BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. belajar dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif dengan struktur

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. yang telah dilakukan pada setiap siklus, mulai dari siklus I sampai siklus III pada

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. setiap tindakan yang dilakukan mulai dari siklus I, II dan III pada pembelajaran

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pendidikan Kewarganegaraan di kelas VIII-D SMP Negeri 40 Bandung mengenai

BAB I. aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PECAHAN DI KELAS VII A SMP NEGERI 1 PALU

BAB I PENDAHULUAN. proses terjadinya perubahan prilaku sebagai dari pengalaman. kreatif, sehingga mampu memacu semangat belajar para siswa.

Kompetensi Dasar. Menerapkan kemampuan dasar mengajar dalam mengelola pembelajaran. Kemampuan Dasar Mengajar

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Lokasi penelitian ini adalah MIN Ilung yang beralamat di Jalan H. Damanhuri

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)

BAB I. pola pikir siswa tidak dapat maju dan berkembang. pelajaran, sarana prasarana yang menunjang, situasi dan kondisi belajar yang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil dan analisis refleksi terhadap tindakan pembelajaran

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. pembelajaran PKn yang dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 4 Cimahi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Guru memegang peranan penting dalam membentuk watak bangsa dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kelangsungan kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan negara, karena dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Siklus I terdiri dari 2 pertemuan masing-masing pertemuan. tahap perencanaan antara lain:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Ibtidaiyah (MI) Batu Tangga Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai

BAB I PENDAHULUAN. pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan segenap potensi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. potensi siswa untuk menghadapi tantangan hidup dimasa mendatang.

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

BAB I PENDAHULUAN. dapat mengaplikasikan materi ajar yang didapatnya di kelas ke dalam kehidupan

PENERAPAN PAIKEM PADA MATERI MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar)

BAB I PENDAHULUAN I.1

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PPKn MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Tri Muah ABSTRAK. SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar UMI CHASANAH A 54A100106

I. PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi

BAB I PENDAHULUAN. Sementara itu, bangsa Indonesia masih mengalami hambatan dalam menciptakan

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING STAD

MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF

Kata Kunci: Numbered Heads Together (NHT), media mading, motivasi belajar, hasil belajar siswa.

UPAYA PENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI MELALUI PEMBELAJARAN TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

MODEL LEARNING CYCLE 5E SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA

IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sarana penting pengembangan ilmu dan pondasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENERAPAN TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BILANGAN PECAHAN SISWA KELAS V SD

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN MATERI KEPUTUSAN BERSAMA MENGGUNAKAN MODEL THINK PAIR AND SHARE

Eka Pratiwi Tenriawaru*, Nurhayati B, Andi Faridah Arsal. Program Studi Biologi, Fakultas MIPA Universitas Cokroaminoto Palopo ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. Keterampilan berbicara sangat diperlukan untuk berkomunikasi lisan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Cara Melaksanakan. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMAN 1 MEDAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW

MEIDITA CAHYANINGTYAS K

PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN THINK PAIR SQUARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN NHT (Numbered Heads Together) Abstrak

Meningkatkan Prestasi Belajar Pkn Menggunakan Model Pembelajaran Numbered Heads Together pada Siswa Kelas V SD Inpres Palupi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Berdasarkan penelitian pendahuluan melalui wawancara dengan salah

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. menerapkan model pembelajaran kooperatif struktural tipe mind mapping

PERBEDAAN PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUNG JAWAB SISWA SMP PADA PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGASI PADA MATERI GEOMETRI

permasalahan untuk merangsang pemikiran siswa supaya siswa dapat lebih aktif menjawab pertanyaan, mampu memecahkan masalah dengan mudah dan dapat

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan

NICO SATYA YUNANDA A54F100019

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA SMP NEGERI 1 NGRAYUN PONOROGO

Jurnal Ilmiah Guru COPE, No. 02/Tahun XVIII/November 2014

II. KERANGKA TEORITIS. kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) Abstrak

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas salah satunya dapat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakan kegiatan

Maulizar. Kata-kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran Make A Match, Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta).

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MELALUI STRATEGI INDEX CARD MATCH

BAB I PENDAHULUAN. Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang menanamkan. Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah dapat

PENGGUNAAN COOPERATIVE LEARNING

BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN

Meningkatkan Minat Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas IV SD Inpres 3 Tolai

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan

2014 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI TULISAN DAN PENGUASAAN KONSEP SISTEM EKSKRESI SISWA KELAS XI

BAB I PENDAHULUAN. ilmu pengetahuan yang berperan sebagai ratu dan pelayan ilmu. James dan James

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Guru merupakan salah satu unsur yang penting dalam proses belajar

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS 6 SEKOLAH DASAR

Transkripsi:

261 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Model Cooperative Learning merupakan model yang dapat melibatkan siswa untuk ikut berpartisipasi dalam pembelajaran. Siswa dapat bekerjasama secara kolaboratif untuk mencapai tujuan bersama secara maksimal. Salah satu tipe model Cooperative Learning adalah Numbered Heads Structure. Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide, siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya yang saling keterkaitan dengan rekan-rekan kelompoknya, memudahkan siswa dalam pembagian tugas sehingga seluruh anggota kelompok ikut berpartisipasi. Meskipun mempunyai tugas masing-masing dalam kelompoknya, namun dipastikan semua anggota kelompok mengetahui hasil dari kerja kelompok yang sudah dilaksanakan. Berdasarkan hasil pengamatan, analisis. refleksi dan perencanaan terhadap setiap tindakan yang dilakukan mulai dari siklus I, II dan III di kelas VII-A SMPN 14 Bandung mengenai Penerapan Model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dalam Pembelajaran PKn untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa, peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Kesimpulan Umum Partisipasi belajar siswa selama penerapan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dalam pembelajaran PKn mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan dan wawancara dengan siswa,

262 aktivitas partisipasi belajar siswa seperti bertanya, menjawab, mengambil keputusan, mengemukakan atau mempertahankan pendapat maupun berinisiatif mengalami peningkatan dibandingkan pada saat observasi awal. Berdasarkan hasil tanggapan siswa baik itu melalui wawancara maupun angket terhadap penerapan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dalam pembelajaran PKn adalah positif, siswa mengaku senang dan model ini dapat meningkatkan partisipasi belajar yaitu mereka lebih aktif dalam diskusi kelompok maupun ketika diskusi kelas (presentasi) seperti bertanya, mengemukakan dan mempertahankan pendapat maupun memecahkan masalah. 2. Kesimpulan Khusus a. Model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dalam pembelajaran PKn untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa telah berhasil diterapkan di kelas VII-A, hal ini terlihat dari: 1) Guru menerapkan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dalam pembelajaran PKn sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan, mulai dari pembagian kelompok, pemberian tugas, peran setiap anggota kelompok yang berbeda-beda dalam mengerjakan tugas kelompoknya, diskusi masalah, melaporkan hasil diskusi, kesimpulan dan konfirmasi serta pemberian reward atau penghargaan. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, model ini memerlukan pengelolaan kelas yang rumit baik itu dalam pengelompokan siswa maupun dalam mengontrol aktivitas siswa selama diskusi kelompok.

263 2) Berdasarkan temuan-temuan peneliti, model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dapat mendorong tumbuhnya tanggung jawab sosial dan individual siswa, mendorong peningkatan dan kegairahan partisipasi belajar siswa, berkembangnya sikap ketergantungan yang positif terutama dalam kelompoknya. Hal ini dapat tercipta karena model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure siswa diarahkan untuk memiliki rasa bahwa mereka memliki tujuan yang sama, keberhasilan individu akan akan berpengaruh pada keberhasilan kelompok. Selain itu, dalam setiap kelompok siswa dituntut untuk saling bekerjasama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, saling berbagi peran dalam pengerjaan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya, saling mengatasi kesulitan, saling berbagi pengalaman atau sharing dan siswa juga dapat saling melengkapi sumber belajar mereka. 3) Mampu berpartisipasi dan bertanggung jawab dengan cara melatih mengeluarkan pendapat, ide maupun melatih berinisiatif ketika memecahkan masalah mengenai proklamasi. Siswa juga dapat lebih menghargai jasa para pahlawan, mengetahui sejarah kemerdekaan indonesia, lebih memahami isi undang-undang, mengetahui hubungan dan keterkaitan proklamasi dengan Pembukaan UUD 1945 maupun dengan pasal-pasal UUD 1945. Hal ini diharapkan siswa dapat bertindak secara tegas, cerdas dan lebih menghargai makna proklamasi kemerdekaan Indonesia.

264 4) Model ini dapat memicu untuk berfikir dinamis dan kreatif, dapat menghindarkan dominasi anggota kelompok tertentu, serta model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure memungkinkan terjadinya pembagian ide-ide dan pengalaman secara merata dikalangan siswa. Hal ini dapat terjadi karena dukungan dan peran guru dalam mengelola kelas dan diskusi, baik itu diskusi kelompok maupun diskusi kelas (presentasi). 5) Model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, karena keaktifan guru dalam pemberian reward atau penghargaan berupa kartu-kartu poin terhadap siswa yang melakukan aktivitas bertanya, menjawab, memberi saran, menyanggah dan mengeluarkan pendapat atau ide. Selain itu, suasana yang dibangun guru untuk menciptakan kelas yang kompetetif membuat siswa lebih terdorong untuk ikut berpartisipasi dalam pembelajaran. b. Gambaran perubahan partisipasi belajar siswa setelah diterapkannya model Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Structure dalam pembelajaran Pkn adalah sebagai berikut: 1) Sebelum diterapkan model Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Structure dalam pembelajaran PKn di kelas VII-A siswa mengalami rendahnya partisipasi belajar, ini terlihat ketika observasi awal banyak siswa yang pasif. Hal tersebut terjadi karena metode pembelajaran yang diterapkan guru adalah metode konvesional, dimana pembelajaran

265 terpusat pada guru yang menyebabkan kreativitas dan kemampuan siswa kurang muncul secara maksimal. 2) Setelah diterapkan model Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Structure, partisipasi belajar siswa meningkat. Hal ini terlihat dari aktivitas siswa dalam pembelajaran, baik itu ketika diskusi kelompok maupun ketika diskusi kelas. Siswa lebih aktif dalam bertanya, menjawab, mengeluarkan ide atau pendapat, maupun berinisiatif dalam memecahkan masalah dibandingkan ketika observasi awal. Ini terjadi karena didukung oleh suasana belajar yang kondusif, tidak membosankan dan menarik, dapat menciptakan suasana yang kompetetif, santai dan tidak tegang yang membuat siswa lebih terdorong untuk ikut berpartisipasi dalam kegaiatan pembelajaran. c. Kendala utama yang dihadapi guru dalam menerapkan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure pada pembelajaran PKn, adalah sebagai berikut: 1) Guru kurang menguasai keterampilan dalam mengelola kelas, sedangkan dalam penerapan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure memerlukan manajemen atau pengelolaan kelas yang rumit, terutama dalam pembagian kelompok maupun dalam penempatan posisi kelompok. 2) Guru kurang memotivasi siswa untuk ikut berpartisipasi dalam pembelajaran, terutama dalam diskusi kelas. Hal ini terlihat pada siklus ke I hanya beberapa siswa saja yang ikut berpartisipasi seperti bertanya,

266 menjawab, maupun mengeluarkan ide atau mepndapat. Namun hal tersebut mengalami peningkatan yang positif pada siklus II dan III. 3) Guru kurang menguasai keterampilan dalam membimbing diskusi kelas maupun diskusi kelompok. Sedangkan keberhasilan dalam penerapan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure salah satunya ditentukan oleh keterampilan guru dalam mengelola diskusi. 4) Jumlah siswa yang cukup banyak merupakan suatu kendala yang dihadapi guru, terutama dalam mengontrol aktivitas diskusi dalam kelompoknya. Didalam penelitian ini, peneliti menggunakan kelompok berempat dan berlima. Karena jumlah siswa sebanyak 29 orang, maka peneliti membagi siswa menjadi 7 kelompok dan setiap kelompok berjumlah 4 orang, namun ada satu kelompok yang berjumlah 5 orang. 5) Pembagian peran atau tugas yang berbeda dalam kelompoknya menimbulkan kecemburuan antar siswa. Setiap angota kelompok mempunyai peran yang berbeda dalam kelompoknya, sehingga ada sebagian siswa yang merasa keberatan terhadap peran mereka dalam kelompok. d. Upaya guru menghadapi kendala dalam menerapkan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure pada pembelajaran PKn, adalah sebagai berikut: 1) Untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola kelas, guru harus memperhatikan pendapat Usman (2009: 97), bahwa ada beberapa hal yang penting dalam pengelolaan kelas yakni kehangatan dan

267 keantusiasan, tantangan, bervariasi, keluwesan, penekanan pada hal-hal yang positif dan penanaman disiplin diri. Selain hal tersebut, Lie (2008: 39) mengemukakan bahwa ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas model pembelajaran Cooperative Learning, yakni pengelompkan, semangat gotong royong dan penataan ruang kelas. 2) Untuk membangkitkan motivasi siswa dalam pembelajaran, guru hendaknya mengikuti cara yang dikemukakan oleh Usman (2009: 29) seperti guru berusaha menciptakan persaingan, membuat tujuan sementara atau dekat, adanya tujuan yang jelas, guru memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses, guru mampu menciptakan minat yang besar dan mengadakan atau memberi nilai maupun tes. 3) Untuk mengatasi keterampilan dalam membimbing kelas, guru hendaknya memperhatikan pendapat Usman (2009: 94) yakni keterampilan dalam memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi, keterampilan memperluas masalah atau urunan pendapat, keterampilan menganalisis pandangan siswa, keterampilan meningkatkan daya pikir siswa, keterampilan menyebarkan kesempatan berpartisipasi dan keterampilan menutup diskusi. 4) Kekurangan yang dirasakan peneliti ketika menggunakan kelompok berempat dan berlima diantaranya pembentukan kelompok menjadi lebih banyak dan dalam mengerjakan tugas membutuhkan waktu yang lebih lama. Untuk itu, guru harus bisa mengelola atau mengatur waktu dengan baik.

268 5) Untuk mengatasi kecemburuan siswa karena perbedaan peran atau tugas antar anggota kelompok, guru dan peneliti harus menggilir pembagian peran atau tugas tersebut. Misalnya siswa no 1 digilir dengan siswa nomor 2 dan siswa no 3 digilir dengan siswa nomor 4. Ini dimaksudakan agar siswa dapat merasakan peran atau tugas lain dalam kelompoknya yang lebih variatif. B. SARAN Berdasarkan uraian yang telah disampaikan, ada beberapa saran yang dapat peneliti berikan yaitu sebagai berikut: 1. Bagi Guru a. Model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa. Oleh Karena itu, diharapkan guru dapat mengembangkan dan mengimplementasikan Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure sesuai dengan tahapan-tahapannya. b. Guru diharapkan dapat termotivasi dan menciptakan model-model baru yang lebih kreatif, inovatif dan variatif agar mampu menumbuhkan semangat siswa dan meningkatkan partisipasi belajar siswa. c. Keberhasilan guru dalam menerapkan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure salah satunya ditentukan oleh keterampilan guru dalam mengelola kelas dan diskusi. Oleh karena itu, guru harus mnguasai keterampilan-keterampilan tersebut agar dapat berjalan secara makasimal.

269 d. Guru memiliki posisi yang penting dalam pembelajaran, oleh karena itu guru diharapkan dapat lebih mendalami perannya sebagai fasilitator, motivator, evaluator agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. 2. Bagi Siswa a. Walaupun siswa sudah mengalami peningkatan dalam partisipasi belajar melalui model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure, namun alangkah baiknya agar siswa dapat meningkatkan kemampuan belajar PKn misalnya dengan membaca dan memahami materi dari buku teks dengan berbagai sumber maupun mencari informasi baik itu dari televisi, internet, majalah, koran, dll. b. Siswa diharapkan dapat ikut berperan aktif dalam pembelajaran PKn, sehingga pembelajaran PKn dapat lebih interaktif dan siswa dapat mengembangkan kreativitasnya. 3. Bagi Sekolah Agar proses pembelajaran di sekolah berjalan secara maksimal, maka hendaknya sekolah memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dan mendukung dalam rangka mengoptimalkan pembelajaran agar lebih berkualitas. Sekolah juga harus memberikan keleluasaan guru mata pelajaran untuk menerapkan metode baru yang lebih inovatif dan kreatif sehingga dapat menimbulkan semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran. 4. Bagi Peneliti Selanjutnya Mengingat partisipasi belajar sangat penting dimiliki oleh siswa, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan model Cooperative

270 Learning tipe Numbered Heads Structure untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn. Selain untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengaitkan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dengan variabel lain, seperti penerapan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dalam pembelajaran PKn untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, penerapan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure dalam pembelajaran PKn untuk meningkatkan hasil belajar siswa, atau penerapan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Structure untuk meningkatkan civic responsibility siswa dalam pembelajaran PKn.