BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. laboratorium teknik tekstil Universitas Islam Indonesia.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris secara in-vitro.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Perubahan warna gigi diukur menggunakan spektrofotometer untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan penyinaran dilakukan

THE DIFFERENCE LENGTH OF TIME SUBMERSION TEETH IN STARFRUIT EXTRACT

THE EFFECT OF BLEACHING WITH STARFRUIT EXTRACT (Averrhoa Carambola) TOWARDS THE DEGREE OF THE CHANGE OF THE COLOUR OF TEETH

KARYA TULIS ILMIAH. PENGARUH BLEACHING DENGAN EKSTRAK BUAH BELIMBING MANIS (Averrhoa Carambola) TERHADAP DERAJAT PERUBAHAN WARNA GIGI

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen laboratories murni in

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yaitu aquades sebagai variabel kontrol dan sebagai variabel pengaruh

BAB I PENDAHULUAN. keindahan dari penampilan dari diri seseorang (Istianah et al, 2015). Terutama

BAB I PENDAHULUAN. bidang esthetic dentistry (Ibiyemi dan Taiwo, 2011). Salah satu masalah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Rerata Zona Radikal. belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri penyebab

BAB I PENDAHULUAN. Susunan gigi yang rapi serta warna gigi yang putih merupakan faktor yang

LAMPIRAN 1. Alur Pikir

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. seseorang (Herdiyati, 2006 dalam Syafriadi dan Noh, 2014). Diskolorasi gigi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH PERASAN BUAH LEMON TERHADAP PENINGKATAN WARNA GIGI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERUBAHAN WARNA PADA LEMPENG RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS SETELAH PERENDAMAN DALAM EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI 30%

BAB 1 PENDAHULUAN. penampilannya (Ibiyemi, dkk. 2011). Alasan tersebut menjadi satu dari berbagai

BAB 1 PENDAHULUAN. putih akan membuat orang lebih percaya diri dengan penampilannya (Ibiyemi et

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. lebih percaya diri karena memiliki nilai estetika yang tinggi.perubahan warna gigi

Nurbaetty Rochmah, Dwi Merry Ch.R, Sri Lestari Potensi Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Memutihkan Gigi yang Mengalami Diskolorasi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. sebelum dan sesudah perendaman dengan beberapa jenis sediaan susu telah

Lampiran 1. LEMBAR PENJELASAN CALON SUBJEK PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Warna gigi normal manusia adalah kuning keabu-abuan, putih

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. dan bersih menjadi tujuan utamanya. Bleaching merupakan salah satu perawatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan post

BAB III METODE PENELITIAN. dengan rancangan eksperimental dengan randomized pre post test control

BAB V HASIL PENELITIAN. Subjek Penelitian ini adalah Hematopoetic Stem cell dari darah perifer Dewasa yang

Aktifitas Anti Oksidan Ekstrak Metanol 70% Daun Krokot (Portulaca oleracea L.)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V HASIL PENELITIAN

IV. Hasil dan Pembahasan. A. Hasil penelitian. kamboja putih (Plumeria acuminataw.t.ait ) terhadap hambatan pertumbuhan

BAB I PENDAHULUAN. mereka yang bidang pekerjaannya sangat menuntut penampilan seperti pramugari

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. penampilan seseorang secara keseluruhan (Torres dkk., 2012). Salah satu aspek

BAB I PENDAHULUAN. dan putih kekuning-kuningan. Warna gigi ditentukan oleh ketebalan ,

LAMPIRAN 1. ONE WAY ANOVA

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berperan dalam interaksi sosial manusia (Tin-Oo dkk., 2011). Sebuah survei yang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. estetika yang sangat mempengaruhi penampilan. Hal ini menjadi permasalahan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penampilan gigi berpengaruh dalam interaksi sosial manusia karena

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masalah estetika yang berpengaruh terhadap penampilan dan menimbulkan

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan the post test only controlled group design (Taufiqurahman, 2004).

KARYA TULIS ILMIAH PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PERENDAMAN EKSTRAK BUAH STROBERI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pengaruh Lama Pengaplikasian Bahan Bonding

PENGARUH JUS BUAH STROBERI (FRAGARIA X ANANASSA) TERHADAP DISKOLORASI GIGI YANG DISEBABKAN OLEH KOPI

BAB III METODE PENELITIAN. penelitan the post test only control group design. 1) Larva Aedes aegypti L. sehat yang telah mencapai instar III

PERBANDINGAN APLIKASI BUAH DELIMA PUTIH

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. laboratorik dengan rancangan penelitian pretest and posttest with control

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. karena selain dapat menghasilkan senyum yang indah juga sangat membantu

III. METODE PENELITIAN. Desain Penelitian pada penelitian ini adalah eksperimental dengan

BAB 5 HASIL PENELITIAN Hari 1 Hari 2 Hari 7 Hari. Lama Perendaman

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perubahan warna gigi dapat diperbaiki dengan dua cara yaitu dengan

III. METODE PENELITIAN. menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL ). Perlakuan yang diberikan

Mirna Renasya Syahland 1, Any Setyawati 2 1

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pasien untuk mencari perawatan (Walton dan Torabinejad, 2008).

BAB 5 HASIL PENELITIAN. Hasil rata rata pengukuran kekerasan pada spesimen adalah sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian yang dilakukan oleh dr.

BAB 3 METODOLOGI PENELITAN. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratories

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. membentuk konsistensi setengah padat dan nyaman digunakan saat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian mengenai perbedaan kekuatan geser antara self adhesif semen

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Penelitian telah dilakukan tentang pengaruh pemberian ekstrak etanol

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

EFEKTIVITAS ASAM ASKORBAT DALAM EKSTRAK BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP PEMUTIHAN GIGI DENGAN KONSENTRASI 30%, 70%, DAN 100%

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian mengenai perbedaan kekuatan tarik antara adhesif semen dan

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. (RelyX) dan semen ionomer kaca tipe 1 tipe 1 terhadap restorasi veneer

Lampiran 1. Surat Keterangan Determinasi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Tabel hasil perhitungan nilai kekerasan sebelum perendaman

Klasifikasi. Polimerisasi panas. Polimerisasi kimia. Waterbath Manipulasi microwave. Metil metakrilat. Cross lingking agent. Inhibitor hydroquinon

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh rasio w/p terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. eskperimental laboratorik dengan rancangan pre test and post test with control

r = pengulangan/replikasi 15 faktor nilai derajat kebebasan Penurunan bilangan peroksida pada minyak jelantah.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berusia ± 2 bulan dengan berat badan gr. Subjek dibagi menjadi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Penelitian tentang pengaruh jumlah volume filler wt% terhadap ketahanan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Kedokteran khususnya ilmu Biokimia dan Farmakologi.

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Februari 2014 bertempat di

BAB I PENDAHULUAN. pulpa. Gigi manusia dapat berubah warna, itu dinamakan diskolorisasi gigi. (perubahan warna) (Grossman dkk, 1995)

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. gigi yang populer belakangan ini adalah perawatan bleaching yaitu suatu cara

BAB IV HASIL PENELITIAN. (Garcinia Mangistan Linn.) terhadap penurunan indeks plak, yang menggunakan

PERUBAHAN WARNA GIGI PERMANEN MANUSIA SETELAH PERENDAMAN DALAM EKSTRAK KULIT PISANG RAJA 100% (secara in-vitro)

Bahan basis gigitiruan resin. Resin akrilik. Swapolimerisasi. Konduktivitas termal. Minuman soda Obat Kumur Kopi Teh Nikotin

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan hubungan oklusi yang baik (Dika et al., 2011). dua, yaitu ortodontik lepasan (removable) dan ortodontik cekat (fixed).

BAB V PEMBAHASAN. Penelitian ini menggunakan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) sebagai

Transkripsi:

46 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan derajat warna gigi sebelum dan sesudah direndam ekstrak belimbing manis 100%. Gigi yang digunakan terlebih dahulu dilakukan diskolorasi dengan merendamnya dalam larutan teh selama 12 hari dilanjutkan dengan merendam 5 gigi ke dalam ekstrak belimbing manis. Akuades digunakan untuk merendam 5 gigi sebagai kontrol negatif. Karbamid peroksida 10% digunakan untuk merendam 5 gigi sebagai kontrol positif. Waktu perendaman adalah 126 jam dan konsentrasi belimbing manis yang digunakan adalah 100%. Warna gigi diukur dengan menggunakan spectrofotometer untuk menentukan nilai warna gigi (de*ab). Berikut tabel data hasil pengukuran: Tabel 2. Data nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah gigi direndam selama 126 jam. No Ekstrak Belimbing Manis 100% Nilai warna (de*ab) Akuades (kontrol negatif) Karbamid Peroksida 10% (kontrol positif) Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah 1 99.81 95.20 99.50 99.32 99.26 93.13 2 99.44 95.32 99.70 99.48 99.91 93.29 3 99.53 95.40 99.37 99.12 99.59 93.23 4 99.82 95.33 99.59 99.26 99.53 93.35 5 99.85 95.48 99.53 99.34 99.41 93.12

47 Tabel 2 menunjukkan bahwa terjadi perubahan nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah gigi direndam pada ekstrak belimbing manis 100%, karbamid peroksida, dan akuades. Nilai sebelum perendaman lebih besar dari pada nilai sesudah perendaman, artinya terdapat perubahan warna pada sampel. Data pada tabel 2 dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji Sh Shapiro-Wilk dan didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 3. Uji normalitas Shapiro-Wilk No Bahan yang digunakan Sebelum Signifikansi sesudah 1 Ekstrak belimbing manis 100% 0.096 0.926 2 Akuades 0.980 0.927 3 Karbamid peroksida 10% 0.827 0.520 Uji normalitas menunjukkan pada ekstrak belimbing manis 100% mempunyai nilai signifikansi sebelum sebesar 0,096 dan sesudah sebesar 0,926. Akuades mempunyai nilai signifikansi sebelum sebesar 0.980 dan sesudah sebesar 0.927. Karbamid peroksida mempunyai nilai signifikansi sebesar 0.827 dan sesudah 0.520. Seluruh nilai signifikansi menunjukkan p>0,05 yang berarti bahwa sebaran data pada ketiga konsentrasi tersebut adalah normal, dengan demikian dapat dilakukan uji t-test berpasangan untuk mengetahui perubahan warna antara sebelum dan sesudah perendaman ekstrak belimbing manis 100%,

48 akuades, dan karbamid peroksida 10% selama 126 jam. Hasil uji t-test berpasangan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Uji t-test berpasangan No 1 Nilai warna sebelum dan sesudah perlakuan Ekstrak belimbing manis 100% Rata-rata Interval kepercayaan 95% Nilai terendah Nilai tertinggi Signifikansi 4.34400 4.07430 4.61370 0.000 2 Akuades 0.23400 0.15919 0.30881 0.001 3 Karbamid peroksida 10% 6.31600 6.07706 6.55494 0.000 Uji t-test berpasangan menunjukkan signifikansi pada sampel uji (ekstrak belimbing manis) p=0,000, pada kontrol positif (Karbamid peroksida 10%) p=0,000, pada kontrol negatif (akuades) p=0.001 (p<0.05), artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai warna (de*ab) yang signifikan sebelum dan sesudah 126 jam perendaman gigi dengan ketiga bahan tersebut. Penelitian ini menggunakan uji One Way Anova untuk menguji data tidak berpasangan yang lebih dari 2 kelompok. Tabel 5. Data selisih nilai warna (de*ab) Selisih nilai warna (de*ab) No Ekstrak belimbing manis 100% Akuades Karbamid peroksida 10% 1 4.61 0.18 6.13 2 4.12 0.22 6.62 3 4.13 0.25 6.36 4 4.49 0.33 6.18 5 4.37 0.19 6.29 Mean 4.344 0.234 6.316

49 Tabel 5 menunjukkan selisih nilai warna (de*ab) pada masing-masing bahan yang yang digunakan. Terdapat penurunan nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah perendaman ekstrak belimbing manis 100%, akuades, dan karbamid peroksida 10%. Selisih nilai paling besar terjadi pada perendaman dengan karbamid peroksida 10%. Tabel 6. Homogenitas Selisih nilai warna (de*ab) Signifikansi Berdasarkan rata-rata 0,074 Berdasarkan nilai tengah 0,162 Hasil tes homogenitas berdasar rata-rata sebesar 0,074 yang artinya data sudah homogen karena p>0,05. Tabel 7. Uji One Way Anova Selisih nilai warna (de*ab) Signifikansi Antar kelompok konsentrasi 0,000 Hasil uji One Way Anova menunjukkan nilai p<0,05 yaitu sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna, artinya terdapat pengaruh ketiga bahan yang digunakan terhadap perubahan warna gigi. Uji Post Hoc LSD (Least Significance Difference dilakukan untuk mengetahui bahan yang memiliki tingkat keefektivitasan memutihkan gigi paling baik.

50 Tabel 8. Hasil uji Post Hoc Perbandingan bahan Perbedaan rata-rata Signifikansi Ekstrak belimbing Akuades 4.11400 0,000 manis Akuades Karbamid peroksida Karbamid peroksida Ekstrak belimbing manis -6.08200 0,000 1.96800 0,000 Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan rata-rata konsentrasi ekstrak belimbing manis terhadap akuades adalah 4.11400 dengan nilai p<0,05 yaitu sebesar 0,000 yang dapat diinterpretasikan bahwa ekstrak belimbing manis 10% lebih efektif daripada akuades. Perbedaan rata-rata akuades terhadap karbamid peroksida 10% adalah -6.08200 dengan nilai p<0,05 yaitu sebesar 0,000 yang dapat diinterpretasikan bahwa karbamid peroksida 10% lebih efektif daripada akuades. Angka -6.08200 berarti akuades lebih lemah dari bahan pembanding yaitu karbamid peroksida. Perbedaan rata-rata karbamid peroksida 10% terhadap ekstrak belimbing manis 10% adalah 1.96800 dengan nilai p<0,05 yaitu sebesar 0,000 yang dapat diinterpretasikan bahwa karbamid peroksida 10% lebih efektif dari ekstrak belimbing manis 10%. Berdasarkan data tersebut maka dapat diasumsikan bahwa perendaman gigi pada karbamid

51 peroksida 10% memiliki efektifitas paling tinggi dalam memutihkan gigi jika dibandingkan dengan ekstrak belimbing manis 100% dan akuades. Perbedaan bermakna terdapat pada perbandingan ketiga bahan perendaman gigi tersebut. Gambar 15. Gigi sebelum direndam teh Gambar 16. Gigi setelah direndam teh

52 Gambar 17. Gigi setelah direndam ekstrak belimbing manis 100% Gambar 18. Gigi setelah direndam karbamid peroksida 10%

53 Gambar 19. Gigi setelah direndam akuades Gambar 20. Gigi diukur nilai warnanya.

54 Gambar 21. Hasil penyinaran dari Spectrophotometer 2401 PC B. Pembahasan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bleaching dengan ekstrak buah belimbing manis terhadap derajat perubahan warna gigi. Teknik pemutihan gigi yang digunakan adalah teknik pemutihan gigi eksternal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah gigi premolar post ekstraksi sebanyak 15 gigi. Sampel direndam dalam larutan teh selama 12 hari. Penentuan waktu perendaman gigi ke dalam teh selama 12 hari didapat dari perhitungan sebagai berikut: 8 menit x 365 hari x 6 tahun = 12, 167 12 hari 1440 menit

55 Keterangan: 8 menit = rata-rata waktu konsumsi teh dalam sehari (Guller dkk., 2005) 365 hari = jumlah hari dalam 1 tahun 6 tahun = rata-rata usia pencabutan gigi premolar untuk perawatan orthodontic dikurangi rata-rata usia erupsi gigi premolar (Marchelina dkk., 2016 dan Harshanur, 2012) 1440 menit = jumlah menit dalam 1 hari ( 24 jam x 60 menit) Penelitian ini menggunakan gigi premolar karena gigi premolar merupakan gigi posterior yang paling depan sehingga secara estetis mampu terlihat ketika tersenyum. (Jones dan Ventre, 2005). Sampel gigi kemudian dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok dibedakan berdasarkan bahan perendam. Bahan perendam yang digunakan adalah ekstrak belimbing manis 100%, akuades, dan karbamid peroksida 10%. Ketiga kelompok sampel direndam selama 126 jam. Pembuatan dan pembagian konsentrasi ekstrak belimbing manis dilakukan di LPPT Universitas Gajah Mada. Pengukuran warna gigi dilakukan di Laboratorium Teknik Tekstil Universitas Islam Indonesia dengan menggunakan Spectrophotometer UV- 2401 PC. Penelitian ini menggunakan asam oksalat yang terkandung dalam ekstrak belimbing manis jenis demak kunir karena termasuk varietas unggul yang memiliki rasa manis sedikit asam, aromanya harum dan teksturnya halus (Soenarjono, 2004). Teknik ekstraksi yang dilakukan yaitu teknik ekstraksi

56 maserasi kinetik. Teknik maserasi kinetik dipilih karena dalam prosesnya dilakukan pengadukan sehingga zat aktif yang terkandung di dalam belimbing manis lebih banyak dan lebih cepat larut di dalam pelarut (List dan Schmidt, 2000). Pengukuran warna gigi dengan menggunakan Spectrophotometer dilakukan dengan cara menjatuhkan sinar pada email gigi. Cahaya yang mengenai email gigi sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan diserap oleh pigmen warna gigi. Sebagian cahaya yang dipantulkan nantinya akan muncul sebagai nilai warna (de*ab). Nilai warna (de*ab) yang telah diperoleh merupakan data kuantitatif yang dapat diolah dengan menggunakan SPSS. Berdasarkan tabel hasil penyinaran diatas dapat dilihat bahwa masingmasing spesimen gigi memiliki nilai warna (de*ab) yang berbeda-beda, berarti perubahan warna pada masing-masing spesimen gigi pun berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh ketidakseragaman spesimen gigi yang digunakan, yaitu dari segi kondisi gigi, usia gigi, dan ketebalan email gigi (Fauziah dkk., 2012). Hasil penyinaran spesimen gigi sebelum dan sesudah perendaman menunjukkan bahwa nilai warna (de*ab) sesudah dilakukan perendaman lebih kecil daripada sebelumnya. Nilai warna (de*ab) yang kecil menunjukkan sinar yang dipantulkan kecil dan penyerapan zat warna semakin besar. Nilai warna (de*ab) yang besar menunjukkan penyerapan zat warna yang besar dan spesimen gigi akan semakin putih. Pengujian statistik membuktikan bahwa terjadi perubahan derajat warna gigi yang signifikan.

57 Pengujian statistik menunjukkan hasil yang sangat signifikan pada spesimen gigi yang direndam dengan karbamid peroksida 10%. Pengamatan pada gambar 7 menunjukkan spesimen gigi terlihat sangat putih. Karbamid peroksida merupakan bahan utama yang digunakan untuk home bleaching. Nama kimia dari karbamid peroksida adalah urea hidrogen peroksida dengan rumus molekul CO(NH 2 ) 2 H 2 O 2 (Adang dkk., 2006). Karbamid peroksida mengalamo oksidasi sehingga dapat melepas radikal bebas berupa pigmen yang menempel pada gigi bersama dengan H 2 O. CO(NH 2 ) 2 H 2 O 2 + O 2 CO 2 (NH 2 ) 2 + H 2 O 2 H 2 O + O + Karbamid Peroksida air radikal bebas Gambar 22. Reaksi oksidasi karbamid peroksida (Petrucci, 2000). Hasil uji statistik pada spesimen gigi yang direndam akuades juga menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil penyinaran gigi menunjukkan bahwa terjadi perubahan nilai. Air mengandung fluor yang mempunyai peran mengurangi plak dengan cara menurunkan energi permukaan pada gigi, sehingga kotoran yang menempel pada gigi bisa terlepas sehingga gigi menjadi bersih. Air juga mempunyai daya tarik menarik antar elektron dan mengikat kotoran dari benda padat (gigi) sehingga kotoran yang menempel pada gigi akan terlepas (Anusavice, 2004). Hasil pengolahan data menggunakan uji t-test berpasangan menunjukkan perbedaan nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah perendaman dengan ekstrak belimbing manis 100%, akuades, dan hidrogen peroksida 10% adalah bermakna dengan nilai p<0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

58 ketiga bahan tersebut memiliki pengaruh terhadap perubahan warna gigi menjadi lebih cerah. Analisis One Way Anova digunakan untuk mengetahui signifikansi perbedaan selisih nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah perendaman ekstrak belimbing manis antara kelompok ekstrak belimbing manis 100%, akuades, dan karbamid peroksida 10%. Hasil analisis One Way Anova menunjukkan bahwa nilai p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna pada selisih nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah perendaman spesimen gigi pada ekstrak belimbing manis 10%, akuades, dan karbamid peroksida 10%. Uji Post Hoc yang dilakukan pada penelitian ini yaitu uji LSD (Least Significance Difference) untuk mengetahui signifikansi perbedaan selisih nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah perendaman spesimen gigi antara kelompok ekstrak belimbing manis 100% dengan akuades, akuades dengan hidrogen peroksida 10%, dan hidrogen peroksida 10% dengan ekstrak belimbing manis 100%. Hasil analisis LSD pada ketiga kelompok perbandingan menunjukkan nilai p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna pada selisih nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah perendaman spesimen gigi antara kelompok ekstrak belimbing manis 100% dengan akuades, akuades dengan hidrogen peroksida 10%, dan hidrogen peroksida 10% dengan ekstrak belimbing manis 100%. Pengolahan data yang telah dilakukan berupa uji t-test berpasangan, One Way Anova dan Post Hoc yang berupa LSD, dari hasil pengolahan data

59 tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang telah diajukan dapat diterima yang berarti terdapat perubahan derajat warna gigi terhadap ekstrak buah belimbing manis (Averrhoa Carambola) Penelitian ini menunjukkan terjadi penurunan nilai warna (de*ab) setelah dilakukan perendaman spesimen gigi pada ektrak belimbing manis 100%, akuades, dan hidrogen peroksida 10%, hal ini sesuai dengan Ascheim dan Dale (2001) yang menyatakan bahwa semakin kecil nilai warna (de*ab) maka penyerapan zat warna semakin kecil dan semakin kecil zat warna yang diserap maka menunjukkan bahwa spesimen gigi semakin cerah. Perubahan warna gigi menjadi semakin cerah setelah dilakukan perendaman ke dalam ekstrak belimbing manis dikarenakan oleh kandungan asam oksalat di dalam belimbing manis, dimana asam oksalat merupakan bahan oksidator yang mampu mengubah warna gigi semakin cerah. Oksidator akan mengoksidasi pigmen pada gigi dengan cara melepas oksigen sebagai radikal bebas (Meizarini dan Rianti, 2005). Oksigen akan memecah molekul komplek dari pigmen yang menyebabkan diskolorasi gigi menjadi molekul sederhana yang tidak berwarna (Brenna dkk., 2012), dengan demikian setelah perendaman gigi di dalam ekstrak belimbing manis maka warna gigi akan menjadi lebih cerah. Penelitian ini menunjukkan selisih nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah perendaman spesimen gigi paling tinggi terjadi pada kelompok karbamid peroksida 10%, sedangkan selisih nilai warna (de*ab) sebelum dan sesudah perendaman spesimen gigi paling rendah terjadi pada kelompok akuades. Hal tersebut menunjukkan kemampuan pemutihan gigi paling tinggi

60 terjadi pada kelompok karbamid peroksida 10%. Hasil perendaman spesimen gigi pada kelompok karbamid peroksida 10% berubah menjadi sangat putih yang dapat dilihat pada gambar 8. Kemampuan pemutihan gigi paling rendah terjadi pada kelompok akuades meskipun akuades sebagai kontrol negatif menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna. Perubahan warna spesimen gigi pada kelompok akuades bukan karena akuades dapat memutihkan gigi melainkan perendaman spesimen gigi menggunakan akuades dapat membuat gigi menjadi bersih. Perendaman spesimen gigi pada kelompok ekstrak belimbing manis 100% menunjukkan perubahan warna yang lebih besar daripada perendaman dalam akuades, meskipun masih lebih banyak perubahan warna pada kelompok karbamid peroksida 10% karena kekuatan oksidator pada asam oksalat yang terkandung dalam buah belimbing manis sebesar 1,04% dari berat total lebih lemah dibandingkan kekuatan oksidator karbamid peroksida 10%. Belimbing manis matang mengandung kandungan asam oksalat 1,04% dari berat total (Patil dkk., 2010). Kandungan tersebut dinilai jauh lebih kecil dibandingkan konsentrasi karbamid peroksida yang digunakan dalam perendaman yaitu sebesar 10%. Ekstrak belimbing manis 100% yang digunakan mempunyai beberapa kandungan di dalamnya namun kandungan asam oksalat hanya sebesar 1,04% dari berat total, sehingga karbamid peroksida lebih efektif memutihkan gigi dibandingkan ekstrak belimbing manis 100%.