ANALISIS & PEMBAHASAN..(8)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III STRATEGI PERCEPATAN PENGEMBANGAN SANITASI

STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

KERANGKA KERJA LOGIS KABUPATEN TANAH DATAR 2015

PENGENDALIAN PENCEMARAN INDUSTRI KECIL DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TUKAD BADUNG.

Lampiran A. Kerangka Kerja Logis Air Limbah

BAB 3 RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

Lampiran 2: Hasil analisis SWOT

LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 2 ANALISIS SWOT

EVALUASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERMUKIMAN DI KECAMATAN GUGUK PANJANG KOTA BUKITTINGGI

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI. 3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik

Penyepakatan VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI SANITASI KOTA TASIKMALAYA SATKER SANITASI KOTA TASIKMALAYA

Pemerintah Daerah, swasta, masyarakat

BAB 3 RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

Tersedianya perencanaan pengelolaan Air Limbah skala Kab. Malang pada tahun 2017

Program/Kegiatan Program : Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

BAB III ISU-ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

Mendapatkan gambaran tentang kondisi dan rencana penanganan air limbah domestik di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2017

2. Program Peningkatan Infrastruktur Air Limbah Domestik Sistem Setempat dan Sistem Komunal

Memorandum Program Percepatan Pembangunan Sanitasi BAB 1 PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN. Kelurahan Purus merupakan salah satu kelurahan di kota Padang yang relatif berkembang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

1.2 Telah Terbentuknya Pokja AMPL Kabupaten Lombok Barat Adanya KSM sebagai pengelola IPAL Komunal yang ada di 6 lokasi

1. KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) SEKTOR AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2016

DOKUMEN ATURAN BERSAMA DESA KARANGASEM, KECAMATAN PETARUKAN, KABUPATEN PEMALANG

Lampiran E Deskripsi Program Utama

Hasil Analisa SWOT Kabupaten Grobogan tahun 2016

BAB IV STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNANN SANITASI. 3.1 Tujuan,Sasaran dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik

KERANGKA KERJA LOGIS (KKL)

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

IVI- IV TUJUAN, SASARAN & TAHAPAN PENCAPAIAN

Strategi Sanitasi Kabupaten Tahun

KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI BAB 2

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

4.1 Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan Promosi Higiene

KOTA TANGERANG SELATAN

1. Sub Sektor Air Limbah

LAMPIRAN V DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN

T E S I S KAJIAN PENINGKATAN SANITASI UNTUK MENCAPAI BEBAS BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI KECAMATAN KARANGASEM BALI

STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi

BAB V Area Beresiko Sanitasi

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

Analisa SWOT Kabupaten Lampung Timur

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI SAAT INI

Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi Program Kegiatan. Perencanaan menyeluruh pengelolaan sistem air limbah skala Kota.

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN MINAHASA UTARA

STRATEGI SANITASI KOTA PAREPARE. Lampiran 5. Deskripsi Program/Kegiatan

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB IV KONDISI MASYARAKAT SEKITAR IPAL KOMUNAL SENGKAN

BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi

Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah

B A B V PROGRAM DAN KEGIATAN

DESKRIPSI PROGRAM DAN KEGIATAN

LAMPIRAN 5Deskripsi Program dan Kegiatan

BAB 4 STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

Evaluasi Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) di Kabupaten Kediri

Kelurahan Pasir Jaya. Kota : BOGOR Tahun : 2015 SUMBER DANA TAHUN PELAKSANAAN. Sumber LAIN APBD PROV APBN APBD KOTA. Swadaya

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB IV PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI SAAT INI DAN YANG DIRENCANAKAN

: PENATAAN RUANG ORGANISASI : DINAS TATA RUANG DAN PERMUKIMAN Halaman. 69. sebelum perubahan

BAB I PENDAHULUAN. ditemui pada daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Salah satu

BAB V PROGRAM DAN KEGIATAN SANITASI KABUPATEN MADIUN

L-3. Kerangka Kerja Logis TABEL KKL. Pemutakhiran SSK Kabupaten Batang L3-1

SLHD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015

PEDOMAN WAWANCARA I. : Bidang Permukiman dan Saluran Air Limbah, Yogyakarta. 2. Bagaimana dengan pembagian kewenangan dan tanggungjawab antar bagian?

Indikasi Rencana Program Prioritas dan Kebutuhan Pendanaan Dinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar Tahun

Lokasi (RW) HARGA SATUAN

TUJUAN DAN KEBIJAKAN. 7.1 Program Pembangunan Permukiman Infrastruktur Permukiman Perkotaan Skala Kota. No KOMPONEN STRATEGI PROGRAM

Tersusunnya dokumen perencanaan air limbah domestik. skala Kabupaten pada akhir tahun 2016

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

PENDAHULUAN. Limbah domestik merupakan jumlah pencemar terbesar yang masuk ke perairan

BAB 3 STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA TERNATE BAB 3

RINGKASAN EKSEKUTIF PEMUTAKHIRAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN SUMBAWA BARAT 2016

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) 2014 KABUPATEN KEPULAUAN ARU PROPINSI MALUKU

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

Program penyusunan Masterplan. Tersedianya Master Plan sistem pengelolaan air limbah domestik tahun Penyusunan Master Plan skala kabupaten

PENYUSUNAN STRATEGI PENGELOLAAN SANITASI PERMUKIMAN KUMUH ( Studi Kasus Kawasan Kumuh Malabero dan Sentiong, Kota Bengkulu )

Tabel Deskripsi Program / Kegiatan

MAKSUD & TUJUAN ISU STRATEGIS & PERMASALAHAN AIR LIMBAH. Tujuan umum : KONDISI EKSISTING

Bab 3 : Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi

Bab III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

Transkripsi:

ANALISIS & PEMBAHASAN..(8) Aspek Kelembagaan PERDA tentang air limbah & persampahan belum ada Dinas Cipta Karya penyesuaian terhadap PP Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah TUPOKSI secara legal formal belum ada Koordinasi intra Dinas Cipta Karya Koordinasi antar Dinas Tidak berjalan baik

ANALISIS & PEMBAHASAN..(9) Aspek Kelembagaan Pelaksanaan Program Masalah Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program Masalah Masalah Koordinasi : Komunikasi Konsultasi Penyesuaian Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program Masalah Koordinasi : Komunikasi Konsultasi Pelaksanaan Program Tujuan Pemerintah Daerah

ANALISIS & PEMBAHASAN..(10) Aspek Peran serta Masyarakat 37% 17% Pendidikan Terakhir 5% SD/ Sederajat SMP/ Sederajat 41% SMA/ Sederajat 63% Kondisi Prasarana Lingkungan Permukiman Mempengaruhi Kegiatan Sehari-hari 37% Ya Tidak Akademik/ Perguruan Tinggi Mendapatkan Informasi Tentang Bahaya Buang Air Kotor/Limbah & Sampah Sembarangan Mendapatkan Informasi Bahaya Buang Air Kotor/Limbah & Sampah Sembarangan 42% 58% Ya Tidak 6% 26% 17% 51% Media Elektronik Media Cetak Sosialisasi Dari Dinas Terkait Informasi Dari Masyarakat

ANALISIS & PEMBAHASAN..(11) Aspek Peran serta Masyarakat Berperan Dalam Pembangunan Prasarana Lingkungan Permukiman Peduli Terhadap Kondisi Prasarana Lingkungan Permukiman 22% 78% Pemerintah 15% Pemerintah & masyarakat 85% Ya Tidak Bersedia Terlibat Dalam Pemeliharaan Prasarana Lingkungan Permukiman Bentuk Peran Serta Dalam Pemeliharaan Prasarana Lingkungan Permukiman 18% 82% Ya Tidak 31% 16% 53% Kerja secara fisik secara sukarela Kerja secara fisik dengan dibayar Membayar

ANALISIS & PEMBAHASAN..(12) Aspek Peran serta Masyarakat Pendekatan top-down Pendekatan bottom-up Upaya peningkatan kesadaran/ peran serta masyarakat : Sosialisasi dan penyuluhan yang mudah dimengerti oleh masyarakat akan pentingnya prasarana air kotor/ limbah dan persampahan yang baik Lomba pengelolaan MCK umum & lomba kebersihan. Area percontohan dalam hal pengelolaan prasarana lingkungan permukiman dalam skala RT, RW dan Desa Legitimasi terhadap peran serta masyarakat melalui aturan hukum

KESIMPULAN..(1) 1. Prasarana lingkungan permukiman, khususnya sistem pembuangan air limbah domestik dan sistem jaringan persampahan yang ada pada permukiman di Panarukan hilir Sungai Sampean belum memadai. a. Prasarana air limbah seperti jamban rumah pribadi dan MCK umum baru dapat melayani 64,47% dari total penduduk, untuk itu perlu peningkatan pelayanan dengan membangun melalui program jamban pribadi sebanyak 2.246 unit dan program MCK umum + Anaerobic Baffled Reactor (ABR) sebanyak 31 unit b. Prasarana persampahan seperti bak sampah komunal, baru dapat melayani timbulan sampah sebesar 5 m 3 /hari dan bak individu melayani timbulan sampah sebesar 9,04 m 3 /hari dari total timbulan sampah yang dihasilkan sebanyak 35,49 m 3 /hari, sehingga jumlah timbulan sampah yang belum terlayani sebanyak 21,45 m 3 /hari. Untuk itu perlu peningkatan pelayanan dengan membangun bak sampah komunal dengan kapasitas 1 m 3 dengan jumlah 24 buah.

KESIMPULAN..(2) 2. Peran pemerintah dalam pengelolaan prasarana lingkungan permukiman belum berjalan dengan baik. Hal tersebut disebabkan antara lain : a. Sumber daya aparatur yang masih rendah b. Belum adanya Peraturan daerah yang mengatur pengelolaan air limbah domestik dan persampahan, disamping TUPOKSI secara legal formal belum tersedia c. Belum adanya koordinasi baik dalam lingkup intra instansi, antar instansi yang terkait dalam pengelolaan prasarana lingkungan permukiman khususnya bidang air limbah dan sampah, maupun koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat

KESIMPULAN..(3) 3. Kesadaran dan peran serta masyarakat belum tercipta dengan baik seperti masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas buang air besar dan membuang sampah di saluran irigasi maupun di sungai. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam upaya peningkatan kesadaran dan peran serta masyarakat antara lain : a. Melakukan sosialisasi dan penyuluhan yang mudah dimengerti oleh masyarakat akan pentingnya prasarana air kotor/ limbah dan persampahan yang baik. Penyuluhan dilakukan pada sekolah-sekolah, RT, RW, Desa dan kelompok pengajian (majlis taklim) dengan menggandeng tokoh masyarat, kyai atau ulama b. Lomba pengelolaan MCK umum & lombah kebersihan c. Perlu adanya area percontohan dalam hal pengelolaan prasarana lingkungan permukiman dalam skala RT, RW dan Desa d. perlu adanya legitimasi terhadap peran serta masyarakat melalui aturan hukum

SARAN 1. Perlu adanya dukungan dari pihak pemerintah daerah dan juga kemitraan dengan pihak swasta maupun masyarakat terutama dalam keberlanjutan kegiatan pengelolaan prasarana lingkungan permukiman khususnya air limbah dan persampahan. 2. Perlu dilakukan kajian mengenai potensi ekonomi dalam pengelolaan prasarana lingkungan permukiman di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.