BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. macam fungsi. Fungsi fungsi hutan di antaranya adalah sebagai pengatur siklus

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki sumberdaya alam

Modul 1. Hutan Tropis dan Faktor Lingkungannya Modul 2. Biodiversitas Hutan Tropis

BAB I PENDAHULUAN. keseimbangan lingkungan. Fungsi hutan terkait dengan lingkungan, sosial budaya

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. klimaks pada daerah dengan curah hujan mm/tahun. Hutan Hujan

PENDAHULUAN. daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam

Laporan Penelitian Implementasi Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 dalam Penanggulangan Pembalakan Liar

BAB I. PENDAHULUAN. sebagai sebuah pulau yang mungil, cantik dan penuh pesona. Namun demikian, perlu

DISAMPAIKAN PADA ACARA PELATIHAN BUDIDAYA KANTONG SEMAR DAN ANGGREK ALAM OLEH KEPALA DINAS KEHUTANAN PROVINSI JAMBI

BAB I PENDAHULUAN. itu merupakan suatu anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Menurut UU RI No.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dalam Suginingsih (2008), hutan adalah asosiasi tumbuhan dimana pohonpohon

I. PENDAHULUAN. tinggi adalah Taman Hutan Raya Wan Abdurahman. (Tahura WAR), merupakan

BAB I PENDAHULUAN. mahluk hidup, termasuk manusia. Penggunaan air oleh manusia sangat beraneka

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi hutan di Indonesia saat ini dalam keadaan krisis. Banyak tumbuhan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dea Indriani Fauzia, 2013

BAB VI PROSPEK DAN TANTANGAN KEHUTANAN SULAWESI UTARA ( KEDEPAN)

I. PENDAHULUAN. Gambar 1. Kecenderungan Total Volume Ekspor Hasil hutan Kayu

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum wr.wb.

i:.l'11, SAMBUTAN PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR KOTAK... GLOSARI viii xii DAFTAR SINGKATAN ...

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penemuan penelitian. Penelitian ini mengambil cerita rakyat Onggoloco sebagai

I PENDAHULUAN. masyarakat serta desakan otonomi daerah, menjadikan tuntutan dan akses masyarakat

3.3 Luas dan Potensi Lahan Basah Non Rawa

BAB II. PERENCANAAN KINERJA

mampu menurunkan kemampuan fungsi lingkungan, baik sebagai media pula terhadap makhluk hidup yang memanfaatkannya. Namun dengan

BAB I PENDAHULUAN. pesat pada dua dekade belakangan ini. Pesatnya pembangunan di Indonesia berkaitan

BAB I PENDAHULUAN. bawah tanah. Definisi hutan menurut Undang-Undang No 41 Tahun 1999 tentang

PENDAHULUAN. Gambar 1 Bange (Macaca tonkeana) (Sumber: Rowe 1996)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang sebenarnya sudah tidak sesuai untuk budidaya pertanian. Pemanfaatan dan

REKALKUKASI SUMBER DAYA HUTAN INDONESIA TAHUN 2003

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. lain-lain merupakan sumber daya yang penting dalam menopang hidup manusia.

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. fauna yang hidup di habitat darat dan air laut, antara batas air pasang dan surut.

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA BAB II. PELESTARIAN LINGKUNGAN

BUPATI LOMBOK TIMUR PERATURAN BUPATI LOMBOK TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2013 T E N T A N G

Konservasi dan Rehabilitasi Lahan dan Hutan Gambut di Area PT Hutan Amanah Lestari Barito Selatan dan Barito Timur

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan negara penghasil bambu yang cukup besar. Banyak

I. PENDAHULUAN Latar Belakang. Hutan sebagai karunia dan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang

BAB I PENDAHULUAN. (2009) saat ini Indonesia memiliki luas kawasan hutan seluas juta

BAB I PENDAHULUAN. (renewable resources), yang dapat memberikan manfaat ekologi, ekonomi, sosial

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia memiliki mangrove terluas di dunia (Silvus et al, 1987; Primack et al,

BAB I PENDAHULUAN. besar di dalam suatu ekosistem. Hutan mampu menghasilkan oksigen yang dapat

I. PENDAHULUAN. Hutan merupakan bagian penting dari negara Indonesia. Menurut angka

PENDUGAAN SIMPANAN KARBON DI ATAS PERMUKAAN LAHAN PADA TEGAKAN EUKALIPTUS (Eucalyptus sp) DI SEKTOR HABINSARAN PT TOBA PULP LESTARI Tbk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mangrove merupakan ekosistem dengan fungsi yang unik dalam lingkungan

Contoh Makalah Penelitian Geografi MAKALAH PENELITIAN GEOGRAFI TENTANG LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

ZONASI KONDISI KAWASAN HUTAN NEGARA DI DIENG DAN ARAHAN PENGELOLAAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN T U G A S A K H I R. Oleh : INDIRA PUSPITA L2D

BAB I PENDAHULUAN. kendala utama dalam kegiatan pengelolaannya. Dalam rangka memudahkan. pengelolaan DAS maka dikembangkan Model DAS Mikro menggunakan

BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis letak Indonesia berada di daerah tropis atau berada di sekitar

BAB IV RANCANGAN DAN PEMBAHASAN

Deforestasi merupakan penghilangan dan penggundulan hutan yang tidak

I. PENDAHULUAN. kerja dan mendorong pengembangan wilayah dan petumbuhan ekonomi.

BAB I PENDAHULUAN. Hutan di Indonesia merupakan sumber daya alam yang cukup besar

BAB I PENDAHULUAN. Wilayah pesisir Indonesia memiliki luas dan potensi ekosistem mangrove

Memperhatikan pokok-pokok dalam pengelolaan (pengurusan) hutan tersebut, maka telah ditetapkan Visi dan Misi Pembangunan Kehutanan Sumatera Selatan.

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan kehidupan dan peradaban manusia, hutan semakin

I. PENDAHULUAN. lainnya. Keunikan tersebut terlihat dari keanekaragaman flora yaitu: (Avicennia,

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum wr.wb.

POLA PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT PADA LAHAN KRITIS (Studi Kasus di Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan) Oleh : Nur Hayati

I. PENDAHULUAN. Intervensi manusia dalam pemanfaatan sumberdaya alam yang makin

I. PENDAHULUAN. hayati yang tinggi dan termasuk ke dalam delapan negara mega biodiversitas di

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009

Lahan rawa untuk budidaya tanaman pangan berwawasan lingkungan Sholehien

INDIKASI LOKASI REHABILITASI HUTAN & LAHAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Cisolok Kabupaten Sukabumi Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

BAB I. PENDAHULUAN. kegiatan pertanian, pemukiman, penggembalaan serta berbagai usaha lainnya

MAKALAH PEMBAHASAN EVALUASI KEBIJAKAN NASIONAL PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP DI DAERAH ALIRAN SUNGAI 1) WIDIATMAKA 2)

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENGANTAR GEOGRAFI Oleh: Djunijanto, S.Pd

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Konservasi Lingkungan. Lely Riawati

TINJUAN PUSTAKA. Hutan mangrove dikenal juga dengan istilah tidal forest, coastal

Bab 5 H O R T I K U L T U R A

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Kawasan Gunung Merapi adalah sebuah kawasan yang sangat unik karena

BAB I. PENDAHULUAN A.

I. PENDAHULUAN. manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemanfaatan tersebut apabila

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. (1968) disebut sebagai tragedi barang milik bersama. Menurutnya, barang

BAB I PENDAHULUAN. plasma nutfah serta fungsi sosial budaya bagi masyarakat di sekitarnya dengan

I. PENDAHULUAN Latar Belakang. Mangrove merupakan ekosistem unik dengan fungsi yang unik dalam

KAJIAN DAYA TAHAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP GANGGUAN FAKTOR EKSTERNAL DAN KEBIJAKAN YANG DIPERLUKAN. Bambang Sayaka

PENDAHULUAN. hutan yang dialih-gunakan menjadi lahan usaha lain. Agroforestry adalah salah

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

AGROFORESTRY : SISTEM PENGGUNAAN LAHAN YANG MAMPU MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DAN MENJAGA KEBERLANJUTAN

PENDAHULUAN. termasuk ekosistem terkaya di dunia sehubungan dengan keanekaan hidupan

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam kehidupan kita. Dalam hutan terdapat banyak kekayaan alam yang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dalam bentuk negara

SAMBUTAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PADA ACARA MEMPERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

Kondisi Hutan (Deforestasi) di Indonesia dan Peran KPH dalam penurunan emisi dari perubahan lahan hutan

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hutan merupakan sumberdaya yang dapat menghasilkan berbagai macam produk. Manusia menggunakan berbagai macam produk yang dihasilkan hutan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Selain itu, hutan juga memiliki berbagai macam fungsi. Fungsi fungsi hutan di antaranya adalah sebagai pengatur siklus hidrologi, pembentuk iklim mikro, mencegah terjadinya erosi, penghasil Oksigen, dan penyerap karbon dari udara bebas (Sabarnudin dalam Bonawati 2009:1). Lebih lanjut Senoaji (2009:1) menggolongkan fungsi utama hutan menjadi dua, yaitu fungsi ekologi dan fungsi ekonomi. Kedua fungsi tersebut memiliki hubungan yang saling bertentangan. Pemanfaatan fungsi ekonomi yang berlebihan akan merusak hutan, sebaliknya pemanfaatan fungsi ekologi yang sangat ketat akan mengakibatkan tidak optimalnya fungsi hutan. Pengelolaan hutan sebaiknya dilakukan secara seimbang antara kedua fungsi tersebut. Keseimbangan antara kedua fungsi tersebut akan menghasilkan kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat sekitar hutan akan senatiasa menjaga kelestarian karena hutan dapat memberikan berbagai manfaat kepada mereka. Namun, dalam konteks pengelolaan hutan di Indonesia yang terjadi tidak demikian. Pengelolaan hutan di Indonesia lebih menitikberatkan fungsi ekonomi daripada fungsi ekologi. Luasnya hutan yang mengalami deforestasi menjadi bukti 1

2 hal tersebut. Kerusakan hutan tidak saja terjadi di Pulau Jawa, tetapi secara masif terjadi juga di luar Jawa. Deforestasi hutan di Indonesia pada tahun 2000 sampai dengan 2009 mencapai 15,16 juta ha. Kalimantan merupakan pulau dengan luas deforestasi hutan terbesar, yaitu seluas 5,5 juta ha atau sekitar 36,32% dari luas deforestasi nasional. Luas hutan yang mengalami deforestasi selanjutnya adalah Sumatra sebesar 3,71 juta ha atau 24,49 %, Sulawesi 1,66 juta ha, Jawa 1,38 juta ha, Maluku 1,25 juta ha, Bali Nusa Tenggara 1 juta ha dan Papua 0,62 juta ha (Sumargo, 2011:7). Berbeda dengan kondisi hutan di Indonesia, terdapat suatu masyarakat desa di Kabupaten Gunungkidul yang mampu mengelola hutan dengan hati hati dan penuh tanggung jawab. Desa tersebut adalah Desa Beji yang terletak di Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul dengan hutan di desa tersebut bernama Hutan Wonosadi. Masyarakat Desa Beji telah berinteraksi dengan Hutan Wonosadi sejak lama. Hutan memberikan banyak manfaat bagi penduduk sekitar. Hutan merupakan tempat melaksanakan kegiatan budaya, sosial dan sumber air bagi masyarakat sekitar. Di sisi lain, masyarakat Desa Beji juga menjaga Hutan Wonosadi. Penduduk melestarikan hutan dengan penuh tanggung jawab. Hal ini dapat dilihat dari kondisi hutan pada saat ini. Hutan Wonosadi memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Menurut Ganasari (2011:140) di Hutan Wonosadi terdapat lebih dari 107 jenis pohon, 8 jenis anggrek alam yang endemik, 30 jenis tanaman obat

3 obatan dan berbagai jenis reptil, burung, mamalia dan primata. Tingginya keanekaragaman hayati di Hutan Wonosadi menunjukkan kondisi hutan yang baik. Kondisi Hutan Wonosadi yang lestari pada saat ini bukannya tanpa gangguan. Dalam sejarahnya, hubungan antara masyarakat sekitar dengan Hutan Wonosadi mengalami kondisi baik - buruk. Terdapat fase masa, di mana penduduk sekitar hutan menebang pohon di Hutan Wonosadi sampai menyebabkan hutan menjadi gundul. Penebangan hutan yang cukup parah terjadi pada kurun waktu 1960 1965. Salah satu penyebab terjadinya penggundulan pada masa ini adalah desakan kebutuhan ekonomi. Kondisi sosial ekonomi pada masa ini sangat sulit. Masyarakat sangat kesulitan mendapatkan bahan makan. Hal ini disebabkan oleh kondisi gagal panen akibat serangan hama tikus. Kondisi Hutan Wonosadi di tahun 1965 merupakan hutan gundul. Di dalam hutan hanya tersisa sekitar 6 8 pohon yang terletak di pusat hutan, yaitu Lembah Ngenuman. Masyarakat segan untuk menebang pohon tersebut karena tempat tersebut merupakan tempat pusat kegiatan Budaya Sadranan. Kondisi hutan yang gundul mengakibatkan terjadinya longsor. Pada tahun 1966 terjadi banjir krakal dari dalam hutan ke areal persawahan yang berada di bawah hutan. Air hujan tidak hanya membawa lumpur dari dalam hutan tetapi juga bebatuan kecil hingga sedang. Kejadian ini menyadarkan warga sekitar hutan akan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Paska terjadinya banjir krakal masyarakat berusaha menghijaukan Hutan Wonosadi. Selama setahun, dari tahun 1966 sampai dengan 1967, secara intensif

4 masyarakat menghijaukan kembali Hutan Wonosadi. Hingga akhirnya hutan kembali seperti semula. Keberhasilan masyarakat Desa Beji dalam mengelola Hutan Wonosadi mendapatkan pengakuan dari pihak luar. Pada tahun 1989 Kelompok Tani Sri Rejeki mendapatkan penghargaan dari Menteri Kehutanan atas usahanya dalam melakukan konservasi sumberdaya alam dan lingkungan di Hutan Wonosadi. Kemudian pada tahun 2009, masyarakat Desa Beji mendapatkan penghargaan Kehati Award untuk katagori Prakarsa Lestari Kehati. Hingga saat ini, masyarakat Desa Beji terus berusaha menjaga kelestarian hutan. Di samping itu, masyarakat juga mengembangkan pengelolaan Hutan Wonosadi. Hal ini bertujuan agar hutan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi warga dengan tetap menjaga kelestariannya. Pembentukan Desa Wisata Beji merupakan salah satu bentuk pengembangan pengelolaan hutan yang sedang dikerjakan oleh masyarakat Desa Beji. Keberhasilan masyarakat Desa Beji dalam menghijaukan dan menjaga hutan merupakan sebuah topik menarik untuk dilakukan kegiatan penelitian. 1.2 Pertanyaan Penelitian Interaksi antara hutan dan masyarakat sekitar sudah berjalan cukup lama. Hubungan antara keduanya berjalan erat. Hubungan tersebut berjalan dinamis dan saling timbal balik. Hutan memberikan manfaat berupa pemenuhan kebutuhan subsisten masyarakat. Selain itu, Hutan Wonosadi juga merupakan ruang kegiatan

5 budaya bagi masyarakat sekitar. Kegiatan Budaya Sadranan rutin dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Beji. Namun demikian, kondisi tersebut tidak stagnan. Terdapat perkembangan pandangan masyarakat terhadap hutan. Pandangan masyarakat terhadap hutan mengalami perubahan. Perubahan tersebut terjadi pada periode waktu tertentu. Pada masing masing periode waktu terdapat pandangan terhadap hutan yang berbeda dengan periode yang lain. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan penelitian tersebut di atas, maka penulis mengajukan pertanyaan penelitian berupa bagaimana konsepsi masyarakat terhadap Hutan Wonosadi Desa Beji Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan konsepsi masyarakat terhadap Hutan Wonosadi Desa Beji Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul periode tahun 1960 sampai dengan 2014. 1.4 Manfaat Penelitian Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi para penentu kebijakan di sektor Kehutanan untuk merumuskan kebijakan bagi masyarakat sekitar hutan agar selaras antara kelestarian hutan dan kepentingan masyarakat sekitar. Sedangkan bagi masyarakat, penelitian ini diharapkan mampu

6 menjadi bahan masukan guna lebih mengoptimalkan proses pengelolaan Hutan Wonosadi. 1.5 Ruang Lingkup Penelitian a. Lingkup Wilayah: Desa Beji Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul b. Lingkup Substasi: Lingkup penelitian ini mengenai perkembangan pandangan dan rencana masyarakat terhadap Hutan Wonosadi termasuk kondisi sosial yang menjadi latar belakang dan berpengaruh terhadap pandangan masyarakat. 1.6 Keaslian Penelitian Sepengetahuan penulis belum ada penelitian mengenai perkembangan konsepsi masyarakat terhadap Hutan Wonosadi. Tulisan ilmiah yang diketemukan yang memiliki lokus yang sama, secara singkat penulis sajikan dalam tabel tabel 1 berikut.

7 Tabel 1. Matrik Keaslian Penelitian No Judul Penulis Fokus Penelitian Tahun 1 Kajian Pelestarian Hutan Wonosadi Dian O Ganasari Mengkaji Kondisi Sumberdaya Pendekatan / Metode Penelitian 2011 Metode survei dan dengan Pendekatan Analytical Hutan, Masyarakat sekitar dan Analytical Hierarcy Process (Thesis) Kebijakan Pemerintah Hierarcy Process 2 Kearifan Lingkungan dalam Ahsan Nurhadi Kearifan lokal masyarakat Desa 2011 Fenomenologi Perencanaan dan Pengelolaan Hutan Beji Wonosadi di Desa Beji Kecamatan Ngawen Kab. Gunungkidul (Thesis) 3 Kajian Daya Tarik Hutan Adat Nur Wahyuni Potensi Hutan Wonosadi sebagai 2013 Kuantitative/ Wonosadi sebagai Obyek Wisata Purnamawati obyek wisata alam metode Survei Alam di Daerah Istimewa Yogyakarta (Skripsi)

8 No Judul Penulis Fokus Penelitian Tahun 4 Peran Serta Masyarakat Terhadap Al Ajiiz Hasbur Partisipasi masyarakat dalam Pendekatan / Metode Penelitian 2012 Metode Survei Konservasi Sumberdaya Alam Hutan Konservasi Hutan Wonosadi Adat Wonosadi Di Dusun Duren Kec. Ngawen Kab. Gunungkidul (Thesis) Sumber: Diolah dari beberapa Sumber, 2014

9 Berdasarkan matrik keaslian penelitan di atas, penulis akan menguraikan perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian penelitan sebelumnya, khususnya penelitian yang tertulis dalam matrik tersebut. Penelitan Kajian Pelestarian Hutan Wonosadi dengan Pendekatan Analytical Hierarcy Process oleh Dian O Ganasari memiliki fokus penelitian berupa kajian kondisi sumberdaya hutan, khususnya keanekaragaman hayati yang ada di Hutan Wonosadi. Penelitian ini juga mencoba mengevaluasi peran dari berbagai pihak terhadap hutan, khususnya aparatur pemerintah dengan metode Analytical Hierarcy Process. Penelitan Kearifan Lingkungan dalam Perencanaan dan Pengelolaan Hutan Wonosadi di Desa Beji Kecamatan Ngawen Kab. Gunungkidul oleh Ahsan Nurhadi memiliki fokus kearifan lokal dalam mengelola Hutan Wonosadi. Dalam penelitian ini, Nurhadi menguraikan kearifan lingkungan yang ada dan memetakan lokasi kearifan lingkungan yag ada di Desa Beji. Penelitian Kajian Daya Tarik Hutan Adat Wonosadi sebagai Obyek Wisata Alam di Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Nur W Purnamawati memiliki fokus evaluasi terhadap potensi Hutan Wonosadi. Lebih lanjut penelitian ini menilai kelayakan Hutan Wonosadi untuk dijadikan obyek wisata. Dalam penelitian ini, Purnamawati juga membandingkan nilai kelayakan Hutan Wonosadi sebagai obyek wisata dengan obyek wisata yang telah mapan, yaitu Gunung Api Purba di Nglanggeran Kabupaten Gunungkidul. Penelitan Peran Serta Masyarakat Terhadap Konservasi Sumberdaya Alam Hutan Adat Wonosadi Di Dusun Duren Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul oleh Al Ajiiz Hasbur mengkaji partisipasi masyarakat dalam proses

10 penghijauan Hutan Wonosadi. Penelitian ini mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi di Hutan Wonosadi dengan metode hitungan statistik. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian tersebut diatas adalah fokus penelitian ini adalah mengenai konsepsi masyarakat terhadap Hutan Wonosadi. Konsepsi secara bahasa adalah pikiran, pandangan atau rancangan. Konsepsi masyarakat terhadap hutan adalah pandangan, pikiran atau rencana masyarakat sekitar mengenai Hutan Wonosadi.