RANCANG BANGUN MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL JAMU KUSNANDAR

dokumen-dokumen yang mirip
RANCANG BANGUN MODEL STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI WIJEN (Sesamum indicum L.) Luluk Sulistiyo Budi

RANCANG BANGUN MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL JAMU KUSNANDAR

Gambar 9 Sistem penunjang keputusan pengembangan klaster agroindustri aren.

PEMODELAN SISTEM. Konfigurasi Model. Data Pengetahuan Model. Perumusan Strategi Bauran Pemasaran MEKANISME INFERENSI SISTEM PENGOLAHAN TERPUSAT

PEMODELAN SISTEM Konfigurasi Model

LANDASAN TEORI Sistem Manajemen Ahli

ANALISIS DAN STRATEGI PEMANFAATAN RUANG DI KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT SANUDIN

PEMODELAN SISTEM 6.1. KONFIGURASI MODEL

PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING DAN EVALUASI PROYEK AGROINDUSTRI JAMBU METE NAPISMAN

BAB III METODOLOGI 3.1. Kerangka Pemikiran

METODE PERCOBAAN EKONOMI UNTUK MENGKAJI SISTEM PEMBIAYAAN DI PERBANKAN NOVIATI

ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA IKAN KOI DI KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

VI. PEMODELAN SISTEM AGROINDUSTRI NENAS. Analisis sistem kemitraan agroindustri nenas yang disajikan dalam Bab 5

STUDI KELAYAKAN BISNIS PENGEMBANGAN USAHA ISI ULANG MINYAK WANGI PADA USAHA PERSEORANGAN BOSS PARFUM, BOGOR. Oleh MOCH. LUTFI ZAKARIA H

ANALISIS STRUKTUR, PERILAKU DAN KINERJA INDUSTRI PAKAN TERNAK AYAM DI PROPINSI LAMPUNG DAN JAWA BARAT ANNA FITRIANI

ANALISIS INVESTASI USAHATANI PEMBIBITAN SAPI POTONG DI KABUPATEN SLEMAN TESIS

PERENCANAAN KREDIT INVESTASI DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH PAKAN TERNAK (STUDI KASUS PT AFI) Oleh RONALD G TAMPUBOLON

KATA PENGANTAR. penyusunan Group Field Project ini. Group Field Project ini disusun untuk

ANALISIS SEGMENTASI DEMOGRAFI DAN POLA PENGGUNAAN PEMEGANG KARTU KREDIT BERDASARKAN POLA PEMBAYARAN. Oleh : Ellif Krismawati

3.2 METODE PERBANDINGAN EKSPONENSIAL

SURAT PERNYATAAN. Bogor, Januari Martha Prasetyani

DAMPAK KEBIJAKAN MONETER TERHADAP KINERJA SEKTOR RIIL DI INDONESIA

TUGAS AKHIR Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik. Ade Kusnady

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS BAKUL PASAR TRADISIONAL DESA BANTUL MELALUI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PERMODALAN YOHANES ARIYANTO

ANALISIS KETERKAITAN POLA PENGANGGARAN, SEKTOR UNGGULAN, DAN SUMBERDAYA DASAR UNTUK OPTIMALISASI KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH

PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN JENIS TANAMAN DAN POLA TANAM DI LAHAN HUTAN NEGARA DAN LAHAN MILIK INDRA GUMAY FEBRYANO

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KELINCI ASEP S RABBIT PROJECT, LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT. Oleh : Nandana Duta Widagdho A

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN EKONOMI AGRIBISNIS NANAS

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PUPUK ORGANIK KELOMPOK TANI BHINEKA I, DESA BLENDUNG, KABUPATEN SUBANG

ANALISIS PENGEMBANGAN KOMODITAS DI KAWASAN AGROPOLITAN BATUMARTA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU ROSITADEVY

HUBUNGAN KUALITAS MINYAK GORENG YANG DIGUNAKAN SECARA BERULANG TERHADAP UMUR SIMPAN KERIPIK SOSIS AYAM OLEH UMMI SALAMAH F

DAMPAK KEBIJAKAN MONETER TERHADAP KINERJA SEKTOR RIIL DI INDONESIA

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN DI NEGARA MUSLIM QATAR DAN BAHRAIN

BAB V KONFIGURASI DAN PEMODELAN SISTEM

ANALISIS PERILAKU NASABAH TABUNGAN BANK ABC TEBET SETELAH FATWA MUI MENGENAI BUNGA BANK. Oleh : HERU HENDRAWAN P E

BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN

KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN MELALUI PROGRAM REPLIKA SKIM MODAL KERJA

III. LANDASAN TEORETIS

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN SENSITIVITAS AGROINDUSTRI PENGOLAHAN IKAN LELE (STUDI KASUS DI KUB KARMINA, KECAMATAN SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI )

HUBUNGAN PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) DAN SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN)

Jakarta, 17 Desember Penulis

STRATEGI PEMILIHAN MODEL KELEMBAGAAN DAN KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI WIJEN ABSTRACT

IV. PEMODELAN SISTEM. A. Konfigurasi Sistem EssDSS 01

ANALISIS PERILAKU EKONOMI RUMAHTANGGA DAN PELUANG KEMISKINAN NELAYAN TRADISIONAL

III. KERANGKA PEMIKIRAN. Menurut Kadariah (2001), tujuan dari analisis proyek adalah :

MODEL PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI NENAS DI KABUPATEN SUBANG DENGAN PENDEKATAN KEMITRAAN SETARA PETANI-PENGUSAHA INDUSTRI PENGOLAHAN.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

PERENCANAAN KEMBALI DAN ANALISIS HARGA JUAL SETIAP UNIT RUMAH PADA PROYEK PERUMAHAN PERMATA BIRU PURBAYAN SKRIPSI

METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN MESIN PRODUKSI PADA WILDAN CONVECTION DI KUDUS

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGEMBANGAN PEMBIBITAN (BREEDING)SAPI POTONG PADA PT LEMBU JANTAN PERKAS (LJP), SERANG, PROPINSI BANTEN

STUDI KOMPARATIF SISTEM PENGGEMUKAN SAPI KEREMAN DI DAERAH BANTARAN SUNGAI DAN LUAR DAERAH BANTARAN SUNGAI KRUENG ACEH KABUPATEN ACEH BESAR TESIS

ALOKASI PENGGUNAAN INPUT DAN ANALISIS FINANSIAL PADA USAHA PEMBESARAN IKAN GUPPY DI DESA PARIGI MEKAR, KECAMATAN CISEENG KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

III. METODOLOGI PENELITIAN

Analysis Of Financial Feasibility Study Reprocessing Sample Table Waste Water Project at Cilacap Coal Power Plant

ANALISIS PEMBANGUNAN DAN PEMBIAYAAN PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN ACEH BARAT, PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM. Oleh : CUT IDAMAN SARI

MODEL STRATEGI PENGEMBANGAN KAPABILITAS DINAMIK ORGANISASI PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA

ANALISIS STRATEGI PROMOSI KREDIT PEMILIKAN RUMAH BANK X CABANG BOGOR. Oleh WIDI ADIYANTO H

PERANAN PRODUKSI USAHATANI DAN GENDER DALAM EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI LAHAN SAWAH: STUDI KASUS DI KABUPATEN BOGOR SOEPRIATI

PERENCANAAN LABA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIAYA VOLUME LABA (Studi Kasus di PT. Arabikatama Khatulistiwa Fishing Industry)

ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PENGGANTIAN MESIN LAMA DENGAN MESIN BARU DALAM USAHA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN PADA PT

III KERANGKA PEMIKIRAN

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DITINJAU DARI ASPEK PENAMBAHAN MODAL PADA USAHA TAHU MULYADI KUDUS

ABSTRAK Kata Kunci: capital budgeting, dan sensitivity analysis.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PENYUSUNAN STRATEGI PROMOSI PADA CV. GINTERA ERKY ISTYANTO H

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALURAN KREDIT DI BANK UMUM MILIK NEGARA PERIODE TAHUN RENALDO PRIMA SUTIKNO

III. METODE PENELITIAN

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN MESIN VACUUM FRYING

Gambar 3. Kerangka pemikiran kajian

SEKOLAH PASCASARJANA

A. Kerangka Pemikiran

PENGEMBANGAN MODEL PERENCANAAN PRODUKSI AGREGAT DAN JADWAL INDUK PRODUKSI JUS BERBAHAN BAKU BUAH SEGAR IFFAN MAFLAHAH

STRATEGI PEMILIHAN MODEL PENYEDIAAN BAHAN BAKU AGROINDUSTRI WIJEN DENGAN PENDEKATAN FUZZY

HUBUNGAN EFEKTIVITAS SISTEM PENILAIAN KINERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR PUSAT PT PP (PERSERO), TBK JULIANA MAISYARA

III. METODOLOGI. Tahap Pengumpulan Data dan Informasi

RANCANGAN PROSES PENGOLAHAN TAHU DENGAN ClTA RASA SEBAGAI DASAR DALAM PERENCANAAN RANCANGAN PABRIK TAHU ClTA RASA

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... ABSTRACT...

III. METODE PENELITIAN. Tulang Bawang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli

I. PENDAHULUAN. budidaya perikanan, hasil tangkapan, hingga hasil tambaknya (Anonim, 2012).

POTENSI DAN DAYA DUKUNG LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN H A E R U D D I N

ANALISIS PENERAPAN METODE KUADRAT TERKECIL DAN REGRESI KOMPONEN UTAMA DALAM MULTIKOLINEARITAS OLEH : GUGUN M. SIMATUPANG

STRATEGI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH DALAM MENGEMBANGKAN USAHA MIKRO (Kasus LKMS BMT KUBE SEJAHTERA Unit 20, Sleman-Yogyakarta) Oleh DIAN PRATOMO

MODEL PERAMALAN HARGA SAHAM DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK TRIANA ENDANG

ANALISIS PERSEPSI DAN SIKAP PETANI DALAM PENERAPAN USAHATANI ORGANIK DI JAKARTA TIMUR

III. METODE PENELITIAN

ANALISIS FINANSIAL USAHA TAHU DAN LIMBAH CAIR DI DESA PURWOGONDO KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO

UPN "VETERAN" JAKARTA

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN Rumah Sakit Mojokerto Medical Center Dengan Pendekatan Penilaian Terhadap Capital Budgeting TESIS

HUBUNGAN PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) DAN SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN)

PERENCANAAN OPTIMALISASI JASA ANGKUTAN PERUM BULOG

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. METODE PENELITIAN

Transkripsi:

RANCANG BANGUN MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL JAMU KUSNANDAR SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2006

PERNYATAAN MENGENAI DISERTASI DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi yang berjudul: Rancang Bangun Model Pengembangan Industri Kecil Jamu adalah benar hasil karya saya sendiri dengan arahan komisi pembimbing dan belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar pada program studi sejenis di perguruan tinggi lain. Semua sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan dengan jelas dan dapat diperiksa kebenarannya. Bogor, April 2006 Kusnandar NIM F.326010021

ABSTRACT KUSNANDAR. Design of Development Model for Small-Scale Herbmedicinal Industry. Under direction of M. SYAMSUL MA ARIF, ERIYATNO, ILLAH SAILAH, MARIMIN, and AGUNG P. MURDANOTO Indonesia is well known by its diversity, one of them is herb-medicinal plant, therefore development of small-scale herb-medicinal industry is a strategic effort. The aim of this study was to design an expert management system for small-scale herb-medicinal industrial development. The expert management system that was designed act as a supporting system for decision-making. Data analysis methods for small-scale herb-medicinal industrial development were: system structurization by ISM; raw material inventory by ME- MCDM; raw material market structurization analysis by Hirschman-Herfindahl Index (HHI) and ratio concentration analysis (CR x ); capital resources model by AHP; influent factors of capital resources selection probability by logistik model regression analysis; institutional model by MPE and institutional performance analysis; marketing mix strategy by expert system; and feasibility analysis by instruments of investment criteria (NPV, IRR, net B/C, and PBP). Design of expert management system for small-scale herb-medicinal industrial development is named SAINS-Jamu. SAINS-Jamu configuration consists of data-based management system, model-based management system (raw material inventory model, capital resources model, institutional model, and financial feasibility model), knowledge-based management system (expert system for marketing mix strategy), and dialogue management system. Implementation of SAINS-Jamu produces conception model of raw material inventory, model of capital resources, model of marketing mix strategy, and conception model of small-scale herb-medicinal industrial development. The development system structurization produces keys elements of smll scale herbmedicinal industrial development. The selected raw material inventory model is conducted through business group. The selected capital resources is Bank Perkreditan Rakyat. The marketing mix strategy is designed in an expert system. The most appropriate business institution is business group. Financial analysis at 20 percent of interest rate and 10 years of project lifetime produces feasible decision with 2 years and 10 month of PBP; Rp. 225,050,966 of NPV; 52.21 percent of IRR; and 2.43 of net B/C ratio. Keywords: small-scale industry, herb-medicinal, expert management system, development model.

RINGKASAN KUSNANDAR. Rancang Bangun Model Pengembangan Industri Kecil Jamu. Dibimbing Oleh M. SYAMSUL MA ARIF, ERIYATNO, ILLAH SAILAH, MARIMIN, dan AGUNG P. MURDANOTO. Indonesia merupakan negara kaya dengan tumbuhan obat sehingga pengembangan industri kecil jamu merupakan suatu upaya yang sangat strategis. Pengembangan industri kecil jamu melibatkan berbagai pihak dan merupakan permasalahan yang kompleks. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem, yang mengkaji dari berbagai aspek secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu Sistem Manajemen Ahli untuk membantu pengambil keputusan dalam pengembangan industri kecil jamu. Metode analisis data untuk strukturisasi sistem pengembangan industri kecil jamu dilakukan dengan menggunakan teknik interpretative structural modelling (ISM). Metode analisis data untuk model pengadaan bahan baku industri kecil jamu dilakukan dengan analisis pemilihan model pengadaan bahan baku menggunakan metode multi expert multi criteria decision making (ME- MCDM). Analisis struktur pasar bahan baku industri kecil jamu dilakukan dengan menggunakan analisis indekss Hirschman-Herfindahl (HHI) dan analisis konsentrasi rasio (CR x ). Faktor-faktor yang mempengaruhi peluang keputusan pemilihan sumber permodalan dilakukan dengan analisis regresi model logistik. Metode analisis data untuk model sumber permodalan industri kecil jamu dilakukan dengan analisis pemilihan sumber permodalan menggunakan metode analytical hierarchi process (AHP). Metode analisis data untuk model kelembagaan usaha industri kecil jamu dilakukan dengan analisis pemilihan kelembagaan usaha menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE) dan analisis performa kelembagaan. Model strategi bauran pemasaran dirancang dengan menggunakan sistem pakar strategi bauran pemasaran. Analisis kelayakan industri kecil jamu dilakukan dengan menggunakan tolok ukur finansial yang meliputi net present value (NPV), internal rate of return (IRR), net B/C ratio dan pay back period (PBP). Rancang bangun sistem manajemen ahli pengembangan industri kecil jamu diberi nama SAINS-Jamu. Konfigurasi SAINS-Jamu terdiri atas sistem manajemen basis data, sistem manajemen basis model, sistem manajemen basis pengetahuan dan sistem manajemen dialog. Sistem manajemen basis model terdiri dari model struktur pengembangan, model pengadaan bahan baku, model sumber permodalan, model kelembagaan usaha, dan model kelayakan finansial. Sistem manajemen basis pengetahuan adalah sistem pakar strategi bauran pemasaran.

Strukturisasi sistem pengembangan industri kecil jamu menghasilkan elemen kunci pada masing-masing elemen. Hasil strukturisasi elemen pengembangan industri kecil jamu menunjukkan bahwa sub elemen kunci pada elemen kebutuhan adalah : kebutuhan jaminan pasar produk jamu yang dihasilkan (A-1), kontinyuitas pasokan bahan baku jamu (A-2), pengembangan alternatif sumber permodalan yang memadai (A-5), pembentukan kelompok usaha untuk meningkatkan skala usaha (A-6), pembinaan manajemen usaha (A-7) dan pengembangan kelembagaan untuk pengendalian harga (A-9). Sub elemen kunci pada elemen kendala adalah: belum terjaminnya kontinuitas pasokan bahan baku baik dari kualitas maupun kuantitasnya (B-1) dan keterbatasan permodalan usaha (B-2). Sub elemen kunci pada elemen perubahan yang dimungkinkan adalah: ketersediaan kualitas dan kuantitas bahan baku jamu secara kontinyu (C-3) dan peningkatan budidaya bahan baku industri kecil jamu (C-6). Sub elemen kunci pada elemen tujuan adalah: kemudahan mendapat permodalan usaha (D-10). Sub elemen kunci pada elemen indikator pencapaian tujuan adalah: meningkatnya akses terdahap sumber permodalan usaha (E-6). Sub elemen kunci pada elemen kegiatan yang dibutuhkan adalah: perumusan kebijakan pemerintah daerah yang mendukung industri kecil jamu (F-3) dan sub elemen kunci pada elemen pelaku adalah pemerintah daerah (G-5). Analisis struktur pasar bahan baku industri kecil jamu menunjukkan bahwa nilai indeks Hirschman-Herfindahl adalah sebesar 0,1385 dan nilai konsentrasi rasio (CR 4 ) sebesar 0,6762. Berdasarkan klasifikasi struktur pasar maka pasar bahan baku industri kecil jamu adalah bersifat oligopoli, pada kondisi ini posisi tawar industri kecil terhadap pedagang bahan baku relatif rendah. Oleh karena itu pengembangan industri kecil jamu diarahkan untuk memperkuat posisi tawar industri kecil jamu terhadap pedagang bahan baku.analisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik multy expert multy criteria decision making (ME-MCDM) menunjukkan bahwa model pengadaan bahan baku industri kecil yang terpilih adalah pengadaan bahan baku melalui kelompok usaha. Pengadaan bahan baku melalui kelompok usaha ini akan meningkatkan posisi tawar industri kecil jamu terhadap pedagang bahan baku. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang secara signifikan mempengaruhi keputusan pemilihan sumber permodalan adalah akses terhadap sumber permodalan, prosedur dan persyaratan, skala usaha dan jumlah plafon yang bisa diperoleh. Analisis pemilihan sumber permodalan menggunakan metode analytical hierarchi process (AHP) menunjukkan bahwa sumber permodalan industri kecil jamu yang terpilih adalah lembaga keuangan mikro yaitu bank perkreditan rakyat sebagai alternatif pertama dan koperasi sebagai alternatif kedua. Hasil penilaian beberapa alternatif kelembagaan usaha industri kecil jamu dengan menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE) menunjukkan bahwa kelembagaan kelompok usaha merupakan alternatif terbaik dengan nilai

135.145.368. Melalui kelompok usaha industri kecil jamu ini maka akan tercipta efisiensi kolektif sehingga akan meningkatkan posisi tawar industri kecil jamu. Strategi bauran pemasaran industri kecil jamu dirancang dalam sistem pakar strategi bauran pemasaran. Sistem pakar dapat digunakan untuk konsultasi strategi pemasaran yang akan dipakai oleh industri kecil jamu Hasil kelayakan finansial menunjukkan bahwa industri kecil jamu layak untuk dikembangkan. Kriteria kelayakan tersebut menunjukkan bahwa pada tingkat suku bunga 20% adalah nilai NPV sebesar RP 225.050.966,- nilai IRR sebesar 52,21%, net B/C ratio sebesar 2,43 tingkat pengembalian modal adalah 2,84 tahun dan titik impas produksi adalah sebesar 111.120 pak per tahun. Analisis sensitivitas kelayakan finansial dengan kenaikan harga bahan baku sebesar 20% masih menunjukkan keputusan layak. Penurunan harga jual produk sebesar 20% keputusan menjadi tidak layak. Kombinasi perubahan tersebut yaitu harga bahan baku naik 20% dan harga jual turun 20% juga menunjukkan keputusan tidak layak.

RANCANG BANGUN MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL JAMU KUSNANDAR Disertasi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Doktor pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2006

Judul Disertasi : Rancang Bangun Model Pengembangan Industri Kecil Jamu Nama : Kusnandar NIM : F 326010021 Program Studi : Teknologi Industri Pertanian Disetujui, Komisi Pembimbing Prof. Dr. Ir. M. Syamsul Ma arif, M Eng Ketua Prof. Dr. Ir. Eriyatno, MSAE Anggota Dr. Ir. Illah Sailah, MS Anggota Prof. Dr. Ir. Marimin, MSc Anggota Dr. Ir. Agung P. Murdanoto, M Agr Anggota Diketahui, Ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian Dekan Sekolah Pascasarjana Dr. Ir. Irawadi Jamaran Prof. Dr. Ir. Syafrida Manuwoto, MSc Tanggal Ujian: 18 April 2006 Tanggal Lulus:

PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-nya, desertasi ini dapat diselesaikan. Judul desertasi ini adalah Rancang Bangun Model Pengembangan Industri Kecil Jamu. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sangat tulus dan mendalam kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Ir. M. Syamsul Ma,arif, M Eng sebagai ketua Komisi Pembimbing yang telah memberikan curahan waktu, bimbingan, arahan, nasehat dan dorongan moral dengan penuh dedekasi kepada penulis dari awal sampai selesainya desertasi ini. Penghargaan dan ucapan terima kasih yang tak terhingga juga penulis sampaikan kepada Bapak Prof. Dr. Ir. Eriyatno, MSAE., Ibu Dr. Illah Sailah, MS., Bapak Prof. Dr. Ir. Marimin, M Sc., dan Bapak Dr. Ir. Agung P. Murdanoto, M Agr. masing masing selaku anggota Komisi Pembimbing, yang telah memberikan bimbingan, arahan, saran, nasehat dan dorongan moral sehingga penulis dapat menyelesaikan desertasi ini. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Rektor IPB, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Ketua Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB dan Ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian Sekolah Pascasarjana IPB atas segala bantuan dan pelayanannya. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada seluruh staf Pengajar Program Studi Teknologi Industri Pertanian IPB yang telah memberikan curahan waktu, ilmu dan pengalamannya selama penulis menempuh pendidikan di IPB. Terima kasih yang mendalam penulis sampaikan kepada Rektor Universitas Sebelas Maret, Dekan Fakultas Pertanian UNS, Ketua Jurusan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UNS, atas ijin dan kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti program doktor di IPB. Ucapan terima kasih yang sama penulis sampaikan kepada rekan-rekan staf pengajar dan pegawai di Fakultas Pertanian UNS atas segala bantuan dan dorongan moralnya. Penghargaan dan terima kasih penulis sampaikan kepada pengelola BPPS Dirjen Dikti, Departeman Pendidikan Nasional atas dukungan dana beasiswa yang telah diberikan. Terima kasih yang sama penulis sampaikan kepada Rektor

Universitas Sebelas Maret dan Dekan Fakultas Pertanian UNS yang telah memberikan bantuan dana penelitian. Penghargaan dan terima kasih penulis sampaikan kepada Kepala Bappeda Kabupaten Sukoharjo, Ketua Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI) Kabupaten Sukoharjo, PT Air Mancur Solo, Pengusaha Jamu di Kabupaten Sukoharjo dan semua nara sumber yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu atas segala waktu, ilmu dan pengetahuan yang diberikan kepada penulis selama melakukan pengumpulan data di lapangan. Rasa hormat dan terima kasih yang sangat dalam penulis haturkan kepada ayah Subadi Budi Prayitno dan Ibu Istikomah Subadi, Ibu mertua Aminem Sadiman serta kakak dan adik semuanya yang telah memberikan doa restu, dorongan, semangat, motivasi. Penghargaan dan kebanggaan dengan segala ketulusan disampaikan kepada istri tercinta Ludri Ambar Wiyatni, SE, anak tersayang Drinancahya Dunya dan Luna Waya Anggita atas segala pengorbanan, pengertian, ketulusan, ketabahan dan dorongan semangat yang telah diberikan selama penulis menempuh pendidikan. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada kepada rekan-rekan mahasiswa Pascasarjana Program Studi Teknologi Industri Pertanian, khususnya angkatan 2001 atas kerjasama dan kebersamaannya selam menempuh pendidikan. Kepada semua pihak yang telah membantu penulis selama mengikuti pendidikan sampai selesainya desertasi ini, yang tidak bisa disebutkan satu persatu, disampaikan terima kasih. Penulis menyadari desertasi ini masih jauh dari kesempurnaan, namun demikian penulis berharap semoga desertasi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan. Penulis berharap adanya kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan dan kesempurnaan desertasi ini. Bogor, April 2006 Kusnandar

RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Sukoharjo pada tanggal 3 Juli 1967 dari ayah Subadi Budi Prayitno dan ibu Istikomah. Pendidikan sarjana penulis mulai tahun 1986 pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta, lulus pada tahun 1991. Pada tahun 1994 penulis melanjutkan studi program magister pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB Bogor, lulus pada tahun 1997. Kesempatan untuk melanjutkan ke program doktor pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Sekolah Pascasarjana IPB diperoleh pada tahun 2001 dengan beasiswa pendidikan dari Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Penulis bekerja sebagai staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret sejak tahun 1992 sampai sekarang. Penulis menikah dengan Ludri Ambar Wiyatni, SE pada tahun 1999 dan dikaruniai dua orang anak Drinancahya Dunya (6 tahun) dan Luna Waya Anggita (1 bulan).

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... Halaman PENDAHULUAN... 1 Latar Belakang... 1 Tujuan Penelitian... 4 Ruang Lingkup Penelitian... 4 Manfaat Penelitian... 5 TINJAUAN PUSTAKA... 6 Industri Kecil... 6 Pengembangan Industri Kecil Jamu... 8 Pendekatan Sistem... 22 Model dan Pemodelan Sistem... 23 Penelitian Terdahulu... 25 LANDASAN TEORI... 28 Sistem Manajemen Ahli... 28 Proses Hirarki Analitik (Analytical Hierarchy Process)... 29 Metode Perbandingan Eksponensial... 31 Pengambilan Keputusan Kelompok... 32 Interpretative Structural Modelling (ISM)... 33 Analisis Regresi Logistik... 34 Analisis Struktur Pasar... 35 Analisis Kelayakan Finansial... 36 METODOLOGI PENELITIAN... 40 Kerangka Pemikiran... 40 Tata Laksana... 42 ANALISIS SISTEM... 46 Analisis Situasional... 46 Analisis Kebutuhan... 48 Formulasi Masalah... 50 Identifikasi Sistem... 53 PEMODELAN SISTEM... 54 Konfigurasi Model... 54 Kerangka Model... 55 Implementasi Model... 73 HASIL DAN PEMBAHASAN... 76 Elemen Sistem Pengembangan... 76

Pengadaan Bahan Baku Industri Kecil Jamu... 103 Sumber Permodalan Industri Kecil Jamu... 113 Kelembagaan Usaha Industri Kecil Jamu... 124 Strategi Bauran Pemasaran Industri Kecil Jamu... 135 Kelayakan Finansial Industri Kecil Jamu... 139 PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL JAMU... 144 Model Struktur Elemen Pengembangan... 144 Model Pengadaan Bahan Baku... 149 Model Sumber Permodalan... 152 Model Kelembagaan Usaha... 156 Kelompok Usaha Industri Kecil Jamu... 159 Model Strategi Bauran Pemasaran... 161 Model Pengembangan Industri Kecil Jamu... 162 Tahapan Implementasi... 164 KESIMPULAN DAN SARAN... 167 Kesimpulan... 167 Saran... 168 DAFTAR PUSTAKA... 169 LAMPIRAN... 178

DAFTAR TABEL Halaman 1 Kebutuhan industri jamu Indonesia akan berbagai jenis tanaman obat... 12 2 Jumlah Industri berdasarkan kelompok usaha di Kabupaten Sukoharjo... 46 3 Industri kecil kelompok IAAH di Kabupaten Sukoharjo... 47 4 Luas panen dan produksi tanaman obat-obatan di Kabupaten Sukoharjo... 48 5 Analisis kebutuhan pada masing-masing pelaku pengembangan industri kecil jamu... 49 6 Hasil reachability matriks final elemen kebutuhan pengembangan... 78 7 Hasil reachability matriks final elemen kendala pengembangan... 83 8 Hasil reachability matriks final elemen perubahan yang dimungkinkan.. 87 9 Hasil reachability matriks final elemen tujuan pengembangan... 91 10 Hasil reachability matriks final elemen indikator pencapaian tujuan... 94 11 Hasil reachability matriks final elemen kegiatan pengembangan... 98 12 Hasil reachability matriks final elemen pelaku pengembangan... 101 13 Kriteria dan bobot kriteria pengadaan bahan baku... 110 14 Hasil penilaian alternatif pengadaan bahan baku... 111 15 Hasil analisis regresi logistik peluang memilih bank terhadap sumber permodalan yang lain... 114 16 Hasil penilaian alternatif kelembagaan usaha dengan metode MPE... 132 17 Analisis sensitivitas kelayakan finansial... 142 18 Pengelompokan sektor elemen pengembangan industri kecil jamu... 147

DAFTAR GAMBAR Halaman 1 Diagram alir proses pengolahan jamu... 14 2 Konsep Produk... 17 3 Struktur dasar sistem pakar... 29 4 Kerangka pikir model pengembangan industri kecil jamu... 41 5 Tahapan Penelitian... 45 6 Diagram input output sistem pengembangan industri kecil jamu... 53 7 Konfigurasi model pengembangan industri kecil jamu... 54 8 Diagram input-output sistem pakar strategi bauran pemasaran... 59 9 Diagram alir sistem pakar strategi bauran pemasaran... 60 10 Diagram alir sub model struktur pengembangan industri kecil jamu... 63 11 Diagram alir sub model pengadaan bahan baku industri kecil jamu... 66 12 Diagram alir sub model sumber permodalan industri kecil jamu... 68 13 Diagram alir sub model kelembagaan usaha industri kecil jamu... 70 14 Diagram alir sub model kelayakan usaha industri kecil jamu... 72 15 Struktur hierarki antar sub elemen kebutuhan pengembangan... 80 16 Matrik driver power -dependence elemen kebutuhan pengembangan... 81 17 Struktur hierarki antar sub elemen kendala pengembangan... 84 18 Diagram klasifikasi sub elemen kendala pengembangan... 85 19 Struktur hirarki antar sub elemen perubahan yang dimungkinkan... 88 20 Matrik driver power-dependence elemen perubahan yang dimungkinkan 89 21 Struktur hirarki antar sub elemen tujuan pengembangan... 92 22 Matrik driver power-dependence elemen tujuan pengembangan... 93 23 Struktur hirarki antar sub elemen indikator pencapaian tujuan... 95 24 Matrik driver power-dependence elemen indikator pencapaian tujuan.. 96 25 Struktur hirarki antar sub elemen kegiatan pengembangan... 98 26 Matrik driver power -dependence elemen kegiatan pengembangan... 99 27 Struktur hirarki antar sub elemen pelaku pengembangan... 102 28 Matrik driver power -dependence pelaku pengembangan... 102 29 Hasil pemilihan sumber permodalan dengan metode AHP di Kabupaten Sukoharjo... 123

30 Hasil pemilihan sumber permodalan dengan metode AHP di Kabupaten Cilacap... 124 31 Bobot kriteria pemilihan kelembagaan usaha... 132 32 Contoh konsultasi sistem pakar... 138 33 Contoh hasil konsultasi sistem pakar... 138 34 Sub elemen kunci pengembangan industri kecil jamu... 145 35 Mekanisme pengadaan bahan baku melalui kelompok usaha... 152 36 Mekanisme penyaluran modal dari lembaga keuangan... 155 37 Model kelembagaan usaha industri kecil jamu... 159 38 Model pengembangan industri kecil jamu... 163 39 Tahapan implementasi model pengembangan industri kecil jamu... 165

DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Aturan sistem pakar strategi bauran pemasaran industri kecil jamu... 179 2 Proyeksi laba rugi industri kecil jamu... 189 3 Proyeksi arus kas industri kecil jamu... 190 4 Diagram alir kesetimbangan massa pengolahan jamu... 191 5 Petunjuk teknis penggunaan sains-jamu... 192