BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB VI PAMERAN KARYA TUGAS AKHIR

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB IV VISUALISASI KARYA. A. Visualisasi Rancangan Buku Pop-Up

BAB V KONSEP PERANCANGAN


BAB V KONSEP PERANCANGAN. Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan

KONSEP PERANCANGAN. A. Tataran Lingkungan / Komunitas

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB IV PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Buku Yoga untuk Kesehatan ini menggunakan dua jenis huruf untuk

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab 5 Hasil dan Pembahasan Desain

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN Ukuran Buku Buku ini berukuran 21 cm x 14.8 cm dengan tebal kurang lebih 1 cm.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV PEMECAHAN MASALAH

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z. a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi


BAB III STRATEGI PERANCANGAN & KONSEP VISUAL

Bab 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB V STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB IV PERANCANGAN VISUAL. A. Bokel (Tokoh Utama Pemandu Buku Panduan)

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB VI HASIL KARYA DAN SPESIFIKASI TEKNIS

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Visual yang ditampilkan dalam buku ini bersifat kaku dan tegas agar terkesan heroik, maskulin dan gagah.

V. ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA. logo hotel dan menggunakan foto menu free breakfast sebagai program promosi


BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB V PENGANTAR KARYA

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Ukuran : 25,5 cm X 28 cm. Halaman : 64 Halaman. Jenis Kertas : Spentador 240gram

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. 5.1 Media Utama Buku

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB V KONSEP. Perancangan photobook ini bertemakan sosial, yang berjudul Ruang. Perancangan photobook ini menggunakan teknik

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori/Metode

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Indonesia untuk anak sekolah dasar. Selanjutnya proses metode dan proses

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB IV ANALISA DATA. 4.1 Referensi karya. Penulis juga membuat studi banding dari beberapa buku Jakarta yang ada ditoko buku seperti :

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

Gambar 6. Proses Permainan Interaktif Saat di Buka Sumber : Ferdiansyah Choirull Zein

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL IM3 SEBAGAI PRODUK KARTU PERDANA INDOSAT TBK

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Pemilihan Hewan

BAB III PROSES PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori

BAB III Strategi Perancangan dan Konsep Visual

BAB V HASIL PEMBAHASAN DESAIN. Ukuran buku adalah 21 cm x 26.5 cm. Berjumlah 1 buku berisi 12 halaman. : Hard cover (Fancy Paper Laminating Doff)

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. III.1 Target Audiens

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PUBLIKASI BUKU SEJARAH YANG TERSIMPAN DALAM MUSEUM FATAHILLAH

BAB IV STRATEGI KREATIF

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB VI ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. informasi terhadap individu satu dengan lainnya. Penyampaian pesan

HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB III METODE PERANCANGAN. Pada kerja praktek ini penulis berusaha menemukan dan memecahkan

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

Transkripsi:

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN A. Media Utama 1. Judul Buku Judul buku ini adalah Ondel-ondel: The Dancing Giant Pupprts of Jakarta. Buku ini membahas Ondel-ondel sebagai pengenalan budaya dan kesenian tradisional. Sehingga judul buku ini pun diberi penekanan pada kata Ondel-ondel yang dibuat lebih menonjol dengan ukurannya yang dibuat lebih besar dan dengan memberikan ilustrasi kembang kelapa diatas kedua huruf O pada kata Ondel-ondel yang mencerminkan sepasang Ondel-ondel. Dengan menggunakan font Bauhaus dengan ciri sans serif yang kurang formal. Kesan yang ingin ditampilkan dari penggunaan font ini adalah kesan modern, kontemporer, efisien, lebih hangat, dan bersahabat. Sedangkat tulisan The Dancing Giant Puppets of Jakarta member keterangan dari kata Ondel-ondel sehingga ditempatkan di bawah tulisan Ondel-ondel dengan ukuran yang lebih kecil, namun menggunakan font Prestige yang berbeda famili dengan fontbauhaus. Hal ini untuk memberikan kontras yang berbeda agar memberikan keserasian yang saling mengisi sehingga lebih enak dipandang mata. Gambar 10 Judul Buku 66

2. Format Buku Ukuran buku ini adalah A4 (21 cm x 29,7cm) dengan tebal 0,7 cm dan posisi potrait. Ukuran tersebut Penulis anggap cocok untuk target audiencenya yaitu anak-anak yakni berukuran besar. Buku ini terdiri dari Softcover, jaket buku, dan 23 halaman isi. 3. Struktur Buku Struktur buku ini cukup sederhana, karena aspek yang dibahas cenderung sedikit. Berikut adalah pembagian struktur buku: a. Cover Depan Buku Cover buku yang digunakan pada buku ini adalah memakai softcover ukuran A4. Menggunakan kertas jenis art carton 310gr, finishing dengan laminasi Doff. Gambar 11 Cover Depan Buku Logotype pada cover buku ini memiliki elemen yang semiformal menggunakan font Bauhaus pada kata Ondel- Ondel yang diatas huruf O pada tulisan Ondel-ondel ditambahkan hiasan kembang kelapa yang menegaskan 67

tulisan Ondel-ondel karena hiasan kembang kelapa biasanya digunakan pada kepala Ondel-ondel. Sedangkan tulisan The Dancing Giant Puppets of Jakarta dibuat lebih kecil sebagai keterangan yang menerangkan kata Ondel-Ondel. Menggunakan font Prestige yang berasal dari font family yang berbeda dengan warna dan ukuran yang berbeda untuk menimbulkan adanya kontras adanya keserasian dari variasi ini. Desain cover menggunakan Ondel-ondel : The Dancing Giant Puppets of Jakarta sebagai judul, dengan menggunakan latar berwarna toska yang diadobsi dari warna hijau diturunkan menjadi warna yang lebih soft atau warna pastel. Warna hijau sendiri diadaptasi dari warna alami Batik Betawi pada awal kemunculannya. Begitu pula dengan warna putih pada cover yang juga merupakan warna alami batik Betawi. Sedangkan warna peach merupakan warna pastel dari orange yang merupakan identitas dari Betawi. Warna biru dipilih sebagai warna biru yang merupakan warna pendidikan, dimana buku ini dibuat dengan maksud memberikan pengetahuan tentang kesenian tradisional Betawi. Ilustrasi Ondel-ondel pada cover buku dibuat hanya berbentuk siluet berwarna putih diantara ilustrasi kota Jakarta. Meskipun hanya berbentuk siluet, tetapi Ondel-ondel tetap dikenali karena karakteristik Ondel-ondel yang sudah melekat di benak kita melalui bentuknya dan ciri khas hiasan kembang kelapa di kepalanya serta pakaian adat Betawi dan postur tubuh yang pakem nya tetap dipertahankan. Latar ilustrasi kota Jakarta memberi penegasan bahwa ikon tersebut merupakan ikon kota Jakarta. 68

Gambar 12 Ondel-ondel ikon Jakarta Pada bagian atas buku terdapat motif tumpal yaitu motif berbentuk geometris segitiga berbaris memagar yang disusun ke bawah. Motif tumpal diadaptasi dari kain batik Betawi, dimana motif tumpal itu adalah corak yang tidak bisa dihilangkan dari kain batik Betawi karena sudah menjadi ciri khasnya. Gambar 13 Motif Tumpal Cover buku didesain sedemikian rupa agar memberikan kesan lembut, ceria, elegan, dan menimbulkan ekspektasi yang jauh dari sebuah buku sejarah pada umumnya yang membosankan meskipun tetap terlihat sebagai buku yang mengandung unsur sejarah. 69

b. Cover Belakang Buku Gambar 14 Cover Belakang Buku Sama seperti cover depan, cover bagian belakang buku ini berwarna latar toska, terdapat ilustrasi Ondel-ondel dan kota Jakarta. Selain itu pada cover belakang buku ini terdapat sinopsis buku yang secara singkat menjelaskan tentang buku ini. Sinopsis berada diantara lisplang gigi balang. Lisplang adalah ornamen segitiga berjajar menyerupai gigi belalang yang diadaptasi dari papan kayu pada rumah adat Betawi. Ornamen tersebut tidak hanya sebagai penghias bangunan rumah adat Betawi, namun juga memiliki falsafah dalam kehidupan masyarakat Betawi, yaitu melambangkan bahwa hidup harus selalu jujur, rajin, ulet dan sabar, karena belalang hanya bisa mematahkan kayu jika dikerjakan secara terus menerus dan biasanya dalam tempo waktu yang dapat dikategorikan lama namun secara keseluruhan bisa bermakna pertahanan yang kuat. Gambar Lisplang Gigi Balang 70

Garis putus-putus yang terdapat pada cover belakang buku ini menandakan bahwa ada sesuatu yang dipotong, secara tidak langsung memberitahukan bahwa di dalam buku ini terdapat stiker yang dapat dipotong. Stiker dalambuku ini bertujuan untuk mengasah kreativitas anak usia sekolah dasar yang merupakan sasaran sekunder dari buku ini. c. Layout Isi Layout merupakan unsur pendukung paling penting dalam perancangan sebuah buku. Buku ini ditujukan kepada orang tua yang memiliki anak usia 6-12 tahun dan anak-anak berusia 6-12 tahun itu sendiri, maka layout buku mengutamakan unsur bentuk dan warna yang lembut, unik dan menarik. Konsep untuk layout isi dibuat sedemikian rupa menerapkan prinsip dasar layout namun dibuat menggunakan layout yang tidak teratur tetapi masih memperlihatkan satu kesatuan, variatif dan tidak konsisten antara halaman yang satu dengan halaman yang lainnya terutama sisi halaman kanan dan kiri ketika halaman tersebut dibuka agar tidak menimbulkan kejenuhan karena biasanya anak-anak cenderung lebih menyukai buku berukuran besar yang dipenuhi oleh gambar visual dibandingkan dengan buku tekstual. 71

Gambar 16 Layout Buku Hasil perancangan buku ilustrasi Ondel-ondel : The Dancing Giant Puppets of Jakarta dikemas dalam buku soft cover berukuran A4 yang cukup besar, mengingat anak-anak lebih menyukai buku berukuran besar dengan banyak tampilan visual. Dikemas dalam bentuk kartun 2 dimensi dan warnawarni sehingga pastel yang sangat menarik untuk anak-anak. Buku dilengkapi dengan gambar yang full color dalam satu halaman penuh sehingga anak mampu melihat seperti apa wujud ondel-ondel maupun wujud benda atau tempat lainnya yang banyak dikaitkan dengan budaya Betawi. Buku ini mengandung unsur tradisional dan vintage cute. Tradisional karena mengangkat salah satu kesenian tradisional Betawi, vinage karena buku ini membahas pula sejerah tentang Ondelondel yang telah ada sejak lama berikut sejarah Betawi, dan cute karena target audience nya yaitu orangtua wanita dan anak-anak yang biasanya cenderung menyukai warna dan bentuk-bentuk yang cute. Buku ini menghadirkan suasana klasik masa lampau yang dikemas dalam bentuk modern yaitu dari 72

segi warna maupun ilustrasinya. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan stiker dan pembatas buku. Informasi yang dikemas dalam buku ini berupa pengetahuan tentang Ondelondel, seperti sejarah Ondel-ondel, anatomi Ondel-ondel, dan sebagainya. d. Susunan Buku 1) Cover Depan Buku 2) Pembukaan Pada bagian ini berisi awalan sebuah buku, seperti kata pengantar dan daftar isi. 3) Karakteristik Pada bagian ini berisi pengenalan tokoh utama yaitu ondel-ondel. 4) Pengertian Ondel-ondel Pada bagian ini berisi pengertian apa itu ondel-ondel. 5) Anatomi Ondel-ondel Pada bagian ini berisi informasi bagian-bagian tubuh yang merupakan ciri khas Ondel-ondel. 6) Sejarah Ondel-ondel Pada bagian ini berisi sejarah asal mula Ondel-ondel. 7) Ondel-ondel pada zaman dahulu Pada bagian ini berisi mistis, penjelasan ritual, dan kekuatan magis Ondel-ondel pada zaman dahulu. 8) Ondel-ondel saat ini Pada bagian ini berisi perkembangan ondel-ondel pada masa sekarang. 9) Alat Musik Pengiring Pada bagian ini berisi alat musuk dan instrumen yang digunakan untuk mengiringi Ondel-ondel. 10) Betawi Pada bagian ini berisi penjelasan singkat tentang Betawi 73

11) Batik Betawi Pada bagian ini berisi penjelasan tentang bati Betawi dan juga motif-motifnya. 12) Stiker Ondel-ondel Pada bagian ini berisi stiker yang diselipkan diantara dua halaman buku. 13) Penutup Pada bagian ini berisi akhiran sebuah buku, seperti daftar pustaka dan tentang penulis. 14) Cover Belakang Buku 4. Gaya Penggambaran Penggambaran ilustrasi dilakukan dengan cara digital, Style yang digunakan dalam buku ini adalah ilustrasi vektor yang diberi tekstur agar terlihat kedalamannya. Prosesnya dari sketsa lalu diwarnai secara digital. Pemilihan jenis ilustrasi ini dilakukan agar mempermudah Penulis untuk menentukan style dan menyesuaikan dengan kemampuan Penulis dalam menggambar secara digital sehingga tujuan penyampaian pesan tetap mudah dipahami oleh setiap pembaca yang melihatnya. Walaupun memiliki kekurangan pada proses-proses yang lama untuk meminimalisir kesalahan dan menjaga konsistensi warna. Gambar 17 Proses Penggambaran Ondel-ondel 74

Penggambaran tokoh ilustrasi Ondel-ondel menggunakan teknik ilustrasi vector. Corak ilustrasi kartunal ini menampilkan bentuk-bentuk jenaka atau bentuk-bentuk realis yang mengalami perubahan atau distorsi. Kesan visualisasi objek dibuat ringan, fun, serta menghibur. Suasana yang akan ditampilkan sangat kental dengan suasana kota dalam dunia permainan, dengan kesan lembut, ceria, cute, dan vintage yang didukung konsep visual yang akan disampaikan dalam buku ini adalah memberi kesan playful melalui ilustrasi dan warna yang digunakan, yaitu warna-warna pastel atau warna-warna penurunan dari elemen bahan-bahan alami batik Betawi serta paduan warnawarna pendukung yang selaras. Ondel-ondel yang biasanya memiliki tampilan yang menyeramkan diperhalus dan dimodifikasi sehingga memiliki tampilan yang lebih ramah dan bersahabat. Ilustrasi tokoh utama dari buku ini adalah Ondel-ondel laki-laki bernama Jali-Jali dan Ondel-ondel perempuan bernama Kicir-Kicir. Nama Jali-Jali dan Kicir-Kicir diadopsi dari judul lagu Betawi yang keduanya sama-sama menggunakan kata pengulangan seperti halnya Ondel-ondel. Ilustrasi dalam buku ini juga menampilkan ilustrasi bangunan-bangunan yang ada di Jakarta. Terdapat bentuk monas, museum Fatahillah, istana anak Taman Mini Indonesia Indah, Bianglala Dunia Fantasi, bentuk patung selamat datang, patung dirgahayu, dan sebagainya. Bukan hanya terdapat ilustrasi berbentuk bangunan saja, tetapi juga terdapat ilustrasi jam kuno yang melambangkan perjalanan dari waktu ke waktu, ilustrasi alat musik Betawi, 75

tarian Betawi, alat transportasi kota Jakarta, dan terdapat pula ilustrasi masyarakat modern kota Jakarta. Daftar isi buku ini dibuat tidak seperti daftar isi bukupada umumnya. Daftar isi berfungsi sebagai petunjuk halaman, oleh karena itu pada buku ini daftar isi dibuat unik dengan bentuk petunjuk arah yang diadaptasi dari bentuk sign system yang terdapat pada taman hiburan untuk menampilkan kesan playfull. Sedangkan petunjuk arah bagian atas yang bertuliskan daftar isi diadaptasi dari bentuk ke-baratan yaitu tepatnya Belanda yang pada sejarahnya pernah menduduki wilayah Betawi. Secara keseluruhan buku informatif ini dibuat dengan desain mood yang atraktif dan fun, memancing dan mengajak para pembaca menikmati halaman demi halaman dengan ilustrasi yang khas dan menarik. 5. Warna Pemilihan warna yang digunakan sebagai acuan dalam perancangan buku Ondel-ondel: The Dancing Giant Puppets of Jakarta yaitu warna-warna yang menunjang perkembangan, karena warna-warna yang nyaman tersebut dibutuhkan untuk memotivasi anak fase sekolah dasar dalam berkreatifitas. Konsep warna umumnya lebih mengarah ke modern dan ada beberapa halaman yang diberikan warna tradisional mengingat Ondel-ondel sendiri merupakan kesenian tradisional yang telah ada sejak lama dan hingga saat ini pun tetap ada di zaman yang modern ini. Konsep warna pada buku ini juga banyak mengadopsi warna-warna batik Betawi pada awal kemunculannya yaitu 76

warna-warna alami. Namun untuk memperhalus penggambaran dari Ondel-ondel, warna-warna tersebut dibuat lebih lembut untuk memberikan kesan Ondel-ondel yang lucu dan bersahabat serta jauh dari image Ondel-ondel yang menyeramkan terutama dimata target audience nya yaitu anak-anak. Tentunya diperlukan warna yang tidak silau dan nyaman dipandang mata, maka dibutuhkan warnawarna yang kalem seprti warna-warna pastel yang dipilih karena memberikan kesan lembut, nyaman, dan menyenangkan. Warna pastel biasa diterapkan untuk konsumen yang tidak menyukai aktivitas keras seperti anakanak dan orangtua wanita yang merupakan target sekunder dari buku ini. Gambar 18 Contoh Warna Perancangan Buku 6. Bentuk Dalam buku ilustrasi Ondel-ondel: The Dancing Giant Puppets of Jakarta ini, Penulis banyak menggunakan bentukbetuk dasar ruang lingkup kota Jakarta. Bentuk-bentuk tersebut mendukung perancangan buku ini, dimana Ondelondel merupakan salah satu ikon kota Jakarta. Bentuk Ondel-ondel yang selama ini terkesan menyeramkan juga diubah menjadi Ondel-ondel yang lebih fun dan tidak ditakuti 77

oleh anak-anak. Meskipun tidak menyeramkan, Ondel-ondel tetap dapat dikenali sebagai Ondel-ondel. Seperti Ondelondel yang terdapat pada cover buku, walaupun hanya berbentuk siluet, tetapi Ondel-ondel tetap dikenali karena karakteristik Ondel-ondel yang sudah melekat seperti warna, hiasan kembang kelapa di kepalanya, dan pakaian adat Betawi, sampai selendang yang mengarah ke kanan atas tetap dipertahankan. 7. Tipografi Tipografi dalam buku ini menggunakan beberapa jenis font yang sederhana dengan tingkat keterbacaan yang jelas. Sehingga menimbulkan minat baca dan kejelasan terhadap informasi yang disampaikan. Font yang digunakan menampilkan kesan simple, fun, dan ringan karena anak usia sekolah dasar cenderung cepat jenuh namun memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Font Sans-serif cenderung digunakan untuk hal-hal yang semi formal dan santai. font Sans-serif lebih sederhana jika dibandingkan dengan Font Serif karena tidak mengandung Serif. Alternatif font yang dipilih diantaranya : Untuk penulisan banyak menggunakan Bauhaus 93 dan Prestige Elite Std pada judul. Sedangkan body teks pada buku ini menggunakan font Bodoni MT, dan Sagoe Print. Bauhaus 93 ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 78

Prestige Elite Std ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz Sagoe Print ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz Bodoni MT ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 8. Ilustrasi Ilustrasi yang digunakan sebagian besar merupakan gambar ilustrasi vector menggunakan Adobe Illustrator untuk membuat gambar dan pewarnaan serta memberikan elemen pendukung. Tujuan dari dibuatnya ilustrasi tersebut adalah untuk memberikan tampilan gambar kepada pembaca, membuat buku lebih menarik, dan juga untuk memperhalus penggambaran Ondel-ondel. Ilustrasi tokoh utama dari buku ini adalah Ondel-ondel laki-laki bernama Jali-Jali dan Ondel-ondel perempuan bernama Kicir-Kicir. Nama Jali-Jali dan Kicir-Kicir diadopsi dari judul lagu Betawi yang keduanya sama-sama menggunakan kata pengulangan seperti halnya Ondel-ondel. Buku ini juga menampilkan ilustrasi beberapa bangunan dan tempat tujuan wisata yang berada di kota Jakarta. Dan setiap halaman buku ini berisi ilustrasi visual. Ilustrasi dalam buku ini juga menampilkan ilustrasi bangunan-bangunan 79

yang ada di Jakarta. Terdapat bentuk monas, museum Fatahillah, istana anak Taman Mini Indonesia Indah, Bianglala Dunia Fantasi, bentuk patung selamat datang, patung dirgahayu, dan sebagainya. Bukan hanya terdapat ilustrasi berbentuk bangunan saja, tetapi juga terdapat ilustrasi jam kuno yang melambangkan perjalanan dari waktu ke waktu, ilustrasi alat musik Betawi Tanjidor, tarian Betawi, alat transportasi kota Jakarta seperti busway Transjakarta, Metromini, Bajaj, dan terdapat pula ilustrasi masyarakat modern kota Jakarta. Gambar 19 Ilustrasi Kota Jakarta Terdapat ilustrasi motif tumpal yaitu motif berbentuk geometris segitiga berbaris memagar yang disusun ke bawah. Motif tumpal diadaptasi dari kain batik Betawi, dimana motif tumpal itu adalah corak yang tidak bisa dihilangkan dari kain batik Betawi karena sudah menjadi ciri khasnya. Selain itu pada beberapa bagian dari buku ini juga terdapat ilustrasi lisplang gigi baling. Lisplang adalah ornamen segitiga berjajar menyerupai gigi belalang yang diadaptasi dari papan kayu pada rumah adat Betawi. Ornamen tersebut tidak hanya sebagai penghias bangunan rumah adat Betawi, namun juga memiliki falsafah dalam kehidupan masyarakat Betawi, yaitu melambangkan bahwa 80

hidup harus selalu jujur, rajin, ulet dan sabar, karena belalang hanya bisa mematahkan kayu jika dikerjakan secara terus menerus dan biasanya dalam tempo waktu yang dapat dikategorikan lama namun secara keseluruhan bisa bermakna pertahanan yang kuat. Gambar 20 Ilustrasi Daftar isi yang biasanya simple, di dalam buku ini dibuat penuh dengan ilustrasi tidak seperti daftar isi buku pada umumnya. Daftar isi berfungsi sebagai petunjuk halaman, oleh karena itu pada buku ini daftar isi dibuat unik dengan bentuk petunjuk arah atau petunjuk jalan yang diadaptasi dari bentuk sign system yang terdapat pada taman hiburan untuk menampilkan kesan playfull. Sedangkan petunjuk arah bagian atas yang bertuliskan daftar isi diadaptasi dari bentuk ke-baratan yaitu tepatnya Belanda yang pada sejarahnya pernah menduduki wilayah Betawi. 81

Gambar 21 Petunjuk jalan Ilustrasi latar belakang halaman pada buku ini banyak menggunakan motif yang diadaptasi dari motif batik Betawi dengan bentuk Ondel-ondel dan monas. Motif-motif batik Betawi tersebut diambil dari nilai nilai budaya yang terdapat di masyarakat Betawi. Gambar 22 Motif batik Betawi 9. Material Buku Material isi buku ini menggunaka kertas Fancy jenis Symbolic Raster 118gr. Kertas ini merupakan kertas jenis 82

coated yang mempunyai tekstur sangat lembut dan memberikan efek glossy tanpa diberi perlu diberi laminasi. Kertas ini memiliki tipe seperti kertas HVS biasa namun lebih elegan karena bertekstur. 10. Teknik Cetak Teknik cetak yang diapikasikan pada konsep perancangan buku menggunakan cetak digital full colour untuk keseluruhan media, seperti : 1. Cover buku 2. Isi buku 3. Media pendukung, seperti : pembatas buku, notes, stiker, pin, kaos, kartu nama, x-banner, dan poster Ondel-ondel. 11. Jilid Buku ini dijilid menggunakan Pefect Binding atau Jilid Lem yaitu dijilid dengan menggunakan mesin lem panas lalu diberi softcover dengan penambahan punggung buku berukuran 0,7 cm untuk hasil jilid yang kuat dan tahan lama. Proses jilid dengan lem merupakan cara penjilidan dengan mengelem isi buku dengan kertas yang lebih tebal di luarnya sebagai sampul. Proses ini terbilang cukup sederhana karena hanya memakan waktu 1 jam jika dibandingkan dengan jilid hardcover yang pengerjaan nya membutuhkan waktu sampai 4 hari. Kertas yang digunakan pada cover adalah Art Carton 310gsm dengan finishing laminasi Doff. 83

B. Media Pendukung 1. Tujuan Media Dalam pencapaian tujuan perancangan maka diperlukan sebuah konsep perancangan media promosi, sebagai pendukung bagi pendistribusian buku, maka disusunlah beberapa media promosi dengan tujuan memperkenalkan, menarik minat pembaca khususnya anak-anak untuk membeli buku edukasi tentang kesenian Ondel-ondel yang belum ter-eksplorasi, yakni Ondel-ondel: The Dancing Giant Puppets of Jakarta. 2. Strategi Media Strategi media yang dirancang dalam pencapaian tujuan media, yakni memberikan informasi, memperkenalkan, dan menarik minat pembaca akan sebuah buku baru melalui strategi media. Beberapa media yang dipilih adalah sebagai berikut : 3. Media Pendukung Buku a. Pembatas Buku Gambar 23 Pembatas Buku Ondel-ondel Pembatas buku berukuran 20 cm x 4,8 cm memiliki konsep yang sama dengan cover buku. Pembatas buku 84

menggunakan kertas Art Carton 310gsm dengan laminasi doff yang menghasilkan efek doff yang soft pada hasil cetak. Pembatas buku ini berfungsi sebagai penanda halaman buku, oleh karena ini media pendukung ini dapat dijadikan pelengkap buku sehingga buku pun akan menjadi lebih menarik dengan adanya pembatas buku ini.. b. Notebook Gambar 24 Notebook Ondel-ondel Cover note book dibuat mirip seperti cover buku aslinya namun dijilid spiral dan ukurannya pun jauh lebih kecil dari ukuran buku aslinya, yaitu A6 (10,5 x 14,8cm). Media pendukung ini dapat digunakan sebagai buku catatan yang dapat dibawa kemana-mana karena ukurannya yang kecil dan mudah untuk dibawa. Notebook ini juga dapat digunakan untuk mencatat informasi yang terdapat dalam buku ini atau sebagai pelengkap buku Ondel-Ondel: The Dancing Giant Puppets of Jakarta. 85

c. Poster Gambar 25 Poster Buku Ondel-ondel Poster promosi buku ini berukuran A3 (29,7 cm x 42 cm). Dengan desain yang lalu dihubungkan dengan produk yang ditawarkan. Poster ini menggunakan material kertas Art Carton 310 gsm. d. X-Banner Gambar 26 X-Banner Buku 86

Banner merupakan salah satu indoor media yang berguna untuk mempromosikan buku Ondel-ondel: The Dancing Giant Puppets of Jakarta yang dapat dilihat secara langsung. Pengunjung ataupun audience dapat melihat dan membaca banner dari atas menuju ke bawah, dimana bagian paling atas terdapat nama Penulis kemudian dibawahnya terdapat judul perancangan buku dan gambar cover buku yang dibuat dengan ukuran besar sehingga dapat terlihat dari jauh. Di bawah gambar cover buku terdapat keterangan mengenai buku ini diantara ilustrasi sepasang Ondel-ondel yang seolah-olah menjelaskan tentang buku ini. Ketika mata kita mengarah ke bawah lagi, kita akan melihat ilustrasi jam sebagai simbol dari perjalanan waktu yang diwakili oleh beberapa layout buku yang terletak dibawahnya. Dimana layout pertama yaitu halaman yang berisi tentang sejarah Ondel-ondel pada awal masuknya di Indonesia, kemudian diteruskan dengan layout halaman Betawi pada masa lalu, kemudian Ondel-ondel pada zaman dahulu, dan terakhir Ondel-ondel di zaman modern seperti sekarang ini. Bagian paling bawah terdapat ilustrasi kota Jakarta dan motif tumpal segitiga yang identik dengan budaya Betawi. Background dari X- banner ini berwarna hijau muda dengan motif Batik Betawi yang menghiasinya. 87

e. Flyer Gambar 27 Flyer Buku Ondel-ondel Flyer promosi buku ini dibuat dengan desain yang sama seperti poster buku, tetapi dibuat berukuran lebih kecil, yaitu A5 (14,8 cm x 21 cm) full colour dengan menggunakan kertas Art Paper 120gsm. f. Kaos Gambar 28 Contoh kaos Ondel-ondel Kaos dibuat dengan bahan cotton combed berwarna putih, dengan teknik digital print 2 sisi depan dan belakang. dicetak dengan mesin HP Indigo press 5600. 88

g. Pin/Badge Gambar 29 Pin Ondel-ondel Pin ini berukuran diameter cm dengan 10 desain ilustrasi yang berbeda. Ilustrasi pada kesepuluh pin tersebut terdapat pula di dalam buku ini, sehingga mewakili ilustrasi yang ada dalam buku ini. h. Kartu Nama Kartu nama berukuran (cm x cm) dicetak full colour 2 sisi depan belakang menggunakan kertas Coronado. Kertas ini dipilih karena bahannya yang tebal, kuat, dan bertekstur. Mirip dengan BW cuma teksturnya yang lembut yang membedakan kertas ini. Gambar 30 Kartu Nama 89

Gambar 21 Media Buku dan Media Pendukung 90