BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. pengembangan sistem yang menggunakan metode SDLC (System Development

BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK

BAB III PERANCANGANDAN KONSEP VISUAL. 3.1 Strategi Perancangan

BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK

BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK

Key Word. KeyWord yang didapatkan dari hasil analisa yang telah dilakukan adalah : DYNAMIC and EXCLUSIVE. Diagram KeyWord

Sesi Perdagangan Pasar Saat ini Setelah Perubahan Sesi Pra-Pembukaan Reguler s.d s.d Sesi I

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN. Dalam tahap pembuatan nya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

Kerangka Acuan SURVEI MAWAS DIRI A. PENDAHULUAN

BAB V VISUALISASI KARYA

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/43/KPTS/013/2006 TENTANG

BAB IV PENGOLAHAN DATA

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL FILM DOKUMENTER KARINDING

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Lampiran 3. Permohonan Data Awal

Aplikasi Operasi Baris Elementer Matriks dalam Kriptografi

BAB IV HASIL & PEMBAHASAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA)

Bagian Humas dan Protokol Pasal 87

LANDASAN TEORI. 2.1 Citra Digital Pengertian Citra Digital

II Metodologi. 2. Tataran Sistem. a. Cerita. a) Cerita 1

BAB IV STRATEGI DAN KONSEP PERANCANGAN BUKU KAMPANYE KESADARAN CINTA MUSEUM SEJARAH JAKARTA

Daftar Isi. KEGIATAN BELAJAR 1 Terampil Membaca Huruf. KEGIATAN BELAJAR 2 Terampil Menulis Huruf

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 33 Tahun : 2015

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV PRODUKSI MEDIA

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

BAB III KONSEP PERANCANGAN. A. Product Brand

ATURAN-ATURAN DASAR GAMBAR TEKNIK

2 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara R

Bahan Ajar Keaksaraan Dasar

IV. RANCANG BANGUN SISTEM. Perangkat lunak bantu yang dibuat adalah perangkat lunak yang digunakan untuk

PERATURAN BUPATI SIMEULUE NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR TABEL... xii I. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah...

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

BUPATI BANGKA Jalan A. Yani (Jalur Dua) Sungailiat Bangka Telp. : (0717) Fax : (0717) 92534


WALIKOTA BANDA ACEH PERATURAN WALIKOTA BANDA ACEH NOMOR 27 TAHUN 2014

BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN PUBLIK PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Soal 1: Alinemen Horisontal Tikungan Tipe S-C-S

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

2 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III KONSEP PERANCANGAN

Model Citra (bag. 2)

Soal 1: Alinemen Horisontal Tikungan Tipe S-S

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

PENERAPAN KONSEP FINITE STATE AUTOMATA (FSA) PADA MESIN PEMBUAT MINUMAN KOPI OTOMATIS. Rizky Indah Melly E.P,Wamiliana dan Didik Kurniawan

Silabus. EKM 2050 Pengantar Manajemen. Program Studi: Strata 1 (S-1) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

BUPATI BANGKA. Jalan A. Yani (Jalur Dua) Sungailiat Bangka Telp. : (0717) Fax : (0717) 92534

PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.11 / BPSDMP TENTANG

BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN KEWENANGAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2014

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

Suatu proses untuk mengubah sebuah citra menjadi citra baru sesuai dengan kebutuhan melalui berbagai cara.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT,

MEMUTUSKAN : Pasal I...

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL (RPP 1) : SMP Negeri 1 Terbanggi Besar. Kelas / Semester : VIII / 2 : 2 x 40 menit (1 kali pertemuan)

BUPATI ALOR PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

LAMPIRAN 1. Surat Ijin Melakukan Penelitian

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Pertemuan 2 Representasi Citra

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sebelum melakukan implementasi aplikasi administrasi perawatan

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

WALIKOTA SURABAYA TENTANG

TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI SEKRETARIAT DAERAH KOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA,

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KUESIONER. Strata Pendidikan yang Sedang Diikuti *) : 1. Semester I 2. Semester III 3. Semester V 4. Semester VII

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISIS DAYA SERAP CITRA PADA PESAN BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN PENCOCOKAN WARNA GABRIEL ARDI HUTAGALUNG

METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) DAN END OF FILE (EOF) UNTUK MENYISIPKAN TEKS KE DALAM CITRA GRAYSCALE

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 47 TAHUN 2009 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAMBI

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 113 TAHUN 2011 TENTANG

Transkripsi:

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dibahas mengenai langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji kerja daya sisip dari citra terhadap pesan menggunakan kecocokan nilai warna terhadap pesan berbahasa indonesia yang akan disisipkan. 3.1. Rancangan Penelitian Untuk mendapatkan hasil dari tujuan penelitian, maka penulis melakukan langkahlangkah pelaksanaan penelitian atau rancangan penelitian, secara garis besar, penelitian yang penulis laksanakan terdiri dari langkah-langkah berikut ini : 1. Analisis dan pengambilan sampel, dimana sampel atau objek penelitian ini berupa beberapa citra digital yang memiliki ukuran dan nilai warna berbeda yang terdiri dari jenis citra yang berbeda (monokrom, grayscale, warna). 2. Pengenalan nilai pada setiap sampel citra yang diuji, karena disetiap citra memiliki nilai byte berbeda yang disesuaikan dengan warna penyusun dari citra tersebut. 3. Pengujian dengan cara penyesuaian nilai warna pada citra digital dengan nilai kemunculan huruf didalam teks berbahasa indonesia. 4. huruf yang muncul disesuaikan dengan rata-rata penggunaan di dalam kata untuk mencari jumlah kata yang dapat ditampung di dalam citra 5. Hasil dan kesimpulan dari pengujian. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa citra dengan format JPG atau JPEG yang dapat diperoleh dari perangkat lunak penggambar citra atau pun dari perangkat keras pengambil citra dengan ukuran citra berbeda-beda.

18 3.2. Penerapan Rancangan Penelitian Setelah penulis menyampaikan skema pada sistem, maka selanjutnya adalah proses penerapan skema kerja pada penelitian. 3.2.1. Analisis Sampel Untuk sampel citra, pada penelitian penulis menggunakan tiga buah citra dengan ukuran beragam dari citra berukuran 256 x 256 sampai ukuran 16 MP yang berformat JPG atau JPEG untuk setiap jenis citra nya. Dimana citra dibedakan juga berdasarkan jenis citra, seperti citra biner, citra warna, citra grayscale. Untuk citra biner penulis menggunakan tiga sampel citra dibawah ini, Berikut sampel 1 dari citra biner : Gambar 3.1 Sampel 1 Citra Biner Setelah dilakukan pengujian dengan sistem yang dirancang, citra diatas memiliki ukuran piksel 256 x 256 dengan jumlah piksel hitam sebanyak 32365 (49,39%) dan piksel putih sebanyak 33171 (50,61%). Sampel pertama dari citra biner memiliki perbedaan yang tidak terlalu jauh antara piksel hitam dan putih, hanya 0,61 %. Berikut sampel 2 dari citra biner :

19 Gambar 3.2 Sampel 2 Citra Biner Sampel citra diatas memiliki ukuran 450x250 piksel dengan jumlah piksel hitam = 101174 (89,93%) dan piksel putih = 11326 (10,07%). Sampel kedua dari citra biner dominan menggunakan piksel berwarna hitam. Berikut sampel 3 dari citra biner : Gambar 3.3 Sampel 3 Citra Biner

20 Sampel citra diatas memiliki ukuran 480x640 piksel dengan jumlah piksel hitam = 80784 (26,3%) dan piksel putih = 226416 (73,7%). Sampel ketiga dari citra biner dominan menggunakan piksel berwarna putih. Sampel untuk citra grayscale adalah sebagai berikut : Gambar 3.4 Sampel 1 Citra Grayscale Sampel pertama dari citra grayscale memiliki nilai warna yang sama untuk setiap warna di tiap tiap piksel. Ukuran dari sampel 1 adalah 512 x 512 dengan histogram seperti berikut : Gambar 3.5 Histogram Sampel 1 Citra Abu-Abu Dari sampel diastas didapat nilai warna >=128 sebanyak 30.23% (warna cerah) dan 60.77% untuk nilai warna < 128.

21 Gambar 3.6 Sampel 2 Citra Grayscale Sampel kedua untuk citra grayscale adalah citra dengan jumlah piksel 360 x 500. Dengan histogram seperti berikut : Gambar 3.7 Histogram Sampel 2 Citra Abu-Abu Dari sampel diastas didapat nilai warna >=128 sebanyak 58,09% (warna cerah) dan 41,91% untuk nilai warna < 128.

22 Gambar 3.8 Sampel 3 Citra Grayscale Sampel ketiga untuk citra grayscale adalah citra dengan jumlah piksel 1080 x 1920. Dengan histogram seperti berikut : Gambar 3.9 Histogram Sampel 3 Citra Abu-Abu

23 Berikut sampel yang penulis pergunakan untuk citra warna : Gambar 3.10 Sampel 1 Citra Warna Pada sampel 1 citra warna terdapat 512 x 512 piksel dengan nilai warna yang berbeda di antara piksel. Berikut histogram dari sampel diatas : Gambar 3.11 Hsitogram Sampel 1 Citra Warna

24 Gambar 3.12 Sampel 2 Citra Warna Pada sampel 2 citra warna terdapat 4472 x 2825 piksel dengan nilai warna yang berbeda di antara piksel. Berikut histogram dari sampel diatas : Gambar 3.13 Histogram Sampel 2 Citra Warna

25 Gambar 3.14 Sampel 3 Citra Warna Pada sampel 3 citra warna terdapat 459 x 736 piksel dengan nilai warna yang berbeda di antara piksel. Berikut histogram dari sampel diatas : Gambar 3.15 Histogram Sampel 3 Citra Warna

26 Gambar 3.16 Sampel 4 Citra Warna Pada sampel 3 citra warna terdapat 1200x 1920 piksel dengan nilai warna yang berbeda di antara piksel. Berikut histogram dari sampel diatas : Gambar 3.17 Histogram Sampel 4 Citra Warna 3.2.2. Penyesuaian Nilai Citra Setelah citra dipilih selanjutnya adalah pembacaan nilai dari satu persatu piksel, selanjutnya penulis memisahkan nilai sebuah piksel yang terdiri dari red, green dan blue menjadi tiga nilai yang di buat frame nya disetiap nilai warna. Fungsi dari pembagian

27 frame agar data lebih banyak, tidak hanya untuk satu nilai untuk satu piksel. Tapi terdapat tiga nilai yang dapat di jadikan media penyisipan pesan. Pembagian frame berdasarakan pada tiga buah warna dasar disetiap piksel nya yaitu Red, Green, dan Blue. 3.2.3. Penyesuaian Nilai Karakter Selanjutnya mengubah nilai desimal yang terdapat pada warna ke karakter berdasarkan kode ASCII, setelah mendapatkan nilai, maka selanjutnya perhitungan jumlah karakter yang dapat di input ke dalam gambar yang dibedakan dari warna yang didapatkan. Penyesuaian nilai warna terhadap karakter berdasarkan pada pencocokan warna dengan nilai karakter yang telah dikonversi kedalam decimal. Setelah itu adalah perhitungan jumlah karakter yang dapat ditampung sebuah citra untuk pesan berbahasa Indonesia. Berikut langkah menyesuaian nilai citra dengan distribusi huruf berbahasa indonesia : 1. Ambil jumlah karakter terbesar didalam citra, dalam distribusi bahasa indonsia adalah A dengan persentase mencapai 19.81%. 2. Setelah jumlah karakter A didapat selanjutnya adalah hitung berapa jumlah karakter yang dapat disisipkan dengan membagi jumlah karakter A dengan persentase huruf A. 3. Sesuaikan karakter lain dengan persentase tiap karakter masing-masing, dimana hal ini harus sesuai dengan tabel distribusi huruf, tidak boleh ada satu karakter pun yang kurang jumlahnya dari jumlah huruf minimal berdasarkan persentase di tabel distribusi. Jika salah satu karakter tidak terpenuhi, maka panjang karakter disesuaikan dengan jumlah huruf dari karakter yang tidak terpeuhi tersebut. 4. Jika huruf b hanya ada 5 huruf dan jumlah terebut kurang untuk memenuhi jumlah karakter yang didapa sebelumnya, maka panjang karakter yang dapat diinput yag disesuaikan dengan huruf b adalah 5 / 2.64 * 100 = 189 karakter. Sela njutnya penyesuaian untuk huruf lain dengan cara yag sama. 5. Setelah jumlah persentase huruf sesuai dengan jumlahnya dengan panjang karakter, selanjutnya penyesuaian dengan jumlah kata dimana menurut penelitian yang telah

28 dilakukan oleh Andana dimana rata-rata penggunaan huruf disetiap kata adalah 6,6 huruf. Untuk mencari jumlah karakter sementara yang dapat dijadikan angka dasar perhitungan jumlah karakter tiap huruf yang harus ada didalam citra adalah sebagai berikut : Jlh. Karakter = Karakter A / 19,81 X 100 Jika ada huruf yang jumlahnya lebih kecil dari persentase dikalikan dengan jumlah karakter sementara maka jumlah karakter harus disesuaikan dengan jumlah huruf pada huruf tersebut. Jlh. Karakter = Jlh / Persentase * 100 Dan untuk menghitung jumlah kata adalah : Jlh. Kata = Jlh Karakter / 6,6 Berikut flowchart pencarian panjang karakter dengan penyesuaian nilai warna dari citra digital dan karakter pesan berbahasa indonesia :

29 Mulai Baca Nilai Warna Citra Digial Hitung Nilai Warna yang sama dengan nilai desimal karakter A Hitung Karakter Sementara Sesuaikan Karakter Hururf Lain Karakter = / persentase huruf * 100 Sesuai N Y Panjang Karakter = Karakter Sementara Kata= Karakter/6,6 Tampilkan Kata Selesai Gambar 3.18 Flowchart Penyesuaian Nilai Setelah langkah-langkah disusun maka selanjutnya adalah penerapan langkahlangkah atau algoritma ke dalam sebuah sistem yang akan digunakan untuk implementasi dan percobaan dari steganografi citra, sistem terdiri dari input citra, proses pembacaan,

30 dan hasil dari proses pembacaan yang telah diubah ke dalam karakter untuk mendapatkan kesimpulan berupa banyak kata yang dapat disisipkan ke dalam citra tersebut. 3.3. Diagram Alur Proses Merupakan diagram yang menceritakan proses yang terjadi dengan simbol-simbol dan keterangan-keterangan dari masing-masing simbol yag digambarkan. Berikut digaram alur / flowchart yang penulis susun berdasarkan proses-proses yang dilibatkan dalam penerapan algoritma ke dalam sebuah sistem. Gambar 3.19 Diagram Alur Proses Pada diagram alur menghasilkan sebuah output berupa nilai yang dapat di input kedalam sebuah citra berdasarkan nilai warna yang dicocokan dengan karakter citra. Penerapaan berupa hasil diharafkan dapat menghasilkan kesimpulan berdasarkan variasi warna tiap citra untuk menyimpan pesan didalamnya.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Hasil yang dibahas adalah hasil dari penyesuaian nilai warna pada sampel citra dengan jumlah huruf dan kata yang dapat ditampung didalam sampel citra tersebut. 4.1.1. Sampel Citra Biner (Monokrom) Berikut ini hasil pengujian yang telah penulis kerjakan pada sampel citra biner. Tabel 4.1 Yang Terdapat Pada Citra Biner Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 A/a 0 0 0 B/b 0 0 0 C/c 0 0 0 D/d 0 0 0 E/e 0 0 0 F/f 0 0 0 G/g 0 0 0 H/h 0 0 0 I/i 0 0 0 J/j 0 0 0 K/k 0 0 0 L/l 0 0 0 M/m 0 0 0 N/n 0 0 0 O/o 0 0 0 P/p 0 0 0 Q/q 0 0 0 R/r 0 0 0 S/s 0 0 0 T/t 0 0 0 U/u 0 0 0 V/v 0 0 0

32 Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 W/w 0 0 0 X/x 0 0 0 Y/y 0 0 0 Z/z 0 0 0 Ukuran 256 x 256 450 X 250 480 X 640 Pada sampel pertama, dengan citra berukuran 256 x 256 didapat nilai warna hitam sebanyak 32.365 (49,39%) dan piksel putih sebanyak 33.171 (50,61%). Dari data diatas, hasil pengujian sampel 1 citra biner menunjukan bahwa citra tersebut sama sekali tidak dapat menampung huruf apapun. Sehingga panjang huruf dan jumlah kata yang dapat ditampung adalah 0. Pada sampel kedua, dengan citra berukuran 450 X 250 didapat nilai warna hitam sebanyak 101.174 (89,93%) dan piksel putih sebanyak 11.326 (10,07%). Dari data diatas, hasil pengujian sampel 1 citra biner menunjukan bahwa citra tersebut sama sekali tidak dapat menampung huruf apapun. Sehingga panjang karakter dan jumlah kata yang dapat ditampung adalah 0. Pada sampel ketiga, dengan citra berukuran 480 X 640 didapat nilai warna hitam sebanyak 80784 (26,3%) dan piksel putih sebanyak 226416 (73,7%). Dari data diatas, hasil pengujian sampel 3 citra biner menunjukan bahwa citra tersebut sama sekali tidak dapat menampung huruf apapun. Sehingga panjang huruf dan jumlah kata yang dapat ditampung adalah 0. 4.1.2. Sampel Citra Abu-Abu Berikut ini hasil pengujian yang telah penulis kerjakan pada sampel citra abu-abu. Tabel 4.2 Yang Terdapat Pada Sampel Citra Abu-Abu Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 A/a 0 4839 62280 B/b 0 4917 62007 C/c 0 5097 62103

33 Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 D/d 84525 89655 60825 E/e 0 4992 60702 F/f 89595 94476 61311 G/g 0 4977 60168 H/h 0 5052 60618 I/i 0 4854 60570 J/j 0 4869 59988 K/k 0 5019 59730 L/l 0 4866 59595 M/m 0 4800 59820 N/n 0 4869 60258 O/o 0 5073 60315 P/p 0 4986 60363 Q/q 0 5064 60381 R/r 0 4911 60009 S/s 0 4983 60177 T/t 0 5211 59988 U/u 83433 88410 59943 V/v 0 4731 59466 W/w 87384 92385 59214 X/x 0 5031 59760 Y/y 0 5088 59283 Z/z 0 5022 59334 Ukuran 512 X 512 360 X 500 1080 X 1920 Pada sampel pertama, dengan citra berukuran 512 X 512 didapat jumlah piksel dengan nilai warna <= 127 sebanyak 182.907 (69,77%) dan piksel dengan nilai >127 sebanyak 79.237 (30,23%). Dari data diatas, hasil pengujian sampel 1 citra abu-abu menunjukan bahwa citra tersebut sama sekali tidak dapat menampung huruf A/a yang merupakan huruf dengan penggunaan terbesar di dalam teks berbahasa indonesia. Sehingga panjang huruf dan jumlah kata yang dapat ditampung adalah 0.

34 Pada sampel kedua, dengan citra berukuran 360 X 500 didapat jumlah piksel dengan nilai warna <=127 adalah 74.638 (41,47%) dan piksel jumlah piksel dengan nilai warna >127 adalah 105.362 (58,53%). Dari data diatas, hasil pengujian sampel 2 citra abu-abu menunjukan bahwa citra memiliki jumlah huruf A sebanyak 4389. Maka dengan data tersebut jumlah persentase huruf yang harus dipenuhi oleh huruf selanjutnya adalah sebagai berikut : Tabel 4.3 Hasil Penyesuaian Sampel 2 Citra Abu-Abu % Dis % Karakter Ket A/a 4839 19,81% 24426 100,00% Terpenuhi B/b 4917 2,97% 24426 101,61% Terpenuhi C/c 5097 0,67% 24426 105,33% Terpenuhi D/d 5130 3,72% 24426 106,01% Terpenuhi E/e 4992 8,18% 24426 103,16% Terpenuhi F/f 4881 0,25% 24426 100,87% Terpenuhi G/g 4977 3,96% 24426 102,85% Terpenuhi H/h 5052 1,97% 24426 104,40% Terpenuhi I/i 4854 8,08% 24426 100,31% Terpenuhi J/j 4869 0,85% 24426 100,62% Terpenuhi K/k 5019 5,35% 24426 103,72% Terpenuhi L/l 4866 3,50% 24426 100,56% Terpenuhi M/m 4800 4,85% 24426 99,19% Terpenuhi N/n 4869 9,56% 24426 100,62% Terpenuhi O/o 5073 1,60% 24426 104,84% Terpenuhi P/p 4986 2,77% 24426 103,04% Terpenuhi Q/q 5064 0,01% 24426 104,65% Terpenuhi R/r 4911 5% 24426 101,49% Terpenuhi S/s 4983 4,11% 24426 102,98% Terpenuhi T/t 5211 5,12% 24426 107,69% Terpenuhi U/u 4977 5,57% 24426 102,85% Terpenuhi V/v 4731 0,08% 24426 97,77% Terpenuhi W/w 5001 0,41% 24426 103,35% Terpenuhi X/x 5031 0,01% 24426 103,97% Terpenuhi Y/y 5088 1,60% 24426 105,15% Terpenuhi Z/z 5022 0,02% 24426 103,78% Terpenuhi

35 Pada huruf A dengan persentase 19.81 % dari jumlah huruf 4839 didapat jumlah karakter sebanyak 24426 karakter, selanjutnya disesuaikan dengan huruf selanjutnya, pada sampel 2 citra abu-abu seluruh huruf jumlah nya lebih besar dari jumlah yang didapat dari jumlah karakter dari huruf dengan persentase terbesar, maka jumlah karakter yang dapat di tampung oleh citra tersebut adalah 24.426 karakter dengan jumlah kata adalah 3.700 kata. Pada sampel ketiga, dengan citra berukuran 1080 X 1920 didapat piksel dengan nilai warna <=127 adalah 1.655.727 (79,85%) dan piksel dengan nilai warna >127 adalah 417.873 (20,15%). Dari data diatas, hasil pengujian sampel 3 citra abu-abu menunjukan bahwa citra ini memiliki jumlah huruf A sebanyak 62.280. Maka dengan data tersebut jumlah persentase huruf yang harus dipenuhi oleh huruf selanjutnya adalah sebagai berikut : Tabel 4.4 Hasil Penyesuaian Sampel 3 Citra Abu-Abu % Dis Karakter % Ket A/a 62280 19,81% 314386 100,00% Terpenuhi B/b 62007 2,97% 314386 99,56% Terpenuhi C/c 62103 0,67% 314386 99,72% Terpenuhi D/d 60825 3,72% 314386 97,66% Terpenuhi E/e 60702 8,18% 314386 97,47% Terpenuhi F/f 61311 0,25% 314386 98,44% Terpenuhi G/g 60168 3,96% 314386 96,61% Terpenuhi H/h 60618 1,97% 314386 97,33% Terpenuhi I/i 60570 8,08% 314386 97,25% Terpenuhi J/j 59988 0,85% 314386 96,32% Terpenuhi K/k 59730 5,35% 314386 95,91% Terpenuhi L/l 59595 3,50% 314386 95,69% Terpenuhi M/m 59820 4,85% 314386 96,05% Terpenuhi N/n 60258 9,56% 314386 96,75% Terpenuhi O/o 60315 1,60% 314386 96,84% Terpenuhi P/p 60363 2,77% 314386 96,92% Terpenuhi Q/q 60381 0,01% 314386 96,95% Terpenuhi R/r 60009 5% 314386 96,35% Terpenuhi S/s 60177 4,11% 314386 96,62% Terpenuhi T/t 59988 5,12% 314386 96,32% Terpenuhi

36 % Dis Karakter % Ket U/u 59943 5,57% 314386 96,25% Terpenuhi V/v 59466 0,08% 314386 95,48% Terpenuhi W/w 59214 0,41% 314386 95,08% Terpenuhi X/x 59760 0,01% 314386 95,95% Terpenuhi Y/y 59283 1,60% 314386 95,19% Terpenuhi Z/z 59334 0,02% 314386 95,27% Terpenuhi Pada huruf A dengan persentase 19.81 % dari jumlah huruf 62280 didapat jumlah karakter sebanyak 314.386 karakter, selanjutnya disesuaikan dengan huruf selanjutnya, pada sampel 3 citra abu-abu seluruh huruf jumlah nya lebih besar dari jumlah yang didapat dari jumlah karakter dari huruf dengan persentase terbesar, maka jumlah karakter yang dapat di tampung oleh citra tersebut adalah 314.386 karakter dengan jumlah kata adalah 47.633 kata. 4.1.3. Sampel Citra Warna Berikut ini hasil pengujian yang telah penulis lakukan pada sampel citra warna. Tabel 4.5 Yang Terdapat Pada Sampel Citra Warna Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 A/a 24484 268918 8387 51989 B/b 0 260731 8620 50889 C/c 0 257046 8788 51345 D/d 21618 252800 8670 51303 E/e 19431 256284 9003 54282 F/f 0 258291 8819 53018 G/g 0 256218 9043 51544 H/h 16146 259686 8994 52545 I/i 21090 261038 8687 52000 J/j 0 265563 8926 53685 K/k 0 274694 8918 52892 L/l 20651 277431 9011 52439 M/m 25533 295767 9128 50332 N/n 0 300792 9070 49996

37 Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 O/o 0 295279 9279 47763 P/p 24669 305679 8907 44655 Q/q 17992 307175 9212 44165 R/r 0 313499 8981 47107 S/s 0 320738 9005 45530 T/t 0 328061 8992 48313 U/u 33312 334360 8932 47082 V/v 0 337206 8843 48670 W/w 0 341368 8843 48470 X/x 0 343702 8847 46814 Y/y 57223 345490 8909 47754 Z/z 0 345609 8993 46887 Ukuran 512 X 512 2835 X 4472 459 X 736 1200 X 1920 Pada sampel pertama, dengan citra berukuran 512 X 512. Dari tabel diatas terdapat karakter dengan nilai minimum yang tidak memenuhi karena berjumlah 0. Untuk membentuk sebuah kata dalam bahasa indonesia, jika mengikuti data persentase dari penelitian Andana (2010), maka untuk minimal 1 kata kemungkinan kemunculan huruf adalah masing-masing 1 huruf. Pada sampel kedua, dengan citra berukuran 2835 X 4472. Dari data diatas, hasil pengujian sampel 2 citra warna menunjukan bahwa citra ini memiliki jumlah huruf A sebanyak 268.918. Maka dengan data tersebut jumlah persentase huruf yang harus dipenuhi oleh huruf selanjutnya adalah sebagai berikut : Tabel 4.6 Hasil Penyesuaian Sampel 2 Citra Warna % Dis Karakter % A/a 268918 19,81% 1357485 100,00% Terpenuhi B/b 260731 2,97% 1357485 96,96% Terpenuhi C/c 257046 0,67% 1357485 95,59% Terpenuhi D/d 252800 3,72% 1357485 94,01% Terpenuhi E/e 256284 8,18% 1357485 95,30% Terpenuhi F/f 258291 0,25% 1357485 96,05% Terpenuhi Ket

38 % Dis Karakter % G/g 256218 3,96% 1357485 95,28% Terpenuhi H/h 259686 1,97% 1357485 96,57% Terpenuhi I/i 261038 8,08% 1357485 97,07% Terpenuhi J/j 265563 0,85% 1357485 98,75% Terpenuhi K/k 274694 5,35% 1357485 102,15% Terpenuhi L/l 277431 3,50% 1357485 103,17% Terpenuhi M/m 295767 4,85% 1357485 109,98% Terpenuhi N/n 300792 9,56% 1357485 111,85% Terpenuhi O/o 295279 1,60% 1357485 109,80% Terpenuhi P/p 305679 2,77% 1357485 113,67% Terpenuhi Q/q 307175 0,01% 1357485 114,23% Terpenuhi R/r 313499 5% 1357485 116,58% Terpenuhi S/s 320738 4,11% 1357485 119,27% Terpenuhi T/t 328061 5,12% 1357485 121,99% Terpenuhi U/u 334360 5,57% 1357485 124,34% Terpenuhi V/v 337206 0,08% 1357485 125,39% Terpenuhi W/w 341368 0,41% 1357485 126,94% Terpenuhi X/x 343702 0,01% 1357485 127,81% Terpenuhi Y/y 345490 1,60% 1357485 128,47% Terpenuhi Z/z 345609 0,02% 1357485 128,52% Terpenuhi Ket Pada huruf A dengan persentase 19.81 % dari jumlah huruf 268.918 didapat jumlah karakter sebanyak 1.357.485 karakter, selanjutnya disesuaikan dengan huruf selanjutnya, pada sampel 2 citra warna seluruh huruf jumlah nya lebih besar dari jumlah yang didapat dari jumlah karakter dari huruf dengan persentase terbesar, maka jumlah karakter yang dapat di tampung oleh citra tersebut adalah 1.357.485 karakter dengan jumlah kata adalah 205.679 kata. Pada sampel ketiga, dengan citra berukuran 459 X 736. Dari data diatas, hasil pengujian sampel 3 citra warna menunjukan bahwa citra ini memiliki jumlah huruf A sebanyak 8.387. Maka dengan data tersebut jumlah persentase huruf yang harus dipenuhi oleh huruf selanjutnya adalah sebagai berikut :

39 Tabel 4.7 Hasil Penyesuaian Sampel 3 Citra Warna % Dis Karakter % A/a 8387 19,81% 42336 100,00% Terpenuhi B/b 8620 2,97% 42336 102,78% Terpenuhi C/c 8788 0,67% 42336 104,78% Terpenuhi D/d 8670 3,72% 42336 103,37% Terpenuhi E/e 9003 8,18% 42336 107,34% Terpenuhi F/f 8819 0,25% 42336 105,15% Terpenuhi G/g 9043 3,96% 42336 107,82% Terpenuhi H/h 8994 1,97% 42336 107,24% Terpenuhi I/i 8687 8,08% 42336 103,58% Terpenuhi J/j 8926 0,85% 42336 106,43% Terpenuhi K/k 8918 5,35% 42336 106,33% Terpenuhi L/l 9011 3,50% 42336 107,44% Terpenuhi M/m 9128 4,85% 42336 108,84% Terpenuhi N/n 9070 9,56% 42336 108,14% Terpenuhi O/o 9279 1,60% 42336 110,64% Terpenuhi P/p 8907 2,77% 42336 106,20% Terpenuhi Q/q 9212 0,01% 42336 109,84% Terpenuhi R/r 8981 5% 42336 107,08% Terpenuhi S/s 9005 4,11% 42336 107,37% Terpenuhi T/t 8992 5,12% 42336 107,21% Terpenuhi U/u 8932 5,57% 42336 106,50% Terpenuhi V/v 8843 0,08% 42336 105,44% Terpenuhi W/w 8843 0,41% 42336 105,44% Terpenuhi X/x 8847 0,01% 42336 105,48% Terpenuhi Y/y 8909 1,60% 42336 106,22% Terpenuhi Z/z 8993 0,02% 42336 107,23% Terpenuhi Ket Pada huruf A dengan persentase 19.81 % dari jumlah huruf 8.387 didapat jumlah karakter sebanyak 42.336 karakter, selanjutnya disesuaikan dengan huruf selanjutnya, pada sampel 2 citra warna seluruh huruf jumlah nya lebih besar dari jumlah yang didapat dari jumlah karakter dari huruf dengan persentase terbesar, maka jumlah karakter yang dapat di tampung oleh citra tersebut adalah 42.336 karakter dengan jumlah kata adalah 6.414 kata.

40 Pada sampel keempat, dengan citra berukuran 1200 X 1920. Dari data diatas, hasil pengujian sampel 4 citra warna menunjukan bahwa citra ini memiliki jumlah huruf A sebanyak 51.989. Maka dengan data tersebut jumlah persentase huruf yang harus dipenuhi oleh huruf selanjutnya adalah sebagai berikut : Tabel 4.8 Hasil Penyesuaian Sampel 4 Citra Warna % Dis Karakter % A/a 51989 19,81% 262437 100,00% Terpenuhi B/b 50889 2,97% 262437 97,88% Terpenuhi C/c 51345 0,67% 262437 98,76% Terpenuhi D/d 51303 3,72% 262437 98,68% Terpenuhi E/e 54282 8,18% 262437 104,41% Terpenuhi F/f 53018 0,25% 262437 101,98% Terpenuhi G/g 51544 3,96% 262437 99,14% Terpenuhi H/h 52545 1,97% 262437 101,07% Terpenuhi I/i 52000 8,08% 262437 100,02% Terpenuhi J/j 53685 0,85% 262437 103,26% Terpenuhi K/k 52892 5,35% 262437 101,74% Terpenuhi L/l 52439 3,50% 262437 100,87% Terpenuhi M/m 50332 4,85% 262437 96,81% Terpenuhi N/n 49996 9,56% 262437 96,17% Terpenuhi O/o 47763 1,60% 262437 91,87% Terpenuhi P/p 44655 2,77% 262437 85,89% Terpenuhi Q/q 44165 0,01% 262437 84,95% Terpenuhi R/r 47107 5% 262437 90,61% Terpenuhi S/s 45530 4,11% 262437 87,58% Terpenuhi T/t 48313 5,12% 262437 92,93% Terpenuhi U/u 47082 5,57% 262437 90,56% Terpenuhi V/v 48670 0,08% 262437 93,62% Terpenuhi W/w 48470 0,41% 262437 93,23% Terpenuhi X/x 46814 0,01% 262437 90,05% Terpenuhi Y/y 47754 1,60% 262437 91,85% Terpenuhi Z/z 46887 0,02% 262437 90,19% Terpenuhi Ket Pada huruf A dengan persentase 19.81 % dari jumlah huruf 51.989 didapat jumlah karakter sebanyak 42.336 karakter, selanjutnya disesuaikan dengan huruf selanjutnya,

41 pada sampel 2 citra warna seluruh huruf jumlah nya lebih besar dari jumlah yang didapat dari jumlah karakter dari huruf dengan persentase terbesar, maka jumlah karakter yang dapat di tampung oleh citra tersebut adalah 262.437 karakter dengan jumlah kata adalah 39.762 kata. 4.2. Pembahasan Dari hasil pengujian diatas, berikut rincian hasilnya : Tabel 4.9 Tabel Hasil Pengujian Citra Jenis Ukuran Karakter Kata Biner(Monokrom) 256 x 256 0 0 Biner (Monokrom) 450 X 250 0 0 Biner (Monokrom) 480 X 640 0 0 Grayscale 512 X 512 0 0

42 Citra Jenis Ukuran Karakter Kata Grayscale 360 X 500 24.426 3700 Grayscale 1080 X 1920 314.386 46.278 Warna 512 X 512 0 0 Warna 2835 X 4472 1.357.485 205.679

43 Citra Jenis Ukuran Karakter Kata Warna 459 X 736 42.336 6.414 Warna 1200 X 1920 262.437 39.762 Berikut penjelasan dan pembahasan dari hasil pengujian diatas : 1. Penampungan dan penilaian kecocokan huruf dengan citra menggunakan nilai desimal dari warna dasar (Red, Green, Blue) dari tiap piksel citra dan nilai desimal dari huruf (ascii). 2. Data distribusi huruf dan penggunaan huruf dalam kata dan teks berbahasa indonesia yang digunakan untuk penyesuaian merupakan data dari penelitian yang dilakukan oleh Andana (2010) mengenai frekuensi penggunaan huruf di dalam bahasa indonesia dan penelitian Stefan Trost (2017) dengan pengujian sampai 2.042.616 karakter dengan jumlah kata 306.359 (6.6 huruf perkata). 3. Rasio penggunaan huruf di dalam kata belum penulis temukan sampai penelitian ini selesai ditulis, karena jumlah huruf dalam kata kemungkinan berbeda dengan jumlah kata yang digunakan jika karakter yang digunakan lebih dari atau kurang dari 2.042.616. 4. Citra monokrom sama sekali tidak dapat menampung karakter karena citra ini hanya memiliki nilai 255 dan 0.

44 5. Pada sampel 1 citra warna tidak dapat menampung 1 kata dalam bahasa indonesia dikarenakan tidak ada nya nilai beberapa huruf yang sama dengan nilai warna dasar citra. Salah satu nya adalah B/b (66/98), dimana didalam citra ini tidak ada nilai 66 atau 98 di Red, Green atau Blue (warna dasar) nya, sedangkan pada citra sampel 2 abu-abu dengan resolusi yang lebih kecil yaitu 360 x 500 dapat menampung sampai 3.700 kata dalam teks berbahasa indonesia dikarenakan citra memiliki piksel dengan warna dasar yang cocok dengan nilai dari huruf dalam teks berbahasa indonesia. 6. Pada penelitian dengan jumlah piksel lebih banyak dan penggunaan nilai warna yang beragam dengan jumlah yang tidak jauh berbeda antar warna menghasil jumlah kata dan karakter yang lebih banyak. Maka kesimpulannya citra dengan resolusi yang semakin besar dan penggunaan banyak warna akan menampung lebih banyak kata dalam berbahasa indonesia. 4.3. Kontribusi Penelitian Setelah penelitian ini dilakukan, untuk penyisipan teks berbahasa indonesia untuk sebuah citra dapat dilakukan tanpa mengubah citra hasil penyisipan dan sebelum dilakukan penyisipan dapat diketahui jumlah kata yang dapat disisipkan.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dan pengujian dari bab bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. huruf yang didapat dari pencocokan nilai desimal warna dengan nilai desimal ASCII huruf harus memenuhi persentase dari tabel distribusi huruf untuk semua jenis huruf, jika ada salah satu huruf yang jumlahnya kurang, maka jumlah huruf maksimal untuk teks berbahasa indonesia disesuaikan kembali berdasarkan persentase huruf yang kurang tersebut dengan rumus, Karakter = / Persentase. 2. Untuk mencari Kata yang didapat dari jumlah karakter yang dapat di sisip ke dalam citra adalah dengan rumus Kata = Karakter / 6,6. 3. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa citra biner tidak dapat menampung teks berbahasa indonesia dengan pencocokan warna 4. Hasil yang didapat dari penelitian merupakan hasil pencocokan nilai warna sampel dengan distribusi huruf berbahasa indonesia. 5.2. Saran Adapun saran saran dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya sebagai berikut: 1. Penelitian selanjutnya jika berhubungan dengan penelitian yang penulis tulis, di sarankan untuk mencari rasio perbandingan antara distribusi warna dan distribusi huruf berbahasa indonesia.