ANALISIS & PEMBAHASAN..(8) Aspek Kelembagaan PERDA tentang air limbah & persampahan belum ada Dinas Cipta Karya penyesuaian terhadap PP Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah TUPOKSI secara legal formal belum ada Koordinasi intra Dinas Cipta Karya Koordinasi antar Dinas Tidak berjalan baik
ANALISIS & PEMBAHASAN..(9) Aspek Kelembagaan Pelaksanaan Program Masalah Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program Masalah Masalah Koordinasi : Komunikasi Konsultasi Penyesuaian Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program Masalah Koordinasi : Komunikasi Konsultasi Pelaksanaan Program Tujuan Pemerintah Daerah
ANALISIS & PEMBAHASAN..(10) Aspek Peran serta Masyarakat 37% 17% Pendidikan Terakhir 5% SD/ Sederajat SMP/ Sederajat 41% SMA/ Sederajat 63% Kondisi Prasarana Lingkungan Permukiman Mempengaruhi Kegiatan Sehari-hari 37% Ya Tidak Akademik/ Perguruan Tinggi Mendapatkan Informasi Tentang Bahaya Buang Air Kotor/Limbah & Sampah Sembarangan Mendapatkan Informasi Bahaya Buang Air Kotor/Limbah & Sampah Sembarangan 42% 58% Ya Tidak 6% 26% 17% 51% Media Elektronik Media Cetak Sosialisasi Dari Dinas Terkait Informasi Dari Masyarakat
ANALISIS & PEMBAHASAN..(11) Aspek Peran serta Masyarakat Berperan Dalam Pembangunan Prasarana Lingkungan Permukiman Peduli Terhadap Kondisi Prasarana Lingkungan Permukiman 22% 78% Pemerintah 15% Pemerintah & masyarakat 85% Ya Tidak Bersedia Terlibat Dalam Pemeliharaan Prasarana Lingkungan Permukiman Bentuk Peran Serta Dalam Pemeliharaan Prasarana Lingkungan Permukiman 18% 82% Ya Tidak 31% 16% 53% Kerja secara fisik secara sukarela Kerja secara fisik dengan dibayar Membayar
ANALISIS & PEMBAHASAN..(12) Aspek Peran serta Masyarakat Pendekatan top-down Pendekatan bottom-up Upaya peningkatan kesadaran/ peran serta masyarakat : Sosialisasi dan penyuluhan yang mudah dimengerti oleh masyarakat akan pentingnya prasarana air kotor/ limbah dan persampahan yang baik Lomba pengelolaan MCK umum & lomba kebersihan. Area percontohan dalam hal pengelolaan prasarana lingkungan permukiman dalam skala RT, RW dan Desa Legitimasi terhadap peran serta masyarakat melalui aturan hukum
KESIMPULAN..(1) 1. Prasarana lingkungan permukiman, khususnya sistem pembuangan air limbah domestik dan sistem jaringan persampahan yang ada pada permukiman di Panarukan hilir Sungai Sampean belum memadai. a. Prasarana air limbah seperti jamban rumah pribadi dan MCK umum baru dapat melayani 64,47% dari total penduduk, untuk itu perlu peningkatan pelayanan dengan membangun melalui program jamban pribadi sebanyak 2.246 unit dan program MCK umum + Anaerobic Baffled Reactor (ABR) sebanyak 31 unit b. Prasarana persampahan seperti bak sampah komunal, baru dapat melayani timbulan sampah sebesar 5 m 3 /hari dan bak individu melayani timbulan sampah sebesar 9,04 m 3 /hari dari total timbulan sampah yang dihasilkan sebanyak 35,49 m 3 /hari, sehingga jumlah timbulan sampah yang belum terlayani sebanyak 21,45 m 3 /hari. Untuk itu perlu peningkatan pelayanan dengan membangun bak sampah komunal dengan kapasitas 1 m 3 dengan jumlah 24 buah.
KESIMPULAN..(2) 2. Peran pemerintah dalam pengelolaan prasarana lingkungan permukiman belum berjalan dengan baik. Hal tersebut disebabkan antara lain : a. Sumber daya aparatur yang masih rendah b. Belum adanya Peraturan daerah yang mengatur pengelolaan air limbah domestik dan persampahan, disamping TUPOKSI secara legal formal belum tersedia c. Belum adanya koordinasi baik dalam lingkup intra instansi, antar instansi yang terkait dalam pengelolaan prasarana lingkungan permukiman khususnya bidang air limbah dan sampah, maupun koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat
KESIMPULAN..(3) 3. Kesadaran dan peran serta masyarakat belum tercipta dengan baik seperti masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas buang air besar dan membuang sampah di saluran irigasi maupun di sungai. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam upaya peningkatan kesadaran dan peran serta masyarakat antara lain : a. Melakukan sosialisasi dan penyuluhan yang mudah dimengerti oleh masyarakat akan pentingnya prasarana air kotor/ limbah dan persampahan yang baik. Penyuluhan dilakukan pada sekolah-sekolah, RT, RW, Desa dan kelompok pengajian (majlis taklim) dengan menggandeng tokoh masyarat, kyai atau ulama b. Lomba pengelolaan MCK umum & lombah kebersihan c. Perlu adanya area percontohan dalam hal pengelolaan prasarana lingkungan permukiman dalam skala RT, RW dan Desa d. perlu adanya legitimasi terhadap peran serta masyarakat melalui aturan hukum
SARAN 1. Perlu adanya dukungan dari pihak pemerintah daerah dan juga kemitraan dengan pihak swasta maupun masyarakat terutama dalam keberlanjutan kegiatan pengelolaan prasarana lingkungan permukiman khususnya air limbah dan persampahan. 2. Perlu dilakukan kajian mengenai potensi ekonomi dalam pengelolaan prasarana lingkungan permukiman di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.