IMPLEMENTASI MANAJEMEN LINGKUNGAN UNTUK REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI NAD-NIAS NIAS Oleh : BAPEDALDA Prov. NAD
I. PENDAHULUAN Latar Belakang Bencana gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember 2004 telah menghancurkan sebagian wilayah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dampaknya sangat luar biasa: Merubah bentang alam Kerusakan infrastruktur Musnahnya tanaman pelindung pantai Pencemaran air tanah
DECEMBER 26, 2004
BENCANA TSUNAMI
II. Maksud, Tujuan dan Sasaran Maksud : Unsur-unsur unsur lingkungan harus dapat diintegrasikan dalam semua aspek kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tujuan : Untuk memastikan agar seluruh kegiatan pembangunan (rehabilitasi dan rekonstruksi) NAD telah melakukan AMDAL, atau UKL - UPL atau hanya SOP. Sasaran : Tersusunnya daftar kegiatan yang wajib AMDAL dan UKL-UPL yang akan dilaksanakan oleh BRR Aceh-Nias.
III. Peraturan Perundang-undanganundangan Undang-Undang : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup; Undang- undang Republik Indonesia No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh; (ps. 141-150)
Peraturan Pemerintah : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL); Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2005 tentang Badan rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan an Nias Provinsi Sumatera a Utara. a Peraturan Presiden : Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 80 tahun 1997 tentang Pengadaan Barang dan Jasa; Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 30 tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara.
Peraturan Menteri : Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 308 Tahun 2005 tentang Pelaksanaan AMDAL, UKL dan UPL untuk Kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Provinsi NAD dan Kepulauan Nias Provinsi SUMUT; Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2006 tentang t Pedoman Penyusunan Analisis i Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Keputusan Menteri : Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2001 (saat ini diganti dengan No. 11 Tahun 2006) tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi Dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Pasal 1. UU No.23/1997)
PASAL 15 BUTIR 1 UU NO 23 TAHUN 1997 DIKATAKAN: SETIAP RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG KEMUNGKINAN MENIMBULKAN DAMPAK BESAR DAN PENTING TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP WAJIB MEMILIKI ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP PASAL 1 BUTIR 1 PP NO. 27 TAHUN 1999 DINYATAKAN : AMDAL ADALAH KAJIAN MENGENAI DAMPAK BESAR DAN PENTING SUATU USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG DIRENCANAKAN PADA LINGKUNGAN HIDUP YANG DIPERLUKAN BAGI PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA DAN/ATAU KEGIATAN. PASAL 6 AYAT 1: AMDALTIDAK PERLU DIBUAT BAGI RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN UNTUK MENANGGULANGI SUATU KEADAAN DARURAT
AMDAL & Rehabilitasi - Rekonstruksi 26 DES 2004 MENGAWAL PENERAPAN KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN pasal 6 ayat 1 PP No 27 Tahun 1999 (0 6 BULAN) (0,6 2 TAHUN) (2 5 TAHUN) DARURAT REHABILITASI REKONSTRUKSI AKUNTABILITAS DONOR
KEDUDUKAN/ TUJUAN & FOKUS AMDAL 1 AMDAL bagian integral dari Studi Kelayakan Kegiatan Pembangunan 1 2 AMDAL bertujuan menjaga keserasian hubungan antara berbagai kegiatan agar dampak dapat diperkirakan sejak awal perencanaan 2 AMDAL berfokus pada analisis: Potensi masalah, Potensi konflik, Kendala SDA, Pengaruh kegiatan sekitar terhadap proyek 3 3 4 Dengan AMDAL, pemrakarsa dapat menjamin bahwa proyeknya bermanfaat bagi masyarakat, aman terhadap lingkungan 4
P M N L H N 308 T 205 P AMDAL UKL U PL K R R P N A D K N P S U
Perbedaan Proses AMDAL Khusus Aceh & Nias dengan AMDAL Konvensional Proposal kegiatan dari pemrakarsa Proses penapisan melalui daftar kegiatan wajib AMDAL Komisi Penilai AMDAL AMDAL disyaratkan AMDAL tidak diperlukan Proses penapisan melalui daftar kegiatan wajib AMDAL Proposal kegiatan dari pemrakarsa dan pengumuman AMDAL disyaratkan Penyusunan Kerangka Acuan (KA ANDAL) oleh Pemrakarsa Penilaian KA ANDAL Penyusunan dokumen ANDAL, RKL dan RPL oleh Pemrakarsa Penilaian i dokumen ANDAL, RKL dan RPL + 6 bulan Persetujuan oleh Menteri LH atau Gubernur AMDAL tidak diperlukan Penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) Penyusunan Kerangka Acuan (KA ANDAL) oleh Tim Teknis dan Pembahasan KA ANDAL oleh Komisi & Pemrakarsa + 3 Minggu Penyusunan dokumen ANDAL, RKL dan RPL oleh Pemrakarsa Penyusunan Upaya Pengelolaan dan Pemantauan lingkungan (UKL-UPL) + 6 bulan Penolakan Perijinan AMDAL Konvensional Penilaian ANDAL, RKL dan RPL oleh Komisi + 6 bulan Persetujuan oleh Gubernur Perijinan AMDAL Khusus Aceh & Nias
Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) meliputi: KA-ANDAL (Kerangka Acuan-Analisis Dampak Lingkungan Hidup) ANDAL ((Kerangka Acuan-Analisis Dampak Lingkungan g Hidup) RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup) RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup)
UU 23/1997 : KETENTUAN PIDANA (Pasal. 41) Ayat (1): Barang siapa yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) Ayat (2): Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang mati atau luka berat, pelaku tindak pidana diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)
IV. Permasalahan Instansi/Dinas/Lembaga yang terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh belum menyadari bahwa dokumen lingkungan adalah ketentuan dari peraturan-perundangan yang harus diikuti oleh setiap sektor pembangunan; Masing-masing sektor pembangunan menganggap kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi adalah kegiatan emergensi yang harus segera dilaksanakan tanpa mengindahkan rambu-rambu peraturan perundangan yang berlaku; Tuntutan masyarakat khususnya pada sektor pembangunan perumahan yang sangat mengharapkan agar pemukiman mereka yang hancur akibat gempa dan tsunami dapat segera dibangun oleh pemerintah sesegera mungkin; Masing-masing pihak yang terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi tidak mengalokasi anggaran untuk kegiatan studi lingkungan, disamping itu kegiatan yang dilakukan hanya bagian-bagiantertentudarisuatuaktivitas kegiatan; Terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadap tataruang Aceh setelah tsunami dan perencanaan tata ruang pasca tsunami belum selesai dilaksanakan; Belum maksimalnya koordinasi i antar sektor yang terlibat t dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilaksanakan oleh BRR dan lembaga Donor dengan kegiatan yang alokasi anggarannya berasal dari APBD; Ada beberapa kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan, tanpa ada kajian lingkungan hidup.
V. DATA RENCANA KEGIATAN Data rencana rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sekitar 208 rencana kegiatan, tersebar di 10 sektor/dinas/satker yang dilaksanakan oleh BRR dan/atau Lembaga Donor. Dari sejumlah rencana kegiatan tersebut yang termasuk rencana kegiatan wajib AMDAL sekitar 65 kegiatan yang tersebar di berbagai sektor, selebihnya sekitar 143 kegiatan perlu dilengkapi UKL-UPL. UPL
Jumlah 25 Hasil Screening Rencana Kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wajib AMDAL, UKL-UPL di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 23 20 KA-ANDAL 15 16 16 UKL/UPL 12 10 5 5 6 6 7 8 8 2 2 2 1 1 0 Prasarana Wilay ah Pengairan Perhubungan Udara Perhubungan Laut Pertambangan dan Energi Perumahan & Permukiman Pertanian dan Peternakan Pendidikan Kelautan dan Perikanan Industri Sektor
Rencana kegiatan yang perlu dilengkapi UKL-UPL No Sektor Rencana Selesai (s.d Des 06) Belum Selesai 1 Prasarana Wilayah 9 5 4 2 Pengairan 17 16 1 3 Perhubungan Udara - - - 4 Perhubungan Laut 2-2 5 Pertambangan dan Energi 8 8-6 Permukiman 26 23 3 7 Pertanian & Perkebunan 12 12-8 Pendidikan 2 2-9 Kelautan dan Perikanan 8 8-10 Industri - - - Jumlah 84 74 10
Rencana kegiatan yang perlu dilengkapi i UKL-UPL UPL 30 Jumlah 25 26 23 Rencana Selesai Belum Selesai 20 17 16 15 10 9 12 12 8 8 8 8 5 5 4 1 3 2 2 2 2 0 Prasarana Wilayah Pengairan Perhubungan Laut Pertambangan dan Perumahan & Pertanian dan Pendidikan Sektor Kl Kelautan dan Energi Permukiman Peternakan Perikanan
Sebaran Rencana Kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang telah dilaksanakan studi lingkungannya 30 Jumlah 25 26 Wajib AMDAL UKL-UPL 20 16 17 15 12 10 9 6 6 7 8 8 5 2 2 2 2 1 1 0 Prasarana Wilayah Pengairan Perhubungan Udara Perhubungan Laut Pertambangan dan Perumahan & Pertanian dan Pendidikan Kelautan dan Industri Energi Permukiman Peternakan Perikanan Sektor
1. SEKTOR PRASARANA WILAYAH Sedang Proses AMDAL No. Kegiatan Lokasi Status Keterangan 1 2 3 4 5 1 Pembangunan Jalan Lingkar Calang Kab. Aceh Jaya AMDAL KA-ANDAL Final 2 Peningkatan & Pelebaran Jalan Simeulu Kab. Simeulu AMDAL KA-ANDAL Final 3 Jalan Lingkar Simeulue Kab. Simeulu AMDAL KA-ANDAL Final (Maudil-Nasreheu-Sibigo km 24-72,6) 4 Jalan Jantho-Keumala-Geumpang-Takengon Kab. Aceh Besar, AMDAL KA-ANDAL Final Kab. Pidie & Kab. Aceh Tengah 5 Jalan Jantho-Lamno Kab. Aceh Besar AMDAL KA-ANDAL Final 6 Jalan SP. Kraft-Bintang- Kebayakan Kab. Bireuen AMDAL KA-ANDAL Final Kab. Aceh Tengah 7 Peningkatan Jalan Lingkar Pulau Weh Kota Sabang AMDAL KA-ANDAL Final 8 Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan Trumon- Kab. ABDYA & AMDAL KA-ANDAL Final Bulu Seuma - Kuala Baro Kab. Gayo Lues 9 Peningkatan Jalan Alue Rumbia & Manggamat Kab. Aceh Selatan AMDAL KA-ANDAL Final 10 Peningkatan Jalan Babah Rot - Blang Kab. Aceh Tenggara AMDAL KA-ANDAL Final Keujeuren 11 Peningkatan Jalan Meureudu - Geumpang Kab. Pidie AMDAL KA-ANDAL Final 12 Jalan Kuala Tuha - Lamie Kab. Nagan Raya AMDAL KA-ANDAL Final 13 Jalan Lingkar Pulau Breueh & Pulau Nasi Kab. Aceh Besar AMDAL KA-ANDAL Final 14 Jl. Sp. Teritit-Pondok Baru-Samar Kilang Kab. Aceh Tengah AMDAL KA-ANDAL Final 15 Jl. Isaq-Jagung Jeget-Batu Lintang-Cileungi Kab. Aceh Tengah UKL-UPL AMDAL KA-ANDAL TOR Final 16 Pelebaran Jalan Banda Aceh - Seulimum Kab. Aceh Besar AMDAL KA-ANDAL Final
2. SEKTOR PENGAIRAN Sedang Proses AMDAL No. Kegiatan Lokasi Status Keterangan 1 2 3 4 5 1 Seawall di Syiah Kuala Kota Banda Aceh AMDAL Tidak Sidang Komisi (Konstruksi Telah Selesai) 2 Pembangunan Jetty Krueng Idi Kab. Aceh Timur AMDAL KA-ANDAL Final 3 Drainase Kota Banda Aceh Zona I & III Kota Banda Aceh AMDAL KA-ANDAL Final 4 Drainase Zona V Banda Aceh Kab. Aceh Jaya AMDAL KA-ANDAL ANDAL Final 5 Waduk Krueng Seulimum Kab. Aceh Besar AMDAL KA-ANDAL Final 6 Waduk Krueng Idi Kab. Aceh Timur AMDAL KA-ANDAL Final 7 Drainase Zona, III,IV,VI & VII Kota Banda Aceh AMDAL KA-ANDAL Final 8 Reservoir Teluk Pusong & Drainase Kota Lhokseumawe AMDAL KA-ANDAL Final
3.1. SEKTOR PERHUBUNGAN UDARA Sedang Proses AMDAL No. Kegiatan Lokasi Status Keterangan 1 2 3 4 5 1 Pembangunan Bandara SIM Kab. Aceh Besar AMDAL KA-ANDAL Final 2 Pembangunan Bandara Lasikin Simeulue Kab. Aceh Simeulue AMDAL KA-ANDAL Final 3 Rencana Pembangunan Airstrip di Kota Banda Aceh AMDAL KA-ANDAL ANDAL Final Blang Keujeureun Kab. Gayo Lues 4 Bandara Kuala Bau Blang Pidie Kab. ABDYA AMDAL KA-ANDAL Final 5 Bandara Cut Ali Tapak Tuan Kab. Aceh Selatan AMDAL KA-ANDAL Final
3.2. SEKTOR PERHUBUNGAN LAUT Sedang Proses AMDAL No. Kegiatan Lokasi Status Keterangan 1 2 3 4 5 1 Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Kab. Simeulu AMDAL KA-ANDAL Final Simeulu 2 Pembangunan Pelabuhan Perikanan Kota Banda Aceh AMDAL KA-ANDAL Final Samudra Lampulo 3 Pelabuhan Ulee Lheue Kota Banda Aceh AMDAL KA-ANDAL Final 4 Pelabuhan Samudra Calang Kab. Aceh Jaya AMDAL KA-ANDAL Final 5 Pembangunan Pelabuhan Meulaboh Kab. Aceh Barat AMDAL KA-ANDAL ANDAL Final 6 Pelabuhan Komersial Sinabang Kab. Aceh Simeulue AMDAL KA-ANDAL Final 7 Pelabuhan Laut Kuala Langsa Kab. Aceh Timur - KA-ANDAL Final
4. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN ENERGI No. Kegiatan Lokasi Status Keterangan 1 2 3 4 5 1 Pengembangan Rencana Pembangunan Kab. Aceh Tengah AMDAL Telah disetujui oleh PLTA Peusangan & Jalur Transmisi s di Gub. Prov. NAD Aceh Tengah (150 kv)
5. SEKTOR PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN No. Kegiatan Lokasi Status Keterangan 1 2 3 4 5 1 Pembangunan Pemukiman di Saree Kab. Aceh Besar AMDAL Tidak Sidang Komisi (Konstruksi Telah Selesai) 2 Rencana Pemindahan Ibukota Kab. Aceh Jaya Kab. Aceh Jaya AMDAL Pembahasan Satu Paket Dengan Pengembangan di Calang Kota Calang Baru dan Lama (Ecocity Calang) 3 Pengembangan Kota Calang Lama dan Baru Kab. Aceh Jaya AMDAL KA-ANDAL Final (Ecocity Calang)
6. SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN No. Kegiatan Lokasi Status Keterangan 1 2 3 4 5 1 Rencana Pengembangan Kawasan Kab. Aceh Timur AMDAL Pembahasan Satu Paket Dengan Jetty Krueng Idi Perikanan Terpadu Kuala Idi
7. SEKTOR INDUSTRI No. Kegiatan Lokasi Status Keterangan 1 2 3 4 5 1 Pembangunan Kembali Pabrik Semen PT. SAI Kab. Aceh Besar AMDAL Telah disetujui oleh Gub. Prov. NAD
UKL dan UPL
Sektor Pengairan.lanjutan
Sektor Permukiman.lanjutan
Sektor Permukiman.lanjutan
Sektor Pertanian.lanjutan
Sektor Perikanan dan Kelautan..lanjutan
VI. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dalam kurun tahun 2006 terdapat t penambahan usulan rencana kegiatan dari yang telah diusulkan sebelumnya sebanyak 10 rencana kegiatan yang diperkirakan wajib AMDAL. Penyelesaian penyaringan terhadap rencana kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi NAD telah diselesaikan sebanyak 125 rencana kegiatan yang diperkirakan wajib AMDAL atau UKL UPL dari bulan April sampai dengan Desember 2006, sedangkan yang telah menyelesaikan dokumen AMDAL sebanyak 4 rencana kegiatan. Dalam kurun Juli-Desember sebanyak 50 rencana kegiatan yang telah selesai proses penyaringan dan pelingkupannya, tetapi t yang termasuk dalam rencana kegiatan wajib AMDAl hanya 40 rencana kegiatan dan telah disusun Kerangka Acuan AMDALnya. Sisa pekerjaan penyaringan rencana kegiatan wajib UKL - UPL sebanyak 10 rencana kegiatan.
Saran-Saran a a Segera menyelesaikan penyusunan dokumen AMDAL bagi yang Kerangka Acuannya telah disetujui/disyahkan oleh Bapedalda Provinsi i NAD. Segera membuat pengumuman rencana kegiatan bagi rencana kegiatan yang belum melakukannya. Segera dilakukan penyaringan (screening) bagi rencana kegiatan yang diperkirakan wajib dilengkapi dengan AMDAL, kemudian segera dilakukan kajian AMDAL. Bagi rencana kegiatan tidak wajib AMDAL, tetapi perlu dilengkapi UKL-UPL agar dokumen UKL-UPL nya segera diselesaikan. ik
PETA LOKASI SCREENING AMDAL
PETA LOKASI SCREENING UKL/UPL
TERIMA KASIH