BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. dari sistem yang selama ini dijalankan oleh perusahaan serta memahami

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. Sistem yang saat ini sedang berjalan dalam hal pemberian cuti pegawai

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Transkripsi:

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem yang selama ini dijalankan oleh perusahaan serta memahami informasi-informasi yang didapat dan dikeluarkan oleh sistem itu sendiri. Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan sistem tersebut, maka perlu diketahui bagaimana sistem yang sedang berjalan pada perusahaan. Adapun sistem yang sedang berjalan adalah sebagai berikut. Pengolahan data diawali dari data identifikasi sepeda motor oleh mekanik. Data tersebut oleh bagian mekanik dicatat pada buku data sepeda motor. Kemudian mekanik memberikan data sepeda motor tersebut kepada bagian gudang dan diserahkan kembali ke pimpinan. Setelah data-data identifikasi sepeda motor tersebut di data, maka laporan identifikasi dapat dicetak. III.1.1. Analisa Input Adapun input data dalam identifikasi sepeda motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor sebagaimana Gambar III.1. berikut ini : 47

35 Gambar III.1. Analisa Input Identifikasi Sepeda Motor Pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor Sumber : CV. Sinar Jadi Kencana Motor III.1.2. Analisa Proses Adapun proses identifikasi Sepeda Motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor yang sedang berjalan dapat digambarkan dalam bentuk aliran informasi berikut ini :

36 Mekanik Pimpinan Mulai Mengidentifikasi Sepeda Motor Laporan Identifikasi sepeda motor Membuat Data Sepeda Motor Mulai Data Identifikasi Sepeda Motor Membuat Laporan Identifikasi Laporan Identifikasi N Gambar III.2. FOD ( Flow Of Document ) Sistem Informasi Identifikasi Sepeda Motor Sumber : CV. Sinar Jadi Kencana Motor Dari gambar III.2. diatas dapat dilihat aliran dokumen yang terjadi dalam sistem identifikasi sepeda motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor. Aliran dokumen ini sudah cukup baik, sebab terdapat proses penyimpanan, seperti arsip data konsumen, arsip data bagian Identifikasi sepeda motor, yang berguna untuk memudahkan pembuatan laporan dokumen identifikasi sepeda motor guna

37 diserahkan kepada pimpinan. Aliran dokumen dari sistem identifikasi sepeda motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor mencakup 2 bagian yaitu : Bagian Mekanik, Bagian Gudang, Pimpinan. III.1.3. Analisa Output Adapun analisa output identifikasi sepeda motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor dapat dilihat pada Gambar III.3. sebagai berikut : Gambar III.3. Analisa Output Identifikasi Sepeda Motor Sumber : CV. Sinar Jadi Kencana Motor Gambar III.3. di atas menunjukan contoh dari laporan identifikasi sepeda motor yang digunakan oleh perusahaan. Laporan ini dihasilkan dengan cara

38 manual, sehingga proses pembuatan laporan ini dapat memakan waktu yang lama dan kurang akurat. III.2. Evaluasi sistem yang berjalan Dalam hal ini sistem yang digunakan belum efektif dikarenakan sistem informasi Identifikasi sepeda motor yang ada masih tergolong Manual. Pengolahan data sistem informasi identifikasi sepeda motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor yang masih sederhana ini membuat pelaporan terkadang bermasalah dalam ketepatan data pembayaran khususnya pada jumlah angsuran keberapa. Masalah ini sering membuat kekecewaan bagi perusahaan. Dengan masalah tersebut penulis dengan membuat sistem dengan bahasa pemograman Visual Basic.Net dengan database Microsoft SQL Server 2008. III.3 Desain Sistem Untuk membantu membangun sistem informasi identifikasi sepeda motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor, penulis mengusulkan pembuatan sebuah sistem dengan menggunakan aplikasi program yang lebih akurat dan lebih mudah dalam pengolahannya. Dengan menggunakan Visual Basic dan database SQL Server dengan merancang sistem dengan menggunakan bahasa pemodelan uml. III.3.1 Desain Sistem Global Pada perancangan sistem ini terdiri dari tahap perancangan yaitu : 1. Perancangan Use Case Diagram 2. Perancangan Class Diagram 3. Perancangan Sequence Diagram

39 4. Perancangan Database 5. Perancangan Logika Program III.3.1.1 Use Case Diagram Dalam penyusunan suatu program diperlukan suatu model data yang berbentuk diagram yang dapat menjelaskan suatu alur proses sistem yang akan di bangun. Dalam penulisan tugas akhir ini ini penulis menggunakan metode UML yang dalam metode itu penulis menerapkan diagram Use Case. Maka digambarlah suatu bentuk diagram Use Case yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Sistem Informasi Identifikasi Sepeda Motor Pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor Login Login Laporan Karyawan Data Jabatan <<include>> <<Extends>> Laporan Sepeda Motor <<include>> Data Karyawan Data Sepeda Motor Admin Mekanik Laporan Penjualan <<include>> <<Extends>> Data Penjualan Logout Logout Gambar III.4. Use Case Diagram Identifikasi Sepeda Motor Pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor

40 III.3.1.2. Sequence Diagram Sequence Diagram menggambarkan perilaku pada sebuah skenario, diagram ini menunjukkan sejumlah contoh objek dan message (pesan) yang diletakkan diantara objek-objek ini di dalam use case, berikut gambar sequence diagram : a. Sequence Diagram Update Data Admin ;Login ;Admin Page ;Update data Login In Page New Sent (item) View (item) Message Succes Logout Gambar III.5. Sequence Diagram Update Data b. Sequence Input Data User User ;Halaman utama ;registrasi user ;Sukses registrasi user View (item) In Open New Open New Message Succes Sent ( item ) Gambar III.6. Sequence Diagram Input Data User

41 c. Sequence Proses Data Sepeda Motor User ;Halaman utama ;login ;user page View (item) In Open New Proses Data Sepeda Motor Message Succes Sent ( item ) Gambar III.7. Sequence Diagram Proses Data Sepeda Motor d. Sequence Proses Data Karyawan User ;Halaman utama ;login ;user page View (item) In Open New Proses Data Karyawan Message Succes Sent ( item ) Gambar III.8. Sequence Diagram Proses Data Karyawan

42 e. Sequence Proses Data Jabatan User ;Halaman utama ;login ;user page View (item) In Open New Proses Data Jabatan Message Succes Sent ( item ) Gambar III.9. Sequence Diagram Proses Data Jabatan f. Sequence Proses Data Penjualan User ;Halaman utama ;login ;user page View (item) In Open New Proses Data Penjualan Message Succes Sent ( item ) Gambar III.10. Sequence Diagram Proses Data Penjualan III.3.1.3. Activity Diagram Activity diagrams menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

43 1. Activity Diagram Form Input Data Login Activity diagram form input data login dapat dilihat pada Gambar III.11. Sebagai berikut : Login Username & Password In Cek Validation Valid Login Gambar III.11. Activity Diagram Halaman Login 2. Activity Diagram Form Input Data Karyawan Activity diagram form input data karyawan dapat dilihat pada Gambar III.12. Sebagai berikut :

44 Tambah Data Karyawan Isi Data Karyawan Simpan Data Karyawan Edit Data Karyawan Isi Data Karyawan Update Data Karyawan Hapus Data Karyawan Pilih Data Karyawan Hapus Data Karyawan Batal Data Karyawan Pilih Data Karyawan Keluar Data Karyawan Gambar III.12. Activity Diagram Form Input Data Karyawan 3. Activity Diagram Form Input Data Sepeda Motor Activity diagram form input data sepeda motor dapat dilihat pada Gambar III.13. Sebagai berikut : Tambah Data Sepeda Motor Isi Data Sepeda Motor Simpan Data Sepeda Motor Edit Data Sepeda Motor Isi Data Sepeda Motor Update Data Sepeda Motor Hapus Data Sepeda Motor Pilih Data Sepeda Motor Hapus Data Sepeda Motor Batal Data Sepeda Motor Pilih Data Sepeda Motor Keluar Data Sepeda Motor Gambar III.13. Activity Diagram Form Input Data Sepeda Motor

45 4. Activity Diagram Form Input Data Jabatan Activity diagram form input data jabatan dapat dilihat pada Gambar Sebagai berikut : Tambah Data Jabatan Isi Data Jabatan Simpan Data Jabatan Edit Data Jabatan Isi Data Jabatan Update Data Jabatan Hapus Data Jabatan Pilih Data Jabatan Hapus Data Jabatan Batal Data Jabatan Pilih Data Jabatan Keluar Data Jabatan Gambar III.14. Activity Diagram Form Input Data Jabatan 5. Activity Diagram Form Input Data Penjualan Activity diagram form input data penjualan dapat dilihat pada Gambar III.15. Sebagai berikut :

46 Tambah Data penjualan Isi Data penjualan Simpan Data penjualan Edit Data penjualan Isi Data penjualan Update Data penjualan Hapus Data penjualan Pilih Data penjualan Hapus Data penjualan Batal Data penjualan Pilih Data penjualan Keluar Data penjualan Gambar III.15. Activity Diagram Form Input Data Penjualan III.3.1.4. Class Diagram Class Diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).

-id_jabatan -nama_jabatan +add() +update() +delete() 1 Jabatan User -id_user -nama -username -password -hak_akses +add() +update() +delete() +getusername() +getpassword() 1 «uses» «uses» 1 «uses» 1 1 1 1..* -nip -nama -jenis_kelamin -alamat -no_telp -jabatan +add() +update() +delete() «uses» 1 1 ModuleKoneksi +openkoneksi() +closekoneksi() Karyawan 1 «uses» «uses» 1 1 -id_motor -merk -tipe -warna -no_mesin -no_rangka -tahun_rakit -isi_silinder -harga -gambar +add() +update() +delete() Sepeda Motor 1..* «uses» Penjualan -id_penjualan -tanggal -bulan -tahun -id_motor -jumlah -total +add() +update() +delete() 0..* Gambar III.16. Class Diagram Sistem Informasi Identifikasi Sepeda Motor Pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor Medan 47

48 III.3.2. Desain Sistem Detail Desain sistem detail dari sistem Identifikasi sepeda motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor ini adalah sebagai berikut: III.3.2.1. Desain Output Desain sistem ini berisikan pemilihan menu dan hasil pencarian yang telah dilakukan. Adapun bentuk rancangan output dari sistem Identifikasi sepeda motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor ini adalah sebagai berikut : 1. Rancangan Output Laporan Konsumen Rancangan output laporan konsumen berfungsi menampilkan data-data konsumen di CV. Sinar Jadi Kencana Motor Medan. Adapun rancangan output laporan konsumen dapat dilihat pada Gambar III.17. sebagai berikut : Sinar Jadi Kencana Motor LAPORAN KARYAWAN ID Konsumen Nama Alamat Jenis Kelamin Telp No KTP 99999999999 Xxxxxxxxxxxx Xxxxxxx Xxxxxxx 99999999999 Xxxxxxxxxxx 99999999999 Xxxxxxxxxxxx Xxxxxxx Xxxxxxx 99999999999 Xxxxxxxxxxx Diketahui Oleh Medan, xxx, 9999 Dibuat Oleh ( ) ( ) Gambar III.17. Rancangan Output Laporan Karyawan 47

49 2. Rancangan Output Sepeda Motor Rancangan output laporan sepeda motor berfungsi menampilkan data-data sepeda motor. Adapun rancangan output laporan sepeda motor dapat dilihat pada Gambar III.18. sebagai berikut : Sinar Jadi Kencana Motor LAPORAN SEPEDA MOTOR Kode Tipe No Rangka Warna Merk Tipe Harga Cash 99999999 999999 Xxxxxxx Xxxxxxx Xxxxxxx 99999999 99999999 999999 Xxxxxxx Xxxxxxx Xxxxxxx 99999999 Diketahui Oleh Medan, xxxx,9999 Dibuat oleh ( ) ( ) Gambar III.18. Rancangan Output Laporan Sepeda Motor III.3.2.2. Desain Input Perancangan input merupakan masukan yang penulis rancang guna lebih memudahkan dalam entry data. Entry data yang dirancang akan lebih mudah dan cepat dan meminimalisir kesalahan penulisan dan memudahkan perubahan. Perancangan input tampilan yang dirancang adalah sebagai berikut : 1. Perancangan Input Form Login Perancangan input form login berfungsi untuk verifikasi user yang berhak menggunakan sistem. Adapun rancangan form login dapat dilihat pada Gambar III.19. sebagai berikut :

50 Username Password Login Gambar III.19. Rancangan Input Form Login 2. Rancangan Input Menu Utama Rancangan input menu utama berfungsi untuk menampilkan tampilan utama dari user interface. Adapun rancangan menu utama dapat dilihat pada Gambar III.20. sebagai berikut : Gambar III.20. Rancangan Input Form Menu Utama

51 3. Rancangan Form Input Data User Perancangan form input data user merupakan form untuk penyimpanan datadata user. Adapun bentuk form input data user dapat dilihat pada Gambar III.21. Sebagai berikut : Gambar III.21. Rancangan Input Form Input Data User 4. Rancangan Form Input Data Jabatan Perancangan form input data jabatan merupakan form untuk penyimpanan data-data jabatan. Adapun bentuk form input data jabatan dapat dilihat pada Gambar III.22. Sebagai berikut :

52 Gambar III.22. Rancangan Input Form Input Data Jabatan 5. Rancangan Input Form Input Data Sepeda Motor Perancangan input form input data sepeda motor merupakan form untuk penyimpanan data-data sepeda motor. Adapun bentuk form input data sepeda motor dapat dilihat pada Gambar III.23. Sebagai berikut :

53 Gambar III.23. Rancangan Input Form Input Data Sepeda Motor 6. Rancangan Input Form Input Data Karyawan Perancangan input form input data karyawan merupakan form untuk penyimpanan data-data karyawan. Adapun bentuk form input data karyawan dapat dilihat pada Gambar III.24. Sebagai berikut :

54 Gambar III.24. Rancangan Input Form Input Data Karyawan 7. Rancangan Input Form Input Data Penjualan Perancangan input form input data penjualan merupakan form untuk penyimpanan data-data penjualan. Adapun bentuk form input data penjualan dapat dilihat pada Gambar III.25. Sebagai berikut :

55 Gambar III.25. Rancangan Input Form Input Data Penjualan III.3.2.3. Perancangan Database III.3.2.3.1. Kamus data (Data Dictionaries) Kamus data merupakan suatu daftar terorganisasi tentang komposisi elemen data, aliran data dan data store yang digunakan. Pengisian data dictionary dilakukan setiap saat selama proses pengembangan berlangsung, ketika diketahui adanya data atau saat diperlukan penambahan data item ke dalam sistem. Berikut Kamus Data dari sistem Identifikasi sepeda motor pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor : 1. karyawan = nip + nama + jenis_kelamin + alamat +no_telp + jabatan 2. sepeda_motor = id_motor + merk + tipe + warna + no_mesin + no_rangka + bahan_bakar + tahun_rakit + isi_silinder + harga + gambar

56 3. kredit = id_jabatan + nama_jabatan 4. penjualan = id_penjualan + tanggal + bulan + tahun + sepeda_motor + jumlah + total 5. user = id_user + nama + username + password + level III.3.2.3.2. Desain Tabel/File Perancangan struktur database adalah untuk menentukan file database yang digunakan seperti field, tipe data, ukuran data. Sistem ini dirancang dengan menggunakan database SQL SERVER Berikut adalah desain database dan tabel dari sistem yang dirancang : 1. Tabel User Nama Database Nama Tabel Primary Key : SJK Motor : user : id_user Foreign Key :- Tabel III.1. Tabel User Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *id_user Varchar 7 *id_user Username Varchar 30 Username Password Varchar 15 Password Level Varchar 30 Level 2. Tabel Karyawan Nama Database Nama Tabel Primary Key : SJK Motor : karyawan : nip Foreign Key : -

57 Tabel III.2. Tabel Karyawan Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *nip Varchar 7 *nip Nama Varchar 50 Nama Karyawan jenis_kelamin Varchar 15 Jenis Kelamin Alamat Text - Alamat no_telp Varchar 8 No Telepon Jabatan Varchar 30 Jabatan 3. Tabel Sepeda Motor Nama Database Nama Tabel Primary Key : SJK Motor : motor : id_motor Tabel III.3. Tabel Sepeda Motor Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *id_motor Varchar 7 *id_motor Merk Varchar 50 Merk Sepeda Motor Tipe Varchar 50 Tipe Sepeda Motor Warna Varchar 50 Warna No_mesin Varchar 50 No Mesin No_rangka Varchar 50 No Rangka Bahan_bakar Varchar 50 Bahan Bakar Minyak Tahun_rakit Int - Tahun Perakitan Isi_Silinder Varchar 30 Isi Silinder (cc) Harga Float - Harga Sepeda Motor Gambar Byte - Gambar Sepeda Motor 4. Tabel Jabatan Nama Database Nama Tabel Primary Key : SJK Motor : jabatan : id_jabatan Foreign Key : -

58 Tabel III.4. Tabel Jabatan Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *id_jabatan Varchar 7 *id_jabatan nama_jabatan Varchar 100 Nama Jabatan 5. Tabel Penjualan Nama Database Nama Tabel Primary Key Foreign Key : SJK Motor : penjualan : id_penjualan : id_motor Tabel III.5. Tabel Penjualan Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *id_penjualan Varchar 7 *id_penjualan Tanggal Int - Tanggal Bayar Bulan Varchar 20 Bulan Bayar Tahun Int - Tahun sepeda_motor Varchar 7 ID Motor Jumlah Int - Angsuran Ke Total Float - Total III. 3.2.3.3. ERD (Entity Relationship Diagram)/ Relasi Antar Tabel Setelah merancang database maka dapat dibuatkan relasi antar tabel sebagai kebutuhan data. Relasi ini menggambarkan hubungan antara satu tabel dengan tabel yang lain. Apakah hubungan satu dengan satu, satu dengan banyak dan banyak dengan banyak.adapun relasi antar tabel dapat ditunjukkan pada gambar III.26. sebagai berikut :

Gambar III.26 Entity Relationship Diagram (ERD) Sistem Identifikasi sepeda motor Pada CV. Sinar Jadi Kencana Motor 59

60 III.3.2.3.4. Normalisasi Normalisasi merupakan cara pendekatan dalam membangun desain logika basis data relasional yang tidak secara langsung berkaitan dengan model data, tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standart untuk menghasilkan struktur tabel yang normal (Kusrini, 2007:40). Bentuk-bentuk normalisasi pada rancangan database adalah sebagai berikut ini. 1. Tabel Karyawan Tabel karyawan memiliki atribut: nip, nama, alamat, jenis_kelamin, no_telp, jabatan. Melihat struktur tabel tersebut tidak ada redundansi sehingga sudah memenuhi bentuk normalisasi pertama (1NF). 2. Tabel Sepeda Motor Tabel sepeda motor memiliki atribut: id_motor, no_rangka, no_mesin, warna, isi_silinder, tahun_rakit, merk, tipe, dan harga_cash. Melihat struktur tabel tersebut tidak ada redundansi sehingga sudah memenuhi bentuk normalisasi pertama (1NF). 3. Tabel Jabatan Tabel jabatan memiliki atribut: id_jabatan, nama_jabatan. Melihat struktur tabel tersebut tidak ada redundansi sehingga sudah memenuhi bentuk normalisasi pertama (1NF). 4. Tabel Penjualan Tabel Penjualan memiliki atribut: id penjualan, tanggal, bulan, tahun, id_motor, jumlah, total. Melihat struktur tabel tersebut tidak ada redundansi sehingga sudah memenuhi bentuk normalisasi pertama (1NF).

61 Jadi, dalam hal ini dapat dinyatakan bahwa rancangan tabel pada database sudah normal. Artinya sistem akan melakukan aktifitasnya sesuai dengan yang telah ditargetkan sebelumnya karena tidak ada redundansi atau duplikasi data.