BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN 1. Sejarah Reyog secara umum menceritakan tentang Prabu Klono Sewandhono ingin melamar Dewi Songgolangit yaitu yang lebih dikenal sebagai cerita versi Bantarangin. Keadaan nyata kesenian Reyog di Desa Sumoroto berkembang dengan baik melalui paguyupan kesenian dan pengrajin Reyog, adanya monumen Bantarangin yang ada di Desa Sumoroto membuat kesenian ini dapat dilestarikan hingga kewilayah desa melalui berbagai pementasan. 2. Nilai yang terkandung dalam kesenian Reyog yaitu Nilai Sosial berupa nilai gotong royong, nilai hiburan, selain itu terdapat Nilai Budaya, Nilai Pendidikan, Nilai Ekonomi. Norma yang terkandung dalam kesenian Reyog seperti Norma Berbuat, Norma Kebiasaan dan Norma Kelakuan. Ritual yang berbau mistis dalam kesenian Reyog di Desa Sumoroto sudah tidak dilaksanakan, karena pelaku kesenian yang memiliki pikiran modern dan memiliki agama yang semakin kuat. 3. Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kesenian Reyog Desa Sumoroto dilakukkan oleh berbagai pihak yang turut serta di dalamnya baik pemerintah, paguyupan tari, pengrajin, dan dukungan dari masyarakat yaitu: a. Pengrajin 115
116 1) Para pengrajin melakukan usaha mereka, seperti meminjam pinjaman kredit dari bank, menerima bantuan dana dari pihak swasta, dan mengumpulkan uang pribadi. 2) Membuat kerajinan dengan ciri khas dan menggunakan bahan yang berkualitas, b. Paguyupan 1) Melakukan pelatihan dan komunikasi yang rutin, kepada anggota paguyupan dan kepada siswa yang mengikuti pelatihan di sanggar sekolah, 2) Para anggota mengikuti perkumpulan paguyupan, serta membahas mengenai permasalahan ataupun musyawarah prihal kesenian Reyog seperti iuran untuk pendanaan perawatan peralatan kesenian, agenda pementasan dalam waktu dekat atau waktu yang lama, 3) Mengikuti pementasan dan pameran budaya yang berskala nasional maupun internasional, yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kesenian Reyog kepada masyarakat luas, 4) Paguyupan di Desa Sumoroto mengurangi biaya pementasan, apabila pementasan Reyog dilakukan di Desa tersebut. c. Masyarakat
117 1) Masyarakat berpartisipasi untuk terus mendukung kesenian ini dan memperkenalkan kesenian pada berbagai kalangan serta generasi penerus. d. Pemerintah 1) Pemerintah melakukkan upaya yaitu dengan memfasilitasi berbagai program seperti pembinaan baik untuk paguyupan dan pengrajin Reyog, mengadakan festival Reyog Mini dan Nasional, acara pementasan Reyog B. SARAN 1. Paguyupan dan Pengrajin Reyog a. Terus melakukan regenerasi di Desa Sumoroto dan Ponorogo, agar ketrampilan dan pengetahuan mengenai kesenian Reyog sebagai budaya asli masyarakat Ponorogo terus terjaga. b. Menanamkan nilai dan norma yang terkandung dalam kesenian Reyog kepada masyarakat luas, supaya nilai dan norma tersebut mampu memberikan pembelajaran bagi semua orang melalui pendidikan, pelatihan kesenian maupun sosialisasi mengenai kesenian Reyog. c. Mencari sponsor ataupun dana dari pihak swasta dan pihak lain seperti koperasi yang mampu memberikan sumbangan dengan cara dan aturan yang mudah serta tidak merugikan untuk pengembangan kesenian Reyog.
118 2. Pemerintah a. Pemerintah tidak hanya melakukkan pembinaan pada paguyupan dan pengrajin. b. Perlunya survei secara langsung di lapangan agar mengetahui keadaan nyata para pelaku kesenian dapat memberikan solusi untuk masalah teknis dan non teknik seperti pelaksanaan maupun pendanaan yang dialami oleh paguyupan dan pengrajin. c. Memonitor perkembangan kesenian Reyog yang ada di wilayah Desa hingga ke wilayah luar, untuk menjaga kelestarian kesenian maupun menghindari permasalahan penjlipakan. d. Membuat kebijakan mengenai harga minimal kerajinan bagi penjual dan bagi para pengrajin agar harga produk dan keberadaan kerajinan lebih stabil di pasaran. e. Memperkenalkan dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai kesenian Reyog dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya melalui jalur pendidikan, maupun sosialisasi, supaya lebih mengenal seluk beluk kesenian Reyog. 3. Masyarakat a. Masyarakat tidak hanya mengetahui tarian Reyog saja, tetapi mengetahui bagaimana sejarah terjadinya kesenian ini dan mengetahui nilai-nilai Kearifan lokal maupun norma yang terkandung dalam kesenian Reyog.
119 b. Masyarakat ikut berpartisipasi dalam pelestarian kesenian Reyog agar tetap bertahan di perkembangan jaman seperti ikut memperkenalkan kesenian pada anak cucu dan memperkenalkan secara lisan kebeberapa orang yang belum mengetahui mengenai kesenian ini.