BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan selama 2 tahun, yaitu tahun 2011-2012, karena penelitian ini menggunakan data sekunder maka data penelitian diambil dari web Bursa Efek Indonesia dan Yahoo finance. B. Desain Penelitian Desain penelitian ini merupakan penelitian komparatif, yaitu penelitian yang bersifat membandingkan (Sugiyono,2013). Dalam penelitian ini variable yang dibandingkan adalah harga saham sebelum dan setelah ex-dividen date. C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel 1. Definisi Variabel Variabel adalah segala sesuatu yang dipilih peneliti untuk mewakilkan suatu keadaan sehingga mempermudah peneliti untuk menarik kesimpulan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah reaksi pasar yang diproksikan dengan perubahan return saham diluar perubahan return normalnya (abnormal return). 38
2. Operasionalisasi Variabel Rumus untuk menghitung abnormal return adalah sebagai berikut (Jogiyantio,2012) : RTNi,t = Ri,t E(Ri,t) RTNi,t = Return tak normal (abnormal return) sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t Ri,t = Return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t E[Ri,t] = Return ekspektasi sekuritas ke-i untuk periode ke-t Langkah-langkah untuk menghitung abnormal returnnya adalah : 1. Menentukan periode peristiwa yang disebut periode pengamatan atau periode jendela (event widow). Penelitian menggunakan 7 hari periode pengamatan yang cukup untuk melihat kandungan informasi tentang pengumuman dividen, Karena studi peristiwa yang menggunakan jendela peristiwa atau jendela pengamatan yang lebar akan cenderung bias (Jogiyanto, 2012) 2. Menghitung return saham harian (return realisasi). Return saham harian merupakan return sesungguhnya yang terjadi pada waktu ke-t yang merupakan selisih harga sekarang terhadap harga sebelumnya atau dapat dihitung dengan rumus : (Jogiyanto.2012) 39
Rit = Pit Pit -1 Pit -1 3. Menghitung Expected return Expected return merupakan return normal yang diharapkan investor (Jogiyanto,2012). Dalam penelitian ini, untuk menghitung Expected return menggunakan metode market adjusted model. Model ini menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut. 4. Menghitung return indeks pasar : Return indeks pasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks harga saham gabungan, yang merupakan indikator untuk mengamati pergerakan harga dari sekuritas-sekuritas. Return indeks pasar, indikatornya adalah IHSG harian pada waktu ke t dikurangi dengan IHSG harian pada waktu ke te-1 dibagi dengan IHSG harian pada waktu ke t-1. Dengan menggunakan market adjust model, maka formulasinya adalah : (Jogiyanto, 2012) 5. Menghitung abnormal return, abnormal return merupakah selisih antara return sesungguhnya dengan return yang diharapkan (ekspektasi). 40
6. Menghitung rata-rata abnormal return : Pengujian adanya abnormal return tidak dilakukan untuk tiap-tiap sekuritas, tetapi dilakukan agrerat dengan menguji rata-rata abnormal return seluruh sekuritas secara cross-section untuk tiap-tiap hari di periode peristiwa. (Jogiyanto,2012) RRTNt = Ket : RRTNt = Rata-rata return tak normal (average abnormal return) pada hari ke-t RTNi,t = Return tak normal (abnormal return) untuk sekuritas ke-i pada hari ke-t k = Jumlah sekuritas yang terpengaruh oleh pengumuman peristiwa D. Pengukuran Variabel Skala pengukuran dalam penelitian ini adalah menggunakan skala rasio, yaitu skala yang memiliki nilai nol mutlak dan datanya dapat dibagi atau dikali. 41
E. Populasi dan Sampel Penelitian Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua perusahaan yang mengumumkan dividen tunai selama periode tahun pengamatan 2011-2012. TABEL 3.1 JUMLAH POPULASI PENELITIAN Pemilihan sampel yang akan diuji dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yang artinya populasi yang akan dijadikan sampel penelitian adalah populasi yang memenuhi kriteria tertentu. kriteria sampel diambil berdasarkan tujuan penelitian. perusahaan perusahaan yang dipilih dalam penelitian ini adalah memenuhi kriteria berikut ini : 1. Perusahaan yang mengumumkan dividen tunai periode 2011-2012. 2. Perusahaan yang selama periode estimasi dan event window tidak mengeluarkan corporate action lain. 3. Data tanggal pengumuman dividen tersedia dan dapat diidentifikasi dengan jelas. Dengan perlakuan sampel sebagai berikut : 42
1. Kelompok saham syariah, yaitu saham-saham yang masuk kedalam DES (Daftar Efek Syariah). 2. Kelompok saham konvensional, yaitu saham-saham yang tidak masuk ke dalam DES (Daftar Efek Syariah) TABEL 3.2 JUMLAH SAMPEL PENELITIAN F. Teknik Pengumpulan Data Data yang di kumpulakan diperoleh dari web Bursa Efek Indonesia (http//www.idx.com) dan Yahoo finance (http//www.finance.yahoo.com), data berupa harga saham dari H-3 sampai H+3.. Untuk memperoleh daftar efek syariah (DES) tahun 2011-2012 data diambil dari website : http//www.bapepam.co.id. Data juga diperoleh dari website: http//www.ksei.co.id dan data pendukung lainnya yang diperoleh artikel-artikel pada internet, buletin, jurnal, dan penelitian lain yang terkait dan relevan dengan penelitian ini. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, data sekunder adalah data yang di peroleh peneliti secara tidak langsung melalui 43
perantara (di peroleh oleh pihak lain). Sedangkan menurut Bungin (2006:122) data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua. G. Metode Analisis 1. Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif memberikan gambaran dan karakter dari data yang diteliti yang dapat dilihat dari nilai maksimum,nilai minimum, nilai rata-rata (mean), dan nilai standar deviasinya. 2. Uji Normalitas Uji normalitas adalah uji untuk mengukur apakah data penelitian terdistribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistika parametik. Alat pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah paired sampel t-test dan independent t-tes dengan syarat data berasal dari populasi yang berdistribusi normal (Purnomo,2006). Sehingga uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas. Paired sampel t-test merupakan uji beda dari bebrapa kelompok, sehingga data yang digunakan untuk menguji normalitasnya adalah perbedaan 2 kelompok data. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov Smirnov. 44
3. Teknik Analisis Event Study Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis event study untuk mengolah dan membahas data yang diperoleh. Metodologi untuk event study umumnya mengikuti prosedur sebagai berikut (Elton dan Gruber,1995): 1. Mengumpulkan sampel perusahaan yang mempunyai suatu peristiwa yang ingin diteliti. 2. Menentukan dengan tepat hari atau tanggal pengumuman dan menentukan sebagai hari 0. 3. Menentukan periode penelitian atau event window. 4. Untuk setiap sampel perusahaan dilihat return pada masing-masing satuan periode. 5. Menghitung abnormal return dari return yang sudah didapatkan untuk setiap perusahaan. 4. Periode Pengamatan Periode waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah selama 7 hari. Terdiri dari t-3 (3 hari sebelum peristiwa ), t-o (event date, hari terjadinya peristiwa), t+3 (3 hari setelah peristiwa). Penentuan jendela peristiwa selama tiga hari sebelum dan sesudah pengumuman dividen dilakukan untuk menghindari efek dari peristiwa lain yang dapat mempengaruhi peristiwa yang diamati (Jogiyanto,2012). 45
5. Pengujian Hipotesis A. Hipotesis 1 Pengujian hipotesis 1, yaitu menguji perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah ex-dividen date pada kelompok saham syariah dan saham konvensional menggunakan Pengujian metode uji beda (t-test) dengan sampel berhubungan (paired sampel t-test), yang bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel yang berhubungan (Ghozali,2006) Karena pengujian hipotesis 1 menggunakan uji t dua sisi. Maka tahapan selanjutnya adalah : 1. Perumusan hipotesis : H0a = Tidak terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan setelah ex-dividen date pada kelompok saham syariah. H1a = Terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan setelah exdividen date pada kelompok saham syariah. H0b = Tidak terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan setelah ex-dividen date pada kelompok saham konvensional. H1b = Terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan setelah exdividen date pada kelompok saham konvensional. 2. Maka cara menarik kesimpulan hasilnya adalah : 1. Apabila tingkat signifikansi > 0.05 (5%) atau t-hitung < t-tabel maka H0 diterima sehingga H1 ditolak artinya tidak terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman ex-dividen date. 46
2. Apabila tingkat signifikansi < 0.05 (5%) atau t-hitung > t-tabel maka H0 ditolak sehingga H1 diterima artinya terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman ex-dividen date pada kelompok saham syariah. B. Hipotesis ke 2 Hipotesis ke 2 adalah untuk menguji perbedaan tingkat signifikansi antara reaksi saham syariah dibandingkan dengan reaksi saham konvensional terhadap pengumuman dividen.. Pengujian hipotesis ke dua ini menggunakan metode independent t-test. 1. Perumusan hipotesis : H0 = Tidak terdapat perbedaan reaksi pasar sebelum ex-dividen date antara saham syariah dan saham konvensional. H1 = Terdapat perbedaan reaksi pasar sebelum ex-dividen date antara saham syariah dan saham konvensional. 2. Cara menarik kesimpulan hasilnya adalah : 1. Apabila tingkat signifikansi > 0.05 (5%) atau t-hitung < t-tabel maka H0 diterima sehingga H1 ditolak artinya tidak terdapat perbedaan abnormal return antara saham syariah dan saham konvensional. 2. Apabila tingkat signifikansi < 0.05 (5%) atau t-hitung > t-tabel maka H0 ditolak sehingga H1 diterima artinya terdapat perbedaan abnormal return antara saham syariah dan saham konvensional. 47