BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Tempat penelitian merupakan lokasi yang dijadikan penelitian untuk mendapatkan data yang di butuhkan. Penelitian ini dilakukan di SLB E Bhina Putera Surakarta yang beralamat di Jl. Bibis Baru No. 3 RT 2/ RW 24 Cengklik, Surakarta. 2. Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 yaitu pada bulan November 2015 - April 2016. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan secara bertahap, yaitu meliputi: a. Tahap persiapan penelitian Pada tahapan ini meliputi: pengajuan judul, penyusunan proposal, penyusunan instrumen penelitian, validasi dan reliabilitas instrumen serta mengurus perizinan yang dilakukan pada bulan November 2015 - Maret 2016 b. Tahap pelaksanaan penelitian Dalam tahapan pelaksanaan penelitian ini meliputi berbagai kegiatan yang terjadi di lapangan, yaitu melakukan pretest, kemudian memberikan perlakuan (treatment), selanjutnya pemberian posttest yang dilakukan bulan Maret 2016 April 2016 c. Tahap menyusuun laporan Pada tahap ini meliputi penyusunan hasil penelitian berupa laporan naskah pada bulan April 2016. B. Desain Penelitian Nurslam (2003) dalam Sujarweni, (2014: 41) berpendapat bahwa, Desain Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai 33
34 tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen, yang dijelaskan Sugiyono (2011: 72) sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Lebih lanjut Sugiyono (2014: 73) dalam buku lain menjelaskan bahwa, desain penelitian eksperimen dibagi menjadi empat kelompok yaitu, pre experimental, true experimental, faktorial experimental, quasi experimental. Desain eksperimen yang digunakan peneliti yaitu pre experimental design, karena desain penelitian ini belum merupakan ekperimen sungguhan, karena masih terdapat adanya variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Darmawan (2013: 241) menjelaskan bentuk pre-experimental designs ada beberapa macam yaitu : One-shot Case Study, One-Group Pretest- Posttest Design, One-Group Pretest-Posttest Design, dan Intact-Group Comparison. Berhubungan dengan judul penelitian ini maka metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan bentuk desain One Group Pretest-Posttest, karena dalam penelitian ini peneliti melakukan percobaan untuk menguji hipotesis hubungan sebab akibat antara sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan, dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian peneliti mengetahui pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan prestasi belajar IPA materi gaya terhadap anak tunalaras kelas IV di SLB E Bhina Putera Surakarta tahun pelajaran 2015/2016.
35 Desain penelitian ini digambarkan sebagai berikut : Pretest Treatment Posttest O1 X O2 Skema 3.1. Rancangan Penelitian Keterangan : O1 = Tes pertama (pre-test) sebelum diberikan perlakuan X = Treatment (perlakukan) menggunakan model pembelajaran berbasis masalah O2 = Tes akhir (post-test) setelah diberikan treatment Langkah-langkah penelitian yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut : 1) Memberikan O1, yaitu pemberian test untuk mengukur kemampuan awal siswa sebelum diberikan model pembelajaran berbasis masalah. 2) Memberikan perlakuan kepada subyek dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah 3) Memberikan O2, yaitu pemberian tes sesudah diberikannya perlakuan dengan model pemebelajaran Berbasis Masalah. 4) Melakukan perbandingan antara O1 dan O2 untuk mengetahui perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. 5) Menerapkan analisis statistik yang tepat untuk menentukan apakah perbedaan tersebut signifikan. Dalam penelitian ini dengan judul Pengaruh penggunaan model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan prestasi belajar IPA materi gaya siswa tunalaras kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta tahun ajaran 2015/2016 mengandung dua variabel, diantaranya yaitu: 1. Variabel Bebas (X) Sugiyono, (2011: 39), mengemukakan bahwa, Variabel bebas (independent) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang mendai
36 sebab perubahannya variabel terikat (dependent). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Berbasis Masalah. 2. Variabel Terikat (Y) Sugiyono (2011: 39), mengemukakan bahwa, Variabel terikat (dependent) sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Prestasi Belajar pada mata pelajaran IPA materi gaya. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Sugiyono (2011: 80) menyatakan bahwa, Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu. Dalam penelitian ini peneliti mengambil populasi siswa SD kelas IV di SLB E Bhina Putera Surakarta tahun ajaran 2015/2016. 2. Sampel Sugiyono (2014: 81) menyatakan bahwa, sampel adalah sebagian dari jumlah populasi yang dipilih sebagai sumber data. Sedangkan arikunto berpendapat bahwa, pengertian sampel yaitu sebagian atau wakil dari populasi populasi yang diteliti. (2010: 174). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sampel yang jumlahnya sangat sedikit. Jumlah sampel yang digunakan adalah seluruh populasi. Sujarweni (2014: 72), berpendapat bahwa, sampling jenuh adalah teknik penentuan sempel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sempel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil,
37 krang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan keselahan yang sangat kecil. Dengan dem\ikian, sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta Tahun Pelajaran 2015/ 2016 yang berjumlah 5 orang siswa. D. Teknik Pengambilan Sampel Sugiyono (2011: 217) mengemukakan bahwa, teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu probability sampling dan Nonprobability Sampling. Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik sampel ini meliputi, simple random, proportionate stratified random, disproportionate stratified random, dan area random. Sedangkan Nonprobability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi, sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampling jenuh. Sujarweni (2014: 72) berpendapat bahwa, sampling jenuh adalah teknik penentuan sempel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sempel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, krang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan keselahan yang sangat kecil. Dengan demikian, sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta Tahun Pelajaran 2015/ 2016 yang berjumlah 5 orang siswa.
a. Tes E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : Suryabrata, (2004 : 22) mengemukakan bahwa : tes adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau perintah yang harus dijalankan, yang berdasar atas bagaimana menjawab pertanyaan atau melaksanakan perintah, dimana tester mengambil kesimpulan dengan cara membandingkan dengan standart atau tester yang lain. Alasan penggunaan teknik tes karena teknik tes lebih efektif dalam mengukur prestasi belajar siswa. 38 Arifin (1990: 22), mengemukakan bahwa Tes merupakan suatu cara untuk melakukan kegiatan evaluasi, yang didalamnya terdapat berbagai tugas yang harus dijawab oleh peserta didik, yang kemudian jawaban itu menghasilkan nilai tentang perilaku anak didik tersebut. Margono (2010: 170), mengemukakan bahwa, terdapat dua jenis tes yang sering digunakan sebagai alat pengukur adalah : a) Tes lisan, yaitu sejumlah pertanyaan yang diajukan secara lisan tentang aspek-aspek yang ingin diketahui keadaannya dari jawaban yang diberikan secara lisan pula. b) Tes Tertulis, yaitu berupa sejumlah pertanyaan yang diajukan secara tertulis tentang aspek-aspek yang ingin diketahui keadaannya dari jawaban yang diberikan secara tertulis pula. Tes tertulis ini dibedakan dalam dua bentuk berikut ini : (1) Tes essey (essay test) yaitu tes yang menghendaki agar testee memberikan jawaban dalam bentuk uraian atau kalimat-kalimat yang disusun sendiri. (2) Tes objektif adalah suatu tes yang disusun dimana setiap pertanyaan tes disediakan alternatif jawaban yang dapat dipilih. Tes ini dapat menghasilkan skor yang konstan, tidak tergantung kepada siapa pun yang memberi skor, karena pemberi skor tidak dipengaruhi oleh sikap subjektivitas. Tes objektif diberikan ke dalam beberapa bentuk berikut ini :
39 (a) Tes betul-salah (true false items) (b) Tes pilihan ganda (multiple choice items) (c) Tes menjodohkan (matching items) (d) Tes melengkapi (completion items) (e) Tes jawaban singkat (short answer items) Dari beberapa macam jenis tes di atas, maka peneliti menggunakan tes tertulis tipe tes obyektif (obyektif test). Hasil dari tes yang berupa nilai atau skor tersebut digunakan untuk mengukur tingkat prestasi belajar siswa tunalaras kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta dalam mata pelajaran IPA materi gaya. Siswa tunalaras diminta untuk mengerjakan soal IPA materi gaya dalam bentuk tes obyektif yang berjumlah 10 butir soal. Materi tes disesuaikan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang digunakan di sekolah tersebut. Standar Kompetensi Memahami gaya dapat mengubah gerakdan/atau bentuk suatu benda Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Kompetensi Dasar Indikator Nomor Soal Menyimpulkan 1.Menjelaskan 1,2,3 hasil percobaan pengertian gaya, alat bahwa gaya ukur gaya (dorongan dan 2.Mengidentifikasikan 4,5,6,7 tarikan) dapat hubungan tarikan dan mengubah gerak dorongan terhadap suatu benda gaya 3.Mengelompokkan 8,9 gaya berdasarkan sumber tenaga/energi yang diperlukan 4.Menunjukkan 10 pengaruh gaya terhadap gerak benda Jumlah Soal 3 4 2 1
40 F. Teknik Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini yakni validitas isi. Karena dalam penyusunan instrumen penelitian, peneliti membandingkan soal dengan isi kurikulum kelas IV SLB E, sehingga memudahkan dalam membuat kisi-kisi soal. Menurut Sugiyono (2011: 129) Untuk instrumen yang akan mengukur efektivitas pelaksanaan program, maka pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan isi atau rancangan yang telah ditetapkan. Sugiyono (2011: 129) mengemukakan bahwa, Pada setiap instrumen baik test maupun nontest terdapat butir-butir (item) pertanyaan atau pernyataan. Untuk menguji validitas butir-butir instrumen lebih lanjut, maka setelah dikonsultasikan dengan ahli, yaitu ahli isi, ahli konstruk, ahli ketunalarasan, maka selanjutnya diuji cobakan, dan dianalisis dengan analisis item. Untuk menguji Validitasi ini dengan cara mengkonsultasikan instrument kepada beberapa ahli sebagai validator untuk mengukur apakah instrument yang dibuat sudah valid apa belum. Azwar (2013: 7) mengemukakan bahwa, Reliabilitas merupakan penerjemah dari kata reliability. Suatu pengukuran yang mampu menghasilkan data yang memiliki tingkat reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel (reliable). Arikunto (2010: 221) berpendapat bahwa, reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya, dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan. Dalam penelitian ini untuk mengukur reliabilitas instrumen menggunakan reliabilitas hasil rating atau inter rater. Bilamana beberapa
41 orang, secara independen, melakukan penilaian terhadap suatu obyek ukur berdasarkan indikator tertentu dan menyatakan hasil penilaiannya secara kuantitatif. Azwar (2013: 88) berpendapat bahwa, rating adalah prosedur pemberian skor berdasarkan judgment subyektif terhadap aspek atau atribut tertentu, yang dilakukan melalui pengamatan sistematik secara langsung ataupun tidak langsung. Untuk meminimalkan pengaruh subyektivitas pemberian skor tersebut, prosedur penilaian melalui rating dilakukan oleh lebih dari dua orang pemberi rating atau rater. Penskoran tes dalam penelitian ini menggunakan tiga orang rater. G. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data kauntitatif dengan teknik non-parametrik yaitu analisis tes ranking bertanda (Wilcoxon Sign Rank Test) dengan menggunakan SPSS Versi 23. untuk menguji hipotesis yang penulis ajukan tentang pengaruh penerapan pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan prestasi belajar pada anak tunalaras kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta dengan taraf signifikansi 5%. Alasan peneliti menggunakan analisis ini yaitu : 1. Hasil analisis data yang diperoleh berwujud angka 2. Analisis statistik hasil pengolahan data bersifat obyektif. 3. Dengan metode statistik dapat memberi keputusan secara pasti tentang " pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan prestasi belajar pada anak tunalaras kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta". Sebagai teknik analisis data hasil penelitian ini digunakan teknik analisis secara kuantitatif. Teknik analisis data kuantitatif dalam penelitian ini digunakan analisis non parametrik uji tes rangking bertanda Wilcoxon yang bersimbol T. Tes bertanda Wilcoxon cocok untuk menganalisis perbedaan
42 variabel independent dari satu atau dua kategori. Alasan penulis menggunakan teknik analisis ini karena sampel yang dipilih dan digunakan untuk penelitian ini sama dengan populasi yang ada. Populasi dalam penelitian ini sangat sedikit kurang dari 30 orang, dengan jumlah responden yang terlalu sedikit menjadikan populasi yang ada dijadikan obyek penelitian. Hasil yang didapat melalui pre-tes dan post-test akan dibandingkan, sehingga akan didapatkan hasil penelitian yang diharapkan. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan tes. Pengaruh perlakuan tersebut dapat diukur melalui perbedaan antara pengukuran awal tes (O1) dan pengukuran tes akhir (O2). Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Merumuskan hipotesis a. H o : O 1 = O 2 (tidak ada pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA materi gaya pada anak tunalaras kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta. b. Ha : O1 < O2 (ada pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA materi gaya pada anak tunalaras kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta. 2. Memilih taraf signifikan ( ) Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5 % 3. Penentuan Uji Statistik a. Mencari selisih dari dua variabel yaitu O1 dan O2 b. Merangking selisih nilai O1 dan O2 (dalam rangking tidak memperhatikan tanda minus atau plus dari nilai rangking tersebut
43 c. Memilahkan nilai rangking yang lebih kecil frekuensinya sebagian tanda T 4. Keputusan Uji a. Jika O1 < O2 maka Ho ditolak dan Ha diterima, oleh karena itu hipotesis yang menyatakan ada pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA materi gaya pada anak tunalaras kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta dapat diterima kebenarannya. b. Jika O1 > O2 maka Ho diterima dan Ha ditolak, oleh karena itu hipotesis yang menyatakan ada pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA materi gaya pada anak tunalaras kelas IV SLB E Bhina Putera Surakarta tidak dapat diterima kebenarannya. H. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian merupakan langkah yang harus ditempuh oleh peneliti untuk melakukan penelitian dari awal hingga akhir. Dalam prosedur penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap prestasi belajar IPA materi gaya pada anak tunalaras kelas IV di SLB E Bhina Putera Surakarta adalah sebagai berikut: Prosedur pada penelitian ini meliputi tahap perijinan, persiapan, validitas, pengukuran, treatment, pengukuran, tahap analisis data dan tahap pelaporan hasil. Secara terperinci dijelaskan sebagai berikut : 1. Mengurus izin penelitian kepada pihak sekolah yaitu SLB E Bhina Putera Surakarta. 2. Setelah mendapatkan ijin dari pihak sekolah selanjutnya mempersiapakan instrumen yang akan digunakan pada penelitian. 3. Validitas instrument, menguji validitas instrument sebelum melakukan penelitian.
44 4. Pemberian pre test, pengukuran awal prestasi belajar IPA materi gaya anak sebelum diberikan treatmen model pembelajaran berbasis masalah. 5. Treatment, setelah mengetahui kemampuan awal anak melalui pretest selanjutnya pemberian treatment dengan model pembelajaran berbasis masalah. 6. Setelah pemberian treatment selanjutnya anak diberikan tes untuk mengetahui hasil treatment yang dilakukan. 7. Setelah memberikan tes sebelum treatment dan tes sesudah treatment, selanjutnya adalah analisis data dengan cara membandingkan nilai hasil tes sebelum diberikan treatment dengan nilai hasil tes sesudah diberikan treatment dengan bantuan aplikasi SPSS 23 8. Setelah analisis data selanjutnya prosedur yang terakhir yaitu pelaporan hasil penelitian yang telah dilaksanakan.