Dosen Pembimbing : Muhammad Akram SIP., MPS

dokumen-dokumen yang mirip
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP UPACARA MERTI DESA DI DESA CANGKREP LOR KECAMATAN PURWOREJO KABUPATEN PURWOREJO

II. TINJAUAN PUSTAKA

PEDOMAN WAWANCARA. a. Pelaksanaan Tradisi Upacara Nadran. 2. Siapa yang melaksanakan upacara Nadran. 3. Tujuan pelaksanaan upacara Nadran

TRADISI SEDHEKAH LAUT DI DESA KARANG DUWUR KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN ( ANALISIS MAKNA DAN FUNGSI)

BENTUK DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM TRADISI GUYUBAN BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA PASIR AYAH KEBUMEN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ageng Sine Yogi, 2014

BAB IV ANALISA DATA. A. Makna Penanaman Anak Pohon Pisang Bagi Jenazah Orang Yang. bagaimana hendaknya manusia memperlakukan lingkungannya.

MAKNA SIMBOL DALAM UPACARA SEDEKAH LAUT DI DESA TASIK AGUNG KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG TAHUN 2011

MITOS PESAREAN MBAH DAMARWULAN DALAM TRADISI SELAMETAN SURAN DI DESA SUTOGATEN KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO

Tradisi Menguras Sumur Di Pemandian Air Panas Krakal Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen

Kajian Folklor dalam Tradisi Guyang Jaran di Desa Karangrejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo

Kajian Folklor Tradisi Larungan di Desa Pagubugan Kulon Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap

BAB IV ANALISIS NILAI-NILAI KEAGAMAAN DALAM UPACARA SEDEKAH BUMI. A. Analisis Pelaksanaan Upacara Sedekah Bumi

BAB I PENDAHULUAN. Danandjaja (dalam Maryaeni 2005) mengatakan bahwa kebudayaan daerah

BAB I PENDAHULUAN. dengan berbagai macam bentuk perahu besar dan kecil. Sumatera Utara. Belawan berada pada ketinggan 1 meter dari permukaan laut,

SINKRETISME JAWA DAN ISLAM DALAM TRADISI PETIK LAUT DALAM RANGKA MENUJU DESA WISATA DI KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

Pola Perilaku Spiritual dalam Kelompok Kebatinan Santri Garing di Desa Kajoran Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen

Tradisi Pindah Rumah di Desa Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo (Kajian Folklor)

LAPORAN OBSERVASI SETING LOKAL UPACARA ADAT DISTRIKAN DANAU RANU GRATI DESA RANUKLINDUNGAN KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN

BAB V PENUTUP. ditarik kesimpulan bahwa Pesan Non Verbal dalam Upacara Adat Grebek Sekaten

BAB III PROSES PELAKSANAAN ROKAT PRAOH KESELLEM DI PULAU MANDANGIN. A. Pengertian dan Ritual Rokat Praoh Kasellem di Pulau Mandangin

BAB IV ANALISA DATA. A. Proses Akulturasi Budaya Islam dengan Budaya Hindu di Desa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. budaya sebagai warisan dari nenek moyang. Kehidupan manusia di manapun

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Prosesi Dan Makna Simbolik Upacara Tradisi Wiwit Padi di Desa Silendung Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo

BAB I PENDAHULUAN. manusia serta segala masalah kehidupan tidak dapat dipisah-pisah untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

5.1. KESIMPULAN FAKTUAL

RITUAL MALEM MINGGU WAGE PAGUYUBAN TUNGGUL SABDO JATI DI GUNUNG SRANDIL, DESA GLEMPANG PASIR, KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH

PERUBAHAN RUANG PADA TRADISI SEDEKAH LAUT DI KAMPUNG NELAYAN KARANGSARI KABUPATEN TUBAN

BAB I PENDAHULUAN. tradisi di dalam masyarakat. Sebuah siklus kehidupan yang tidak akan pernah

BAB I PENDAHULUAN. satu budaya penting bagi masyarakat Islam Jawa, baik yang masih berdomisili di

BAB IV PROFIL LOKASI PENDAMPINGAN. Kecamatan Tuban Kota Kabupaten Tuban. Hal ini dimaksudkan untuk

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari orang Jawa. Keyakinan adanya tuhan, dewa-dewa, utusan, malaikat, setan,

JST 1 (1) (2012) JURNAL SENI TARI.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Persoalan budaya selalu menarik untuk diulas. Selain terkait tindakan,

LAKU NENEPI DI MAKAM PANEMBAHAN SENOPATI KOTAGEDE

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Kesenian sebagai salah satu unsur dari perwujudan kebudayaan bangsa,

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Kebudayaan Indonesia sangat beragam. Pengaruh-pengaruh kebudayaan

MITOS DI GUNUNG SLAMET DI DUSUN BAMBANGAN, DESA KUTABAWA, KECAMATAN KARANG REJA, KABUPATEN PURBALINGGA. SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Menurut Tamburaka (2013: 47) dalam buku yang berjudul Agenda Setting

Jenis Pertanyaan 1 Untuk Mengetahui makna Bendera Merah Putih dalam upacara perkawinan:

I. PENDAHULUAN. Kebudayaan terjadi melalui proses belajar dari lingkungan alam maupun

BAB I PENDAHULUAN. jenis pekerjaan, pendidikan maupun tingkat ekonominya. Adapun budaya yang di. memenuhi tuntutan kebutuhan yang makin mendesak.

I. PENDAHULUAN. masing-masing sukunya memiliki adat-istiadat, bahasa, kepercayaan,

BAB IV ANALISIS RITUAL MOLANG AREH

BAB I PENDAHULUAN. juga disebut dengan istilah sekar, sebab tembang memang berasal dari kata

BAB I PENDAHULUAN. sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. 1 Dalam kaitannya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dianggap telah mapan dan dominan di dalam komunitas ilmiah. 55 Sedangkan

BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK KESENIAN KUBRO DI DESA BANGSRI KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

yang masih dipertahankan di suku Jawa adalah Ritual Bulan suro.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III. Setting Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. budaya sebagai warisan dari nenek moyang. Sebagaimana disebutkan dalam pasal

Kajian Folklor dalam Tradisi Nyadran di Desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang

BAB III METODE PENELITIAN. dikarenakan peneliti berusaha menguraikan makna teks dan gambar dalam

BAB I PENDAHULUAN. tersebut maka perusahaan dapat dikenal luas. visi perusahaan. Logo PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia yang

PERBEDAAN SIKAP DALAM TRADISI SEDEKAH LAUT DI MASYARAKAT PESISIR TELUK PENYU CILACAP

UPACARA PENDAHULUAN

BAB I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. makam yang merupakan tempat disemayamkannya Ngabei Loring Pasar

ASPEK PENDIDIKAN NILAI RELIGIUS DALAM PELAKSANAAN TRADISI MERON (Studi Kasus di desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati) NASKAH PUBLIKASI

NIM : D2C S1 Ilmu Komunikasi Fisip Undip. Semiotika

BAB I PENDAHULUAN. Upacara Adat Pencucian Pusaka Nyangku merupakan suatu upacara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis setiap gambar yang dipilih dari video mapping

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pepatah Jawa dinyatakan bahwa budaya iku dadi kaca benggalaning

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan strukturstruktur

Pedoman Observasi. No Aspek yang diamati Keterangan. 1. Lokasi/ kondisi geografis desa di. 2. Jumlah warga Kecamatan Ngombol

BAB II KONDISI UMUM MASYARAKAT DESA JERUKLEGI. Jeruklegi Kabupaten Cilacap. Desa tersebut berbatasan dengan:

Pelestarian Bentuk dan Makna Kesenian Kuda Lumping Turonggo Mudo Desa Prigelan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai makhluk yang berbahasa, berkomunikasi melalui simbol-simbol,

BAB I PENDAHULUAN. Pada makanan tertentu bukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan biologis,

MATERI STUDI RELIGI JAWA

Workshop Penyusunan Data Awal Referensi Nilai Budaya Tak Benda Kab. Sumba Barat Daya Prov. Nusa Tenggara Timur

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG. Penulis merasa tertarik untuk meneliti mengenai Upacara Tingkapan karena

BAB IV ANALISIS DATA

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. didominasi oleh tanah gambut dan tanah liat. dengan luas wilayah Km, dan

BAB II KAJIAN TEORI. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat lepas dari tanda,

BAB III GAMBARAN UMUM KECAMATAN JUWANA KABUPATEN PATI DAN PELAKSANAAN TRADISI RITUAL SEDEKAH LAUT

BAB I PENDAHULUAN. Sumedang merupakan kota yang kaya akan kebudayaan, khususnya dalam

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelilitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendeskripsikan apa-apa yang berlaku saat ini. Didalamnya terdapat upaya

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Manusia adalah makhluk yang berbahasa, manusia dengan perantaraan

BAB I PENDAHULUAN. produsen harus pintar dan jeli dalam memasarkan produk yang dijualnya kepada

,-,rurt ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA. SIMBOl-SIMBOl RITUAL PROFESI PERKAWJNAN TRADISIONAl MASYARAKAT lamongan : KAJIAN SEMIOTIK SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. memiliki banyak obyek wisata unggulan seperti makam Yosodipuro, wisata alam

NGOPI SEPULUH EWU. Ide festival ini terinspirasi dari kebiasaan minum kopi warga Kemiren, yakni tradisi ngopi bareng.

Transkripsi:

Pantai Glayem, Indramayu Nama : Ariyanto Npm : 18811968 Dosen Pembimbing : Muhammad Akram SIP., MPS

LATAR BELAKANG Indramayu (Mayoritas Nelayan) Tradisi Nadran Akulturasi Budaya (Hindu-Budha dengan Islam) Sesaji-Sesaji/ Sajen (Makna & Pesan) Makna Pesan Dan Simbol-Simbol Sesaji Pada Tradisi Budaya Lokal Nadran Di Desa Juntinyuat, Indramayu.

RUMUSAN MASALAH Bagaimanakah prosesi tradisi budaya lokal Nadran yang terjadi di desa Juntinyuat, Indramayu? Bagaimanakah pemaknaan pesan dan simbol-simbol sesaji yang tercipta pada tradisi Nadran?

TUJUAN PENELITIAN Untuk Mengetahui pemaknaan pesan dan simbol-simbol sesaji yang tercipta pada tradisi Nadran. Untuk mengetahui prosesi tradisi budaya lokal Nadran yang terjadi di desa Juntinyuat, Indramayu.

METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan menggunakan Analisis Semiotika Charles Sander Peirce (dalam Fiske, 1990: 68-69). Segitiga Makna Peirce Sumber: Buku Alex Sobur: Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. 2012.

ANALISA DAN PEMBAHASAN Profil Topografis dan Geografis Tempat Penelitian Kecamatan Juntinyuat adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Indramayu yang berada di bibir pantai utara Jawa Barat.,dengan ketinggian dari permukaan laut antara 0 s.d. 3 meter, dengan suhu ratarata yang cukup panas yaitu antara 22 s.d. 31 Celcius. Setiap tahun jalur ini dilewati oleh para pemudik ketika musim lebaran tiba. Pantai Glayem, Indramayu Tempat Penelitian Tempat Penelitian Pantai Glayem, Kecamatan Juntinyuat (Sumber: http://desa-juntinyuat.wikimapia.org/id/map/) Tempat Penelitian Jalur Pantura

ANALISA DAN PEMBAHASAN Prosesi Tradisi Budaya Lokal Nadran di desa Juntinyuat, Indramayu. TRADISI NADRAN SEBELUM NADRAN - Bertanya Kepada Orang Pintar - Berjiarah ke Makam Wali (Ngalap Berkah) - Menggunakan Jimat Untuk Menguatkan Fisik ZIARAH JIMAT - Pemotongan Hewan Kerbau - Persiapan Segala Sesasji - Arak-arakan Meron (Perahu) Sesaji - Tarian Pembukaan - Pembacan Kidung (Do a) Nadran - Pelarungan Sesaji-sesaji

ANALISA DAN PEMBAHASAN Pemotongan Hewan Kerbau Tarian Pembukaan/ Pengiringan Pembacan Kidung (Do a) Nadran Persiapan Segala Sesasji Arak-arakan Meron (Perahu) Pelarungan Sesaji-sesaji

VIDEO TRADISI NADRAN Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=1bx90cscinm

ANALISA DAN PEMBAHASAN Proses Pemaknaan Pesan dan Simbol-Simbol Sesaji yang Tercipta Pada Tradisi Nadran. Sesaji Kepala Kerbau Penurut/Patuh (Tunduk) Pengganti Hewan Suci (Sapi) Sebagai Wangi-wangian Perantara Makhluk Halus Sesaji Kemenyan

ANALISA DAN PEMBAHASAN Sesaji Bubur Merah Putih Merah Lambang Amarah (Keburukan Manusia) Putih Lambang Kesucian (Kebaikan Manusia) Pitulungan (Pertolongan dari Allah) Setiap Hari Harus Wangi (Menebar Kebaikan) Sesaji Kembang 7 Rupa

ANALISA DAN PEMBAHASAN Sesaji Darah Kerbau Kotor (Haram) Lambang Amrah (Keserakahan) TUMPENG (Metu Dalan Kang Lempeng) Proses Kehidupan Seharihari Sesaji Tumpeng 7 Warna

ANALISA DAN PEMBAHASAN Sesaji Pisang Raja Bermanfaat Bagi Orang Lain Sifat Pemimpin (Raja) DUIT Silaturahmi/ Bertukar Pikiran SATUS Sat (Asat), Tus (Resik/Bersih) Sesaji Jajanan Pasar & Buah2an

ANALISA DAN PEMBAHASAN Sesaji Beringin & Tebu Kokoh & Kuat Solidaritas Sesama Nelayan Kendi = Mendi (Mau Kemana?) 17 Rakaat Shalat (Hitung-hitungan Jawa) Sesaji Telur Penutup Kendi

PENUTUP KESIMPULAN Tradisi budaya lokal Nadran adalah sebuah tradisi yang merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rejeki dan keselamatan pada saat melaut, tradisi ini juga adalah sarana para nelayan untuk mengharapkan hasil tangkapan ikan lebih melimpah lagi di tahun berikutnya. Nadran sendiri mula-mula di awali dengan pemotongan kepala kerbau, kemudian mengumpulkan segala macam-macam sesaji yang nantinya akan dilarungkan secara bersamasama ke tengah laut. Dalam pelaksanaannya tradisi Nadran mengandung banyak sekali makna dan pesan dari simbol-simbol sesaji yang ada pada saat tradisi itu dilaksanakan. sesaji tersebut diantaranya: kepala kerbau, kemenyan, jenang merah-putih, kembang tujuh rupa atau kembang setaman, darah kerbau, tumpeng tujuh warna, pisang raja, jajanan pasar & buah-buahan, tebu dan pohon beringin, serta telur & kendi, sesaji tersebut menimbulkan multi interpretasi dari warga sekitar, khususnya para pelaku adat yang mengikuti secara langsung tradisi Nadran.

PENUTUP SARAN Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini, maka penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut; Bagi Masyarakat; Bagi Tokoh Agama; Bagi Pemerintah; Bagi Peneliti Selanjutnya.

DOKUMENTASI ACARA NADRAN Lakon Wayang Budug Basuh (Ruwat) Keluarga Nelayan Ikut Meriahkan Acara Antusias Warga Mengikuti Nadran (Macet) Kain Kafan di Perahu Sebagai Jimat Perjalanan Pelarungan Kerbau (Selfie) Perahu Nelayan Di Muara P. Glayem

DOKUMENTASI DENGAN NARASUMBER Bapak. Darsono (Nelayan) 63 Th Mas Angga (Ket. K.Taruna) 29 Th Bp. Supali.K (Budayawan) 50 Th Bp. Dedy. A (Ket.Panitia) 33 Th Bp. Suparto.A (Staff. Keb) 43 Th Mas Wahyu (Pemuda Junti) 23 Th

SEKIAN & TERIMA KASIH Laut Glayem, Indramayu