BERITA RESMI STATISTIK BPS KOTA GUNUNGSITOLI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2016 IPM KOTA GUNUNGSITOLI TAHUN 2016 SEBESAR 66,85 No. 01/12785/06/2017, 11 Juli 2017 Pembangunan manusia di Kota Gunungsitoli terus mengalami peningkatan, IPM Kota Gunungsitoli tahun 2016 sebesar 66,85 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015 yang sebesar 66,41. IPM ini berada di peringkat ke-24 bila dibandingkan Kabupaten/kota se-provinsi Sumatera Utara. IPM Kota Gunungsitoli mengalami pertumbuhan sebesar 0,66 persen pada tahun 2016, atau lebih rendah bila dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan IPM Kota Gunungsitoli terus mengalami perlambatan sejak tahun 2013.. Berdasarkan kriteria UNDP, IPM Kota Gunungsitoli tahun 2016 berada pada status sedang,. namun status IPM tersebut belum bergerak selama 5 tahun terakhir. Seluruh komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan. Bayi baru lahir (Angka Harapan Hidup) pada tahun 2016 memiliki peluang hidup hingga 70,36 tahun atau meningkat dari 70,20 tahun dari bayi yang lahir pada tahun 2015. Angka Harapan Hidup Kota Gunungsitoli berada di peringkat ke-5 bila dibandingkan dengan Kabupaten/kota se- Sumatera Utara. Demikian juga dengan dimensi pengetahuan yang juga mengalami peningkatan. Anak-anak usia 7 tahun mempunyai peluang untuk bersekolah (Angka Harapan Lama Sekolah) selama 13,66 tahun pada tahun 2016, ini meningkat dari 13,65 tahun pada tahun 2015. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas hanya mengalami sedikit peningkatan dari 8,18 tahun pada tahun 2015 menjadi 8,20 tahun pada 2016. Angka Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah masingmasing menempati peringkat ke-5 dan ke-25 di antara Kabupaten/kota se-sumatera Utara. Pengeluaran per kapita (harga konstan 2012) mengalami peningkatan menjadi 6,96 juta rupiah per kapita /tahun pada tahun 2016 dibandingkan pada tahun 2015 sebesar 6,74 juta rupiah per kapita/tahun. Pengeluaran per kapita Kota Gunungsitoli menempati peringkat ke-29 di antara Kabupaten/kota se-sumatera Utara. 1. Perkembangan IPM Gunungsitoli Tahun 2011 2016 Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging people choice). IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010. BPS mengadopsi perubahan metodologi penghitungan IPM yang baru pada tahun 2014 dan melakukan backcasting sejak tahun 2010. IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard of living). Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Angka Harapan Hidup saat lahir (AHH), yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat kelahiran sama sepanjang usia bayi. Pengetahuan diukur melalui indikator Rata-rata Berita Resmi Statistik No. 01/12785/06/2017, 11 Juli 2017 1
Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah rata-rata lamanya (tahun) penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya (tahun) sekolah formal yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Standar hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita disesuaikan, yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli (purchasing power parity). IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan melakukan standardisasi dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks. IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu kecepatan dan status pencapaian. IPM Kota Gunungsitoli mengalami peningkatan dari tahun 2015 sebesar 66,41 menjadi 66,85 pada tahun 2016 atau tumbuh 0,66 persen pada periode 2015-2016, atau lebih rendah bila dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan IPM Kota Gunungsitoli tertinggi terjadi pada tahun 2013 yang sebesar 1,41 persen, namun terus melambat sampai dengan tahun 2016 ini. Berdasarkan kriteria UNDP, IPM Kota Gunungsitoli tahun 2016 berada pada status sedang. Dengan demikian, status IPM belum bergerak selama 5 tahun terakhir. IPM Kota Gunungsitoli tahun 2016 masih berada di bawah rata-rata IPM Provinsi Sumatera Utara, dan menempati peringkat ke-24 dibandingkan dengan Kabupaten/kota se-sumatera Utara. 2. Pencapaian Kapabilitas Dasar Manusia 68 67 66 65 64 63 62 61 60 63,71 Gambar 1 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA Kota Gunungsitoli 2011-2016 Pencapaian pembangunan manusia sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Oleh karena itu, peningkatan capaian IPM tidak terlepas dari peningkatan setiap komponennya. Seiring dengan meningkatnya angka IPM, indeks masing-masing komponen IPM juga menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Tabel 1 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gunungsitoli Menurut Komponen, 2011 2016 Komponen Satuan 2011 2012 2013 2014 2015 2016 (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Angka harapan hidup saat lahir (AHH) Tahun 70,03 70,08 70,13 70,19 70,29 70,36 Harapan lama sekolah (HLS) Tahun 12,67 12,79 12,92 13,28 13,65 13,66 Rata-rata lama sekolah (RLS) Tahun 7,20 7,55 8,16 8,17 8,18 8,20 Pengeluaran per kapita Rp000 6.461 6.492 6.524 6.685 6.742 6.963 IPM 63,71 64,34 65,25 65,91 66,41 66,85 Pertumbuhan IPM % - 0,98 1,41 1,02 0,76 0,66 64,34 65,25 65,91 66,41 66,85 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Berita Resmi Statistik No. 01/12785/06/2017, 11 Juli 2017 2
a. Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat Angka Harapan Hidup saat lahir merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat Angka Harapan Hidup Kota Gunungsitoli pada tahun 2016 sebesar 70,36 tahun, ini menunjukkan bahwa bayi yang lahir tahun 2016 mempunyai harapan untuk hidup sampai dengan usia 70,36 tahun. Angka Harapan Hidup terus mengalami peningkatan sejak tahun 2011. Pada tahun 2011, Angka Harapan Hidup Kota Gunungsitoli sebesar 70,03 persen meningkat menjadi 70,08 tahun pada tahun 2012, meningkat menjadi 70,13 tahun pada tahun 2013, meningkat menjadi 70,19 tahun, meningkat menjadi 70,29 tahun pada tahun 2015, dan akhirnya menjadi 70,36 tahun pada tahun 2016. Bila dilihat perkembangan pada periode 2011-2016, perkembangan tertinggi terjadi pada tahun 2015, dimana Angka Harapan Hidup Kota Gunungsitoli bertambah 0,10 tahun. Angka Harapan Hidup Kota Gunungsitoli tahun 2016 berada di atas Angka Harapan Hidup Provinsi Sumatera Utara yang sebesar 68,33 tahun, dan menempati peringkat ke-8 dibandingkan dengan Kabupaten/kota se-sumatera Utara. 70,5 70,4 70,3 70,2 70,1 70 70,03 Gambar 2 Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Gunungsitoli 2011-2016 70,08 70,13 70,19 70,29 70,36 2011 2012 2013 2014 2015 2016 b. Dimensi Pengetahuan Dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah penduduk usia 7 tahun ke atas dan Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas. Sebagaimana dengan dimensi umur panjang dan hidup sehat, kedua indikator ini juga mengalami peningkatan selama periode 2011-2016. Angka Harapan Lama Sekolah Penduduk Usia 7 Tahun Ke Atas Kota Gunungsitoli pada tahun 2016 sebesar 13,66 tahun. Ini berarti anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus SMA atau D1. Angka Harapan Lama Sekolah terus meningkat sejak tahun 2011. Angka Harapan Lama Sekolah pada tahun 2011 sebesar 12,67 tahun meningkat menjadi 12,79 tahun pada tahun 2012, meningkat menjadi 12,92 tahun pada tahun 2013, meningkat menjadi 13,28 tahun pada tahun 2014, meningkat menjadi 13,65 tahun pada tahun 2015, dan akhirnya meningkat menjadi 13,66 tahun pada tahun 2016. Dengan demikian, peningkatan tertinggi terjadi pada periode 2014-2015 dimana angka harapan lama sekolah meningkat 0,37 tahun, sedangkan peningkatan terendah terjadi pada periode 2015-2016 yaitu hanya bertambah 0,01 tahun. Angka Harapan Lama Sekolah Kota Gunungsitoli tahun 2016 berada di atas Harapan Lama Sekolah Provinsi Sumatera Utara yang sebesar 13,00 tahun, dan menempati peringkat ke-5 dibandingkan dengan Kabupaten/kota se-sumatera Utara. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas di Gunungsitoli pada tahun 2016 sebesar 8,20 tahun. Ini menunjukkan bahwa rata-rata pendidikan penduduk usia 25 tahun ke atas di Kota Gunungsitoli hampir menyelesaikan pendidikan hingga kelas IX (SMP kelas III). Sejak tahun 2011, Angka rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas juga mengalami peningkatan secara terus menerus setiap tahun. Berita Resmi Statistik No. 01/12785/06/2017, 11 Juli 2017 3
Angka rata-rata lama sekolah pada tahun 2011 sebesar 7,20 tahun meningkat secara berturut menjadi 7,55 tahun pada tahun 2012, menjadi 8,16 pada tahun 2013, menjadi 8,17 tahun pada tahun 2014, menjadi 8,18 tahun pada tahun 2015, dan akhirnya menjadi 8,20 tahun pada tahun 2016. Peningkatan tertinggi terjadi pada periode 2012-2013 yaitu sebesar 0,51 tahun, sedangkan peningkatan terendah terjadi pada periode 2013-2014 dan 2014-2015 dimana masing-masing hanya bertambah 0,01 tahun. Pada tahun 2016, Rata-rata Lama Sekolah penduduk Gunungsitoli usia 25 tahun ke atas masih berada di bawah Rata-rata Lama Sekolah Provinsi Sumatera Utara yang sebesar 9,12 tahun, dan menempati peringkat ke-25 dibandingkan dengan Kabupaten/kota se-sumatera Utara. 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 Gambar 3 Harapan Lama Sekolah (Tahun), dan Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Kota Gunungsitoli 2011-2016 12,67 12,79 12,92 7,20 7,55 13,28 13,65 13,66 8,16 8,17 8,18 8,20 2011 2012 2013 2014 2015 2016 RLS HLS C. Dimensi Standar Hidup Layak Dimensi terakhir yang mewakili kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita (harga konstan 2012). Pada tahun 2016, pengeluaran per kapita masyarakat Kota Gunungsitoli mencapai Rp 6,96 juta per tahun, meningkat dari Rp. 6,74 juta per tahun pada tahun 2015 atau meningkat 3,28 persen yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode 2011-2016. Selama lima tahun terakhir, pengeluaran per kapita masyarakat secara rata-rata meningkat sebesar 1,52 persen per tahun. Pengeluaran per kapita Kota Gunungsitoli tahun 2016 masih berada jauh di bawah pengeluaran per kapita Provinsi Sumatera Utara yang sebesar Rp. 9,74 juta per tahun, 7000 6900 6800 6700 6600 6500 6400 6300 6200 6100 6.461 Gambar 4 Pengeluaran Per Kapita/Tahun Kota Gunungsitoli 2011-2016 6.492 6.524 6.685 dan menempati peringkat ke-25 dibandingkan dengan Kabupaten/kota se-sumatera Utara. 6.742 6.963 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Berita Resmi Statistik No. 01/12785/06/2017, 11 Juli 2017 4
Lampiran 1 Kabupaten/ Kota Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Kabupaten/kota Se Sumatera Utara, 2016 Angka Harapan Hidup (Tahun) Harapan Lama Sekolah (Tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Pengeluaran per Kapita/ Tahun (Rp. 000) IPM Peringkat (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Nias 69,07 12,09 4,92 6.409 59,75 31 2 Mandailing Natal 61,77 12,78 7,89 9.237 64,55 29 3 Tapanuli Selatan 64,01 13,07 8,35 10.821 68,04 21 4 Tapanuli Tengah 66,62 12,45 8,03 9.694 67,27 22 5 Tapanuli Utara 67,71 13,61 9,32 11.242 71,96 10 6 Toba Samosir 69,25 13,19 10,09 11.687 73,61 4 7 Labuhan Batu 69,40 12,58 8,78 10.559 70,50 12 8 Asahan 67,47 12,52 8,33 10.288 68,71 19 9 Simalungun 70,43 12,70 8,86 10.855 71,48 11 10 Dairi 67,95 12,84 8,70 10.190 69,61 15 11 Karo 70,69 12,65 9,51 11.925 73,29 8 12 Deli Serdang 71,06 12,69 9,68 11.683 73,51 6 13 Langkat 67,79 12,71 8,18 10.567 69,13 16 14 Nias Selatan 67,83 11,97 4,65 6.647 59,14 32 15 Humbang Hasundutan 68,26 13,21 8,91 7.135 66,56 26 16 Pakpak Bharat 64,95 13,81 8,46 7.641 65,81 28 17 Samosir 70,47 13,42 8,94 7.813 68,82 17 18 Serdang Bedagai 67,63 12,54 8,34 10.246 68,77 18 19 Batu Bara 65,95 12,34 7,75 9.886 66,69 25 20 Padang Lawas Utara 66,54 12,30 8,92 9.600 68,05 20 21 Padang Lawas 66,40 12,92 8,41 8.094 66,23 27 22 Labuhan Batu Selatan 68,11 12,94 8,69 10.712 70,28 13 23 Labuhan Batu Utara 68,80 12,54 8,33 11.278 70,26 14 24 Nias Utara 68,68 12,41 6,07 5.770 60,23 30 25 Nias Barat 68,10 12,60 5,77 5.391 59,03 33 26 Kota Sibolga 67,87 13,11 9,86 11.034 72,00 9 27 Kota Tanjung Balai 62,09 12,41 9,13 10.577 67,09 23 28 Kota Pematang Siantar 72,46 14,00 10,75 11.878 76,90 2 29 Kota Tebing Tinggi 70,21 12,65 10,07 11.747 73,58 5 30 Kota Medan 72,34 14,06 11,18 14.393 79,34 1 31 Kota Binjai 71,67 13,57 10,28 10.342 74,11 3 32 Kota Padangsidimpuan 68,37 14,49 10,48 10.198 73,42 7 33 Kota Gunungsitoli 70,36 13,66 8,20 6.963 66,85 24 SUMATERA UTARA 68,33 13,00 9,12 9.744 70,00 11 Berita Resmi Statistik No. 01/12785/06/2017, 11 Juli 2017 5
Lampiran 2 Infografis 1. Infografis 2. Berita Resmi Statistik No. 01/12785/06/2017, 11 Juli 2017 6
Infografis 3. Berita Resmi Statistik No. 01/12785/06/2017, 11 Juli 2017 7
Informasi lebih lanjut hubungi : BPS KOTA GUNUNGSITOLI Telepon: 0639-22290, Fax : 0639-22290 E-mail: bps1278@bps.go.id Website:http://gunungsitolikota.bps.go.id Jl. Sutomo No. 1278, Lasara Bahili-Gunungsitoli Berita Resmi Statistik No. 01/12785/06/2017, 11 Juli 2017 8