BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dinas Kesehatan (Dinkes) pada setiap Provinsi di seluruh Indonesia merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terus mengembangkan penggunaan sistem informasi di lingkungan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam bidang kesehatan. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagai lembaga pelayanan kesehatan yang mengharuskan Dinkes Provinsi Jawa Barat untuk mengembangkan dan mewujudkan kemudahan pengolahan data obat dari seluruh pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten/Kota. [1] Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) sebagai lembaga kesehatan yang bermisi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus berperan secara maksimal dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan karena merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah yang bersentuhan paling dekat dengan masyarakat. Kepercayaan yang diberikan masyarakat dan pemerintah terhadap Puskesmas tersebut adalah sebuah kehormatan sekaligus amanat dan tugas berat yang harus dipikul dengan sungguhsungguh dan hati yang penuh keikhlasan, lebih-lebih dengan perkembangan ilmu dan teknologi dalam bidang kesehatan maka Puskesmas ini dituntut lebih keras lagi berusaha dan meningkatakan profesionalisme dalam kerja khususnya dalam memberikan pelayanan kepada para pasiennya. [2] Teknologi informasi merupakan teknologi yang berkembang pesat pada saat ini. Puskesmas sebagai salah satu institusi layanan kesehatan masyarakat umum yang kebanyakan masih tertinggal fasilitasnya dibanding dengan rumah sakit pada umumnya, membutuhkan keberadaan suatu sistem informasi yang akurat dan andal, serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanan kepada para pasien serta lingkungan yang terkait lainnya. Dengan dukungan teknologi informasi yang ada, pengolahan data secara manual di puskesmas dapat 1
diganti menggunakan komputer. Selain cepat dan mudah dengan sistem informasi yang telah dibuat pengolahan data juga menjadi lebih akurat. [3] Berdasarkan lampiran dan penelitian terhadap beberapa puskesmas di Bandung, yaitu puskesmas Sekejati dan puskesmas Bojongsoang didapatkan bahwa sampai saat ini proses perhitungan, pengecekan jumlah obat dan pelaporan keluar masuknya barang masih di lakukan pencatatan secara manual oleh petugas puskesmas yang bekerja di puskesmas. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya human error dalam pengelolaan data obat yang dilakukan oleh petugas puskesmas. Seperti dalam pencatatan history obat dan pencatatan data obat masih dilakukan pencatatan secara manual. Untuk meminimalkan Human error dari pengelolaan data obat pada puskesmas tersebut penulis akan membangun aplikasi yang akan membantu kemudahan untuk pengelolahan data obat di puskesmas dan juga aplikasi ini dapat di akses oleh seluruh puskesmas yang terdaftar pada dinas kesehatan. Aplikasi ini dibentuk untuk dinas kesehatan dan juga untuk puskesmas. Aplikasi ini dibentuk untuk membantu dinas kesehatan untuk memantau masuk dan keluarnya history obat di puskesmas dan aplikasi ini dibentuk untuk mengelola data obat di puskesmas dengan judul Aplikasi Pengelolaan Obat Berbasis Web Pada Puskesmas. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dari pembuatan Proyek Akhir ini adalah: 1. Bagaimana membantu pihak puskesmas dalam melakukan pemesanan obat ke Dinas Kesehatan serta pengelolaannya? 2. Bagaimana cara untuk mencatat perputaran keluar masuknya data obat 1.3 Tujuan pada tiap Puskesmas? Tujuan dari pembuatan Proyek Akhir ini adalah membuat aplikasi pengelolaan obat yang memiliki: 1. Fitur dapat membantu pihak Puskesmas dalam melakukan pemesanan obat ke Dinas Kesehatan serta pengelolaanya. 2
2. Fitur dapat mencatat perputaran keluar masuknya data obat pada tiap Puskesmas. 1.4 Batasan Masalah Batasan masalah dalam pembuatan Proyek Akhir ini yaitu : 1. Proyek Akhir ini hanya membahas sampai proses testing dari keseluruhan proses SDLC. 2. Menggunakan framework Codeigniter. 3. Tidak melayani rekam medis. 4. Sistem hanya sebatas pengelolaan data obat di puskesmas. 1.5 Definisi Operasional Aplikasi ini dibuat untuk membantu petugas puskesmas dalam melakukan pengelolaan data obat dan juga untuk pencetakan laporan permintaan obat. Dan aplikasi ini juga dapat di akses oleh seluruh puskesmas yang terdaftar pada dinas kesehatan. Aplikasi ini juga dibentuk untuk dinas kesehatan guna mengamati data pada tiap puskesmas yang terdaftar pada tiap wilayahnya. Berdasarkan kondisi saat ini pada umumnya semua puskesmas masih melakukan tugasnya seperti pengelolaan data obat secara manual, maka penulis akan membangun aplikasi yang akan membantu proses pendataan obat dan bahkan output serta outcome yang di kelola puskesmas dan Dinas Kesehatan pada setiap Provinsi di Indonesia. 1.6 Metode Pengerjaan Metode yang digunakan untuk mengerjakan proyek akhir ini adalah metode SDLC (Software Development Life Cycle) dengan model proses pengembangan Linear Sequential Model (Model Sekuensial Linier). Model ini menyarankan pendekatan pengembangan secara sekuen dan sistematik untuk pengembangan perangkat lunak. Linear Sequential merupakan model yang tertua dan terdiri atas beberapa tahap yaitu: rekayasa dan pemodelan sistem/informasi, analisis kebutuhan perangkat lunak, desain, generasi kode, pengujian dan pemeliharaan. Dalam penyusunan proyek akhir ini, tahapan hanya sampai tingkat pengujian saja. [4] 3
Gambar 1-1 Metode Software Development Life Cycle [4] 1. Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan kegiatan pengumpulan informasi mengenai dokumen-dokumen yang digunakan dalam suatu sistem. Tujuan analisis kebutuhan dari penelitian ini adalah untuk mengelola data obat yang tersedia pada puskesmas. Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan kebutuhan pengguna atau user berupa wawancara yang berkaitan dengan perangkat lunak yang akan dibangun. Analisis yang akan dilakukan pada Proyek Akhir ini yakni sebagai berikut: a) Mendefiniskan kebutuhan pengguna, yaitu apa yang diperlukan dalam membangun system informasi, meliputi kebutuhan fungsionalitas, karakteristik pengguna dan kebutuhan antarmuka pengguna b) Melakukan pengumpulan data dan mendefinisikan proses system yang berjalan c) Menyiapkan usulan rancangan yang apabila menjadi pertimbanganakan digunakan menggantikan system yang sedang berjalan saat ini. 4
2. Perancangan Pada tahapan ini penulis membuat rancangan (design) berdasarkan informasi data yang ada di Puskesmas yang diantaranya adalah perancangan arsitektur aplikasi, perancangan alur penggunaan aplikasi (user experience), perancangan antarmuka aplikasi (user interface), perancangan basis data, dan perancangan algoritma aplikasi. 3. Pembuatan Kode Program Penulis menerjemahkan desain yang telah dibuat ke dalam kode-kode yang akan menjadi aplikasi yang sesuai dengan tujuan awal pembangunan aplikasi. Pada tahap ini programmer berkerja berdasarkan dokumen desain yang telah dibuat desainer pada tahapan sebelum nya kemudian diterjemahkan ke dalambahasa pemograman. Pada proyek ini bahasa pemograman yang digunakanadalah PHP dan Database yang digunakan adalah database MySQL 4. Pengujian Pada tahap ini merupakan uji coba terhadap program dilaksanakan setelah sebuah aplikasi selesai dibuat. Proses pengujian dimulai dari kebenaran logika perangkat lunak, kemudian dipastikan bahwa sesuai dengan fungsionalitas aplikasi yang dibuat. 1.7 Jadwal Pengerjaan Tabel 1-1 Jadwal Pengerjaan Desember Januari Februari Maret April Mei KEGIATAN 2015 StudiPustaka AnalisisKebutuhan PerancanganAplikasi PembuatanKodeAplikasi Pengujian PenyusunanDokumentasiPA 5