HADITS TENTANG RASUL ALLAH 1. KEWAJIBAN BERIMAN KEPADA RASULULLAH Hadats-tsanii yuunusubnu `abdil a laa, akhbaranaabnu wahbiin, qaal : wa akbaranii `amr, anna abaa yuunus, haddatsahu, `an abii hurairata, `an rasulillahi shallallahu `alaihi wasallama annahu qaal : (walladzii nafsu muhammadin biyadihi, laa yasma `u bii ahadun min haadzihil ummati yahuudiiyyun, walaanashraaniyyun, tsumma yamuut walam yu min billadziy arsiltu bih, illa kaa min ash-haabin-naar. "(Imam Muslim berkata) telah mengabari kepadaku Yunus bin Abdil A'la, (Yunus berkata):'telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahab, dia (Ibnu Wahab) berkata: 'Telah (1)
mengabarkan kepadaku Amr bahwa Abu Yunus telah mengabarkan kepadanya dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: "Demi yang diri Muhammad ada di tangan Allah, tidaklah mendengar seorang dari umat Yahudi dan Nasrani yang mendengar diutusnya Muhammad, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang diutus dengannya (Islam), niscaya dia termasuk penghuni neraka" (HR. Muslim no 153 (240). Derajat Hadits Shohih) 2. BERIMAN KEPADA RASUL. Dan disebutkan pula oleh Imam Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsirnya 3/441 ketika membahas surat Al-A'rof ayat 158 Qul yaa ayyuhan-naasu inni rasulullahi ilaykum jamii `aan alladzii lahul mulkussamawaati wal ardhi laa ilaaha illa huwa yuhyii wa yumiitu fa aaminuu billahi wa rasuulihin-nabiyyil ummiyilladzii yu minu (2)
bi kalimaatihi wat-tabi `uuhu la `allakum tahtaduun Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-nya (kitab-kitab-nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk". 3. DILARANG MENENTANG NABI. `an abii hurayrata abdurrahmanibni shakhru radhiyallahu `anhu qaal : sami tu rasulallahi yaquul : maa nahaytukum `anhu fajtanibuuhu wamaa amartukum bihi fa tuu minhu maastatha tum, fainnamaa ahlakal-ladzina man qablakum katsratu masaa-ilihim wakhtilaafuhum `ala anbiyaa-ihim (3)
Dari Abū Hurayrah Abd al-rahmān bin Shakhr radhiallahu anhu, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Apa yang kularang bagi kalian hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang kuperintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kebinasaan orang-orang yang sebelum kalian adalah karena ba-nyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan merekapun banyak me-nentang nabi-nabi mereka (HR. al-bukhāriy dan Muslim) 4. MENGIKUTI PERINTAH NABI. Yaa ayyuhannas, qad faradhallahu `alaykumul hajja fahujjuu, faqaal rajul : akalla `aamin yaa rasulalla? Fasakat, hatta qaalaa tsalaatsaa, faqaala rasulullah : law qultu na `am lawajabat, walamas tatha tum, tsumma qaal : dzuruunii maa (4)
taraktukum, fa innamaa halaka man qablakum bi katsrati su-aalihin wakhtilaafuhum `alaa anbiyaa-ihim, faidzaa amartukum bisyay-in fa tuu minhu maastatha tum, wa idzaa nahaytukum `an syay-in fada `uuh Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji kepada kalian, maka berhajilah! Seseorang berkata: Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun? Beliau diam hingga orang tersebut mengulangi pertanyaannya tiga kali. Kemudian beliau menjawab: Kalau kukatakan ya, tentunya hal tersebut menjadi wajib dan kalian tidak akan sanggup mengerjakannya. Kemudian beliau bersabda: Tinggalkanlah apa-apa yang tidak kujelaskan kepada kalian. Sesungguhnya kebinasaan orang-orang sebelum kalian adalah dikarenakan banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan merekapun banyak menentang nabi-nabi mereka. Oleh karena itu, apa yang kuperintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian (5)
dan apa yang kularang bagi kalian hendaklah kalian menghindarinya 5. JUMLAH NABI. `an abii dzar qaal : yaa rasulallah kam`iddatul-anbiyaa-i?: qaala mi-atu alfin wa arba `atun wa `isyruuna alfann arrasulu min dzaalika tsalatsatu mi-atin wa khamsata `asyara jamman ghafiira (rawaahu Ahmad) "Dari Abu Dzar ia berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah : berapa jumlah para nabi? Beliau menjawab: Jumlah para Nabi sebanyak 124.000 orang dan di antara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 orang suatu jumlah yang besar." (H.R. Ahmad) (6)