PERANCANGAN INTERIOR TK SANGGAR ANAK ALAM YOGYAKARTA

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN INTERIOR TK SANGGAR ANAK ALAM YOGYAKARTA. Noor Fatih Ario Wicaksono

PERANCANGAN INTERIOR QUEEN GARPHIC HOUSE PADANG PANJANG SUMATERA BARAT

PERANCANGAN INTERIOR TK BUDI MULIA DUA SETURAN YOGYAKARTA PENCIPTAAN/PERANCANGAN. Diah Septiana Angreini NIM

PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM WAYANG KEKAYON DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. diusulkan oleh: RADEN EFREM HADYAN ADHIWIJNA GANDHI NIM:

PERANCANGAN INTERIOR PEPITO RESTO DI NUSA DUA BALI

PERANCANGAN INTERIOR TOKO BUKU GRAMEDIA EXPO SURABAYA PERANCANGAN. Sri Handariatul M NIM PROGRAM STUDI S-1 DESAIN INTERIOR JURUSAN DESAIN

PERANCANGAN INTERIOR PASAR MIMBAAN KABUPATEN SITUBONDO

PERANCANGAN INTERIOR LIQUID KARAOKE YOGYAKARTA

REDESAIN INTERIOR KANTOR PT DIGINET MEDIA YOGYAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR VIRENKA GYM BANTUL, YOGYAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG PASCASARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

JURNAL PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG PASCASARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

REDESAIN INTERIOR CONCERT HALL

ABSTRACT. Keywords : design, display, eclectic, furniture, retail, vintage.

PENCIPTAAN. Fitri Lestari

PERANCANGAN INTERIOR LOBI DAN FASILITAS USIA DINI PERPUSTAKAAN GRHATAMA PUSTAKA YOGYAKARTA DENGAN GAYA POP - MODERN PERANCANGAN

PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TENGAH SEMARANG

PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN KOTA YOGYAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, RESTAURANT, POOL AREA DAN MEETING ROOM HOTEL TARA, YOGYAKARTA

REDESAIN INTERIOR PYRAMID RESTORAN DAN KARAOKE DI YOGYAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DESAIN INTERIOR RESTAURANT SEBAGAI PENDUKUNG DI PUSAT KEBUDAYAAN YOGYAKARTA DI JAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR HOTEL PANEMBAHAN SENOPATI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. kesulitan dalam menggunakan panca indera, muncul berbagai penyakit yang

JURNAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM BENTENG VANDER WIJCK, GOMBONG, KEBUMEN JURNAL. Oleh. Toni Herwanto

PERANCANGAN INTERIOR CIP AIRPORT LOUNGE DI BANDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI BALI

Perancangan Interior Gedung Singapore International School dengan Konsep Learning by Playing

PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, LOUNGE DAN RESTAURANT HOTEL COURTYARD MARRIOTT, UBUD, BALI

PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SAKIT RAWA LUMBU BEKASI

DESAIN INTERIOR MUSEUM PERMEN DI PABRIK GULA TASIKMADU KARANG ANYAR JAWA TENGAH DENGAN PENDEKAGAN PERILAKU ANAK

PERANCANGAN INTERIOR

LAPORAN PERANCANGAN TUGAS AKHIR PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK HERMINA DAAN MOGOT, JAKARTA BARAT

PERANCANGAN INTERIOR MRT JAKARTA INFORMATION CENTER

PERANCANGAN INTERIOR KANTOR PT. COCA-COLA AMATIL INDONESIA DI SEMARANG

PERANCANGAN INTERIOR LOBI, GALERI DAN KAFE LAWANGWANGI BANDUNG

PENGEFEKTIFAN PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN STUDIO (STUDIO LEARNING METHOD) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATA KULIAH DESAIN INTERIOR I

ABSTRAK. Via Oktavia, , Perancangan Interior fasilitas Pendidikan Anak Usia Dinii (Preschool) dengan Konsep Harmony of Crayon

HOTEL SATYA GRAHA DENGAN PENDEKATAN PRINSIP GREEN DESAIN

PERANCANGAN. Singgih Tri Kamanto NIM

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

PERANCANGAN INTERIOR CLUBHOUSE MERAPI GOLF YOGYAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR GALERI, TOKO DAN CAFE SELASAR SUNARYO ART SPACE BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. sesuatu yang dikeluarkan oleh negara serta mencatat pengeluaran negara secara detail. Untuk

ABSTRAKSI. Hasilnya adalah sebuah desain fasilitas yoga yang dapat menunjang kebutuhan untuk anak yang dapat membuat anak fokus dan konsentrasi.

TUGAS AKHIR DESAIN INTERIOR BOUTIQUE CENTRE DENGAN KONSEP VINTAGE DI SURAKARTA

DAFTAR ISI JUDUL... KATA PENGANTAR... ABSTRAK... ABSTRACT... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL...

PERANCANGAN INTERIOR PANTI ASUHAN VINCENTIUS PUTRA,JAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR LOBBY

PERANCANGAN INTERIOR SEKOLAH KHUSUS AUTIS YDKW (Yayasan Dharma Karya Wanita)

WOMAN S BEAUTY CLINIC AND SPA KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. TUGAS AKHIR Semester Genap Tahun 2011/2012

PERANCANGAN DESAIN INTERIOR TK ISLAM BAB I PENDAHULUAN

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR DI SURAKARTA

REDESAIN INTERIOR SHOWROOM DAN KANTOR SUZUKI SUMBER BARU MOBIL YOGYAKARTA

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta PERANCANGAN INTERIOR HOTEL SATYA GRAHA DENGAN PENDEKATAN PRINSIP GREEN DESAIN

PERANCANGAN VERTIKAL GARDEN UNTUK KANTOR PLN AJP SURAKARTA (DP3A)

TUGAS AKHIR. PERANCANGAN INTERIOR Museum Fotografi

TUGAS AKHIR TEKNIK TEKSTIL TAPESTRI PADA PERANCANGAN LAMPU HIAS DI RUMAH MAKAN LOMBOK ABANG

ABSTRAK. Kata kunci: Museum, Moluccas, History, Era

Desain Interior Bernuansa Modern Islam pada TK dan Playgroup Kreatif Primagama Jemursari di Surabaya untuk Meningkatkan Kreatifitas Anak

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

LAPORAN PERANCANGAN TUGAS AKHIR

PERANCANGAN INTERIOR UB SPORT CENTER MALANG, JAWA TIMUR

REDESAIN INTERIOR CONCERT HALL TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR KANTOR PENERBIT DAN PERCETAKAN PT. INTAN PARIWARA KLATEN PERANCANGAN. Jody Vidyandika NIM

TUGAS AKHIR PERANCANGAN DESAIN INTERIOR DAN FURNITUR PADA DIVISI HEAD OF COMMERCIAL BUSINNES DAN RECEPTIONIST DI KANTOR SANOFI AVENTIS

PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN MAYANG TIRTA GEMBIRA LOKA ZOO DI YOGYAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR TERMINAL BANDARA DEWADARU KARIMUN JAWA, JEPARA, JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Estetika Visual Pada Ruang Penelitian Cilik Di Museum IPTEK

PENERAPAN MATERIAL REUSE PADA RUMAH KAPALPARI KARYA LINDU PRASEKTI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

PERANCANGAN INTERIOR PHOTOGRAPHY SCHOOL AND CENTRE FOR CHILDREN ABSTRAK. anak yang dapat mendukung kegiatan eksplorasi dalam fotografi.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perancangan

2. Sejarah Desain Interior

DESAIN INTERIOR PUSAT KULINER NUSANTARA DI JAKARTA. (Dengan Konsep Kolonial Belanda)

PERANCANGAN INTERIOR PUSAT LAYANAN AUTIS DIY DI KULONPROGO, YOGYAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN INTERIOR SEKOLAH TAMAN KANAK- KANAK DENGAN FASILITAS RUANG TERAPI WICARA

DESAIN INTERIOR MUSEUM SASAK DI MATARAM LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT DENGAN KONSEP MODERN KONTEMPORER

ABSTRACT THE DESIGN PLANNING FOR THE INTERIOR OF A COSMETIC SURGERY HOSPITAL WITH THE CONCEPT OF THE METAMORPHOSIS OF A BUTTERFLY

PERANCANGAN INTERACTIVE STORY BOOK SEBAGAI PEMBELAJARAN IMAN, PENGHARAPAN, KASIH BAGI ANAK SD YANG BERSUMBER PADA ALKITAB

PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, RESTAURANT, DAN GUESTROOM (PRESIDENTIAL DAN ROYAL SUITE) HOTEL SURYA YUDHA BANJARNEGARA

PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG BACA PERPUSTAKAAN UMUM KOTA SURABAYA

PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN DE KENDHIL, YOGYAKARTA

LAPORAN PERANCANGAN TUGAS AKHIR. PERANCANGAN INTERIOR LOUNGE DAN TEMPAT KARAOKE SING a SONG FAMILY KARAOKE

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TUGAS AKHIR GALERI & SANGGAR KREATIFITAS SENI ANAK RUANG EKSPLORATIF MEMPEROLEH GELAR SARJANA TEKNIK ARSITEKTUR

ABSTRAK. Keyword: Penggemar, Liverpool FC, Merchandise, kick n rush, Bandung

Keywords: restaurant, facilities, process, origami

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Perancangan Interior Destination Spa

ABSTRACT. cemetery needs as an affection and a respect to them. For that, it s necessary for a place where

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan

EVALUASI KENYAMANAN RUANG TIDUR PENUMPANG DI KM. DOBONSOLO PT. PELNI DITINJAU DARI ASPEK ERGONOMI SKRIPSI

ABSTRAK. Keywords: Longe, bar, klub malam, body shape, transformation, gay. iii

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN PRAKATA ABSTRACT ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN 1

Transkripsi:

PERANCANGAN INTERIOR TK SANGGAR ANAK ALAM YOGYAKARTA TUGAS AKHIR PENCIPTAAN/PERANCANGAN Noor Fatih Ario Wicaksono NIM 1310059123 Tugas Akhir ini diajukan kepada Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana dalam bidang Desain Interior 2017 i

ii

PERNYATAAN KEASLIAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam laporan Tugas Akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar Kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak ada karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam laporan Tugas Akhir ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Yogyakarta, Juni 2017 Noor Fatih Ario Wicaksono NIM. 1310059123 iii

KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini, yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam penyelesaian dan penyusunan tugas akhir ini tidak terlepas dari dorongan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1. Allah SWT atas segala hidayah dan karunia-nya. 2. Nabi besar Muhammad SAW., sosok yang senantiasa memberikan contoh dan suri tauladan yang baik bagi umatnya. 3. Orang tua saya, Muhajirin dan Dwi Retno Sri Ambarwati yang tak hentihentinya memberikan dorongan secara mental maupun materiil. 4. Yth. Ibu Dr. Suastiwi, M.Des. selaku Dekan Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. 5. Yth. Bapak Setya Budi Astanto, S.Sn., M.Sn dan Yth. Teh Yayu Rubiyanti, S.Sn., M.Sn. selaku Dosen Pembimbing I dan II yang selalu memberikan dorongan, semangat, dan nasehat, maupun kritik serta saran yang membangun bagi keberlangsungan penyusunan Tugas Akhir Karya Desain ini. 6. Yth. Ibu Drs. Yulyta Kodrat P., M.T selaku Dosen Wali serta selaku Ketua Program Studi S-1 Desain Interior, Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta atas segala masukan, motivasi dan do anya. 7. Yth. Bapak Martino Dwi Nugroho, S.Sn., M.A. selaku Ketua Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta. 8. Seluruh dosen Program Studi Desain Interior dan seluruh staff yang telah memberikan bimbingan selama ini dan dorongan semangat dalam proses penyusunan Tugas Akhir Karya Desain ini. iv

9. Ibu Sri Wahyaningsih dan Bapak Toto Rahardjo, penggagas Sanggar Anak Alam Yogyakarta. 10. Rendy Shima Dewa yang telah bersedia meminjamkan PC guna membantu menyelesaikan tugas akhir. 11. Teman-teman kontrakan Green House yang bersedia bertukar pikiran dan membantu dalam keberlangsungan pengerjaan Tugas Akhir Karya Desain ini. 12. Teman-teman Clan Yuli yang selalu memberikan dorongan dan motivasi. 13. Teman-teman seperjuangan mahasiswa desain interior ISI Yogyakarta angkatan 2013 (GRADASI). 14. Serta semua pihak yang turut membantu dan memberi dukungan saat proses penyusunan Tugas Akhir Karya Desain ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan Tugas Akhir Karya Desain ini. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan dan semoga Tugas Akhir Karya Desain ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Yogyakarta, Juni 2017 Penulis, Noor Fatih Ario Wicaksono v

Abstrak Sanggar Anak Alam Yogyakarta (SALAM) merupakan sekolah alternatif/sekolah nonformal penyelenggara pendidikan untuk anak usia dini yang memiliki pola parenting/pola pembelajaran yang memerdekakan siswanya dalam berfikir dan berekspresi. Dengan pola parenting tersebut, SALAM dirasa kurang mampu menghadirkan ruang belajar yang ramah anak dan kurang mampu menghadirkan ruang belajar yang dapat merangsang kebebasan berfikir siswa. Tujuan perancangan ini adalah menjadikan SALAM menjadi lebih ramah anak dan lebih mampu merangsang kebebasan berfikir siswa dengan mempertahankan kesan ekologis dari bangunan sekolah. Oleh karena itu, perancang mengangkat konsep built your own learning place. Konsep ini bertujuan untuk merangsang kebebasan berfikir dan imajinasi siswa dimana siswa dapat membangun ruang belajarnya sendiri di dalam kelas. Perancang juga menghadirkan ruang tematik dengan tema rumah pohon agar suasana ruang lebih menyenangkan. Dalam penerapan konsep tersebut, perancang menghadirkan moveable design atau desain yang dinamis dan mobile, dengan mendesain furniture yang mudah dipindah-pindahkan oleh siswa sesuai metode belajar yang sedang berjalan di kelas. Selain mobile, furnitur tersebut didesain dengan bentuk yang modular sehingga dapat digabung maupun dipisah satu sama lain. Perancang juga mendesain ruang seintetaktif mungkin dengan menghadirkan permainan interaktif dan dinding interaktif untuk menyalurkan imajinasi anak dalam bentuk coretan atau gambar. Warna dominan yang perancang pilih adalah orange, hijau, putih, dan hitam. Kata kunci: Sekolah Non Formal, Ramah Anak, Moveable Design. Abstract Sanggar Anak Alam Yogyakarta (SALAM) is an alternative school / non formal school education provider for early childhood that has parenting pattern / learning pattern that frees the students in thinking and expression. With that parenting pattern, SALAM felt less able to present a child-friendly learning space and less able to present a learning space that can stimulate students' freedom of thinking. The purpose of this design is to make SALAM become more child-friendly and more able to stimulate students' freedom of thinking by maintaining the ecological impression of school buildings. Therefore, the designer raised the vi

concept of "built your own learning place". This concept aims to stimulate the freedom of thinking and imagination of students where students can build their own learning space in the classroom. The designer also presents thematic space with a tree house theme to make the atmosphere more fun. In the application of the concept, the designer presents a moveable design or a dynamic and mobile design, by designing furniture that is easily moved by students according to the method of learning that is running in the classroom. In addition to mobile, furniture is designed with a modular form that can be combined or separated from each other. The designer also designs the space as visually as possible by presenting interactive games and interactive walls to channel the child's imagination in the form of strokes or drawings. The dominant colors that the designer choose are orange, green, white, and black. Keyword : Non-formal School, Child Friendly, Moveable Design. vii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...ii LEMBAR PENGESAHAN...ii PERNYATAAN KEASLIAN...ii KATA PENGANTAR... iiv ABSTRAK...vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL... xii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Metode Desain... 3 1. Proses Desain... 3 BAB II PRA DESAIN... 6 A. Tinjauan Pustaka... 6 B. Program Desain...14 1. Tujuan Desain...14 2. Fokus / Sasaran Desain...15 3. Data Lapangan...15 BAB III PERMASALAHAN & IDE SOLUSI DESAIN...26 A. Permasalahan Desain...26 B. Ide Solusi Desain...26 1. Tema dan Gaya Perancangan...27 2. Konsep Perancangan...29 BAB IV PENGEMBANGAN DESAIN...32 A. Alternatif Desain...32 1. Alternatif Estetika Ruang...32 2. Alternatif Penataan Ruang...37 3. Alternatif Elemen Pembentukan Ruang...41 4. Alternatif Pengisian Ruang...49 viii

5. Alternatif Tata Kondisi Ruang...50 B. Hasil Desain...55 BAB V PENUTUP...68 A. Kesimpulan...68 B. Saran...70 DAFTAR PUSTAKA...71 LAMPIRAN...72 ix

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Logo Sanggar Anak Alam Yogyakarta... 15 Gambar 2. Peta Lokasi Sanggar Anak Alam Yogyakarta... 16 Gambar 3. Denah Sanggar Anak Alam... 18 Gambar 4. Fasad Sanggar Anak Alam... 19 Gambar 5. Fasad Sanggar Anak Alam... 19 Gambar 6. Interior Ruang Kelas TK... 20 Gambar 7. Suasana Belajar Mengajar di Kelas... 20 Gambar 8. Perpustakaan... 21 Gambar 9. Ruang Komputer... 21 Gambar 10. Contoh Penerapan Gaya Kontemporer... 29 Gambar 11. Transformasi Bentuk Pohon... 32 Gambar 12. Transformasi Bentuk Pohon ke dalam Ruang Perpustakaan... 33 Gambar 13. Transformasi Bentuk Pohon ke dalam Ruang Kelas... 34 Gambar 14. Referensi Suasana Ruang... 35 Gambar 15. Warna yang diterapkan... 36 Gambar 16. Komposisi material... 37 Gambar 17. Alternatif Zoning dan Sirkulasi Ruang Kelas... 38 Gambar 18. Alternatif Zoning dan Sirkulasi Perpustakaan dan Ruang Komputer... 39 Gambar 19. Alternatif Layout Ruang Kelas... 40 Gambar 20. Layout Ruang Perpustakaan dan Ruang Komputer... 40 Gambar 21. Alternatif Rencana Lantai Ruang Kelas... 41 Gambar 22. Rencana Lantai Perpustakaan dan Ruang Komputer... 42 Gambar 23. Penerapan Rencana Dinding ke dalam desain... 43 Gambar 24. Rencana Dinding Kelas... 44 Gambar 25. Rencana Dinding Perpustakaan & R. Komputer... 45 Gambar 26. Rencana Plafon Ruang Kelas... 47 x

Gambar 27. Rencana Plafon Perpustakaan & R, Komputer... 48 Gambar 28. Alternatif desain kursi belajar... 49 Gambar 29. Alternatif desain meja belajar... 50 Gambar 30. Pencahayaan Alami dalam Ruang... 51 Gambar 31. Penghawaan Alami dalam Ruang... 52 Gambar 32. Penempatan Titik Lampu Ruang Kelas... 53 Gambar 33. Penempatan Titik Lampu Perpustakaan... 54 Gambar 34. Ruang Kelas Sebelum diredesign... 55 Gambar 35. Ruang Kelas Hasil Redesain... 56 Gambar 36. Perpustakaan sebelum diredesign... 57 Gambar 37. Perpustakaan hasil redesign... 57 Gambar 38. Ruang komputer sebelum diredesign... 58 Gambar 39. Ruang komputer hasil redesign... 59 Gambar 40. Fasad dan selasar sebelum diredesign... 59 Gambar 41. Fasad dan selasar hasil redesign... 60 Gambar 42. Desain meja terpilih... 60 Gambar 43. Desain permainan interaktif... 61 Gambar 44. Layout ruang kelas... 62 Gambar 45. Layout Perpustakaan & R. Komputer... 63 Gambar 46. Gambar Kerja Kursi Belajar... 64 Gambar 47. Gambar Kerja Rak Peralatan Belajar... 65 xi

DAFTAR TABEL Tabel 1. Daftar Kebutuhan... 25 Tabel 2. Konsep Perancangan Ruang Kelas... 29 Tabel 3. Konsep Perancangan Ruang Perpustakaan... 30 Tabel 4. Konsep Perancangan Ruang Komputer... 31 Tabel 5. Analisa Harga Satuan Meja Belajar... 66 Tabel 6. Analisa Harga Satuan Kursi Belajar... 66 Tabel 7. Analisa Harga Satuan Rak Alat belajar... 67 Tabel 8. Rencana Anggaran Biaya Interior... 67 Tabel 9. Rekapitulasi Engineer Estimate Interior... 67 xii

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pola pendidikan di sekolah formal di Indonesia cenderung lebih mengikuti pola pendidikan zaman penjajahan Belanda yang bersifat regering, tucht, dan orde (perintah, hukuman dan ketertiban). Pola yang demikian tentu bukanlah sesuatu yang baik bagi perkembangan anak sebagai peserta didik. Hal tersebut membuat peserta didik seolah-olah berada di bawah tekanan, sehingga mereka kurang berkembang secara optimal dan maksimal. Konsep pendidikan satu arah tersebut membuat efektivitas penyerapan pengetahuan pun akan turun. Hal ini tentu berimbas pada kurangnya pemahaman dan penguasaan pengetahuan yang diperoleh peserta didik. Lemahnya pola pendidikan untuk anak usia dini di Indonesia memuncul keprihatinan dari beberapa lembaga penyelenggara pedidikan, salah satunya Sanggar Anak Alam Yogyakarta (SALAM). SALAM (Sanggar Anak Alam) merupakan sekolah alternatif/ sekolah non formal yang berdiri pada tahun 1988 di Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara yang kemudian pada tahun 2000, SALAM sebagai laboratorium pendidikan dasar dihidupkan lagi oleh Sri Wahyaningsih dan Toto Rahardjo di Kampung Nitiprayan, Yogyakarta. SALAM (Sanggar Anak Alam) memiliki pola parenting/pola pembelajaran yang memerdekakan siswanya dalam berfikir dan berekspresi. SALAM menyelenggarakan sarana taman belajar untuk anak-anak usia 2 4 1

tahun (taman bermain), anak-anak usia 4-6 tahun (taman anak/tk), anak-anak usia 6 tahun ke atas (sekolah dasar), dan SMP. Dalam perancangan ini, perancang berfokus pada sarana belajar untuk anak usia 4-6 tahun (taman anak/tk). Hal tersebut dikarenakan SALAM sebagai lembaga penyelenggara pendidikan untuk anak usia dini dirasa kurang mampu menghadirkan tempat belajar yang ramah anak, dan kurang mampu merangsang kebebasan berfikir siswanya dimana pola parenting/pola pembelajaran SALAM adalah pola parenting/pola pembelajaran yang memerdekakan siswanya dalam berfikir dan berekspresi. Selain itu SALAM juga dituntut untuk dapat menciptakan lingkungan belajar yang ekologis, sebab dalam proses belajar mengajar di SALAM tidak hanya dilakukan di dalam kelas namun juga ada kalanya siswa diajak belajar di lingkungan sekitar. Ruang ramah anak (child friendly space-cfs) merupakan lokasi atau ruang yang nyaman dan memenuhi standar kesehatan anak ketika belajar dan bermain. Penataan tersebut memperhatikan kebutuhan anak usia dini, seperti: keluasan, tinggi, tata ruang, pengisian furnitur, dekorasi, dan alat permainan edukatif memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) agar anak merasakan kenyamanan. (Pamadhi, dkk, 2015 : 10) Berdasarkan penjabaran di atas, penulis tertarik untuk menjadikan Perancangan Interior TK Sanggar Anak Alam Yogyakarta (SALAM) sebagai proyek tugas akhir. 2

B. METODE DESAIN Proses desain menurut Rosemary Kilmer, 1992 Metode desain yang digunakan pada perancangan Sanggar Anak Alam Yogyakarta (SALAM) menggunakan proses desain dari Rosemary Kilmer yang terdiri dari dua bagian, yaitu analisis dan sintesis. Proses analisis merupakan tahap programming dimana pada tahap ini kita menganalisa permasalahan dengan mengumpulkan data fisik, non-fisik, literatur, dan data-data lainnya yang dibutuhkan. Proses sintesis adalah tahap designing. Tahap ini merupakan tahap lanjutan dimana dihasilkan beberapa alternatif solusi dari permasalahan yang didapatkan pada tahap programming sebelumnya. Dari beberapa alternatif 3

tersebut dipilih alternatif terbaik yang dapat memecahkan permasalahan secara optimal. Tahap-tahap metode desain dari Rosemary Kilmer yang digunakan perancang antara lain: 1. Analisis a. State atau mendefinisikan masalah. Perancang membuat checklist apa yang perlu diselesaikan untuk memecahkan masalah. Isi checlist terdiri dari semua aspek (fisik, sosial, ekonomi, psikologis) sehingga dapat memahami masalah secara keseluruhan di Sanggar Anak Alam Yogyakarta. b. Collect atau mengumpulkan fakta. Perancang mengumpulkan fakta dengan cara melakukan survey lapangan, research, dan wawancara. 2. Sintesis a. Ideate atau mengeluarkan ide. Dalam hal ini perancang mengeluarkan ide dalam bentuk skematik dan konsep. Untuk mendapatkan ide, perancang melakukan brainstorming. b. Choose atau memilih alternatif. Perancang membuat beberapa alternatif desain untuk digunakan pada objek perancangan yang kemudian dipilih yang paling sesuai dan optimal dari ide-ide yang ada. Dalam memilih alternatif, perancang menggunakan cara personal judgment, dimana perancang membandingkan setiap pilihan dan memutuskan pilihan yang memenuhi kriteria / tujuan masalah desain. 4

c. Implement atau melaksanakan penggambaran desain. Perancang melaksanakan penggambaran desain dengan cara membuat gambar desain akhir yang telah memenuhi kriteria dalam bentuk 2D dan 3D, memikirkan anggaran biaya, setelah itu membuat gambar kerja dan presentasi desain. d. Evaluate atau meninjau kembali desain yang dihasilkan. Dalam tahap ini perancang meninjau kembali apakah desain yang telah dirancang telah mampu memecahkan permasalahan. Untuk melakukan evaluasi, perancang melakukan self-analysis atau menganalisis sendiri desain yang dihasilkan dan solicited opinions atau meminta pendapat dari orang lain. 5