Pendahuluan. Harmas Yazid Yusuf 1

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Setiap individu terdapat 20 gigi desidui dan 32 gigi permanen yang. 2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. Kalsium merupakan kation dengan fosfat sebagai anionnya, absorbsi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. pertumbuhan dalam tulang rahang melalui beberapa tahap berturut-turut hingga

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. menembus gingiva sampai akhirnya mencapai dataran oklusal. 5-7 Pada manusia

MEKANISME ERUPSI DAN RESORPSI GIGI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menilai usia skeletal karena setiap individu berbeda-beda (Bhanat & Patel,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tumor odontogenik memiliki kelompok-kelompok lesi yang kompleks

4 Universitas Indonesia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

TUMOR ODONTOGENIK. Lira Masri NPM Dosen Pembimbing : Agung Dinasti Permana,dr.,M.Kes.,Sp.THT-KL. Disusun Oleh :

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. karakteristik sebagai tumor jinak, bersifat lokal invasif

BAB 2 DEFINISI, ETIOLOGI, HISTOPATOLOGIS DARI PINDBORG TUMOR. 2.1 Definisi Tumor Odontogenik Epitelial Berkalsifikasi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kanker adalah penyakit keganasan yang ditandai dengan pembelahan sel

BAB 2 KANINUS IMPAKSI. individu gigi permanen dapat gagal erupsi dan menjadi impaksi di dalam alveolus.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. gigi (Sherlin, 2013). Ameloblastoma merupakan tumor odontogenik yang paling

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dari jaringan organ yang tidak mengalami diferensiasi membentuk .

umumnya, termasuk kesehatan gigi dan mulut, mengakibatkan meningkatnya jumlah anak-anak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

26 Universitas Indonesia

OSTEOSARCOMA PADA RAHANG

BAB 2 PENGERTIAN, ETIOLOGI, TANDA DAN GEJALA OSTEOSARKOMA. Osteosarkoma adalah suatu lesi ganas pada sel mesenkim yang mempunyai

Awal Kanker Rongga Mulut; Jangan Sepelekan Sariawan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

4 Universitas Indonesia

Nama : Fatimah Setiyo Ningrum NIM : 05/187381/KG/7916

KEHILANGAN TULANG DAN POLA PERUSAKAN TULANG Kehilangan tulang dan cacat tulang yang diakibatkan penyakit periodontal membahayakan bagi gigi, bahkan

PANJANG AKAR KANINUS PERMANEN MANDIBULA ANAK USIA TAHUN DITINJAU MELALUI RADIOGRAFI PERIAPIKAL

Grafik 1. Distribusi TDI berdasarkan gigi permanen yang terlibat 8

CROSSBITE ANTERIOR DAN CROSSBITE POSTERIOR

HISTOLOGI JARINGAN KERAS DAN JARINGAN LUNAK RONGGA MULUT BLOK 5: STRUKTUR SISTEM STOMATOGNATIK

Odontektomi. Evaluasi data radiografi dan klinis dari kondisi pasien

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. A. Latar belakang Masalah. sempurna jika tubuh mampu mengeliminasi penyebabnya, tetapi jika tubuh tidak

ANATOMI GIGI. Drg Gemini Sari

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 2 OSTEOMIELITIS KRONIS PADA RAHANG. infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh infeksi odontogenik. Osteomielitis dibagi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor

II. KEADAAN ANATOMIS SEBAGAI FAKTOR PREDISPOSISI PENYAKIT PERIODONTAL

a. Gingiva (terdiri dari epitel dan jaringan ikat) b. Ligamen periodontal c. Sementum d. Tulang alveolar

BAB I. dalam kehidupan sehari-hari. Kesehatan pada dasarnya ditunjukan untuk. untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Penyakit gigi dan mulut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Proses erupsi gigi adalah suatu proses isiologis berupa proses pergerakan gigi yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan.

BAB 1 PENDAHULUAN. dan mengevaluasi keberhasilan perawatan yang telah dilakukan. 1,2,3 Kemudian dapat

Hanna H. Bachtiar Iskandar Menik Priaminiarti. Dipresentasikan di forum ilmiah PDGI Jakarta Timur - Juni 2008

Salah satu bagian gingiva secara klinis

BAB 2 IMPLAN. Dental implan telah mengubah struktur prostetik di abad ke-21 dan telah

PREVALENSI KISTA ODONTOGENIK RONGGA MULUT DI RUMAH SAKIT IBNU SINA DAN RUMAH SAKIT SAYANG RAKYAT PERIODE TAHUN

Diagnosis Penyakit Pulpa dan Kelainan Periapikal

BAB I PENDAHULUAN. insisif, premolar kedua dan molar pada daerah cervico buccal.2

BAB I PENDAHULUAN. Kanker kulit terbagi 2 kelompok yaitu melanoma dan kelompok non

BAB I PENDAHULUAN. gigi, mulut, kesehatan umum, fungsi pengunyahan, dan estetik wajah.1 Tujuan

BIOLOGI ORAL. Pengertian :

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dimana sebanyak 129,98 juta jiwa merupakan penduduk dengan jenis kelamin

Jaringan ikat termineralisasi yang membalut akar gigi dan merupakan tempat tertanamnya serabut gingiva dan ligamen periodontal.

ADENOMATOID ODONTOGENIC TUMOR

INSTRUMENTASI PERIODONTAL

BAB 11 KURETASE GINGIVAL

BAB 4 METODE PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gigi merupakan salah satu komponen penting dalam rongga mulut. Gigi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 DEFINISI, ETIOLOGI, KLASIFIKASI, DAN STADIUM EWING S SARCOMA. pada jaringan lunak yang mendukung, mengelilingi, dan melindungi organ tubuh.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Perawatan orthodonti cekat pada periode gigi bercampur bertujuan untuk

KURETASE GINGIVAL & KURETASE SUBGINGIVAL

BAB II TINJUAN PUSTAKA. odontoblast. Pada tahap awal perkembangannya, odontoblast juga. pertahanan (Walton & Torabinejad, 2008).

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. diperhatikan, khususnya pada pertumbuhan gigi desidui anak. Banyak orang

mendiagnosis penyakit meramalkan prognosis merencanakan perawatan Klasifikasi mengalami perubahan sejalan dgn bertambahnya pemahaman ttg etiologi dan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENYAKIT PERIODONTAL PENGERTIAN

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. (Pedersen, 1966). Selama melakukan prosedur pencabutan gigi sering ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. ortodontik berdasarkan kebutuhan fungsional dan estetik. Penggunaan alat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. ini. Anak sekolah dasar memiliki kerentanan yang tinggi terkena karies,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (Rencana Kegiatan Belajar Mengajar)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Maturitas adalah proses pematangan yang dihasilkan oleh pertumbuhan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. kejadian yang penting dalam perkembangan anak (Poureslami, et al., 2015).

PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI DENGAN KONDISI SISA AKAR (GANGREN RADIK)

Transkripsi:

Pendahuluan Ameloblastoma (berasal dari bahasa Inggris yaitu amel berarti email dan bahasa Yunani blastos yang berarti benih ), merupakan tumor jinak yang berasal dari epitel odontogenik. Tumor ini pertama kali diperkenalkan oleh Cusack pada 1827, disebut sebagai adamantinoma oleh Louis-Charles Malassez pada 1885 dan pada 1930 oleh Ivey dan Churchill disebut sebagai ameloblastoma. 1, 2 Tumor ini lebih sering ditemukan pada mandibula dibandingkan maksila dengan frekuensi relatif bervariasi dari 80 20% sampai 99 1% 2. Penampilan lesi ini berupa pembengkakan yang tumbuh lambat, tanpa rasa sakit, menyebabkan ekspansi tulang kortikal, perforasi bagian lingual dan/atau bukal dan infiltrasi ke jaringan lunak. Sifat tumbuh lambat ini seringkali mengakibatkan terlambat didiagnosis. Ameloblastoma merupakan tumor odontogenik yang paling sering ditemukan di Afrika dan Asia dan jenis Harmas Yazid Yusuf 1

kedua yang paling sering ditemukan di Amerika Utara dan Amerika Selatan. 2,3 Banyak laporan yang menyebutkan bahwa kambuh kembali/rekurensi ameloblastoma terjadi karena kurang akadekuatnya pada prosedur bedah awal. Rata-rata rekurensi berkisar antara 55% 90% untuk jenis solid atau multikistik yang diterapi dengan cara konservatif (enukleasi atau kuretase) dan bahkan dijumpai kasus metastasis. 2-5 Ameloblastoma juga dikategorikan sebagai suatu kategori tumor border line atau low grade malignancy karena mempunyai kemampuan invasif, rekurensi yang tinggi, dan bermetastasis (walaupun amat jarang) terutama ke paru dan saraf pusat. 6 2 Ameloblastoma Rahang

Odontogenesis Pemahaman proses odontogenesis atau pembentukan gigi sangat penting untuk mengetahui perkembangan kista 2, 5, 7 rahang dan tumor odontogenik seperti ameloblastoma. Pertumbuhan dan perkembangan gigi sulung dan permanen pada manusia terjadi melalui proses interaksi antara epitel rongga mulut dan sel-sel mesenkim di bawahnya. Pertumbuhan dan perkembangan gigi berlangsung melalui beberapa tahap (stage), yaitu tahap invaginasi, cap stage, early bell stage, dan late bell stage (Gambar 1). 2 Gambar 1. Tah apan odontogenesis 2 A. Invaginasi, B. Cap Stage, C. Early Bell Stage, D. Late Bell Stage Harmas Yazid Yusuf 3

Pada tahap invaginasi, proyeksi lamina dentalis membentuk invaginasi ke dalam lapisan ektomesenkim. Epitel benih gigi mengalami elongasi dalam bentuk solid tubelike yang kemudian berpenetrasi ke dalam jaringan ikat (Gambar 1A). Elongasi struktur epitel kemudian menjadi lamina dentalis yang merupakan asal pembentukan gigi akan mengalami diferensiasi sesuai dengan perkembangan gigi. Setelah tahap invaginasi mencapai kedalaman cukup, lapisan sel basal pada ujung lamina dentalis membentuk kecembungan. Struktur ini membentuk tahap cap stage (Gambar 1B dan Gambar 2A). Struktur cap-shaped mengalami pembesaran, lapisan epitel di dasar (inner enamel epithelium) memisahkan diri dengan lapisan di atasnya (outer enamel epithelium), zona intervensi di bagian tengah terdiri atas sel-sel reticulum stellate yang merupakan sel-sel epitel berbentuk bintang yang tidak beraturan. Pada tahap early bell stage (Gambar 1C), terjadi proses diferensiasi, yang merupakan tahapan pembentukan dentin dan email. Pada fase ini terdapat perubahan pada lapisan ektomesenkim membentuk dental folikel dan dental papilla. Dental folikel tetap berada di sekeliling gigi sampai gigi tersebut mengalami erupsi, folikel di bagian mahkota menjadi bagian dari jaringan ikat margin gingival bebas, dan folikel di bagian akar menjadi ligamen periodontal yang memisahkan tulang dari sementum. Pada tahap late bell stage (Gambar 1D), sel-sel pada inner enamel epithelium mengalami elongasi dan membentuk palisade. Pada tahap ini, pertumbuhan email tergambar 4 Ameloblastoma Rahang

dengan warna biru (Gambar 2B), yang menunjukkan bahwa struktur enamel berasal dari jaringan ektodermal dan terlihat jaringan mesenkim dental papilla mengelilingi enamel organ. Pada gambar 2B terlihat terjadi proses diferensiasi penuh sel-sel odontoblas dan ameloblas di regio mahkota gigi. Pembuluh darah mulai tumbuh di regio dental papilla yang merupakan satu-satunya struktur yang mempunyai di regio enamel organ, di bagian luar enamel epithelium mengandung pleksus-pleksus kapiler. Selama tahap odontogenesis di fase late bell stage ini, lamina dentalis mulai mengalami kehancuran dan membentuk pulau-pulau kecil di jaringan ikat. Pulau-pulau kecil sisa epitel ini bersifat tidak aktif dan dikenal sebagai rests of the dental lamina atau rests of serres. (A) (B) Gambar 2. Tahapan odontogenesis: cap stage dan bell stage. 7 (A) Cap stage, (B) Diagram perkembangan gigi dan awal dentinogenesis Harmas Yazid Yusuf 5

Setelah mahkota terbentuk secara lengkap dan spesifik (Gambar 3A), terjadi elongasi sel-sel epitel bagian outer rim dari bell-shaped enamel organ membentuk formasi akar (Gambar 3B). Sel-sel epitel ini kemudian membentuk selubung akar Hertwig. Sel-sel epitel rests of Malassez yang merupakan sisa-sisa epitel pembentuk akar masih dapat ditemukan di dalam jaringan periodonsium walaupun akar telah terbentuk sempurna (Gambar 3C). Gambar 3. Tahapan lanjut odontogenesis 2 A. Formasi mahkota dan sisa-sisa lamina dentalis B. Formasi akar C. Formasi akar gigi lengkap sebelum erupsi dan sisa-sisa Malassez (titik merah) 6 Ameloblastoma Rahang

Etiologi Ameloblastoma merupakan tumor jinak agresif yang mempunyai sifat invasif lokal, berasal dari jaringan odontogenik sebelum terjadinya pembentukan kalsifikasi struktur gigi (Gambar 4). Gambar 4. Asal epitel ameloblastoma 2 Epitel ameloblastoma dapat berasal dari sisa lamina dentalis (titiktitik di atas gigi molar), sisa epitel email (pada permukaan gigi molar), sisa epitel Malassez (titik-titik pada membrane periodontal), epitel permukaan Harmas Yazid Yusuf 7

Sumber potensial untuk perkembangan tumor odontogenik termasuk ameloblastoma adalah: 2-5 1. Pre functional lamina dentalis (epithelium odontogenik yang mempunyai kemampuan menghasilkan gigi) terutama yang terletak pada gigi molar tiga rahang bawah. 2. Post functional lamina dentalis, termasuk sisa epitel Serre, sisa epitel di dalam jaringan gusi, sisa epitel Malassez pada ligamen periodontal, dan epitel organ email yang menutupi permukaan email sampai erupsi gigi. 3. Lapisan sel basal epitel gusi. 4. Papila dentalis yang merupakan asal pulpa gigi, mempunyai kemampuan menginduksi produksi odontoblas dan sintesis dentin dan atau material dentinoid. 5. Folikel gigi. 6. Ligamentum periodontal yang mempunyai kemampuan memproduksi material material fibrous dan cement osseous. Pemicu atau terjadinya transformasi neoplastik pada struktur epitel tersebut belum diketahui secara pasti. 2, 5 8 Ameloblastoma Rahang