Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Bab II Tinjauan Pustaka

KAJIAN LABORATORIUM PENGUJIAN PENGARUH POLIMER DENGAN CROSSLINKER TERHADAP RESISTANCE FACTOR

KAJIAN AWAL LABORATORIUM MENGENAI VISKOSITAS POLIMER TERHADAP PENGARUH SALINITAS, TEMPERATUR DAN KONSENTRASI POLIMER (Laboratorium Study)

STUDI LABORATORIUM PENGARUH KONSENTRASI SURFAKTAN POLIMER TERHADAP RECOVERY FACTOR DENGAN BERBAGAI SALINITAS

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. disimpulkan beberapa hal sebagai berikut, yaitu: dibandingkan lapisan lainnya, sebesar MSTB.

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR

STUDI LABORATORIUM PENGARUH PENAMBAHAN LIGNOSULFONATE PADA COMPRESSIVE STRENGTH DAN THICKENING TIME PADA SEMEN PEMBORAN KELAS G

PENGARUH FRESH WATER TERHADAP PENURUNAN PERMEABILITAS ABSOLUT PADA PENJENUHAN SHALLY SAND CONSOLIDATED CORE (STUDI LABORATORIUM) SKRIPSI

Kata Kunci: Teknologi Stimulasi Vibrasi, Batuan Inti, Reservoir.

KAJIAN LABORATORIUM MENGENAI KETERBASAHAN BATUAN PADA RESERVOIR YANG MENGANDUNG MINYAK PARAFIN PADA PROSES IMBIBISI

INJEKSI POLIMER DENGAN PENGARUH JENIS POLIMER,KONSENTRASI DAN SALINITAS BRINE PADA RECOVERY FACTOR MINYAK (Laboratorium Study)

Tinjauan Pustaka. Enhanced oil recovery adalah perolehan minyak dengan cara menginjeksikan bahanbahan yang berasal dari luar reservoir (Lake, 1989).

PENERAPAN DINAMIKA FLUIDA DALAM PERHITUNGAN KECEPATAN ALIRAN DAN PEROLEHAN MINYAK DI RESERVOIR

BAB II LANDASAN TEORI

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

BAB II TEORI DASAR. Di dalam ilmu kebumian, permeabilitas (biasanya bersimbol κ atau k)

BAB VI KESIMPULAN. memperbesar jari-jari pengurasan sumur sehingga seakan-akan lubang

Gambar Kedudukan Air Sepanjang Jalur Arus (a) sebelum dan (b) sesudah Tembus Air Pada Sumur Produksi 3)

Batuan berpori merupakan media dengan struktur fisik yang tersusun atas bahan

Pengaruh Konsentrasi Surfaktan dan Permeabilitas pada Batuan Sandstone terhadap Perolehan Minyak dalam Proses Imbibisi (Laboratorium Study)

METODOLOGI PENELITIAN

Study Peningkatan Oil Recovery Pada Injeksi Surfaktan-Polimer Pada Batuan Karbonat

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: STUDI LABORATORIUM PENGARUH KONSENTRASI SURFAKTAN TERHADAP PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

PENGEMBANGAN KORELASI USULAN UNTUK PENENTUAN LAMA WAKTU LAJU ALIR PLATEAU PADA SUMUR GAS KONDENSAT DENGAN FAKTOR SKIN TUGAS AKHIR.

aintis Volume 12 Nomor 1, April 2011, 22-28

Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang

BAB II GELOMBANG ELASTIK DAN EFEK VIBRASI

STUDI KESTABILAN BUSA MENGENAI PENGARUH SUHU DAN ELEKTROLITSERTA KONSENTRASI SURFAKTAN DENGAN DAN TANPA MINYAK

SIFAT FISIK TANAH DAN BATUAN. mekanika batuan dan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISA SISTEM NODAL DALAM METODE ARTICIAL LIFT

BAB IV VALIDASI MODEL SIMULASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA LAPANGAN

STUDI PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK DI ZONA A LAPANGAN X DENGAN METODE INJEKSI AIR

Lampiran 2. Prosedur Uji Kinerja Formula Surfaktan APG untuk Enhanced Water Flooding

KEASLIAN KARYA ILMIAH...

Acara Well Log Laporan Praktikum Geofisika Eksplorasi II

Perencanaan Waterflood Perencanaan waterflood didasarkan pada pertimbangan teknik dan keekonomisannya. Analisa ekonomis tergantung pada

DISAIN WAKTU BUKA SUMUR UJI BACK PRESSURE PADA SUMUR MINYAK SEMBUR ALAMI UNTUK MEMBERIKAN HASIL PERMEABILITAS YANG LEBIH AKURAT

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Analisa Injection Falloff Pada Sumur X dan Y di Lapangan CBM Sumatera Selatan dengan Menggunakan Software Ecrin

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iv. KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI (lanjutan)

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... iii HALAMAN PERSEMBAHAN... iv KATA PENGANTAR...

ANALISA FISIKAMINYAK (PETROPHYSICS) DARI DATA LOG KONVENSIONAL UNTUK MENGHITUNG Sw BERBAGAI METODE

BAB II TEORI DASAR II.1. Model Reservoir Rekah Alam

ISBN

PENGARUH INJEKSI POLIMER ATAS STRUKTUR DAN KOMPOSISI SERTA SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

Seminar Nasional Cendekiawan ke 3 Tahun 2017 ISSN (P) : Buku 1 ISSN (E) :

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN... KATA PENGANTAR... RINGKASAN...

Cahaya Rosyidan*, Irfan Marshell,Abdul Hamid

BAB V ANALISA SENSITIVITAS MODEL SIMULASI

KAJIAN LABORATORIUM MENGENAI PENGARUH SALINITAS, PERMEABILITAS DAN KONSENTRASI SURFAKTAN TERHADAP PEROLEHAN MINYAK PADA PROSES INJEKSI SURFAKTAN

KAJIAN METODE BUCKLEY LEVERETT UNTUK PREDIKSI PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK DI SUMUR MT-02 LAPANGAN X

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang sangat penting di dalam dunia industri perminyakan, setelah

Pengembangan Resin untuk Mengatasi Kepasiran di Reservoir yang Tidak Terkonsolidasi (Unconsolidated Reservoir)

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

Perencanaan Injeksi Kimia Untuk Meningkatkan Perolehan Minyak Menggunakan Surfactant-Polymer Flooding

Estimasi Faktor Perolehan Minyak dengan Menggunakan Teknik Surfactant Flooding pada Pola Injeksi Five Spot

Evaluasi Peningkatan Produksi Pada Formasi Sandstone Sumur #H Dan #P Dengan Perencanaan Stimulasi Pengasaman Matriks (Studi Kasus Lapangan Falih)

Analisis Performance Sumur X Menggunakan Metode Standing Dari Data Pressure Build Up Testing

Renaldy Nurdwinanto, , Semester /2011 Page 1

PENGARUH LUMPUR PEMBORAN DENGAN EMULSI MINYAK TERHADAP KERUSAKAN FORMASI BATU PASIR LEMPUNGAN (ANALISA UJI LABORATPORIUM)

PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP KOEFISIEN PERMEABILITAS MATERIAL CRUSHEDLIMESTONE ABSTRAK

Mengatasi Kerusakan Formasi Dengan Metoda Pengasaman Yang Kompetibel Pada Sumur Minyak Dilapangan X

Metodologi Penelitian. Mulai. Pembuatan model fluida reservoir. Pembuatan model reservoir

ANALISIS DATA PTS (PRESSURE, TEMPERATURE, SPINNER) SETELAH DILAKUKAN KEGIATAN ACIDIZING PADA SUMUR ABL-1

PENENTUAN DISTRIBUSI AREAL SATURASI MINYAK TERSISA SETELAH INJEKSI AIR PADA RESERVOIR X DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP MATERIAL BALANCE

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

Kata kunci: recovery factor, surfactant flooding, seven-spot, saturasi minyak residu, water flooding recovery factor.

BAB IV SIMULASI RESERVOIR REKAH ALAM DENGAN APLIKASI MULTILATERAL WELL

PENGUKURAN PERMEABILITAS BATUAN SAMPEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE FALLING HEAD DAN PERBANDINGAN DENGAN ANALISIS CITRA DIGITAL TUGAS AKHIR

HERMIKA DIAN LISTIANI

EVALUASI KEBERHASILAN PEREKAHAN HIDROLIK PADA SUMUR R LAPANGAN X

Gambar 11. Perbandingan hasil produksi antara data lapangan dengan metode modifikasi Boberg- Lantz pada sumur ADA#22

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

OPTIMASI PRODUKSI PADA LAPANGAN X DENGAN PEMODELAN PRODUKSI TERINTEGRASI

I.PENDAHULUAN 1 BAB II. TINJAUAN UMUM LAPANGAN

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: EVALUASI PEREKAHAN HIDROLIK PADA SUMUR GAS BERTEKANAN TINGGI

IV PENGEMBANGAN FUZZY INFERENSI SISTEM SELEKSI METODE EOR

HALAMAN PENGESAHAN...

Klasifikasi Fasies pada Reservoir Menggunakan Crossplot Data Log P-Wave dan Data Log Density

STUDI OPTIMASI DEASIN PEREKAHAN HIDRAULIK PADA RESERVOIR BATUAN PASIR DENGAN TENAGA DORONG AIR DARI BAWAH TUGAS AKHIR. Oleh: PRISILA ADISTY ALAMANDA

PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK DENGAN INJEKSI GAS CO 2 DAN SURFAKTAN SECARA SEREMPAK

Seminar Nasional Cendekiawan ke 3 Tahun 2017 ISSN (P) : Buku 1 ISSN (E) :

PERENCANAAN DAN EVALUASI STIMULASI PEREKAHAN HIDRAULIK METODA PILAR PROPPANT PADA SUMUR R LAPANGAN Y

PENENTUAN SKENARIO PENGEMBANGAN LAPANGAN X MENGGUNAKAN SIMULATOR DENGAN VARIASI DRAWDOWN PRESSURE DAN KOMPLESI

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab pendahuluan ini, akan diuraikan latar belakang masalah

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... HALAMAN PERSEMBAHAN... RINGKASAN...

KARAKTERISASI SURFAKTAN POLIMER PADA SALINITAS PPM DAN SUHU 85 C

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: ANALISA DATA LOG UNTUK PERHITUNGAN VOLUME AWAL GAS DI TEMPAT DENGAN METODA VOLUME TRIK

BAB II KONSEP DASAR PERMODELAN RESERVOIR PANAS BUMI. Sistem hidrotermal magma terdiri dari dua bagian utama yaitu ruang magma dan

Oleh : Fikri Rahmansyah* Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana**

STRATEGI MENGATASI KEHETEROGENITASAN DENGAN INJEKSI SURFAKTAN PADA POLA FIVE SPOT UNTUK MENINGKATKAN FAKTOR PEROLEHAN MINYAK TUGAS AKHIR

EVALUASI KEBERHASILAN MATRIX ACIDIZING DALAM PENINGKATAN PRODUKSI SUMUR RAMA A-02 DAN RAMA A-03 PADA LAPANGAN RAMA-A

Transkripsi:

Seminar Nasional Cendekiaan 205 ISSN: 60-8696 Studi Laboratorium Pengaruh Penggunaan Fluida omplesi CaBr 2 Terhadap Sifat Fisik Batuan Sandstone Sintetik Amry Nisfi Febrian, M. G. Sri Wahyuni, Listiana Satiaati Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Trisakti Abstract Completion fluid has a good development in no days. One of some completion fluid is CaBr 2. In this paper ill explain ho the effectivities of this completion fluid to porosity and permeability of sandstone. The influence of CaBr 2 completion fluid to permeability of ater, permeability of crude oil, and ettabilities of sandstone. And than this study can be used for a oil and gas activities. eyords: CaBr 2, Completion Fluid Pendahuluan Pada perkembangan zaman saat ini ada berbagai macam jenis fluida komplesi yang digunakan. Salah satu fluida komplesi yang mulai banyak digunakan adalah CaBr 2. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kefektivitasan dan efisiensi penggunaan CaBr 2 sebagai fluida komplesi berdasarkan variabel Spesifik Gravitynya. Dan nantinya dapat dilakukan dalam kegiatan perminyaakan yang sebenarnya. Rumusan Masalah Permasalahan yang akan muncul dalam penelitian ini adalah pengaruh variabel Spesifik Gravity terhadap porositas dan permeabilitas batuan Sandstone. Apakah dalam pengujian ini nantinya memberikan efek yang baik atau buruk terhadap porositas dan permeabilitas batuan Sandstone sintetik. Teori Dasar Fluida omplesipada dasarnya, fluida komplesi berguna untuk menghilangkan padatan yang tersisa di lubang sumur setelah proses pengeboran selesai dilakukan. Fluida komplesi ini menggantikan lumpur pemboran pada saat pengeboran telah selesai dilaksanakan. Fluida komplesi CaBr2 memiliki spesifik gravity sekitar.4-.7 dan ph sekitar 8-9. Dan nantinya akan dilakukan pengujian terhadap poositas dan permeabilitas batuan Sandstone sintetis. Porositas Porositas (ϕ) didefinisikan sebagai perbandingan antara volume ruang pori-pori (pore volume) terhadap volume batuan total (bulk volume). Besar kecilnya porositas suatu batuan akan menentukan kapasitas penyimpanan fluida reservoir. Secara matematis porositas dapat dinyatakan sebagai : Dimana : ϕ = Porositas (%) Vb = Volume batuan total (bulk volume) Vs = Volume padatan batuan total. 42

Seminar Nasional Cendekiaan 205 ISSN: 60-8696 (volume grain) Vp = Volume ruang pori-pori batuan Berikut ini adalah klasifikasi porositas: Tabel lasifiksi Porositas Permeabilitas Permebilitas batuan (k) merupakan nilai yang menunjukkan kemampuan dari sifat fisik batuan untuk mengalirkan atau meleatkan fluida melalui pori-pori yang berhubungan tanpa merusak partikel pembentuk atau kerangka batuan tersebut. Adapun skema percobaan permebilitas sebagai berikut: Gambar Skema Percobaan Permeabilitas Pada perhitungannya nilai permeablitas ditentukan sebagai berikut: Dimana : k = Permeabilitas media berpori, darcy Q = Laju aliran, cm 3 /s μ = Viscositas fluida yang dijenuhi, cp A = Luas penampang media, cm 2 43

Seminar Nasional Cendekiaan 205 ISSN: 60-8696 ΔP = Beda tekanan masuk dengan tekanan keluar, atm Δl = Panjang media berpori, cm Berikut ini adalah klasifikasi peremeabilitas: Tabel 2 lasifiksi Permeabilitas Metodologi Penelitan Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan peralatan laboratorium untuk menghitung permeabilitas dengan alat Hassler Core Holder. Sistematika Percobaan di Laboratorium. Penentuan Bulk Volume Batuan. 2. Penentuan Viskositas. 3. Penentuan Spesific Gravity (4 variasi SG) fluida komplesi. 4. Penentuan ph (Derajat easaman). 5. Penentuan Porositas. 6. Penentuan Permeabilitas Air Formasi sebelum penggunaan CaBr 2 ( ) dengan injeksi. 7. Penentuan Permeabilitas Minyak sebelum penggunaan CaBr 2 (o ) dengan injeksi. 8. Penginjeksian fluida komplesi CaBr 2 dengan posisi core dibalik dari kondisi aal, selama ± jam. 9. Proses Aging, yaitu penjenuhan sampel batuan dan pemanasan fluida komplesi dengan menggunakan oven yang diatur pada temperatur 25 o C (dengan asumsi temperatur reservoir) selama ± jam. 0. Mengukur dan menghitung nilai porositas dan permeabilitas batuan Sandstone setelah proses Aging.. Penentuan Permeabilitas Air Formasi setelah proses Aging ( W2 ). 2. Penentuan Permeabilitas Crude Oil setelah proses Aging ( O2 ). 3. Membandingkan hasil aal antara W dan O dengan W2 dan O2. Hasil Percobaan di Laboratorium Berdasarkan pengukuran, perhitungan, dan analisa di laboratorium dimana nilai porositas sampel batuan sebelum dan sesudah dilakukan proses Aging adalah sebagai berikut: 44

(md) Seminar Nasional Cendekiaan 205 ISSN: 60-8696 Tabel 3 Porositas Sampel Batuan Sandstone Aal Setelah didapat nilai permeabilitas aal dilakukan juga pengujian porositas batuan setelah proses Aging dimana menghasilkan sebagai berikut: Tabel 4 Porositas Sampel Batuan Sandstone Setelah Proses Aging Dapat dilihat berdasarkan perbandingan porositas batuan sampel tidak mengalami perubahan yang signifikan atau bisa dikatakan identik. Selanjutnya dilakukan pengujian permeabilitas aal dari air formasi dan crude oil, permeabilitas sampel batuan setelah proses Aging, serta pengaruh terhadap ettability dari sampel batuan sandstone. Untuk sampel menggunakan SG CaBr 2.4, dimana menghasilkan perbandingan dan 2 sebagai berikut: 25 23 22 2 20 (Water) 0 250 500 750 000 250 500 750 2000 Gambar 2 Grafik Perbandingan dan 2 sampel Selain itu untuk perbandingan nilai o dan o 2 sampel adalah sebagai berikut: 45

(md) r o (md) Seminar Nasional Cendekiaan 205 ISSN: 60-8696 74 70 66 62 58 54 50 46 ( Oil ) 0 500 000 500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000 o Gambar 3 Grafik Perbandingan o dan o 2 sampel Dan untuk perbandingan imbibisi dari sampel ini adalah sebagai berikut: 4 r dan ro vs S, (Sampel, SG 4 CaBr2.4) r 20 30 40 S (%) 50 60 70 Gambar 4 Grafik Perbandingan r dan ro dengan r 2 dan ro 2 vs S Sampel Untuk sampel 2 menggunakan SG CaBr 2.5, dimana menghasilkan perbandingan dan 2 sebagai berikut: 28 26 22 20 (Water) 0 200 400 600 800 000 200 400 600 Gambar 5 Grafik Perbandingan dan 2 sampel 2 46

(md) r o (md) Seminar Nasional Cendekiaan 205 ISSN: 60-8696 Selain itu untuk perbandingan nilai o dan o 2 sampel 2 adalah sebagai berikut: 78 74 70 66 62 58 54 50 46 (Oil) 0 250 500 750 000 250 500 750 2000 2250 2500 Gambar 6 Grafik Perbandingan o dan o 2 sampel 2 o Dan untuk perbandingan imbibisi dari sampel 2 ini adalah sebagai berikut: 4 r dan ro vs S, (Sampel 2, SG 4 CaBr2.5) r 20 25 30 35 40S 45 (%) 50 55 60 Gambar 7 Grafik Perbandingan r dan ro dengan r 2 dan ro 2 vs S Sampel 3 Untuk sampel 3 menggunakan SG CaBr 2.6, dimana menghasilkan perbandingan dan 2 sebagai berikut: 44 40 36 32 28 (Water) 0 250 500 750 000 Gambar 8 Grafik Perbandingan dan 2 sampel 3 47

(md) r o (md) Seminar Nasional Cendekiaan 205 ISSN: 60-8696 Selain itu untuk perbandingan nilai o dan o 2 sampel 3 adalah sebagai berikut: 62 58 54 50 46 42 38 34 30 (Oil) 0 500 000 500 2000 2500 3000 3500 4000 Gambar 9 Grafik Perbandingan o dan o 2 sampel 3 o Dan untuk perbandingan imbibisi dari sampel 3 ini adalah sebagai berikut: 4 0,76 r dan ro vs S, (Sampel 3, SG 4 CaBr2.6) 0,76 r 0,74 0,74 5 20 25 30 35 40 45 50 55 60 S (%) Gambar 0 Grafik Perbandingan r dan ro dengan r 2 dan ro 2 vs S Sampel 3 Untuk sampel 4 menggunakan SG CaBr 2.7, dimana menghasilkan perbandingan dan 2 sebagai berikut: 28 20 6 2 8 4 0 (Water) 0 250 500 750 000 250 500 750 2000 aktu (s) Gambar Grafik Perbandingan dan 2 sampel 4 48

r o (md) Seminar Nasional Cendekiaan 205 ISSN: 60-8696 Selain itu untuk perbandingan nilai o dan o 2 sampel 4 adalah sebagai berikut: 28 20 6 2 8 4 0 (Oil) 0 250 500 750 000 250 500 750 2000 2250 2500 Gambar 2 Grafik Perbandingan o dan o 2 sampel 4 Dan untuk perbandingan imbibisi dari sampel 4 ini adalah sebagai berikut: 4 r dan ro vs S, (Sampel 4, SG CaBr2.7) 0,76 0,74 0,77 r 0,72 0,72 0 5 0 5 20 25 30 35 40 45 50 55 60 S (%) Gambar 3 Grafik Perbandingan r dan ro dengan r 2 dan ro 2 vs S Sampel 4 Pembahasan Pembahasan hasil penilitian dalam tugas akhir ini mengacu pada bahasan perhitungan nilai perubahan permeabilitas dari batuan sampel. Dalam meningkatkan nilai permeabilitas ini dilakukan dengan cara menginjeksikan fluida komplesi Calcium Bromite (CaBr2) kedalam batuan tersebut untuk menahan tekanan formasi setelah tahap pemboran. Penelitian kali ini difokuskan untuk membahas permeabilitas sebelum diinjeksikan larutan Calcium Bromite (CaBr2) sampai dengan setelah diinjeksikan larutan tersebut dengan variasi konsentrasi dari SG yang berbeda kedalam tiap sampel batuan. Bab V ini membahas hasil pengujian tentang pengaruh injeksi Calcium Bromite (CaBr2). Untuk mendapatkan permeabilitas tiap sampel, terlebih dahulu dilakukan analisa batuan meliputi perhitungan porositas, bulk volume (Vb), pengukuran panjang (L) dan pengukuran diameter (D) sampel sedangkan pada fluida komplesi dan minyak meliputi pengukuran volume, viscositas, SG, dan ph sebagai contoh pada sampel. Pada pengukuran porositas mengunakan 4 sampel, yaitu : Sampel, Sampel 2, Sampel 3, dan Sampel 4 pada batuan sandstone sintetis. Volume pori pada batuan sintetis tersebut relatif sama yaitu sekitar 9% nan, sehingga didapat porositas pada Sampel sebesar 9.542%, pada Sampel 2 sebesar 7.722%, pada Sampel 3 sebesar 9.539%, dan pada Sampel 4 sebesar 9.88%. Nilai porositas pada tiap sampel rata-rata lebih dari 2% sehingga dikategorikan cukup baik. Porositas sangat berpengaruh terhadap permeabilitas batuan, tetapi batuan yang mempunyai porositas baik tidak selalu memiliki nilai permeabilitas yang baik. emudian batuan yang memiliki permeabilitas baik selalu mempunyai porositas yang baik. Maka perlu dianalisa permeabilitas dari sampel batuan teserbut. 49

Seminar Nasional Cendekiaan 205 ISSN: 60-8696 esimpulan Berdasarkan hasil penelitian batuan sintetis pada laboratorium, maka didapatkan kesimpulan :. Hasil perhitungan porositas pada batuan sanstone sintesis tersebut didapat nilai untuk sampel sebesar 9.542%, untuk sampel 2 sebesar 7.772%, untuk sampel 3 sebesar 9.539%, dan untuk sampel 4 sebesar 9.88%. 2. Hasil perhitungan ph CaBr2 didapatkan untuk SG.4 sebesar 8.97, untuk SG.5 sebesar 8.79, untuk SG.6 sebesar 8.59, dan untuk SG.7 sebesar nilai 8.2 yang didapat dari alat ph meter elektrik. 3. Hasil Pengukuran pada sampel batuan sandstone sintetis tersebut didapatkan hasil persentase nilai kenaikan permeabilitas dari masing-masing sampel batuan yaitu : - Diinjeksikan dengan SG CaBr2.4 mengalami kenaikan hingga 34%. - Diinjeksikan dengan SG CaBr2.5 mengalami kenaikan hingga 36%. - Diinjeksikan dengan SG CaBr2.6 mengalami kenaikan hingga 43%. - Diinjeksikan dengan SG CaBr2.7 mengalami kenaikan hingga 37%. 4. Sesuai dengan hasil perhitungan nilai permeabilitas, maka fluida komplesi CaBr2 yang paling efektif untuk batuan dengan SG.6 Daftar Pustaka Adim, Herlan dkk., Penuntun Praktikum Analisa Batuan Reservoir, Universitas Trisakti, Fakultas Teknologi ebumian dan Energi Universitas Trisakti, Jakarta. 2007. Allen, T.O., Thomas, and Roberts, A. P., Production Operation I Well Completion, Work Over, and Stimulation, Oil and Gas Consultant International Inc, Tusla, 978. Penuntun Praktikum imia Dasar, Laboratorium imia Fakultas Teknologi ebumian dan Energi Universitas Trisakti. Rubiandini, Rudi, Teknik Operasi Pemboran I, Institut Teknologi Bandung, Bandung. 202. Said, Lestari, dkk., Petunjuk Praktikum Analisa Minyak dan Gas Bumi, Laboratorium Analisa Fluida Reservoir Fakultas Teknologi ebumian dan Energi, Jakarta. 2007. http://.freepatentsonline.com/y200/030500.html https://id-id.facebook.com/belajarimiafisikamatematikasma/posts/322085067932304 50