PERANAN JASA LAUNDRY Laundry Service

dokumen-dokumen yang mirip
Pilihlah jawaban yang paling benar. Soal binatu kelas XI kelompok 1

SPO PERENCANAAN/PENANGANAN LINEN. No.Dokumen : No.Revisi : Halaman : Direktur Utama RS Trimitra STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR. Dr.

PENANGANAN LINEN KOTOR NON-INFEKSIUS DI RUANGAN KEPERAWATAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 / 1. RS Siti Khodijah Pekalongan

PERENCANAAN KEBUTUHAN LINEN RUMAH SAKIT

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Laundry & Colours Laundry maka beberapa informasi yang dapat disampaikan

INSTRUKSI KERJA GUEST LAUNDRY PICK-UP / VALET Nomor IK-HK Disetujui : Revisi 01 Tanggal 01 Juni 2008

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN SETERIKA DOMO

3. PANEL KONTROL. 3.1 Deskripsi Panel Kontrol. 3.2 Layar A B C D E F

ALUR PENCUCIAN KAIN LINEN DI INSTALASI LAUNDRY RS. ROYAL PRIMA KOTA MEDAN

PANEL KONTROL. 1 Tombol On/Off [Hidup/Mati] 2 Touchpad Program. 3 Papan Sentuh Favorit

Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan konsentrat berbentuk cair :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bagi setiap orang, karena kualitas memiliki banyak criteria dan sangat tergantung

11. PEMECAHAN MASALAH

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH NOMOR : /TU.K/ / /2015

CHECK LIST METODE PENGELOLAAN LINEN DI RUMAH SAKIT BHAKTI KARTINI, BEKASI TAHUN 2014

6 Touchpad Delay Start. 7 Layar 8 Touchpad Rinse Plus [Bilas Plus]

NO NAMA BARANG SPESIFIKASI

MENCUCI INSTRUMEN BEDAH No.Dokumen No.Revisi Halaman. Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh : Direktur RS

TUGAS LINGKUNGAN BISNIS KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS SOLUSI BISNIS LAUNDRY DENGAN MEMANFAATKAN TEROBOSAN ECOBALL

Malafungsi Kemungkinan penyebabnya Solusi

Dalam proses ekstraksi tepung karaginan, proses yang dilakukan yaitu : tali rafia. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memperoleh mutu yang lebih

Sanitasi Peralatan. Nikie Astorina YD, SKM, M. Kes Bagian Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP

Perawatan Pakaian yang Tepat sebagai Suatu Cara Alternatif dalam Penghematan 1

4 PENGETAHUAN BAHAN DAN ALAT

Jurnal PrintPack Vol. 1 No. 1 Februari 2017

KATA PENGANTAR. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Buku Petunjuk Pemakaian Pengering Rambut Ion Negatif

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. suatu perusahaan. Melimpahnya sumber daya manusia yang ada saat ini

Panduan penggunamu. ZANKER TD4213

Penguasaan Pengetahuan Vol II No.1 April

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KAJIAN KULIT BUAH KAKAO SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TEKSTIL

SERAT ALAMI DAN SERAT BUATAN (SINTETIS) SERAT ALAMI DAN SERAT BUATAN (SINTETIS)

BAB HIGIENE DAN SANITASI DALAM INDUSTRI PANGAN Dalam aspek keamanan dan kesehatan pangan maka aspek higiene dan sanitasi memegang peranan yg penting.

Mesin Cuci Dua Tabung Petunjuk Pemakaian

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Profil Usaha Kecil dan Menengah

2016 ANALISIS PELAKSANAAN UNIT PRODUKSI LAUNDRYDI SMK NEGERI 3 KOTA CIMAHI

Memperbaiki Motherboard Dengan Cara Mencuci

Kehidupan sehari-hari di rumah menuntut tinggi pada keran mixer di dapur. Untuk memastikan bahwa semua keran mixer dapur kami memenuhi standar yang

Kasur, quilt, bantal, dan pelindung

Berikut beberapa persiapan jika Anda ingin menjalankan bisnis Laundry ini:

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009 LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK KEJURUAN

PELUANG BISNIS LOUNDRY KILOAN ABSTRAK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Botol botol yang digunakan oleh PT. Bangun Wenang Beverage

OPERASI SISTEM LAUNDRY PADA PROSES MESIN CUCI (WASHING MACHINE) Atam Pusat Teknologi Limbah Radioaktif

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 11 TINJAUAN PUSTAKA. meningkatkan daya tahan ikan mentah serta memaksimalkan manfaat hasil tangkapan

PANDUAN PEMBELIAN KASUR

INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN ROOMBOY TROLLEY Nomor IK-HK Revisi 01

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra.

BAB III METODE PENELITIAN

Informasi yang ditandai dengan simbol ini menyediakan petunjuk tambahan dan tips praktis mengenai penggunaan mesin.

Kamar mandi. keran mixer

tertentu makanan yang merupakan kebutuhan pokok justru dianjurkan untuk dikurangi. Adapun mencuci pakaian tidak memiliki kasus ini.

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN CHEST FREEZER DOMO

USER MANUAL M Last ref Nov 2015

Menerapkan Teknik Pemanasan Tidak Langsung dalam Pengolahan KD 1: Melakukan Proses Pengasapan Ikan

ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN PETUGAS LINEN LAUNDRY TERHADAP SOP PENCUCIAN LINEN LAUNDRY DI RUMAH SAKIT X DI YOGYAKARTA TAHUN 2013

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN MESIN CUCI DOMO

BAB II LANDASAN TEORI. A. Pengertian Housekeeping Department

PENGARUH KIPAS TERHADAP WAKTU DAN LAJU PENGERINGAN MESIN PENGERING PAKAIAN

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN LEMARI PENDINGIN (REFRIGERATOR) DOMO

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS USAHA LAUNDRY

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PT Haier Sales Indonesia

Tata Cara Perawatan. Heveatech Decking

BAB II. Metodologi Perancangan

Pengolahan, Pengemasan dan Penyimpanan Hasil Pertanian

PENYAMAKAN KULIT. Cara penyamakan melalui beberapa tahapan proses dan setiap tahapan harus berurutan tidak bisa di balak balik,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Lampiran 1. Prosedur Karakterisasi Komposisi Kimia 1. Analisa Kadar Air (SNI ) Kadar Air (%) = A B x 100% C

Buku Petunjuk Pemakaian Pengeriting Rambut Berpelindung Ion

PANDUAN LINEN DAN LAUNDRY DI RUMAH SAKIT MULYASARI JAKARTA

Pada waktu panen peralatan dan tempat yang digunakan harus bersih dan bebas dari cemaran dan dalam keadaan kering. Alat yang digunakan dipilih dengan

Strategi yang dapat dilakukan yang pertama dengan melakukan inovasi program

Studi Sanitasi Dan Pemeriksaan Angka Kuman Pada Usapan Peralatan Makan Di Rumah Makan Kompleks Pasar Sentral Kota Gorontalo Tahun 2012


TIPS HEMAT ENERGI & LISTRIK

ALUR PROSES PENYAMAKAN

ANALISIS RESIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA INSTALASI LAUNDRY

BAB III METODE PENELITIAN

Untuk tampilan cemerlang. Produk perawatan kendaraan Mercedes-Benz.

Nokia Holder Easy Mount HH-20 dan CR-114/115

B U K U P E T U N J U K PFL-10000H W A S H I N G M A C H I N E NOMOR: 16/DJ-ILMEA/MG/III/2000

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 15 Nomor ISSN INOVASI MESIN PENGERING PAKAIAN YANG PRAKTIS, AMAN DAN RAMAH LINGKUNGAN

Manajemen Linen Rumahsakit. Manajemen Logistik Rumahsakit Bambang Shofari

MAKALAH PROGRAM PPM PEMUTIHAN SERAT ECENG GONDOK. Oleh: Kun Sri Budiasih, M.Si NIP Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA

DAFTAR ISI. 1.1 Latar belakang Definisi Pengelolaan Linen...5

Shampoo Shampoo basah Shampoo kering Bentuk : Bentuk : Jenis :

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

TINJAUAN PUSTAKA. Tabel 1. Produksi Kayu Gergajian dan Perkiraan Jumlah Limbah. Produksi Limbah, 50 %

PELUANG BISNIS USAHA LAUNDRY ON KILO. Oleh: NAMA : ACHMAD BUKHORI KELAS : S1 SI 2C NIM :

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada September Oktober Pengambilan

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB III TINJAUAN DATA, EKSPERIMEN, DAN ANALISA. Pohon kapuk berbunga tiga atau empat kali dalam setahun dengan selang

MEMPELAJARI PENGENDALIAN KUALITAS PADA DIVISI PROCESSING DI PT BHINEKA KARYA MANUNGGAL I

POLYTRON Automatic Washing Machine

15 Kegunaan Lain Dari Pasta Gigi

Transkripsi:

PERANAN JASA LAUNDRY Laundry Service Kepuasan para tamu akan hasil pencucian anda adalah sangat tergantung kepada diri anda, yakinkan proses pencucian yang anda lakukan sudah baik dan benar guna menciptakan hasil dengan kualitas yang baik 1. Setiap staff laundry harus memiliki tanggung jawab terhadap hal-hal sebagai berikut : - Memproduksi linen yang bersih. - Menjaga lingkungan kerja yang bersih. - Memelihara mesin dan peralatan yang ada. 2. Setiap staff laundry harus menyadari tuntutan penting dalam setiap operasional laundry terhadap hal-hal sebagai berikut : - Hasil pencucian yang bersih dan cemerlang, tidak ada noda lembut / kaku sesuai tuntutan hasilnya. - Efisiensi : pencucian ulang dan kerja ekstra yang minimal dengan hasil yang maksimal. - Berupaya kepada Linen Life Time atau membuat umur linen dapat bertahan lebih lama. 3. Setiap staff laundry hendaknya memperhatikan langkah-langkah dalam penanganan laundry sebagai berikut : - Linen-linen yang bersih disimpan pada tempat penyimpanan dan siap untuk digunakan. - Linen-linen yang sudah bersih akan dipakai kemudian akan menjadi kotor kembali. - Linen-linen yang kotor dikumpulkan dan dibawa ke laundry untuk dicuci. - Linen-linen yang kotor dicuci dengan proses pencucian yang benar setelah disortir. - Linen-linen setelah melalui proses pencucian kemudian dikeringkan dan diseterika. - Linen-linen setelah dikeringkan dan diseterika kemudian dilipat selanjutnya dikembalikan ketempat penyimpanan. - Siklus laundry terjadi berulang-ulang atau akan berputar kembali setiap hari. 1

PEMILIHAN CUCIAN / LINEN Linen Sorting Pemilihan linen mencakup pemisahan linen-linen kedalam klasifikasi berdasarkan: jenis kain, jenis dan tingkat kotoran, warna kain serta prosedsur finishing. 1. Pemilahan berdasarkan jenis linen : hal ini dilakukan bertujuan untuk dapat mengidentifikasi hal-hal seperti : Wol dan sutera hanya bisa dicuci pada tempratur rendah dan PH netral. Katun dapat dicuci pada tempratur tinggi ( 70 80 derajat Celicius) Akan tetapi sangat peka terhadap chemical jika penanganannya tidak benar. Kain tenun yang tidak rapat seperti korden, blanket, jok kursi dan lain-lain, proses pencuciannya manual. Jenis kotoran yang berbeda membutuhkan penanganan yang berbeda. Semakin tinggi tingkat pengotor, maka waktu dan enerji serta chemical yang digunakan akan bertambah. 2. Pemilihan berdasarkan warna linen : bertujuan untuk dapat mengidentifikasi hal-hal berikut : Linen-linen putih dicuci secara terpisah dari linen berwarna Linen-linen berwarna tidak boleh dicuci dengan menggunakan chlorine bleach. Linen yang warnanya kuat dapat menggunakan oxygen bleach hanya kalau diperlukan. 3. Pemilahan dengan prosedur finishing : bahwa linen-linen yang akan dikeringkan dengan drying tumbler harus dipisahkan dengan yang akan diproses flat ironer. 2

MENGHILANGKAN NODA PADA LINEN Stain Remover Noda adalah segala sesuatu yang tertinggal berupa bercak atau perubahan warna pada linen setelah proses pencucian yang tidak boleh dibiarkan dan harus dihilangkan dari linen tempat noda tertinggal. 1. Jangan membuat asumsi : mencoba efek penghilangan noda dengan menggunakan chemical pada sepotong kain, amati akibat dan hasilnya. 2. Jangan beranggapan noda akan cepat hilang setelah dilakukan treatmen, teliti dengan seksama sebelum menggunakan chemical dan linen harus dicuci sebelum diberikan chemical. 3. Menghilangkan noda dengan menggunakan larutan kimia dengan konsentrasi secara bertahap, bukan dengan konsentrasi yang pekat. 4. Jangan membiarkan chemical pembersih menempel lebih dari sepuluh menit. 5. Setelah menggunakan chemical penghilang noda, kain harus dibilas dengan baik sebelum penggunaan penghilang noda berikutnya. 6. Setelah treatmen selesai, kain harus selalu dibilas atau dicuci dengan baik. 7. Mengidentifikasi noda dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Asal noda : Linen apa yang ternoda dan dimana digunakan. Kondisi linen : kondisi linen bisa berupa kaku, lembut, halus, kasar dan lain-lain Bau noda : bau noda antara lain seperti bau ikan, bau bir, bau urine dan lain-lain. 3

Warna dan bentuk noda : intensitas noda dan noda yang lama dapat merubah warna, proses pencucian juga dapat mengubah penampilan / bentuk noda. 8. Apabila warna linen stabil lakukan pengetesan warna pada sepotong linen. PROSES PENCUCIAN DI LAUNDRY Laundry Washing Proces Proses pencucian diperlukan bertujuan untuk merubah Linen atau textile yang kotor menjadi bersih dan hygienis dan siap dipakai dimana diperlukan tanpa mengalami kerusakan akibat dari proses pencucian tersebut. 1. Soaking Proses perendaman sebelum washing proses dimulai dengan menggunakan chemical tertentu. 2. Free Washing Proses pencucian sebelum main washing biasanya digunakan untuk pakaian yang memiliki kotoran berat guna melumatkan sebagian besar dari kotoran darah, lemak, oil dan protein dengan menggunakan air dingin. 3. Free Rinse Proses pencucian dengan menggunakan air dingin tanpa chemical untuk membilas pertikal kotoran lepas. 4. Main Washing Proses pencucian utama untuk mengangkat seluruh sisa-sisa kotoran setelah proses free wash dan tempratur yang dianjurkan adalah 80 90 drajat celicius. 5. Bleaching Proses pelepasan kotoran yang hanya bisa dilepaskan dengan menggunakan bleach. Penambahan bleach diberikan antara 2-3 menit setelah deterjen dimasukkan pada saat main wash. 6. Final Rinsing 4

Proses pembilasan terakhir untuk mengangkat sisa-sisa dari pada deterjen, bleach selanjutnya dilakukan proses souring dengan menambahkan softener untuk memudahkan proses penyeterikaan. 7. Starching Proses pemberian kanji pada cucian agar supaya nantinya textile gampang dibentuk dan menghindari kontak langsung antara kotoran dengan textile. PROSES PENGERINGAN LINEN Drying Linen Proses pengeringan merupakan tambahan cara mendisinfeksi dengan panas, walaupun tidak dapat diandalkan berhasil seratus persen namun dapat memberikan standard hygiene pada linen atau pakaian. 1. Linen idealnya harus dipanaskan sampai molekul air berubah jadi uap. 2. Linen dingin akan mengering dengan cara melewati flat work ironer atau dryer thumbler tidak mencapai tempratur yang tinggi dan membutuhkan waktu. 3. Linen harus benar-benar kering agar pertumbuhan jamur dapat dicegah. 4. Setelah proses pengeringan, linen harus ditangani oleh staff laundry yang memiliki kesadaran hygiene yang tinggi dan tangan yang sudah bebas kuman. 5. Staff laundry yang bekerja pada tempat kotor dan bersih harus memiliki kesadaran dan disiplilin hygiene yang tinggi. 6. Pengecekan dan pembersihan debu dari serat kain harus dilakukan secara rutin karena dapat mengakibatkan penyakit paru-paru. 5

MENANGANI CUCIAN TAMU Guest Laundry Proses pelaksanaan pencucian tamu harus dilakukan dengan teliti dan cermat mulai dari proses pengumpulan sampai pada proses pengembalian pakaian tamu berjalan baik dengan tidak menimbulkan keluhan dari tamu. 1. Pengumpulan atau pengambilan cucian, perhatikan hal-hal berikut : Catat semua permintaan tamu. Cocokan dan catat pakaian tamu sesuai dengan jumlah dan jenis pakaian tamu pada laundry list. 2. Sebelum proses pencucian, perhatikan hal-hal sebagai berikut : Jenis serat kain Struktur dan karakter bahan yang dicuci. Kualitas bahan yang dicuci. Symbol dan petunjuk penanganan. 3. Melakukan pengecekan awal dengan memperhatikan hal-hal berikut : Cek dan kosongkan isi saku dari kemungkinan adanya uang, kartu nama, obat dan lain-lain. Cek kondisi linen dari kemungkinan adanya kelainan seperti jahitan koyak, kancing khusus, asesories dan lain-lain. Cek atas kemungkinan adanya pengotor yang tidak biasa seperti tinta, kerusakan kimia, kelunturan dan lain-lain. 4. Hindari penggunaan chemical yang berlebihan. 6

5. Mengeringkan pakaian yang sudah dicuci berdasarkan temperature dan suhu yang sesuai dengan jenis dan kualitas pakaian. 6. Membuat billing atas cucian tamu dengan tepat dan benar. 7. Mengepak atau menghanger pakaian tamu dengan rapi dan bersih. 8. Melakukan pengecekan kembali apakah sudah sesuai dengan jumlah dan jenis waktu awal pengambilan pada laundry list. 9. Memastikan proses pencucian sudah dilaksanakan dengan tepat dan benar. 10. Mengembalikan pakaian tamu yang sudah bersih, kering dan rapi sesuai dengan nomor kamar dan nama tamu. SIMBOL-SIMBOL PADA PAKAIAN Dress Sign Sebelum melakukan proses pencucian khususnya terhadap pakaian tamu, terlebih dahulu harus memeriksa simbol-simbol yang melekat pada pakaian tamu dan memahami maksud dari masing-masing simbol. 1. Temukan simbol pada bagian-bagian yang umumnya dipasang dan melekat pada pakaian. 2. Pahami maksud dari masing-masing simbol yang melekat pada pakaian dan hindari sikap meraba atau coba-coba pada saat akan mencuci pakaian tamu. 3. Perhatikan simbol- simbol yang melekat pada pakaian sebagai berikut : SIMBOL MAKSUDNYA Pakaian bisa dicuci dengan menggunakan mesin cuci. Baju boleh diputihkan dengan menggunakan bahan kimia. 7

Pakaian dibersihkan dengan cara Dry Clean. Pakaian boleh dan bisa dikeringkan dengan mesin pengering. Lakukan penyeterikaan dengan tingkat panas minimum / dingin. 8

Sebaiknya dicuci dengan tangan Pakaian boleh dibersihkan dengan bahan pemutih mengandung Chlor. Dry Clean bisa dilakukan dengan perchorethylene solven 111, white spirit Pakaian dikeringkan tanpa diperas, biarkan air bekas cucian menetes. Lakukan penyetrikaan dengan panas sedang. Suhu maksimum jika mencuci menggunakan mesin cuci. Pakaian tidak boleh diputihkan dengan bahan kimia. Garis dibawah tanda lingkaran berarti pakaian boleh di Dry Cleaning. Pengeringan pakaian ini dengan cara digantung. 9

Penyetrikaan dilakukan dengan suhu tinggi untuk mendapatkan hasil bagus. Tidak boleh dicuci dengan menggunakan air, Sebaiknya pakaian tidak di Dry Claning sama sekali. Pakaian dikeringkan dengan dilampirkan atau tali mendatar. Pakaian dengan tanda seperti ini berati tidak perlu diseterika. 10