UPN "VETERAN" JAKARTA

dokumen-dokumen yang mirip
STUDI NACA 0024 DAN 2624 SEBAGAI MEKANISME PENGGERAK KAPAL KECIL (BOAT) 12,2 M DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI GELOMBANG AIR LAUT

POWER UNTUK MENGGERAKKAN KATAMARAN

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH GAYA GELOMBANG LAUT TERHADAP PEMBANGKITAN GAYA THRUST HYDROFOIL SERI NACA 0012 DAN NACA 0018

M. MIRSAL LUBIS Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik

Analisis Desain Layar 3D Menggunakan Pengujian Pada Wind Tunnel

Peningkatan Koefisien Gaya Angkat Aerofoil Kennedy-Marsden dengan Zap Flap

Bab IV Analisis dan Pengujian

BAB III METODOLOGI PERHITUNGAN

Ardi Noerpamoengkas Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember

TUJUAN PERCOBAAN II. DASAR TEORI

BAB I PENDAHULUAN. pikiran terlintas mengenai ilmu mekanika fluida, dimana disitu terdapat

ANALISA AERODINAMIKA AIRFOIL NACA 0021 DENGAN ANSYS FLUENT ABSTRAK

SIMULASI DAN PERHITUNGAN SPIN ROKET FOLDED FIN BERDIAMETER 200 mm

DASAR PENGUKURAN MEKANIKA

BAB II LANDASAN TEORI

Respon Getaran Lateral dan Torsional Pada Poros Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) Savonius Tipe U

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

Studi Desain Model Konfigurasi Lambung pada Kapal Trimaran dengan bantuan CFD

Redesign Sistem Peredam Sekunder dan Analisis Pengaruh Variasi Nilai Koefisien Redam Terhadap Respon Dinamis Kereta Api Penumpang Ekonomi (K3)

Analisa Sudut Serang Hidrofoil Terhadap Gaya Angkat Kapal Trimaran Hidrofoil Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics (Cfd)

BAB II LANDASAN TEORI

Uji Kompetensi Semester 1

STUDI KARAKTERISTIK ENERGI YANG DIHASILKAN MEKANISME PEMBANGKIT SINYAL LISTRIK AKIBAT BEBAN IMPAK DENGAN METODE PIEZOELECTRIC

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Gaya-Gaya pada pesawat terbang

APLIKASI METODE FUNGSI TRANSFER PADA ANALISIS KARAKTERISTIK GETARAN BALOK KOMPOSIT (BAJA DAN ALUMINIUM) DENGAN SISTEM TUMPUAN SEDERHANA

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

Analisis Ukuran dan Bentuk Layar Kapal Ikan Jenis Purse Seine; Studi Kasus: KM Maju

FakultasTeknologi Industri Institut Teknologi Nepuluh Nopember. Oleh M. A ad Mushoddaq NRP : Dosen Pembimbing Dr. Ir.

Penelitian Numerik Turbin Angin Darrieus dengan Variasi Jumlah Sudu dan Kecepatan Angin

BAB II LANDASAN TEORI

PENELITIAN DAN RANCANGAN OPTIMAL TURBIN PENGGERAK TEROWONGAN ANGIN SUBSONIK SIRKUIT TERBUKA LAPAN

STUDI AERODINAMIKA PROFIL BOEING COMMERCIAL ENERGY EFFICIENT DENGAN KOMPUTASI BERBASIS FINITE ELEMENT

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE (Pegas)

Simulasi Numerik Karakteristik Aliran Fluida Melewati Silinder Teriris Satu Sisi (Tipe D) dengan Variasi Sudut Iris dan Sudut Serang

PENGARUH LOKASI KETEBALAN MAKSIMUM AIRFOIL SIMETRIS TERHADAP KOEFISIEN ANGKAT AERODINAMISNYA

Jurnal Dinamis Vol.II,No.14, Januari 2014 ISSN

Bilge keel. Bilge keel. JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) G-174

Getaran Mekanik. Getaran Bebas Tak Teredam. Muchammad Chusnan Aprianto

PENELITIAN KARAKTERISTIK AERODINAMIKA AEROFOIL SUDU SKEA NELAYAN NILA 80

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIMPLE PADA LAMBUNG KAPAL UNTUK MENGURANGI TAHANAN KAPAL

ANALISA AERODINAMIKA AIRFOIL NACA 0012 DENGAN ANSYS FLUENT

Analisa Peletakan Multi Horisontal Turbin Secara Bertingkat

ANALISA EFEKTIVITAS SUDUT DEFLEKSI AILERON PADA PESAWAT UDARA NIR AWAK (PUNA) ALAP-ALAP

UNIVERSITAS DIPONEGORO PENGARUH BILANGAN REYNOLD TERHADAP KECEPATAN SUDUT TURBIN GORLOV HYDROFOIL NACA SUDUT KEMIRINGAN 45 TUGAS AKHIR

PENGARUH VARIASI SUDUT SERANG SUDU PADA PRESTASI TURBIN ANGIN

ENERGI POTENSIAL. dapat dimunculkan dan diubah sepenuhnya menjadi tenaga kinetik. Tenaga

1 PENDAHULUAN CN-235 merupakan pesawat terbang turboprop kelas menengah

BAB I PENDAHULUAN. aerodinamika pesawat terbang adalah mengenai airfoil sayap. pesawat. Fenomena pada airfoil yaitu adanya gerakan fluida yang

ANALISA ALIRAN DAN TEKANAN PADA BULBOUS BOW DENGAN DIMPLE (CEKUNGAN) MENGGUNAKAN PENDEKATAN CFD

ANALISIS CFD PADA TURBIN ANGIN HYBRID SAVONIUS-DARRIEUS

GAYA ANGKAT PESAWAT Untuk mahasiswa PTM Otomotif IKIP Veteran Semarang

ANALISA AERODINAMIKA FLAP DAN SLAT PADA AIRFOIL NACA 2410 TERHADAP KOEFISIEN LIFT DAN KOEFISIEN DRAG DENGAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC

Karakteristik Gerak Harmonik Sederhana

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya semua fenomena aerodinamis yang terjadi pada. kendaraan mobil disebabkan adanya gerakan relative dari udara

KARAKTERISTIK GERAK HARMONIK SEDERHANA

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gambar 1. Sistem pegas-massa diagram benda bebas

Analisa Penerapan Bulbous Bow pada Kapal Katamaran untuk Meningkatkan Efisiensi Pemakaian Bahan Bakar

PENGARUH BENTUK PROFILE

Antiremed Kelas 11 FISIKA

ANALISIS TEGANGAN PADA SAYAP HORIZONTAL BAGIAN EKOR AEROMODELLING

BAB 3 DINAMIKA STRUKTUR

GETARAN DAN GELOMBANG

STUDI NUMERIK : MODIFIKASI BODI NOGOGENI PROTOTYPE PROJECT GUNA MEREDUKSI GAYA HAMBAT

INTRODUKSI Dr. Soeharsono FTI Universitas Trisakti F

SOAL TRY OUT FISIKA 2

EFEK REDAMAN PADA SIMULASI KONVERVI ENERGI GELOMBANG LAUT MENJADI ENERGI LISTRIK DENGAN PRINSIP RESONANASI. Oleh

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kendaraan. truk dengan penambahan pada bagian atap kabin truk berupa

Analisa Aplikasi Peredam Getaran Dinamik Pada Model Setengah Mobil Empat Derajat Kebebasan Berbasis Respon Amplitudo

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( Print) F 132

ANALISA PENERAPAN BULBOUS BOW PADA KAPAL KATAMARAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMAKAIAN BAHAN BAKAR

GERAK HARMONIK SEDERHANA

ANALISA AERODINAMIK PENGARUH LANDING GEAR PADA PESAWAT UDARA NIR AWAK (PUNA) ALAP-ALAP

PERANCANGAN AIRSCREW PROPELLER UNTUK AIRBOAT CRAFT KAPASITAS 2 PENUMPANG DENGAN METODE PERHITUNGAN BLADE ELEMENT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Studi Eksperimental tentang Karakteristik Turbin Angin Sumbu Vertikal Jenis Darrieus-Savonius

M E K A N I K A R E K A Y A S A I KODE MK : SEMESTER : I / 3 SKS

dapat dibangkitkan sebagai alternatif penggerak kapal dengan menggunakan simulasi CFD.

BAB III SIMPLE VIBRATION APPARATUS

STUDI KOMPUTASIONAL NACA 2412 PADA VARIASI SUDUT PENGGUNAAN SINGLE SLOTTED FLAP DAN FIXED SLOT DENGAN SOFTWARE FLUENT

FISIKA I. OSILASI Bagian-2 MODUL PERKULIAHAN. Modul ini menjelaskan osilasi pada partikel yang bergerak secara harmonik sederhana

GETARAN BEBAS PADA BALOK KANTILEVER. Kusdiman Joko Priyanto. Abstrak. Kata kunci : derajad kebebasan, matrik massa, waktu getar alamai

STUDI PERANCANGAN FERRY HEMAT BAHAN BAKAR UNTUK WILAYAH MALUKU

Analisa Variable Moment of Inertia (VMI) Flywheel pada Hydro-Shock Absorber Kendaraan

Materi Pendalaman 01:

ANALISA KARAKTERISTIK AERODINAMIKA UNTUK KEBUTUHAN GAYA DORONG TAKE OFF DAN CRUISE PADA HIGH SPEED FLYING TEST BED (HSFTB) LAPAN

DAFTAR NOTASI. A : sebuah konstanta, pada Persamaan (5.1)

Soal SBMPTN Fisika - Kode Soal 121

PERMASALAHAN DAN SOLUSI KONSTRUKSI BALIHO DI BANJARMASIN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Studi Aerodinamika Profil NACA Dengan Menggunakan Solidwork

SASARAN PEMBELAJARAN

Transkripsi:

STUDI SISTEM MEKANISME WAVE POWER PENGGERAK KATAMARAN MENGGUNAKAN WINGS NACA SIMETRIS DAN ASIMETRIS Purwo Joko Suranto Pengajar pada Jurusan Teknik Perkapalan email: jekdoank@gmail.com Abstrak Sistem mekanisme wave power terdiri dari pegas dan wings, sebagai penggerak kapal katamaran. Arus gelombang laut menggerakkan wings, diteruskan ke pegas, pegas merespon menimbulkan hentakan pada wings, bergerak bagai ekor lumbalumba, sehingga katamaran dapat bergerak maju melawan arus laut. Studi ini secara teoritis dibantu software MATLAB untuk menghitung respon pegas, ANSYS memodelkan wings (NACA simetris dan asimetris) dan menghitung gaya dorong (trust), MAXSURF memodelkan serta menghitung hambatan dan kecepatan katamaran. Dihasilkan data kecepatan kapal menggunakan wings NACA 0015, 2415 dengan chord line=1,25m dan span=1,25m.kecepatan gelombang memegang peranan penting dimana merupakan kontak langsung terhadap wings kemudian diteruskan ke pegas. Diasumsikan kecepatan gelombang u= 0,1900 m/s dan w= 0,9502 m/s. Pegas memiliki nilai Kx = 5122 N/m serta Kt = 1088 Nm/rad. Maka dihasilkan nilai simpangan pegas dan respon wings serta thrust, sehingga diketahui kecepatan katamaran.katamaran dengan sistem penggerak wave power ini nantinya dapat diaplikasikan untuk kebutuhan moda penangkapan ikan para nelayan, sehingga dapat memberikan alternatif sebagai tenaga penggerak tambahan atau bahkan sebagai tenaga penggerak pengganti pada kapal ikan. Kata kunci:gelombang, Wings, Pegas, Thrust. Pendahuluan Mahalnya bahan bakar dan meningkatnya polusi memacu para ilmuwan untuk melakukan penelitian dalam bidang ektraksi energi. Seperti tenaga surya, angin, gelombang laut, dan lainnya. Sudah diteliti dan telah berhasil dibuktikan (Gbr.1) oleh Prof. Kenichi Horie dan Prof. Francois Kneider. Gelombang dan arus laut dapat menjadi penggerak kapal. Sehingga bisa mengurangi kebutuhan bahan bakar atau bisa juga tidak menggunakan mesin. Indonesia merupakan negara maritim, dimana sebagian besar terdiri dari lautan.kapal menjadi sarana yang sangat penting sebagai alat transportasi maupun penangkapan ikan di laut, serta kebutuhan lainnya. Gbr. 1. Kapal Suntory Mermaid II milik Prof. Kenichi H. Untuk pencarian sumbersumber energi alternatif,banyak hal yang bisa kita lakukan antara lain memodifikasi wings yang berupaya untuk peningkatan performan. Dasar Teori Sistem Dua Derajat Kebebasan Sisterm dengan dua derajat kebebasan membutuhkan dua koordinat independen untuk 220 BINA TEKNIKA, Volume 9 Nomor 2, Edisi Desember 2013, 220224

menghitung konfigurasi dari sistem tersebut. Untuk kasus peredaman bebas, akan ditemukan bahwa terdapat dua cara yang mengakibatkan sistem bergetar secara harmonik. Kedua cara tersebut merupakan modusmodus utama (principal modes). Frekuensi pergerakan untuk modus utama disebut frekuensi alami. Frekuensi alami akan diperoleh pada sistem yang dapat bergetar secara harmonik. Gerak adalah bentuk gelombang kompleks (Vierck). Begitu pula getaran yang berulang dibentuk dari komponenkomponen modus utama. Persamaan differensial gerakan dapat ditulis sebagai berikut: Parameter utama untuk menentukan CL dan CD adalah angle of attack _. Oleh karena itu, langkah awal untuk menentukan karakteristik aerofoil adalah merencanakan variasi CL dan CD terhadap _. Sebagai tambahan Reynolds number Re=_Uc/_. Dimana secara umum untuk mengukur efek viskositas, yang memiliki efek yang kecil pada karakteristik. Metode Aerofoil Sesuai dengan tipe dan apliksi pada bentuk streamline,karakter aerodinamis sangat berpengaruh pada bentuk (profil) pada bagian wing. Cara yang tepat untuk menentukan karakter aerodinamis pada bagian wing adalah merencanakan variasi koefisien gaya (CL dan CD) melawan orientasi bagian pada aliran. Gbr. 2. Penampang wing Chord line : Garis lurus yang menghubungkan leading dan trailing edge Chord : Panjang dari chord line Camber line : Centreline ketebalan pada aerofoil Camber angle : Perbedaan gradien camber line dengan ujung Angle of attack: Sudut antara chord line dengan arah datangnya fluida Gbr. 3. Sistem mekanisme wave power. Berikut ini merupakan sistem mekanisme wave power.seperti yang dapat dilihat pada Gbr.3 bahwa pegas 1 dan pegas 2 terletak pada kemiringan sudut dan konstanta pegas yang sama (simetris). Dalam paper ini penulis memodelkan sistem mekanisme wave power sebagai sistem yang terdiri dari wing, 2 buah pegas dan batang1 dengan tumpuan engsel (Gbr. 4). Wing dimodelkan dan dianalisa menggunakan ANSYS dengan sudut ayunan antara sumbu x dengan chord line berkisar 20o sampai 20o, diperoleh gaya dan momen. Gaya gesek pada engsel diabaikan sehingga Free body diagramnya sebagaimana pada Gbr. 4. Karakteristik gayagaya aerodinamis yang bekerja pada suatu benda secara umum merupakan bentuk nondimensional dari gaya drag dan lift, koefisien gaya drag dan lift (Abbott & Von Doenhoff, 1959) adalah sebagai berikut. Keterangan : CL = Koefisien Lift _ = Massa Jenis [kg/m2] U0 = Kecepatan [m/s] A = Luas [m2] Gbr. 4. Free body diagram sistem mekanisme wave power. Dari Gbr. 4. dapat dilihat bahwa persamaan free body diagram sistem mekanisme wave power memiliki dua derajat kebebasan. Maka didapatkan matriks sebagai berikut : Studi Sistem Mekanisme Wave Power...(Purwo Joko Suranto) 221

(3) Frekuensi natural merupakan frekuensi yang terjadi pada sistem sebelum ada gaya dari dari luar, berupa kesetimbangan sistem setelah menghilangkan gaya luar, dinyatakan dalam persamaan matriks A, sebagai berikut : Gbr.6. Grafik thrust pada pada k1 dan k2 inlet dari depan (4) Untuk menentukan nilai frekuensi natural maka determinan matrik ini harus nol. Respon sistem diperoleh dengan memasukan persamaan sistem mekanisme wave power (persamaan 3) kedalam Matlab dengan menggunakan metode Ode 45. Dari matrik ini diperoleh respon besarnya displasemen getaran dan kecepatan getaran. Gbr. 7. Grafik thrust pada k1 dan k2 inlet dari atas Hasil Penelitian Adapun hasil penelitian sebagai berikut. Thrust Wave number k1 mempunyai kecepatan horisontal fluida (u) = 0,1359 m/s, kecepatan vertikal fluida (w)=0,6797 m/s. Wave number k2 mempunyai kecepatan u = 0,1900 m/s dan w=0,9502 m/s. Gbr. 8. Grafik thrust pada k1 dan k2 inlet dari bawah Gbr. 5. Asumsi ketetapan wing NACA (5) Thrust (T) = Fr*cos _, merupakan transformasi nilai Fr ke arah sumbu x sehingga dikalikan sudut antara chord length dengan sumbu x (_) sebagaimana Gbr. 5. Pada Gbr 6,7 dan 8 terlihat bahwa semakin besar kecepatan fluida akan semakin besar thrust yang dihasilkan. Besarnya thrust pada inlet dari depan wing Gbr. 7 relatif kecil sehingga kurang berpengaruh terhadap kecepatan yg dihasilkan, yang berpengaruh besar adalah inlet dari arah atas (Gbr. 7) dan dari arah bawah (Gbr. 8) yang mempunyai thrust cukup besar, dan diperoleh pada saat chord line wing dan sumbu x membentuksudut antara 0o sampai 5o, lebih dari itu akan mengalami stall. Hal ini disebabkan karena koefisien lift dan drag dimana koefisien ini memiliki fungsi dari sudut serang _ dan rasio aspek. Rasio aspek didefinisikan sebagai rasio dari kuadrat panjang sayap (chord) terhadap luasan planform. Koefisien lift meningkat dan drag berkurang seiring dengan peningkatan rasio aspek. Pada kondisi ini gaya lift merupakan sumbu y sedangkan gaya drag pada 222 BINA TEKNIKA, Volume 9 Nomor 2, Edisi Desember 2013, 220224

sumbu x. Jika _ terlalu besar, maka lapisan batas pada permukaan atas berpisah, aliran pada sayap berkembang menjadi daerah ulakan turbulen yang luas. Apabila sudut serang melebihi dari 5 maka lift akan semakin berkurang dan drag meningkat maka foil akan mengalami stall. Dapat dilihat bahwa semakin besar nilai sudut serang melebihi 5 maka nilai thrust pada sumbu y semakin kecil. Frekuensi Respon. Dengan menggunakan matriks A adalah nol. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka diperoleh besarnya frekuensi natural dimana besarnya Kx=5122 N/m dan Kt=1088 Nm/rad Sehingga frekuensi naturalnya adalah _n1=730,24 rad/s dan _n2=5,82 rad/s. Dengan bantuan software MATLAB,didapat nilai simpangan lateral dan torsional. Dimana sistem mekanisme wave power menggunakan wing NACA 0015 mempunyai simpangan sebagai berikut: Simpangan lateral pegas ratarata 0,26 m dan kecepatannya ratarata 0,46 m/s. Simpangan torsional wing ratarata 0,87 rad dan kecepatannya ratarata 2,1 rad/s Sedangkan menggunakan wing NACA 2415 mempunyai simpangan sebagai berikut: Simpangan lateral pegas ratarata 0,27 m dan kecepatannya ratarata 0,475 m/s. Simpangan torsional wing ratarata 0,85 rad dan kecepatannya ratarata 2,1 rad/s Hambatan Katamaran & Kecepatan. Gbr. 9. Asumsi gerak katamaran dengan asumsi tidak ada gaya luar yang menarik kapal (Van Manen & Van Oossanen, 1988). Sehingga gaya thrust yang dihasilkan oleh wings pada kondisi air tenang akan menarik katamaran. Perhitungan hambatan katamaran menggunakan Maxsurf Hullspeed, analisa yang dipakai untuk menghitung hambatan menggunakan Slender Body dengan metode yg digunakan adalah Molland (catamaran) sebagaimana terlihat pada Gbr. 10., kecepatan didapat dari grafik hambatan dimana pada sumbu y merupakan nilai hambatan sedangkan pada sumbu x merupakan kecepatan. Sistem mekanisme wave power menggunakan wing NACA 0015 dengan asumsi efisiensi thrust 25% (Thorby,D., 2008) menghasilkan kecepatan: Pada wave number k1 dapat menghasilkan kecepatan berkisar antara 0,189 knot sampai dengan 1,577 knot. Sedangkan pada k2 dapat menghasilkan nilai kecepatan berkisar antara 0,079 knot sampai dengan 1,689 knot. Sedangkan sistem mekanisme wave power menggunakan wing NACA 2415 menghasilkan kecepatan: Pada wave number k1dapat menghasilkan kecepatan berkisar antara 0,104 knot sampai dengan 1,577 knot. Sedangkan pada k2 dapat menghasilkan nilai kecepatan berkisar antara 0,152 knot sampai dengan 1,685 knot. Kesimpulan Dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Kecepatan gelombang sangat mempengaruhi besarnya nilai gaya thrust yang dihasilkan semakin besar kecepatan fluida maka semakin besar pula thrust yang dihasilkan. Besarnya sudut chord line pada wings dengan sumbu x juga mempengaruhi besarnya nilai thrust yang ditimbulkan, thrust terbesar pada sudut 0o sampai 5o. Wings NACA simetris menghasilkan thrust yang lebih besar dibanding asimetris. Kecepatan kapal katamaran dengan menggunakan wings NACA 0015 berkisar antara 0,079 knot sampai dengan 1,689 knot. Gbr.10. Grafik hambatan dan kecepatan katamaran Asumsi gerak katamaran sebagaimana terlihat pada Gbr.9. Tahanan kapal pada kecepatan yang digunakan merupakan gaya yang dibutuhkan untuk menarik kapal pada kecepatan itu di air tenang, Studi Sistem Mekanisme Wave Power...(Purwo Joko Suranto) 223

Pustaka Abbott, I. H., & Von Doenhoff, A. E. (1959). Theory Of Wing Sections. New York: Dover Publications, Inc. Avallone, E. A., & Baumeister, T. (1997). Mark's Standard Handbook For Mechanical Engineers, 11th edition. New York: Mcgraw Hill, Inc. Beer, F. P., & Johnston, E. R. (2007). VECTOR MECHANICS FOR ENGINEERS: STATIC. The McGrawHill Companies, Inc. HYPERLINK "http://www.desktop.aerol" http://www.desktop.aerol, 09 April 2013. http:// HYPERLINK "file:///c:\\users\\jek\\appdata\\roaming\ \Microsoft\\Word\\www.wikipedia.org" www.wikipedia.org, 10 April 2013. Indiyono,P., (2004).Hidrodinamika Bangunan Lepas Pantai. SIC, Surabaya. Thorby, D., 2008, Structural Dynamics and Vibration in Practice,An Engineering Handbook Yoghi, A., (2010), Mekanisme Wave Power Van Manen, J. D., & Van Oossanen, P. (1988). Principle of Naval Arhitecture Volume II. The Society of Naval Architets and Marine Engineers. Vierck, R. K. Vibrations Analysis. 224 BINA TEKNIKA, Volume 9 Nomor 2, Edisi Desember 2013, 220224