PANDUAN MENJADI MENTOR DAN MENTEE YANG HEBAT

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sumber daya manusia adalah suatu aspek yang sangat penting bagi

PERANCANGAN DESAIN INTERIOR TK ISLAM BAB I PENDAHULUAN

Peran Mentor Dalam Proses Percepatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara di BMKG

BAB I PENDAHULUAN. menjadi tantangan tersendiri untuk selalu diperhatikan. Layaknya hukum

KONSEP PERPUSTAKAAN MODERN DITINJAU DARI MUTU PELAYANAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Bagi banyak organisasi, karyawan yang berbakat merupakan landasan

BAB 1 PENDAHULUAN. sistem pembelajaran yang efektif bagi siswa. Karena dalam metode ceramah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Temuan yang diperoleh dalam kajian penelitian tentang penerapan Manajemen Keragaman adalah:

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dari uraian pembahasan diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan

BAB I. manusia (SDM) melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Keberhasilan sektor pendidikan merupakan dasar perkembangan terhadap

BAB 1 PENDAHULUAN. pada ketrampilan reseptif dan ketrampilan produktif. Ketrampilan

BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

BAB I PENDAHULUAN. Pengangguran dan kemiskinan terjadi karena perbandingan antara jumlah

PENDAHULUAN. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathla ul Anwar merupakan salah satu. Madrasah Swasta yang di selenggarakan oleh Perguruan Mathla ul Anwar Kota

BAB I PENDAHULUAN. sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan

ilmu-ilmu yang lain. Oleh karena itu, mata pelajaran matematika telah dituangkan untuk mempelajari matematika di tingkat sekolah lanjutan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. PT. AKR Corporindo Tbk, Jakarta, adalah masalah Pemimpin dan Penerapan Gaya

adalah bagian dari komitmen seorang kepala sekolah.

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan menggunakan berbagai macam aktiva tetap dalam

BAB VI PENUTUP. sebelmnya, maka diperoleh kesimpula sebagai berikut: 1. Nilai hasil belajar mata pelajaran produktif memiliki kontribusi yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ragnar Oktavianus Sitorus, 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB IV ANALISIS RESPON SISWA TERHADAP FASILITAS PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMP MUHAMMADIYAH 7 AMPELGADING

UNIVERSITAS NAROTAMA termasuk Kriteria Perguruan Tinggi yang Pantas Menjadi Idaman

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGARUH KEMAMPUAN KARYAWAN DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. WANGSA JATRA LESTARI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. batin, cerdas, sehat, dan berbudi pekerti luhur. yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, proses penemuan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Guru sebagai tenaga kependidikan memiliki tugas untuk melaksanakan proses

BAB 1 PENDAHULUAN. Persaingan dalam dunia bisnis management artis / talent di Indonesia saat ini

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Guru memegang peranan penting dalam membentuk watak bangsa dan

BAB I PENDAHULUAN. produksi alat berat yang dulunya berpusat di Surabaya, akan tetapi adanya masalah

BAB I PENDAHULUAN. bukan merupakan segmen bisnis yang populer. menerbitkan edisi Bandung-nya, seperti Kompas, Republika, SINDO, Koran Tempo,

BAB I PENDAHULUAN. Motivasi sangat diperlukan dalam kegiatan proses belajar-mengajar di

SOLUSI CEPAT MELEJITKAN POTENSI, MINAT DAN BAKAT PELAJAR MENJADI PEKERJAAN YANG PROFESIONAL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

softskill yang dapat menunjang keberhasilan di masa depan;

PEMBEKALAN PRA-PENSIUN MELALUI POTENSIPRENEUR

BAB I PENDAHULUAN. manusia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinanya kelak.

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini, akan diuraikan 1) konteks penelitian yang menjadi

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata adalah industri multisektoral, yang di dalamnya terdapat suatu

BAB I PENDAHULUAN. perhatian peneliti untuk melakukan penelitian. Fenomena inilah yang diangkat

ACTIVE LISTENING SEBAGAI DASAR PENGUASAAN KETERAMPILAN KONSELING Oleh : Rosita E.K., M.Si

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan anak usia dini merupakan program pendidikan yang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung

BAB I PENDAHULUAN. publik eksternalnya adalah mereka yang berada di luar bagian dari organisasi atau

BAB IV ANALISIS PERAN GURU EKSTRAKURIKULER BTQ DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT SISWA PADA BIDANG

BAB I PENDAHULUAN. Kecil Menengah (UMKM). Adalah suatu kegiatan ekonomi yang berperan

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 2 SUBAH

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan untuk mendongkrak kekuatan internal organisasi untuk tetap

BAB I PENDAHULUAN. nilai-nilai yang dibutuhkan oleh siswa dalam menempuh kehidupan. pendidikan dalam berbagai bidang, diantaranya matematika.

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan yang semakin ketat ini menuntut para pelaku bisnis untuk UKDW

BAB I PENDAHULUAN. dengan menjual produk / jasa yang berkualitas, pengiriman barang tercepat atau

BAB I PENDAHULUAN. dalam organisasi pemerintah mempunyai andil yang cukup besar dalam menentukan

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan.menurut Sarwono (2005) lingkungan kerja terbagi menjadi dua yaitu

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. kompetensi jabatan dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. Untuk

KEWIRAUSAHAAN KELUARGA. Oleh: Dr. Iis Prasetyo, MM

PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD

Menumbuhkembangkan Karakter Kebahasaan Siswa. dengan Berbahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pertumbuhan industri otomotif khususnya sepeda motor di Indonesia saat ini begitu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Meningkatnya kebutuhan hidup manusia menjadi salah satu alasan

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada era globalisasi saat ini, persaingan dalam dunia bisnis semakin

BAB I PENDAHULUAN. Karyawan merupakan aset yang paling berharga dalam perusahaan karena

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Perpustakaan Unika LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pendidikan di Indonesia salah satunya ditandai dengan

BAB I PENDAHULUAN. menuntut setiap organisasi dan perusahaan untuk bersikap lebih responsif agar

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

PANDUAN MENJADI MENTOR DAN MENTEE YANG HEBAT www.talentmanagementindonesia.com

PENGANTAR Dalam melaksanakan konsep talent management dalam perusahaan, kegiatan memilih serta mengembangkan karyawan yang top talent tentu menjadi suatu kegiatan yang tak dapat dihindari. Ada begitu banyak metode pengembangan karyawan yang dapat dipilih, salah satunya adalah mentoring. Pengembangan karyawan dalam bentuk mentoring tentu mensyaratkan adanya kerja sama dua pihak, yaitu kerja sama antara mentor dan mentee. Tanpa adanya kerja sama antara keduanya, kegiatan mentoring akan berakhir sia-sia. Dalam E-Book ini kami menyajikan panduan untuk menjadi mentor dan mentee yang hebat, yang tertuang dalam langkah-langkah praktis agar kegiatan mentoring yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan suatu pengembangan diri yang memiliki dampak bagi perusahaan. Selamat membaca! 1 www.talentmanagementindonesia.com

PANDUAN MENJADI MENTOR YANG HEBAT 4 LANGKAH MENJADI MENTOR YANG HEBAT Bagi Anda yang kini baru saja diminta untuk menjadi mentor, tentu awalnya mungkin Anda akan merasa canggung. Hal ini tentu lumrah mengingat Anda baru saja dipercaya untuk melakukan sebuah tugas penting. Ya, menjadi seorang mentor bukanlah hal yang dianggap sepele. Banyak orang yang mungkin mengubah jalan hidupnya serta cara berpikirnya karena kegiatan mentoring yang akan Anda lakukan ini. Sebagai mentor yang baru maka sudah seharusnya bila Anda memahami benar bagaimana memberikan suatu mentoring yang bersifat positif. Anda seyogyanya dapat memberikan hal hal yang nantinya dapat bermanfaat bagi para peserta mentoring Anda. Jangan sampai kegiatan mentoring yang Anda 2 www.talentmanagementindonesia.com

lakukan justru membuat adanya hal hal yang malah merugikan para peserta. Untuk itu, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda terapkan agar menjadi mentor yang hebat. 1. Menarik Minat Peserta Saat mentoring baru saja memasuki tahap tahap awal, usahakan bagi Anda untuk membangun semangat para peserta dengan beberapa cara tertentu seperti memberikan gambaran dari kegiatan mentoring, menjelaskan manfaat yang dapat mereka peroleh, hingga mendorong para peserta untuk dapat berkembang sesuai dengan harapan mereka. Anda pun harus mulai mengidentifikasi minat yang ada pada diri peserta saat mulai melakukan kegiatan mentoring. Hal ini dilakukan karena adakalanya seseorang yang mengikuti kegiatan mentor hanya dilakukan karena terpaksa sehingga akan sedikit menghambat dari ketercapaian maksimal yang sebenarnya dapat mereka raih. Oleh karenanya bila menemui peserta yang ternyata kurang termotivasi secara 3 www.talentmanagementindonesia.com

intrinsik, maka doronglah mereka agar dapat memiliki motivasi positif yang muncul dari diri mereka sendiri. Sedangkan untuk para peserta yang secara intrinsik sudah memiliki motivasi yang baik maka teruslah untuk mendukung motivasi mereka. 2. Satukan Visi Misi Setelah mengetahui motivasi dan minat dari para peserta, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah mencooba menyatukan visi misi. Dalam hal ini Anda tidak harus memaksakan pola pikir serta sudut pandang mereka agar dapat serupa dengan Anda, namun cukup dengan membuat mereka memiliki visi atau tujuan yang sama sehingga kegiatan mentoring menjadi lebih bermakna. Dengan adanya persamaan visi misi maka kegiatan mentoring menjadi lebih lancar karena Anda pun bisa membuat rencana kegiatan apa yang sekiranya sesuaiuntuk para peserta mentoring atau yang biasa disebut dengan mentee ini. 4 www.talentmanagementindonesia.com

3. Kembangkan Skill Para Peserta Selain secara berkesinambungan mencoba membangkitkan rasa percaya diri serta motivasi yang positif dari para peserta, Anda pun selayaknya memberikan beberapa pengetahuan maupun ketrampilan tertentu pada mereka. Dengan adanya pembekalan ketrampilan / skill maka para peserta mentoring menjadi semakin mendapatkan pengalaman yang bermakna dan tidak hanya sekedar teori belaka. Anda bisa membuat suatu kegiatan untuk mengasah kegiatan para peserta sesuai dengan bidang yang Anda miliki. Usahakan untuk memberikan pengetahuan serta skilll yang sekiranya bisa mempengaruhi cara pandang mereka bahwa dengan suatu usaha yang sungguh sungguh mereka akan mendapatkan hasil yang sebanding pula. 4. Menjadi Contoh yang Baik Yang tak kalah penting adalah Anda tidak hanya memberikan beberapa teori dengan ucapan ucapan 5 www.talentmanagementindonesia.com

belaka, namun seharusnya Anda pun bisa memberikan contoh nyata kepada para peserta mentoring. Perbuatan yang menjadi contoh nyata akan lebih baik daripada hanya sebatas ujaran ujaran belaka. Dengan mengamati secara langsung, maka para mentee akan mengetahui bahwa Anda adalah seorang mentor yang dapat memberikan pengaruh positif bagi mereka. Demikian cara yang bisa Anda lakukan untuk menjadi mentor yang hebat, semoga bermanfaat! 6 www.talentmanagementindonesia.com

PANDUAN MENJADI MENTEE YANG HEBAT 4 LANGKAH MENJADI MENTEE YANG HEBAT Bagi Anda yang kini sedang mencoba untuk mengembangkan potensi dalam diri Anda, maka tidak ada salahnya untuk menjadi mentee yang hebat. Mentee merupakan seseorang yang mengikuti adanya suatu kelas / kegiatan mentoring yang dibimbing oleh seorang mentor. Menjadi seorang mentee dapat Anda pilih dengan tujuan mengembangkan hidup Anda menjadi lebih baik maupun untuk mendapatkan pencerahan akan jati diri yang terkadang masih kerap dipertanyakan oleh diri kita sendiri. Kualitas mentor yang membimbing kita dalam mentoring ini memang sedikit banyak memberikan dampak pada hasil mentoring yang kita tempuh. Bayangkan bila mentor yang kita ikuti tidak pernah memberikan motivasi positif dan hanya berorientasi untuk mendoktrinasi para mentee dengan sejumlah opininya, tentu saja para peserta atau 7 www.talentmanagementindonesia.com

mentee ini akan bosan dan tidak mendapatkan apa yang mereka cara dari kelas mentoring tersebut. Meskipun banyak yang berpandangan bahwa untuk menjadi mentee yang hebat tergantung oleh kualitas mentor yang ia ikuti, namun pada kenyataanya diperlukan beberapa hal yang harus mentee perlu kembangkan sendiri agar ia benar benar mendapatkan manfaat dari kegiatan mentoring tersebut. 1. Berusaha Memperluas Kreatifitas Saat Anda menjadi mentee, usahakan untuk menyerap secara ilmu ilmu yang diberikan oleh mentor Anda, baik itu berupa pengetahuan akan suatu hal maupun ketrampilan yang telah ia ajarkan kepada Anda. Ketrampilan yang diajarkan ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk semakin mengembangkan minat Anda akan suatu hal, apalagi bila ketrampilan tersebut sesuai dengan minat serta bidang Anda, tentu ketrampilan ini akan semakin memberikan manfaat yang besar bagi Anda. 8 www.talentmanagementindonesia.com

Demikian pula ilmu yang Anda dapatkan dari mentoring ini juga semakin memperkaya wawasan yang kelak mungkin akan Anda butuhkan pula dalam menghadapi suatu situasi. Setelah Anda memiliki ketrampilan atau ilmu tertentu, janganlah mudah puas sebab Anda masih bisa melakukan banyak hal yang sebenarnya dapat Anda lakukan. Hal ini akan semakin baik bila Anda memiliki target yang ingin Anda capai agar tujuan Anda mengikuti mentoring lebih jelas. 2. Memahami Karakter Diri Sendiri Aktualisasi diri Anda akan semakin terbentuk apabila Anda sudah benar benar paham dengan karakter diri Anda sendiri. Hal ini dapat diketahui bila Anda mengetahui apa kelemahan serta kelebihan yang melekat pada diri Anda. Setelah mengetahui itu semua, Anda pun bisa semakin mengembangkan potensi yang sudah ada pada diri Anda, sedangkan sisi karakter yang menjadi kelemahan dapat 9 www.talentmanagementindonesia.com

dimanajemen serta diatasi dengan cara mengikuti kelas mentoring ini. Dengan memaksimalkan potensi serta aktualisasi diri sesuai dengan karakter Anda, maka akan terdapat kepuasan tersendiri karena Anda bisa melakukan hal hal yang Anda sukai dengan cara yang positif. 3. Menanamkan Motivasi Salah satu hal yang dapat membantu agar Anda tidak mudah menyerah saat mengikuti kelas mentoring adalah dengan menanamkan motivasi dengan kesadaran diri. Yang dimaksdukan disini adalah motivasi intrinsik yang dibentuk oleh pikiran kita sendiri. Sekuat apapun dorongan serta motivasi dari pihak luar bila tidak diimbangi oleh motivasi intrinsik serta kesadaran sendiri maka yang akan dirasa hanyalah keterpaksaan. Jika Anda merasa terpaksa, maka kegiatan mentoring yang Anda jalanipun terkesan percuma dan sia sia belaka. Oleh karena itu, tanamkan pada diri Anda bahwa kegiatan mentoring ini 10 www.talentmanagementindonesia.com

Anda perlukan untuk mencapai tujuan tujuan tertentu dalam hidup Anda. Dengan cara ini Anda akan menjadi mentee yang hebat. 11 www.talentmanagementindonesia.com

E-BOOK ini dipersembahkan oleh: www.talentmanagementindonesia.com kunjungi website ini secara regular untuk mendapatkan sajian terupdate dari ilmu talent management 12 www.talentmanagementindonesia.com