Resume ke-8 Tgl 17 November 2015 Oleh: Lilik Lestari NIM:15105241037 Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM Model pengembangan kurikulum adalah model yang digunakan untuk mengembangkan suatu kurikulum, dimana pengembangan kurikulum yang dibuat untuk dikembangkan sendiri baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah atau sekolah. Jenis model pengembangan kurikulum No Pendapat ahli Pendekatan ilmiah Model manajemen pendidikan 1. Tyler Ilmiah Sentralisasi/ administratif 2. Taba Non ilmiah Dekonsentrasi 3. Nicolas Dekonsentrasi 4. Wheeler Otonomi 5. Saylor 1. Model Tyler Objectives What educational purposes should the school seek to attain? Selecting learning experiences What educational experiences can be provided that are likely to attain their purposes? Organising learning experiences How can these educational experiences be effectively organized? Evaluation How can we determine wether these purposes are being attained 1
Ini adalah model yang paling dikenal bagi perkembangan kurikulum dengan perhatian khusus pada fase perencanaan. Model Tyler (yang diperluas) Kebutuhan peserta didik Kebutuhan masyarakat Perkembangan iteks Tujuan umum pembelajaran secara tentatif Landasan filsafat Landasan psikologis Merumuskan tujuan pembelajaran Seleksi pengalaman pembelajaran Seleksi pengalaman belajar Organisasi pengalaman belajar Menata pengalaman belajar Evaluasi pengalaman belajar 2. Model Taba Guru harus memulai dengan menciptakan suatu unit belajar mengajar khusus bagi murid disekolah dan bukan terlibat dalam rancangan suatu kurikulum umum. Taba mencantumkan lima langkah urutan untuk mencapai perubahan kurikulum, sebagai berikut: 2
(a) Producing pilot units (membuat unit percontohan) yang mewakili peringkat kelas atau mata pelajaran. Taba mengartikan ini sebagai hubungan antara hubungan teori dan praktik. Diagnosis of needs (diagnosa kebutuhan), Kurikulum yang dibuat dengan memperhatikan kebutuhan siswa dan kepada siapa kurikulum dibuat. Formulation of objectives (merumuskan tujuan), kurikulum merincikan tujuan yang akan dicapai. Selection of content (pemilihan isi) bahasan yang akan dipelajari berpangkal langsung dari tujuan-tujuan. Organizazion of content (organisasi isi)menentukan tingkat dan urutan dan menempatkan mata pelajaran. Selection of learning experiences (pemilihan pengalaman belajar), strategi apa yang akan dipilih oleh perencanaan kurikulum. Organization of learning activities (organisasi kegiatan pembelajaran) mengemas kegiatan pembelajaran dalam kombinasi seperti kegiatan apa kegiatan tersebut digunakan. Determination of what to evaluate and of the ways and means of doing it (penentuan tentang apa yang akan dievaluasi dan cara serta alat yang dipakai untuk melakukan evaluasi) Checking for balance and sequence (memeriksa keseimbangan dan urutan). (b) Testing experimental unit (menguji unit percobaan), mengecek validitas materi yang diajarkan dan menetapkan batas kemampuan yang diharapkan. (c) Revisingand consolidating (revisi dan konsolidasi), memodifikasi pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. (d) Developing a framework (pengembangan kerangka kerja), pemeriksaan ruang lingkup apakah sudah memadai dan urutannya sudah benar. (e) Installing and disseminating new units (memasang dan menyebarkan unit-unit baru), mengatur pelatihan sehingga guru-guru dapat secara efektif mengoperasikan unit pembelajaran dikelas. 3. Model Nicolas situation analysis ofobjectives evaluation and organization of content and or organization of methods 3
4. Model Wheeler Aims, goals, and objectives seleksi pengalaman belajar evaluasi seleksi materi organisasi and integrasi pengalaman belajar dan materi 5. Model skilbeck Analisis situasi Merumuskan tujuan Membuat program Interpretasi dan implementasi 6. Model Saylor Monitoring, umpan balik,asesmen dan rekonstruksi Membentuk curriculum planning procces (proses merencanakan kurikulum). Mulai menentukan rencana kurikulum dengan menentukan tujuan sasaran pendidikan yang khusus dan utama. Tujuan ini diklasifikasikan menjadi empat bidang yaitu; perkembangan pribadi, kompetensi sosial, ketrampilan yang berlajutan dan spesialisasi. Setelah rancangan dibuat guru harus membuat rencana pengajaran. Selanjutnya adalah tahap evaluasi. 4
Model ini menggunakan lima langkah sebagai berikut: 1) Sejumlah staf pengajar terlebih dahulu menghasilkan unti-unit kurikulum yang akan dieksperimenkan. Untuk menghasilkan unit-unit tersebut ditembut cara berikut ini: a) mendiagnosa kebutuhan b) memformulasikan tujuan khusus c) memilih konten materi d) mengorganisasikan konten materi e) memilih pengalaman belajar f) menilai g) mengecek perimbangan kedalaman dan keluasan materi pelajaran 2) Mengujicobakan unit-unit itu dalam rangka menemukan validitas dan kelayakan pembelajarannya. 3) Merevisi hasil yang diujicobakan serta mengkonsolidasikannya. 4) Mengembangkan kerangka kerja teoretis. Pertimbangan untuk itu didasarkan pada pertanyaan: a) Apakah konten unit-unit yang dikembangkan secara berurutan telah mencukupi perimbangan keluasan dan kedalamannya? b) Apakah pengalaman belajar telah memberikan kesempatan dalam meningkatkan perkembangan kemampuan intelektual dan emosional? 5) Merakit dan mendeseminasikan hasil yang telah diperoleh. Pada tahap ini perlu persiapan staf pengajar dalam penataran program, lokakarya, dan sebagainya. Model saylor dalam skema: Goal and objectives Perancangan kurikulum (silabus) Implementasi kurikulum (kbm) Evaluasi kurikulum Sumber: http://www.retcia.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html Model-model pengkur.pdf oleh Pak Anik Ghufron 5