MODUL 4 IKTERUS NEONATORUM

dokumen-dokumen yang mirip
BUKU PEGANGAN MAHASISWA MODUL 4 BAYI BERATLAHIR RENDAH

Buku Kerja Mahasiswa MODUL KESADARAN MENURUN. Semester Awal Tahun Akademik 2016/2017

MUDAH LAPAR DAN HAUS

KULIT MENGHITAM MODUL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MAHASISWA SISTEM ENDOKRIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

MODUL 2 KESADARAN MENURUN

MODUL SISTEM MUSKULOSKELETAL

MODUL I SESAK NAFAS PENDAHULUAN

BATUK & SESAK PADA ANAK

MODUL-1 LUKA / TRAUMA

MODUL PROBLEM BASED LEARNING NYERI KEPALA

MODUL 1 BATUK & SESAK PADA DEWASA

MODUL PROBLEM BASED LEARNING GANGGUAN SOMATOFORM

Buku Kerja Mahasiswa MODUL DIARE SISTEM MEKANISME DASAR PENYAKIT

KESADARAN MENURUN & SESAK NAPAS

MODUL PROBLEM BASED LEARNING GANGGUAN TIDUR

PEMERIKSAAN ORGAN DALAM

MODUL-1 LUKA / TRAUMA

Buku Pegangan Mahasiswa MODUL KAKI BENGKAK. Diberikan pada Mahasiswa Semester Kedua Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

BUKU KERJA MAHASISWA MODUL. Diberikan pada Mahasiswa Semester II Fakultas Kedokteran Unhas

MODUL LEMAH SEPARUH BADAN

BUKU KERJA MAHASISWA MODUL 3 INFEKSI BERULANG. Diberikan pada Mahasiswa Semester II Fakultas Kedokteran Unhas

BERCAK MERAH PADA KULIT

MODUL 2 MASALAH KESEHATAN DALAM KELUARGA

MODUL 1 : PILEK MENAHUN

PROBLEM BASED LEARNING MODUL 1 GANGGUAN TUMBUH KEMBANG & MALNUTRISI ENERGI PROTEIN

MODUL PROBLEM BASED LEARNING GANGGUAN TIDUR

MODUL TUTORIAL. Pegangan Mahasiswa SISTEM RESPIRASI. Penyusun Tim Sistem Respirasi PSPD FKK UMJ

SISTEM GEH GASTROENTERO-HEPATOLOGI

MODUL PROBLEM BASED LEARNING ADIKSI

MODUL 1 IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN. Disajikan Bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Semester VII

Evaluasi. Metoda Evaluasi

MATA KULIAH FARMAKOTERAPI SISTEM ENDOKRIN & HORMON

BUKU PEGANGAN MAHASISWA MODUL INDERA KHUSUS - THT. Diberikan pada mahasiswa semester V Fakultas Kedokteran Unhas

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB IV PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN

Modul 4 LUKA PADA ALAT KELAMIN

BUKU PEGANGAN MAHASISWA MODUL ANEMIA. Tahun Akademik Semester Empat. (dr Tutik Harjianti,SpPD-KHOM) SISTIM HEMATOLOGI

MODUL SISTEM MUSKULOSKELETAL

IDENTIFIKASI PERAN STAF EDUKASI YANG DIBUTUHKAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU DALAM RANGKA PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum Problem-Based Learning (PBL) diperkenalkan pertama kali di

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

SILABUS BLOK INFEKSI & PENYAKIT TROPIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN 2014 SILABUS

MODUL GLOMERULONEFRITIS AKUT

MATA KULIAH FARMAKOTERAPI SISTEM ENDOKRIN & HORMON

TEKNIK SEVEN JUMP. Yunia Hastami Siti Munawaroh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2015

Diabetes Melitus Gestasional. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang. Pada beberapa tahun terakhir ini terjadi inovasi. di dalam sistem pendidikan kedokteran di Indonesia,

BUKU PEGANGAN MAHASISWA

TEAM BASED LEARNING MODUL BINTIL PADA KULIT

ABSTRAK INSIDENSI DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO IKTERUS NEONATORUM DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2005

TAKUT YANG TIDAK WAJAR

MANUAL PROSEDUR PELAKSANAAN PBM

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) FISIOLOGI KEDOKTERAN

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP GBPP

PERSAMAAN PERSEPSI TUTORIAL SISTEM UROGENITALIA 13 APRIL Program Studi Pendidikan Dokter FKK UMJ

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG IKTERUS FISIOLOGIS PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN ABSTRAK

Manual Prosedur. Pembelajaran Metode Problem Based Learning PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BUKU MODUL TUTOR BLOK 12 REPRODUKSI. PENYUSUN: dr. Sugiyanta, M.Ked.

MANUAL KETERAMPILAN KLINIK KEDOKTERAN KOMUNITAS PENGISIAN REKAM MEDIS

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) FISIOLOGI KEDOKTERAN

BAB l PENDAHULUAN. Angka Kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk

BUKU KERJA MAHASISWA MODUL 2 PILEK MENAHUN. Diberikan pada Mahasiswa Semester II Fakultas Kedokteran Unhas

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

CLINICAL EXPOSURE BLOK NEUROPSIKIATRI

MATA KULIAH PATOLOGI KLINIK

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) Mata Kuliah: Ilmu Kesehatan Anak (IKA)

BUKU PEDOMAN KERJA MAHASISWA MATA AJAR KEPERAWATAN KOMUNITAS II TAHUN AKADEMIK

HUBUNGAN ANTARA INSIDEN IKTERUS NEONATORUM DENGAN PERSALINAN SECARA INDUKSI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ikterus neonatorum merupakan masalah yang sering dijumpai pada perawatan bayi baru lahir normal, khususnya di

Panduan Modul Manajemen Rumah Sakit

PROFIL PNEUMONIA NEONATAL DI SUB BAGIAN NEONATOLOGI BLU RSU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2009-JULI 2011

Pertumbuhan Janin Terhambat. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN 2014 SILABUS

SILABUS. : Supiati, S.Si.T, M.Kes, dr.h. Lilik Prasetyo N, SPOG, Suwanti, SSiT

MATA KULIAH FARMASI KLINIK

PANDUAN PRAKTIK KLINIS ASFIKSIA NEONATORUM Page 1

HUBUNGAN INSIDEN IKTERUS NEONATORUM DENGAN PERSALINAN SECARA VAKUM EKSTRAKSI

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH FARMAKOLOGI KLINIK

SILABUS UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

MODUL SISTEM HEMATOLOGI. Penyusun Tim Sistem Hematologi PSPD FKK UMJ. Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Smartphone atau telepon pintar adalah telepon genggam yang mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. Kematian Bayi (AKB) dalam suatu negara. Angka Kematian Bayi (AKB)

Manual Prosedur MATRIKULASI MAHASISWA ALIH PROGRAM D III GIZI PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MANUAL KETERAMPILAN KLINIK KEDOKTERAN KOMUNITAS IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN

BPM BLOK ILMU KEDOKTERAN GIGI DASAR 2 SEMESTER II BUKU PANDUAN MAHASISWA TAHUN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI

PENGEMBANGAN MODEL PERTOLONGAN PERSALINAN UNTUK MENURUNKAN AKI DI PROPINSI JAWA BARAT. Forum Nasional II Makassar, September

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan penelitian WHO diseluruh dunia, terdapat kematian bayi

MODUL PEMBELAJARAN UNTUK MAHASISWA DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN GAWAT DARURAT 3

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Perdarahan dari saluaran genitelia diakhir kehamilan setelah usia gestasi 24

SILABUS MODUL FARMAKOTERAPI ENDOKRIN DAN GINJAL

Buku 2 : RKPM PENILAIAN STATUS GIZI

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb.

GAMBARAN BAYI BARU LAHIR DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RSUP H.ADAM MALIK PADA TAHUN Oleh : PRIYA DARISHINI GUNASEGARAN

RPKPS Pengkajian Keperawatan Kesehatan Jiwa

Kode: NAMA MATA KULIAH. BUKU BLOK PSIK FKUB Semester, Program A Reguler TIM FASILITATOR:

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN SILABUS BLOK JANTUNG

SINDROM DOWN HIPERBILIRUBINEMIA

PROGRAM PENGEMBANGAN STAF EDUKASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU DALAM RANGKA PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: ILMU KEPERAWATAN DASAR II. Koordinator Nelwati, S.Kp, MN

Transkripsi:

MODUL 4 IKTERUS NEONATORUM TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah selesai mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang penyebab, patofisiologi, komplikasi dan tatalaksana ikterus neonatorum TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah selesai mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan apa yang dimaksud ikterus neonatorum dan hiperbilirubinemia 2. Menjelaskan metabolisme bilirubin 3. Menjelaskan perbedaan ikterus fisiologis dan patologis 4. Menjelaskan etiologi hiperbilirubinemia 5. Menjelaskan patomekanisme hiperbilirubinemia 6. Menjelaskan komplikasi hiperbilirubinemia 7. Menjelaskan pencegahan dan penanganan hiperbilirubinemia: K A S U S Skenario I: Seorang bayi perempuan, lahir 3 hari yang lalu di bidan praktek swasta. Kemudian dirujuk ke unit gawat darurat RS karena bayi tampak kuning pada wajah & badannya. Berat badan lahir 2600 gram dengan usia kehamilan 38 minggu. 1

PROBLEM TREE PATOMEKANISME Etiologi Metabolisme bilirubin Ikterus neonatorum: Diagnosis/definisi KLASIFIKASI PERMASALAHAN PROGNOSIS TATALAKSANA TUGAS MAHASISWA 1. Setelah membaca dengan teliti skenario di atas anda harus mendiskusikan kasus tersebut pada satu kelompok diskusi terdiri dari 12 15 orang, dipimpin oleh seorang ketua dan seorang penulis yang dipilih oleh anda sendiri. Ketua dan sekretaris ini sebaiknya berganti-ganti pada setiap kali diskusi. Diskusi 2

kelompok ini bisa dipimpin oleh seorang tutor atau dilakukan secara mandiri oleh kelompok. 2. Melakukan aktivitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan buku ajar, majalah, slide, tape atau video, dan internet, untuk mencari informasi tambahan. 3. Melakukan diskusi kelompok mandiri (tanpa tutor), melakukan curah pendapat bebas antar anggota kelompok untuk menganalisa dan atau mensintese informasi dalam menyelesaikan masalah. 4. Berkonsultasi pada nara sumber yang ahli pada permasalahan dimaksud untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam (tanpa pakar). 5. Mengikut kuliah khusus (kuliah pakar) dalam kelas untuk masalah yang belum jelas atau tidak ditemukan jawabannya. 6. Melakukan latihan dilaboratorium keterampilan klinik dan praktikum di laboratorium. PROSES PEMECAHAN MASALAH Dalam diskusi kelompok dengan menggunakan metode curah pendapat, mahasiswa diharapkan memecahkan problem yang terdapat dalam skenario ini, yaitu dengan mengikuti 7 langkah penyelesaian masalah di bawah ini: 1. Klarifikasi masalah dalam skenario dan temukan kata/ kalimat kunci. 2. Identifikasi masalah dasar yang ada dalam skenario : a. Diskusikan fakta yang disebutkan dalam skenario b.pikirkan pertanyaan tambahan yang perlu untuk memperjelas masalah (sehubungan dengan patogenesis ikterus neonatorum, faktor penyebab, komplikasi yang dapat terjadi, penatalaksanaan, dsb). 3. Analisa problem-problem tersebut dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas. 4. Klasifikasikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas. 5. Tentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai oleh mahasiswa atas kasus tersebut diatas. 3

6. Cari informasi tambahan tentang kasus diatas dari luar kelompok tatap muka. Langkah 6 dilakukan dengan belajar mandiri. 7. Laporkan hasil diskusi dan sintesis informasi-informasi yang baru ditemukan. Langkah 7 dilakukan dalm kelompok diskusi dengan tutor. Penjelasan : Bila dari hasil evaluasi laporan kelompok ternyata masih ada informasi yang diperlukan untuk sampai pada kesimpulan akhir, maka proses 6 bisa diulangi, dan selanjutnya dilakukan lagi langkah 7. Kedua langkah diatas bisa diulang-ulang di luar tutorial, dan setelah informasi dirasa cukup maka pelaporan dilakukan dalam diskusi akhir, yang biasanya dilakukan dalam bentuk diskusi panel dimana semua pakar duduk bersama untuk memberikan penjelasan atas hal-hal yang belum jelas. JADWAL KEGIATAN Sebelum dilakukan pertemuan antara kelompok mahasiswa dan tutor, mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok diskusi yang terdiri dari 15-17 orang tiap kelompok. 1. Pertemuan pertama dalam kelas besar dengan tatap wajah satu arah untuk penjelasan dan tanya jawab. Tujuan : menjelaskan tentang modul dan cara menyelesaikan modul, dan membagi kelompok diskusi. Pada pertemuan pertama buku modul dibagikan. 2. Pertemuan kedua : diskusi tutorial 1 dipimpin oleh mahasiswa yang terpilih menjadi ketua dan penulis kelompok, serta difasilitasi oleh tutor. Tujuan : * Memilih ketua dan sekretaris kelompok, * Brain-storming untuk proses 1 5, * Pembagian tugas 4

3. Pertemuan ketiga: diskusi tutorial 2 seperti pada tutorial 1. Tujuan: untuk melaporkan informasi baru yang diperoleh dari pembelajaran mandiri dan melakukan klassifikasi, analisa dan sintese dari semua informasi. 4. Anda belajar mandiri baik sendiri-sendiri. Tujuan: untuk mencari informasi baru yang diperlukan, 5. Diskusi mandiri; dengan proses sama dengan diskusi tutorial. Bila informasi telah cukup, diskusi mandiri digunakan untuk membuat laporan penyajian dan laporan tertulis. Diskusi mandiri bisa dilakukan berulang-ulang diluar jadwal. 6. Pertemuan keempat (terahir): diskusi panel dan tanya pakar. Tujuan: untuk melaporkan hasil analisa dan sintese informasi yang ditemukan untuk menyelesaikan masalah pada skenario. Bila ada masalah yang belum jelas atau kesalahan persepsi, bisa diselesaikan oleh para pakar yang hadir pada pertemuan ini. Laporan penyajian dibuat oleh kelompok dalam bentuk sesuai urutan yang tercantum pada buku kerja. 7. Masing-masing mahasiwa kemudian diberi tugas untuk menuliskan laporan tentang salah satu penyakit yang memberikan gambaran seperti pada skenario yang didiskusikan pada kelompoknya. Laporan ditulis dalam bentuk laporan lengkap. Catatan : Laporan penyajian kelompok serta semua laporan hasil diskusi kelompok serta laporan kasus masing-masing mahasiswa diserahkan satu rangkap ke koordinator PBL MEU melalui ketua kelompok. Semua laporan akan diperiksa dan dinilai oleh pakarnya masingmasing, dan dikembalikan ke mahasiswa melalui koordinator untuk perbaikan. Setelah diperbaiki, dua rangkap masing-masing laporan diserahkan ke koordinator PBL MEU Semua mahasiswa wajib menyalin laporan dari kelompok dan mahasiswa lain untuk dipakai sebagai salah satu bahan ujian. 5

TIME TABLE I II III IV V VI Pertemuan I (Penjelasan) Tutorial I (Brain Stroming Klassifikasi, Analisa & sintesis ) Mandiri Mencari tambahan informasi Praktikum CSL Tutorial II (Laporan informasi baru Klassifikasi Analisa & sintesis) Kuliah konsultasi Diskusi panel Tanya pakar STRATEGI PEMBELAJARAN 1. Diskusi kelompok difasilitasi oleh tutor 2. Diskusi kelompok tanpa tutor 3. CSL 4. Praktikum PK 5. Konsultasi pada pakar 6. Kuliah khusus dalam kelas 7. Aktivitas pembelajaran individual diperpustakaan dengan menggunakan buku ajar, majalah, slide, tape atau video dan internet BAHAN BACAAN & SUMBER INFORMASI LAIN A. Buku Ajar, Textbook, dan Jurnal 1. Buku Ajar Neonatologi, IDAI 2008 2. Nelson Textbook of Pediatrics, 18th ed, 2007 3. Current Diagnosis and Treatment in Pediatrics, 18 th ed, 2007 4. Turnbull s Obstetrics, 3 rd ed, 2001 5. Fetal Medicine: Basic science and Clinical Practice, 21 th ed, 1999 6. Gibson RS. Principles of Nutritional assessment, 1990 7. Fanaroff, Neonatal-Perinatal Medicine 8. Cloherty JP, Eichenwald EC, Stark AR, penyunting. Manual of neonatal care. Edisi ke-6. Philadelphia: Lippincot William & Wilkins;2008. 9. Gomella TL. Neonatology, management, procedures, on-call problems, diseases, and drugs. Edisi ke-5. Boston: McGraw Hill; 2007. 10. Lissauer T, Fanaroff A. Neonatology et a Glance. Blackwell Publishing;2006. 11. Merenstein Gb, Gardner SL, penyunting. Handbook of Neonatal Intensive Care. Edisi ke-.6. Mosby,2006. B. Sumber lain : VCD, Internet, Slide, 6