Sambutan Kepala Badan Investasi dan Promosi Pada Acara Pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Kawasan Perhatian Investasi MP3EI Rabu, 30 April 2014 Bismillahirrahmanirrahim Assalamua alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahi Rabbil alamin, Wassalatu Wasalamu ala Asyarafil Ambia-i Walmursalin. Wa ala alihi Washahbihi ajma in Yang kami hormati (disesuaikan); - Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM RI. - Para Narasumber/Fasilitator Lembaga ICAOS Unsyiah Banda Aceh - Para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan Instansi Terkait lainnya. - Para Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se -Aceh - Hadirin dan hadirat serta undangan yang berbahagia. 1
Syukur Alhamdulillah, segala puja dan puji kita persembahkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-nya kepada kita semua. Salawat beriring salam kita sampaikan ke pangkuan Junjungan Alam Baginda Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau sekalian. Hadirin yang kami hormati. Dalam rangka mewujudkan percepatan investasi Aceh sesuai dengan Visi Badan Investasi dan Promosi Aceh adalah Aceh menjadi salah satu daerah Investasi Utama Tahun 2017 oleh karena itu misi yang kita usung adalah Meningkatkan sumber daya manusia penanaman modal. Membentuk citra Aceh sebagai daerah tujuan utama investasi. Melaksanakan integrasi perencanaan dan pengendalian penanaman modal dengan Pemerintah, 2
Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, swasta, perbankan, dan masyarakat. Hadirin yang kami hormati. Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa salahsatu sumber pendanaan pembangunan adalah investasi swasta. Karena itu, Pemerintah Aceh menempatkan penanaman modal sebagai salah-satu urusan wajib yang diprioritaskan dalam RPJM Aceh 2012-2017. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena realisasi investasi di Aceh terus meningkat. Dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan oleh masing-masing perusahaan kepada Pemerintah Aceh, dapat kita ketahui bahwa investasi riil yang telah ditanamkan di Aceh selama tahun 2013 adalah Rp 5,091 trilyun. Ini berasal dari 139 proyek/perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri dan Luar Negeri. 3
Alhamdulillah, perusahaan-perusahaan tersebut telah menampung tenaga kerja sebesar 21 ribu orang lebih saudara-saudara kita. Selain itu, para investor baru juga terus berdatangan untuk berinvestasi di Aceh. Selama tahun 2013 terdapat 42 perusahaan baru yang mendapat izin investasi di Aceh. Berbagai perusahaan dalam dan luar negeri tersebut berkomitmen akan menanamkan modalnya sebesar Rp. 6,1 triliun di 10 sektor unggulan. Hadirin yang kami muliakan, Hasil yang telah kita capai tersebut tentu tidak akan membuat kita berpuas diri. Di saat kita mengusahakan dalam jangka pendek potensi unggulan daerah diproduksi dan dijual dengan cepat, maka pada saat bersamaan kita juga perlu menyusun strategi jangka menengah dan panjang. Ini sesuai dengan Roadmap yang 4
terdapat dalam Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Aceh yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 71 pada akhir tahun 2012 lalu. Dalam satu dekade ke depan, kita perlu mendorong pergeseran fokus investasi dari sektor primer yang cenderung ekstraktif ke sektor sekunder dan tersier yg bersifat value additive. Salah-satu kebijakan Pemerintah Aceh adalah menciptakan pengembangan Kawasan Perhatian Investasi (KPI) sebagaimana termuat dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pengelolaan Kawasan Perhatian Investasi adalah langkah strategis kita ke depan untuk mempercepat pertumbuhan investasi melalui berbagai koridor ekonomi di seluruh Aceh yang dapat dihidupkan oleh tiga hal: Pertama, membuat kebijakan yang pro investasi. 5
Kedua, memastikan terbangunnya konektivitas hulu-hilir yang menghubungkan sentra-sentra produksi dengan kawasan industri pengolahan yang mesti dibangun di dalam daerah kita sendiri. Dan ketiga, menyiapkan sumberdaya manusia yang terdidik dan terampil sesuai kebutuhan lapangan kerja. Hadirin yang kami hormati. Agar Kawasan Perhatian Investasi di Aceh hadir secara nyata, maka kita perlu melakukan pendekatan "breakthrough" (terobosan) yang didasari oleh semangat "not business as usual". Karena itu, Badan Investasi dan Promosi Aceh sejak tahun 2013 membuat inovasi inovasi, di antaranya buku Detailed Plan proyek-proyek investasi di Aceh, Peraturan Gubernur No. 02 Tahun 2014 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal di Aceh, dan penyusunan rancangan Peraturan Gubernur tentang Kawasan Perhatian Investasi di Aceh (Pergub KPI). 6
Diharapkan, kebijakan dan regulasi ini dapat mengarahkan seluruh instansi pemerintah di Aceh untuk secara terpadu menyusun program/kegiatan yang mendukung proyek-proyek investasi. Pertemuan hari ini adalah salah-satu langkah penting untuk memberi masukan kepada kami dalam menyempurnakan substansi Pergub KPI agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah. Kami mengajak Saudara-saudara untuk saling bertukar pengalaman dan informasi di sektor masing-masing dalam diskusi yang terbuka. Hasil diskusi nanti mudah-mudahan dapat meningkatkan kualitas regulasi Pemerintah Aceh dalam memperbaiki iklim investasi di Aceh. Bapak dan Ibu yang kami hormati, Selanjutnya saya ucapkan Selamat mengikuti Acara FGD ini, Semoga Allah SWT meridhai usaha dan 7
perjuangan kita untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh. Demikian sambutan dan harapan kami, mudahmudahan acara hari ini dapat memberi kontribusi positif bagi peningkatan penanaman modal di Aceh. Akhirnya dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, acara "Focus Group Discussion Kawasan Perhatian Investasi MP3EI" resmi kami nyatakan dibuka. Wabillahitaufiq walhidayah Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh Ir. Iskandar, M.Sc 8