BERITA RESMI STATISTIK

dokumen-dokumen yang mirip
BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENURUT SUB SEKTOR BULAN OKTOBER 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENURUT SUB SEKTOR BULAN SEPTEMBER 2017

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2016

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA APRIL 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA DESEMBER 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN FEBRUARI 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA JULI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MEI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MARET 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA JULI 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA NOVEMBER 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA OKTOBER 2015

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU MEI 2017 SEBESAR 101,98 ATAU TURUN 1,09 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA DESEMBER 2015

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2017 SEBESAR 101,32

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA NOVEMBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA DESEMBER 2016

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2016 SEBESAR 102,57

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MARET 2017

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JANUARI 2017 SEBESAR 102,22

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN NOVEMBER 2016 SEBESAR 104,23

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU MARET 2017 SEBESAR 103,50 ATAU TURUN 0,29 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU APRIL 2017 SEBESAR 103,10 ATAU TURUN 0,38 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA JULI 2015

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JULI 2016 SEBESAR 104,57

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU OKTOBER 2015 SEBESAR 94,11 ATAU NAIK 1,13 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI MALUKU UTARA BULAN JUNI 2017

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JUNI 2016 SEBESAR 98,11 ATAU TURUN 1,67 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JULI 2015 SEBESAR 94,74 ATAU TURUN 1,56 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JUNI 2017 SEBESAR

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN MEI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JUNI 2017 SEBESAR 102,59, NAIK 0,60 PERSEN DIBANDING MEI 2017

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MEI 2016 SEBESAR 103,21

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JANUARI 2017 SEBESAR 102,94 ATAU NAIK 0,69 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU APRIL 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN MARET 2017 TURUN -0,03 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN AGUSTUS 2017 SEBESAR

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU NOVEMBER 2016 SEBESAR 100,62 ATAU NAIK 0,97 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN APRIL 2017 SEBESAR 101,64

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN MEI 2012

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU FEBRUARI 2017 SEBESAR 103,79 ATAU NAIK 0,83 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN FEBRUARI 2013

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MEI 2017 SEBESAR 101,41

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN APRIL 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN MARET 2016

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU OKTOBER 2016 SEBESAR 99,65 ATAU NAIK 0,55 PERSEN

BERITA RESMI STATISTIK

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JULI 2017 SEBESAR 101,25, TURUN 1,31 PERSEN DIBANDING JUNI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN JUNI 2015

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN AGUSTUS 2016 SEBESAR 105,47

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN JUNI 2016

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU APRIL 2016 SEBESAR 99,41 ATAU NAIK 2,10 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU AGUSTUS 2017 SEBESAR 101,90, NAIK 0,64 PERSEN DIBANDING JULI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MEI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN APRIL 2015

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU NOVEMBER 2015 SEBESAR 94,70ATAU NAIK 0,62 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN DESEMBER 2016 TURUN -0,11 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN NOVEMBER 2016 TURUN -0,90 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN JANUARI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN MEI 2017 TURUN -0,26 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN NOVEMBER 2015

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN OKTOBER 2016 SEBESAR 105,26

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN APRIL 2016 SEBESAR 102,90

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN AGUSTUS 2012

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN JANUARI 2016 NAIK 0,61 PERSEN

2. Indeks Harga Dibayar Petani (Ib)

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JUNI 2015 SEBESAR 96,24 ATAU NAIK 1,05 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU DESEMBER 2015 SEBESAR 95,03ATAU NAIK 0,35 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN FEBRUARI 2017 NAIK 0,60 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU SEPTEMBER 2016 SEBESAR 99,11 ATAU NAIK 1,15 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU DESEMBER 2016 SEBESAR 102,23 ATAU NAIK 1,60 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN AGUSTUS 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JULI 2017

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU AGUSTUS 2015 SEBESAR 92,85 ATAU TURUN 2,00 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN JUNI 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN OKTOBER 2016 TURUN -0,27 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN NOPEMBER 2012

Transkripsi:

BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENURUT SUB SEKTOR BULAN APRIL 2017 Penghitungan Nilai Tukar Petani menggunakan tahun dasar 2012=100 dimana pada bulan April 2017 tercatat Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 103,41; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 91,77; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 92,72; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 118,80 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) 102,97. Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap (NTN) tercatat 111,12 dan NTP Perikanan Budidaya (NTPi) tercatat 89,84. Secara gabungan, Nilai Tukar Petani Provinsi NTB sebesar 104,02 yang berarti NTP bulan April 2017 mengalami penurunan 0,66 persen bila dibandingkan dengan bulan Maret 2017 dengan Nilai Tukar Petani sebesar 104,71. Nilai Tukar Usaha Pertanian Provinsi NTB yang diperoleh dari hasil bagi antara indeks yang diterima petani dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM), pada bulan April 2017 tercatat 111,93 yang berarti mengalami penurunan 0,78 persen dibandingkan bulan Maret 2017 dengan Nilai Tukar Usaha Pertanian 112,81. Dari 33 Provinsi yang dilaporkan pada bulan April 2017, terdapat 15 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dan 18 provinsi mengalami penurunan NTP. Peningkatan tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo yaitu sebesar 0,64 persen,, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Barat yaitu sebesar 1,40 persen, dimana indeks yang diterima petani menurun sebesar 1,48 persen. Pada bulan April 2017, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 0,06 persen. Inflasi disebabkan karena terjadinya peningkatan indeks konsumsi rumah tangga pada kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga (1,11 persen) Transportasi & Komunikasi (0,31 persen), Makanan Jadi (0,29 persen), Kesehatan (0,24 persen), Sandang (0,01 persen), sedangkan 2 kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan, terdiri dari kelompok Bahan Makanan sebesar (-0,16 persen) dan Perumahan (-0,18 persen). Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017 1

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada 8 kabupaten di Provinsi NTB, terjadi NTP yang berfluktuasi setiap bulannya. Pada bulan April 2017 dengan tahun dasar (2012=100) NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat berada di atas 100 ( tercatat 104,02 ) yang berarti petani mengalami peningkatan daya beli, karena kenaikan harga produksi relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. Grafik 1 NTP Provinsi NTB Januari 2015 April 2017 (2012=100) 108 Nilai Tukar Petani 107 106 105 104 103 102 101 102,23 102,39 101,97 101,38 101,15 103,86 103,29 104,78 104,14 106,43 105,97 106,22 105,53 104,85 104,38 103,58 103,81 104,14 106,26 104,71 107,25 106,99 106,56 107,32 105,70 104,58 104,71 104,02 100 99 98 TAHUN NTP bulan April 2017 mengalami penurunan sebesar 0,66 persen bila dibandingkan dengan NTP Maret 2017 yaitu dari 104,71 menjadi 104,02. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) menurun sebesar (-0,58 persen) sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) meningkat sebesar 0,09 persen. Dari Tabel 1 nampak bahwa pada bulan April 2017 kemampuan daya beli petani di Provinsi NTB pada 3 subsektor berada di atas 100 (cukup baik) yang terdiri dari subsektor Peternakan (118,80), sub sektor Tanaman Pangan (103,41) dan subsektor Perikanan (102,97). Sedangkan subsektor lainnya memiliki kemampuan daya beli yang rendah atau NTP di bawah 100 yaitu subsektor Perkebunan Rakyat (92,72) dan sub sektor Hortikultura (91,77). 2 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017

Tabel 1 Nilai Tukar Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat Per Subsektor April 2017 (2012=100) 1. Tanaman Pangan Bulan Subsektor Persentase Perubahan Maret 2017 April 2017 (1) (2) (3) (4) a. Indeks yang Diterima (It) 131.53 130.12-1.07 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 125.59 125.84 0.19 c. Nilai Tukar Petani (NTPP) 104.72 103.41-1.26 2. Hortikultura a. Indeks yang Diterima (It) 117.77 116.16-1.37 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 126.52 126.58 0.04 c. Nilai Tukar Petani (NTPH) 93.08 91.77-1.41 3. Tanaman Perkebunan Rakyat a. Indeks yang Diterima (It) 117.18 118.16 0.84 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 127.38 127.43 0.04 c. Nilai Tukar Petani (NTPR) 91.99 92.72 0.80 4. Peternakan a. Indeks yang Diterima (It) 145.07 144.75-0.22 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 121.87 121.85-0.02 c. Nilai Tukar Petani (NTPT) 119.03 118.80-0.20 5. Perikanan a. Indeks yang Diterima (It) 125.51 124.78-0.59 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 121.27 121.17-0.08 c. Nilai Tukar Petani (NTN) 103.50 102.97-0.51 5.a. Perikanan Tangkap a. Indeks yang Diterima (It) 138.57 137.57-0.72 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 123.87 123.81-0.05 c. Nilai Tukar Petani (NTN) 111.87 111.12-0.67 5.b. Perikanan Budidaya a. Indeks yang Diterima (It) 105.57 105.24-0.32 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 117.30 117.15-0.13 c. Nilai Tukar Petani (NTN) 90.00 89.84-0.19 Gabungan a. Indeks yang Diterima (It) 130.78 130.03-0.58 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 124.90 125.01 0.09 -Konsumsi Rumah Tangga 128.41 128.49 0.06 -BPPBM 115.93 116.17 0.21 c. Nilai Tukar Petani (NTP) 104.71 104.02-0.66 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017 3

1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan April 2017 dengan tahun dasar (2012=100), secara gabungan indeks harga yang diterima petani (It) Provinsi NTB mengalami penurunan sebesar (-0,58 persen) yaitu dari 130,78 menjadi 130,03. Terdapat 4 subsektor yang mengalami penurunan indeks harga yang diterima yaitu sub sektor Peternakan (-0,22 persen), Perikanan (-0,59 persen), Tanaman Pangan (-1,07 persen) dan Hortikultura (-1,37 persen) dan. hanya sub sektor Perkebunan Rakyat yang mengalami peningkatan yaitu sebesar 0,84 persen. 2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada bulan April 2017 dengan tahun dasar (2012=100), indeks harga yang dibayar petani (Ib) di Provinsi NTB mengalami peningkatan sebesar 0,09 persen yaitu dari 124,90 menjadi 125,01. Dimana Indeks konsumsi rumahtangga mengalami peningkatan 0,06 persen dan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) mengalami peningkatan 0,21 persen. Grafik 2 Indeks Diterima dan Indeks Dibayar Petani Provinsi NTB Maret April 2017 (2012=100) 201704 BPPBM, 116,17 KRT, 128,46 Indeks Dibayar, 125,01 Indeks Diterima, 130,03 201703 BPPBM, 115,93 KRT, 128,41 Indeks Dibayar, 124,9 Indeks Diterima, 130,78 100 105 110 115 120 125 130 135 BPPBM KRT Indeks Dibayar Indeks Diterima 4 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017

3. NTP Subsektor a. Subsektor Tanaman Pangan / Padi & Palawija (NTPP) Pada bulan April 2017 NTPP mengalami penurunan sebesar (-1,26 persen), hal ini disebabkan karena tingkat penurunan indeks yang diterima petani sebesar (-1,07 persen) lebih rendah dari peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,19 persen. Indeks harga yang diterima petani sub kelompok padi mengalami penurunan sebesar (-2,05 persen) yang disebabkan karena menurunnya harga gabah/padi. Sedangkan Indeks harga yang diterima petani sub kelompok palawija mengalami peningkatan sebesar 1,43 persen yang disebabkan karena meningkatnya harga kacang hijau, ketela pohon dan kacang kedelai. Indeks yang dibayar (Ib) mengalami peningkatan yang disebabkan oleh peningkatan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,50 persen, dan indeks BPPBM mengalami peningkatan sebesar 0,58 persen. Dimana peningkatan indeks BPPBM disebabkan antara lain oleh meningkatnya upah penyemprotan, pupuk kandang, upah pemupukan, harga KCL, ZA, sewa tanah sawah, upah menanam, insektisida, bibit kacang tanah, sewa traktor tangan. b. Subsektor Hortikultura (NTPH) Nilai Tukar Petani Sub sektor Hortikultura (NTPH) pada bulan April 2017 mengalami penurunan sebesar (-1,41 persen). Hal ini disebabkan karena indeks yang diterima petani menurun sebesar (-1,37 persen) sedangkan indeks harga yang dibayar petani meningkat sebesar 0,04 persen. Indeks yang diterima (It) sub kelompok sayur-sayuran dan buah-buahan mengalami penurunan masing-masing sebesar (-2,00 persen) dan (-0,48 persen) yang disebabkan karena menurunnya harga nanas, cabai rawit, rambutan, bawang merah, kol/kubis, terung panjang, sawo, cabai merah, kangkung, sirsak, semangka, langsat, melon, manggis dan jeruk besar. Indeks yang diterima (It) sub kelompok tanaman obat tidak mengalami perubahan/tetap. Peningkatan indeks yang dibayar (Ib) petani hortikultura disebabkan oleh peningkatan indeks BPPBM sebesar 0,38 persen. Dimana peningkatan indeks BPPBM disebabkan meningkatnya harga pupuk kandang, sewa lahan ladang, bibit semangka, KCL, bibit kangkung, kereta dorong, sewa lahan sawah, bibit ketimun, sewa traktor tangan. c. Subsektor Perkebunan Rakyat (NTPR) Pada bulan April 2017 Nilai Tukar Petani untuk sub sektor perkebunan rakyat (NTPR) terjadi peningkatan sebesar 0,80 persen, hal ini disebabkan karena tingkat peningkatan indeks yang diterima petani sebesar 0,84 persen lebih tinggi dari tingkat peningkatan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,04 persen. Peningkatan indeks yang diterima petani disebabkan karena meningkatnya harga hasil produksi perkebunan rakyat antara lain kemiri, kopi, cengkeh, kelapa, jarak. Peningkatan indeks yang dibayar (Ib) petani perkebunan rakyat disebabkan oleh meningkatnya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,05 persen dan menurunnya indeks BPPBM sebesar (-0,02 persen). dimana penurunan indeks BPPBM disebabkan menurunnya harga pupuk urea dan NP/NPK. Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017 5

d. Subsektor Peternakan (NTPT) Pada bulan April 2017, NTPT mengalami penurunan sebesar (-0,20 persen), hal ini disebabkan karena tingkat penurunan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar (-0,22 persen) lebih rendah dari tingkat penurunan indeks yang dibayar petani (Ib) sebesar (-0,02 persen). Indeks harga yang diterima (It) peternak pada sub kelompok ternak besar, ternak kecil, unggas dan hasil ternak mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,12 persen, 1,09 persen, 0,39 persen dan 0,49 persen, yang disebabkan karena menurunnya harga kerbau, kambing, itik, ayam ras pedaging, telur ayam ras, burung merpati, ayam ras petelur, kuda. Penurunan Indeks yang dibayar petani (Ib) disebabkan oleh menurunnya indeks BPPBM sebesar (-0,38 persen), yang disebabkan oleh menurunnya harga bibit kambing, bibit sapi potong, dedak, jagung pipilan, listrik, jerami, konsentrat swine, gas LPG, arit, bibit bebek. e. Subsektor Perikanan (NTNP) Pada bulan April 2017 NTNP mengalami penurunan sebesar (-0,51 persen), hal ini disebabkan karena tingkat penurunan indeks yang diterima petani sebesar (-0,59 persen) lebih rendah dari tingkat penurunan indeks yang dibayar petani sebesar (-0,08 persen). Indeks harga yang diterima (It) sub kelompok penangkapan dan budidaya mengalami penurunan masing-masing sebesar (-0,72 persen) dan (-0,32 persen) yang disebabkan menurunnya harga produksi perikanan antara lain peperek, terbang, selar, tuna, tongkol, pari, kurisi, kerang, layur, kembung, cakalang, bawal, kuniran, rajungan, rumput laut, bandeng. Penurunan indeks yang dibayar petani (Ib) disebabkan oleh penurunan indeks konsumsi rumah tangga sebesar (-0,10 persen) dan indeks BPPBM sebesar (-0,03 persen), dimana penurunan indeks BPPBM disebabkan oleh menurunnya harga benih bandeng/nener, dedak, cip, pellet, jarring angkat, oli pelumas, umpan. 6 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017

Tabel 2 Indeks yang Diterima dan Indeks yang Dibayar Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat Per Sub Sektor April 2017 (2012=100) Subsektor Bulan Maret 2017 April 2017 Persentase Perubahan (1) (2) (3) (4) 1. Tanaman Pangan a. Indeks Diterima Petani 131.53 130.12-1.07 - Padi 134.16 131.41-2.05 - Palawija 125.28 127.06 1.43 b. Indeks Dibayar Petani 125.59 125.84 0.19 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 128.03 128.09 0.05 - Indeks BPPBM 119.57 120.26 0.58 2. Hortikultura a. Indeks Diterima Petani 117.77 116.16-1.37 - Sayur-sayuran 131.63 128.99-2.00 - Buah-buahan 102.20 101.70-0.48 - Tanaman Obat 136.70 136.70 0.00 b. Indeks Dibayar Petani 126.52 126.58 0.04 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 129.04 129.01-0.03 - Indeks BPPBM 115.39 115.84 0.38 3. Tanaman Perkebunan Rakyat a. Indeks Diterima Petani 117.18 118.16 0.84 - Tanaman Perkebunan Rakyat 117.18 118.16 0.84 b. Indeks Dibayar Petani 127.38 127.43 0.04 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 130.27 130.33 0.05 - Indeks BPPBM 114.14 114.12-0.02 4. Peternakan a. Indeks Diterima Petani 145.07 144.75-0.22 - Ternak Besar 148.77 148.59-0.12 - Ternak Kecil 145.06 143.48-1.09 - Unggas 118.89 118.43-0.39 - Hasil Ternak 121.26 120.67-0.49 b. Indeks Dibayar Petani 121.87 121.85-0.02 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 127.64 127.85 0.16 - Indeks BPPBM 111.74 111.32-0.38 5. Perikanan a. Indeks Diterima Petani 125.51 124.78-0.59 - Penangkapan 138.57 137.57-0.72 - Budidaya 105.57 105.24-0.32 b. Indeks Dibayar Petani 121.27 121.17-0.08 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 127.98 127.85-0.10 - Indeks BPPBM 112.42 112.39-0.03 Gabungan a. Indeks Diterima Petani 130.78 130.03-0.58 b. Indeks Dibayar Petani 124.90 125.01 0.09 - Konsumsi Rumah Tangga 128.41 128.49 0.06 - BPPBM 115.93 116.17 0.21 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017 7

Perbandingan antar Provinsi Dari 33 Provinsi yang dilaporkan pada bulan April 2017, hanya 15 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dan 18 provinsi mengalami penurunan NTP. Peningkatan tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo (0,64 persen), diikuti oleh Provinsi Sulut (0,55 persen) Sumbar dan Sulbar sebesar 0,53 persen. Sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Kalbar (-1,40 persen) diikuti oleh Sultra (-1,30 persen ) dan Kalteng (-1,16 persen). Tabel 3. Nilai Tukar Petani Provinsi di Indonesia dan Persentase Perubahannya April 2017 (2012=100) IT IB NTP Kode Provinsi persen persen persen Indeks Indeks Indeks Perb Perb Perb (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 11 NAD 118.39-0.68 124.55-0.61 95.05-0.07 12 SUMUT 127.39-0.62 127.95-0.41 99.56-0.21 13 SUMBAR 123.31-0.27 124.92-0.80 98.71 0.53 14 RIAU 130.67-0.90 126.74-0.52 103.10-0.38 15 JAMBI 126.39-0.54 125.12-0.57 101.02 0.03 16 SUMSEL 117.80-0.75 124.56-0.36 94.57-0.39 17 BENGKULU 120.77-0.63 127.10-0.26 95.02-0.37 18 LAMPUNG 129.10-0.35 124.03-0.60 104.09 0.26 19 BABEL 118.18-1.33 121.00-0.85 97.67-0.48 21 KEPRI 118.94-0.06 121.22-0.03 98.12-0.03 31 DKI 119.28-0.23 120.22-0.50 99.22 0.27 32 JABAR 133.69 0.45 129.97-0.03 102.87 0.49 33 JATENG 124.50 0.18 127.28-0.14 97.81 0.33 34 YOGYAKARTA 128.04 0.08 125.97-0.24 101.64 0.32 35 JATIM 131.75 0.10 129.36-0.08 101.84 0.18 36 BANTEN 124.85 0.90 126.50 0.38 98.69 0.51 51 BALI 129.94 0.02 123.77-0.23 104.98 0.25 52 NTB 130.03-0.58 125.01 0.09 104.02-0.66 53 NTT 127.16 0.37 125.67 0.03 101.18 0.34 61 KALBAR 120.61-1.48 125.56-0.08 96.06-1.40 62 KALTENG 122.98-1.48 124.25-0.32 98.98-1.16 63 KALSEL 117.83-0.62 121.82 0.05 96.73-0.67 64 KALTIM 121.71-0.86 125.21 0.21 97.21-1.06 71 SULUT 116.05-0.17 125.93-0.72 92.15 0.55 72 SULTENG 120.55-0.12 127.18 0.48 94.79-0.60 73 SULSEL 127.06-0.53 126.92 0.09 100.11-0.62 74 SULTRA 118.69-1.18 125.06 0.12 94.91-1.30 75 GORONTALO 131.65-0.35 125.27-0.98 105.09 0.64 76 SULBAR 129.40 0.75 122.08 0.22 106.00 0.53 81 MALUKU UTARA 128.31 0.05 127.76 0.01 100.43 0.04 82 MALUKU 126.34 0.04 125.24 0.18 100.87-0.13 91 PAPUA BARAT 127.40-0.66 126.67 0.09 100.57-0.75 94 PAPUA 121.13 0.24 126.49 0.55 95.76-0.32 Nasional 127,08-0,08 127,07-0,14 100,01 0,06 8 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017

4. Indeks Harga Konsumen Perdesaan Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi di wilayah perdesaan. Dari penghitungan indeks konsumsi rumah tangga yang dilaporkan pada bulan April 2017 di Provinsi NTB terjadi inflasi perdesaan sebesar (0,06 persen). Inflasi disebabkan karena terjadinya peningkatan indeks konsumsi rumah tangga pada kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga (1,11 persen) Transportasi & Komunikasi (0,31 persen), Makanan Jadi (0,29 persen), Kesehatan (0,24 persen), Sandang (0,01 persen), sedangkan 2 kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan, terdiri dari kelompok Bahan Makanan sebesar (-0,16 persen) dan Perumahan (-0,18 persen). Tabel 4 Persentase Perubahan Indeks Harga Konsumen Perdesaan Provinsi Nusa Tenggara Barat April 2017 (2012=100) Sub Kelompok Maret 2017 April 2017 Perubahan (1) (2) (3) (4) Konsumsi Rumahtangga 128.41 128.49 0.06 - Bahan makanan 136.06 135.84-0.16 - Makanan jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 124.07 124.42 0.29 - Perumahan 122.34 122.12-0.18 - Sandang 123.41 123.42 0.01 - Kesehatan 120.22 120.51 0.24 - Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga 112.02 113.26 1.11 - Transportasi dan Komunikasi 125.14 125.53 0.31 Inflasi perdesaan yang terjadi pada bulan April 2017 di Provinsi NTB disebabkan antara lain oleh meningkatnya harga tomat sayur, ban luar mobil, kacang panjang, daging ayam ras, kemiri, tongkol, biskuit, bayam, rok terusan, tempat tidur, ketela rambat, air mineral kemasan, korek api, ketimun, anggur, bedak, bawang putih, ikan asin teri, gula merah, kopi bubuk, lipstik, ikan asin selar, udang tambak, celana pendek, ikan pindang kembung, uang bayaran sekolah SMA, beha katun, kemeja pendek katun, kacang kedelai, bola lampu, ketela pohon, minuman kesehatan, celana dalam, susu bubuk bayi, gado-gado, ikan asin sepat, kaca polos, minuman ringan, penyedap masakan, baju kaos, pasta gigi, sepeda motor, tepung terigu, salak. Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017 9

Grafik 3 Perubahan Indeks Harga Konsumen Perdesaan Provinsi di Indonesia April 2017 (2012=100) 1,00 0,50 0,00-0,50-1,00 0,68 PAPUA 0,58 SULTENG 0,39 BANTEN 0,25 SULBAR 0,24 KALTIM 0,20 MALUKU UTARA 0,10 PAPUA BARAT 0,03 0,06 0,08 SULTRA NTB KEPRI MALUKU -0,01 JATIM -0,24 KALBAR -0,18 JABAR -0,16 KALSEL -0,06 NTT -0,03 SULSEL -0,01 JATENG -0,31 YOGYAKARTA -0,42 BENGKULU -0,42 KALTENG -0,45 BALI -0,47 SUMSEL SUMUT -0,54-0,62-0,67 RIAU -0,78-0,74 JAMBI NAD -0,79 DKI -0,87 LAMPUNG -0,99-1,09 SULUT BABEL -1,12 SUMBAR -1,39 GORONTALO -0,29 NASIONAL -1,50 10 Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Jl. Gunung Rinjani No. 2 Mataram 83125Tlp. (0370) 621385 Fax. (0370) 623801 E-mail :bps5200@bps.go.id Homepage : http://ntb.bps.go.id Contact person : Ni Kadek Adi Madri, SE Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi NTB Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 28/05/52/Th.X, 2 Mei 2017 11