Kereta Api Lokal rute Cikampek - Pasarsenen dengan: Kinerja X Xi n Kepentinga n Y Yi n

BAB III METODE PENELITIAN III - 12 Dimana X = Skor rata-rata tingkat kinerja Y = Skor rata-rata tingkat kepentingan n = Jumlah responden Diagram Cartesius merupakan suatu bangunan yang dibagi menjadi empat bagian yang dibatasi oleh dua buah garis berpotongan tegak lurus pada titik ( x, y ), dimana x merupakan rata-rata dari rata-rata skor kualitas pelayanan berdasarkan kinerja dari seluruh fakta, dan y adalah rata-rata dari rata-rata skor kepentingan pengguna Kereta Api Lokal rute Cikampek Pasarsenen. Rumus selanjutnya adalah sebagai berikut : N X i x = i=1 K N Y i i=1 y = K

BAB III METODE PENELITIAN III - 13 K = Banyaknya indikator kualitas pelayanan yang dapat mempengaruhi kepuasan pengguna Kereta Api Lokal. Tingkat indikator tersebut akan dijabarkan dan dibagi menjadi empat bagian ke dalam diagram Cartesius. Untuk mengetahui mengenai diagram Cartesius dapat dilihat pada Gambar dibawah in Y (kepentingan) sangat penting A. Prioritas Utama B. Pertahankan prestasi Prestasi rendah i C. Prioritas Rendah D. Berlebihan Prestasi stimewa Kurang Penting sumber : John A. Martila and John C. James (1997 : 77-79) (Kinerja) X Gambar III.2. Diagram Cartesius Importance-Performance analysis (Diagram Analisis Kinerja dan Kepentingan/Kepuasan Pelanggan) Selanjutnya hasil perhitungan tersebut diletakkan dalam kuadran yang ada di dalam Diagram Cartesius tersebut, yaitu :

BAB III METODE PENELITIAN III - 14 1). Kuadran A Menunjukkan indikator yang mempengaruhi kepuasan dan dianggap sangat penting, namun manajemennya belum melaksanakannya sesuai dengan keinginan, sehingga mengecewakan atau tidak puas. 2). Kuadran B Menunjukkan indikator jasa pokok yang telah berhasil dilaksanakan. Untuk itu wajib dipertahankannya. Dianggap sangat penting dan sangat memuaskan. 3). Kuadran C Menunjukkan beberapa indikator yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan, pelaksanaannya oleh perusahaan biasa-biasa saja. Dianggap kurang penting dan kurang memuaskan. 4). Kuadran D Menunjukkan indikator yang mempengaruhi tamu kurang penting, akan tetapi pelaksanaannya berlebihan, dianggap kurang penting tetapi sangat memuaskan.

BAB III METODE PENELITIAN III - 15 Operasional Variabel Penelitian Variabel Dimensi Instrumen 1. Keandalan Kemudahan untuk keluar masuk kereta Ketepatan keberangkatan dan waktu tiba 2. Keresponsifan Pemberian informasi dalam kereta 3. Keyakinan Keamanan diatas kereta & Kenyamanan diatas kereta Kualitas Pelayanan 4. Empati Keramahan dan kesopanan petugas pemeriksa karcis Kebersihan dan kerapihan kereta Penerangan dan penyinaran dalam kereta Pemberian sirkulasi udara dalam kereta 5. Berwujud Kondisi tempat duduk didalam kereta Fasilitas pegangan untuk penumpang berdiri Kondisi pintu dan jendela dalam kereta Tanggapan Konsumen Tingkat Kepentingan (sangat penting, penting, cukup penting, kurang penting, tidak penting Tingkat Kinerja (sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik,tidak baik