BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Deskripsi Latar, Sumber Data, Satuan Kajian 3.1.1 Deskripsi Latar Masalah yang ingin dijelaskan peneliti seperti yang tertulis di judul yaitu Peran Public Relations PT Suria Solusi Indonesia dalam membentuk brand awareness produk CCTV. Peran Public Relations di PT Suria Solusi Indonesia ini sangatlah penting dalam penelitian ini. Peneliti ingin meneliti apakah posisi Public Relations di PT Suria Solusi Indonesia sudah sangat membantu dalam memperkenalkan produk CCTVnya dan juga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan-pelanggan perusahaan tersebut. Peneliti ingin meneliti lebih mendalam tentang hal ini. Karena yang peneliti ketahui, bahwa dalam PT Suria Solusi Indonesia tersebut tidak adanya management Public Relations, melainkan hanya seseorang yang menjadi Public Relations. Dan peneliti ingin mengetahui lebih mendalam, sampai dimana kah seorang Public Relations tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya di PT Suria Solusi Indonesia. 44
45 3.1.2 Sumber Data Sumber-sumber yang mendukung pada penelitian ini berasal dari PT Suria Solusi Indonesia.Sumber yang terpenting untuk membahas permasalahan yang peneliti teliti yaitu langsung dari seorang Public Relations nya. Dan juga peneliti akan menambahkan sumber untuk membahas permasalahannya tersebut, yaitu beberapa pelanggan yang sudah berulangulang membeli produk CCTV dari PT Suria Solusi Indonesia dan menjadi loyal terhadap perusahaan tersebut. Karena dengan mengambil sumber dari pelanggan-pelanggan perusahaan tersebut secara langsung, maka akan mempermudah peneliti untuk memecahkan masalahnya. 3.1.3 Satuan Kajian Solusi yang baik dan cukup membantu dalam permasalahan yang ada yaitu dengan membuat management Public Relations di PT Suria Solusi Indonesia, supaya dapat lebih memperkenalkan produknya secara luas dengan cepat, karena pastinya jika lebih dari seorang Public Relations yang mempromosikan dan memperkenalkan produk, pelanggan-pelanggan pun akan bertambah lebih banyak lagi dibanding sebelumnya. Dan akan membuahkan hasil yang lebih maksimal. Dengan membuat management Public Relations, dapat juga menambah pelanggan-pelanggan yang loyal terhadap PT. Suria Solusi Indonesia, dan membuat nama perusahaan menjadi jauh lebih baik lagi dimata seluruh masyarakat-masyarakat
46 3.2 Tahap-tahap Riset 1. Penetapan masalah penelitian Strategi Public Relations PT Suria Solusi Indonesia dalam Meningkatkan Brand awareness. 2. Penentuan desain riset Desain riset yang digunakan adalah kualitatif, dengan mengandalkan observasi partisipan secara langsung dan data-data pendukung yang diperoleh. 3. Rancangan penelitian Dalam rancangan penelitian penulis menyiapkan beberapa pertanyaanpertanyaan terbuka yang terdiri dari 15 pertanyaan. Berisikan hal-hal yang berkaitan dengan strategi-strategi yang dilakukan public relations dalam membentuk brand awareness. 4. Penulisan dan penyampaian proposal riset Setelah penulis sampai pada tahap diatas, maka penulis menuliskan dan menyampaikan proposal riset yang merupakan garis besar penelitian dari bab 1 sampai dengan bab 3. 5. Pengumpulan data Penulis melakukan pengumpulan data melalui data-data primer seperti observasi partisipan dan wawancara serta didukung oleh data-data sekunder yang didapatdari buku dan company profile.
47 6. Pengeditan dan input data Setelah data-data berhasil dikumpulkan, maka penulis melakukan input data dan pengeditan berdasarkan bimbingan. 7. Analisis dan interpretasi hasil riset Setelah pengeditan selesai maka, penulis menginterpretasikan hasil analisis data. 8. Penulisan dan penyampaian laporan akhir. Ini merupakan tahap akhir dalam penelitian, karena hasil akhir laporan sudah dapat ditarik simpulannya. 3.2.1 Data Primer a. Wawancara Cara untuk mengumpulkan data secara tatap muka atau face to face, biasanya melibatkan satu orang atau bisa juga lebih dari satu orang untuk di wawancarai. Untuk mengumpulkan data dengan wawancara biasanya dapat dilakukan lebih mendalam karena bersifat internal. Informan bebas memberikan jawabanjawaban yang lengkap dan mendalam bila perlu, tidak ada yang disembunyikan. b. Observasi Cara mengumpulkan data secara observasi yaitu mengamati lingkungan sekitar PT Suria Solusi Indonesia yang menjadi tempat penelitian. Yang meliputi semua tentang perusahaan tersebut.
48 3.2.2 Data Sekunder a. Dokumen Dokumen-dokumen yang akan diambil untuk menambah sumber data yaitu bisa secara internal, atau dokumen-dokumen resmi dari PT Suria Solusi Indonesia itu sendiri. Dan juga secara eksternal atau berasal dari luar perusahaan tersebut, tetapi yang sudah resmi dan sah untuk dijadikan sumber data. Keuntungan bahan tulisan ini antara lain bahan sudah tersedia dan siap pakai. Dokumen resmi banyak terkumpul di tiap kantor atau lembaga. Diantaranya ada yang mudah diperoleh dan terbuka bagi umum untuk dibaca, akan tetapi ada pula yang bersifat intern, bahkan ada yang sangat dirahasiakan demi kepentingan dan keamanan perusahaan, lembaga atau negara (Nasution 2003:85). 3.3 Metode Riset Metode yang diambil dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif berbeda dengan metode penelitian kuantitatif. Dan biasanya dalam penelitian kualitatif seorang peneliti menjadi instrumen kunci. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan informan kunci yang menjadi subjek penelitian dan sumber informasi penelitian. Metode kualitatif sangat berguna untuk melahirkan teori-teori tentatif. Itu perbedaan esensial antara metode kualitatif dengan metode-metode lainnya. Metode kualitatif mencari teori, bukan menguji teori. Ciri lain
49 metode kualitatif ialah menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah. Peneliti terjun langsung ke lapangan dan tidak berusaha memanipulasi variabel. Menurut Creswell (2010:90), metode kualitatif adalah: Pengetahuan bersifat konjektural dan tidak berlandaskan apa pun. Kita tidak akan pernah mendapatkan kebenaran absolut. Untuk itu, bukti yang dibangun dalam penelitian seringkali lemah dan tidak sempurna. 1. Penelitian merupakan proses membuat kalim-klaim, kemudian menyaring sebagian klaim tersebut menjadi kalim-klaim lain yang kebenarannya jauh lebih kuat. 2. Pengetahuan dibentuk oleh data, bukti dan pertimbangan logis. Dalam praktiknya, peneliti mengumpulkan informasi dengan menggunakan instrumen pengukuran tertentu yang diisi oleh partisipan atau dengan melakukan observasi mendalam di lokasi penelitian. 3. Penelitian harus mampu mengembangkan pernyataan yang relevan dan benar, pernyataan yang dapat menjelaskan situasi yang sebenarnya atau mendeskripsikan relasi dari suatu persoalan. 4. Aspek terpenting dalam penelitian adalah sikap objektif. Para peneliti harus menguji kembali metode dan kesimpulan yang sekiranya mengandung bias.
50 3.4 Pengumpulan dan Pencatatan Data Dalam penelitian kualitatif dikenal beberapa teknik atau metode pengumpulan data. Menurut Kriyanto (2006:91), teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif terdiri dari: wawancara mendalam (depth interview), observasi atau pengamatan lapangan (field observation). 1. Wawancara Mendalam Wawancara mendalam (depth interview) adalah teknik mengumpulkan data atau informasi dengan cara bertatap muka langsung dengan informan agar mendapatkan data lengkap dan mendalam. Wawancara ini dilakukan dengan frekuensi tinggi (berulang-ulang) secara intensif. Selanjutnya dibedakan antara responden (orang yang akan diwawancarai sekali) dengan informan (orang yang ingin peneliti ketahui/pahami dan akan diwawancarai beberapa kali). Karena itu, wawancara mendalam disebut juga wawancara intensif (intensiveinterview). Pada wawancara mendalam ini, pewawancara relatif tidak mempunyai kontrol atas respons informan. Artinya, informan bebas memberikan jawaban-jawaban yang lengkap, mendalam bila perlu, tidak ada yang disembunyikan. 2. Obervasi Lapangan Obervasi lapangan atau pengamatan lapangan (field observation) adalah kegiatan yang setiap saat dilakukan, dengan kelengkapan pancaindra yang dimiliki. Selain dengan membaca koran, mendengarkan radio, menonton televisi atau berbicara dengan orang lain, kegiatan observasi merupakan salah satu kegiatan untuk memahami lingkungan. Namun, tidak semua observasi bisa disebut sebagai suatu metode penelitian karena metode pengumpulan
51 data melalui observasi memerlukan syarat-syarat tertentu agar bermanfaat bagi kegiatan pengumpulan data. (Kriyantono 2006:10). Beberapa cara diatas yang akan digunakan si peneliti untuk mengumpulkan data. Karena dengan cara seperti diatas sangat membantu memecahkan masalah yang akan si peneliti teliti. Dengan wawancara mendalam (depth interview), Observasi Lapangan, dan Studi Kasus sangatlah berguna untuk peneliti yang menggunakan metode kualitatif. 3.5 Analisis dan Penafsiran Data Peneliti berperan secara langsung pada setiap kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh Public Relations di PT Suria Solusi Indonesia. Observasi berlangsung selama 3 bulan terhitung dari tanggal 3 Januari 2013 sampai dengan 3 April 2013. Selama observasi berjalan, peneliti selalu mencatat apa yang telah dilakukan oleh Public Relations di PT Suria Solusi Indonesia tersebut, karena data-data itulah yang dibutuhkan oleh peneliti untuk meneliti lebih mendalam lagi. Analisis adalah proses menyusun data agar dapat ditafsirkan. Menyusun berarti menggolongkan dalam pola, tema atau kategori. Tugas peneliti adalah mengadakan analisis tentang data yang akan diperoleh agar diketahui maknanya. Jika peneliti tidak dapat mengadakan interpretasi dan hanya menyajikan data deskriptif saja, peneliti itu sia-sia dan tidak memenuhi harapan. Peneliti harus memberi waktu yang lebih banyak untuk merenungkan data yang dikumpulkannya. Jarak dan waktu sangat bermanfaat bagi penafsiran data. Laporan yang ditulis akan dapat meningkatkan mutunya bila ada
52 jarak waktu antara pengumpulan data dan penulisannya. Mengadakan interpretasi yang bermakna tidak dapat dilakukan terburu-buru (Nasution 2003:126-127). Teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah model teknik analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Penulis memilih teknik ini karena teknik analisis data imi dapat dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data sehingga memudahkan penulis untuk mencatat data dan memprosesnya menjadi sebuah pembahasan. Teknik analisis data model interaktif menurut Miles dan Huberman terdiri atas empat tahapan yang harus dilakukan. Tahapan pertama adalah tahap pengumpulan data, tahapan kedua adalah tahap reduksi data, tahapan ketiga adalah tahap display data, dan tahap keempat adalah tahap penarikan kesimpulan dan/atau tahap verifikasi (Herdiansyah 2010:165) 1. Pengumpulan Data Dalam tahap ini penulis mengumpulkan data dengan melakukan pendekatan dan menjalin hubungan dengan subjek penelitian dimana pendekatan dan menjalin hubungan dengan subjek penelitian dimana pendekatan tersebut tidak hanya observasi tetapi juga dengan membuat catatan lapangan, berinteraksi dengan lingkungan social subjek dan informan. Ini semua merupakan proses dalam mengumpulkan data yang nantinya akan diolah. Ketika penelitian telah mendapatkan data yang cukup untuk diproses dan dianalisis.
53 2. Reduksi data Inti dari reduksi data adalah proses penggabungan dan penyeragaman segala bentuk data yang diperoleh menjadi satu bentuk tulisan (script) yang akan dianalisis. Hasil dari wawancara akan diformat menjadi bentuk verbatim wawancara. 3. Display Data Display Data adalah mengolah data setengah jadi yang sudah seragam dalam bentuk tulisan dan sudah memiliki alur tema yang jelas ke dalam suatu matriks kategorisasi sesuai tema-tema tersebut ke dalam bentuk yang lebih konkret dan sederhana yang disebut dengan subtema yang diakhirir dengan memberikan kode (coding) dari subtema tersebut sesuai dengan verbatim wawancara yang sebelumnya telah dilakukan. 4. Kesimpulan atau verifikasi Dalam tahap ini penulis akan menguraikan subkategori yang sudah disertai dengan tema dan pengodean berupa quote verbatim wawancara yang kemudian disimpulkan secara spesifik dan mengerucut. Langkah yang dilakukan kemudian adalah menjawab pertanyaan yang penulis ajukan dalam penelitianm dan dikaitkan dengan hasil subkategori tema yang sebelumnya sudah diuraikan. Langkah terakhir adalah membuat kesimpulan dan temuan dan hasil penelitian dengan memberikan penjelasan simpulan dari pertanyaan penelitian yang diajukan.
54 3.6 Keabsahan Data Untuk menetapkan keabsahan data diperlikan teknik pemeriksaan, pelaksanaan teknik pemeriksaan berdasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada 4 kriteria yang digunakan Moleong (2004:173), yaitu: 1. Credibility Tujuannya adalah membuktikan bahwa apa yang diamati oleh peneliti sesuai dengan apa yang ada dalam kenyataan dan sesuai dengan yang sebenarnya terjadi/ada. Kredibilitas digunakan untuk memenuhi kriteria bahwa data dan informasi yang dikumpulkan peneliti harus mengandung nilai kebenaran, baik bagi pembaca yang kritis maupun subyek yang diteliti. 2. Transferability Transferabilitas berhubungan dengan pertanyaan sejauh mana hasil penelitian dapat digunakan pada situasi-situasi lain. Transferabilitas ini dapat dipenuhi dengan memberikan deskripsi secara rinci dan jelas mengenai hasil dan konteks penelitian. Apabila hal ini dapat dipenuhi, maka hasil penelitian dapat ditransfer ke dalam situasi-situasi yang lain. Agar tuntutan transferabilitas hasil penelitian ini dapat dipenuhi, maka peneliti berusaha mendeskripsikan data/informasi yang diperoleh dan konsteks penelitian secara rinci dan jelas. 3. Dependability Dependabilitas mirip dengan reabilitas yang ada dalam penelitian kuantitatif, artinya konsistensi peneliti dalam proses pengumpulan data, interpretasi peneliti, dan analisis data. Dalam penelitian kualitatif ini,
55 berarti instrumen utama penelitian adalah peneliti itu sendiri. Agar peneliti dapat memenuhi syarat reliabilitas, maka peneliti harus menyatukan dependabilitas dengan konfirmabilitas. 4. Confirmability Standart konfirmabilitas ini lebih terfokus pada pemeriksaan kualitas dan kepastian hasil penelitian, benar atau tidak adanya data tersebut dilapangan. Bukti-bukti seperti kliping iklan baris di koran, print out iklan internet, tulisan, Company Profile, dan transkip wawancara dengan key informan dan informan. Semua itu dapat digunakan untuk mengujinya dang mengkonfirmasi. yaitu: Teknik pencapaian kredibilitas data dalam penelitian ada 4 teknik, a. Persistent observation yaitu mengadakan observasi secara tekun/cermat dan terus menerus, dengan maksud untuk mengamati dan lebih memahami fenomena dan peristiwa yang terjadi pada latar penelitian secara mendalam, sehingga ditemukan hal-hal yang relevan untuk kepentingan penelitian. Kegiatan ini peneliti lakukan di lokasi penelitian selama periode tertentu, dengan mangamati dan mewawancari beberapa pihak yang terkait dan juga menggali dokumen yang berhubungan dengan tema penelitian. b. Triangulasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjamin keterpercayaan data yang diperoleh dalam penelitian, sehingga perlu dilakukan kontrol terhadap kesahihannya. Untuk menguji kesahihan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara Triangulasi sumber,
56 yaitu pengecekan data dengan membandingkan dan mengecek ulang data yang diperoleh dari informandenganinforman lainnya c. Reviewing dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mendiskusikan data yang diperoleh dalam penelitian dengan pihak-pihak yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang relevan dengan tema penelitian dan memahami pendekatan metode penelitian kualitatif menurut Lexy J Moleong (2004:176), Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa penerapan triangulasi, yang antara lain: 1. Triangulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui beberapa key informan, informan dan sumber yang berbeda. Hal itu dapat dicapai dengan cara, antara lain: A. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. B. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. C. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. 2. Triangulasi teori adalah memanfaatkan dua teori atau lebih untuk diadu atau dipadu. Untuk itu diperlukan rancangan penelitian pengumpulan data dan analisis data yang lebih
57 lengkap. Dengan demikian akan dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif Informasi tersebut selanjutnya dibandingkan dengan perspektif teori yang televan untuk menghindari bias individual peneliti atas temuan atau kesimpulan yang dihasilkan.