KERANGKA ACUAN KERJA

dokumen-dokumen yang mirip
KERANGKA ACUAN KERJA

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) TERM OF REFERENCES (TOR)

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

UNTUK PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI KEGIATAN : DED GEDUNG DINPERINDAGKOP PADA

UNTUK PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI KEGIATAN : PENYUSUNAN DETAIL ENGINEERING DESAIN (DED) PEMBANGUNAN GEDUNG DPRD PADA

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG PENGHASILAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DI KABUPATEN BANYUWANGI

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

I. Latar Belakang dan Dasar Hukum

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

Ditetapkan di Malili pada tanggal 29 April 2015 BUPATI LUWU TIMUR, ANDI HATTA M.

KERANGKA ACUAN KERJA PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN SPAM KABUPATEN TELUK WONDAMA

KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN

KERANGKA ACUAN KERJA PENGAWASAN PEMBANGUNAN KANTOR BKD KOTA SUNGAI PENUH

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 25 TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG

ADENDUM DOKUMEN PEMILIHAN

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 31 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGALOKASIAN ALOKASI DANA DESA KEPADA DESA

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN DED KEINDAHAN KOTA SE KABUPATEN WONOGIRI

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN PEMBUATAN MAKET PELABUHAN KARGO

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 NOMOR 26

KERANGKA ACUAN KERJA

Rencana Kinerja Bagian Pembangunan Tahun 2015 RENCANA KINERJA

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 103 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI MADIUN S A L SALINANN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 40 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 NOMOR 2 SERI E

KERANGKA ACUAN KERJA I. LATAR BELAKANG

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Addendum 1

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2015 TENTANG

KEGIATAN PENYUSUNAN DOKUMEN DED (DETAIL ENGINEERING DESIGN) KAWASAN WISATA MAITARA KOTA TIDORE KEPULAUAN

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG ALOKASI DANA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURBALINGGA,

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN

PERATURAN BUPATI BOGOR NOMOR 44 TAHUN 2018 TENTANG PENGALOKASIAN DAN TATA CARA PENYALURAN ALOKASI DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2018

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Addendum 1

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 7 TAHUN 2016

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG TATACARA PENGALOKASIAN ALOKASI DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2017

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan 1

BUPATI BONE BOLANGO PROVINSI GORONTALO PERATURAN BUPATI BONE BOLANGO NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

PEDOMAN UMUM PENGATURAN DAN PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA DAN TUNJANGAN PENGHASILAN APARATUR PEMERINTAH DESA DI KABUPATEN GARUT TAHUN ANGGARAN 2014

BUPATI GARUT P E R A T U R A N B U P A T I G A R U T

- 1 - BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG

NASKAH RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA ( RKP DESA ) TAHUN ANGGARAN 2016

PERATURAN DESA SIMPANG NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG ALOKASI DANA DESA (ADD) TAHUN ANGGARAN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DAFTAR ISI. Hal DAFTAR ISI DAFTAR TABEL KATA PENGANTAR. i ii iii PENDAHULUAN BAB I. A. Latar Belakang 1 B C. D.

BUPATI DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 59 TAHUN 2015 TENTANG

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 40 TAHUN 2015

DED REHABILITASI JARINGAN IRIGASI D.I. BELANTING

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

BUPATI PONOROGO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PONOROGO NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR : 2 TAHUN 2016 LAMPIRAN : 1 (satu) TENTANG

BAB V KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) STUDI LARAP PEMBANGUNAN BENDUNG GERAK KARANGNONGKO

BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI PERATURAN BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 31 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 21 TAHUN 2013 TENTANG

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN DERMAGA BLOK A

KERANGKA ACUAN KERJA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENATAAN RUANG (SIMTARU) KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2016

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 39 TAHUN 2013 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 36 TAHUN 2011 TANGGAL 23 AGUSTUS 2011

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

BUPATI KAMPAR PROPINSI RIAU PERATURAN BUPATI KAMPAR NOMOR 8 TAHUN 2016

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 99

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 32 TAHUN 2011 TANGGAL 9 AGUSTUS 2011

BUPATI GROBOGAN PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA)

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 30 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SRAGEN,

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 35 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

BUPATI BONDOWOSO PROVINSI JAWA TIMUR

SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 10 TAHUN 2012

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 18

1. DATA PROYEK. Lokasi : Kota Kupang Sumber Dana : APBNP Tahun Anggaran : 2017 Waktu Pelaksanaan : 20 hari kalender

RENCANA KERJA KECAMATAN KEDAMEAN KABUPATEN GRESIK TAHUN 2017

BUPATI KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN BUPATI KUPANG NOMOR : 7 TAHUN 2015 TENTANG

Transkripsi:

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Pengguna Anggaran : Ir. ANGGIT HERMANUADI, M.Si PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO SATKER/SKPD : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH NAMA PROGRAM : PENGKAJIAN PEMBANGUNAN BIDANG SOSIAL BUDAYA NAMA KEGIATAN : PENYUSUNAN KAJIAN SUB BIDANG PEMERINTAHAN NAMA PEKERJAAN : EVALUASI PENGELOLAAN APBD DESA KABUPATEN PROBOLINGGO BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017 1

AFTKERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN KEGIATAN : EVALUASI PENGELOLAAN APBD DESA KABUPATEN PROBOLINGGO : PENYUSUNAN KAJIAN SUB BIDANG PEMERINTAHAN URAIAN PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dengan disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, diharapkan segala kepentingan dan kebutuhan masyarakat desa dapat diakomodir dengan lebih baik. Pemberian kesempatan yang lebih besar bagi desa untuk mengurus tata pemerintahannya sendiri serta pemerataan pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, sehingga permasalahan seperti kesenjangan antar wilayah, kemiskinan, dan masalah sosial budaya lainnya dapat diminimalisir. UU Nomor 6 Tahun 2014 beserta peraturan pelaksanaanya telah mengamanatkan pemerintah desa untuk lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan dan berbagai sumber daya alam yang dimiliki, termasuk di dalamnya pengelolaan keuangan dan kekayaan milik desa. Peran besar yang diterima oleh desa, tentunya disertai dengan tanggung jawab yang besar pula. Oleh karena itu pemerintah desa harus bisa menerapkan prinsip akuntabilitas dalam tata pemerintahannya, dimana semua akhir kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan ketentuan. Dalam hal keuangan desa adanya penyusunan laporan APBD desa. Laporan ini dihasilkan dari suatu siklus pengelolaan keuangan desa, yang dimulai dari tahapan perencanaan dan penganggaran; pelaksanaan dan penatausahaan; hingga pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa. Di Kabupaten terdiri dari 330 desa pada 24 (dua puluh empat) Kecamatan. Yang mendapat alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) sebanyak 325 desa. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi pengelolaan dana dimaksud dalam kaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban kepada pemerintah. Akan tetapi berbagai hambatan dan halangan terjadi di lapangan, dengan keterbatatasan Sumber daya manusia yang berada di Desa baik segi kuantitas dan kualitas. Selain itu Di desa belum memiliki prosedur serta dukungan sarana dan prasarana dalam pengelolaan keuangannya serta belum kritisnya masyarakat atas pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa. Besarnya dana yang harus dikelola oleh pemerintah desa memiliki risiko yang cukup tinggi dalam pengelolaannya, khususnya bagi aparatur pemerintah desa. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman aparatur tentang perencanaan dan penganggaran yang akuntabel sebagai wujud pertanggung jawaban keuangan desa tersebut. 2. Maksud dan Tujuan Maksud dari Penyusunan Evaluasi Pengelolaan APBD desa Kabupaten adalah mengetahui dan meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran serta pengelolaan APBD desa Kabupaten. Sedangkan tujuannya adalah memberikan rekomendasi, arahan dan pedoman bagi pemerintah desa dalam perencanaan, penganggaran dan pengelolaan APBD desa. 3. Sasaran Tercapainya peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah desa 4. Manfaat Manfaat Penyusunan Evaluasi Pengelolaan APBD desa Kabupaten adalah sebagai pedoman bagi pemerintah desa dalam meningkatkan akuntabilitas kinerjanya terutama terkait perencanaan, penganggaran dan pengelolaan APBD desa. 2

5. Lokasi kegiatan Lokasi penyusunan evaluasi APBD desa ditetapkan pada 179 desa sampel yang terbagi pada kecamatan dataran tinggi, tengah dan pesisir sesuai data kemiskinan PBDT 6. Sumber Pendanaan 7. Nama dan Proyek/Satuan kerja Pengguna Anggaran Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan (APBD) Kabupaten tahun Anggaran 2017 dengan nilai Rp. 112.000.000 (Seratus Dua Belas Juta Rupiah ) Nama Pengguna Anggaran: Kepala Bappeda Kabupaten Nama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK): Kepala Sub Bidang Pembiayaan pada Bidang Ekonomi BAPPEDA Kabupaten. Satuan Kerja: Bappeda Kabupaten. 8. Standar Teknis Pelaksanaan pekerjaan wajib mengacu ketentuan ketentuan teknis yang berlaku diantaranya standar teknis yang terkait dan diakui dalam standar pelaksanaan pekerjaan jasa konsultasi pemerintah. 9. Dasar Hukum Adapun landasan hukum berpedoman kepada: 1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa; 2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015; 3) Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2014 tentang Desa; 4) Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara; 5) Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2014 tentang Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 6) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Peraturan di Desa; 7) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa; 8) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa; 9) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kewenangan Desa; 10) Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 22 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2017; 11) Peraturan Bupati Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Kabupaten sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2017; 12) Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2014 tentang Identifikasi dan Inventarisasi Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa. RUANG LINGKUP 10. Lingkup Kegiatan 1) Tahapan persiapan penyusunan dokumen Sebagai landasan dalam penyusunan dokumen ini diperlukan pemahaman terhadap produk hukum yang terkait, mulai dari undangundang hingga peraturan Bupati; 2) Kegiatan Pengumpulan Data Pada tahapan ini dilaksnakan pengumpulan data di lapangan baik melalui wawancara, penghimpunan data sekunder dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan; 3) Kegiatan FGD kegiatan FGD dilakukan dengan tujuan untuk mengkonfirmasi dan menggali informasi terkait akuntabilitas kinerja pemerintah desa baik melalui diskusi praktek maupun diskusi kendala dan permasalahan yang diahadapi; 4) Kegiatan Pengelolaan Data dan Analisa a) Kompilasi data meliputi kompilasi hasil survey dan hasil FGD 3

Lingkup Wilayah b) Analisa data meliputi analisa terhadap kebijakan dan kondisi dilapangan sehingga dapat merumuskan rekomendasi yang aplikatif; 5) Kegiatan Penyusunan Hasil dan Rekomendasi Hasil dari kegiatan ini berupa rekomendasi, arahan dan pedoman peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah desa; 6) Upaya Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Desa Didalamnya Meliputi : a) Kerangka acuan terhadap penyusunan RPJMDes b) Kerangka acuan terhadap penyusunan RKPDes c) Kerangka acuan terhadap penyusunan APBDes d) Kerangka acuan terhadap penyusunan LKPJDes e) Sinkronisasi antara RPJMDes, RKPDes, APBDes dan LKPJDes Adapun untuk ruang lingkup wilayah adalah Desa-desa yang berada Di Kabupaten 11. Keluaran 1) Tersusunnya Rekomendasi Peningkatan Akuntabilitas Pemerintah Desa 2) Tersusunnya Rekomendasi Sinkronisasi antara RPJMDes hingga APBDesa dan LKPJDes 12. Peralatan, Material, personil dan Fasilitas dari Pembuat Komitmen 13. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi 14. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa 15. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan Bappeda menyediakan fasilitas ruang rapat dan surat pengantar survei dan atau surat keterangan tenaga ahli untuk mendukung penyelesaian pekerjaan. Penyedia Jasa Konsultansi wajib menyediakan segala keperluan peralatan dan material yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, antara lain : a) Kendaraan untuk mobilisasi personil dan peralatan b) Peralatan Kantor : Alat Tulis Kantor, Komputer, Printer Lingkup kewenangan Penyedia Jasa akan diatur dalam Kontrak kerja 6(enam) bulan kalendar atau 180 (seratus delapan puluh) hari kalender. 16. Personil Kualifikasi Tenaga Ahli 1. Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan (Team Leader), 1 orang Sekurang-kurangnya Pendidikan Sarjana Ekonomi Pembangunan (S2/sederajat) dengan pengalaman profesional yang relevan dengan pekerjaan selama 5 (lima) tahun. 2. Tenaga Ahli Bidang akutansi, 1 orang Sekurang-kurangnya sarjana Akutansi dengan pengalaman profesional dalam bidang yang relevan dengan pekerjaan minimal selama 5 (lima) tahun 3. Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara, 1 orang Sekurang - kurangnya Pendidikan Bidang Administrasi negara (S1/sederajat) dengan pengalaman profesional dalam bidang yang relevan dengan pekerjaan minimal selama 3 (tiga) tahun 4. Tenaga Ahli Bidang Statistik, 1 orang Sekurang - kurangnya Sarjana Ilmu Sosial (S1/sederajat) dengan pengalaman profesional dalam bidang yang relevan dengan pekerjaan selama 3 (tiga) tahun. 1. Surveyor, 5 orang Sekurang - kurangnya pendidikan minimal D3/yang sederajat 2. Administrasi, 1 orang Sekurang - kurangnya pendidikan minimal D3/yang sederajat 3. Operator Komputer, 1 orang Sekurang - kurangnya SMA/STM/yang sederajat 4

17. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan No Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 1 Persiapan dan penyusunan Lapdal 2 Paparan hasil Lapdal 3 Revisi Lapdal 4 Pengumpulan data 5 FGD Lap. Antara 6 Analisis 7 Paparan hasil Lap. Antara 8 Revisi Lap.Antara 9 Penyusunan Lap Akhir 10 FGD Lap.Akhir 11 Paparan hasil Lap. Akhir 12 Revisi Lap. Akhir 18. Laporan Pendahuluan Bagian Satu : PENDAHULUAN berisi latar belakang, landasan kebijakan mengenai penyusunan dokumen Evaluasi Pengelolaan APBD Desa Kabupaten. Bagian ini juga menjelaskan tujuan dan manfaat dari dokumen yang kemudian dilanjutkan dengan sistematika penulisan. Bagian Dua : GAMBARAN UMUM PEMERINTAHAN DESA berisi kondisi geografis, demografis dan pemerintahan desa berdasarkan citra awal yang didapat dari data-data statistik. Bagian Ketiga : METODOLOGI yaitu berisi metode yang akan digunakan dalam penyelesaian dokumen Evaluasi Pengelolaan APBD Desa Kabupaten, yang meliputi metode pengumpulan data dan metode analisis serta rencana pelaksanaan FGD. Spesifikasi Dokumen: Nama Dokumen Laporan Pendahuluan 5 (lima) buku Kertas Sampul Glossy paper 19. Laporan Antara Bagian Keempat : POTRET PEMERINTAH DESA yang berisi tentang: 1. Data dan fakta umum mengenai kondisi pemerintah desa yang ada di Kabupaten 2. Data dan fakta rinci mengenai perencanaan, penganggaran dan pengelolaan keuangan desa. Bagian kelima : ANALISIS KEBIJAKAN DAN KELEMBAGAAN berisi : 1. Analisis tentang kebijakan nasional, propinsi maupun daerah kabupaten probolinggo terkait perencanaan, penganggaran dan pengelolaan keuangan desa 2. Analisis terhadap kelembagaan pemerintahan desa. Bagian Keenam : ANALISIS AKUNTABILITAS PEMERINTAH DESA 5

menjelaskan permasalahan yang dihadapi pemerintah desa dalam perencanaan, penganggaran dan pengelolaan keuangan desa disamping itu juga mengidentifikasi langkah alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja pemerintah desa. Bagian Ketujuh : ANALISIS SINKRONISASI PERENCANAAN, PENGANGGARAN DAN PELAPORAN berisi tentang analisis sinergitas antara perencanaan hingga pelaporan Spesifikasi Dokumen: Nama Dokumen Laporan Antara 5 (lima) buku Kertas Sampul Glossy paper 20. Laporan Akhir Bagian Kedelapan : ARAHAN STRATEGI DAN REKOMENDASI berisi tentang strategi yang dapat direkomendasikan berdasarkan hasil analisa dan FGD. Bagian Kesembilan : SISTEM MONITORING DAN EVALUASI menjelaskan tentang bagaimana sistem monev dapat memastikan konsistensi antara perencanaan, penganggaran hingga pelaporan. Bagian Kesepuluh : PENUTUP berisi harapan ke depan dengan disusunnya dokumen Evaluasi Pengelolaan APBD Desa Kabupaten terhadap peningkatan akuntabilitas pemerintah desa. Spesifikasi Dokumen Nama Dokumen Eksekutif Summary 30 (tiga puluh) eksemplar Kertas Sampul Glossy paper Nama Dokumen Laporan Akhir 30 (tiga puluh)buku Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan. 21. Produksi dalam Negeri Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik lndonesia kecuali ditetapkan lain dalam 6

22. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri. Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut, antara lain: 1. Memenuhi kaidah-kaidah pengumpulan data statistik dan kaidah-kaidah ilmiah; 2. Data sekunder yang dikumpulkan merupakan data terbaru yang setidaknya mencerminkan kondisi 3 (tiga) tahun terakhir. KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PROBOLINGGO Ir. ANGGIT HERMANUADI, MSi Pembina Utama Muda NIP.19610127 198603 1 009 7