87 BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Karakteristik Responden Sebelum disajikan data dari hasil penelitian, terlebih dahulu secara ringkas akan dideskripsikan karakteristik responden. Karakteristik responden meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, pengalaman bekerja sebelum di PT Citra Van Titipan Kilat, dan lama bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat. 4.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dilihat dari jenis kelamin, 62% responden (40 orang) berjenis kelamin laki-laki dan 38% responden (25 orang) berjenis kelamin perempuan. Komposisi responden berdasarkan jenis kelamin, dapat dilihat dalam tabel dan grafik sebagai berikut : Tabel 4.1 Tabel Karakteristik berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis kelamin Jumlah Persen 1 Pria 40 62% 2 Wanita 25 38% 65 100 %
88 38% 62% Laki-Laki Perempuan Gambar : 4.1 Komposisi Responden berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan hasil karakteristik responden di atas maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa mayoritas user yang menggunakan Sistem Informasi DELVIS adalah laki laki. 4.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Sebagian besar responden (43 orang atau 65 %) berusia antara 20 sampai 30 tahun, (14 orang atau 22 %) berusia antara 31 sampai 40 tahun, (7 orang atau 11%) berusia diatas 40 tahun dan sisanya yang berjumlah (1 orang atau 2%) berusia dibawah 20 tahun. Komposisi responden berdasarkan usia, dapat dilihat dalam tabel dan grafik sebagai berikut : Tabel 4.2 Tabel Karakteristik berdasarkan Usia No Usia (Tahun) Jumlah Persen 1 < 20 1 2 % 2 20 30 43 65% 3 31 40 14 22% 4 > 40 7 11 %
89 65 100 % 65% 22% 2% 11% < 20 20-30 31-40 > 40 Gambar : 4.2 Komposisi Responden berdasarkan Usia Berdasarkan hasil karakteristik responden berdasarkan usia maka diperoleh kesimpulan bahwa kebanyakan user berusia antara 20 tahun sampai 30 tahun, karena pada rentang usia tersebut biasanya merupakan umur yang produktif, karena biasanya mereka sudah menguasai sistem informasi (komputer) yang digunakan sehingga dapat lebih cepat dalam melayani pelanggan. 4.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Dari 55 orang responden, komposisi responden berdasarkan pendidikan terakhir adalah sebagai berikut : 37 orang atau 67 % pendidikan terakhirnya adalah SMA, 6 orang atau 11 % pendidikan terakhirnya adalah Diploma, 12 atau 22 % pendidikannya terakhirnya adalah sarjana S1, 0 atau 0% pendidikan terakhirnya adalah sarjana S2. Komposisi responden berdasarkan pendidikan, dapat dilihat dalam tabel dan grafik sebagai berikut :
90 Tabel 4.3 Tabel Karakteristik berdasarkan Pendidikan No Pendidikan Jumlah Persen 1 SMA 45 70% 2 Diploma 8 12% 3 S1 12 18 % 4 S2 0 0 % 65 100% 0% 18% 70% 12% SMA Diploma S1 S2 Gambar : 4.3 Komposisi Responden berdasarkan Pendidikan Berdasarkan hasil karakteristik responden di atas maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa latar belakang pendidikan para user adalah lulusan SMA. 4.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengalaman bekerja Sebelum di PT Citra Van Titipan Kilat Dari 55 orang responden, komposisi responden berdasarkan Pengalaman bekerja sebelum di PT Citra Van Titipan Kilat adalah sebagai berikut: 29 orang
91 atau 44% memiliki pengalaman kurang dari 1 tahun, 14 orang atau 22% berpengalaman antara 1-2 tahun, 9orang atau 14% memiliki pengalaman antara 3-4 tahun, dan 13 orang atau 20% berpengalaman lebih dari 4 tahun sebelum bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat. Komposisi responden berdasarkan usia, dapat dilihat dalam tabel dan grafik sebagai berikut : Tabel 4.4 Tabel Karakteristik Berdasarkan Pengalaman bekerja sebelum di PT Citra Van Titipan Kilat No Lama bekerja (tahun) Jumlah Persen 1 <1 tahun 29 44 % 2 1 2 tahun 14 22 % 3 3 4 tahun 9 14 % 4 > 4 tahun 13 20 % 65 100 % 44% 22% 20% 14% < 1 thn 1-2 thn 3-4 thn >4 thn Gambar : 4.4 Komposisi Responden berdasarkan Pengalaman bekerja sebelum di PT Citra Van Titipan Kilat
92 Berdasarkan hasil karakteristik responden di atas maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa mayoritas user dari Sistem Informasi DELVIS memiliki pengalaman kerja selama kurang dari 1 tahun sebelum bekerja di PT. Citra Van Titipan Kilat. 4.1.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat Dari 55 orang responden, komposisi responden berdasarkan Lama bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat adalah sebagai berikut: 13 orang atau 20% bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat kurang dari 1 tahun, 15 orang atau 23% bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat antara 1-2 tahun, 10 orang atau 15% bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat antara 3-4 tahun, dan mayoritas 27 orang atau 42% bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat lebih dari 4 tahun. Komposisi responden berdasarkan usia, dapat dilihat dalam tabel dan grafik sebagai berikut : Tabel 4.5 Tabel Karakteristik berdasarkan Lama bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat No Lama bekerja (tahun) Jumlah Persen 1 <1 tahun 13 20 % 2 1 2 tahun 15 23 % 3 3 4 tahun 10 15 % 4 > 4 tahun 27 42 % 65 100 %
93 15% 42% 23% 20% < 1 thn 1-2 thn 3-4 thn >4 thn Gambar : 4.5 Komposisi Responden berdasarkan Lama Bekerja di PT Citra Van Titipan Kilat Berdasarkan hasil karakteristik responden di atas maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa mayoritas user bekerja di PT. Citra Van Titipan Kilat selama lebih dari 4 tahun. 4.2 Deskripsi Data Hasil Penelitian 4.2.1 Deskripsi Data Terdistribusi Kualitas Informasi DELVIS Dari 17 instrumen Kualitas Informasi DELVIS yang menggunakan skala lima diperoleh rentang teoritis antara 10-50. Rentang skor diperoleh dari skor minimal 37 dan skor maksimal 50 yaitu sebesar 13. Nilai rata-rata 42.782, median dengan nilai 43, modus dengan nilai 40, varians dengan hasil 9.8034 dan standar deviasi sebesar 3.131. Berikut tabel dari distribusi frekuensi untuk Kualitas Informasi DELVIS:
94 Tabel 4.6 Tabel Distribusi Frekuensi dari Distribusi Kualitas Informasi DELVIS Frekuensi No. Kelas Batas Batas Relatif Kumulatif urut Interval bawah atas Absolut (%) (%) 1 37-38 37,5 38,5 4 7,273 7,273 2 39-40 39,5 40,5 13 23,636 30,909 3 41-42 41,5 42,5 10 18,182 49,091 4 43-44 43,5 44,5 12 21,818 70,909 5 45-46 45,5 46,5 9 16,364 87,273 6 47-48 47,5 48,5 4 7,273 94,546 7 49-50 49,5 50,5 3 5,455 100 55 100 Untuk lebih memperjelas penyajian maka data Kualitas Informasi DELVIS disajikan secara grafik dalam bentuk histogram pada gambar 4.6 Gambar : 4.6 Histogram Distribusi Frekuensi Kualitas Informasi DELVIS
95 4.2.2 Deskripsi Data Terdistribusi Kepuasan User Dari 9 butir instrumen Kepuasan User yang menggunakan skala lima diperoleh rentang teoritis antara 10-50. Diperoleh skor minimal 37 dan skor maksimal bernilai 49 dengan rentang skor 12. Nilai rata-rata 42.491, median 42, modus 44, varians 8.2545 dan standar deviasi sebesar 2.8731. Berikut tabel distribusi frekuensi untuk data Kepuasan User : Tabel 4.7 Tabel Distribusi Frekuensi dari Distribusi Kepuasan User Frekuensi No. Kelas Batas Batas Relatif Kumulatif urut Interval bawah atas Absolut (%) (%) 1 37-38 37,5 38,5 4 7,273 7,273 2 39-40 39,5 40,5 10 18,182 25,455 3 41-42 41,5 42,5 15 27,273 52,728 4 43-44 43,5 44,5 16 29,091 81,818 5 45-46 45,5 46,5 3 5,455 87,273 6 47-48 47,5 48,5 5 9,091 96,364 7 49-50 49,5 50,5 2 3,636 100 55 100 Untuk lebih memperjelas penyajian maka data Kepuasan User disajikan secara grafik dalam bentuk histogram pada gambar 4.7
96 Gambar : 4.7 Histogram Distribusi Frekuensi Kepuasan User Secara keseluruhan deskripsi data semua variabel penelitian tampak pada tabel rangkuman berikut : Tabel 4.8 Rangkuman Deskripsi Data Distribusi Frekuensi Kualitas Informasi Kepuasaan No Statistik DELVIS User 1 Minimal 37 37 2 Maksimal 50 49 3 Rentang 13 12 4 Rata-rata 42.782 42.491 5 Median 43 42 6 Modus 40 44 7 Varian 9.8034 8.2545 Standar 8 Deviasi 3.131 2.8731
97 4.3 Pengujian Persyaratan Analisis Pengujian persyaratan analisis merupakan faktor utama yang harus dipenuhi agar analisis regresi dapat dilakukan baik untuk prediksi maupun pengujian hipotesis. 3 faktor yang harus dipenuhi sebelum melakukan analisis regresi yaitu (1) Uji normalitas dengan galat taksiran (Y-Ŷ) dari regresi sederhana, (2) Uji homogenitas varians kelompok-kelompok skor Y yang di kelompokkan berdasarkan kesamaan data variabel predictor (X), (3) Uji linieritas bentuk regresi Y atas X untuk regresi sederhana. Berdasarkan 3 persyaratan tersebut terdapat 2 syarat untuk melakukan pengujian, yaitu (1) Uji normalitas galat taksiran regresi Y atas X dengan asumsi bahwa distribusi populasi yang normal tercermin dari distribusi sampel yang normal juga. Pengujian ini dilakukan karena pengujian hipotesis mewajibkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi secara normal. Dan yang ke (2) Uji homogenitas varians kelompok-kelompok skor Y berdasarkan kesamaan data X, sedangkan uji kelinieran bentuk regresi sederhana Y atas X akan diuji pada bagian pengujian hipotesis penelitian. Uji persyaratan homogenitas yang mengasumsikan bahwa skor-skor variabel terikat (Y) yang berpasangan dengan setiap skor variabel bebas (X) memiliki varian homogen. 4.3.1 Uji Normalitas Populasi Pengujian Normalitas galat taksiran regresi Y atas X dimaksudkan untuk menguji apakah galat taksiran regresi Y atas X i, atau (Y Ŷ) berdistribusi normal atau tidak. Ketentuan pengujian adalah galat taksiran (Y Ŷ) berdistribusi
98 normal jika H 0 diterima dan tidak berdistribusi normal jika H 0 ditolak. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut : H 0 : (Y Ŷ) berdistribusi normal H 1 : (Y Ŷ) tidak berdistribusi normal Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya sebaran yang akan dianalisis dengan menggunakan uji Liliefors dengan kriteria pengujian sebagai berikut : H 0 : diterima jika Lhitung Ltabel H 0 : ditolak jika Lhitung > Ltabel 4.3.1.1 Uji Normalitas Galat taksiran Y atas X yaitu Ŷ =27.47+0.35X Uji normalitas terlebih dahulu dilakukan dengan menghitung nilai Y, Y i dan (Y Ŷ) berdasarkan persamaan regresi Ŷ = 27.47+0.35X yang hasilnya diperoleh dari perhitungan manual pada lampiran L74 Setelah itu menghitung nilai Zi, F(Zi), S(Zi) dan L = F(Zi) S(Zi) maks, melalui perhitungan L = F(Zi) S(Zi) maks akan diperoleh nilai L hitung dengan L yang nilainya paling tinggi. Melalui perhitungan yang dilakukan diperoleh L hitung yang paling tinggi adalah 0.079009091, perhitungan lengkapnya dapat dilihat pada lampiran L80-81. Nilai pada L tabell diperoleh dengan n = 55, dan alpha = 0.05 yaitu 0.119468216. Jadi, karena L hitung lebih kecil dari L tabel sehingga keputusan H 0 dapat diterima. Dapat disimpulkan bahwa galat taksiran dari persamaan regresi Ŷ =27.47 + 0.35X adalah berdistribusi normal.
99 dibawah ini : Uji normalitas Y atas X diatas, dapat dilihat melalui tabel 4.9 Tabel 4.9 Tabel Hasil Uji Normalitas Galat taksiran Y atas X Pasangan Variabel Penelitian Pengujian Normalitas L hitung L tabel Kesimpulan X Y 0.07901 0.1195 Normal 4.3.2 Pengujian Homogenitas Varians Pengujian Homogenitas, maksudnya adalah menguji homogenitas varians antara kelompok-kelompok skor Y yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan nilai X, untuk itu pengujian homogenitas varians ini dilakukan dengan Uji Barlett. Pengujian ini menggunakan kriteria pengujian sebagai berikut : H0 : diterima jika X²hitung X²tabel H0 : ditolak jika X²hitung > X²tabel Yang harus dilakukan pertama kali adalah membuat pengelompokkan data Y sesuai dengan kesamaan data X, kemudian menghitung jumlah anggota dari tiap kelompok dan diberi simbol ini dengan ketentuan untuk nilai n yang kurang dari 2 (dua) tidak dimasukkan dalam perhitungan / pengujian. Kemudian
100 menghitung nilai-nilai dk, 1/dk, varians s 2 i, log s 2 i, dan dk s 2 i. Selanjutnya nilai - nilai tersebut dihitung nilai χ 2, dan hasilnya disebut χ 2 hitung. 4.3.2.1 Pengujian Homogenitas Varians Y atas X Melalui perhitungan homogenitas varians Y atas X diketahui bahwa χ 2 hitung = 13.060 nilainya lebih kecil dari nilai χ 2 tabel dengan dk = k-1 = 11 di dapat nilai χ 2 tabel (0.05;11) = 19.675. Jadi nilai χ 2 hitung lebih kecil dari χ 2 tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H 0 diterima dan varians kelompok - kelompok Y atas X adalah homogen. Pengujian homogenitas varians Y atas X dapat dilihat pada tabel 4.10 dibawah ini : Tabel 4.10 Tabel Hasil Uji Homogenitas Y atas X Pasangan Variabel Penelitian Pengujian Homogenitas χ 2 hitung χ 2 tabel Kesimpulan X - Y 13.060 19.675 Homogen 4.4 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis bertujuan menjawab hipotesis secara empiris. Hipotesis yang dimaksud adalah asumsi atau kesimpulan sementara yang sudah dirumuskan pada Bab 2 Landasan Teori mengenai hipotesa penelitian, yaitu : Terdapat hubungan antara Kualitas Informasi DELVIS dengan Kepuasan User pada PT Citra Van Titipan Kilat, yang berarti hipotesa nol diterima.
101 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hubungan antara Kualitas Informasi DELVIS dengan Kepuasan User yang dinyatakan oleh persamaan regresi Ŷ = 27.47 + 0.35 X. Pengujian signifikasi dan linearitas persamaan regresi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.11 Analisis Varians (ANOVA) Untuk Pengujian Signifikansi dan Linearitas Persamaan Regresi : Ŷ = 27.47 + 0.35 X Sumber Ftabel Ftabel Variansi dk JK KT Fhitung (0.05) (0.01) Total 55 99747 1813.58 Koefisien a 1 99301.2545 99301.2545 Regresi b a 1 55.767 55.767 Sisa 53 389.9785 7.358 7.579* 1.02 7.12 Tuna Cocok 12 88.0237 7.335 Galat 41 301.9548 7.365 0.996** 2.00 2.66 Keterangan : * : Regresi signifikansi pada 7.579 > F tabel = 1.02 ** : Regresi Linear F hitung = 0.996 < F tabel = 2.00 dk JK KT : Derajat Kebebasan : Jumlah Kuadrat : Kuadrat Tengah
102 Berdasarkan pada tabel pengujian signifikasi dan pengujian linearitas persamaan regresi tersebut diatas, maka disimpulkan bahwa persamaan regresi : Ŷ = 27.47 + 0.35Xadalah signifikan dan linear. Persamaan regresi tersebut memberi arti bahwa setiap peningkatan satu satuan skor Kualitas Informasi DELVIS akan diikuti oleh kenaikan skor Kepuasan User sebesar 0.35 pada konstanta 27.47. Secara visual kronologis tersebut tampak pada grafik Kepuasaan User ( Y ) 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 39.72 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50? = 27.47 + 0.35X Kualitas Informasi DELVIS ( X ) Gambar 4.8 Grafik Hubungan Antara Kualitas Informasi DELVIS Dengan Kepuasan User (Y) Melalui Grafik Regresi : Ŷ = 27.47 + 0.35X Hasil perhitungan kekuatan hubungan antara Kualitas Informasi DELVIS (X) dengan Kepuasan User (Y) ditunjukkan koefisien korelasi ry 1 = 0.38 ini menunjukkan
103 adanya hubungan yang positif antara Kualitas Informasi DELVIS dengan Kepuasan User. Tabel 4.12 Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Antara Kualitas Informasi DELVIS (X) dengan Kepuasan User (Y) Koefisien Korelasi t hit t tabel 0,05 0,01 Kesimpulan 0,38 2.984 1,684 2,423 t hit > t tab * Koefisien Korelasi Signifikansi (t-hit = 2.984 > t-tabel = 1.684) Berdasarkan hasil perhitungan uji signifikansi koefisien korelasi tersebut t - hitung = 2.984 lebih besar dari t - tabel = 1.684. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi antara Kualitas Informasi DELVIS (X) dengan Kepuasan User (Y) sebesar 0.38 adalah signifikansi. Ini berarti terdapat hubungan postif antara Kualitas 2 Informasi DELVIS (X) dengan Kepuasan User (Y). Hasil koefisien determinasinya ry 1 = (0.38) 2 = 0.144 atau 14.4%. Ini berarti bahwa 14.4 % variasi Kepuasan User (Y) dapat dijelaskan oleh Kualitas Informasi DELVIS (X), melalui persamaan regresi Ŷ = 27.47 + 0.35 X dan sisa nya sebesar 85.6% di pengaruhi oleh faktor faktor lain seperti Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja, Pemberian Bonus, dan lain lain. 4.5 Keterbatasan Penelitian Sebagai manusia biasa disadari secara kodrati tidak dapat terlepas dari kesalahan dan keterbatasan. Ada beberapa hal yang menjadi kelemahan yang tidak dapat dihindari dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang memiliki kesulitan dalam mengukur peristiwa yang bersifat kualitatif.
104 Penelitian ini telah dipersiapkan dengan semaksimal mungkin dengan melakukan perencanaan terlebih dahulu. Setiap butir pernyataan dalam kuesioner telah melalui tahap pengujian validitas dan pengujian reliabilitas, namun masih terdapat kelemahan dalam kuesioner tersebut terutama pada situasi dalam mengisi kuesioner tersebut. Penelitian ini menggunakan skala Likert yang terdiri dari 5 pilihan pada setiap butir pernyataannya. Butir pernyataan ini memilki kelemahan dan keterbatasan karena masih memberi kesempatan kepada responden dalam menilai pernyataan pernyataan yang ada dengan tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Pada penelitian ini belum mencakup penelitian sebelum penerapan Kualitas Informasi DELVIS yang dapat digunakan sebagai bahan pembanding Kepuasaan User dengan sesudah adanya penerapan Kualitas Informasi DELVIS, sehingga dapat diperoleh nilai dampak dari penerapan Kualitas Informasi DELVIS terhadap Kepuasaan User pada PT. Citra Van Titipan Kilat yang lebih akurat.